cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Mengembangkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Calon Guru Sekolah Dasar sebagai Bentuk Penguatan Keterampilan Abad 21 Fina Fakhriyah; Ani Rusilowati; Sunyoto Eko Nugroho; Sigit Saptono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era revolusi industri 4,0 dan era society 5,0 menantang mahasiswa lulusan LPTK untuk memiliki hard skill maupun soft skill yang terasah dengan baik. Kemampuan berargumentasi menjadi salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh mahasiswa. Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan proses memperkuat suatu klaim dengan menitikberatkan pada kemampuan mengemukakan ide dan gagasan tentang fenomena sains dalam kehidupan sehari-hari yang berdasarkan bukti dan kesesuaiannya dengan teori yang ada. Kemampuan argumentasi ilmiah ini sangat terkait dengan isu penting pada beberapa tahun terakhir ini, yakni keterampilan abad 21. Dengan keterlibatan mahasiswa dalam berargumentasi, maka mahasiswa dapat belajar untuk menghargai hubungan antara bukti dan klaim serta pentingnya pembenaran dalam argumen ilmiah. Pada pembelajaran aplikasi sains, pendidik atau dosen dapat mengelompokkan bahasan materi keseimbangan lingkungan dapat dikaitkan dengan isu sosiosaintifik dalam beberapa tema di antara; 1) pelestarian keanekaragaman hayati dengan teknologi; dan 2) penggunaan pestisida untuk memberantas hama; 3) cara menjaga keseimbangan lingkungan. Setelah pengelompokan tema tersebut, pendidik dapat memberikan suatu permasalahan yang terkait dengan isu sosiosaintifik Dengan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta beberapa hal menimbulkan perbedaan pendapat, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan argumentasinya berdasarkan data (data), klaim (claim), pembenaran (warrant), dukungan (backing), dan sanggahan (rebuttal). Kata kunci: kemampuan argumentasi ilmiah, keterampilan abad 21, calon guru sekolah dasar Abstract. The 4.0 industrial revolution era and 5.0 era society challenged students who graduated from the Education Personnel Education Institute to have well-honed hard skills and soft skills. The ability to argue is one of the important abilities possessed by students. The ability of scientific argumentation is the process of strengthening a claim by emphasizing the ability to express ideas and ideas about scientific phenomena in everyday life based on evidence and in accordance with existing theories. The ability of scientific argumentation is closely related to important issues in recent years, namely 21st century skills. By involving students in arguing, students can learn to appreciate the relationship between evidence and the importance of justification in scientific arguments. In learning science applications, educators or lecturers can group environmental balance material with socio-scientific issues in several themes, including 1) preservation of biodiversity with technology; and 2) use of pesticides to eradicate pests; 3) how to maintain environmental balance. After grouping these themes, educators can provide a problem related to scientific issues. With themes that are close to everyday life and some things that cause differences of opinion, students are expected to be able to develop their argumentation skills based on data (data), claims, justifications. (warrant), support (support), and rebuttal (rebuttal). Key words: scientific argumentation ability, 21st century skills, prospective elementary school teachers.
Persepsi Dan Pembiasaan Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terintegrasi STEAM pada Mata Kuliah IPA: Studi Pendahuluan Tentang PjBL Terintegrasi Steam untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 M. Hidayatur Rohman; Putut Marwoto; Sunyoto Eko Nugroho; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mahasiswa pada abad 21 menghadapi masalah kehidupan nyata, dimana teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan. Sehingga dunia pendidikan pada abad 21 ini menghadapi tantangan memberikan mahasiswa Pendidikan berbasis keterampilan untuk menghadapi masalah kehidupan nyata tersebut. Selanjutnya keterampilan yang dikembangakan itu disebut dengan keterampilan abad 21 (4C: Critical thinking, Collaboration, Creative, Communication). Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu pendekatan model pembelajaran yang menjawab tantangan abad 21 tersebut. Salah satu pendekatan itu adalah pengembangan model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) terintegrasi STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan pembiasaan dosen IPA, serta persepsi mahasiswa dalam penggunaan model PjBL terintegtrasi STEAM pada mata kuliah IPA. Subjek penelitian adalah 10 dosen IPA dan 33 mahasiswa Pendidikan IPA. Pengumpulan data dilakukan dengan mengembangkan kuesioner yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PjBL terintegrasi STEAM sangat baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan abad 21 bagi mahasiswa. Kata kunci: project based learning (PjBL), steam, keterampilan abad 21 Abstract. Students in the 21st-century face real-life problems, where technology plays an important role in life. So that the world of education in the 21st-century faces the challenge of providing students with skills-based education to deal with these real-life problems. Furthermore, the skills developed are called 21st-century skills (4C: Critical thinking, Collaboration, Creative, Communication). Therefore, it is necessary to develop a learning model approach that answers the challenges of the 21st-century. One such approach is the development of an integrated project-based learning (PjBL) model of STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics). The purpose of this study was to determine the perception and habituation of science lecturers, as well as student perceptions of the use of the STEAM-integrated PjBL model in natural science courses. The research subjects were 10 science lecturers and 33 science education students. Data collection is done by developing a questionnaire that has been validated and tested for reliability. The results of the study show that the use of the STEAM integrated PjBL model is very good for improving critical thinking skills and 21st-century skills for students. Key words: project-based learning (PjBL), steam, 21st-century skills
Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPA Abad 21 Riyanti Riyanti; Edy Cahyono; Sri Haryani; Budi Naini Mindyarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Abad 21 perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi berlangsung sangat cepat dan penuh persaingan. Pendidikan ditantang untuk memusatkan perhatian pada terbentuknya manusia masa depan yang memiliki karakteristik diantaranya kepekaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Paradigma pendidikan telah mengalami pergeseran dari paradigma behavioristik menuju konstruktivistik yang ditandai adanya perbedaan orientasi pembelajaran. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis proses belajar menurut teori konstruktivistik dan implementasinya dalam pembelajaran IPA abad 21.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka. Hal pertama yang dilakukan peneliti yaitu memberikan definisi konstruktivisme dan pembelajaran abad 21. Langkah kedua adalah mencari informasi tentang proses belajar mengajar menurut teori konstruktivistik dan pembelajaran IPA abad 21. Langkah ketiga yaitu peneliti mensintesis beberapa informasi tentang implementasi konstruktivisme dalam pembelajaran IPA abad 21.Berdasarkan kajian pustaka menunjukkan bahwa proses belajar mengajar menurut teori konstruktivistik melibatkan peran guru, siswa, sarana prasarana, dan evaluasi belajar. Implementasi pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajarn IPA abad 21 meliputi keterampilan siswa dalam pemahaman, analisis, penerapan pada kelompok eksperimen dalam berkolaborasi, dan penggunaan bahan ajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: konstruktivisme, pembelajaran IPA, abad 21 Abstract. In the 21st century, the development of science, technology, and information is very fast and full of competition. Education is challenged to draw attention to the formation of a future that is one of them, independent, and responsible. The educational paradigm has experienced a shift from a behavioral paradigm to a constructivist one marked by differences in learning orientation. The purpose of this paper is to analyze the learning process according to constructivist theory and its implementation in science learning in the 21st century.The method used in this research is library study. The first thing the researcher did was to provide a definition of constructivism and 21st century learning. The second step was to find information about the teaching and learning process according to constructivist theory and 21st century science learning. The third step was to synthesize some information about the implementation of constructivism in 21st century science learning.Based on the literature review, it shows that the learning process according to constructivist theory involves the role of teachers, students, infrastructure, and learning evaluation. The implementation of constructivism learning in science learning in the 21st century includes students' skills in understanding, analyzing, applying to experimental groups in collaboration, and using learning materials and can improve student learning outcomes. Key words: constructivism, science learning, 21st century.
Analisis Kendala Guru dalam Menerapkan Pendekatan Saintifik Berbasis Inkuiri pada Sains Sekolah Dasar Rusdiyana Rusdiyana; Dyah Rini Indriyanti; Hartono Hartono; Wiwi Isnaeni
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 di Indonesia menggunakan pendekatan saintifik atau menggunakan five discovery skills. Lima keterampilan ini sesuai dengan model pembelajaran inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kendala guru dalam menerapkan pendekatan saintifik berbasis inkuiri mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri 2 Komet Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah 6 orang guru IPA SDN 2 Komet Banjarbaru, data dikumpulkan dengan wawancara, dan telaah dokumen. Penarikan kesimpulan melalui proses dari pengumpulan data dengan teknik wawancara dan telaah dokumen. Data yang sudah terkumpul, kemudian diolah dengan analisis data dengan pendekatan induktif yang bersifat khusus ke data yang bersifat umum, dan dengan pengecekan keabsahan data tersebut. Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala guru dalam menerapkan pendekatan saintifik berbasis inkuiri pada sains di Sekolah Dasar akibat guru kurang menguasai teknik memancing siswa bertanya, kurang menguasai pendekatan saintifik, kurangnya penguasaan langkah-langkah inkuiri, dan kurangnya acuan atau contoh penerapan inkuiri dalam pembelajaran daring. Hal ini terjadi karena kelemahan buku ajar kurikulum 2013 yaitu kurangnya mengarahkan penerapan inkuiri. Penyebab lainnya dalam ulasan dikemukakan tentang alasan guru tidak menerapkan inkuiri yaitu pembelajaran inkuiri memerlukan waktu lebih banyak dalam hal persiapan, kesulitan merancang inkuiri secara e-learning, dan kesulitan implementasi di ruang kelas online. Sehingga saran penelitian ini : 1). Perlu adanya model pelatihan guru dalam hal menerapkan pendekatan saintifik berbasis inkuiri dan 2). Perlu tersedianya buku ajar IPA menggunakan pendekatan saintifik berbasis e-inkuiri learning Kata kunci: analisis, kendala guru, pendekatan saintifik berbasis inkuiri, sekolah dasar. Abstract. The learning process in the 2013 curriculum in Indonesia uses a scientific approach or uses five discovery skills. These five skills are in accordance with the inquiry learning model. The purpose of this study was to analyze the teacher's obstacles in applying a scientific approach to inquiry-based science subjects at the State Elementary School 2 Komet Banjarbaru. This study uses a qualitative approach. The resource persons in this study were 6 science teachers at SDN 2 Komet Banjarbaru, data were collected by interview, and document review. Drawing conclusions through the process of data collection with interview techniques and document review. The data that has been collected is then processed by data analysis with an inductive approach that is specific to general data, and by checking the validity of the data. The results of this study have shown that there are several obstacles for teachers in applying a scientific approach based on inquiry to science in elementary schools due to teachers lack of mastery of techniques to provoke students to ask questions, lack of mastery of scientific approaches, lack of mastery of inquiry steps, and lack of references or examples of application of inquiry in online learning. This happened because of the weakness of the 2013 curriculum textbooks, namely the lack of directing the application of inquiry. Other causes in the review stated the reasons teachers do not apply inquiry, namely inquiry learning requires more time in terms of preparation, difficulties in designing inquiry in e-learning, and difficulties in implementation in online classrooms. So the suggestions of this research: 1). There needs to be a teacher training model in terms of applying an inquiry-based scientific approach and 2). It is necessary to provide science textbooks using a scientific approach based on e-inquiry learning Key words: analysis, teacher constraints, inquiry-based scientific approach, elementary school.
Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android pada Mata Kuliah Rencana Anggaran dan Biaya Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang Aris Widodo; Indah Permata Sari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong pembaruan penggunaan teknologi dalam media pembelajaran. Media pembelajaran berkembang dari media cetak hingga media audio visual yang dapat diakses melalui perangkat smartphone. Salah satu sistem operasi yang mendukung kerja smartphone adalah Android. Android merupakan salah satu dari sistem operasi smartphone teratas yang banyak digunakan di dunia. Dalam pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Rencana Anggaran dan Biaya dosen belum menggunakan media smartphone untuk media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis aplikasi Android mata kuliah Rencana Anggaran dan Biaya Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap media pembelajaran berbasis aplikasi Android mata kuliah Rencana Anggaran dan Biaya Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tahapan pembuatan media pembelajaran RAB berbasis aplikasi Android terdiri atas Pengumpulan Informasi, Perencanaan Media, Pembuatan Media, dan Penilaian Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media RAB berbasis aplikasi Android menurut ahli materi layak digunakan dengan persentase nilai 83,08% dan sangat layak oleh ahli media dengan persentase nilai 92,5%. Media pembelajaran RAB berbasis aplikasi Android mendapat tanggapan sangat positif dari mahasiswa sebesar 85,30% atau sangat positif.Kata kunci: media pembelajaran, media rab, aplikasi AndroidAbstract. The development of science and technology encourage renewal of the use of technology in learning media. Learning media evolved from print media to audio- visual media that can be accessed via smartphone. One of the operating systems that support smartphone work is Android. Android is one of the most widely used smartphone operating systems in the world. In the implementation of learning Rencana Anggaran dan Biaya subject, lecturers have not used smartphones for learning media. The purpose of this research are to find out the feasibility of learning media based on Android applications for Rencana Anggaran dan Biaya subject of the Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang to find out the students’ responses of learning media based on the Android application in Rencana Anggaran dan Biaya subject of the Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang. This research uses descriptive research with a quantitative approach. Making RAB learning media based on the Android application consists of collecting information, planning media, making media, and evaluating media. The research results showed that RAB learning media based on the Android application according to the material expert were feasible with a percentage value of 83.08% and very feasible by media experts with a percentage value of 95.5%. The RAB learning media based on the Android application received very positive responses from students, this was based on the students’ responses questionnaire which showed achievement of 85.20% or very positive.Key words: learning media, rab media, Android application
Evaluasi Gaya Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Vokasi Kemaritiman di Abad 21 – Studi Kasus pada Politeknik Bumi Akpelni Cahya Fajar Budi Hartanto; Y L Sukestiyarno; Rusdarti Rusdarti; Abdurrahman Abdurrahman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan vokasi saat ini tengah mendapat perhatian pemerintah, berbagai regulasi dan kebijakan diterbitkan untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi. Tentunya hal ini harus mendapat dukungan dari internal pendidikan vokasi itu sendiri, salah satunya dari para pimpinan yang mengatur jalannya roda institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gaya kepemimpinan pendidikan tinggi vokasi kemaritiman di abad 21 yang penuh dengan dinamika dan perubahan yang sangat cepat sehingga membutuhkan karakter pemimpin yang adaptif. Selain itu juga untuk menemukan celah pengembangan atau perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran dan fungsi pimpinan pendidikan tinggi vokasi kemaritiman di masa kini dan mendatang. Metode penelitian ini adalah mixed methods dimana untuk tujuan penelitian pertama digunakan metode kuantitatif, sedangkan untuk tujuan penelitian kedua digunakan metode kualitatif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan di pendidikan tinggi vokasi kemaritiman menggunakan tiga gaya kepemimpinan yakni karismatik (4,04), transformasional (4,42), dan transaksional (4,17). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pimpinan pendidikan tinggi vokasi kemaritiman telah menggunakan kombinasi dari ketiga gaya kepemimpinan sehingga dapat menjawab tuntutan dari seluruh elemen yang ada di lembaga. Adapun yang masih harus terus ditingkatkan sebagai pimpinan pendidikan tinggi vokasi kemaritiman adalah: memahami regulasi yang berlaku dengan baik; kompeten dan cakap menjadi pimpinan meski usia masih muda; mampu menjadi teladan; mengayomi seluruh civitas akademika dan memperjuangkan hak bawahan meski harus berhadapan dengan Yayasan; memiliki kedekatan personil dengan seluruh warga kampus; serta terbuka menerima kritik, saran, dan masukan yang membangun demi kemajuan lembaga. Kata kunci: gaya kepemimpinan, pendidikan tinggi vokasi, kemaritiman. Abstract. Vocational education is currently getting the government's attention, and various regulations and policies are issued to support the strengthening of vocational education. Of course, this must be supported from internal vocational education itself, one of which is from the leaders who manage the running of the institution. This study aims to evaluate the leadership style of maritime vocational higher education in the 21st century which is full of dynamics and very fast changes that require adaptive leader characters. In addition, to find development gaps or improvements that can be made to increase the role and function of the present and future leaders of maritime vocational higher education. This research method is a mixed method where for the first research purpose, quantitative methods are used, while for the second research purpose, narrative qualitative methods used. The results showed that leadership in maritime vocational higher education uses three leadership styles, namely charismatic (4.04), transformational (4.42), and transactional (4.17). The conclusion of this study states that the leadership of maritime vocational higher education has used a combination of the three leadership styles so that it can answer the demands of all elements in the institution. The things that still need to be improved as the leader of maritime vocational higher education are: understanding the applicable regulations properly; competent and capable of being a leader even though he is still young; able to be an example; protect the entire academic community and fight for the rights of subordinates even though they have to deal with the Foundation; having close personnel with all campus residents; and (6) openly accepting constructive criticism, suggestions, and input for the improvement of the institution.. Key words: leadership style, vocational higher education, maritime.
Persepsi Masyarakat Terhadap Citra SMK N 1 Gantiwarno Melalui Akun Media Sosial Youtube Dwi Titik Indriyanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah kemajuan teknologi informasi dengan munculnya internet dan handphone yang mempengaruhi gaya interaksi masyarakat. Adanya akun media sosial youtube @smknesaga yang memuat video berbagai kegiatan di SMK N 1 Gantiwarno. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang citra SMK N 1 Gantiwarno melalui akun media sosial youtube. Teori yang dipakai dalam penelitian ini antara lain adalah uraian teoritis tentang komunikasi, persepsi, masyarakat, citra, media sosial, youtube. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan masyarakat disini adalah masyarakat yang melihat dan subscribe tayangan youtube @smknesaga. Teknik pengumpulan data adalah dengan pengambilan sampel secara random dari masyarakat yang viewer dan subscriber youtube @smknesaga. Teknik pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan persepsi masyarakat tentang citra SMK N 1 Gantiwarno adalah sekolah yang mengalami banyak kemajuan pada pengembangan IT, sarana prasarana dan kegiatan kesiswaan dan tenaga kependidikan. Kata kunci: persepsi, citra, youtube. Abstract. The background of this research is the advancement of information technology with the emergence of the internet and cellphones which affect the style of community interaction. There is a YouTube social media account @smknesaga which contains videos of various activities at SMK N 1 gantiwarno. The purpose of this study was to determine the public's perception of the image of SMK N 1gantiwarno through the YouTube social media account. The theories used in this study include theoretical descriptions of communication, perception, society, image, social media, youtube. The research method used is a descriptive qualitative method. The people here are the people who watch and subscribe to @smknesaga's youtube show. The data collection technique is by taking random samples from people who are viewers and subscribers of @smknesaga youtube. Data collection techniques by means of observation and interviews. The results of this study indicate the public's perception of the image of SMK N 1 gantiwarno is a school that has experienced a lot of progress in the development of IT, infrastructure and activities for students and education staff. Key words: perception, image, youtube.
Meningkatkan Kinerja Sekolah Dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Siswa Melalui Pendidikan Gratis Pada Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) F Budi Santoso
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemerintah pusat memberikan dana pendidikan berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota berupa Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dalam penggunaan di satuan pendidikan akan kesulitan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) mengacu pada petunjuk teknis bukan mengacu pada raport mutu sekolah. Maka dalam pelaksanaannya sekolah tidak punya kemampuan untuk mengoptimalkan dana BOS maupun BOSDA untuk membangun sekolah yang berkualitas. Kurangnya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, maka penulis merumuskan masalah pada model penelitian pengembangan (R&D) “belum optimalnya sekolah dalam penggunaan dana bantuan pemerintah sebagai upaya biaya pendidikan gratis” dengan judul “meningkatkan kinerja sekolah dan menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa melalui pendidikan gratis pada jenjang sekolah menengah kejuruan”. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kerangka kinerja sekolah berbiaya gratis dengan menetapkan tingkatan kinerja sekolah berkelanjutan pada tiga sekolah menengah kejuruan negeri di provinsi jawa tengah. Fokus penelitian mengidentifikasi kerangka paling cocok untuk mengukur keberlanjutan indek gabungan dari tata letak kinerja sekolah dengan Data dan Sumber Penelitian; Studi kasus; 3 smk yang berbeda, Tipe data; rencana tata letak digital, Sumber; otoritas perencanaan lokal, Data verifikasi; groundthruting SMK. Teknik Pengumpulan Data berupa data Kuesioner; uji coba untuk pelaksanaan dan Teknik Keabsahan Data: Responden; SMK Negeri di Jawa Tengah dengan Jumlah putaran; 3 sekolah. Teknik pengolahan data dengan statistika deskriptif, statistika inferensial dan interpretative analysis. Kata kunci: optimalisasi bos/bosda untuk meningkatkan kinerja Abstract. The central government provides education funds in the form of School Operational Assistance (BOS) and provincial or district/city governments in the form of Regional School Operational Assistance (BOSDA). In use in education units, it will be difficult to prepare the School Activity Plan and Budget (RKAS) referring to technical instructions, not referring to school quality report cards. So, in its implementation, schools do not have the ability to optimize BOS and BOSDA funds to build quality schools. Lack of government in preparing human resources through the education sector, the authors formulate problems in the research development (R&D) model; “Schools Are Not Optimized In Use Of Government Assistance Funds As A Free Education Cost Efforts" With The Title "Increasing School Performance And Growing The Entrepreneurs Of Students Through Free Education At Vocational High School”. The purpose of this study is to create a free-cost school performance framework by determining the level of sustainable school performance in three public vocational high schools in the province of Central Java. Research focus ; identify the most suitable framework for measuring the sustainability of the combined index of school performance layout with Research Data and Sources; Case study; 3 different smk, data type; digital layout plan, Source; local planning authority, Data verification; ground-truthing SMK. Data collection techniques in the form of questionnaire data; trials for implementation and Data Validity Techniques: Respondents; State Vocational Schools in Central Java by Number of rounds; 3 schools. Data processing techniques with descriptive statistics, inferential statistics and interpretive analysis. Key words: optimization of bos/bosda to improve performance
Keefektifan Pembuatan RPP Inovatif, Media dan Weblog Pembelajaran guna meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Pondok Pesantren Muhammad Jhoni; M. Hasbi; Nurlaeli Nurlaeli
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari program pengabdian ini adalah mendampingi para guru madrasah di pondok pesantren Tazakka dalam pembuatan RPP Inovatif, Media Pembelajaran, dan Web blog. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang mana semua pihak yang relevan dilibatkan secara aktif, dalam menganalisis tahapan-tahapan kegiatan yang sedang berlangsung guna melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik lagi. Berdasarkan hasil pengabdian didapatkan hasil bahwa rata-rata sikap guru sebesar 6,38 untuk pembuatan weblog, rata-rata sebesar 7,54 untuk PPT, dan rata-rata 6,97 untuk RPP yang masing-masing termasuk dalam kategori baik; sebesar 86% dari 37 orang peserta mampu membuat weblog, PPT, dan RPP; masing-masing sekolah membuat weblog sekolah resmi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan dampak yang baik bagi guru madrasah di Pondok Pesantren Tazakka. Kata kunci: RPP, weblog, pembelajaran, media pembelajaran. Abstract. The purpose of this service program is to assist madrasa teachers at the Tazakka Islamic boarding school in making Innovative RPP, Learning Media, and Web blogs. The method used is Participatory Action Research (PAR), in which all relevant parties are actively involved in analyzing the stages of ongoing activities in order to make changes for the better. Based on the results of the service, it was found that the average attitude of the teacher was 6.38 for making weblogs, an average of 7.54 for PPT, and an average of 6.97 for RPP, each of which was in the good category.; 86% of the 37 participants were able to make weblogs, PPT, and RPP; each school makes an official school weblog. Thus, it can be concluded that this PKM activity has a good impact on madrasa teachers at the Tazakka Islamic Boarding School. Key words: RPP, weblogs, learning, learning media.
Investigasi Motivasi dan Gaya Belajar Mahasiswa Selama Pembelajaran Online di Jurusan PKK UNNES Pudji Astuti; Sita Nurmasitah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gelombang globalisasi abad 21 semakin kuat, arus penggunaan teknologi pada pendidikan massif berjalan. Di sisi lain kondisi pandemic covid 19 membawa perubahan baru. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal ini yang akan dilihat oleh peneliti dalam penelitian terkait dengan motivasi belajar dan gaya belajar. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dan gaya belajar mahasiswa Jurusan PKK. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket menggunakan skala likert. Angket disebarkan secara online melalui google form. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar pada mahasiswa Jurusan PKK termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 62,4 %. Pada gaya belajar Pada gaya belajar menunjukan bahwa kecenderungan gaya belajar mahasiswa Jurusan PKK adalah gaya belajar visual sebanyak 48,17 %. Melihat data yang ditampilkan maka motivasi belajar pada mahasiswa masih bagus dan perlu didorong lagi mengingat pembelajaran online/daring membutuhkan motivasi yang kuat. Kata kunci: gaya belajar, motivasi belajar, mahasiswa Abstract. The wave of globalization in the 21st century is getting stronger, the current use of technology in mass education is running. On the other hand, the condition of pandemic covid 19 brings new changes. Learning activities are carried out online. This will be seen by researchers in research related to learning motivation and learning style. The purpose of the research is to obtain images of learning motivation and learning style of PKK students. The research method used is a survey with a quantitative approach. Data collection techniques are performed by questionnaire using the Likert scale. The questionnaire is distributed online through google form. The data analysis technique used is descriptive percentage. The results showed that the motivation to study in students of the PKK Department was included in the high category as much as 62.4%. In the learning style, the learning style shows that the excitement of the learning style of students of the PKK Department is a visual learning style of 48.17%. Looking at the data displayed, the motivation to learn in students is still good and needs to be encouraged again considering that online learning requires strong motivation. Key words: Learning style, motivation to learn, students