cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
ANALISIS BAKTERI Salmonella sp. PADA DAGING AYAM POTONG YANG DIPASARKAN PADA PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA MEDAN: Analysis of Bacteria Salmonella sp. on Broiler Meat in Traditional and Modern Market in Medan Variam Fas Sabion Bakara; Ma’ruf Tafsin; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.342 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri Salmonella sp. dan total mikrobapada daging ayam potong yang dipasarkan pada pasar tradisional dan pasar modern di kota Medan. Penelitianini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel(30 dari pasar tradisional dan 30 dari pasar modern). Penelitian ini dilaksanakan di 5 pasar tradisional(Pusat pasar Medan, pasar Sukaramai, pasar Sei Sikambing, pasar Simpang Limun dan pasar Pringgan) dan5 pasar modern (Carefour, Hypermart, Giant, Lotte mart dan Brastagi supermarket) yang terdapat di kota Medandan dilanjutkan dengan pengujian di Laboratorium Balai Penguji Penyidik Penyakit Veteriner Regional WilayahI Medan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total mikroba pada sampel yang berasal dari pasar tradisionalsebesar 6,98 log CFU/g dan yang berasal dari pasar modern sebesar 5,77 log CFU/g. Tingkat cemaran bakteriSalmonella sp. yang berasal dari pasar tradisional adalah 0 dari 30 sampel sedangkan yang berasal dari pasarmodern adalah 2 dari 30 sampel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata total mikroba pada sampel yangberasal dari pasar tradisional lebih tinggi dibandingkan pasar modern sedangkan untuk tingkat cemaran bakteriSalmonella sp. pada pasar tradisional adalah 0% dan pada pasar modern adalah 6,7%.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI TINGKAT MIKORIZA ARBUSKULA PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN LEGUMINOSA: The Effect of Different Levels of Arbuscular Mycorrhiza on Soil Ultisol of Productivity Legume Crop Andrian Mustapa; N. D. Hanafi; I. Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.186 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai tingkat fungi Mikoriza arbuskula pada tanahultisol terhadap produktivitas leguminosa yang diukur dengan produksi bahan segar, produksi bahan kering danbiomasa akar. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Departemen Peternakan Fakultas Pertanian UniversitasSumatera Utara pada bulan April 2013- September 2013. Rancangan yang digunakan adalah RAL Faktorial, faktor Iadalah jenis legum (Arachis glabrata, Centrosema pubescens dan Pueraria javanica), dan faktor II adalah T0 (0); T1(5); T2 (10) dan T3 (15) gram FMA/polybag dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian berbagai tingkat Mikoriza arbuskula pada tanah ultisol memberikan pengaruh yang sangat nyata(P<0,01) terhadap peningkatan produksi bahan segar, produksi berat kering dan biomassa akar leguminosa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemberian Mikoriza arbuskula dengan level 15 gram FMA/polybag danlegum Centosema pubescens yang terbaik terhadap produksi bahan segar, produksi bahan kering dan biomassa akartanaman
IDENTIFIKASI MORFOMETRIKS DAN JARAK GENETIK AYAM KAMPUNG DI LABUHANBATU SELATAN: Identification of Genetic Distance Morfometriks And Chicken Domesticated in Labuhanbatu Selatan Nelli Awari Rangkuti; Hamdan; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.303 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ukuran dan bentuk tubuh serta jarak genetik ayamkampung di seluruh Kecamatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Ayam kampung sebagaisampel penelitian sebanyak 930 jantan dan 930 betina, sampel yang digunakan setiap kecamatan yaitu SungaiKanan 357 ekor, Torgamba 377 ekor, Kota Pinang 370 ekor, Silangkitang 379 ekor, dan Kampung Rakyat 379ekor. Morfometrik dianalisis menggunakan Analisis Diskriminan, Kanonikal, Mahalonobis dengan bantuanprogram SAS ver. 6.12 dengan prosedur Proc Discrim dan jarak genetik dianalisis menggunakan perangkatlunak MEGA2. Hasil penelitian menunjukkan ayam kampung di kecamatan Torgamba secara fenotipik berbedadengan ayam kampung yang di kecamatan Sungai Kanan, kecamatan Silangkitang, kecamatan Kota Pinang dankecamatan Kampung Rakyat dimana jumlah ukuran tubuh lebih besar dibandingkan ayam kampung lain. Hasilanalisis kanonik pertama menunjukkan pembeda ukuran tubuh ayam kampung jantan adalah Panjang Leher danLingkar Dada, sedangkan kanonik kedua ayam kampung jantan adalah Panjang Paruh dan Panjang Jengger.Kanonik pertama ayam kampung betina adalah Lebar Sayap dan Panjang Badan, sedangkan pada kanonik keduaayam kampung betina adalah Panjang Paruh dan Panjang Jengger. Nilai kesamaan dan campuran dalam antarkecamatan tertinggi terdapat di kecamatan Torgamba 58,82% pada ayam kampung jantan dan 63,35% padaayam kampung betina. Jarak genetik ayam kampung tertinggi terdapat di kecamatan Torgamba dan kecamatanSungai Kanan yaitu 2,73670 pada jantan dan 3,47529 pada betina. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ayamkampung dengan tujuan produksi yang sama menunjukkan nilai campuran antar rumpun relatif tinggi danukuran tubuh yang relatif sama.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SEBAGAI RANSUM DALAM BENTUK PELET TERHADAP KELINCI PERANAKAN REX JANTAN LEPAS SAPIH: Business Analysis of Utilization Pod Coffee Fermented by LMO (Local Microorganism) in Pellet Diet on Weaning Rex Rabbit N. E. Ginting; U. Budi; T. H. Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.901 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2749

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas SumateraUtara pada bulan Juni 2014 – Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi daripemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasi MOL. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci peranakan rexjantan lepas sapih dengan rataan bobot awal 913,05 ± 60,49 g. Penelitian ini menggunakan metode survey untukmenentukan harga yang digunakan dalam penelitian dan melalui pengamatan yang menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 ulangan. Perlakuan terdiridari P0 (kulit daging buah kopi tanpafermentasi 30%), P1 (kulit daging buah kopi fermentasi 10%), P2 (kulit daging buah kopi fermentasi 20%),P3 (kulit daging buah kopi fermentasi 30%). Parameter yang diamati yaitu Total biaya produksi, Total hasilproduksi, analisis laba/rugi, Revenue/Cost ratio (R/C ratio) dan Income Over Feed Cost (IOFC) untuk peroide 2bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan P0, P1, P2 P3 memberikan hasil yangberbeda terhadap rataan total biaya produksi (Rp/ekor/peroide): 70.887,53; 70.908,36; 73.889,57; 71.798,07.Rataan total hasil produksi (Rp/ekor/periode): 84.507; 86.043; 89.219; 94.595. Rataan analisis laba/rugi(Rp/ekor/periode): 13.619,47; 15.134,64; 15.329,43; 22.796,93. Rataan R/C ratio: 1,19; 1,22; 1,23; 1,32.Rataan IOFC (Rp/ekor/periode): 55.636; 57.703; 59.898; 64.726. Kesimpulan dari penelitian ini bahwapenggunaan kulit daging buah kopi fermentasi sampai level 30% dapat meningkatkan pendapatan peternak.
PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN DAUN SINGKONG (Manihot utilisima) DENGAN KONSENTRAT TERHADAP KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE): The Effect of Ratio Cassava Leaves (Manihot utilisima) with Concentrate on The Goat Milk Quality of Etawah Crossbreed Aidi Fitriansyah; Usman Budi; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.836 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu kambing PE dengan pemberian pakanhijauan daun singkong dan konsentrat pada imbangan yang berbeda. Pendekatan ini diharapkan akanmemberikan pengaruh positif terhadap kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian inidilaksanakan di peternakan kambing perah Peranakan Etawah di Jalan Kapas Kec.Hamparan Perak DesaKlambir V, Medan. Analisis komposisi kimia susu dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil PanganFakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2014.Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah RBSL (rancangan bujur sangkar latin) 3x3.Perlakuan terdiri dari 100% daun singkong : 0% konsentrat (P0); 80% daun singkong : 20% konsentrat (P1) dan60% daun singkong : 40% konsentrat (P2). Komposisi kimia susu yang dianalisis seperti protein, lemak, beratjenis, bahan kering dan bahan kering tanpa lemak.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa imbangan berbagaihijauan daun singkong (Manihot utilisima) dengan konsentrat tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata(P>0,05) terhadap protein, bahan kering, lemak dan bahan kering tanpa lemak susu, namun berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap berat jenis susu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan 100% daunsingkong : 0% konsentrat (P0) tidak dapat meningkatkan protein, bahan kering, lemak dan BKTL susu kambingtetapi dapat menurunkan berat jenis susu kambing Peranakan Etawah.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI POLA KOKOK PADA AYAM PELIHARA BERDASARKAN PENDEKATAN BIOAKUSTIK: Identification and Characterization of Crowing Pattern on Domestic Chickens Through Bioacoustic Approach Andika Verdian Ginting; Hamdan; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.749 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dasar karakteristik suara kokok, analisis suarakokok dan pola bioakustik pada kokok ayam. Penelitian dilaksanakan di Ai Martubung FarmKelurahan Martubung Bulan Juni sampai dengan September 2014. Penelitian menggunakan 11 jenisAyam Jantan dewasa yaitu Ayam Bangkok, Birma, Hutan, Kampung, Kate, Serama, Bagon, Magon,Saigon dan Suratani dengan masing-masing jenis terdiri dari 2 ekor. Analisis data penelitianmenggunakan Aplikasi Sound Forge Xp 10. Paramater yang diamati adalah jumlah suku kata kokok,durasi kokok, frekuensi gelombang dan frekuensi berkokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwaayam kampung memiliki durasi kokok terpanjang dengan durasi kokok selama 3,659 detik dan durasiyang tercepat adalah pada ayam Magon dengan durasi kokok selama 1,326 detik. Hasil analisis untukjumlah suku kata kokok menunjukkan bahwa ada 10 jenis ayam yang memiliki 4 suku kata kokok dan1 jenis ayam yang memiliki 3 suku kata yaitu ayam Suratani. Hasil analisis suara untuk frekuensipanjang gelombang kokok yaitu Ayam Serama memiliki frekuensi tertinggi sebesar 2747,5 Hz danyang terendah pada ayam Pakhoi sebesar 916 Hz. Kesimpulannya adalah bahwa setiap jenis ayammemiliki suara kokok yang berbeda dan memiliki ciri yang khas.
ANALISIS MARJIN PEMASARAN DAGING SAPI DI PASAR-PASAR TRADISIONAL KOTA MEDAN: Analysis of Marketing Margin of Beef in Traditional Markets in Medan Edy Suherman; Edhy Mirwandhono; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.425 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematis penyaluran daging sapi dari Produsen hingga sampaike konsumen akhir. Penelitian dilaksanakan di beberapa perusahaan penggemukan, pasar tradisional kota Medandan di rumah potong hewan Mabar dan rumah potong hewan Tani asli pada bulan April sampai dengan Mei 2014.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan 7 pasar tradisional dan 35 responden. Data primerdiperoleh dari para penjual daging sapi di pasar tradisional kota Medan, sedangkan data sekunder diperoleh dariberbagai instansi yang terkait, seperti badan pusat statistik dan rumah potong hewanMabar dan rumah potong hewanTani Asli. Parameter yang diteliti adalah marjin pemasaran daging sapi. Ada dua jenis saluran pemasaran yangterdapat dalam proses pemasaran daging sapi dari produsen hingga sampai ke konsumen. Saluran pertama produsen- pedagang besar- pedagang pengecer -konsumen dan saluran kedua produsen – agen - pedagang besar -konsumen. Margin pemasaran pada pedagang besar adalah sebesar Rp. 3.311.000,-/ekor sapi dan pada pedagangkecil adalah sebesar sebesar Rp. 1.992.000,-/ekor sapi. Kesimpulannya adalah saluran pemasaran yang lebih pendekmemiliki marjin pemasaran yang lebih besar bagi pedagang besar. Ini menunjukkan bahwa saluran pemasarandaging sapi yang baik bagi pedagang sapi adalah adalah saluran kedua yaitu : Produsen – agen - pedagang besar –konsumen.
KERAGAMAN SIFAT KUALITATIF DAN MORFOMETRIK ANTARA AYAM KAMPUNG, AYAM BANGKOK, AYAM KATAI, AYAM BIRMA, AYAM BAGON DAN MAGON DI MEDAN (: Diversity of Qualitative Trait and Morphometrics Between Kampung, Bangkok, Katai, Birma, Bagon and Magon Chicken in Medan Eka N Sitanggang; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.078 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2753

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman fenotipe serta genotipe dan morfometrik antar ayamKampung, ayam Bangkok dan ayam Katai, ayam Birma, Bagon dan Magon. Penelitian ini dilakukan di Sembilanlokasi berbeda di enam Kecamatan Kota Medan menggunakan 368 ekor ayam. Pengambilan data dilakukan dengancara pengamatan pada sifat kualitatif meliputi warna bulu, pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank danbentuk jengger dan morfometrik tubuh. Data yang diperoleh diolah dengan analisis diskriminan sederhana denganmenggunakan program SAS (Statistical Analysis System) dan Dendogram menggunakan program MEGA(Molekuler Evolusioner Genetic Analysis). Hasil penelitian uji kebebasan menunjukkan bahwa adanyaketerhubungan yang sangat nyata (X2> X20,05) antara sifat pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank danbentuk jengger, tetapi tidak adanya keterhubungan (X2< X20,05) antara warna bulu dan jenis ayam yang diamati.Kemurnian fenotifik masing-masing jenis ayam ialah jenis Katai 100%, Kampung 98,46%, Bangkok 84,13%, Bagon75,00%, Magon 65,00% dan Birma 40,00%. Faktor peubah pembeda morfologi tubuh dari keenam jenis ayam ialahpanjang femur, panjang tibia, panjang shank, lingkar shank, panjang sayap, panjang maxilla dan panjang jari ketiga.Jarak genetik ayam Bagon dengan ayam Magon memiliki jarak genetik yang dekat, sebaliknya ayam Kampung danayam Katai memiliki jarak genetik yang jauh.
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI ANTARA SELEKSI BOBOT BADAN FASE STARTER TERHADAP PRODUKSI AYAM RAS PETELUR TIPE MEDIUM: Regression and Correlation Analysis between Starter Body Weight Selection Against Layer Medium Type Production Ericko Unutio; Hamdan; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.295 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara seleksi bobot badan starter (1 minggu)terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Penelitianini dilaksanakan di CV. PTB Poultry Farm di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat padabulan April sampai Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan 200 DOC dengan bobot awal 39,33+2,63g.Dilakukan seleksi dengan cara menimbang 100 starter (1 minggu) dengan bobot badan 78,5+1,43g dan 100starter (1 minggu) non-seleksi dengan bobot badan 68.83+5.87g sebagai perbandingan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seleksi bobot badan starter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilaitertinggi pada nilai korelasi (r = 0,722) dan nilai regresi (R=0,722). Sedangkan pada non-seleksi bobot badanstarter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilai tertinggi pada nilai korelasi (r = -0,357) dan nilairegresi (R=0,357). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05) antaraseleksi dan non-seleksi bobot badan starter (1 minggu) terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berattelur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya seleksidan non-seleksi pada bobot badan starter (1 minggu) memberikan hasil yang tidak jauh berbeda pada produksitelur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu.
PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH UDANG DENGAN PENGOLAHAN FILTRAT AIR ABU SEKAM, FERMENTASI EM-4, DAN KAPANG Trichoderma viride TERHADAP DAYA CERNA AYAM BROILER: Use Flour with Shrimp Processing Waste Aqueous Filtrate Husk Ash, Fermentation EM-4, and Molds Trichoderma Viride Power of Gastrointestinal Broiler Chickens Ahmad Kamal; Usman Budi; R. Edhy Mirwandhono
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.905 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2755

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah udangdengan pengolahan filtrat air abu sekam, fermentasi EM-4 dan kapang Trichoderma viride dapat meningkatkankecernaan protein, bahan kering dan bahan organik pada ayam broiler. Penelitian telah dilakukan diLaboratorium Biologi Ternak, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, USU dan Laboratorium NutrisiTernak Perah, Fakultas Peternakan, IPB pada bulan Desember 2013-Januari 2014 menggunakan rancanganacak lengkap yang terdiri dari 8 perlakuan yaitu pakan komersil (P1), ransum formulasi dengan penggunaantepung ikan 10% dan tanpa tepung limbah udang (P2), ransum formulasi dengan penggunaan 5% tepung ikandan tepung limbah udang dengan pengolahan FAAS (P3), fermentasi EM-4 (P4), dan fermentasi kapangTrichoderma viride (P5), ransum formulasi dengan penggunaan tepung ikan dan 10% tepung limbah udangdengan pengolahan FAAS (P6), fermentasi EM-4 (P7) dan fermentasi kapang Trichoderma viride (P8). Peubahyang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar menggunakan indikator ligninyang dianalisis dengan metode Van Soest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan tepung limbahudang berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan protein, tetapi tidak berpengaruhnyata pada kecernaan bahan organik. Tingkat penggunaan hasil takaran terbaik untuk meningkatkan nilaikecernaan bahan kering dan protein adalah penggunaan 5% tepung ikan dan tepung limbah udang produkfermentasi.Dapat disimpulkan bahwa penggunaan rasio limbah tepung udang tidak lebih besar dari 5%.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue