cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
farmasi@unsika.ac.id
Editorial Address
HS. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang Barat, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v3i2.8034
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science merupakah media untuk publikasi ilmiah mengenai aspek farmasi, medis dan kesehatan. PharmaCine diterbitkan 2 kali dalam setahun sebagai wadah untuk mahasiswa, farmasis, tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam update keilmuan dan bahan literatur ilmiah. PharmaCine mempublikasikan artikel meta analisis, artikel penelitian, artikel review, dan laporan kasus. Artikel yang masuk diperiksa oleh mitra bestari (peer-reviewed) yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Ruang Lingkup: Ruang lingkup Jurnal PharmaCine meliputi aspek farmasi, medis dan kesehatan dengan topik sebagai berikut: Farmakologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinik, Teknologi Farmasi, Farmasi Herbal, Farmasi Sosial , Manajemen Farmasi, Biokimia Klinik, Farmakogenetik, Kimia Farmasi, Biologi Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)
Articles 69 Documents
Hubungan Antara Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Bahrani, Bahrani; Yusuf, Kurnia; Rate, Suherman
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 2 No 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6319

Abstract

Latar Belakang: Data yang dilaporkan WHO menunjukkan bahwa sekitar 870 orang dari 7,1 milyar penduduk dunia atau 1 daru delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk, persoalan masalah gizi buruk pada balita di Kota Makassar sebanyak 2,06% atau sebanyak 2145 balita yang terdata sebagai gizi buruk di Kota Makassar di Puskesmas Layang terdapat 39 kasus gizi buruk yang telah didata oleh petugas kesehatan ataupun dari laporan masyarakat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Hasil Penelitian: Hasil analisis uji hubungan dengan uji Chi-Square mendapatkan hasil 0,000 < 0,05 atau ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000, ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,006, dan ada hubungan antara tindakan ini berupa pola asuh terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000 di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku ibu terhadap status gizi buruk balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Kata Kunci : Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Status Gizi Buruk Balita
Aktivitas Farmakologi Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) sebagai Agen Antidiare Elyyana, Nina; Oktavianti, Alfina; Alfiyah, Mutiara; Advaita, Chalisya Vanya; Ryandha, Mochamad Galuh
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7237

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan suatu masalah kesehatan yang menyebabkan angka kematian yang besar di Indonesia. Di indonesia prevalensi kasus diare terjadi peningkatan di setiap tahunnya. Diare dapat terjadi di semua kalangan baik anak balita maupun lanjut usia (lasia). Pengobatan diare dapat di lakukan secara herbal atau tradisional menggunakan dau jambu biji. Tujuan: Maka dari itu, Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi daun jambu biji sebagai antidiare. Metode: Metode yang di gunakan dalam review artikel ini yaitu studi literatur dengan mengumpulkan data eklusi maupun inklusi yang terkait manfaat dari daun jambu biji sebagai antidiare. Uji khasiat daun jambu biji sebagai antidiare dilakukan dengan pemberian ekstrak daun jambu biji pada sapi bali. Hasil: Didapatkan bahwa daun jambu biji mengandung beberapa bahan aktif antara lain tanin, flavonoid, guajaverin, leukosianidin, minyak atsiri, asam malat, damar, dan asam oksalat, tetapi hanya komponen khusus seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri, dan alkaloid yang memiliki efek farmakologi sebagai antidiare. Kata Kunci : Antidiare, Diare, Daun Jambu Biji
Identifikasi Tanin pada Tumbuh-tumbuhan di Indonesia Putria, Devy Kasih; Salsabila, Isyana; Darmawan, Shiyami Aulia Nur; Pratiwi, Eka Wulan Galuh; Nihan, Yumareta Anggun
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7238

Abstract

Senyawa metabolit sekunder tanin ialah suatu zat organik yang cukup kompleks serta terdiri atas senyawa fenolik yang terkandung pada berbagai jenis tanaman di Indonesia. Senyawa tanin dapat disebut sebagai asam galotanat atau asam tanat yang memiliki berbagai macam khasiat seperti sebagai antidiare, antioksidan, antibakteri, dan astringent. Tujuan: Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa tanin yang terkandung pada delapan spesies tanaman yang terdapat di Indonesia. Metode: Metode yang digunakan yaitu tinjauan literatur dengan teori-teori yang relevan. Kesimpulan: Hasil dari tinjauan dapat disimpulkan bahwa delapan spesies tanaman yang terdapat di Indonesia yaitu tanaman Mangrove (Sonneratia alba), Bungur Muda (Lagerstroemia speciosa Pers.), Manggis (Garcinia mangostana L.), Kelapa (Cocos nucifera L.), Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Jambu Biji (Psidium guajava L. var. Pomifera), Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd), dan Paku (Phymatodes scolopendria (Burm.) Ching) positif mengandung senyawa Tanin. Kata Kunci : Tanin, Identifikasi, Metabolit Sekunder, Tumbuhan
Hubungan Asupan Zat Gizi (Protein, Kalsium, Zink dan Vitamin D) dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Ustutun Kecamatan Wetar Barat Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2021
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7240

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Stunting adalah salah satu malnutrisi kronik yang dapat terjadi pada semua balita khususnya usia 6-23 bulan yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan. Metode: Indikator yang digunakan untuk menilai stunting yang di keluarkan World Health Organization (WHO) berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan ambang batas z-score kurang dari –2 standar deviasi (SD) dinyatakan stunting (WHO, 2021). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif observasional dengan metode cross sectional yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok stunting dengan kelompok tidak stunting. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein dan asupan kalsium dengan kejadian stunting dengan nilai hubungan yaitu nilai a=0.034 (a=<0.05) dan a= 0.046 (a=<0.05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dan asupan kalsium dengan kejadian stunting di Puskesmas Ustutun Kec. Wetar Barat Kab. Maluku Barat Daya Prov. Maluku, namun tidak ditemukan adanya hubungan antara asupan zink dan vit. D terhadap kejadian stunting. Kata Kunci : Stunting, Protein, Kalsium, Zink dan Vit. D
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Etil Asetat Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst) Isliana, Sindi; Elsyana, Vida; Ulfa, Ade Maria
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7241

Abstract

Latar belakang: Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Sumber alternatif tanaman alami yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan adalah pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst). Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak daun pepaya jepang belum banyak dilakukan. Penelitian ini akan menguji aktivitas antioksidan dari sampel daun pepaya jepang yang diekstrak dengan pelarut etanol dan etil asetat. Penggunaan kedua pelarut dipilih karena untuk mendapatkan target senyawa yang tepat sebagai antioksidan, dari senyawa yang bersifat semi polar hingga polar dalam ekstrak yang dikehendaki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat aktivitas antioksidan pada bagian daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst). Metode: Penelitian ini menggunakan pelarut etanol 96 % dan etil asetat. Simplisia daun pepaya jepang diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada kedua ekstrak daun pepaya jepang. Pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazin). Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun pepaya jepang mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Hasil berbeda didapatkan ekstrak etil asetat daun pepaya jepang negatif senyawa flavonoid. Parameter yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan adalah nilai IC50 (Inhibition Consentration 50) dengan membuat kurva hubungan antara konsentrasi dan persen inhibisi. Sehingga didapatkan nilai IC50 ekstrak etanol daun pepaya jepang 62,88 ppm (antioksidan kuat), dan ekstrak etil asetat sebesar 286,91 ppm (antioksidan lemah). Kata Kunci : Antioksidan, Cnidoscolus aconitifolius Johnst, Etanol, Etil asetat
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Ekstrak Daun Kopasanda (Chromolaena Odorata L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Fitrianti, Lisa; Oktavilantika, Dina Melia
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7242

Abstract

Latar belakang: Jerawat atau lebih dikenal dengan acne vulgaris merupakan suatu penyakit peradangan kronik dari unit pilosebasea yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman kopasanda mengandung senyawa kimia tanin, fenol, flavonoid, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari krim daun kopasanda terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan mengetahui sifat fisik sediaan krim pada hari ke 1 dan ke 14. Metode: Pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Krim diformulasikan menjadi F1 (ekstrak 7,5%), F2 (ekstrak 10%), F3 (ekstrak 12,5%) dengan kontrol positif gel klindamisin 1% dan basis krim sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil uji aktivitas antibakteri krim menunjukan semua formula memberikan daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acne kecuali kontrol negatif (basis krim). Krim dengan konsentrasi ekstrak 12,5% memberikan diameter zona hambat yang paling besar. Hasil pengujian krim setelah penyimpanan 14 hari tidak menujukan perubahan yang bermakna karena krim masih memiliki sifat fisik yang baik dan tetap menujukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Kata kunci : Antibakteri, Ekstrak daun kopasanda, Krim dan Propionibacterium acnes
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Ramadhani, Rizki; Oktavilantika, Dina Melia
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7243

Abstract

Latar belakang: Tanaman mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.) merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang bermanfaat sebagai agen antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.) sebagai agen antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli serta mengetahui besar konsentrasi dari ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.) yang dapat memberikan daya hambat minimum terhadap bakteri Escherichia coli. Metode: Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode difusi dan dilusi. Hasil: Berdasakan hasil uji menunjukkan bahwa ada perbedaan secara signifikan penggunaan berbagai konsentrasi ekstrak daun mangkokan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Konsentrasi ekstrak 90% merupakan konsentrasi paling baik dalam membentuk diameter zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Kadar Hambat Minimum (KHM) Escherichia coli belum dapat ditentukan karena pada konsentrasi 0,19%-50% belum dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kata Kunci : Daun mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.), Escherichia coli, antibakteri, difusi, dilusi
Perbandingan Efisiensi Sintesis Senyawa 1,2-Difenil-4-Trifluorometil-3,5-Pirazolidindion dengan Teknik Refluks dan Radiasi Microwave Anugrah, Rina; Sukmadewi, Maharani; Rahmayanti, Rima; Mardatillah, Athina; Suryasaputra, Dadan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7244

Abstract

Latar Belakang: Senyawa 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion merupakan senyawa turunan 5-pirazolidindion yang berdasarkan hasil penelitian secara in silico berpotensi sebagai inhibitor selektif COX-2. Tujuan dan Metode: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi sintesis senyawa 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion dengan teknik refluks dan teknik radiasi microwave. Sintesis senyawa dilakukan dengan mereaksikan senyawa 1,3-dietil- 2-trifluorometil-propandioat dengan hidrazobenzen dalam pelarut metanol dalam kondisi asam (HCl). Hasil: Hasil sintesis diperoleh senyawa berbentuk serbuk hablur berwarna ungu kebiruan (teknik refluks) dan berwarna ungu keabuan (teknik radiasi microwave). Bobot hasil sintesis senyawa dengan teknik refluks adalah 1,239±0,005 g dan dengan teknik radiasi microwave adalah 2,306±0,007 g. Ada perbedaan secara bermakna antara bobot hasil sintesis senyawa dengan teknik refluks dan teknik radiasi microwave (t hitung > t tabel, P = 0,99). Berdasarkan hasil KLT, senyawa hasil sintesis dengan teknik radiasi microwave lebih murni (satu bercak) dibandingkan dengan teknik refluks (tiga bercak). Berdasarkan pemantauan dengan spektrofotometri UV dan Inframerah, ada kemiripan bentuk spektrum senyawa hasil sintesis dengan teknik refluks (λmaks 290,9 nm) dan teknik radiasi microwave (λmaks 288,3 nm). Simpulan: Sintesis senyawa dengan teknik radiasi microwave lebih efisien dibandingkan dengan teknik refluks. Kata Kunci : 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion, sintesis, refluks, radiasi microwave
Potensi Senyawa Turunan Xanton dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Inhibitor Protein Mycobacterium tuberculosis: Studi In Silico
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7847

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular dari infeksi Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru- paru. Tuberkulosis merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Dalam mengatasinya, diperlukan suatu pengobatan yang aman dan efektif sehingga penyakit ini dapat disembuhkan. Tujuan: mengetahui potensi aktivitas senyawa aktif turunan xanton yang terkandung pada kulit buah manggis sebagai inhibitor protein Mycobacterium tuberculosis dengan senyawa pembanding Isoniazid. Senyawa aktif yang digunakan dalam penelitian adalah α-mangostin, β-mangostin, γ-mangostin, garsinon, gartanin, dan 8-deoksigartanin. Metode: molecular docking dengan perangkat lunak Yasara, MarvinSketch, PubChem, PDB, dan Plants 1.1. Hasil: energi Gibss yang dihasilkan setiap ligan uji memiliki perbedaan baik lebih rendah maupun lebih tinggi dari native ligand protein Mycobacterium tuberculosis. Skrining Lipinski dilakukan untuk memudahkan untuk menentukan suatu molekul atau senyawa berdasarkan sifat permeabilitas dan absorpsinya. Hasil yang didapat menunjukkan gartanin dan 8-deoksigartanin memenuhi aturan Lipinski. Prediksi sifat farmakokinetika dan toksisitas dilakukan menggunakan website pkCSM dan dapat disimpulkan bahwa senyawa gartanin dan 8-deoksigartanin memiliki sifat farmakokinetika yang baik dan memiliki toksisitas yang rendah. Kata Kunci : Tuberculosis, Buah Manggis, Molecular Docking.
Studi Literatur : Identifikasi Cemaran Tembaga Cu Pada Makanan Dan Minuman Utami, Marsah Rahmawati; Nurfadhila, Lina; Iskandar, Putri Mutiara; Maharani, Sekar Ayu; Aryani, Ajeng Nita
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7891

Abstract

Tembaga (Cu) adalah logam dengan nomor atom 29, massa atom 63,546, titik lebur 1083 °C, titik didih 2310 °C, jari-jari atom 1,173 A° dan jari-jari ion Cu2+ 0,96 A°. Tembaga adalah logam transisi (golongan I B) yang berwarna kemerahan, mudah regang dan mudah ditempa. Tembaga (Cu) juga merupakan logam berat golongan essensial, namun dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan toksisitas seperti nekrosis hati. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga agar konsentrasi tembaga di dalam tubuh tidak melebihi ambang batas normal. Logam berat merupakan salah satu sumber pencemar terhadap makanan dan minuman. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode studi literature dalam bentuk referensi berupa jurnal nasional 10 tahun terakhir yang dicari pada database Google Scholar dengan bahan acuan 15 jurnal yang berkaitan dengan Identifikasi Cemaran Tembaga Cu Pada Makanan Dan Minuman. Berdasarkan studi literatur didapatkan hasil bahwa setiap sampel uji positif mengandung tembaga (cu). Kata Kunci : Tembaga, Cu, Logam