cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285740244337
Journal Mail Official
prohealthjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No. 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 26548232     EISSN : 2654797X     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal focus includes are and scope such as epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental helath, public health nutrition, sexual and reproductive health, occupational and safety health and bisotatistics.
Articles 119 Documents
Pola Asuh terhadap Kejadian Wasting pada Balita di Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi Triveni
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3681

Abstract

Wasting is an acute malnutrition condition where a toddler's weight does not correspond to his height or the zscore value is more than < -3 SD to < -2 SD which is a combination of thin and very thin nutritional status. Factors that cause child malnutrition are child malnutrition, food intake or infection, poverty, low parental education, poor feeding practices, economic status, place of residence, family size, number of children in the family, as well as urban or rural differences. The aim of this research is to obtain a description and analysis of wasting incidents among toddlers in Pasaman Regency and Bukittinggi City. The research method used is qualitative research with the type of research being an analytical survey with a case control design. The research subjects consisted of 216 toddlers consisting of 108 cases and 108 controls. The sampling technique used in the research was purposive sampling and data analysis used the chi-square test.Pasaman district research. The statistical test results obtained p value = 0.025, so it can be concluded that there is a significant relationship between parenting patterns and the incidence of wasting. Meanwhile, in research in the city of Bukittinggi, statistical test results obtained p value = 0.008, so it can be concluded that there is a significant relationship between parenting patterns and wasting incidents. The conclusion of the research is that wasting toddlers often occurs in toddlers who have bad parenting, although there are also toddlers who are wasting who have good parenting patterns. Possibly caused by other factors such as infectious diseases.   ABSTRAK                 Wasting adalah suatu kondisi gizi kurang akut dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan atau nilai zscore lebih dari < -3 SD s/d < -2SD yang merupakan gabungan status gizi kurus dan sangat kurus.. Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya gizi anak adalah kekurangan gizi pada anak, asupan makanan atau infeksi, kemiskinan, pendidikan orang tua yang rendah, praktik pemberian makanan yang buruk, status ekonomi, tempat tinggal, ukuran keluarga, jumlah anak dalam keluarga, serta perbedaan perkotaan atau pedesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi dan analisis terhadap kejadian wasting pada balita di Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah survey analitik dengan desain case control. Subjek penelitian terdiri dari 216 orang balita terdiri dari 108 kasus dan 108 kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam Penelitian adalah Purposive Sampling dan analisis data menggunakan uji chi-square.  Penelitian kabupaten Pasaman Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,025 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian wasting. Sedangkan penelitian di kota Bukittinggi, Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,008 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian wasting. Kesimpulan penelitian adalah bahwa balita yang wasting banyak terjadi pada balita yang mendapatkan pola asuh yang tidak baik, walaupun pada balita yang wasting ada yang mempunyai pola asuh yang baik. Kemungkinan disebabkan oleh factor lain seperti penyakit infeksi.
Hubungan Riwayat Perokok Pasif dan Peningkatan Berat Badan Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Sri Ramadhani Fitri
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3808

Abstract

BBLR is the main cause of most infant deaths in Indonesia with a case size of 38.85% of cases. BBLR is a major factor responsible for about 60 to 80% of all infant deaths. The incidence of low birth weight (BBLR) globally reaches 15.5%, or equivalent to around 20 million babies every year. The type of research carried out is an analytical survey and a cros sectional design. The research population is 131 mothers giving birth in the working area of the Pakan Kamis Health Center. Samples were taken using the total sampling technique.  The variables used independently were history of passive smoking and weight gain during pregnancy and the dependent variable was BBLR. The approach used in this study is retrospective. The data collection techniques used in this study were questionnaire sheets and KIA books. Data collection includes primary data, which is obtained directly from the results of interviews with respondents, while secondary data is obtained by looking at the KIA Book owned by the respondents. This study aims to determine the relationship between the history of passive smoking and weight gain during pregnancy with the incidence of low birth weight in the Working Area of the Pakan Kamis Health Center in 2024. 90 respondents (68.7%) worked as IRTs, pregnant women experienced an increase in BB less < 11.5 kg as many as 102 respondents (77.9%), baby BB at birth >2500 grams 118 respondents (90.1%) and mothers did not have a history of passive smoking 75 respondents (57.3%). Bivariate analysis using the Chi-square test using a 95% confidence degree (CI) significance level < 0.05, obtained a relationship between the history of passive smoking and the incidence of low birth weight with a p-value of 0.001 and the relationship between weight gain during pregnancy and the incidence of low birth weight with a p-value of 0.000. Suggestions on the need to improve health promotion about the dangers of passive smoking during pregnancy and the importance of gaining sufficient weight during pregnancy in preventing cases of low birth weight in the working area of the Pakan Kamis Health Center.   ABSTRAK BBLR merupakan penyebab utama sebagian besar kematian bayi di indonesia dengan besaran kasus sebanyak 38,85% kasus. BBLR merupakan faktor utama yang bertanggung jawab atas sekitar 60 hingga 80% dari semua kematian bayi. Angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) secara global mencapai 15,5%, atau setara dengan sekitar 20 juta bayi setiap tahunnya. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu survei analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu melahirkan    di wilayah kerja Puskesmas Pakan Kamis sebanyak 131 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel yang digunakan independent yaitu Riwayat Perokok pasif dan peningkatan berat badan saat hamil dan variabel dependen yaitu BBLR. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara retrospektif. Teknik pengumpulan data digunakan pada penelitian ini adalah lembar kuesioner dan buku KIA. Pengumpulan data meliputi data primer yaitu diperoleh langsung dari hasil wawancara kepada responden sedangkan data sekunder diperoleh dengan melihat Buku KIA yang dimiliki oleh responden. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Riwayat perokok pasif dan Peningkatan Berat Badan Saat Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Pakan Kamis Tahun 2024. Analisa univariat didapatkan mayoritas pendidikan ibu yaitu SMA atau sederajat 65 responden (49,6%), ibu bekerja sebagai IRT 90 responden (68,7%),  ibu hamil mengalami peningkatan BB kurang < 11,5 kg sebanyak 102 responden (77,9%),BB bayi saat lahir >2500 gram 118 responden (90,1%)  dan Ibu tidak memiliki riwayat  perokok pasif 75 responden (57,3%). Analisa bivariat menggunakan uji Chi-square dengan menggunakan derajat kepercayaan (CI) 95% tingkat kemaknaan < 0,05, didapatkan hubungan riwayat perokok pasif dengan kejadian berat badan lahir rendah dengan nilai p-value 0,001 dan hubungan peningkatan berat badan saat hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan terdapat hubungan riwayat perokok pasif dan peningkatan berat badan saat hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Pakan Kamis.Saran perlunya meningkatkan promosi kesehatan tentang bahaya perokok pasif saat hamil dan pentingnya peningkatan berat badan cukup saat hamil dalam mencegah terjadinya kasus berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Pakan Kamis.
Gambaran Pola Konsumsi Makanan Selingan dan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo Untari; Chindya Paramitha Devi; Afni Nadya Ramadhani; Umi Lailatun Nikmah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan makan dapat mempengaruhi status kesehatan dan gizi individu. Status gizi yang baik dipengaruhi oleh asupan makan utama dan selingan yang mencukupi. Adanya perubahan konsumsi makan pada masyarakat modern saat ini mempengaruhi asupan makan terutama pada usia remaja dan dewasa yang selalu mengikuti tren. Konsumsi makanan selingan yang berlebihan dan menghilangkan makan utama, dapat berkontribusi terhadap status gizi. Frekuensi dan pemilihan makanan selingan mempengaruhi jumlah asupan energi yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi makanan selingan baik frekuensi dan pemilihan makanan selingan serta status gizi mahasiswa Fakultas Kesehatan Univeristas Ngudi Waluyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pemilihan subjek penelitian ditentukan secara purposive. Teknik pengambilan subjek dilakukan dengan simple-random-sampling dan diperoleh subjek sebanyak 68 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi makanan selingan pada subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 52% frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana yang umumnya memiliki kandungan lemak lebih tinggi dengan kandungan protein lebih rendah. Mayoritas subjek memiliki status gizi normal. Pola konsumsi makanan selingan subjek dalam penelitian ini adalah frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana. Mayoritas status gizi subjek termasuk normal yang menunjukkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo memiliki pengetahuan gizi yang memadai dan menerapkannya dalam keseharian.
Faktor Risiko Kejadian Arthralgia (Nyeri Sendi) pada Karyawan Departemen Proses dan Maintenance di PT. X Kabupaten Aceh Singkil Hanifah, Uli; Is, Jun Musnadi; Fitriani; Safrizal; Kusumawardani, Eva Flourentina; Saputra, Firman Firdauz; Serino
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan di pabrik sawit berpotensi menimbulkan kejadian nyeri sendi yang dapat mengakibatkan kerugian sehingga pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi kejadian nyeri sendi di PT. X Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 43 sampel. Variabel dependent pada penelitian ini adalah nyeri sendi dan variabel independent aktivitas fisik, beban kerja, repetisi, waktu istirahat, ergonomi, masa kerja serta perilaku merokok. Analisis pada penelitian ini menggunakan table Distribusi Frequensi, Analisis Bivariat dan Analisis Multivariat. Teknik pengambilan data pada penelitian ini memakai data pimer yang diperoleh dari instrument penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi, data sekunder menggunakan instrument berupa jumlah data karyawan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja aman dengan kejadian nyeri sendi (0,000; PR 29,000), dan Frequensi merokok (0,032; PR 0,893). Penting bagi perusahaan untuk menerapkan program peregangan, olahraga, rotasi pekerjaan, waktu istirahat yang cukup, memperhatikan ergonomi, relokasi pekerjaan serta memberikan pelatihan postur tubuh ergonomi untuk mencegah cedera.   Kata kunci: Arthralgia, Nyeri Sendi, Pekerja Pabrik Sawit, Risiko Kerja.             ABSTRACT Work in palm oil factories has the potential to cause joint pain, which can lead to losses; therefore, tasks must be carried out carefully. This study aims to identify the risk factors that influence the incidence of joint pain at PT. X in Aceh Singkil Regency. This research uses a quantitative analytic method with a cross-sectional design. The sample size for this study is 43 respondents. The dependent variable is joint pain, while the independent variables include physical activity, workload, repetition, rest time, ergonomics, length of service, and smoking behavior. Data analysis in this study includes Frequency Distribution Tables, Bivariate Analysis, and Multivariate Analysis. The data collection technique used primary data obtained through research instruments such as questionnaires and observation sheets, while secondary data were gathered using instruments related to employee data. The results of the multivariate analysis show a significant relationship between a safe work environment and the incidence of joint pain (p = 0.000; PR = 29.000), and also with smoking frequency (p = 0.032; PR = 0.893). It is important for the company to implement programs such as stretching, exercise, job rotation, sufficient rest periods, attention to ergonomics, job relocation, and training on ergonomic body posture to prevent injuries   Keywords: Arthralgia, Joint Pain, Palm Oil Factory Workers, Occupational Risk.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Sawit Ningrum, Purwati; Farisni, Teungku Nih; Nursia, Lili Eky; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Murdani, Ihsan; Saputra, Firman Firdauz; Serino
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gangguan yang terjadi pada pekerja salah satunya adalah gangguan  musculoskeletal yang disebabkan oleh disfungsi otot rangka biasanya disebut juga dengan Low Back Pain (LBP). Nyeri ini umumnya terjadi di daerah lumbal atau lumbosakral,  yang  memanjang  dari  tepi  bawah tulang rusuk ke-12 hingga lipatan gluteal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian LBP Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Sawit Kabupaten Aceh singkil. Jenis penelitian kuantitatif analitik yang dilakukan di PT X Kabupaten Aceh Singkil. Desaian penelitian ini cross-sectional. Populasi dalam penelitian   yaitu pekerja bongkar muat sawit  sebanyak  65  pekerja. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Low Back Pain sedangkan variabel independen yaitu usia, masa kerja, aktivitas fisik, beban kerja, repetisi, waktu istirahat, ergonomi, IMT dan perilaku merokok. Teknik pengumpulan data pada penelitian yaitu wawancara dan observasional. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara LBP dengan usia (p=0,010), IMT (p=0,016), berat sawit (p=0,001), peregangan (p=0,000), durasi peregangan (p=0,019), olahraga (p=0,000), durasi olahraga (p=0,007), repetisi (p=0,001), frekuensi repetisi (p=0,001), durasi istirahat (p=0,004), lembur (p=0,000), frekuensi LBP (p=0,002), desain alat kerja (p=0,017), postur tubuh (p=0,019), dan lingkungan kerja aman (p=0,001), berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar perusahaan menyelenggarakan pelatihan ergonomi, menyediakan alat bantu angkat, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, mengembangkan program gizi dan aktivitas fisik, menerapkan rotasi kerja dan penyesuaian jadwal, serta memperbaiki desain alat dan lingkungan kerja sesuai standar ergonomi.   Kata kunci: Faktor risiko, Low Back Pain, Pekerja   ABSTRACT One of the disorders that occur in workers is musculoskeletal disorders caused by skeletal muscle dysfunction, commonly known as low back pain (LBP). This pain generally occurs in the lumbar or lumbosacral region,  which  extends  from  the  lower edge  of the 12th rib to the gluteal fold. The objective of this study is to identify factors associated with the occurrence of LBP among palm oil loading and unloading workers in Aceh Singkil District. This is a quantitative analytical study conducted at PT X in Aceh Singkil District. The study design is cross-sectional. The study population consists of 65 palm oil loading and unloading workers. The dependent variable in this study is Low Back Pain, while the independent variables are age, work experience, physical activity, workload, repetition, rest time, ergonomics, BMI, and smoking behavior. The data collection techniques used in this study are interviews and observations. The data collection tool used is a questionnaire. The results of the study showed a significant association between LBP and age (p=0.010), BMI (p=0.016), oil palm weight (p=0.001), stretching (p=0.000), stretching duration (p=0.019), exercise (p=0.000), exercise duration (p=0.007), repetitions (p=0.001), repetition frequency (p=0.001), rest duration (p=0.004), overtime (p=0.000), frequency of LBP (p=0.002), work tool design (p=0.017), body posture (p=0.019), and safe work environment (p=0.001). Based on these findings, it is recommended that companies conduct ergonomics training, provide lifting aids, conduct regular health checks, develop nutrition and physical activity programs, implement work rotation and schedule adjustments, and improve tool and work environment design in accordance with ergonomic standards.   Keywords: Risk factors, Low Back Pain, Workers
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pekerja Di Pabrik Sawit PT. X Kabupaten Aceh Singkil Jumara, Aldona; Safrizal; Saputra, Firman Firdauz; kusumawardani, Eva Flourentina; Putra, Onetusfifsi; Serino
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dampak dari penyakit hipertensi pada pekerja diantaranya yaitu pusing, sakit kepala, dan gangguan penglihatan, yang dapat memicu kecelakaan kerja. Hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa terdapat 45% pekerja dari 20 pekerja yang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi di PT. X Kabupaten Aceh Singkil. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan PT. X berjumlah 90 pekerja. Dari hasil penghitungan Sampel didapatkan sampel sejumlah 78 pekerja dibulatkan menjadi 80 pekerja. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah Hipertensi pada pekerja sedangkan variabel independent meliputi aktivitas fisik, stres kerja, indeks massa tubuh (IMT), waktu istirahat, riwayat penyakit ginjal, pola konsumsi makanan dan perilaku merokok. Analisis pada penelitian ini menggunakan Regresi Logistik. Hasil analisis Multivariat yang dilakukan menunjukkan bahwa, IMT (0,011 ; PR 7,826), stres kerja (0,000 ; PR 13,798), frekuensi konsumsi makanan tinggi garam (0,009 ; PR 17,088) berhubungan dengan kejadian hipertensi pada responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penting bagi perusahaan untuk menerapkan program penyuluhan pola makan gizi seimbang pada pekerja, menerapkan program olahraga lebih rutin 2 kali seminggu, memberlakukan aturan peregangan disela-sela bekerja minimal selama 3 menit dengan memberikan gambar instruksi, dan melaksanakan family gathering.   Kata Kunci : Faktor risiko, Hipertensi, Pekerja Sawit     ABSTRACT The impact of hypertension on workers includes dizziness, headaches, and visual disturbances, which can trigger work accidents. The results of initial observations made by researchers found that 45% of workers out of 20 workers experienced hypertension. The purpose of this study was to determine what risk factors influence the incidence of hypertension at PT X Aceh Singkil Regency. The type of research used is quantitative analytic using a cross-sectional design. The population in this study were employees of PT. X totaling 90 workers. From the results of the sample calculation, a sample of 78 workers was rounded up to 80 workers. The dependent variable in this study is hypertension in workers while the independent variables include physical activity, work stress, body mass index (BMI), rest time, history of kidney disease, food consumption patterns and smoking behavior. The analysis in this study used Logistic Regression. Multivariate analysis results showed that BMI (0.011; PR 7.826), work stress (0.000; PR 13.798), frequency of consumption of high-salt foods (0.009; PR 17.088) were associated with the incidence of hypertension in respondents. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that it is important for companies to implement a balanced nutrition diet counseling program for workers, implement a more routine exercise program 2 times a week, enforce stretching rules between work for at least 3 minutes by providing instruction pictures, and carry out family gatherings.   Keywords : Hypertension, Oil Palm Workers, Risk factors
Analisis Risiko Pajanan Dermal Pestisida Cair pada Petani Tradisional Dengan Pendekatan DREAM (Dermal Risk Exposure Assessment Method) Muzaqi, Lutfi; Qonita Nur Qolby; Irfani Kurniawan; Pratama Sakti; Burhan Maritsal Chakim; Ameylia Devi Ardianingsih; Moudy Putri Perdana; Ismi Elya; Kartika Dian Pertiwi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dalam penggunaan bahan kimia, terutama pestisida, merupakan isu penting dalam sektor pertanian. Pestisida memiliki peran signifikan dalam meningkatkan hasil pertanian dengan mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Efek jangka panjang dari pajanan pestisida yang berlebihan meliputi keracunan akut, gangguan saraf, serta pencemaran tanah dan air. Kabupaten Brebes merupakan salah satu sentra produksi bawang merah yang cukup besar di Indonesia, menyumbang sekitar 30% produksi nasional. Petani di daerah ini menggunakan pestisida secara intensif untuk mengatasi hama seperti Spodoptera exigua dan Fusarium oxysporum. Studi menunjukkan bahwa keputusan penggunaan pestisida dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kegagalan panen. Untuk menilai risiko pajanan melalui kulit, penelitian ini menggunakan Dermal Risk Exposure Assessment Method (DREAM), yang mengevaluasi tingkat kontak bahan kimia berdasarkan frekuensi, durasi, dan luas area terpapar. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangan merupakan area tubuh dengan tingkat pajanan tertinggi selama pelaksanaan penyemprotan (Skin-A = 3645), diikuti oleh lengan bawah (18,9) dan tubuh bagian depan (2,19). Aktivitas penyemprotan memiliki nilai pajanan tertinggi (SkinW-ATask = 110,30), dikategorikan sebagai "high exposure," sedangkan mencampur pestisida dan menuang campuran pestisida juga menunjukkan tingkat pajanan yang tingkat menengah (SkinW-ATask = 87,97) dan masuk kedalam moderate expossure. Aktivitas menuang dan mencampur pestisida memiliki pajanan rendah (SkinW-ATask = 29,65) nilai ini masuk kedalam low expossure  karena waktu kontak singkat. Paparan pestisida pada petani tergolong tinggi terutama pada aktivitas penyemprotan, dengan tangan sebagai area paling rentan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten serta pelatihan teknis tentang pengendalian pestisida yang aman sangat dianjurkan untuk menekan risiko kesehatan.   Kata kunci: Petani, Dream, Pestisida             ABSTRACT Safety in the use of chemicals, especially pesticides, is an important issue in the agricultural sector. Pesticides play a significant role in increasing agricultural yields by controlling pests and plant diseases. However, uncontrolled use can have adverse effects on human health and the environment. Long-term exposure to excessive pesticides can cause acute poisoning, neurological disorders, as well as soil and water contamination. Brebes Regency is one of the major red onion production centers in Indonesia, contributing around 30% of the national production. Farmers in this area intensively use pesticides to control pests such as Spodoptera exigua and Fusarium oxysporum. Studies show that pesticide use decisions are influenced by concerns over crop failure. To assess the risk of dermal exposure, this study uses the Dermal Risk Exposure Assessment Method (DREAM), which evaluates the level of chemical contact based on frequency, duration, and the area of skin exposed. Data were collected through field observations and questionnaires. The results indicate that the hands have the highest exposure level during spraying activities (Skin-A = 3645), followed by the forearms (18.9) and the front torso (2.19). Spraying activity had the highest exposure value (SkinW-ATask = 110.30), categorized as "high exposure," while mixing and pouring pesticide mixtures showed moderate exposure levels (SkinW-ATask = 87.97). Pouring and mixing activities had low exposure (SkinW-ATask = 29.65) due to the short contact time. Pesticide exposure among farmers is high, especially during spraying activities, with the hands being the most vulnerable area. Consistent use of personal protective equipment (PPE) and technical training on safe pesticide control are highly recommended to reduce health risks. Keywords: Farmer, DREAM, Pesticides
Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Pramujasa BRT Trans Jawa Tengah Aura Valentina; Pertiwi, Kartika; Siswanto, Yuliaji; wahyuni, sri
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Musculoskeletal Disorder (MSDs) merupakan penyakit akibat kerja yang umum terjadi, dengan prevalensi 7,3% di Indonesia (Riskesdas 2018). Pramujasa BRT melakukan aktivitas kerja fisik yang melibatkan berdiri lama, gerakan berulang, dan keterbatasan waktu istirahat. Observasi menunjukkan bahwa pramujasa sering mengalami nyeri di leher, punggung, dan kaki bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kelelahan kerja dengan keluhan MSDs pada pramujasa BRT Trans Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pramujasa BRT Trans Jawa Tengah Koridor I Semarang – Bawen, dengan sampel sebanyak 64 responden yang diambil secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner IFRC dan NBM. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden dengan keluhan MSDs tinggi juga mengalami kelelahan kerja tinggi, sementara 0,0% mengalami kelelahan kerja sedang dan 3,3% mengalami kelelahan kerja rendah. Ada hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan keluhan MSDs pada pramujasa BRT Trans Jawa Tengah (p value = 0,037) dengan (r = 0,262) yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Berdasarkan temuan tersebut disarankan agar Perusahaan melakukan pengaturan waktu istirahat yang lebih optimal, rotasi tugas antar pramujasa, dan penyediaan fasilitas istirahat yang memadai di titik-titik pemberhentian bus.   Kata kunci: Kelelahan Kerja, Musculosceletal Disorders, Pramujasa       ABSTRACT MSDs are a common occupational disease, with a prevalence of 7.3% in Indonesia (Riskesdas 2018). Service personnel carry out physical work activities that involve long standing, repetitive movements, and limited rest time. Observations show that service personnel often experience pain in the neck, back, and lower legs. This study aims to determine the relationship between the level of work fatigue and MSDs complaints among BRT Trans Central Java service personnel. This research uses an analytical quantitative method with a cross-sectional approach. The population in this study was the Trans Central Java BRT bus crews Corridor I Semarang – Bawen, with a sample of 64 respondents taken purposively. Data collection uses IFRC and NBM questionnaires. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment test. The results showed that 40.0% of respondents with high MSDs complaints also experienced high work fatigue, while 0.0% experienced moderate work fatigue and 3.3% experienced low work fatigue. There was a relationship between the level of work fatigue and MSDs complaints in the Central Java BRT bus crew (p value = 0.037) and (r = 0.262) which showed a positive relationship with weak correlation strength. Based on these findings, it is recommended that the Company implement more optimal rest time arrangements, rotate duties between bus crew, and provide adequate rest facilities at bus stops.   Keywords: Work fatigue, musculosceletal disorders, service personnel
Paparan Pestisida sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Petani: Kajian Literatur Ilham Pradana Sulistiyono Putra; Onny Setiani; Yusniar Hanani Darundiati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi pestisida tertinggi di dunia, dan paparan terhadap pestisida telah dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk peningkatan tekanan darah. Hipertensi tercatat prevalensinya mencapai 33,7 % di kalangan masyarakat perdesaan Indonesia, termasuk di antara petani sebagai kelompok yang rentan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko hipertensi yang terkait aktivitas penggunaan pestisida di kalangan petani. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berbasis pendekatan PICO, dengan pencarian artikel secara sistematis melalui empat basis data (SINTA, Google Scholar, Scopus, dan PubMed), dibatasi pada publikasi dalam 10 tahun terakhir. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dievaluasi secara kritis. Faktor risiko hipertensi yang terdeteksi meliputi lamanya masa kerja sebagai petani, jenis dan jumlah pestisida yang digunakan, dosis aplikasi, frekuensi serta waktu penyemprotan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Sebagian besar studi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan pestisida dan peningkatan risiko hipertensi. Kesimpulannya, paparan pestisida dari kegiatan pertanian merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap hipertensi pada petani. Oleh karena itu, intervensi melalui edukasi dan penerapan penggunaan APD yang tepat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko tersebut.   Kata kunci: Pestisida, Hipertensi, Petani, Paparan, Faktor Risiko             ABSTRACT Indonesia ranks among the world’s highest pesticide-consuming countries, and exposure to pesticides has been linked to various health issues, including elevated blood pressure. The prevalence of hypertension among rural communities in Indonesia, including farmers as a vulnerable group, is recorded at 33.7 %. This literature review, using the PICO framework, aims to identify risk factors for hypertension associated with pesticide-related farming activities. A systematic search was conducted across four databases (SINTA, Google Scholar, Scopus, and PubMed) limited to publications from the past 10 years. Ten articles met the inclusion criteria and were critically assessed. Identified primary risk factors for hypertension include duration of farming work, types and quantities of pesticide used, application dose, timing and frequency of spraying, and the use of personal protective equipment (PPE). Most studies demonstrate a significant association between pesticide exposure and an increased risk of hypertension. In conclusion, pesticide exposure through agricultural activities constitutes a significant risk factor for hypertension among farmers. Therefore, interventions focused on education and proper use of PPE are essential to mitigate this risk.   Keywords: Pesticide, Hypertension, Farmers, Exposure, Risk Factors
Analisis Kecelakaan Kerja Akibat Property Damage di PT XYZ dengan Pendekatan Swiss Cheese Model (SCM) Kusnendar, Yustinus Krisna; Wartini, Wartini; Nur Ani; Iik Sartika
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan penambangan memiliki resiko tinggi, berpotensi menimbulkan kecelakaan serta kerugian yang besar. Kecelakaan di area penambangan perlu dianalisis sehingga diketahui faktor penyebab akar masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akar masalah terbesar penyebab kejadian kecelakaan di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 9 kasus kecelakaan kerja kerusakan alat di PT XYZ selama periode 2022-2024. Data dianalisis mendalam dengan menggunakan metode Swiss Cheese Model (SCM). Peneliti melakukan teknik metodologi triangulasi, mengintegrasikan konten analisis data untuk mendapatkan hasil valid dan reliabel. Hasil penelitian didapatkan PT XYZ mengalami kegagalan dalam melakukan antisipasi layer SCM sehingga mengakibatkan kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan disebabkan faktor organizational influences, unsafe supervision, pre-conditions for unsafe actions, dan unsafe actions. Akar masalah penyebab kecelakaan terbesar terdapat pada layer 2 unsafe supervision 41,46% dan layer 4 unsafe acts 29,27%. Oleh karena itu, manajemen PT XYZ perlu meningkatkan sistem manajemen keselamatan pertambangan yang komprehensif.   Kata kunci: analisa kecelakaan kerja, kerusakan alat, swiss cheese model     ABSTRACT   Mining activities is high risks, potentially impact for causing accidents and significant losses. The accidents case in mining areas need to be analysed, in order to the root causes can be identified. The objective of this study is to identify the root causes of workplace accidents at PT XYZ. The research used a qualitative study design with a case study approach to 9 cases of work accidents that involving property damage at PT XYZ during on the period 2022-2024. The data was analysed in depth study using the Swiss Cheese Model (SCM) method. Researchers used a triangulation methodology and integrated with analysis content to obtain valid and reliable results. The results of the study representated that PT XYZ failed to anticipate the SCM layer and given impact to several accidents. The factors causing accidents are caused by organizational influences, unsafe supervision, pre-conditions for unsafe actions, dan unsafe actions. The major root causes of an accidents is layer 2 unsafe supervision 41,46% and layer 4 unsafe acts 29,27%. Therefore, the management of PT XYZ have to improve  comprehensive mining safety management system.   Keywords: work accident analysis, property damage, swiss cheese.

Page 11 of 12 | Total Record : 119