cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
farmasi@unsika.ac.id
Editorial Address
HS. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang Barat, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v3i2.8034
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science merupakah media untuk publikasi ilmiah mengenai aspek farmasi, medis dan kesehatan. PharmaCine diterbitkan 2 kali dalam setahun sebagai wadah untuk mahasiswa, farmasis, tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam update keilmuan dan bahan literatur ilmiah. PharmaCine mempublikasikan artikel meta analisis, artikel penelitian, artikel review, dan laporan kasus. Artikel yang masuk diperiksa oleh mitra bestari (peer-reviewed) yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Ruang Lingkup: Ruang lingkup Jurnal PharmaCine meliputi aspek farmasi, medis dan kesehatan dengan topik sebagai berikut: Farmakologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinik, Teknologi Farmasi, Farmasi Herbal, Farmasi Sosial , Manajemen Farmasi, Biokimia Klinik, Farmakogenetik, Kimia Farmasi, Biologi Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)
Articles 69 Documents
Aktivitas Antioksidan Sediaan Nutrasetikal Gummy Candy dari Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Pektin Oktriyanto, Aldila Fajar; Ramadhani, Untia Kartika Sari; Karim, Dewi Damayanti Abdul
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10078

Abstract

Latar Belakang: Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif flavonoid dan acetogenin memiliki manfaat sebagai antioksidan. Formulasi gummy candy membutuhkan bahan gelling agent yang termasuk ciri khas gummy candy untuk mendapatkan sifat fisik dan stabilitas yang baik. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin dan pektin terhadap sifat fisik dan stabilitas, mengetahui nilai aktivitas antioksidan IC50, dan mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap sediaan nutrasetikal gummy candy dari rebusan daun sirsak (Annona muricata L.). Metode: Formulasi gummy candy dibuat dengan variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada F1, F2, dan F3 berturut-turut 25:5; 20:10; dan 15:15. Evaluasi dilakukan dengan uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, pH, elastisitas, stabilitas, hedonik, dan antioksidan. Secara keseluruhan uji organoleptik dihasilkan warna jingga, beraroma essence sirsak, rasa manis dan manis asin, kenyal dan tidak kenyal. Hasil: evaluasi terhadap sediaan gummy candy menunjukkan bahwa elastisitas sebesar 1.16-1.53 cm, pH 5.263-5.293, dan keseragaman bobot yang sesuai, namun kadar air melebihi persyaratan yaitu 26.566-26.666 (>20%). Selama pengujian stabilitas terjadi perubahan elastisitas dan kadar air. Berdasarkan hasil uji hedonik, didapatkan F1 paling disukai pada parameter tekstur dan rasa sedangkan F2 paling disukai pada parameter warna dan aroma. Hasil uji antioksidan gummy candy menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 13.929. Kesimpulan: variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada tiap formula memengaruhi elastisitas, kadar air, dan stabilitas sediaan gummy candy.
Uji Efektivitas Ektrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran Nurwahida, Nurwahida; Fatimah, Fatimah; Ridwan, Asriyani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10096

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Staphylococcus Aureus adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti penyakit infeksi kulit. Bakteri Staphylococcus Aureus merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik sehingga menimbulkan masalah tersendiri daun pandan wangi yang dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran. Metode: experimental laboratory, menggunakan desain true experiment laboratory. Ekstrak daun pandan wangi diperoleh dengan menggunakan metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam beberapa konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif amoxilin dan kontrol negatif aquades. Dilanjutkan dengan metode difusi sumuran untuk menguji daya hambat, lalu hasil yang didapatkan diolah menggunakan uji SPSS menggunakan oneway anova. Hasil: penelitian uji daya hambat ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi 20% menghambat sebesar 3.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 40% menghambat dengan sebesar 4.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 60% dapat menghambat sebesar 4.83 mm kategori lemah, pada konsentrasi 80% menghambat sebesar 5.3 mm kategori lemah, dan pada konsentrasi 100% dapat menghambat sebesar 6.3 mm kategori sedang. Kesimpulan: ekstrak daun pandan wangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada semua konsentrasi.
Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisia Daun Pepaya (Carica papaya L.) Khairunnisa, Alifa; Amelia, Andina Reza; Fikriyan, Fatikhah
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8302

Abstract

Latar Belakang: Daun pepaya merupakan herbal alamiah yang efektif untuk mengatasi persoalan kesehatan dalam berbagai jenis penyakit. Daun pepaya memiliki banyak khasiat zat aktif yang bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, anti-inflamasi, antiplasmodial, antikanker, dan mengurangi katalisis reaksi dari lemak. Tujuan: Penelitian daun pepaya dilakukan untuk melihat dan mengkaji karakteristik parameter spesifik, non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik pada komposisi senyawa simplisia daun pepaya. Metode: Simplisia daun pepaya melewati tujuh fase uji karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik mulai dari uji ukuran partikel, pengukuran kadar susut pengeringan, pengukuran kadar air, pengukuran kadar abu total, pengukuran kadar sari larut air, pengukuran kadar sari larut etanol, dan pengukuran kadar ekstraksi rendemen. Skrining fitokimia spesifik yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan triterpenoid digunakan sebagai uji untuk menelaah senyawa metabolit sekunder pada simplisia daun pepaya. Hasil: Analisis skrining fitokimia spesifik dibuktikan bahwa daun pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan triterpenoid. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (17,15%), kadar air (9,95%), kadar abu total (10,6%), kadar sari larut air (86,6%), kadar sari larut etanol (3,6%), dan rendemen (4,04%) hasil analisis didukung oleh fakta. Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia dan parameter spesifik telah memenuhi standar kualifikasi yang sah, sedangkan uji karakteristik parameter non-spesifik mendapat hasil negatif pada analisis pengukuran kadar sari larut etanol. Sehingga, hasil belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Analisis Mutu dan Uji Metabolit Sekunder dalam Simplisia Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Kania, Michelle; Afifah, Salwa Aulia; Kireina, Tafani Ayu
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8303

Abstract

Latar Belakang: Jinten hitam (Nigella sativa L.) tanaman herbal berasal dari daerah medaterania dengan family Ranunculaceace. Tanaman ini memiliki banyak khasiat seperti antioksidan, antiinflamasi dan antidiabetes. Budidaya tanaman jinten hitam membutuhkan tanah yang memiliki kadar nitrogen baik. Tujuan: mengetahui proses pengujian mutu dan metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia biji jinten hitam. Metode: Simplisia biji jinten hitam melalui uji karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik Hasil: Analisis skrining fitokimia dibuktikan bahwa biji jinten hitam mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, kuinon, terpen, dan fenolat. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (6.95%), kadar air (11.11%), kadar abu total (51.05%), kadar sari larut air (62.93%), dan kadar sari larut etanol (3.5%). Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia dan parameter non spesifik mendapatkan hasil yang belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Uji Simplisia Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Zahidin, Imam; Rayhan, Mohammad; Malteda, Paskalina
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8332

Abstract

Latar Belakang: Tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanii) di indonesia telah dikenal di pasar  internasional. Sebagian besar kebutuhan kulit kayu manis di dunia di pasok dari indonesia. Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara sebagai salah satu penghasil kulit kayu manis terbesar di Indonesia. Tanaman kayu manis di daerah ini adalah jenis Cinnamomum burmanii yang dalam dunia perdangangan dikenal dengan casiera vera. Tanaman kayu manis banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah kulit batangnya. Tujuan: Penelitian kulit kayu manis dilakukan untuk melihat dan mengkaji karakteristik parameter spesifik, non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik pada komposisi senyawa simplisia kayu manis. Metode: Simplisia kulit kayu manis diuji terhadap karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan fenolik. Hasil: Analisis skrining fitokimia spesifik dibuktikan bahwa kulit kayu manis mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan fenolik. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (11%), kadar air (17.64%), kadar abu total (13.4%), kadar sari larut air (5.5%), dan kadar sari larut etanol (5.1%). Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia telah memenuhi standar kualifikasi yang sah, sedangkan uji karakteristik parameter non-spesifik mendapat hasil negatif pada analisis pengukuran kadar air, kadar abu total, dan kadar sari larut etanol. Sehingga, hasil belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Review Jurnal: Pemanfaatan Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Sebagai Pengobatan Tradisional di Indonesia Haryanto, Felicia Karyn; Jesica, Imelda Angie; Arafi, Andika Razzak; Pranasti, Ernestine Arianditha; Rosa, Dela
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8714

Abstract

Latar Belakang: Berbagai jenis tumbuhan seringkali digunakan sebagai pengobatan. Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan adalah daun salam. Tumbuhan salam merupakan tumbuhan endemik umum di seluruh Indonesia yang daunnya banyak digunakan dalam berbagai sediaan dan obat tradisional. Daun salam mengandung metabolit sekunder yang memiliki banyak efek farmakologi untuk mengatasi berbagai penyakit. Tujuan: dibuat untuk mengumpulkan informasi ilmiah mengenai penggunaan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai tumbuhan obat dalam pengobatan penyakit-penyakit di Indonesia, juga untuk mengevaluasi hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai efek daun salam terhadap berbagai penyakit. Metode: studi literatur berjumlah 20 – 30 sumber dari jurnal-jurnal nasional yang terakreditasi SINTA 1 hingga 5. Hasil: Daun salam yang diteliti dan dilaporkan memiliki kandungan metabolit sekunder antara lain golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak etanol daun salam, serta alkaloid, tanin, fenol, saponin dan minyak atsiri yang terdapat pada infusa daun salam. Daun salam memiliki aktivitas antihipertensi, antiinflamasi, antioksidan, obat hiperkolesterolemia, obat asam urat, analgesik dan antimikroba.. Kesimpulan: Hasil studi literatur menunjukkan bahwa daun salam memiliki senyawa metabolit sekunder yang mengakibatkan adanya aktivitas farmakologis.
Formulasi dan Uji Aktivitas Krim Antibakteri Ekstrak Ethanol Jahe Gajah (Zingiber offcinale Rosc.) Terhadap Staphylococcus aureus Aqsyal, Muhammad; Mardiyanti, Siti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9035

Abstract

Latar Belakang: Jahe gajah mengandung senyawa flavanoid, alkaloid, terpenoid, dan fenolik yang memiliki sifat antibakteri salah satunya terhadap bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi pada kulit Tujuan: memformulasikan sediaan krim dari ekstrak Jahe Gajah yang memiliki aktivitas antibakteri Metode: Sampel jahe gajah diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya formulasi dan evaluasi krim dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran Hasil: sediaan krim ekstrak jahe gajah dengan variasi konsentrasi asam stearat 17.5% menunjukkan zona hambat sebesar 6,4 mm, kontrol negatif DMSO 2% tidak menunjukkan zona hambat berbeda dengan kontrol positif klindamisin yang menunjukkan zona hambat Kesimpulan: krim ekstrak jahe gajah memiliki sifat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
Analisis Pengetahuan Warga Desa Cikuya terhadap Getah Daun Yodium (Jatropha multifida L.) untuk Menyembuhkan Luka Wijaya, Angga Agustia; Arianti, Varda
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9717

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan keadaan jaringan yang rusak oleh benda tajam, benda tumpul, kimiawi, listrik, radiasi, dan gigitan hewan. Proses penyembuhan luka bisa dipercepat dengan menggunakan obat tradisional salah satunya adalah tanaman daun yodium (Jatropha multifida L). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah Desa Cikuya terhadap khasiat tanaman daun yodium (Jatropha multifida L) sebagai  luka. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan studi lapangan dengan mengguanakan teknik Dokumentasi dan Angket (Kuesioner). Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menggunakan nilai data berbentuk persentase dengan metode uji validasi dan uji reliabilitas, data persoal berbentuk persentase dan dihitung menggunakan skoring guttman akan terjadi hasil seberapa pengetahuan masyarakat Desa Cikuya. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan warga Desa Cikuya RT 02 dan RT 03 terhadap getah daun yodium (Jatropha multifida L) untuk menyembuhkan luka sebesar 73,06% dan masuk kedalam kategori cukup dalam memahami tanaman tersebut.
Analisis Pengetahuan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Hermina terhadap Efektivitas Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Jayadi, Rernaldi Sebastian; Arianti, Varda
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 1 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9721

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus pada manusia diantaranya keracunan makanan, toxic shock syndrome, tuberculosis, dan thypoid fever. Pengobatan antibakteri pada umumnya dengan menggunakan antibiotik. Namun, pemakaian antibiotik yang menyebabkan kejadian resistensi pada manusia. Mahasiswa masih banyak yang belum mengetahui cara pemanfaatan daun sirih hijau sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengetahuan tanaman daun sirih hijau sebagai antibakteri staphylococcus aureus. Salah satu tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan dan memiliki bahan aktif yang bekerja sebagai antibakteri yaitu daun sirih hijau. Tujuan Penelitain: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tanaman daun sirih sebagai antibakteri Staphylococcus aerus kepada mahasiswa politeknik kesehatan hermina. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan teknik dokumentasi dan angket berupa google form (Kuesioner). Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian berbentuk persentase dengan metode uji validasi dan reliabilitas, hasil kuesioner dihitung menggunakan skoring guttman. Kesimpulan: Sehingga didapat tingkat pengetahuan prodi D-III farmasi dan D-IV teknologi laboratorium medik politeknik kesehatan hermina terhadap efektivitas daun sirih hijau sebagai antibakteri Staphylococcus aureus menunjukan hasil rata-rata persentase lebih tinggi D-III farmasi dengan hasil 76,95% dengan kategori baik sedangkan D-IV teknologi laboratorium medik dengan hasil 71,71% dengan kategori cukup.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria alba) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 Kasmira, Kasmira; Fatimah, Fatimah; Suswani, Andi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.10446

Abstract

Latar Belakang: Streptococcus mutans dapat menyebabkan penyakit seperti suparatif dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini satu jenis bakteri resistensi terhadap antibiotik karena itu menjadi masalah unik. Daun kamboja (Plumeria alba) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering terjadi di indonesia yang bermanfaat sebagai obat, mengandung seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan metabolit sekunder yang hidup minyak atrisi yang bersifat antimikroba karenanya masyarakat mulai menggunakan bahwa pilihan lain lain yaitu menggunakan tanaman herbal yang yang ada disekitar seperti daun kamboja untuk meminimalisir dan penggunaan antibiotik dan untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek menghentikan ekstrak daun kamboja terhadap perkembangan bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Metode: Studi ini adalah penelitian eksperimen. Dimana Ekstrak daun kamboja menggunakan difusi sumuran yang kemudian diberikan dalam berbagai perlakuan konsentrasi, termasuk 60, 80 dan 100 persen, dengan kontrol positif. ciprofloxacin aquades sumuran untuk mengevaluasi kekuatan hambat ekstrak daun kamboja hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic dengan metode One Way Anova. Hasil: Hasil dari penelitian mengatakan ekstrak daun kamboja dengan aktivitas lemah hingga sedang, dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Dan hasil dari Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing Data didistribusikan dengan normal yang memenuhi persyaratan untuk uji One Way Anova, dan hasil yang dihasilkan menunjukkan nilaii p≤0,001 sehingga paling tidak terdapat rerata bermakna antar kelompok data. Kesimpulan: Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ekstrak daun kamboja dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kamboja, Streptococcus mutans ATCC 25175, Antibiotik