cover
Contact Name
Evangelista Lus Windyana Palupi
Contact Email
evangelistapalupi@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mathedunesa@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung C8 lantai 1FMIPA UNESA Ketintang 60231 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MATHEdunesa
ISSN : 23019085     EISSN : 26857855     DOI : https://doi.org/10.26740/mathedunesa.v12n1
Core Subject : Education,
MATHEdunesa is a scientific journal of mathematics education published by the Mathematics Department of Faculty of Mathematics and Natural Sciences of Universitas Negeri Surabaya. MATHEdunesa accepts and publishes research articles and book review in the field of Education, which includes: ✅ Development of learning model ✅ Problem solving, creative thinking, and Mathematics Competencies ✅Realistic mathematics education and contextual learning, ✅Innovation of instructional design ✅Learning media development ✅ Assesment and evaluation in Mathematics education ✅ Desain research in Mathematics Education
Articles 325 Documents
Development of Android-Based Learning Media on Operations of Integers Nur Afifah; Atik Wintarti
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.817 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p41-54

Abstract

The ongoing digitalizing education makes the use of technology is necessary to develop the learning media. Therefore, this research describes the development process of android-based learning media with the ADDIE model and find out the validity and practicality of it. The material is operations of integers because it’s a prerequisite for many other mathematics material. The research subjects were nine 7th-grade students in SMPN 5 Jombang since they had never been given the kind of math learning media based on Android in that school. They were consist of three categories of low, medium, and high mathematical ability to determine whether all types of students can understand the presence of media to achieve their learning mastery. The data analyzed using qualitative descriptive and quantitative data analysis techniques. The result of this research and development are : 1) The Android-based learning media called Math Moist; 2) The learning media is very valid based on the results of media and material validation with a validity percentage of 83.541%; 3) The media is very practical based on the student's response questionnaire scores, with a percentage of practicality is 88.7301%; 4) Based on the result of learning outcomes test, 8 of the 9 research subjects have completed learning after using media. Keywords: development, media, android-based, ADDIE, integer.
Penerapan Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Matematika Materi Barisan dan Deret untuk Kelas XI Farid Aditya Pratama; Atik Wintarti
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.714 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p73-91

Abstract

Pembelajaran daring merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pembelajaran daring memanfaatkan internet untuk memudahkan penyampaian materi oleh guru dan memberikan ruang lebih untuk siswa dalam belajar. Penggunaan sumber belajar yang relatif mudah untuk diakses dan terdapat berbagai media pembelajaran yang menarik dan inovatif merupakan kelebihan dari pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring, sumber belajar dan media pembelajaran dapat diintegrasikan dalam satu tempat yang dikenal dengan Learning Management System (LMS). Terdapat berbagai macam LMS yang tersedia, salah satu contoh LMS tersebut adalah Google Classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika materi barisan dan deret ditinjau dari hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di kelas XI B SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro yang terdiri dari 25 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas LMS, angket pengelolaan pembelajaran, angket respon siswa, RPP, LKPD, dan ujian yang berupa tes untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan. LMS yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Classroom dengan alamat situs https://classroom.google.com/c/NTUwNTkyNTU5NDEy?cjc=ywcuuqp. LMS divalidasi oleh ahli media dan mendapatkan kriteria sangat baik dengan persentase 87,5%. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kemampuan pengelolaan pembelajaran masuk pada kriteria sangat baik dengan persentase 89,5%. Respon siswa terhadap pembelajaran daring masuk pada kriteria baik dengan persentase 73,94%. Hasil belajar siswa dengan jumlah siswa sebanyak 25 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase ketuntasan belajar 84%. Kata Kunci: pembelajaran daring, Learning Management System, barisan dan deret.
Pengembangan Modul Berbasis Etno-RME Berbalut Konteks Wayang Kulit Mahabharata pada Materi Himpunan untuk Siswa Kelas 7 Salsa Bella Yuliani; Silvia Kumala Dewi; Zulfa Qurrotu Ain; Evangelista Lus Windyana Palupi
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.693 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p108-128

Abstract

Matematika adalah ilmu yang sangat penting karena berlaku untuk semua aspek kehidupan. Diperlukan pemahaman matang dalam mengkaji matematika. Salah satu alternatif memahami matematika adalah dengan mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran. Salah satu budaya lokal adalah pertunjukan wayang kulit mahabharata. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui kelayakan bahan ajar berupa modul berbasis etno-RME yang dihasilkan dari pengembangan eksplorasi wayang kulit Mahabharata pada materi himpunan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Adapun subjek pada penelitian ini berjumlah 6 orang dengan kriteria siswa kelas 7 SMP yang telah memperoleh materi himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan modul berdasarkan nilai dari ahli media sebesar 93% dan nilai dari penerapan modul pada subjek perdasarkan angket sebesar 87,17% sehingga modul yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak.
Proses Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Himpunan Ditinjau dari Kemampuan Matematika Izzad Abidi Noor Haykal; Ismail Ismail
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.63 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p129-147

Abstract

Abstrak Permendiknas no.22 menunjukkan salah satu alasan mengapa pemahaman matematika itu penting. Hal ini disebabkan fakta bahwa matematika adalah ilmu universal yang mendorong kemajuan teknologi kontemporer, sangat penting untuk banyak bidang studi, dan mendorong pertumbuhan kognisi manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk perkembangan pendidikan di semua tingkatan. Tujuan dari penataran ini adalah untuk lebih membekali mahasiswa agar dapat bersaing secara internasional dalam berbagai disiplin ilmu. Manusia membutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi berbagai kemajuan teknologi. Sistem pendidikan kini telah memasuki abad 21, dan semua kemampuan siswa kini terfokus pada “the 4C Critical thinking and problem solving skills, Creativity and innovations skills, Communication, and Collaboration skills” keterampilan pemecahan masalah siswa sekolah menengah pertama kelas tujuh sangat penting. Setiap individu dalam penelitian ini berjenis kelamin sama dan mahir secara matematis pada tingkat yang sama. Sebuah tes kemampuan matematika digunakan untuk mengumpulkan informasi dari wawancara dan tes berpikir kritis. Menurut temuan penelitian, siswa-siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah tidak dapat dibandingkan dalam hal proses berpikir kritis mereka. Untuk mode pengajaran, lebih baik dan efisien dalam masa pengajaran menggunakan mode ajar luring Kata Kunci: Proses Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kemampuan Matematika, Himpunan Abstract (Gunakan Style Penulis & Abstrak) Permendiknas no.22 shows one of the reasons why understanding mathematics is important. This is due to the fact that mathematics is a universal science that drives contemporary technological progress, is essential to many fields of study, and promotes the growth of human cognition. Advances in science and technology in the era of globalization have an impact on all aspects of life, including the development of education at all levels. The purpose of this upgrading is to better equip students to be able to compete internationally in various disciplines. Humans need the ability to think critically to deal with various technological advances. The education system has now entered the 21st century, and all student abilities are now focused on "the 4C Critical thinking and problem solving skills, Creativity and innovations skills, Communication, and Collaboration skills". The problem solving skills of seventh grade junior high school students are very important. Each individual in the study was of the same sex and mathematically proficient at the same level. A math ability test was used to gather information from interviews and critical thinking tests. According to the research findings, students with high, medium, and low math abilities were not comparable in terms of their critical thinking processes. For teaching mode, it is better and more efficient in the teaching period to use offline teaching mode. Keywords: Critical Thinking Process, Problem Solving, Mathematical Ability, Sets.
Development of Student Worksheets Electronic (E-LKPD) for Geometry Transformation Materials NOR CHOFIFAH; Atik Wintarti
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.262 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p92-107

Abstract

The purpose of this study is to develop an e-LKPD using a Live Worksheets with GeoGebra-assisted for geometric transformations, especially translation. The translation sub-topic was chosen because many students still need help finding translation concept. The type of research carried out in development research to produce e-LKPD using the ADDIE method consists of stages Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The test subjects in this study were 15 students with high, medium, and low math ability categories. Subjects are divided into three categories to determine students' understanding of the e-LKPD so that they are able to achieve learning mastery. Students from junior high school (SMP Negeri 39 Surabaya) were selected as subjects because they had never used GeoGebra-assisted e-LKPD. The data collection instruments in the study consisted of validation sheets, learning outcomes tests (THB) and student response questionnaires. The results of this study indicate that the validation results with an average score of 3.73, which means that the e-LKPD on translation is included in the very valid criteria and is feasible to use. The analysis of the use of e-LKPD shows that the average student response is 3.39, which means e-LKPD is positive and practical. Based on the test scores for learning outcomes, 14 of the 15 research subjects scored pass the KKM, so using e-LKPD can help students learn about translation materials. Thus the translational e-LKPD using a GeoGebra-assisted Live Worksheets are valid, practical and effective. Keywords: e-LKPD, Geometry Transformation, Translation, Geogebra, Live Worksheets.
Analisis Kemampuan Argumentasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Berdasarkan Teori Toulmin (Level 1 dan Level 2) Berliana Kusuma Wardhani; Lady Agustina; Chusnul Khotimah Galatea
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p166-175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan argumentasi siswa berdasarkan teori Toulmin pada penyelesaian soal numerasi kelas VIII di SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan, Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis dan wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan subjek pada siswa kelas VIII A berlokasi di SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan. Data subjek diperoleh 2 level kemampuan argumentasi berdasarkan teori Toulmin yang meliputi claim, data dan claim. Pada level 1 yang meliputi claim adalah siswa yang mampu memberikan klaim berupa asumsi yang sesuai dengan pendapatnya. Pada level 2 yang meliputi data yaitu merupakan siswa yang mampu menunjukan data informasi yang didapatkan dan claim yakni siswa mampu memberikan asumsi yang sesuai dengan pendapatnya. Kata Kunci: Kemampuan Argumentasi, Masalah Numerasi, Teori Toulmin
Pengembangan E-Modul Aritmetika Sosial Berpendekatan Realistic Mathematic Education Berbasis Teori Multiple Intelligences: Kelayakan dan Kepraktisan Najib Iqom El Hikam; Putri Nur Malasari
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p148-165

Abstract

Dalam pembelajaran matematika sering ditemui adanya siswa yang kurang tertarik mengikuti dan kesulitan dalam menerima materi yang diajarkan karena cara penyajiannya kurang sesuai dengan kematangan siswa, sehingga menjadikan kegiatan pembelajaran matematika tidak bermakna dan hasilnya pun kurang memuaskan. Salah satu solusi agar pembelajaran matematika lebih bermakna yaitu dengan mengembangkan e-modul matematika berpendekatan realistic mathematic education (RME) berbasis teori multiple intelligences dapat digunakan menjadi karena disajikan secara realistic dan termuat berbagai macam kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan e-modul matematika berbasis RME berbasis teori multiple intelligences pada materi aritmetika sosial. Penelitian ini menggunakan jenis R&D dengan model ADDIE. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) Pada uji kelayakan ahli materi dan ahli media memeperoleh kriteria sangat layak. 2) Kemudian, untuk mengetahui kepraktisan e-modul matematika maka dilakukan uji coba produk di kelompok kecil dan kelompok besar. Pada kelompok kecil diperoleh nilai sebesar 92,13% dengan kriteria sangat praktis. Pada kelompok besar mendapatkan nilai sebesar 94,43% dengan kriteria sangat praktis. Maka dapat disimpulkan bahwa e-modul matematika berpendekatan RME berbasis teori multiple intelligences pada materi aritmetika sosial layak dan praktis digunakan sebagai alternatif sumber belajar matematika.
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Gaya Belajar Wadhon Eka Shabrina; Pradnyo Wijayanti
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p221-239

Abstract

Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau dilakukan. Dalam penerapannya di sekolah, kemampuan berpikir kritis siswa belum sepenuhnya terealisasi dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa adalah gaya belajar. Gaya belajar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Sehingga dimungkinkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dimulai dengan memberikan angket gaya belajar untuk mengategorikan siswa ke dalam ketiga kelompok gaya belajar. Berdasarkan hasil angket tersebut, dipilih satu siswa dari setiap kelompok gaya belajar untuk dijadikan subjek penelitian. Subjek yang terpilih diberikan tes berpikir kritis yang diadaptasi dari soal PISA dan diwawancarai. Data dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yaitu klarifikasi, asesmen, penyimpulan, dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan profil berpikir kritis antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi semua aktivitas siswa pada indikator berpikir kritis, yaitu klarifikasi, asesmen, strategi, dan penyimpulan. 2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mampu memenuhi semua aktivitas siswa pada dua indikator berpikir kritis, yaitu klarifikasi, asesmen, sebagian aktivitas siswa pada indikator strategi, dan tidak memenuhi indikator penyimpulan. 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi semua aktivitas siswa pada tiga indikator berpikir kritis, yaitu klarifikasi, asesmen, penyimpulan, dan sebagian aktivitas siswa pada indikator strategi.
Scaffolding in Supporting Senior High School Students’ Critical Thinking Skills in Sequences and Series Problems Savirra Tazkia; Tatag Yuli Eko Siswono
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p207-220

Abstract

Critical thinking skills are important for every individual, that they need to be developed in classroom learning, one of which is through learning sequences and series material. However, there are still many students who have difficulty solving problems on sequences and series material, so they need help using scaffolding. This study aims to describe students' thinking skills on sequences and series material, as well as scaffolding which helps students' critical thinking skills in solving sequence and series material questions. The subjects of this study were 2 students who failed to complete the two critical thinking skills tests given. The two students were then interviewed and given scaffolding. The interviews were conducted in a semi-structured manner, that the researcher prepared several questions which could indicate indicators of critical thinking skills, as well as scaffolding which could assist students in solving problems, but the researcher was free to improvise by asking for other information according to the conditions during the interview. The data obtained was then analyzed by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. The results showed that scaffolding in the form of reviewing played a dominant role for supporting the failure of critical thinking skills on the indicators of interpretation, analysis, evaluation and explanation. Restructuring helps the failure of critical thinking skills on the indicators of interpretation. Explaining helps the failure of critical thinking skills on evaluation indicators. Developing conceptual thinking helps indicators of critical thinking skills analysis, inference, and self-regulation.
Kemampuan Numerasi Siswa SMP/MTs yang Bergaya Belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetik pada Konten Pengukuran dan Geometri Resti Elmi Mubarkah; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n1.p176-193

Abstract

UNESCO emphasizes that one of the determinants of the progress of a nation is numeracy skills. The numeracy skills of Indonesian students are still unsatisfactory. Students' understanding of measurement and geometry content is very low so their learning outcomes are also low. Low numeracy skills and poor understanding of the material in measurement and geometry content are caused by various things, such as learning styles. Each student has a different learning style, such as visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This research is qualitative descriptive research according to its aim to describe the numeracy abilities of SMP/MTs students with visual, auditory, and kinesthetic learning styles in measurement and geometry content. The subjects of this study were three students of class VIII-B at MTs Negeri 1 Magetan with different learning styles and equal mathematical abilities. Methods of data collection in this study are through a learning style questionnaire, written tests, and interviews. The written test is in the form of a math ability test and a numeration assignment. The results of this study were: 1) student with a visual learning style mastered the indicators of communication skills, mathematization, choosing strategies to solve problems, and using language and symbolic, formal, and technical operations while indicators of numeracy skills that were not mastered were indicators of representational and reasoning abilities and argument; 2) student with an auditory learning style master indicators of communication skills, mathematization, and choosing strategies to solve problems while indicators of numeracy skills that are not mastered are indicators of representation, reasoning and argument abilities, and using language and symbolic, formal, and technical operations; 3) student with a kinesthetic learning style only master indicators of mathematical ability and choose strategies to solve problems while indicators of numeracy skills that are not mastered are indicators of communication, representation, reasoning and argument abilities, and using language and symbolic, formal, and technical operations.