cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285740244337
Journal Mail Official
prohealthjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No. 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 26548232     EISSN : 2654797X     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal focus includes are and scope such as epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental helath, public health nutrition, sexual and reproductive health, occupational and safety health and bisotatistics.
Articles 119 Documents
Gambaran Penyebab Perilaku Cenderung Beresiko Mengalami Masalah Kesehatan pada Lansia dengan Diagnosis Kondisi Baru Penyakit Diabetes Melitus Wulansari; Fiktina Vifri Ismiriyam
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly is the final stage of the human life cycle whose physiological functions decline. Health in the elderly is influenced by social support, lifestyle choices and exposure to health information. Inappropriate care makes the elderly undergo Health behavior that tends to be at risk of experiencing health problems. Risky behavior itself is a nursing diagnosis in the psychological category with a subcategory of ego integrity. Knowing the description of the cause of health problems will facilitate the determination of further treatment. Elderly people who have just been diagnosed with Diabetes mellitus need to improve their health status and this requires knowing the description of previous behavior. The purpose of this study was to determine the description of the causes of risky behavior in the elderly with a diagnosis of DM. The research method is a descriptive research design. Data collection method by interview. The population is with purposive sampling. The results of the study of risky behavior, one of which is related to the condition of being newly diagnosed with the disease by 100%, and the percentage of causes is 50% due to lack of exposure to information, 25% due to inadequate social support, 25% due to unhealthy lifestyle choices. The conclusion is that if there are nursing problems that arise in the elderly with a new diagnosis, intervention is needed, and the advice that can be given is that health workers who convey a new diagnosis to patients must be followed up with information about the disease, its treatment, lifestyle and family support.   ABSTRAK                 Lansia merupakan tahap akhir siklus kehidupan manusia yang fungsi fisiologisnya menurun. Kesehatan pada lansia dipengaruhi oleh dukungan sosial, pemilihan gaya hidup dan paparan informasi kesehatan. Ketidaktepatan perawatan membuat lansia menjalani perilaku Kesehatan cenderung beresiko mengalami masalah kesehatan. Perilaku cenderung beresiko itu sendiri merupakan diagnosis keperawatan kategori psikologis dengan subkategori integritas ego.  Mengetahui gambaran penyebab masalah kesehatan akan mempermudah penentuan penanganan selanjutnya. Lansia yang baru terdiagnosis Diabetes melitus memerlukan perbaikan status Kesehatan dan ini diperlukan mengetahui Gambaran perilaku sebelummnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari penyebab perilaku cenderung beresiko pada lansia dengan diagnosis DM. Metode penelitian adalah desain penelitan deskriptif. Metode Pengambilan data dengan wawancara. Populasinya dengan purposive sampling Hasil penelitian perilaku cenderung beresiko salahsatunya terkait kondisi baru terdiagnosis penyakit oleh 100%, dan prosentase penyebab adalah 50% karena kurang terpapar informasi, 25% karena ketidakadekuatan dukungan sosial, 25 % karena pemilihan gaya hidup tidak sehat. Simpulannya adalah adanya masalah keperawatan yang muncul pada lansia dengan diagnosis baru maka diperlukannya intervensi, dan saran yang dapat diberikan adalah tenaga Kesehatan yang menyampaikan diagnosis baru pada pasien harus diikuti dengan paparan informasi tentang penyakit, perawatannya, gaya hidup dan dukungan keluarga.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu PM10 dan PM2.5 pada Relawan Lalu Lintas di Jalan Diponegoro Ungaran Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari; Alfan Afandi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The air quality index of an area is assessed by looking at environmental parameters that are the standard for monitoring air quality between PM2.5, and PM10. Both PM2.5 and PM10 can be inhaled, and some of them settle in the airways. Respiratory disorders caused by PM 10 and PM 2.5 particles include coughing, decreased lung function, lung cancer, asthma, difficulty breathing and death. A preliminary study obtained a PM10 value for the Diponegoro road section of 50.57 µg/m3 and PM 2.5 of 32.1 µg/m3. The amount of acceptable health risk or to estimate the health risk from exposure to PM10 and PM2.5 can be calculated using the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The purpose of this study was to analyze the environmental health risks of PM10 and PM2.5 in the population directly exposed to ambient air pollution along Diponegoro Street in 2023. The environmental population is all PM10 and PM2.5 air on Diponegoro Street Ungaran. The human population taken in this study were volunteers working on Jalan Diponegoro Ungaran. Samples were taken purposively at 24 sample points which were points with higher human activity, PM10 and PM2.5 measurements were carried out every morning and evening using an Air Quality Monitor. The results showed that the risk level at 24 points had RQ ≥1 for PM10 and PM2.5, so it can be concluded that it is included in the unsafe risk category   ABSTRAK                 Indeks kualitas udara suatu daerah dinilai dengan melihat parameter lingkungan yang menjadi standart pemantauan kualitas udara diantara PM2.5, PM10. Baik PM2.5 maupun PM10 dapat terhirup, dan beberapa di antaranya mengendap di saluran udara. Gangguan pernapasan yang timbul akibat partikel PM 10 dan PM 2.5 antara lain batuk-batuk, menurunnya fungsi paru, kanker paru-paru, asma, kesulitan bernapas hingga kematian Studi pendahuluan diperoleh nilai PM10 ruas jalan diponegoro sebesar 50,57 µg/m3 dan PM 2.5 sebesar 32,1 µg/m3. Besarnya risiko kesehatan yang dapat diterima atau untuk memperkirakan risiko kesehatan dari paparan PM10 dan PM2.5 dapat dihitung menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kesehatan lingkungan PM10 dan PM2.5 pada populasi yang terpapar langsung polusi udara ambien di sepanjang jalan Diponegoro Tahun 2023. Populasi lingkungan adalah semua udara PM10 dan PM2.5 di Jalan Diponegoro Ungaran. Populasi manusia yang diambil dalam penelitian ini adalah para relawan yang bekerja di Jalan Diponegoro Ungaran. Sampel diambil secara purposive sebanyak 24 titik sampel yang merupakan titik dengan aktivitas manusia lebih tinggi, pengukuran PM10 dan PM2.5 dilakukan setiap pagi dan sore hari menggunakan Air Quality Monitor. Hasil penelitian menunjukan tingkat resiko pada 24 titik memiliki RQ ≥1 untuk PM10 dan PM2.5, sehingga dapat disimpulkan bahwa termasuk dalam kategori risiko tidak aman.
Analisis Faktor Lingkungan Sekolah terhadap Pencegahan Obesitas Anak Sekolah Dasar di Kota Bekasi Arindah Nur Sartika; Ratih Bayuningsih
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3172

Abstract

The prevalence of obesity in children aged 5-12 years continues to increase. This is a cause for concern because the impact of obesity is not only medical impacts, but can also have social, psychological and economic impacts. Schools as places where children spend much time, have an important role in preventing obesity. Therefore, it is necessary to analyse school environments. This study used analytical approach with a cross sectional design accompanied by a qualitative approach in the form of observations and in-depth interviews to answer 76 questions (divided into 4 main section: physical, economic, politic, and socio-cultural). The research targets were 6 elementary schools in East Bekasi, as one of the sub-districts with the largest number of schools and students in Bekasi City. Apart from the school principal, this research also involved 201 students. Descriptive analysis is conducted consist of: physical 41 questions, political 9 questions, economics 9 questions, and socio-cultural 17 questions. Based on the scoring carried out, political environmental factors had the lowest average score percentage of 31.48%), socio-cultural environment (35.29%), economic (50.00%), and the highest percentage was physical environment (54.88%).  There are several observation results that require improvement, such as: socialization of healthy school policies, improvements to the canteen, and students' snack eating patterns. As many as 19.9% ​​of students are obese. The political environment factor has the lowest average score compared to other factors (economy, socio-cultural, physical). ABSTRAK                 Prevalensi obesitas pada anak usia 5-12 tahun meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menjadi kekhawatirkan karena dampak dari obesitas tidak hanya dirasakan dari segi medis, tetapi juga dapat terjadi dari segi sosial, psikologis, hingga ekonomi. Sekolah sebagai tempat anak-anak menghabiskan waktu memiliki peranan penting dalam pencegahan obesitas. Oleh karena itu diperlukan penilaian faktor lingkungan sekolah yang berkaiatan dengan kejadian obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain potong lintang disertai dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk observasi dan wawancara mendalam untuk menjawab instrumen kuantitatif sejumlah 76 pertanyaan yang diterbagi menjadi 4 bagian (fisik, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Sasaran penelitian merupakan 6 sekolah dasar di Bekasi Timur, sebagai salah satu kecamatan dengan jumlah sekolah dan siswa terbanyak di Kota Bekasi. Selain kepala sekolah, penelitian ini juga melibatkan 201 siswa. Analisis dilakukan secara deskriptif mencakup faktor lingkungan sebagai berikut:  fisik 41 pertanyaan, politik 9 pertanyaan, ekonomi 9 pertanyaan, dan sosial budaya 17 pertanyaan. Berdasarkan skoring yang dilakukan, faktor lingkungan politik memiliki rata-rata persentase skor terendah 31.48%), diikuti lingkungan sosial budaya (35.29%) lalu ekonomi (50.00%), dan tertinggi pada persentase lingkungan fisik (54.88%). Terdapat beberapa hasil pengamatan yang memerlukan peningkatan seperti: sosialisasi kebijakan sekolah sehat, perbaikan kantin sekolah, dan pola makan jajanan siswa. Sebanyak 19.9% siswa mengalami obesitas.  Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan faktor lingkungan politik memiliki skor rata-rata terendah dibanding faktor ekonomi, sosial budaya, dan fisik.
Gambaran Kadar Hemoglobin pada Pekerja yang Terpapar Karbon Monoksida (Co) di Wilayah Terminal Sisemut Fatimus Sahroh; Aprillia Aula A’lina Putri; Sri Lestari; Kartika Dian Pertiwi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3356

Abstract

Carbon monoxide is a colorless and odorless gas, produced by the main pollutant of motor vehicle emissions that adversely affect human health, CO's ability to bind to blood hemoglobin so that it can reduce the blood's capacity to bind oxygen, This study aims to determine hemoglobin levels in workers at Sisemut Terminal Ungaran who are exposed to vehicle fumes, This research is an analytic survey research, with cross sectional design, The sampling technique used was purposive sampling, The sample is all workers who live in Sisemut Ungaran terminal, totaling 30 people, To measure carbon monoxide in this study using a questionnaire and EasyTouch Hemoglobin Strips to measure hemoglobin levels, The results of statistical tests of the relationship between work period and HB levels in sedentary workers at the Sisemut terminal using the fisher test are the relationship in female workers (p value 0,041) and there is no relationship in male workers (p value 0,307), The results of the relationship between length of work with HB levels in sedentary workers at the sisemut terminal using the fisher test are that there is no relationship in female workers (p value 0,085) and no relationship in male workers (p value 0,588).   ABSTRAK                 Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, dihasilkan oleh polutan utama dari emisi kendaran bermotor yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia, Kemampuan CO yaitu mengikat hemoglobin darah sehingga dapat menurunkan kapasitas darah untuk mengikat oksigen, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada pekerja di Terminal Sisemut Ungaran yang terpapar asap kendaraan, Penelitian ini adalah penelitian survey analitik, dengan desain cross sectional, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, Sampel adalah seluruh pekerja yang menetap di terminal Sisemut Ungaran yang berjumlah 30 orang, Pengukuran kadar karbon monoksida pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan Strip EasyTouch Hemoglobin untuk mengukur kadar hemoglobin, Hasil uji statistik           hubungan antara masa kerja dengan kadar HB pada pekerja yang menetap di terminal sisemut dengan menggunakan uji fisher yaitu adanya hubungan pada pekerja perempuan (p value 0,041) dan tidak ada hubungan pada pekerja laki-laki (p value 0,307), Hasil hubungan antara lama kerja dengan kadar HB pada pekerja yang menetap di terminal sisemut dengan menggunakan uji fisher yaitu tidak adanya hubungan pada pekerja perempuan (p value 0,085) dan tidak ada hubungan pada pekerja laki-laki (p value 0,588).
Paparan Pestisida dan Kejadian Mild Cognitive Impairement (MCI) pada Remaja di Daerah Pertanian di Kecamatan Sumowono Siswanto, Yuliaji; Kartika Dian Pertiwi; Sri Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3667

Abstract

Mild Cognitive Impairment (MCI) is a condition of objective cognitive impairment with clinical symptoms leading to dementia. This condition is characterized by problems with memory function, language, thinking or judgment (executive function) and spatial perception (visuospatial). Exposure to pesticides can have an impact on human health, especially the health of farmers. The impact of pesticides on people who are constantly exposed can cause nervous disorders, liver disorders, hormonal system disorders, and increased blood pressure. The aim of this study was to determine the relationship between exposure to pesticides and the incidence of  Mild Cognitive Impairment (MCI) in adolescents around agricultural areas in Sumowono District. The research design used was observational with a cross-sectional time approach. The research sample was 35 teenagers taken purposively. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that there was no significant relationship between pesticide exposure and the incidence of mild cognitive impairement (MCI) (r=0,018; p=0,919). The conclusion of this study is that there is no relationship between exposure to pesticides and the incidence of mild cognitive impairment (MCI) in adolescents in agricultural areas in Sumowono District ABSTRAK                 Gangguan Kognitif Ringan atau Mild Cognitive Impairent (MCI) merupakan suatu kondisi gangguan kognitif obyektif dengan gejala klinis menuju terjadinya dimensia (kepikunan). Kondisi ini ditandai dengan masalah fungsi memori, Bahasa, pemikiran atau penilaian (fungsi eksekutif) dan persepsi ruang (visuospasial). Paparan pestisida dapat berdampak bagi kesehatan manusia terutama kesehatan petani. Dampak pestisida pada orang-orang yang selalu terpapar dapat menyebabkan gangguan syaraf, gangguan hati, gangguan sistem hormon, dan kenaikan tekanan darah. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan pestidida dengan kejadian MCI pada remaja di sekitar daerah pertanian di Kecamatan Sumowono. Desain penelitian yang dugunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 35 remaja yang diambil secara purposive. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara paparan pestisida dengan kejadian MCI (r=0,018; p=0,919). Simpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara paparan pestisida dan kejadian mild cognitive impairement (MCI) pada remaja di daerah pertanian di Kecamatan Sumowono.
Studi Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) Menggunakan Ferri Klorida (Fecl3) pada Limbah Cair Industri Pembuatan Tahu Kartika Dian Pertiwi; Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3714

Abstract

The tofu industry is a business established to develop activities in the food sector that have positive and negative impacts on the environment. The source of tofu industrial waste in Semarang comes from several process stages which produce average values ​​of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) which are very far from the thresholds determined by industrial wastewater quality standards. tofu by the government according to Central Java Provincial Regulation No.5 of 2012. The aim of this research is to determine the effectiveness of ferric chloride (FeCl3) as a coagulant in the wastewater treatment process of the tofu making industry with test parameters COD and TSS. This type of research is a quasi-experiment. The research design used was a pretest-posttest with control group design. The samples in this research were 35 samples of tofu liquid waste produced from the tofu industry in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The results of this research show that there is a difference in the Chemical Oxygen Demand (COD) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.016 or a probability below 0.05 (0.016 < 0.05), with the most effective dose being 40 gr/L waste water, There is a difference in the Total Suspended Solid (TSS) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.001 or the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05). the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05).   ABSTRAK                 Industri tahu merupakan usaha yang didirikan dalam rangka pengembangan kegiatan di bidang pangan yang mempunyai dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Sumber limbah industri tahu di Semarang berasal dari beberapa tahapan proses yang menghasilkan nilai rata-rata Biochemichal Oxygen deman (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspenden Solid (TSS) sangat jauh dari ambang batas yang ditentukan baku mutu air limbah industri tahu oleh pemerintah menurut Perda Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ferri klorida (FeCl3) sebagai koagulan  dalam  proses  pengolahan air  limbah  industri  pebuatan tahu dengan parameter uji COD dan TSS. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest-postest with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair tahu yang dihasilkan dari industri tahu di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur,  Kabupaten Semarang sebanyak  35 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ada perbedaan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,016 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,016 < 0,05 ), dengan dosis paling efektif adalah 40 gr/L air limbah, Ada perbedaan kadar Total Suspended Solid (TSS) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,001 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ). probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ).
Analisis Kerentanan Kesehatan Penduduk Pasca Bencana Afandi, Alfan; Sigit Ambar Widyawati; Nico Irawan
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3715

Abstract

Semarang City, which have a high risk of flooding. Floods not only cause material losses, but also have a significant impact on people's health, with skin diseases, acute respiratory infections (ARI), and diarrhea as the main complaints. This research aims to analyze post-flood community health vulnerabilities in Bandarharjo Village using a quantitative descriptive approach. Data was collected through interviews with Community Health Centers and sub-district officials regarding the number of people affected by the flood and the types of diseases that occurred. The research results show that community health vulnerability is influenced by poor sanitation conditions, low health awareness, and limited access to health services. The resulting recommendations include improving sanitation infrastructure, increasing health awareness through education, and strengthening access to health services. It is hoped that this research can become the basis for more effective health mitigation policies in coastal areas that are vulnerable to flood disasters.   ABSTRAK                 Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir dan dataran rendah, seperti Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir. Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, dengan penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare sebagai keluhan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pasca banjir di Kelurahan Bandarharjo dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Puskesmas dan perangkat kelurahan mengenai jumlah masyarakat yang terdampak banjir serta jenis penyakit yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi yang buruk, rendahnya kesadaran kesehatan, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain meliputi perbaikan infrastruktur sanitasi, peningkatan kesadaran kesehatan melalui edukasi, serta penguatan akses layanan kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan mitigasi kesehatan yang lebih efektif di wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana banjir.
Edukasi Safety Riding sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Perilaku Aman Berkendara pada Pelajar SMP Fidia Rubiati; Siswanto, Yuliaji; Fajriatu Az Zahra; Nunik Cahyani; Siti Rofiqotul Umayah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3438

Abstract

An accident is an unexpected and unintended event that can result in loss of property, possessions, or casualties. One common type of accident is traffic accidents. According to Heinrich's theory, most accidents (88%) are caused by unsafe human actions. The highest accident age is <17 years due to lack of awareness of driving safety.  Junior high school student rank second (11%) of the total national accident figure after high school students (66.7%). Safety riding is an effort to minimize risk and improve safety. This study aims to see the difference in attitudes before and after being given education on the importance of safe riding awareness. The type of research used analytical with observational design and cross-sectional approach.  The location was SMPN 1 BERGAS with a study population of all SMPN 1 BERGAS students, the sample was class IX students totaling 31 students taken with pre-selective sampling technique. The variables collected include respondent characteristics (gender, age, whether or not they have had an accident, speed in driving, use of Personal Protective Equipment (PPE) and safe riding attitudes. Data collection was carried out using a questionnaire to measure respondent characterisrics, and attitude. The attitude questionnaire was given before (pretest) and after (posttest) education was given about safety riding. Analysis using the Paired T-test test and obtained a p value = 0.000 <0.05.  So there is a significant difference ain attitudes before and after being given education on the importance of safe driving awareness among students of SMP Negeri 1 Bergas.   ABSTRAK                 Kecelakaan adalah kejadian tak terduga dan tidak dikehendaki yang dapat mengakibatkan kerugian harta, benda, atau korban. Salah satu jenis kecelakaan yang umum adalah kecelakaan lalu lintas. Menurut teori Heinrich, sebagian besar kecelakaan (88%) disebabkan oleh tindakan tidak aman manusia. Usia kecelakaan tertinggi yaitu <17 tahun karena kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara. Pelajar SMP menduduki urutan kedua (11%) dari total angka kecelakaan Nasional setelah peleajar SMA (66,7%).  Safety riding menjadi upaya untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara. Jenis penelitian menggunakan  analitik dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Lokasi di SMPN 1 BERGAS dengan populasi penelitian seluruh siswa SMPN 1 BERGAS, sampelnya siswa kelas IX yang berjumlah 31 siswa diambil dengan teknik pruposive sampling. Variabel yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pernah atau tidaknya mengalami kecelakaan, kecepatan dalam berkendara, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta sikap berkendara aman. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik responden, dan sikap. Kuesioner sikap diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) diberikan edukasi mengenai safety riding. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dan diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara pada siswa SMP Negeri 1 Bergas.
Pengaruh Peran Teman Sebaya dan Orang Tua Terhadap Persepsi Pengendalian Perilaku Seksual pada Remaja Kota Palembang Oktariyana, Annisa; Rahmawaty, Annisa; Lionita, Widya; Munadi, Muhammad Cholil
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3640

Abstract

Sexual violence is a problem that continues to increase every year, based on the World Health Organization in 2024 that around 120 million adolescent girls have become victims of sexual violence. This study aims to analyze the influence of the role of peers and the role of parents on the perception of controlling sexual behavior in adolescents in Palembang City. This research design uses cross sectional method with cluster random sampling technique, a sample of 313 students in Palembang City was selected. Independent variables are the role of peers and the role of parents, while the dependent variable is the perception of behavior control with data collection techniques using a questionnaire. Data analysis was conducted using Univariate and Bivariate, where in bivariate analysis using correlation test. The results of this study indicate that the most respondents are female, namely 55.5%, the most students 39.3% in class XII high school, the most respondents' age is 17 years old as much as 35.1%, the most living status is respondents who live with parents / family 82.4% and respondents have received socialization about preventing sexual violence as much as 55.9%.  The role of peers has a positive influence on the perception of sexual behavior control (p value = 0.000; r = 0.476), the higher the role of peers, the higher the perception of behavior control. The role of parents has a positive influence on the perception of sexual behavior control (p value = 0.000; r = 0.203), the higher the role of parents, the higher the perception of behavior control. The results showed that the role of peers and the role of parents have an influence on the perception of sexual behavior control in Palembang City adolescents.   ABSTRAK                Kekerasan seksual merupakan permasalahan yang terus meningkat setiap tahunnya, berdasarkan World Health Organization pada tahun 2024 bahwa sekitar 120 juta remaja perempuan telah menjadi korban kekerasan seksual.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran teman sebaya dan peran orang tua terhadap persepsi pengendalian perilaku seksual pada remaja di Kota Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik cluster random sampling terpilih sampel sebanyak 313 siswa/i di Kota Palembang. Variabel Independen yaitu peran teman sebaya dan peran orang tua, sedangkan variabel dependen yakni persepsi pengendalian perilaku seksual dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan yaitu secara Univariat dan Bivariat, dimana pada analisis bivariat menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 55,5%, siswa/i terbanyak 39,3% pada kelas XII SLTA, usia responden terbanyak yaitu remaja berusia 17 tahun sebanyak 35,1%, status tinggal terbanyak yaitu responden yang tinggal bersama orang tua/keluarga 82,4% dan responden telah mendapatkan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan seksual sebanyak 55.9%. Peran teman sebaya memiliki pengaruh positif terhadap persepsi pengendalian perilaku seksual (p value = 0,000; r=0,476), semakin tinggi peran teman sebaya maka akan berpengaruh terhadap peningkatan persepsi pengendalian perilaku. Peran orang tua memiliki pengaruh yang positif terhadap persepsi pengendalian perilaku seksual (p value = 0,000; r=0,203), semakin tinggi peran orang tua maka akan berpengaruh terhadap peningkatan persepsi pengendalian perilaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran teman sebaya dan peran orang tua memiliki pengaruh terhadap persepsi pengendalian perilaku seksual pada remaja Kota Palembang
Gambaran Status Gizi dan Kejadian Stunting pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Pertanian Sulistiawati; Suhartono; Bagoes Widjanarko; Alfan Afandi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3656

Abstract

Child stunting is a chronic nutritional problem that can inhibit the physical and mental growth and development of children. This study was conducted in shallot farming areas due to the high use of pesticides in the area. The use of pesticides can cause several health impacts, one of which is disrupting the work of growth hormones so that one of them is stunting.  This study aims to determine the description of nutritional status and the incidence of stunting in elementary school children in agricultural areas. The method used was a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The research was conducted at SD Dukulo 1 and SD Dukuhlo 2, with samples of grade IV and V students. Data were collected through measurement of body weight and height to assess nutritional status, as well as observation of environmental factors. The results showed that most children had normal nutritional status (82.1%), but 16% were classified as short and 1.9% as very short. Analysis of the relationship between nutritional status and the incidence of stunting revealed that undernutrition and poor nutritional status were closely related to the high incidence of stunting. A total of 18 children with poor nutritional status and 8 children with poor nutritional status were recorded as very stunted. Most of the parents' occupations are in the agricultural sector which allows children to be exposed to pesticides. Pesticides through the growth hormone pathway can cause a child's growth rate to be disrupted, so that any nutritional intake obtained if there is a disturbance in the gastrointestinal tract due to pesticide exposure will cause growth disorders. In conclusion, poor nutritional status can increase the risk of stunting in children, especially in agricultural areas exposed to pesticides. Appropriate nutritional interventions and prevention of harmful environmental exposures are needed.   ABSTRAK                 Stunting pada anak adalah masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak. Penelitian ini dilakukan pada daerah pertanian bawang merah dikarenakan pemakaian pestisida yang tinggi pada daerah tersebut. Pemakaian pestisida bisa mengakibatkan beberapa dampak kesehatan salah satunya adalah mengganggu kerja hormon pertumbuhan sehingga berpengarug terhadap pertumbuhan salah satunya adalah stunting.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan kejadian stunting pada anak sekolah dasar di daerah pertanian. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Sd Dukulo 1 dan SD Dukuhlo 2, dengan sampel siswa kelas IV dan V. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menilai status gizi, serta observasi terhadap faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (82,1%), namun 16% tergolong pendek dan 1,9% sangat pendek. Analisis hubungan antara status gizi dan kejadian stunting mengungkapkan bahwa status gizi kurang dan buruk berhubungan erat dengan tingginya kejadian stunting. Sebanyak 18 anak dengan status gizi kurang dan 8 anak dengan status gizi buruk tercatat mengalami stunting sangat pendek. Sebagian besar pekerjaan orang ua adalah pada sektor pertanian yang memungkinkan anak untuk terpaparar pestisida. Pestisida melalui jalur hormnin pertumbuhan dapat menyebabkan Tingkat pertumbuhan anak terganggu, sehingga berapapuan asupan gizi yang didapatkan jika terjadi gangguan pada saluran cerna karena paparan pestisida akan menyebabkan gangguan pertumbuhan. Kesimpulanya status gizi yang buruk dapat meningkatkan risiko stunting pada anak-anak, khususnya di daerah pertanian yang terpapar pestisida. Intervensi gizi yang tepat dan pencegahan paparan lingkungan yang berbahaya sangat dibutuhkan.

Page 10 of 12 | Total Record : 119