cover
Contact Name
Suryadi Nasution
Contact Email
suryadinst@stain-madina.ac.id
Phone
+6285265428114
Journal Mail Official
amiruddin@stain-madina.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Andi Hakim Nst Komplek Stain, Pidoli Lombang, Kec. Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara 22976, Indonesia
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Jurnal Al-Kauniyah adalah wadah publikasi dalam meningkatkan keilmuan dalam ruang lingkup keilmuan Al quran dan tafsir
Articles 129 Documents
Tafsir Atas Poligami Melalui Pendekatan Interdisipliner Widodo Hami
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.974

Abstract

Penelitian ini membahas tentang poligami dalam berbagai perspektif. Konsep poligami yang menjadi perbincangan hangat di setiap waktu, di sini akan dipaparkan dari berbagai sudut pandang, di antaranya adalah secara historis, tafsir, fiqih, sosiologi dan senagainya. Metodologi yang digunakan dalam riset ini adalah menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research). Pendekatan yang dipakai adalah interdisipliner dengan menggunakan berbagai sudut pandang disiplin ilmu. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa poligami jika dilihat dari berbagai sudut pandang akan menghasilkan pemahaman yang luas. Sehingga pembaca akan mengambil sikap secara proporsional dan seimbang dengan melihat situasi, kondisi dan berbagai sudut pandang. Kata kunci: poligami, pendekatan interdispilner
Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Konteks Ayat Al-Qur’an Nelmi Hayati
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1067

Abstract

This study aims to find verses of the Koran that allude to the study of religious moderation. Religious Moderation is a program launched by the Government by taking into account four indicators which include national commitment, tolerance, non-violence and accommodating local culture. This study was carried out using analytic methods with library research through reading techniques, studying and finding reference relationships with problem solving in research. Finally, this study concludes that religious moderation must be understood by every society as a balanced religious attitude through mutual respect for worship among adherents of other religions. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ayat al-Qur’an yang menyinggung kajian moderasi beragama. Moderasi Beragama adalah program yang dicanangkan Pemerintah dengan memperhatikan empat indikator yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif budaya local. Kajian ini ditempuh dengan metode analitik dengan penelitian kepustakaan melalui teknik membaca, mengkaji dan menemukan hubungan referensi terhadap pemecahan masalah pada penelitian. Akhirnya, kajian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama harus dipahami oleh setiap masyarakat sebagai sikap beragama yang seimbang melalui sikap saling menghormati ibadah antar pemeluk agama lain.
Tafsir Terlengkap Pertama Di Indonesia Dari Abad Ke-17 M: Studi Atas Tafsir Turjuman Al-Mustafid Akhdiat Akhdiat
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1070

Abstract

Masuknya Islam ke nusantara merupakan awal langkah tafsir Alquran masuk ke Indonesia. Namun dalam perkembangannya berbeda jauh dengan di tempat asalnya. Perkembangannya dimulai dengan penerjemahan sekaligus menjadi tafsir bagi ayat yang ditafsirkan. Dan muncullah sebuah tafsir lengkap 30 juz “Turjum?n al-Mustaf?d” ditulis seorang ulama nusantara abad ke-17M bernama Abdul Rauf al-Singkili. Kitab ini diprediksi kuat sebagai tafsir terlengkap perdana di Indonesia yang lengkap disusun 30 juz. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisa aspek metodologis dari kitab tafsir tersebut. Mengingat kitab tersebut adalah kitab tafsir berbahasa melayu dan menggunakan aksara jawi. Melalui metode kualitatif berbasis library reseacrh dengan pendekatan deskriptif-analitis artikel ini mendapatkan hasil bahwa kitab tersebut ditulis oleh Abdul Rauf al-Singkili ketika beliau menjabat sebagai mufti Kesultanan Aceh, dan tidaklah didapatkan alasan konkret mengenai latar belakang penulisan kitab tafsir ini. Kitab ini ditulis dengan gaya tart?b mu??afi dan bersumber bi al-ra`yi serta memakai metode tahlili. Rujukan yang digunakan dalam tafsir ini adalah tafsir al-Bai??wi, tafsir Jalalain, tafsir al-Kh?zin, tafsir Tsa’labi, Man?fi’ al-Qur`?n dan al-Nih?yah. Adapun kandungannya mencakup tafsir itu sendiri, keutamaan surat, asbabun nuzul, nasikh-mansukh, qiraat, israiliyyat, dan masalah fiqh. Kitab yang menggunakan bahasa Arab-Jawi ini juga memberikan kemudahan kepada pembaca dengan menyertakan kata kunci. Sehingga bagi pembaca dan peneliti sangat bagus apabila memperhatikan kata-kata kunci tersebut. Dan kata kunci itu dihubungkan dengan konten-konten tersebut. di antara kata-kata kunci itu adalah “qishah, kata, kata mufassir, adapun, dan adapun, bermula, ya’ni, tanbih, bayan, dan faedah”.
Prinsip-Prinsip Dasar Hukum Islam Perspektif Al-Quran Nur Saniah Nur Saniah
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1077

Abstract

Hakikat agama Islam bertujuan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, maka hukum Islam dapat diterapkan dalam semua masa, untuk semua bangsa karena di dalamnya terdapat cakupan yang begitu luas dan elastisitas untuk segala zaman dan tempat. Kajian ini memformulasikan prinsip-prinsip dasar hukum Islam perspektif al-Qur’an, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research yaitu mencari data-data yang berkaitan dengan penelitian berupa al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan buku-buku, jurnal-jurnal dan dokumen-dokumen yang bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan konten analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep prinsip-prinsip dasar hukum Islam dalam memperkuat pernyataan bahwa Islam itu adalah sebuah the way of life untuk seluruh alam. Prinsip sebagai suatu kebenaran universal yang inheren didalam hukum Islam dan menjadi titik tolak pembinaannya; prinsip yang membentuk hukum dan setiap cabang-cabangnya. Beberapa prinsip dasar hukum Islam secara umum antara lain Prinsip tauhid, Prinsip keadilan, Prinsip amar ma’ruf nahi munkar, Prinsip kebebasan, Prinsip kesamaan, Prinsip gotong royong, Prinsip toleransi, Prinsip musyawarah
Antropologi Minang Dalam Perspektif Al-Qur’an: Kajian Sistem Keturunan Materilinial Muhammad Taufiq
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1129

Abstract

This research is about matrilineal in the Minangkabau community from the perspective of the Qur'an. This research was made in order to answer the impression of differences in normative values in the Minangkabau custom with the reality found in the Minang community. In the debates of scientists there are those who agree or reject and some even agree with the record of matrilineal norms if they are associated with the Qur'an. The purpose is to find out how the Qur'an views the concept of Matri. The object of this study, anthropological value in the matrilineal concept adopted by the Minang tribe when viewed from the Qur'an. This research is a library reseach or library research. Data sources consist of primary sources such as the tafsir al-Maraghi, Ibn Katsir, Tafsir alMuyassar and Tafsir Hamka. Meanwhile, secondary data from books and journals as well as blogs about Anthropology and Minang culture are related to this research. The conclusion in this study is that the concept of matriarchate in the Minang tribe is not contrary to the universal values brought by the Qur'an and the concept of the Basandi Syarak custom, syarak basandi kitabullah is embodied in Minang society and is in line with the Qur'an.
Keistimewaan Tikrar Al-Qur'an Alwin Tanjung Tanjung
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1136

Abstract

This research examines analytically about tikr?r or repetition of verses in the Koran. This thesis is an answer to some people who do not like the Koran where they think that the repetition of verses contained in the Koran is something that is not systematic. This research uses a type of qualitative research where the data comes from the library (Library Research) which includes primary and secondary data. Then, the discussion in this study is descriptive-analytical in nature, namely by explaining the concept of tikr?r in the Qur'an. The results of this study are: In terms of terminology, it can be concluded that the definition of al-tikrar in the Qur'an is the repetition contained in the Qur'an in the form of recitations, verses, or certain topics such as: stories of the prophets; discussion of heaven and hell; glad tidings and warnings, as well as the repetition of verses or letters, with specific purposes, which is a form of I'jaz al-Qur`an, in terms of style of language and content of meaning. In general, the phenomenon of al-tikrar in the Qur'an is divided into two types, namely repetition of pronunciation and meaning (tikrar al-lafdz wa al-ma'na) and repetition of meaning only, without pronunciation (tikrar al-lafdz duna al- ma'na). The functions of al-tikrar in the Qur'an include li al-taqrir (determination and affirmation) li al-ta`kid (strengthening meaning), li al-ta'zhim (glorifying), li al-tahwil (giving an overview bad and scary).
ANALISI KOMPETENSI PENDIDIK DALAM TAFSIR AL MISHBAH Q.S. AL MUJADILAH AYAT 11 muhammadiqbalhafiz
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i1.1259

Abstract

The many problems that occur in the world of education which result in not achieving educational goals are something that must be considered so that it is reviewed how problems in the world of education can be overcome. One factor that is the center of attention is the quality of the educators. This study aims to explain how the competence of educators contained in surah Al Mujadilah verse 11 is based on the explanation from the Al Misbah interpretation book with the aim that educators will be able to have competence in carrying out their duties as educators. In this study, researchers used qualitative methods, in which researchers presented discussions in journals by providing explanations from various literature. The type of research chosen is the library research method. The results of this study explain the four educator competencies that must be possessed by every educator when carrying out their profession based on the perspective of the Qur'an. These competencies are considered important in advancing the world of education to create a generation that has a high intellect and good character. Because the good side of students will emerge through the education provided by educators. An educator is a role model for his students, therefore to achieve the goals of learning starts from preparing himself as an educator who has competence in imparting knowledge to his students.
Riba dan Bunga Bank dalam Hermeneutika Al-Qur’an : (Analisis Double Movement Theory) Robiatul Adawiyah; Muhammad Iqbal Hidayat; Yusuf Hadi Wijaya; Muhammad Khozinul Afkari; Ade Naelul Huda
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i1.1282

Abstract

Riba and bank interest are complex issue that have never been fully investigated. The issue needs to be deeply studied when the definition of riba is confronted by bank interest. This study aims to describe abaut riba and bank interest on Fazrul Rahman perspective in social-historical context. He has the interpretation method that called "double movements theory. The result of the study will be describe abaut how riba and bank interest is understood as it's Quan verses are revealed on his interpretation perspectiveBeside, the low of bank interest on Fazrul Rahman perspective.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM IBADAH PUASA BERDASARKAN Q.S. AL-BAQARAH AYAT 183 (KAJIAN TAFSIR AL-MISBAH Khairunnisa; Muhammad Alfiansyah; Aulia Rahmad; Nisca Nadya Permata Gea
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i1.1289

Abstract

Abstrak: Modernisasi membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan kajian tafsir Al-Misbah, esai ini berusaha untuk mengetahui makna pendidikan karakter melalui puasa sebagaimana tertuang dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183. Pendekatan tahlily digunakan untuk menginterpretasikan ayat-ayat dalam penelitian ini bersamaan dengan penelitian literature review. Dengan demikian, dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa puasa mengandung berbagai nilai pendidikan karakter, seperti nilai religius, nilai kejujuran, nilai sabar, nilai kedisiplinan, dan nilai syukur. Orang berharap bahwa puasa akan membantu mereka mengembangkan lebih banyak ketakwaan dan keimanan. Kata kunci: Karakter, Pendidikan, Puasa
MEMBACA ULANG PERMASALAHAN MUH?ALLIL DALAM AL-BAQARAH [2]: 230 (SEBUAH ANALISIS TAFSIR MAQ??IDI AL-TA?R?R WA AL-TANW?R ) Mufida Ulfa Mufida Ulfa
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i1.1296

Abstract

The problem of mu?allil is quite an interesting problem, because in mu?allil practice there is what is known as mu?allil engineering. In responding to this, the scholars differed slightly in opinion, there were a few who allowed it, with enough permission. Seeing this, the author feels interested in examining more deeply the purpose and wisdom of the requirement of mu?allil in three divorces. To examine these goals and wisdom, the author traces through the book of commentaries al-Ta?r?r wa Tanw?r by Ibn Asyur, namely a scholar who focuses on Maq??id al-Syar?'ah. This type of research is descriptive qualitative with a focus on library research in which the object of study is the book al-Tahr?r wa al-Tanw?r by Ibn 'Asy?r using the content analysis method, namely analyzing the content of Ibn Asyur's description/interpretation in the book Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir The results of this study are that the goals and lessons of mu?allil are as follows, first, is a preventive measure so that husbands do not take the issue of divorce lightly. Second, so that the husband does not treat his wife arbitrarily, does not belittle her and make her a toy in her home. Third, as an 'iqab or torture for a husband who belittles his wife's rights, because the husband will feel tormented knowing that his wife, who is still loved, is slept with by another man. Fourth, as a lesson for husbands, so that they are aware of the difficulty of marrying a woman who is in another man's marriage so that it is not easy to divorce.

Page 12 of 13 | Total Record : 129