cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
KECERNAAN KULIT DAGING BUAH KOPI DENGAN FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DALAM RANSUM PELET PAKAN KELINCI PERANAKAN REX: Digestibility of Pod Coffee Fermented with Local Microorganism (LMO) in Pellet Diet Rex Rabbit Fathi Akbar Nasution; Iskandar Sembiring; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.813 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2767

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Ternak, Universitas Sumatera Utara pada Juni 2014sampai Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fermentasi kulit dagingbuah kopi untuk bahan kering dan bahan organik. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci rex jantan denganberat rata-rata 913,05 g ± 60,49 g. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dan 5 ulangan. Pelet perlakuan yang mengandung fermentasi: non-fermentasi limbah kulit kopidengan komposisi P0 (0%: 30%); P1 (10%: 20%); P2 (20%: 10%); dan P3 (30%: 0%). Variabel yang diamatibahwa Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO). Hasil penelitian menunjukkanbahwa rataan kecernaan bahan kering masing-masing (%) pada P0, P1, P2, dan P3 adalah 59,70; 59,75; 59,74;dan 59,89, sedangkan kecernaan bahan organik rataan masing-masing (%) 61,28; 61,40; 61,31; dan 61.50. Hasilanalisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan tidak signifikan (tidak mempengaruhi) (P> 0,05) padaKecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO). Kesimpulan dari penelitian ini adalahfermentasi MOL (micro organisme lokal) tidak signifikan (tidak mempengaruhi) terhadap daya cerna padakelinci rex.
IDENTIFIKASI MORFOMETRIKS DAN JARAK GENETIK AYAM KAMPUNG (domesticated chicken) DI KABUPATEN BATUBARA: Identification of Morfometriks and Genetic Distance Ayam Kampung (Chicken Domesticated) in Batubara regency Rhyndhyra Hummairah; Hamdan; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penciri utama ukuran dan bentuk dalammorfometriks dan jarak genetik dari ayam lokal di berbagai kecamatan di KabupatenBatubara. Penelitian menggunakan metode survei sebanyak 2392 ekor ayam kampung dansdata dianalisis menggunakan software SAS (Statistics Analytical System) yaitumenggunakan Jarak genetik Mahalanobis sebagai ukuran jarak kuadrat genetik minimum.Software MEGA6 untuk memperoleh pohon fenogram dengan metoda UPGMA (UnweightPair Group Method with Arithmetic). Hasil Penampilan fenotip berdasarkan analisismorfometrik menunjukkan perbedaan secara morfologi untuk setiap ayam. Berdasarkananalisis morfometrik menunjukkan perbedaan secara morfologi ayam kampung dari 7kecamatan yang ada di kabupaten Batubara yaitu Sei Suka dan Sei Balai (1,26), Air Putih danTalawi (3,79), Medang Deras dan Tanjung Tiram (1,73) dan Lima puluh (2,13). Kesimpulanmenunjukkan bahwa penciri utama yang tampak yaitu panjang tulang tibia, lebar metatarsusdan panjang paruh, dan jarak genetik terdapat satu kecamatan yang berbeda yaitu pada LimaPuluh (2,13) sedangkan 6 kecamatan lain terdapat kesamaan antar 2 kecamatan.
PENGGUNAAN PROBIOTIK LOKAL TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR TONGKOL JAGUNG INVITRO: Utilization of Local Probiotics on Crude Fiber and Crude Proteins Digestibility of Corn Cobs in Vitro Nevy Diana Hanafi; Ma’ruf Tafsin; Wulandari
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.346 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan probiotik lokal dalam meningkatkan kecernaanserat kasar dan kecernaan protein kasar tongkol jagung in vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0=Tongkoljagung tanpa perlakuan (kontrol); R1=Tongkol jagung dengan penambahan Aspergillus niger danSaccharomyces cerevisiae; R2=R1 + isolat bakteri rumen kerbau; R3=R1 + isolat bakteri rumen domba adaptif.Hasil penelitian menunjukkan rataan kecernaan serat kasar (%) pada perlakuan R0, R1, R2, R3 berturut-turut =60.29; 68.56; 76.76; dan R3 76.38, sedangkan kecernaan protein kasar (%) 56.12; 62.60; 71.66; dan 73.26. Hasilanalisis ragam menunjukkan bahwa fermentasi dengan probiotik local nyata (P <0.05) meningkatkan kecernaanserat kasar dan kecernaan protein kasar in vitro. Penggunaan probiotik lokal (R1, R2, R3) menunjukkan hasilyang lebih tinggi dibanding R0, sedangkan R2 dan R3 menunjukkan hasil terbaik dibandingkan denganperlakuan lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan probiotik lokal seperti Aspergillus nigerdan Saccharomicess cerevisiae ditambah isolat bakteri rumen kebau/domba menunjukan kecernaan yang palingtinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
PENGARUH PENAMBAHAN ENDOPOWER β® PADA RANSUM YANG MENGANDUNG BUNGKIL INTI SAWIT TERHADAP KARKAS DAN ORGAN DALAM AYAM BROILER: Effect of The Addition Endopower β® in Diet Containing Palm Kernel Cake on Carcas and Visceral Organs Weight in Broiler Chickens Hasudungan Silitonga; Ma’ruf Tafsin; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.85 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bungkil inti sawit yang disuplementasiEndopowerβ® dalam ransum terhadap karkas dan organ dalam ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Penelitian dilaksanakan selama 35 hari dimulai dari Oktober-November 2013.Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan terdiriatas 8 ekor broiler. Perlakuan ini terdiri atas R0a (Ransum Komersil 100%); R0b (Ransum Komersil 80% dan20% Bungkil Inti Sawit dengan penambahan level Endopower β® 0%) R0b; (0,02%) R1; (0,04%)R2;(0,06%)R3. Hasil penelitian dengan penambahan endopower β® meningkatkan bobot potong, bobot karkas danpersentase karkas sangat nyata (P>0,01). Level 0,06% endopower β® memperlihatkan hasil yang paling tinggiterhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini pemberianendopower β® memperbaiki bobot potong, bobot karkas, persentase karkas dan menurunkan bobot organ dalam.
PEMANFAATAN TEPUNG IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus Padangensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN KOMERSIAL DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS ITIK PORSEA: Utilization of Pora-Pora Fishmeal (Mystacoleucus padangensis) to Substitute Commercial Fishmeal in Diet on Performances of Porsea Ducks Fazawao Zega; Tri Hesti Wahyuni; Nurzainah Ginting
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.189 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2776

Abstract

Ikan pora-pora adalah salah satu jenis ikan yang terdapat di perairan Danau Toba dan dijual oleh parapedagang di pasar tradisional khususnya di sekitar perairan Danau Toba. Penelitian telah dilaksanakan diLaboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama3 bulan, dimulai bulan September - November 2014. Penelitian ini menggunakan 100 ekor day old duck (DOD)itik porsea dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 4ulangan dan setiap ulangan teridiri dari 5 ekor DOD. Level substitusi tepung ikan komersial oleh tepung ikanpora-pora dalam ransum adalah PO (0:100); P1 (25:75); P2 (50:50); P3 (75:25) dan P4 (100:0). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemanfaatan tepung ikan pora-pora memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05)terhadap konsumsi pakan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (510,35; 520,75; 521,43; 519,41 dan 518,46),pertambahan bobot badan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (131,34; 135,57; 136,79; 132,08 dan 116,43) dantidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatantepung ikan pora-pora dapat menggantikan tepung ikan komersial sebesar 75%.
ANALISIS POTENSI SUMBERDAYA PETERNAK UNTUK PENGEMBANGAN INTEGRASI SAPI POTONG DAN TANAMAN PANGAN: The Potential of Farmers Resources for Development in Integration of Beef Cattle and Crops Agustina Abdullah
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.287 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumberdaya yang dimiliki peternak yaitusumberdaya ternak dan tanaman pangan dalam mendukung prospek pengembangan integrasi sapi potong dantanaman pangan di pedesaan. Data yang dikumpulkan terkait dengan karakteristik peternak, karakteristikkepemilikan ternak dianalisis secara deskriptif. Untuk menganalisis potensi sumberdaya peternak yaitu potensisumberdaya limbah tanaman pangan dan limbah ternak, dilakukan analisis estimasi produksi dan daya dukunglimbah tanaman pangan, dan produksi dan daya dukung limbah ternak sebagai sumber pupuk. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa total produksi limbah tanaman pangan sebagai sumber pakan sapi potong sebesar 222,54ton bahan kering, dengan distribusi jerami padi 102,17 ton bahan kering, dan selebihnya adalah jerami jagung.Dengan jumlah produksi limbah tanaman pangan tersebut, memiliki potensi daya dukung sebagai pakan ternakuntuk sebanyak 97,61 satuan ternak (ST). Dilain pihak, produksi feses yang dihasilkan dari ternak sapi sebanyak43 ST, diperoleh estimasi jumlah feses sebesar 141,26 ton, dan jika dilakukan pengolahan feses menjadi pupukkompos (kandang) dapat dihasilkan pupuk sebanyak 79,10 ton.
PENGGUNAAN TEPUNG KULIT BUAH MARKISA YANG DIFERMENTASI DENGAN Phanerochaete chrysosporium TERHADAP KARKAS KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH: The Utilization of Fermented (Passiflora edulis) by Phanerochaete chrysosporium on Carcass of Weaning Male Rex Rabbit Frinando S Pakpahan; Ma’ruf Tafsin; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.713 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2778

Abstract

Salah satu potensi bahan pakan alternatif adalah kulit buah markisa yang difermentasi denganPhanerochaete chrysosporium. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian tepung kulit buahmarkisa yang difermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium terhadap karkas kelinci rex jantan lepas sapih.Penelitian dilaksanakan di Rukun Farm Berastagi, pada bulan Agustus-Oktober 2015. Rancangan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari20 ekor kelinci rex jantan lepas sapih dengan rataan bobot badan awal 918±75,18 g. Perlakuan dengan berbagailevel kulit buah markisa fermentasi Phanerochaete chrysosporium dalam ransum terdiri dari P0 (0%); P1 (10%);P2 (20%) dan P3 (30%). Parameter yang diteliti adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobotrelatif organ dalam dan bobot relatif organ luar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruhnyata (P<0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobot relatif saluran pencernaan danbobot relatif kulit. Sebaliknya, tidak berbeda nyata (P>0,05) pada bobot relatif jantung, paru-paru, hati, ginjal,kepala dan kaki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung kulit buah markisa yang difermentasidenganPhanerochaete chrysosporium sampailevel 30% dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong, bobotkarkas dan persentase karkas kelinci rex jantan.
PEMANFAATAN SLURI GAS BIO CAMPURAN KOTORAN KAMBING DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN PASTURA CAMPURAN: Utilization of Bio Gas Slurry of Goat Manure and Bagasse Mixtures on Growth of Mixed Pasture H. P. Efendi; N. Ginting; I. Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.124 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan sluri gas bio campuran kotorankambing dan ampas tebu terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan dan volume akar) dari pasturacampuran. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas SumateraUtara pada September sampai Desember 2014. Rancangan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Perlakuanterdiri dari 2 faktor yaitu Main Plot : Pastura Campuran (RL), yaitu RL1 = Brachiaria decumbens + Styloshantesguianensis dan RL2 = Digitaria milanjiana + Clitoria ternatea. Sub Plot : Dosis pupuk sluri gas bio (P), yaituP0 = 0 ml/m2, P1 = 200 ml/m2, P2 = 400 ml/m2 dan P3 = 600 ml/m2. Parameter yang diteliti adalah tinggitanaman, jumlah anakan dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah anakandan volume akar pada D milanjiana lebih tinggi dari B. decumbens dan menunjukkan bahwa tinggi tanamanpada C ternatea lebih tinggi dari S guianensis. Dosis sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebumemberi peningkatan pada semua parameter baik pada B. decumbens dan D. milanjiana dan juga memberipeningkatan pada tinggi tanaman pada S. guianensis dan C. ternatea tapi tidak memberikan pengaruh nyatapada volume akar dan jumlah anakan. Hasil yang paling tinggi diperoleh dengan pemakaian dosis sluri gas biocampuran kotoran kambing dan ampas tebu 600 ml/m2. Kesimpulannya dengan pemberian dosis sluri600ml/m2 mampu meningkatkan pertumbuhan pastura campuran.
PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT TEROLAH SECARA AMONIASI DAN FERMENTASI TERHADAP PERFORMANS SAPI ACEH: Utilization of Oil Palm Fronds Treated by Ammoniation and Fermentation on Performances of Aceh Cattle Jobel Sihombing; R. Edhy Mirwandhono; Iskandar Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.323 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan daun kelapa sawitterolah amoniasi dan fermentasi. Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biologi Ternak,Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, mulai Maret-Juni 2015.Penelitian ini menggunakan empat sapi aceh jantan dan menggunakan desain bujur sangkarlatin. Perlakuan P0 = kontrol, P1 = amoniasi (urea 3%) P2 = fermentasi (biomol) P3 =amoniasi+fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruhsignifikan tidak nyata terhadap konsumsi pakan, memiliki pengaruh yang signifikanterhadap kenaikan berat badan dan konversi pakan dan sebaliknya. Berat badan (g/ekor/hari)pada masing-masing perlakuan P0 = 375,00: P1 = 428,57: P2 = 571,43: P3 = 500,00,.Disimpulkan bahwa pelepah kelapa sawit fermentasi menggunakan biomol menunjukkanhasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap pertambahan bobot badan dankonversi pakan.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN TEPUNG IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus padangensis) DALAM RANSUM TERHADAP ITIK PORSEA: Economic Analysis of Pora-Pora (Mystacoleucus padangensis) Fish Meal Utilization on Porsea Ducks Diet J. M. C. Purba; Nurzainah Ginting; T. H. Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.054 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha penggunaan tepung ikanpora-pora sebagai pakan terhadap ternak itik porsea.Penelitian ini menggunakan metodesurvey untuk menentukan harga yang digunakan pada parameter dalam penelitian.Setiap plotperlakuan menggunakan 5 (lima) ekor itik dan setiap perlakuan tepung ikan pora-pora terdiridari level 0% (P0), 2,5% (P1), 5,0% (P2), 7,5% (P3), 10% (P4). Parameter yang diamati yaitutotal biaya produksi, total hasil produksi, analisis laba/rugi, R/C ratio dan IOFC untuk periode3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan P0, P1, P2, P3 dan P4memberikan hasil rataan total biaya produksi (Rp/plot/periode):244,203.09; 245,263.48;244,970.82;242,939.73 dan 241,700.19. Rataan total hasil produksi (Rp/plot/periode):275,766.75; 284,701.81; 287,250.25; 277,349.19 dan 257,630.19. Rataan laba/rugi(Rp/plot/periode) :31,563.66; 39,438.33; 42,279.43; 34,409.46 dan 15,930.00. Rataan R/CRatio :1.13; 1.16; 1.17; 1.14 dan 1.07. Rataan IOFC :128,769.16; 136,643.83;139,484.93;131,614.96 dan 113,135.50. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan tepung ikan pora-pora dalam ransum itik porsea dapat memberikan keuntungan

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue