cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Contact Email
sphotajournal@gmail.com
Phone
+62818557516
Journal Mail Official
sphotajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja no 11A Denpasa-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar
ISSN : 20858388     EISSN : 25807358     DOI : https://doi.org/10.36733/sphota.v15i1
This journal provides conceptual and research-based articles on various Language and Literature studies topics. Editors welcome articles encompassing the field of Language, Literature, and Language Education written in Indonesian or English.
Articles 149 Documents
GENDER DISCRIMINATION IN KATE CHOPIN’S FIVE SHORT STORIES Uci Nurhidayati Rosita; Wilujeng Asih Purwani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.749 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.3354

Abstract

Abstract This study aims to describe the forms of gender discrimination in the marriage system experienced by the main female character and the forms of resistance of the main female character against oppression. The author chose five short stories of Kate Chopin to study, namely The Story of An Hour, A Respectable Women, Desire’s Baby, The Storm, A Pair of Silk Stockings.The research method used is a qualitative descriptive method with a feminist literary criticism approach. Based on the results of data analysis, it is produced as follows. 1) The forms of discrimination experienced by the main women in the story 2) The form of resistance against oppression by the main female character in the story. The references used feminist journals, especially liberal feminism from naomi wolf theory which includes the theory of power feminism. Keywords: discrimination, Kate Chopin, short stories Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bentuk diskriminasi gender dalam sistem perkawinan yang dialami tokoh perempuan utama dan bentuk perlawanan tokoh perempuan utama dalam melawan penindasan.Penulis memilih lima cerita pendek kate chopin untuk diteliti yaitu The story of an hour, A respectable women, Desire baby, The storm, A pair of silk stockings.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bentuk kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Berdasarkan hasil dari analisis data, maka dihasilkan sebagai berikut. 1) Bentuk bentuk diskriminasi yang di alami perempuan utama dalam cerita. 2) Bentuk perlawanan melawan penindasan yang di lakukan tokoh perempuan utama dalam cerita. Referensi yang digunakan adalah referensi dari jurnal jurnal feminisme khususnya feminisme liberal dan teori naomi wolf yang mencakup teori feminisme kekuatan dari salah satu macam bentuk feminisme liberal yang digagas oleh naomi wolf sebagai tinjauan dalam analisa Kata kunci: diskriminasi, Kate Chopin, cerita pendek
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA OCHIRU DALAM POLISEMI BAHASA JEPANG SEHARI-HARI TINJAUAN SEMANTIK I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; Ni Wayan Meidariani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.22 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.3547

Abstract

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang mempunyai banyak variasi leksikon. Salah satunya adalah variasi leksikon dalam verba. Artikel ini membahas makna dan penggunaan verba ‘ochiru' dalam polisemi. Data berupa kalimat-kalimat yang digunakan oleh penutur asli bahasa Jepang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik catat. Data dianalisis dengan pendekatan teori makna kontekstual Pateda 2010. Dari data yang telah ditemukan, verba ‘ochiru’ dalam polisemi bahasa Jepang mempunyai makna yang berbeda tergantung konteks penggunaannya. Berdasarkan hasil analisis, secara umum verba ‘ochiru’ bermakna sesuatu yang jatuh dari ketinggian (tangga, pohon, gedung dan lain sebagainya). Dalam penggunaan yang lainnya, verba ‘ochiru’ bermakna (1) menurun (penjualan, berat badan dan penglihatan), (2) jatuh ke permukaan tanah, (3) jatuh dari tangga atau ketinggian (pesawat), (4) tetesan air hujan yang jatuh, (5) ketenaran/reputasi yang jatuh, (6) rumah yang tersambar petir, (7) memarahi/membentak, (8) jatuh cinta atau jatuh dalam ujian (gagal, tidak lulus), (9) tertidur lelap, (10) kekuatan jahat menjadi jatuh/hilang, dan (11) perasaan prustasi/down.
OPTIMALISASI BLENDED LEARNING MELALUI PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS UDAYANA Novita Mulyana
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.339 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.3548

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) yang bertujuan untuk mengoptimalisasi proses blended learning melalui learning management system (LMS) OASE pada mata kuliah bahasa Inggris di Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan pengembangan media pembelajaran yakni analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, dikembangkan sebuah video pembelajaran guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap salah satu materi yang diajarkan pada mata kuliah Bahasa Inggris yakni plagiarisme dan cara-cara menghindarinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan dan diintegrasikan penggunaannya dengan LMS OASE, mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang plagiarisme dan cara-cara menghindarinya serta memudahkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri di tengah pandemi.
THE PENGUASAAN CHOUKAI (MENDENGARKAN BAHASA JEPANG) MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS UDAYANA CANDRA LESTARI NI PUTU
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.342 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.3837

Abstract

Acquisition of Japanese listening one of the four basic skills of Japanese. Analysis of student listening acquisition needs to be done to find out the level of achievement of the Japanese learning process of students, especially on the ability to listen by listening.  This study aims to find out level of Japanese listening acquisition to Japanese students of Udayana University Japanese Literature study program in 2021 The main subject of this study was all active students of Udayana University Japanese Literature study program class of 2018-2021 amounted to 258 students. Data collected by test method i.e. students are asked to do japanese listening questions that include competency components according to international standards of Japanese language skills, namely on the fulfillment of five listening indicators tested to students, namely: understanding the task (kadai rikai課題理解), understanding the key points (pointo rikaiポイント理解), understanding the concept (gaiyou rikai概解), verbal expression (hatsuwa hyougen発話表現), and provide a quick response to the brief speech of the interlocutor (sokuji outou即時応答). The datas were analyzed descriptively quantitatively and qualitatively. This research discuss characteristics of Krashen's second language teaching theory. Practically this research describe the ability to listen to Japanese students which can later be used as a benchmark for the development of teaching planning for the Japanese Literature study program of Udayana University. Abstrak Penguasaan mendengarkan bahasa Jepang merupakan salah satu dari empat kemampuan dasar bahasa Jepang. Analisis penguasaan mendengarkan mahasiswa perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian proses pembelajaran bahasa Jepang mahasiswa terutama pada kemampuan menyimak dengan cara mendengarkan.  Rumusan masalah penelitian ini mengangkat masalah tingkat penguasaan mendengarkan bahasa Jepang mahasiswa aktif program studi Sastra Jepang Universitas Udayana tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran penguasaan bahasa Jepang mahasiswa terutama terkait pengetahuan bahasa yaitu mendengarkan (Choukai). Subjek utama penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif program studi Sastra Jepang Universitas Udayana angkatan 2018-2021 berjumlah 258 orang mahasiswa. Data dikumpulkan dengan metode tes, yakni mahasiswa diminta untuk mengerjakan soal mendengarkan bahasa Jepang yang meliputi komponen kompetensi sesuai standar internasional kemampuan bahasa Jepang yaitu pada pemenuhan lima indikator mendengarkan yang diujikan kepada mahasiswa yaitu: memahami tugas (kadai rikai課題理解), memahami poin kunci(pointo rikaiポイント理解), memahami konsep (gaiyou rikai概要理解), Ekspresi verbal(hatsuwa hyougen発話表現), dan memberikan respon cepat atas ujaran singkat lawan bicara (sokuji outou即時応答). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini memberikan manfaat secara teoretis tentang karakteristik teori pemerolehan-pengajaran bahasa kedua oleh Krashen. Secara praktis penelitian ini memberikan manfaat untuk mendeskripsikan kemampuan mendengarkan bahasa Jepang mahasiswa yang nantinya dapat digunakan sebagai tolok ukur pengembangan perencanaan pengajaran program studi Sastra Jepang Universitas Udayana.  
PEMILIHAN KODE DALAM PERCAKAPAN ANGGOTA KELUARGA PADA MASYARAKAT CIBUBUR, JAKARTA TIMUR Fadhilah Mutiara Dewi
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.901 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.4836

Abstract

Abstract In the field of sociolinguistics there are studies that discuss code switching and code mixing. In line with the statement, the purpose of this research is to describe the for, of code selection (language) and to explain the factors that become the background for the creation of code switching and code-mixing events. The locations used in this study are people who live in Cibubur, East Jakarta and are limited to the scope of RT.003 and RW.003. Qualitative methods will be used as a way to analyse the object of research. This is because the data in the study will be described descriptively by looking at the form of the code and the factors that influence it, so that the factors that occur from the selection of the code will also be included. Data will be collected in the form of interviews and will be analyzed using Dell Hymes theory regarding the concept of “SPEAKING”. The interview was conducted online through the WhatsApp and Instagram applications, so that the results obtained that the from of language variation codes seen in the Cibubur community, East Jakarta were Jakarta Malay Language (BMJ), Javanes Language (BJ), Sundanese Language (BS), Minangkabau Language (BM), Batak Language (BB), and Foreign Language (BA). Meanwhile, the factors that influence the occurrence of this code selection event are the context and setting, the narrative party, the purpose of the speech, the sequence in the speech, the way of speaking, the means of speaking, the rules or norm, and the type of speech form. Abstrak   Pada bidang sosiolinguistik terdapat kajian yang membahas mengenai alih kode dan campur kode. Senada dengan pernyataan tersebut, tujuan dari adanya penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan wujud pemilihan kode (bahasa) serta memaparkan faktor-faktor yang menjadi latar belakang terciptanya peristiwa alih kode dan campur kode. Adapun lokasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah masyarakat yang tinggal di Cibubur, Jakarta Timur dan dibatasi dengan lingkup RT.003 dan RW.003. Metode kualitatif akan dijadikan sebagai cara dalam menganalisis objek penelitian. Hal ini disebabkan karena data dalam penelitian akan dijabarkan secara deskriptif dengan melihat wujud kode serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga akan termuat pula faktor-faktor yang terjadi dari pemilihan kode tersebut. Data akan dikumpulkan dalam bentuk wawancara dan akan dianalisis dengan menggunakan teori Dell Hymes mengenai konsep “SPEAKING”. Wawancara tersebut telah dilaksanakan secara daring melalui aplikasi WhatsApp maupun Instagram, sehingga diperoleh hasil bahwa wujud kode variasi bahasa yang terlihat dalam masyarakat Cibubur, Jakarta Timur ialah Bahasa Melayu Jakarta (BMJ), Bahasa Jawa (BJ), Bahasa Sunda (BS), Bahasa Minangkabau (BM), Bahasa Batak (BB), serta Bahasa Asing (BA). Sementara itu, faktor yang mempengaruhi terjadinya peristiwa pemilihan kode ini ialah konteks dan latar, pihak penuturan, tujuan tuturan, urutan dalam tuturan, cara berbicara, sarana dalam bertutur, aturan atau norma, serta jenis dari bentuk tuturan.
AN ANALYSIS OF HYPERBOLE IN THE SOUR ALBUM OF OLIVIA RODRIGO pande putu intan sruti prapila maha wirta putri; Mela Tustiawati Ida Ayu
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.813 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.5002

Abstract

Abstract Figurative language has an important role in literary works. One of them is song lyric. Many songwriters write their songs using figures of speech for the deep message they want to convey to their target. Therefore, the aim of this study is to find out how many figures of speech hyperbole are contained in the lyrics of Olivia Rodrigo's song on the album "Sour". The researcher also tried to analyze the meaning of the sentences contained in the hyperbole figure of speech. The data studied were analyzed qualitatively to see the types and meanings contained in the song. The researchers found 13 data contained in the hyperbole figure of speech in the album "Sour" by Olivia Rodrigo. Hopefully this research is useful and also provides benefits for everyone to understand more about figurative language contained in song lyrics, because song lyrics are one of the literary works that contain a lot of figurative language. In addition, this research is expected to be able to contribute as a medium for language styles learning because songs are loved by many people so that teaching will be interesting   Abstrak Bahasa kiasan memiliki peranan penting dalam karya sastra. Salah satunya adalah lagu, banyak pencipta lagu menulis lagu mereka menggunakan majas untuk pesan mendalam yang ingin mereka sampaikan kepada target mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak majas hiperbola yang terdapat dalam lirik lagu Olivia Rodrigo pada album “Sour”. Peneliti juga mencoba menganalisis makna kalimat-kalimat yang terdapat dalam majas hiperbola. Data yang diteliti dianalisis secara kualitatif untuk melihat jenis dan makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Peneliti menemukan 13 data yang terkandung majas hiperbola didalam album "Sour" oleh Olivia Rodrigo Semoga penelitian ini bermanfaat dan juga memberikan manfaat bagi semua orang untuk lebih memahami tentang bahasa kiasan yang terdapat dalam lirik lagu, karena lirik lagu merupakan salah satu karya sastra yang banyak mengandung bahasa kiasan. Selain itu, penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi sebagai media untuk pembelajaran gaya bahasa karena lagu digemari banyak orang sehingga pengajaran akan menarik.
AN ANALYSIS OF COMPOUNDING AND CLIPPING SLANG WORDS FOUND IN “AFTER WE COLLIDED” MOVIE Ni Putu Rahmania Ayu Kasitha; Putri Gita Ardiantari Ida Ayu
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.276 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.5030

Abstract

Abstract The research aimed to determine types of slang words and analyze compounding and clipping types of slang words that used in "After We Collided" movie. Yule's (1986) theory was used to determine the types of compounding and clipping. Leech's (1981) theory to analyzed the meaning of slang words found in "After We Collided" movie. The descriptive qualitative method was used in this study. Several steps that were done in collecting the data involved watching the movie to understand the story, reading the movie script, selecting and taking notes, and the last step is classifying the data. The researcher found out seven data as compounding, and eleven data found as clipping. With the percentage, compounding 39% and clipping 61%. There are six data classified in conceptual meaning, only one data determined as connotative meaning, one data as affective meaning, and eleven data categorized in social meaning. With the percentages social meaning 34%, connotative meaning 5%, social meaning 61%, and affective meaning 5%. Keyword: slang word, meaning, movie. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kata slang dan menganalisis jenis-jenis kata slang compounding dan clipping yang digunakan dalam film “After We Collided”. Teori Yule (1986) digunakan untuk menentukan jenis compounding dan clipping. Teori Leech (1981) untuk menganalisis makna kata-kata slang yang ditemukan dalam film “After We Collided”. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Beberapa langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi menonton film untuk memahami cerita, membaca naskah film, memilih dan mencatat, dan langkah terakhir adalah mengklasifikasikan data. Peneliti menemukan tujuh data sebagai compounding, dan sebelas data ditemukan sebagai clipping. Dengan prosentase, compounding 39% dan clipping 61%. Ada enam data yang diklasifikasikan dalam makna konseptual, hanya satu data yang ditentukan sebagai makna konotatif, satu data sebagai makna afektif, sebelas data dikategorikan dalam makna sosial. Dengan persentase makna sosial 34%, makna konotatif 5%, makna sosial 61% dan makna afektif 5%. Kata kunci: kata slang, makna, film.
INTERUPSI OLEH PEMBAWA ACARA PRIA DAN WANITA DALAM PROGRAM TALK SHOW KOMEDI DI INDONESIA: INTRUSIF ATAU KOOPERATIF? Nur Trihandayani Rivai; Wijana I Dewa Putu
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.496 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.5047

Abstract

Abstract Interruptions in conversation are considered as a form of domination. Several prominent studies concluded that male tend to dominate the conversation by interrupting more often than female in mixed-sex conversation. However, interruption found to have other functions, which used to show a positive attitude. Therefore, this present study employed a descriptive qualitative method to investigate the function of interruption by male and female presenters in comedy talk shows in Indonesia using the classification of interruption by Zhao (2003) and Tao (2018). The findings pointed out that interruptions are not only aimed as a form of domination but also function as the form of cooperative and intrusive way in conversation. Related to gender study, female presenters are likely to use cooperative interruption while male presenters dominantly use intrusive interruption. Moreover, this study also revealed that intrusive interruption performed not only to show disagreement towards interlocutors but also may cause laughter that shows positivity from the audiences Abstrak   Interupsi dalam percakapan dinilai sebagai sebuah bentuk dominansi. Beberapa studi terkemuka menyimpulkan bahwa laki-laki cenderung mendominasi dalam percakapan antara lawan jenis dengan menginterupsi lebih banyak dibanding perempuan. Akan tetapi, interupsi ditemukan memiliki tujuan lain yang bersifat positif. Oleh karenanya, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melihat tujuan interupsi yang dilakukan oleh pembawa acara laki-laki dan perempuan dalam talk show komedi di Indonesia menggunakan klasifikasi interupsi oleh Zhao (2003) dan Tao (2018). Hasil studi menunjukkan bahwa interupsi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk dominansi tetapi juga dapat menunjukkan bentuk kooperatif dan intrusif dalam percakapan. Terkait dengan studi gender, pembawa acara perempuan cenderung menggunakan interupsi kooperatif sedangkan pembawa acara laki-laki secara dominan menggunakan interupsi intrusif. Selain itu, ditemukan bahwa interupsi intrusif tidak hanya menunjukkan bentuk pertentangan terhadap lawan bicara namun juga dapat menyebabkan tawa yang bersifat positif dari penonton.
An Analysis of Hyperbole in The Novel "Remember Me" by Sophie Kinsella Dewi, Ni Luh Putu Septiadewi; Desak Putu Eka Pratiwi
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 15 No. 1 (2023): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.752 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v15i1.5079

Abstract

The research aims to identify types of figurative language, especially hyperbole, and analyze the meanings. The data are taken from the novel entitled "Remember Me” by Sophie Kinsella. The method used in collecting the data was the qualitative method. First, reading the novel repeatedly and understanding the novel "Remember Me" by Sophie Kinsella. Second, note-taking to find out a figurative language is used in the novel "Remember Me” by Sophie Kinsella. Third, analyzing the data. The writer analyzed the data descriptively by using the qualitative method. Two theories are used in this analyzing the data, the first theory is proposed by Perrine (1977) which is used to find out the types of figurative language used in the novel "Remember Me" by Sophie Kinsella. The second theory is delivered by Leech (1981) which is used to find out the meaning of the figurative language used in the novel "Remember Me" by Sophie Kinsella. The finding shows that the whole of the figurative language has connotative meaning. The writer found ten types of hyperbole used in the novel “Remember Me”. This research is expected to contribute as a medium for learning language styles because there are so many enthusiasts of novels that it makes more and more people like to read novels. After all, novels will be more interesting and have high scores in language style.
Illocutionary Act in Disney Pixar Movie "Soul” Maharani, Putu Devi; Sari, Ni Putu Nilam
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 15 No. 1 (2023): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.399 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v15i1.5122

Abstract

This research is aimed to analyse the illocutionary act which were found in Soul movie. Movie is one of entertainment that can show the use of language in society. Speech act is the focus of this research especially in illocutionary act. By using descriptive qualitative analysis, this research is conducted. The data were collected from observation, documentation, and note taking techniques. After the data collected, the result was analysed based on the speech act theory from Searle in (Yule, 2017). Besides, theory of context of situation proposed by Halliday & Ruqaiya (1989) was used in explaining the situation happened in the story. The findings were explained by using context of situation of this research showed that there were 86 all of 5 illocutionary acts found. There were 23 Representative, 30 Directive, 12 Commissive, 19 Expressive, and 2 Declarative. The directive illocutionary act was the most speech act found in the movie. By conducting this research, it is intended to help people to understand and comprehend what message that discovered in the utterances in a movie.

Page 11 of 15 | Total Record : 149