cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SEBAGAI RANSUM DALAM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI PERANAKAN REX JANTAN LEPAS SAPIH (: Utilization of Pod Coffee Fermented by LMO (Local Micro-Organism) in Pellet Diet on Performances of Crossbred Weaning Male Rex Rabbits Muhammad Zainul Ihsan; Tri Hesti Wahyuni; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.329 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2756

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasimikroorganisme lokal (MOL) sebagai ransum dalam bentuk pelet terhadap performans kelinci peranakan rexjantan lepas sapih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Jl. Dr. Ahmad Sofyan FakultasPertanian Universitas Sumatera Utara pada selama 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 20 ekorkelinci peranakan rex jantan lepas sapih dengan bobot awal rata-rata 913,05 ± 60,49 g. Perlakuan terdiri atasP0= 30% kulit daging buah kopi tanpa fermentasi, P1= 10% kulit daging buah kopifermentasi, P2= 20% kulitdaging buah kopi fermentasi, P3= 30% kulit daging buah kopi fermentasi. Hasil penelitian menunjukan rataankonsumsi dengan beberapa perlakuan (P0, P1, P2, P3) yaitu 81,59, 78,86, 82,70 dan 84,23 (g/ekor/hari),kemudian pertambahan bobot badan (PBB) secara berturut-turut 38,25, 38,10, 39,61 dan 40,75 (g/ekor/hari) dankonversi ransum secara berturut-turut 2,13, 2,07, 2,09 dan 2,07. Hasil analisa keragaman menunjukan bahwapemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasi dalam bentuk ransum pelet memberikan pengaruh yang tidahberbeda nyata (P≥0,05) terhadap peformans kelinci peranakan rex jantan lepas sapih. Kesimpulan dari penelitianini bahwa kulit daging buah kopi fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan kelinci peranakanrexjantan lepas sapih sampai level 30%.
PENGARUH RANTAI TATANIAGA TERHADAP EFISIENSI PEMASARAN DAGING SAPI DI KABUPATEN KARO (: The Influence of Chain Efficiency Marketing Beef Cattle in The Karo Regency Ridho Andhika; Hasnudi; Nurzainah Ginting
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.438 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2757

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan harga daging sapi,sistematis penyaluran daging sapi, sistem tataniaga efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan diKabupaten Karo di 4 Kecamatan (TigaNderket, Tigapanah, Kabanjahe dan Berastagi) mulai bulan April sampaiMei 2014. Sampel diperoleh dengan metode accidental sampling dan diperoleh 10 orang peternak, 12 pedagangpengumpul, 17 pedagang pasar dan 1 rumah potong hewan. Analisis data dilakukan dengan menggunakananalisis regresi linier berganda. Penelitian menunjukkan saluran pemasaran yang ada di Kabupaten Karo terdiridari tiga pola pemasaran yaitu : pola I : Peternak – Pedagang Pasar – Konsumen, Pola II : Peternak – PedagangPengumpul – Pedagang Pasar – Konsumen, Pola III: Peternak – Pedagang Pengumpul – RPH – Pedagang Pasar- Konsumen. Hasil penelitian ini bahwa 99,70% (efisiensi pemasaran) secara bersama-sama dipengaruhi olehvariabel independen (marjin pemasaran dan pola pemasaran) berpengaruh positif terhadap efisiensi pemasaran.Marjin pemasaran tertinggi pada pola III sebesar Rp. 6.026,67 (kg bobot hidup) dan terendah pada pola Isebesar Rp. 5.926,67 (kg bobot hidup). Keuntungan pada pola III sebesar Rp.2.088 (kg bobot hidup), sedangkankeuntungan tertinggi pada pola I sebesar Rp.5.486,67 (kg bobot hidup). Efisiensi pemasaran pada Pola I sebesar86,69%, Pola II 86,71% dan Pola III 86,59%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin panjang salurandistribusi maka marjin pemasaran semakin besar.
PENGENDALIAN E. coli DENGAN BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) TERENKAPSULASI TERHADAP PENAMPILAN AYAM BROILER: Control E. coli with Lactic Acid Bacteria (LAB) Appearance on Encapsulated Broiler Chickens Nurul Hasanah Silalahi; Ma’ruf Tafsin; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.491 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2759

Abstract

Pengendalian E. coli dengan bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi akan meningkatkan penampilanpada ayam broiler. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pengendalian E. coli dengan bakteri asam laktat(BAL) terenkapsulasi terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) ayam broiler, konversi pakan,dan indeks performans ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Jl. Dr. AhmadSofyan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Oktober 2014 - November 2014. Rancanganyang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler dengan bobot awal rata-rata 37,749 g ± 1,125. Perlakuanterdiri atas P0A = (kontrol), P0B = (kontrol + infeksi E.coli 1 x 105 CFU), P1 = (infeksi + bakteri asam laktat(BAL) tanpa enkapsulasi), P2 = (infeksi + bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi). Hasil penelitianmenunjukan rataan konsumsi secara berturut-turut P0A, P0B, P1 dan P2 yaitu 585,61, 575,17, 561,19 dan569,19 (g/ekor/minggu). Pertambahan bobot badan (PBB) secara berturut-turut 364,01, 357,90, 361,74 dan378,90. Konversi ransum secara berturut-turut 1,61, 1,62, 1,55 dan 1,50. Indeks performans secara berturut-turut318,80, 313,12, 332,78 dan 360,53. Hasil analisa keragaman menunjukan bahwa pengendalian E. coli denganbakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadapkonsumsi pakan, namun memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatanpertambahan bobot badan (PBB) ayam broiler, indeks performans ayam broiler, serta konversi pakan.Kesimpulan dari penelitian ini penampilan ayam broiler terlihat ketika dilakukan uji tantang (pemberian infeksiE. coli).
EFEKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI PENGENDALIAN Salmonella sp. PADA AYAM BROILER: Effectiveness of Earthworm (Lumbricus rubellus) to Control of Salmonella sp. On Chicken Broiler Suprayoga1, Suprayoga; Ma’ruf Tafsin; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.292 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2760

Abstract

Pengendalian penyakit salmonellosis mengunakan antibiotik dapat meninggalkan residu sehinggapengunaan antibiotik yang terus menerus dan tidak efisien dapat menyebabkan mikroba resisten. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat pengendalian Salmonella sp dengan olahan cacing tanah dalam bentukekstrak, tepung dan bubur cacing tanah. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah: Tahap Imengimbuhkan cacing tanah kedalam media agar, Tahap II uji sensitifitas Salmonella sp. Tahap III uji tantangpada 20 ekor ayam broiler, penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuanyaitu kontrol (P0), antibiotik komersil (P1), ekstrak (P2), tepung (P3) dan bubur (P4). Hasil penelitian padatahap I menunjukan bahwa pertumbuhan koloni Salmonella sp dapat diturunkan dengan olahan cacing tanah.Tahap II memiliki hasil penelitian Salmonella sp mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap olahancacing tanah. Tahap III uji tantang pada ayam broiler bahwa olahan cacing tanah dapat mengendalikanpertumbuhan Salmonella sp secara signifikan, dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Salmonella sp dapatdikendalikan dengan olahan cacing tanah dan ekstrak cacing tanah merupakan olahan terbaik.Kata kunci:Cacing Tanah, Salmonella Sp, Ayam Broiler, Pengendalian
PEMANFAATAN PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL BIOMOL+ TERHADAP PENGGEMUKAN DOMBA JANTAN LOKAL: Utilization of Oil Palm Frond Fermentated by Level Biomol+ for Male Sheep fattening Doni Aqbari; Armyn Hakim Daulay; Iskandar Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.959 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penggunaan Biomol+ terhadap pelepah daunkelapa sawit dalam pakan berbasis limbah perkebunan terhadap penggemukan domba jantan lokal. Penelitianini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian UniversitasSumatera Utara dari bulan November 2013 sampai Februari 2014. Penelitian ini Menggunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan (P0 = 0% Biomol+; P1 = 5% Biomol+;P2 = 10% Biomol+ danP3 = 15% Biomol+) dan 3 ulangan dengan rataan bobot badan awal 6,82 ± 0,42 kg. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan penurunan konversi pakan berpengaruhsangat nyata oleh level Biomol+. Kesimpulan penelitian adalah level Biomol+15% menunjukkan hasil terbaikterhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan memperbaiki konversi pakan domba jantan lokal.
ESTIMASI JARAK GENETIK DAN FAKTOR PEUBAH PEMBEDA BEBERAPA BANGSA KAMBING DI SUMATERA UTARA MELALUI ANALISIS MORFOMETRIK: Genetic Distance Estimation and Variable Differential Factor of Goat Breed in North Sumatra Through Morphometrics Analysis Heridianto Sibagariang; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.557 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2762

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman morfometrik dan estimasi jarak genetik beberapabangsa kambing (Boer, Boerka, Kacang, Muara dan Kambing samosir). Penelitian ini dilakukan di Loka (30ekor kambing Boer, 30 ekor kambing Boerka dan 39 ekor kambing Kacang), di Samosir (30 ekor kambingSamosir) dan di Muara (30 ekor Kambing Muara). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggipundak, tinggi pinggul, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, panjang tanduk, panjang ekor, panjang kepala,lebar kepala, lebar telinga dan panjang telinga. Data yang diperoleh diolah dengan analisis diskriminansederhana dengan menggunakan Program dari SAS (Statistical Analysis System) dan Dendogram menggunakanprogram dari MEGA (Molekuler Evolusioner Genetic Analysis). Hasil analisis dari nilai campuran fenotifikmenunjukkan bahwa Boer, Muara, dan Samosir adalah (100%) kambing murni. Jarak genetik antara Boerka danKacang (4,74) dan jarak genetik antara kambing Samosir dan kambing Boer (19,10). Kesimpulan dari penelitianini yaitu jarak genetik menunjukkan bahwa bangsa kambing boerka dan kacang memiliki jarak genetik yangdekat, sebaliknya bangsa kambing Samosir dengan bangsa kambing Boer memiliki jarak genetik yang jauh danfaktor peubah pembeda morfologi tubuh dari kelima bangsa kambing adalah tinggi pinggul, lebar telinga,panjang telinga dan dalam dada.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM YANG MENGANDUNG KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA KAMBING KACANG JANTAN: Dry Matter and Organic Matter Digestibility of Diet Containing Cacao Pod and Banana Peel Fermented by Various Bioactivator on Male Kacang Goat Antonius Hutabarat; Ma’ruf Tafsin; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.324 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2763

Abstract

Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang perlu dimaksimalkan dengan melakukanfermentasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, FakultasPertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, dimulai bulan Agustus 2014-Desember 2014. Penelitianini menggunakan 20 ekor kambing kacang jantan dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah P0 sebagai kontrol (tanpa fermentasi), P1= fermentasi MOL, P2=fermentasi isolat bakteri rumen kerbau, P3= fermentasi starbio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataankecernaan bahan kering 70,74 %. P0: 70,59% ; P1: 70,11%; P2: 69,95%; dan P3: 72,31%. Rataan kecernaanbahan organik 79,61% dengan P0: 79,62% ; P1: 79,28% ; P2: 78,88% dan P3: 80,65%. Kecernaan bahan keringdan bahan organik (BK dan BO) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan hasilpenelitian ini adalah pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang dengan fermentasi tidak dapatmeningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik kambing kacang jantan.
ANALISIS POTENSI HASIL SAMPING PANEN PERTANIAN TANAMAN PANGAN SEBAGAISUMBER PAKAN ALTERNATIF TERNAK KERBAU DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT: Potential Analysis of Agriculture by Product as Source Alternative Feed for Buffalo in Pakpak Bharat Riyena Talarosa Pohan; Iskandar Sembiring; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.173 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2764

Abstract

Perubahan fungsi lahan dan iklim membatasi ketersediaan hijauan pakan yang merupakan pakan pokokternak ruminansia. Penelitian ini menganalisis potensi hasil samping panen pertanian tanaman pangan sebagaisumber pakan alternatif ternak kerbau di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode yang digunakan adalah denganmetode survei. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari instansiterkait sedangkan data sekunder yaitu diperoleh dari pengamatan, yaitu dengan cara memilih 3 Kecamatansentara tanaman pangan di Kabupaten Pakpak Bharat sebagai lokasi pengambilan sampel hasil samping tanamanpangan. Sampel yang terkumpul dalam penelitian adalah 38 sampel.Untuk mengetahui kualitas hasil sampingpanen tanaman pangan maka dilakukan analisis proksimat di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah produksi hasil samping panen pertanian tanaman pangan berdasarkan bahansegar, bahan kering dan protein kasar masing-masing 84.453,87 ton/thn, 27.497,46 ton/thn dan 1.641,66 ton/thndengan daya dukung BK adalah 15.044ST/thn dengan kapasitas peningkatan populasi ternak adalah 13.729ST/thn.Kesimpulan dari penelitian ini adalah di Kabupaten Pakpak Bharat terdapat 4 jenis hasil samping panentanaman pangan yang potensial diigunakan sebagai sumber pakan alternatif ternak kerbau antara lain jeramipadi, jerami jagung, daun ubi kayu dan daun ubi jalar.
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG YANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR TERHADAP PERFORMANS KAMBING KACANG JANTAN LEPAS SAPIH: Utilization of Fermented Cacao Pod and Banana Peel with Various Bio-Activator on Performances of Weaning Males Kacang Goat Oswald Agasy; Tri Hesti Wahyuni; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.895 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2765

Abstract

Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang sebagai pakan ternak dapat dimaksimalkanmelalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kulit buah kakaodan kulit buah pisang yang difermentasi terhadap performans kambing kacang jantan lepas sapih. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, UniversitasSumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan September 2014-November 2014. Penelitian ini menggunakan 20ekor kambing kacang jantan lepas sapih dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan yang digunakanadalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransumkomplit yang mengandung 20 % kulit buah kakao + 30 % kulit buah pisang tanpa fermentasi (P0), Ransumkomplit yang difermentasi MOL (P1), Ransum komplit mengandung yang difermentasi isolat bakteri rumenkerbau (P2), Ransum komplit yang di fermentasi starbio (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rataan darimasing-masing perlakuan yaitu, P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut untuk rataan konsumsi pakan adalah 2844,63;241,61; 2420,72; dan 2641,93 g/ekor/minggu, rataan pertambahan bobot badan adalah 333,67; 311,67; 289,17;dan 389,17 g/ekor/minggu dan rataan konversi pakan adalah 7,53; 9,67; 6,06; dan 6,68. Kambing kacang yangdiberi perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badandan konversi pakan (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan berbagaibioaktivator dalam fermentasi kulit buah kakao dan kulit buah pisang dapat digunakan sebagai pakan kambingkacang jantan lepas sapih.
TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR PADA ITIK LOKAL: Gabus Pasir (Butis Amboinensis) Waste Fish Meal to Subtitute Commercial Fish Meal in Diet on Egg Production on Laying Duck R. Edhy Mirwandhono; Tri Hesti Wahyuni; T. Vidiana Sari dan Indra DP Tarigan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2766

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang dari bulan Maret sampai dengan Juni 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan Gabus Pasir (Butisamboinensis) dalam ransum terhadap produksi telur, berat telur, dan konversi ransum itik petelur. Rancanganyang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan,setiap ulangan terdiri dari 4 ekor itik petelur. Perlakuan terdiri dari tepung limbah ikan Gabus Pasir : tepung ikanP0 (0% : 10%); P1 (5% : 5%); P2 (10% : 0%). Hasil penelitian menunjukan persentase produksi (%) untukperlakuan P0; P1 dan P2 sebesar 55.87; 58.52 dan 61.17, berat telur (g) sebesar 63.73; 64.09 dan 64.22,konversi ransum sebesar 5,98; 5,66 dan 5,34. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidakmemberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap produksi telur, berat telur dan konversi ransum.Kesimpulannya adalah tepung limbah ikan Gabus Pasir dapat menggantikan tepung ikan dalam ransum.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue