cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
farmasi@unsika.ac.id
Editorial Address
HS. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang Barat, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v3i2.8034
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science merupakah media untuk publikasi ilmiah mengenai aspek farmasi, medis dan kesehatan. PharmaCine diterbitkan 2 kali dalam setahun sebagai wadah untuk mahasiswa, farmasis, tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam update keilmuan dan bahan literatur ilmiah. PharmaCine mempublikasikan artikel meta analisis, artikel penelitian, artikel review, dan laporan kasus. Artikel yang masuk diperiksa oleh mitra bestari (peer-reviewed) yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Ruang Lingkup: Ruang lingkup Jurnal PharmaCine meliputi aspek farmasi, medis dan kesehatan dengan topik sebagai berikut: Farmakologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinik, Teknologi Farmasi, Farmasi Herbal, Farmasi Sosial , Manajemen Farmasi, Biokimia Klinik, Farmakogenetik, Kimia Farmasi, Biologi Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)
Articles 69 Documents
Studi Literatur : Analisis Kadar Kalium Pada Makanan Dan Minuman Sakina, Irene Virda; Aprida, Cantika Dewi Berliana; Andini, Syfa Dwi; Utami, Marsah Rahmawati; Nurfadhila, Lina
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7938

Abstract

Latar Belakang : Kalium adalah salah satu unsur-unsur mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah tertentu disamping kalsium, fosfor, besi, magnesium, sulfur, natrium dan klor. Jika kekurangan kalium dalam tubuh manusia menyebabkan abnormalitas metabolisme terutama pada usia dini, gangguan pertumbuhan seperti tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Tujuan: menganalisis kadar kalium pada buah, sayur dan ikan. Metode: literature review pencarian literature acuan dengan menggunakan database yaitu google scholar, dan research gate. Dengan literatur artikel yang dipakai ke dalam penelitian merupakan literature yang terbit pada 10 tahun terakhir (2012-2022) yang berkaitan dengan Analisis kadar kalium pada makanan dan minuman Hasil: penelitian pengujian pada kadar kalium pada makanan ataupun minuman dengan menggunakan spektrofotometri dengan menunjukan hasil yang baik dan sesuai dengan hasil yang didapatkan. Walaupun metode lain juga dapat digunakan untuk melalukan pengujian kadar kalium pada makanan dan minuman. Kata kunci : Kalium, Makanan, Minuman
Studi Literatur : Kandidat Obat Baru Dan Target Kerja Obat Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Aribowo, Audi Ichsani; Urbaningrum, Lestari Mahardika; Sa'adah, Cantika Nurul; Nur Annisa, Bunga; Sary, Nena Vauziah; Lubis, Christina Febiola; Nurfadhila, Lina; Utami, Marsah Rahmawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7973

Abstract

Latar Belakang: Systemic lupus erythematosus (SLE) ialah penyakit dengan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, terutama dalam imunitas seluler dan humoral. SLE terjadi pada individu dengan predisposisi genetik, terutama pada gen HLA yang dipicu oleh faktor lingkungan. Pada kebanyakan kasus, SLE muncul akibat efek dari banyak varian gen. Ada banyak golongan obat yang biasa digunakan untuk pengobatan SLE seperti kortikosteroid, imunosupresan, NSAID, atau antibodi monoklonal spesifik yang diarahkan terhadap reseptor permukaan sel atau sitokin  Tujuan: memberikan gambaran dan informasi terkini tentang kandidat obat baru dan target kerja obat penyakit lupus. Metode: studi tinjauan pustaka dari Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil target kerja obat tersebut melalui tiga jenis penelitian berupa in vivo, in vitro, dan in silico. Berdasarkan tinjauan pustaka yang sudah dilakukan, terdapat beberapa target kerja obat pada penyakit lupus/SLE yaitu reseptor PI3Kδ, Enzim NF-κB inducing kinase, IFN-γ, IL-3, TNF-α, TP53, VEGFA, IL6, CD4, CCR1, JAK2, XRCC5, XRCC6, RB1, MYC, TP53, IL-1 alpha, IL-5, IL-6, IL-17, Limfotoxin-alpha, IL-21, TLR7, TLR9, CAPS3, STAT3, STAT1, IFNα, FcγR2A, CD22, CD20. Lalu untuk hasil beberapa kandidat obat baru terdapat pada ekstrak daun Bryophyllum pinnatum, curcumin, Langchuangding, Hedyotis diffusa Willd, dan BIIB059. Semua target atau kandidat senyawa pengobatan lupus yang diteliti memiliki hasil yang baik untuk pengobatan lupus. Kata Kunci : Kandidat Obat Baru, Target Kerja Obat, Systemic Lupus Erythematosus.
Studi Literatur : Standarisasi Senyawa Alfa Mangostin Mierza, Vriezka; Sakinah, Irene Virda; Iskandar, Putri Mutiara; Irwansyah, Silvana Lestari; Aisiyah, Adella; Nailuvar, Regita
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7977

Abstract

Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman senyawa golongan xanton yang memiliki aktivitas antijamur, antibakteri, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan. Derivat xanton yang merupakan senyawa bioaktif utama dan menjadi mayor compound dalam tanaman manggis yaitu α – Mangostin. Selain pada buah manggis α – mangostin terdapat juga pada tanaman lain salah satunya asam kandis (Garcinia cowa Roxb. ex Choisy) yang termasuk senyawa paling banyak terdapat genus Garcinia. Tujuan dari review artikel ini yaitu dengan memberikan informasi dan wawasan mengenai α – mangostin serta ingin melakukan penelesuran mengenai penetapan kadar α – Mangostin dengan metode ekstraksi menggunakan beberapa metode dan identifikasi pemurnian. Metode yang digunakan dalam review ini berdasarkan hasil studi literatur menggunakan artikel yang telah dicari pada google scholar dengan rentang 2012 – 2022. Setiap jurnal yang digunakan memiliki hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode dan jenis sample yang berbeda namun tetap mengandung α – mangostin namun dalam kadar yang berbeda. Kata kunci : α – mangostin, Garcinia mangostana L, xanton, ektraksi, isolasi.
Studi Literatur : Molekular Docking Senyawa Anti Covid-19 terhadap Enzim 3c-Like Protease Berliana, Cantila Dewi; Rahmawati, Nurma Dwi; Nailuvar, Regita; Anggraini, Sridevi; Andini, Syfa Dwi; Nurfadhila, Lina
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.8034

Abstract

Latar Belakang : Organization (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020). COVID-19 menyebar dengan cepat melalui transmisi kontak, aerosol, dan droplet). SARS-CoV-2 adalah virus beta-korona yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas (yaitu sinus, hidung, dan tenggorokan) dan saluran pernapasan bagian bawah (yaitu tenggorokan dan paru-paru). Pasien biasanya mengalami gejala mulai dari ringan hingga berat yang mengancam jiwa, termasuk batuk, sakit tenggorokan, demam, dispnea, kelelahan, diare, sindrom gangguan pernapasan akut, sepsis dan syok septik Tujuan: mengetahui interaksi senyawa anti virus dengan enzim papain-like protease pada covid-19 melalui penambatan molecular untuk memprediksi sifat makromolekul protein Metode: studi literatur. Hasil: beberapa tumbuhan memiliki sifat anti covid, 9 senyawa uji anti virus yang di docking dengan enzim Papain-like protease menghasilkan senyawa uji terbaik yaitu umifenovir. Catechin gallat (CG) memiliki score docking -11,407 dan epicatechin gallat (ECG) memiliki score docking -111.391. Kedua senyawa ini memiliki potensi sebagai alternative pengganti remdesivir dalam menghambat main protease SARS-CoV-2. Kata Kunci : Anticovid-19, Molecular docking, covid.
Studi Literatur : Analisis Kandungan Pengawet Formalin Pada Makanan yang Terjual di Pasaran Nurfadhila, Lina; Utami, Marsah Rahmawati; Aisiyah, Adella; Salsabilla, Diva Rizqi; Irwansyah, Silvana Lestari
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.8040

Abstract

Penambahan bahan tambahan pangan diperbolehkan untuk digunakan jika bahan tersebut memenuhi batas standar yang telah ditentukan dan tidak berbahaya bagi konsumen. Formalin adalah salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang oleh pemerintah. Formalin yang terkandung dalam makanan dapat berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Berbagai bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat banyak ditemukan mengandung formalin. Tujuan: untuk menganalisis kandungan formalin dan tingkat cemarannya pada makanan yang terjual di Pasaran. Metode: Literature review dengan menggunakan database yaitu google scholar, dan research gate mengenai penelitian terkait makanan yang mengandung formalin. Metode pada beberapa penelitian menggunakan analisis kualitatif yaitu metode asam kromatofat, pereaksi Tollens, KMnO4, pereaksi Schiff, pereaksi Fehling dan uji KIT formalin. Sedangkan untuk analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofometri. Hasil: menunjukkan bahan pangan seperti mie basah, tahu, bakso dan aneka jenis ikan bahkan buah-buahan banyak mengandung formalin didalamnya agar makanan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat membusuk. Kesimpulan: didapatkan banyaknya produsen yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan agar makanan yang dijual tetap terlihat menarik, tahan lama dan ekonomis. Namun, hal tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan konsumen sehingga penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan harus dihentikan. Kata Kunci : Formalin, Makanan, Pasar
Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus pada Feces Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba B, Artika; Ridwan, Asriyani; Islawati, Islawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10073

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah salah satu masalah kesehatan akibat kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pada anak balita. Banyak faktor penyebab terjadinya stunting salah satunya karena adanya infeksi cacing, faktor ekonomi, dan ketidak tahuan mengenai kecukupan gizi pada balita. Infeksi kecacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi atau stunting karena semua nutrisi yang masuk kedalam tubuh akan diserap oleh cacing jenis nematoda usus soil transmited helmint sehingga akan membuat pertumbuhan mental dan fisik anak terganggu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaaan telur cacing nematoda usus pada feces balita stunting yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode flotasi atau metode pengapungan terhadap 36 sampel feces balita stunting. Hasil: hasil pemeriksaan telur cacing nematoda usus terhadap balita stunting di wilayah kerja puskesmas ponre kecamatan gantarang kabupaten bulukumba diperoleh sebanyak 13 (36.1%) feces balita stunting positif terinfeksi telur cacing nematoda usus soil transmited helminth jenis Ascaris lumricoides dan Trichuris Trichura, serta sebanyak 23 (63.9%) sampel negatif terinfeksi telur cacing nematoda usus soil transmirted helminth. Kesimpulan: dari 36 sampel feces yang dilakukan pemeriksaan didapatkan 13 (36.1%) positif dan 23 (63.9%) negatif terinfeksi kecacingan.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Protein Urine dengan Menggunakan Metode Carik Celup, Asam Sulfosalisilat 20%, dan Asam Asetat 6% Wahyuni, Sri; Ridwan, Asriyani; Asnidar, Asnidar
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10074

Abstract

Latar Belakang: Urin merupakan cairan sisa yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai bagian dari proses urinalisa. Pemeriksaan protein dalam urin adalah salah satu komponen yang penting dalam pemeriksaan rutin urin untuk membantu dalam diagnosis gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hasil pemeriksaan protein urin menggunakan tiga metode berbeda, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan hasil antara ketiga metode tersebut. Metode: Dalam penelitian ini, digunakan tiga metode berbeda untuk pemeriksaan protein urin, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Hasil: Dari 30 sampel yang diuji menggunakan masing-masing metode, ditemukan bahwa 25 sampel (83.3%) menunjukkan hasil negatif protein urin, sementara 5 sampel (16.7%) menunjukkan hasil positif protein urin. Kesimpulan: Berdasarkan analisis data dengan uji chi square dan nilai p-value (P>0.05), dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan protein urin menggunakan metode carik celup, asam sulfosalisilat 20%, dan asam asetat 6%. Kata Kunci: Protein Urin, Carik Celup, Asam Sulfosalisilat 20%, Asam Acetat 6%
Gambaran Paparan Sisa Pestisida Pada Kacang Panjang (Vigna Sinensis) yang Dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Menggunakan Metode Pestisida Test Kit Haerani, Haerani; Salnus, Subakir; Safruddin, Safruddin
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10075

Abstract

Latar Belakang: Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan atau membasmi hama. Pestisida digunakan secara luas di bidang pertanian untuk membasmi dan mengendalikan serangga atau digunakan pada penyemprotan pada tanaman salah satunya pada kacang panjang. Kacang panjang merupakan salah satu tanaman yang rentang terserang hama, untuk membasmi hama tersebut maka dilakukan peyemprotan pestisida yang nantinya akan meninggalkan residu yang mengakibatkan keracunan maupun gangguan kesehatan pada tubuh. Penyemprotan pada tanaman dilakukan saat tanaman berumur 8 hari, jika pada tanaman kacang panjang pendapat dari salah satu petani penyemprotan dilakukan setiap selesai panen tergantung dari petani, ada yang panen lalu dilakukan penyemprotan kemudian besoknya panen lagi, ada juga yang panen 2 kali sepekan. Tujuan: mengetahui paparan sisa pestisida terhadap kacang panjang (Vigna sinensis) yang dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba menggunakan metode Pestisida Test Kit. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pemeriksaan paparan pestisida menggunakan metode pestisida test kit dimana sampel digunakan sebanyak 16 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil: pemeriksaan paparan sisa pestisida pada 16 sampel ditemukan positif (+) (100%) mengandung paparan pestisida organofosfat. Kesimpulan: diketahui adanya paparan sisa pestisida pada kacang panjang yang dijual di pasar tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.
Gambaran Personal Hygiene dan Kecacingan Pada Pengrajin Batu Merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Aina, Nur; Islawati, Islawati; Novriani, Andi Harmawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10076

Abstract

Latar Belakang: Kecacinganl merupakanl salahl satul penyakitl berbasisl lingkunganl yang lmenjadil masalahl bagil kesehatanl masyarakatl. Salahl satul faktorl yangl mempengaruhi linfeksil kecacinganl inil ialahl memilikil Personall hygienel yangl burukl. Kecacinganl ini ldisebabkanl olehl sejumlahl cacing lususl yangl ditularkanl melaluil tanahl yangl disebut lSoil Transmitted Helminths (STH). Contohnya, yaitul cacingl gelangl (Ascaris lumbricoides), cacingl cambukl (Trichuris trichiura), cacingl tambangl (Necator americanus, Ancylostoma duodenale), danl cacing benang (Strongyloides stercoralis). Tujuan: analisis gambaran antara personal   hygiene dan kecacingan pada pengrajin batu merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Metode: penelitian dilakukan secara observasi laboratories dengan menggunakanl teknikl purposivel sampling. Metode yang digunakan yaitu metode sedimentasi terhadap telur cacing dengan larutan KOH 10 %. Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja pengrajin batu merah baik pria maupun wanita sebanyak 20 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari 20 sampel bahwa yang memiliki Personal hygiene yang baik sebanyak 15 orang (75 %) sedangkan cukup baik sebanyak 5 orang (25 %) dan dari pemeriksaan kotoran kuku tangan dan kaki tidak ditemukan positif terinfeksi telur cacing 0 % (negatif). Kesimpulan: gambaran Personal hygiene dan kecacingan pada pengrajin batu merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba sudah baik.
Identifikasi Kadar Alkohol Air Rendaman Kurma Madinah (Ajwa) dengan Variasi Masa Rendaman 12 Jam, 24 Jam, dan 36 Jam Asdinar, Asdinar; Miransyah, Noor Wahyu; Adam, Adam
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 4 No 2 (2023): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10077

Abstract

Latar Belakang: Genus Arecaceae dari dovecotes pheonix menghasilkan buah yang disebut kurma. Kurma memiliki kandungan komposisi karbohidrat utama, yang meliputi kadar lemak dan protein rendah, serta belut panjang dan serat. Fermentasi spontan terjadi karena adanya kerakusan dalam air rendaman kurma. Air rendaman kurma ini dikonsumsi oleh masyarakat dengan maksimal masa rendaman 12 jam, Dan memiliki masa penyimpanan kurang dari 3 hari. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan alkohol dalam air rendaman kurma dengan variasi masa rendaman 12 jam, 24jam, dan 36 jam. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan uji kualitatif dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan alkohol dalam air Kurma Madinah (Ajwa). Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode komparatif yaitu tentang perbandingan dalam mencatat variasi. Dalam desain penelitian ini, peneliti membandingkan dua atau lebih perlakuan dari satu atau lebih variabel dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Penelitian ini Menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam air rendaman kurma dengan variasi masa rendaman 12 jam didapatkan hasil negatif (-), sedangkan pada variasi masa rendaman 24 jam, dan 36 jam didapatkan hasil positif (+). Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kadar alkohol pada rendaman 12 jam (0%), tetapi terdapat kadar alkohol pada rendaman 24 jam (0,3%), dan 36 jam (0,49%). Kesimpulan: Menurut penelitian, tidak ada kadar alkohol dalam air renddaman kurma 12 jam, namun terdapat kadar alkohol pada air rendaman kurma 24 jam, dan 36 jam, tetapi masih berada dalam batas aman. Kata Kunci :  Kurma, Air Rendaman Kurma, Alkohol