cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 211 Documents clear
Kompetensi Calon Guru Matematika: Kreativitas dalam Membuat Powerpoint pada Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Rahmawati Rahmawati; Zaenuri Zaenuri; Mulyono Mulyono; Adi Nur Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Teknologi telah menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, untuk itu kreativitas calon guru diperlukan untuk memenuhi kebutuhan siswa di abad-21. Praktik pengalaman lapangan (PPL) merupakan salah satu kompetensi yang membekali calon guru dalam praktik/latihan mengajar serta membuat media pembelajaran berupa powerpoint. Oleh karena itu, penelitian ini akan mendeskripsikan kreativitas yang dilakukan calon guru matematika dalam membuat powerpoint tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjeknya adalah lima orang calon guru matematika Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas yang dimiliki calon guru matematika dalam membuat powerpoint yaitu digunakannya template yang kontekstual, penambahan gambar, pengunaan ukuran/jenis font dan warna yang variatif, penggunaan animasi pada gambar, teks/paragraph, dan latihan soal/kuis. Selain itu, calon guru matematika juga menambahkan transisi slide dan hyperlink dalam powerpoint yang dibuat. Dari kreativitas tersebut, maka kompetensi calon guru matematika dalam membuat powerpoint akan menjadi bekal berharga dalam menyajikan matematika yang menarik bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.Abstract. Technology has become an integral part of the learning process, for which the creativity of future teachers is necessary to meet the needs of students in the 21st Century. Field experience practice (PPL) is one of the competencies that equip prospective teachers in teaching practices/exercises and makes learning media in the form of powerpoints. Therefore, this study will describe the creativity carried out by future mathematics teachers in making these PowerPoint. The type of research used is qualitative descriptive research, with the subject being five prospective mathematics teachers of the Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Antasari Banjarmasin. Data collection uses observation and documentation. Research data analysis techniques use data reduction, presentation, and conclusions. The results showed the creativity of prospective mathematics teachers in making PowerPoint, namely the use of contextual templates, image additions, the use of varied font sizes/types and colors, the use of animations in images, text/paragraphs, and practice questions/quizzes. In addition, prospective math teachers add slide transitions and hyperlinks to the created PowerPoint. From this creativity, future mathematics teachers' competence in making PowerPoint is valuable in presenting mathematics that is interesting for students to achieve learning goals.
Faktor penghambat Guru Mengikuti Kegiatan Pengembangan Profesi Guru dalam Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul Berpendidikan pada Era Digital: TALIS Analisis Rani Rani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sebagai teanaga pendidik, guru diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan profesionalismenya dalam penguatan sumber daya manusia unggul berpendidikan pada era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang menghambat guru mengikuti program pengembangan profesi guru (PPG). Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner kepada 50 guru bahasa inggris di parepare Sulawesi-Selatan. Pertanyaan tertutup (Closed-Ended Questionnaire) dengan dua pilihan diadaptasi dari Teaching and Learning International Survey (TALIS, 2018). Hasil penelitian menunjukkan pembagian waktu dan biaya menjadi factor utama yang dihadapi guru untuk mengikuti PPG. Sebagian guru mengatakan bahwa jadwal kegiatan berbenturan dengan jadwal mengajar mereka. Sekitar 8% dukungan dari sekolah dan tanggung jawab rumah tangga dan ketidak sesuaian dengan kompetensi yang dibutuhkan menjadi faktor lain yang menghalangi guru untuk mengikuti PPG. Kegiatan PPG diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada guru tentang apa yang mereka butuhkan dan apa yang sesuai dengan keahlian mereka dalam meningkatkan profesionalisme mereka sebagai guru. Abstract: As a educators, teachers need to develop and improve their professionalism in digital era This study aims to investigate constraints that senior high school English teachers face when developing their professionalism. The data was collected through questionnaire distributed to 50 English teachers in Parepare South Sulawesi. The closed- ended questionnaire with two options was adapted from TALIS (2018). It was found that time and payments were the constraints that most participants face. More than half of the participants agreed that professional development conflicted with their work schedule and half of the participants acknowledged that the payment to attain professional development was too high and that they could not afford it. Meanwhile the other four items were not considered as constraints. There were only about eight percent of the participants who thought that pre-requisites, lack of employer support, lack of time due to family responsibilities and the lack of suitable professional development were not the constraints on their professional development. Teacher professional development program can be applied in preparing teachers to be aware of what they want and what suitable for them in developing their professionalism and career as a teachers.
Pinterest : Optimalisasi Literasi Visual dalam Pembelajaran Ilustrasi Ratih Ayu Pratiwinindya; Agus Cahyono; Tjetjep Rohendi Rohidi; Eko Sugiarto; Gallah Akbar Mahardhika
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kurangnya literasi visual dan adaptasi teknologi dalam rangka memunculkan ide dan gagasan siswa, merupakan masalah yang dihadapi oleh beberapa siswa di kelas VIII di beberapa SMP di Kabupaten Semarang dalam pembelajaran ilustrasi di masa pandemi. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa, masih banyak siswa yang mengalami kendala dalam hal eksplorasi ide dan gagasan pada saat membuat karya ilustrasi. Hal ini disebabkan karena kondisi pembelajaran yang berubah serta lemahnya kemampuan literasi visual siswa di masa pandemi. Bertolak dari masalah tersebut, maka diperlukan suatu media untuk mengoptimalkan kemampuan literasi visual yang dimiliki oleh siswa, salah satunya adalah dengan menggunakan media Pinterest. Pinterest dirasa cocok untuk diterapkan sebagai solusi dalam pembelajaran ilustrasi, karena didalamnya memuat hasil karya visual dengan berbagai bentuk yang berasal dari para seniman/ilustrator dari seluruh dunia yang bisa diakses oleh siswa kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan gawai. Tujuan penelitian adalah; (1) mengidentifikasi kesadaran penggunaan kemampuan literasi visual dalam pembelajaran ilustrasi, (2) menjelaskan penerapan Pinterest sebagai media untuk megoptimalkan literasi visual dalam pembelajaran ilustrasi, (3) menemukan faktor pendukung dan penghambat penerapan Pinterest sebagai media untuk mengoptimalkan literasi visual dalam pembelajaran ilustrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian; (1) kesadaran literasi visual siswa kelas VIII di beberapa SMP di Kabupaten Semarang masih rendah, (2) penerapan Pinterest dapat mengoptimalkan kemampuan literasi visual siswa dalam pembelajaran ilustrasi, (3) terdapat tiga faktor pendukung dan dua faktor penghambat penerapan Pinterest sebagai media literasi visual dalam pembelajaran ilustrasi. Dengan adanya penelitian ini, harapannya dapat memberikan pengetahuan empiris mengenai penerapan Pinterest sebagai media literasi visual pada pembelajaran ilustrasi. Abstract. The lack of visual literacy and technological adaptation in order to generate students' ideas is a problem faced by the majority of students in class VIII in several middle schools in Semarang. It happened especially in the implementation of illustration learning. Based on observations, it was found that students were very lacking in exploring ideas and ideas in making illustration works due to weak visual literacy skills and abilities. Starting from this problem, we need a media to optimize the visual literacy skills possessed by students, one of which is by using Pinterest media. Pinterest is considered suitable to be applied as a solution in illustration learning, because it contains visual works in various forms from artists from all over the world that can be accessed by students anytime and anywhere using their devices. The research objectives are: (1) identify the awareness of the use of visual literacy in illustration learning, (2) explain the application of Pinterest as a visual literacy medium to optimalize illustration learning, (3) find the supporting and inhibiting factors for the application of Pinterest as a visual literacy medium to optimalize illustration learning. This study uses a qualitative approach, data collection techniques using observation, interviews, and document studies. The data were analyzed using data reduction flow, data presentation, and drawing conclusions. Research result: (1) the visual literacy awareness of grade VIII students in several middle schools in Semarang is still low, (2) the application of Pinterest can optimize students' visual literacy skills in illustration learning, (3) there are three supporting factors and two inhibiting factors for the application of Pinterest as a visual literacy medium in illustration learning. With this research, it is hoped that it can provide empirical knowledge about the application of Pinterest as a visual literacy medium in illustration learning.
Persepsi Mahasiswa dengan Tingkat Kecemasan Menyimak Tinggi dan Rendah Terhadap Input Teks Lesan Menyimak Ekstensif Refi Ranto Rozak; Mursid Saleh; Januarius Mujiyanto; Djoko Sutopo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Input teks lesan yang bermakna dalam belajar menyimak ekstensif penting dalam meningkatkan kemahiran menyimak Bahasa Inggris. Selain itu, karakteristik input teks lesan berpengaruh besar terhadap tingkat kecemasan menyimak dalam Bahasa asing (Bahasa Inggris). Semakin tinggi tingkat kecemasan menyimak dalam Bahasa asing akan berpengaruh terhadap kemahiran berbahasa. Selama ini, input teks lesan dalam menyimak ekstensif dalam pendidikan calon guru Bahasa Inggris di Indonesia seringkali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip menyimak ekstensif dan pemilihan materi belajarnya. Hal ini terjadi karena selama ini dosen menyimak tidak melibatkan mahasiswa untuk memberikan umpan balik dalam pemilihan materi menyimak ekstensif. Akibatnya, pemilihan teks lesan menyimak ekstensif sering dianggap kurang efektif. Untuk mengatasi permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam hal ketertarikan, panjang dan kesulitan, serta perhatian dan pemahaman dari input menyimak ekstensif yaitu narrow listening. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survei sebagai teknik pengumpulan data. Sedangkan data yang diperoleh dari survei dianalisis dengan menggunakan uji Man-Whitney dengan terlebih dahulu mengadakan uji deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum responden teks lesan berita berseri sebagai materi menyimak ekstensif dalam narrow listening membuat tugas menyimak menjadi lebih mudah, lebih menarik, dan sangat menyenangkan. Untuk mahasiswa dengan tingkat kecemasan menyimak tinggi dengan kemampuan bahasa yang rendah, keefektifan narrow listening sangat terlihat. Abstract. Meaningful spoken text input in learning extensive listening is important in improving English listening proficiency. In addition, the characteristics of spoken text input have a major effect on the level of listening anxiety in a foreign language (English). The higher the anxiety level of listening in a foreign language will affect language proficiency. So far, the input of spoken texts in extensive listening in the education of prospective English teachers in Indonesia is often not in accordance with the principles of extensive listening and the selection of learning materials. This happens because all this time the listening lecturer does not involve students to provide feedback in the selection of extensive listening materials. As a result, the selection of extensive listening texts is often considered less effective. To overcome these problems, this study aims to determine student perceptions in terms of interest, length and difficulty, as well as attention and understanding of extensive listening input, namely narrow listening. The approach of this research is descriptive quantitative using a survey as a data collection technique. While the data obtained from the survey were analyzed using the Man-Whitney test by first conducting a qualitative descriptive test. The results showed that in general respondents of serialized news oral text as extensive listening material in narrow listening made listening tasks easier, more interesting, and very enjoyable. For students with high levels of listening anxiety with low language skills, the effectiveness of narrow listening is very visible.
Pelatihan Software E-Report Physical Condition Bagi Pelatih Bulutangkis Kota Semarang Ricko Irawan; Mahalul Azam; Soegiyanto Soegiyanto; Setya Rahayu; Donny Wira Yudha; Agus Raharjo; Sesaria Nisa Afifi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Belum adanya parameter fisik berstandard Nasional tentunya menjadi hambatan pelatih dalam meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis di setiap daerah tidak terkecuali kota Semarang. Merujuk pada hasil PORPROV 2018, kota Semarang hanya mendapatkan 2 medali perunggu. Hasil tersebut merupakan kegagalan karena tidak memperolah medali, indikasi kegagalan atlet adalah kondisi fisik atlet yang menurun saat bertanding, sehingga atlet mengalami kelelahan dan penurunan stamina yang menyebabkan atlet mengalami kekalahan. PBSI kota semarang harus mempunyai terobosan yang efektif agar pada perhelatan PORPROV 2024 bisa memperoleh medali emas. Solusi yang ditawarkan dengan memperbaiki kualitas fisik atlet kota semarang. Tim pengabdi menawarkan alat yang teritegrasi dengan sistem android berupa parameter tes kondisi fisik berstandard Nasional yang dinamakan Software E-Report Physical Condition. Software ini dikembangkan dari hasil riset yang mengacu pada atlet pebulutangkis PB. Djarum yang notabene adalah atlet berstandar Nasional dan Internasional. Diharapkan atlet yang akan dipersiapkan pada PORPROV 2024 mempunyai kualitas fisik sudah berstandard Nasional, sehingga bisa bersaing secara kompetitif bahkan lebih unggul jika dibandingkan dengan daerah lain. Metode yang digunakan pada pelatihan ini dengan Daring dan Luring. Metode daring dengan memperkenalkan software secara teoritis dan metode luring dengan mengaplikasikan software dan tes pengukuran alat dengan praktek di lapangan. Hasil pelatihan Software E-report sangat positif karena 100% peserta mampu mengaplikasikan software dengan mudah. Implikasi pelatihan ini diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini pelatih bisa memperoleh wawasan yang tepat untuk meningkatkan kondisi fisik para atletnya kemudian pelatih bisa menelurkan atlet yang hebat dan unggul untuk memberikan konstribusi yang maksimal bagi PBSI kota Semarang. Abstract. The absence of national standard physical parameters is certainly an obstacle for coaches in improving badminton sports achievements in every region, including the city of Semarang. Referring to the 2018 PORPROV results, the city of Semarang only got 2 bronze medals. These results are failures because they do not get medals, an indication of athlete failure is the athlete's physical condition that decreases during competition, so that athletes experience fatigue and decreased stamina which causes athletes to lose. PBSI Semarang City must have an effective breakthrough so that at the PORPROV 2024 event it can get a gold medal. The solution offered is to improve the physical quality of Semarang's athletes. The service team offers a tool that is integrated with the android system in the form of a national standard physical condition test parameter called the E-Report Physical Condition Software. This software was developed from the results of research referring to PB badminton athletes. Djarum who incidentally is an athlete with national and international standards. It is hoped that athletes who will be prepared for PORPROV 2024 have physical qualities that are of national standard, so that they can compete competitively and even be superior when compared to other regions. The method used in this training is Online and Offline. Online method by introducing software theoretically and offline method by applying software and measuring tool tests with practice in the field. The results of the E-report Software training were very positive because 100% of the participants were able to apply the software easily. The implication of this training is that after this service activity the coach can get the right insight to improve the physical condition of the athletes then the coach can produce great and superior athletes to give maximum contribution to PBSI Semarang city.
Systematic Literature Review: Strategi REACT untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ririn Hutneriana; Isti Hidayah; Isnarto Isnarto; Dwijanto Dwijanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dan penting dalam pembelajaran matematika yaitu kemampuan koneksi matematis. Dalam pembelajaran matematika antartopik memiliki keterkaitan, sehingga siswa perlu untuk bisa mengkaitkan atau mengkaitkan suatu topik dengan topik yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi REACT dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi dan mereview semua artikel mengenai strategi REACT yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015-2022. Artikel terpilih menyajikan teori yang didasarkan pada deskripsi yang saling bergantung dan mendukung strategi REACT. Abstract. One of the abilities that students must have and important in learning mathematics is the ability to connect mathematically. In learning mathematics, there are interrelated topics, so students need to be able to link between one topic with other topics. The purpose of this study was to determine the REACT strategy could improve students mathematical connection skills. The research method chosen this study is SLR (Systematic Literature Review) method. Data collection was carried out by documenting and reviewing all articles of the REACT strategy published in the 2015-2022 period. Selected articles present theories that are based on descriptions of interdependence and support of the REACT strategy.
Peranan Orang Tua dalam Membentuk Kedisiplinan Anak Mengerjakan Tugas Kajian Kasus Anak PAUD RA Muslimat Kertijayan Rofiatun Rofiatun; Kurotul Aeni; Hartono Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Orang tua .mempunyai fungsi.penting dalam.mengawal perkembangan.dan pembentukan sikap anak., terutama dalam kedisiplinan mengerjakan tugas. Akan tetapi fakta dilapangan terkadang orang tua sibuk dengan aktifitas karir sehingga lupa akan tanggung jawabnya dalam melaksanakan peran pendampingan. Tujuanadariapenelitian.ini auntuk.menganalisis peranaorang tuaadalamamembentuk kedisiplinanaanak. mengerjakan tugas. Jenis penelitian ini. merupakan. field.researh. metode. penggalian.data wawancara, observasi dan .dokumentasi. Keabsahanadataamenggunakan. teknikatrianggulasi..Analisisadata…menggunakan.teori.millesdan.huberman.Hasil.penelitianaPeranan orangatua.dalam membentuk kedisiplinan anak mengerjakan tugas menjalinakomunikasiayangabaikadenganaguru., mengaturadan.membuat jadwal belajaraanak.di rumah, menyiapkan tempat dan peralatan belajar, menghindarkan anak dari benda-benda yang mengganggu, memberikan contoh di depan anak, memberikan pujian terhadap tugas yang telah dikerjakan. Kendala orang tua adalah kesibukan, waktu, pengaruh lingkungan. mengatasi kendala mengatur. waktu.belajaraanakadiarumah, memberikanapenghargaan dna perhatian.yangabaik saat. anak belajaradi rumah, mendampingiaanakadalamamengerjakanapekerjaanarumahayangadiberikanaolehaguru. Abstract: Parentsahaveaan.aimportantaroleain. overseeingathe.development and formationaofachildren's attitudes, especially inathe discipline ofadoing tasks. However, the facts in the field are sometimes parents are busy with career activities so they forget their responsibilities in carrying out their mentoring role. Theapurposeaof athisastudy was to. analyze the .roleaof aparents in. shapingachildren’s.discipline in.doing assignments. This typeaofaresearch.isafieldaresearch,amethodsaof.extracting interviewadata, observationaandadocumentation..Theavalidityaofatheadataausingatriangulation.techniqu. Data.analysis. used the.theory of. Milles and Huberman. The.results of the study The. role.of parents.in shaping children’s. discipline in.carrying out the task of establishing good communication with teachers, arranging and making children's study schedules at home, preparing places and learning equipment, preventing children from disturbing objects, setting examples in front of children, giving praise to the tasks that have been done. Parental constraints are busyness, time, environmental influences. Overcoming obstacles in managing children's study time at home, giving good appreciation and attention when children study at home, assisting .children in doing. homework givenaby theateacher
Analisis bibliometrik: Trend riset mindfulness dan humility tahun 2012 – 2022 dan implikasinya pada konseling di sekolah Rohmatus Naini; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan karakter di Indonesia perlu ditingkatkan di seting pendidikan melalui layanan bimbingan dan konseling. Salah satu virtue yang perlu ditingkatkan yakni humility sebagai dasar pengembangan kekuatan karakter dan moral. Upaya peningkatan humility melalui layanan konseling mindfulness untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan trend riset mindfulness dan humility dengan fokus riset di tahun 2012 hingga 2022 dan penjelasan implikasi layanan konseling di sekolah. Selain itu, peneliti juga menganalisis penulis yang berfokus pada riset mindfulness dan humility. Studi ini menggunakan analisis bibliometrik dengan sampel data sebanyak 999 dokumen dari pencarian google schoolar berbantuan Publish or Perish (PoP). Data tersebut kemudian disimpan dalam bentuk CSV yang diinput pada VosViewer dengan hasil 41 kata kunci yang dibagi menjadi 8 kluster sesuai dari keyword pencarian yakni mindfulness dan humility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat bervariasi topik yang relevan untuk diteliti berkaitan mindfulness dan humility berdasarkan sumber bacaan dari Google Scholar Search di tahun 2012-2022. Cultural humility menjadi hasil topik pencarian yang dominan dan memiliki keterhubungan dengan pembelajaran, pedagogi, traumatic, awareness dan juga cultural competence. Implikasi dari hasil studi ini menjadikan dasar pengembangan riset terkait layanan konseling di sekolah. Abstract. Character education in Indonesia needs to be improved in educational settings through guidance and counseling services. One of the virtues that need to be improved is humility as the basis for developing character and moral strength. Efforts to increase humility through mindfulness counseling services for students. This study aims to describe the trend of mindfulness and humility research with a focus on research in 2012 to 2022 and explain the implications of counseling services in schools. In addition, researchers also analyzed authors who focused on mindfulness and humility research. This study uses bibliometric analysis with a data sample of 999 documents from a google schoolar search assisted by Publish or Perish (PoP). The data is then stored in CSV form which is inputted into VosViewer with the results of 41 keywords which are divided into 8 clusters according to the search keywords, namely mindfulness and humility. The results of the study show that there are many relevant topics for research related to mindfulness and humility based on reading sources from Google Scholar Search in 2012-2022. Cultural humility is the dominant search topic and has links to learning, pedagogy, trauma, awareness and also cultural competence. The implications of the results of this study form the basis for developing research related to counseling services in schools. Further research recommendations will be discussed in this article.
Peran Konseling Individual dalam Meningkatkan Efikasi Diri Orangtua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus: Sistematik Literatur Review Ronny Gunawan; Mungin Eddy Wibowo; Mulawarman Mulawarman; Muhammad Japar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak spesial yang memerlukan bantuan dalam tumbuhkembangnya. Bantuan yang sangat diandalkan adalah dari orangtua, namun kadangkala orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seringkali mengalami stress dan depresi dan ada perasaan tidak menerima bahwa orangtua memiliki anak yang demikian, oleh sebab itu orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus memerlukan bantuan dari orang lain khususnya konselor dalam meningkatkan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan Literatur Sistematic Review (LSR) dengan teknik PRISMA. Di awal peneliti mencari jurnal dari sumber terpercaya, yakni SAGE, Science Direct, dan Proqust dengan jumlah awal 392 artikel setelah melalui proses melalui metode PRISMA hasil akhir dari artikel yang diperoleh berdasarkan kualifikasi yang telah ditentukan, yang berkaitan dengan layanan konseling bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang berkaitan dengan efikasi diri didaptkan 9 artikel yang dapat dikaji dan berkaitan dengan variabel yang akan dibahas. Dari kajian jurnal yang ada, maka didapatkan bahwa layanan konseling individual dapat membantu orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan efikasi diri orangtua. Abstract. Children with special needs are special children who need help in their growth and development. Very reliable help is from parents, but sometimes parents who have children with special needs often experience stress and depression and there is a feeling of not accepting that parents have such children, therefore parents who have children with special needs need help from other people, especially counselors in increase self-efficacy. This study uses a Literature Systematic Review (LSR) with the PRISMA technique. At the beginning the researchers looked for journals from reliable sources, namely SAGE, Science Direct, and Proqust with an initial number of 392 articles after going through the process through the PRISMA method. with special needs related to self-efficacy, there were 9 articles that could be studied and related to the variables to be discussed. From a review of existing journals, it was found that individual counseling services can help parents who have children with special needs to improve parental self-efficacy.
Penerapan Aplikasi Duolingo Sebagai Media Pembelajaran Dalam Keterampilan Menyimak Bahasa Inggris Siswa SMA Rully Khoeru Solihin; Rudi Hartono; Dwi Rukmini; Sri Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan media teknologi menjadi sebuah tuntutan dalam perubahan moda pembelajaran berbasis online. Penggunaan aplikasi Duolingo menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam pembelajaran menyimak bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini didapat dari pengamatan proses pembelajaran dan hasil wawancara siswa. Penelitian ini mengambil data dari pembelajaran kelas XI IPS 2 SMAN 1 Jatitujuh. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran melalui aplikasi Duolingo dapat digunakan sebagai alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa sekaligus menambah kosakata serta melatih keterampilan menyimak siswa dalam berbahasa Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Duolingo dapat menjadi alternatif media pembelajaran bahasa Inggris. Abstract. Learning English using technology media is a demand in changing online-based learning modes. The use of the Duolingo application is an alternative that can be used in learning to listen to English. This research was conducted with the aim of describing the learning process using the Duolingo application as a learning medium. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study were obtained from observations of the learning process and the results of student interviews. This study took data from class XI IPS 2 at SMAN 1 Jatitujuh. Data were obtained through observation and interviews with students on the learning activities carried out. Based on the results of the study, it can be concluded that the learning process through the Duolingo application can be used as an alternative for teachers to increase students' learning independence while increasing vocabulary and training students' listening skills in English. This shows that the use of Duolingo can be an alternative medium for learning English.