cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285740244337
Journal Mail Official
prohealthjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No. 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 26548232     EISSN : 2654797X     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal focus includes are and scope such as epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental helath, public health nutrition, sexual and reproductive health, occupational and safety health and bisotatistics.
Articles 113 Documents
Pencegahan Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko Remaja dengan Promosi Perilaku: Prevention of At-Risk Health Behaviors in Adolescents with Behavior Promotion ayik alfiani; Wulansari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2369

Abstract

Health behavior tends to be at risk is a nursing problem that can arise in families with teenagers. At the fifth stage of family development or families with the first child, teenagers have unique characteristics. In teenagers there are characters who start looking for identity and sometimes get the wrong association. One of the social influences is smoking. Smoking in teenagers is an act of choosing an unhealthy lifestyle and it is a risky health behavior. This writing aims to describe the management of health behavior that tends to be risky in families with teenagers developmental stages in the Gabus I Health Center Area. The writing method used in the preparation of this scientific paper is descriptive research with a management approach that starts with assessment and ends with evaluation. Data collection techniques were carried out at the assessment stage using interview techniques, observation, and documentation studies. Management of health behavior tends to be risky in families carried out for 4 days. Actions taken to overcome this problem are the promotion of health care behavior, by way of health education about smoking in teenagers and making a physical exercise schedule. Based on the nursing actions that have been carried out, health behavior problems tend to be at risk for the families resolved marked by client not smoking anymore and families understanding education about the dangers of smoking in teenagers. ABSTRAK                 Perilaku kesehatan cenderung berisiko merupakan masalah keperawatan yang dapat muncul pada keluarga dengan tahap perkembangan remaja. Pada tahap perkembangan keluarga kelima atau keluarga dengan anak pertama remaja memiliki karakteristik yang unik. Pada anak remaja ada karakter yang mulai mencari jati diri dan terkadang bisa salah pergaulan. Salah satu pengaruh pergaulan yaitu merokok. Merokok pada remaja merupakan salah satu tindakan pemilihan gaya hidup yang tidak sehat dan itu merupakan perilaku kesehatan cenderung berisiko. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan perilaku kesehatan cenderung berisiko pada keluarga dengan tahap perkembangan remaja di Wilayah Puskesmas Gabus I. Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan pengelolaan yang dimulai dari pengkajian dan diakhiri evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada tahap pengkajian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pengelolaan perilaku kesehatan cenderung berisiko pada keluarga dilakukan selama 4 hari. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah promosi perilaku upaya kesehatan, dengan cara edukasi kesehatan tentang merokok pada remaja dan membuat jadwal latihan fisik. Berdasarkan tindakan keperawatan yang telah dilakukan masalah perilaku kesehatan cenderung berisiko pada keluarga teratasi ditandai dengan klien tidak merokok lagi dan keluarga memahami edukasi bahaya merokok pada remaja.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Membuang Sampah (Studi Kasus Desa Salur Lasengalu Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue): Knowledge, Attitudes and Behavior of Coastal Communities in Disposing of Waste (Case Study of Salur Lasengalu Village, West Teupah District, Simeulue Regency) Lusi Indrayanti; Juliana Cut; Evi Dewi Yani; Yuliani Safmila; Diza Fathamira Hamzah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2406

Abstract

Simeulue is one of the administrative areas in Aceh which has a large amount of waste piles. This fact can be seen in the coastal areas which are always littered with garbage, where almost the entire length of the sea wall is always filled with residents' garbage. Based on that basic fact, this research will take an area on the coast of Siumeulue to be used as a research object. The area is Salur Lasengalu Village, West Teupah District, which according to preliminary observations found that the management of household waste in this area does not look good because a lot of household waste is disposed of in the wrong place so that waste piles up on beach wastelands. This study aims to determine the factors related to people's behavior in disposing of waste in coastal areas. This research is a type of survey-analytic research with a cross sectional approach. The population in this study were all housewives with a sample of 64 people taken by proportional random sampling. The research variables consisted of knowledge, attitude and behavior variables whose data were analyzed using SPSS version 22. The results revealed that there was a relationship between knowledge and attitudes and people's behavior in disposing of household waste with a value of p=0.001 and p=0.007. This study concluded that knowledge and attitudes correlated with the behavior of disposing of garbage in the community, especially in coastal areas. ABSTRAK                 Simeulue merupakan salah satu daerah administratif di Aceh yang memiliki jumlah timbunan sampah yang besar. Fakta itu dapat terlihat di wilayah pesisir pantainya yang selalu diwarnai dengan sampah, dimana hampir sepanjang tanggul laut selalu dipenuhi dengan sampah penduduk. Atas dasar fakta itu, penelitian ini akan mengambil salah satu wilayah di pesisir pantai Siumeulue untuk dijadikan objek penelitian. Wilayah tersebut adalah Desa Salur Lasengalu Kecamatan Teupah Barat yang menurut observasi awal ditemukan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga wilayah tersebut terlihat kurang baik oleh karena sampah rumah tangga banyak dibuang tidak pada tempatnya sehingga sampah bertumpukan di pinggiran pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di daerah pesisir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey-analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu rumah tangga dengan sampel sebanyak 64 orang yang diambil secara proportional random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel pengetahuan, sikap dan perilaku yang datanya  dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga dengan nilai p= 0,001 dan p =0,007. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berkorelasi terhadap perilaku membuang sampah pada masyarakat, khusunya di wilayah pesisir.
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Disorder pada Pekerja Pemecah Batu di Leyangan, Ungaran Timur: Description of Musculoskeletal Disorder Complaints in Stone Breaking Workers in Leyangan, East Ungaran SRI LESTARI; Ita Puji Lestari; Milla Annisa Khasanah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2425

Abstract

Musculoskeletal Disorder (MSDs) is a complaint of pain in certain parts of the body experienced by workers. MSDs is one of the occupational diseases that causes workers to not be able to work optimally. Leyangan is one of the stone crushing centers in the Ungaran area, Semarang Regency. From the results of observations there are potential hazards to stone crusher workers that pose a risk of musculoskeletal disorders (MSDs). This study aims to determine the description of musculoskeletal disorder (MSDs) complaints in stone crusher workers in Leyangan village. The method used was descriptive observational research with a cross sectional approach. The population in this study were stone-breaking workers with a sample size of 30 people. Data collection of musculoskeletal disorder complaints using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. The results of the study based on the NBM score obtained in the upper body part, the highest complaints occurred in the right shoulder with a level of complaints of mild pain as much as 57% and a level of complaints of pain as much as 30%. In the lower body, the highest complaints occur at the waist with a mild pain level of 60% and a pain level of 23%. In the hands, the highest complaints occurred in the left forearm with the highest complaints of pain in the right and left calves with a mild pain level of 27%. To anticipate the risk of musculoskeletal disorders, it is expected that workers can stretch before carrying out work activities and organize rest time properly   ABSTRAK Muskuloskeletal Disorder (MSDs) adalah keluhan nyeri pada bagian tubuh tertentu bagian yang dialami oleh pekerja. MSDs merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang menyebabkan pekerja tidak bisa bekerja secara optimal. Leyangan merupakan salah satu sentral pemecahan batu di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Dari hasil observasi terdapat potensi bahaya pada pekerja pemecah batu yang menimbulkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) pada pekerja pemecah batu di desa Leyangan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pemecah batu dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengambilan data keluhan muskuloskeletal disorder menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian berdasarkan skor NBM didapatkan pada bagian tubuh atas keluhan tertinggi terjadi pada bahu sebelah kanan dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak  57% dan tingkat keluhan sakit sebanyak  30%. Pada bagian tubuh bawah keluhan tertinggi terjadi pada pinggang dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak  60% dan tingkat keluhan sakit sebanyak 23%. Pada bagian tangan keluhan tertinggi terjadi pada lengan kiri bagian bawah dengan keluhan tertinggi terjadi sakit pada betis sebelah kanan dan kiri dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak 27%. Untuk mengantisipasi risiko gangguan muskuloskeletal disorder diharapakan para pekerja dapat melakuan peregangan sebelum melakukan aktivitas pekerjaan dan mengatur waktu istirahat dengan baik
Studi Korelasi Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Menopause di Desa Jetak Kecamatan Getasan: Knowledge Correlation Study with Mother's Anxiety Level in Facing Menopause in Jetak Village, Getasan District Nurul Cindi Rahmawati; Sigit Ambar Widyawati; Heri Sugiarto; Sri Wahyuni
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2494

Abstract

The anxiety they experience occurs because of feeling pressure related to worry that has never happened before. Not all women experience this, but even if women do not experience long-term complaints, decreased estrogen can cause several chronic diseases. Lack of information received will affect a person's level of knowledge, if someone is equipped with good knowledge then it will be more useful than someone who is not equipped with good knowledge. This study used the standard HRS-A questionnaire and used questionnaires from previous researchers who had been tested for validity and reliability tests. The research design uses a quantitative research type with a correlative analytic design and an observational approach with a cross sectional technique. The sample in this study were 54 premenopause women. This sampling technique uses snowball sampling. This study was tested using Spearman's rank correlation. Based on the results of the Spearman rank correlation test, the p-value ˃ α (0.870 ˃ 0,05), the test results show that there is no relationship between knowledge and the level of maternal anxiety in facing menopause. Because the p-value ˃ α, it can be stated that there is no correlation between knowledge and the level of anxiety of mothers in facing menopause in Jetak Village, Getasan District.   ABSTRAK                 Kecemasan yang mereka alami terjadi karena adanya tekanan perasaan yang berhubungan rasa khawatir yeng belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak semua wanita mengalami hal ini akan tetapi meski wanita tidak mengalami keluhan dalam jangka panjang dari penurunan esterogen dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis. Kurangnya informasi yang diterima akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, apabila seseorang tersebut dibekali oleh pengetahuan yang baik maka akan lebih bermanfaat daripada seseorang yang tidak dibekali oleh pengetahuan yang baik. Penelitian ini menggunakan kuesioner baku HRS-A dan menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas. Desain penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan pendekatan observasional dengan teknik cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 ibu premenopause. Teknik sampling ini menggunakan snowball sampling. Penelitian ini diuji menggunakan korelasi rank spearman. Uji korelasi rank spearman menunjukkan hasil p-value ˃ α (0,870 ˃ 0,05), maka dapat disimpiulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Jetak Kecmatan Getasan.
Prevalensi dan Risk Assessment Kejadian Hipertensi pada Petani Wanita di Desa Sumowono: Prevalence and Risk Assessment of Hypertension in Female Farmers in Sumowono Village Alfan Afandi; Sri Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2495

Abstract

The number of hypertension events in Sumowono Sub-district in 2023 was 888 events. Most of the population of Sumowono Subdistrict works in the agricultural sector. This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension in farmers. This type of research is observational analytic with cross sectional approach design. The sample in this study was 59 female farmers who were taken using accidental sampling technique. Data collection on risk factors was done through interviews, while the prevalence of hypertension was done through blood pressure checks. The results of the study of 59 respondents showed 26 respondents were categorized as hypertensive, 11 people were pre-hypertensive, and 22 people had normal blood pressure. Of the 37 people who still have normal blood pressure and pre hypertension, 11 people have a low risk, 18 people have a moderate risk, and 8 people have a high risk of suffering from hypertension in the future. The conclusion of this study is that the prevalence of hypertension in farmers is 37.3%, and 48.6% have a moderate risk of developing hypertension. Research advice, hypertension risk control is needed from related health services, as well as active screening efforts so that it can detect early the risk of hypertension in farmers.   ABSTRAK                 Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Sumowono tahun 2023 adalah 888 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Sumowono bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan risk assessment kejadian hipertensi pada petani di Desa Sumowono. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 petani berjenis kelamin perempuan yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data faktor risiko dilakukan melalui wawancara, sedangkan prevalensi hipertensi dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah. Hasil penelitian terhadap 59 responden menunjukkan 26 responden termasuk dalam kategori hipertensi, 11 orang pra hipertensi, dan 22 orang mempunyai tekanan darah normal. Dari 37 orang yang masih memiliki tekanan darah normal dan pre hipertensi tersebut, didapatkan 11 orang memiliki risiko rendah, 18 orang risiko sedang, dan 8 orang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi di kemudian hari. Kesimpulan penelitian ini adalah prevalensi hipertensi pada petani sebesar 37,3%, dan 48,6% memiliki risiko sedang mengalami hipertensi. Saran penelitian, diperlukan pengendalian risiko hipertensi dari pelayanan kesehatan terkait, serta upaya screening aktif sehingga bisa mendeteksi secaradini resiko terjadinya hipertensi pada petani.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Insomnia pada Remaja Suwanti; Putri Laila Nur Haliza
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia is a sleep disorder at night where the individual will feel difficulty of sleeping at night and makes the individual not get enough sleep when he wakes up. One of the factors that cause insomnia is smoking. Some teenagers who have a smoking habit say they have difficulty falling asleep and sleep late at night. The problem of sleep deprivation if left untreated will cause harmful effects, including accidents, physical problems, memory problems, high risk of becoming fat and psychological problems. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking habits and the incidence of insomnia in adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency. This research is analytic research with a cross sectional approach. The population is all male adolescent smokers aged 11-20 years in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency, totaling 107 people. The sampling technique used is proportional random sampling with a total sample of 84 respondents. Tools for collecting data with smoking habits and KSPBJ-IRS instruments. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. The results of this study found that the majority of adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency were light smokers, namely 52 people (61.9%) and those who did not experience insomnia, namely 52 people (61.9%). Based on the results of the Spearman Rank correlation test analysis, the value was (ρ = 0.000 and r = -0.423). There is a relationship between smoking habits and the incidence of insomnia in adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency. Adolescent are advised to reduce the intensity and quantity of smoking so as not to experience insomnia.   ABSTRAK                 Insomnia adalah gangguan tidur pada malam hari dimana individu akan merasakan kesulitan tidur pada malam hari dan membuat individu tidak cukup tidur saat terbangun. Salah satu faktor yang menyebabkan insomnia adalah merokok. Beberapa remaja yang memiliki kebiasaan merokok menyatakan mengalami kesulitan untuk memulai tidurnya dan tidur larut malam. Masalah kurang tidur jika tidak tertangani akan menimbulkan efek yang berbahaya, termasuk kecelakaan, masalah fisik, masalah ingatan, risiko tinggi menjadi gemuk dan masalah psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja laki laki perokok yang berusia 11-20 tahun di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal sebanyak 107 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Alat untuk mengumpulkan data dengan instrumen kebiasaan merokok dan KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal merupakan perokok ringan, yaitu sebesar 52 orang (61,9%) dan yang tidak mengalami insomnia yaitu sejumlah 52 orang (61,9%). Berdasarkan hasil analisis uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai (ρ = 0,000 dan r = -0,423). Terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Disarankan remaja untuk mengurangi intensitas dan kuantitas merokoknya agar tidak mengalami insomnia. 
Gambaran Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Hesty Ningrum; Wahyuni, Sri
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2380

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to promiscuity which has negative impacts, including unwanted pregnancies, drugs, sexually transmitted infections, HIV/AIDS. According to the Indonesian Ministry of Health, in 2019, the incidence of HIV/AIDS was in the productive age population, namely with an age range of 15-49 years, with a high chance of transmission occurring in adolescents. Observation results show that in Sulursari Village there are several internet cafes, karaoke places, markets, terminals, which are used by teenagers aged 15-19 years to perform sexual behavior. This study aims to determine the factors associated with premarital sexual behavior in adolescents in Sulursari Village, Gabus District, Grobogan Regency. The method used is quantitative with observational analytical research with a cross sectional approach. The subjects in this study were adolescents aged 15-19 years in Sulursari Village with a population of 313 people, and the research sample was 175 people. The sampling technique is simple random sampling. Analysis of the data used Fisher’s test. Results respondents who have premarital sexual behavior are more in respondents who have poor knowledge of 28.0%, respondents who have premarital sexual behavior are more in percentage of respondents whose families are less supportive, including the prevention of premarital sexual behavior, which is (31.3%) , respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents with low religious levels, namely 66.7%, respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents who get exposure to pornography through mass media, namely (58.3%). And there is a relationship between the level of knowledge (0.002), family support (0.006), religious values ​​(0.0001), and exposure to pornography (0.0005) with premarital sexual-related behavior. Conclusion There is a relationship between the level of knowledge, family support, religious values, and exposure to pornography, with premarital sexual behavior.   ABSTRAK                 Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pergaulan bebas yang berdampak negatif seperti kehamilan tidak di inginkan, narkoba, infeksi menular seksual HIV /AIDS. Menurut Kementrian Kesehatan RI tahun 2019, kejadian HIV/AIDS berada pada penduduk usia produktif pada rentang usia 15-49 tahun, dengan peluang penularan tinggi terjadi pada usia remaja. Hasil observasi menunjukkan di Desa Sulursari terdapat beberapa warnet, tempat karaoke, pasar, terminal, yang digunakan remaja usia 15-19 tahun untuk melakukan perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Desa Sulursari Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Desa Sulursari dengan populasi sebesar 313 orang, sampel penelitian 175 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis data yang digunakan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak pada responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebesar 28,0%, responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak persentasenya pada responden yang dalam keluarganya  kurang mendukung termasuk dalam  pencegahan perilaku seksual pranikah sebesar (31,3%), responden yang berperilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang tingkat religiusnya rendah yaitu 66,7 %, responden yang  mempunyai perilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang mendapatkan paparan pornografi melalui media massa yaitu (58,3%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (0,002), dukungan keluarga (0,006), nilai religius (0,0001), serta paparan pornografi (0,0005) dengan perilaku terkait seksual pranikah. Simpulan Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, nilai religius, serta paparan pornografi, dengan perilaku seksual pranikah.
Studi Deskriptif Kebersihan Diri Sebelum Tidur (Sleep Hygiene) pada Remaja di Ungaran saparwati, mona; Puji Lestari; Trimawat
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2386

Abstract

Sleep quality includes quantitative aspects of sleep, such as sleep duration, sleep latency and subjective aspects of sleep. Somebody who encounters it will influence sleep quality. Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) is a tendency that can affect sleep quality including sleep habits such as sleep schedule in a day, physical activity. The use of alcohol, nicotine and caffeine can affect sleep quality. This study aims to described Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) in adolescent. This study used a descriptive design with a cross sectional approach. The adolescent population used was all adolescents aged 12-19 years as many as 596 people. The sampling technique used a proportionate random sampling with total sample of 240 people. For data collection tool using a questionnaire. The data analysis used is univariate analized. The results showed that the majority of adolescent had poor personal hygine before sleeping (sleep hygiene), as many 88 (36,7%) and good as many 28 (11,7%). It is expected that adolescents can improve sleep hygiene such as avoiding things that can keep them awake and not using the bed for activities other than sleeping.   ABSTRAK                 Kualitas tidur mencakup aspek kuantitatif dari tidur, seperti durasi tidur, latensi tidur serta aspek subjektif dari tidur. Seseorang yang mengalami masalah tidur akan mempengaruhi kualitas tidurnya. Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene merupakan  kecenderungan  yang  dapat  mempengaruhi  kualitas tidur meliputi kebiasaan tidur seperti jadwal tidur dalam sehari, aktivitas fisik, penggunaan alkohol, nikotin dan kafein dapat memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan remaja berusia 12-19 tahun sebanyak 596 orang. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 240. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis  data univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja memiliki  kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene) buruk sebanyak 88 (36,7%) sedangkan yang baik hanya 28 (11,7%). Diharapkan remaja dapat meningkatkan kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene ) seperti menghindari hal-hal yang dapat membuat terjaga serta tidak menggunakan tempat tidur untuk kegiatan selain tidur.
Studi Korelasi: Perilaku Penyimpanan dan Penyajian Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita Puji Lestari; Liyanovitasari; Mona saparwati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2387

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) diarrheal disease is the second cause of death in children under five years old and is a potential endemic disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death in Indonesia. Food can be one of the causes of food poisoning and can be an intermediary in the transmission of diseases including diarrheal diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between food storage and presentation behavior with the incidence of diarrhea in toddlers. This study is a correlation study with a cross sectional approach. The variables i.e. storage and presentation of food and incidence of diarrhea were measured using questionnaires. Food storage and presentation includes washing cutlery, selecting foodstuffs, how to cook food and drinking water and how to store food. The population in this study was mothers of toddlers. The respondents of the study as many as 156 toddlers were taken by purposive sampling technique. Data analysis was carried out with chi square test. Research Results: Based on the results of the study, the characteristics of respondents were 77 respondents (49.4%) male and 79 respondents (50.6%) female, 56 (38.9%) aged 12-23 months, 52 (33.3%) aged 24-35 months, 48 (30.8) aged 36-53 months. There is a significant relationship between food storage and serving with the incidence of diarrhea with a meaning value of p = 0.005. It is expected that mothers can pay attention to the storage and presentation of food to prevent an increase in the incidence of diarrhea.   ABSTRAK                 Menurut World Health Organization (WHO) penyakit diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak di bawah lima tahun dan merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Makanan bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan makanan dan dapat menjadi perantara dalam penularan penyakit termasuk penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel yaitu penyimpanan dan penyajian makanan dan kejadian diare diukur dengan menggunakan kuesioner. Penyimpanan dan penyajian makanan meliputi pencucian alat makan, pemilihan bahan makanan, cara memasak makanan dan air minum serta cara penyimpanan makanan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita. Responden penelitian sebanyak 156 balita diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  karakteristik responden sebanyak 77 responden (49,4 %) berjenis kelamin laki laki dan 79 responden (50,6 %) berjenis kelamin perempuan, usia responden 12-23 bulan sebanyak 56 (38,9%), usia 24-35 bulan sebanyak 52 (33,3%), usia 36-53 bulan sebanyak 48 (30,8). Ada hubungan yang bermakna antara penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare dengan nilai kemaknaan p=0,005. Diharapkan ibu dapat memperhatikan penyimpanan dan penyajian makanan untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian diare.
Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik pada Siswa SMK PGRI 1 Salatiga Sikni Retno Karminingtyas; Agitya Resti Erwiyani; Istianatus Sunnah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2630

Abstract

Antibiotics are a class of drugs used to fight infections caused by bacteria. Antibiotics used inappropriately and wisely can cause resistance problems. Inappropriate use of antibiotics often occurs among the public. This is likely due to a lack of knowledge regarding the use of antibiotics. This study aims to analyze the level of antibiotic knowledge among students at SMK PGRI 1 Salatiga. This research is an observational study with a cross sectional and prospective approach conducted at SMK PGRI 1 Salatiga. The research sample is part of the population that meets the inclusion and exclusion criteria using a sampling technique, namely total sampling, and 66 respondents were obtained. Inclusion criteria include students of SMK PGRI 1 Salatiga class XII who are over 16 years old, willing to be respondents, able to write and read. Exclusion criteria include respondents who did not fill out the questionnaire completely. The data was tested using Chi-square and Gamma to determine the relationship between respondent characteristics and the level of knowledge of antibiotic use. Research shows that the gender of the students who took part in the research was 3 respondents (4.55%) male and 63 respondents (95.45%) female. The age of class as many as 2 respondents (3.03%). The level of good knowledge was 49 respondents (74.24%), sufficient knowledge was 13 respondents (19.70%) and poor knowledge was 4 respondents (6.06%). Gender and age are not related to the level of knowledge with significance values ​​of 0.282 and 0.564 respectively. ABSTRAK Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan tidak tepat dan bijak dapat menyebabkan munculnya masalah resistensi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat tersebut banyak terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini kemungkinan karena kurangnya pengetahuan terkait dengan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan antibiotik di kalangan siswa SMK PGRI 1 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan bersifat prospektif yang dilakukan di SMK PGRI 1 Salatiga. Sampel penelitian merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan didapatkan 66 responden. Kriteria inklusi meliputi siswa siswi SMK PGRI 1 Salatiga kelas XII yang berusia lebih dari 16 tahun, bersedia menjadi responden, dapat menulis dan membaca. Kriteria eksklusi meliputi responden yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Data diuji dengan Chi-square dan Gamma untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin siswa yang mengikuti penelitian yaitu laki-laki sebanyak 3 responden (4,55%) dan perempuan 63 responden (95,45%). Usia siswa kelas XII yang mengikuti penelitian yaitu usia 17 tahun sebanyak 25 responden (37,88%), usia 18 tahun sebanyak 31 responden (46,97%), usia 19 tahun sebanyak 8 responden (12,12%) dan usia 20 tahun sebanyak 2 responden (3,03%). Tingkat pengetahuan baik sebesar 49 responden (74,24%), pengetahuan cukup sebesar 13 responden (19,70%) dan pengetahuan kurang sebesar 4 responden (6,06%). Jenis kelamin dan usia tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan dengan nilai signifikansi masing-masing 0,282 dan 0,564.

Page 8 of 12 | Total Record : 113