cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa SMP Negeri 3 Kalibagor Gunawan Gunawan; Kartono Kartono; Wardono Wardono; Iqbal Kharisudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Kalibagor ditinjau dari kemandirian belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Kalibagor yang berjumlah 28 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam satu kelas dipilih 2 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai terlihat, 2 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai berkembang, dan 2 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar membudaya yang memiliki komunikasi baik agar dapat menggali informasi dengan mudah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Uji validitas yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai terlihat belum menguasai semua indikator kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan dan mengevaluasi. Peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai berkembang hanya mampu menguasai indikator kemampuan menganalisis, mensintesis dan memecahkan masalah. Peserta didik dengan kategori kemandirian belajar membudaya sudah dapat menguasai semua indikator kemampuan berpikir kritis.
Dukungan Guru untuk Kemampuan Komunikasi Matematis siswa dalam Pembelajaran Matematika Realistic Mathematics Education Darto Darto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa masih rendah pada aspek komunikasi matematis. Dukungan guru dapat membantu siswa untuk mengeksplor komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika di kelas. Pendekatan pembelajaran realistic mathematics education dapat membantu siswa dalam mengeksplorasi ide-ide matematis dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa melalui indikator written text, yaitu memberikan jawaban dengan menggunakan bahasa sendiri, membuat model situasi atau persoalan menggunakan lisan, tulisan, konkrit, grafik dan aljabar, menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari, mendengarkan, mendiskusikan, dan menulis tentang matematika, membuat konjektur, menyusun symbol dan generalisasi, drawing, yaitu merefleksikan benda-benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide-ide matematika, mathematical expression, yaitu mengekspresikan konsep matematika dengan menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun sampel dari penelitian ini adalah siswa di SMP Negeri 1 Bunga Raya sebanyak 31 orang siswa. Hasil penelitian ini adalah analisis kemampuan komunikasi matematis siswa pada level tinggi 83,8%, sedang 12,9%, dan rendah 3,3%.
Desain Web-based Distance Learning: Model TPACK-in Practice untuk Meningkatkan Kesiapan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Bahasa Inggris Agatha Lisa; Abdurrachman Faridi Faridi; Dwi Anggani Linggar Bharati; Mursid Saleh
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mahasiswa calon guru saat ini tidak luput dari pengaruh perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Mereka yang memiliki literasi teknologi yang baik bukan hanya mampu menguasai perangkat teknologi informasi dengan fitur-fitur terbaru, eye-catching, atau yang sedang booming, tetapi dapat juga memanfaatkan dan menggunakan teknologi secara tepat dan efektif dalam proses pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pengajaran dengan menggunakan kerangka TPACK sebagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa calon guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mengajar di era revolusi industri 4.0, terutama pada masa darurat pandemi COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian kualitatif ini mendeskripsikan penggunaan dan penerapan dari model pengajaran tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi kelas, interview, dan kajian dokumen tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui workshop yang diadakan secara online, 40 peserta dapat mendesain web-based distance learning yang kreatif dan inovatif. Mereka dapat menentukan berbagai macam aplikasi yang digunakan untuk menunjang kegiatan pengajaran dengan menyesuaikan beberapa aspek penting, seperti materi, tujuan pembelajaran, karakteristik, gaya belajar, dan kebutuhan siswa dalam mengembangkan keterampilan abad 21. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa tertarik dengan materi workshop yang disampaikan dan merasa puas dengan tugas kelompok yang diberikan. Namun demikian, ada beberapa tantangan dan kendala yang dihadapi peserta dalam menyelesaikan tugas workshop tersebut. Kata kunci: Web-based distance learning, TPACK-in Practice, kesiapan mengajar, mahasiswa calon guru. Abstract. Student-teacher candidates today do not escape the influence of increasingly rapid technological developments, especially in using information and communication facilities for learning. Those who have good technological literacy can master information technology with the latest, eye-catching, or booming features and utilize and use technology appropriately and effectively in the teaching process to achieve the expected learning objectives. Therefore, this study explores a teaching model using the TPACK framework to prepare student teacher candidates to use technology to teach in the era of industrial revolution 4.0, especially during the COVID-19 pandemic emergency. Using a case study approach, qualitative research describes the use and application of the teaching model. This study's data collection techniques used class observations, interviews, and review of assignment documents. The results showed that through an online workshop, 40 participants could design creative and innovative web-based distance learning. They can determine the various applications used to support teaching activities by adjusting several important aspects, such as materials, learning objectives, characteristics, learning styles, and student needs in developing 21st-century skills. The results of the interviews showed that they were interested in the workshop materials presented and were satisfied with the assigned group assignments. However, there were several challenges and obstacles faced by the participants in completing the workshop tasks. Key words: Web-based distance learning, TPACK-in Practice, teaching readiness, student teacher candidates.
Implementasi Information Communication Technology (ICT) Berbasis Human-to-Human Interaction dalam Pembelajaran Grammar Atik Rokhayani; Dwi Rukmini; Rudi Hartono; Dwi Anggani Linggar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran. Dewasa ini komunikasi akademik banyak dilakukan secara online. Komunikasi online dapat menggantikan keberadaan orang tanpa interaksi tatap muka. Sekarang ini, banyak mahasiswa berkomunikasi melalui Information Communication Technology (ICT). ICT sangat popular di dunia pendidikan. Integrasi teknologi dalam pembelajaran sangat mutlak diperlukan. Pemanfaatan teknologi membutuhkan peran aktif dosen dan mahasiswa. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa sebagai generasi digital. Di masa pandemi ini, pembelajaran dilakukan secara online. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam komunikasi online melalui Human-to-Human Interaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi dalam pembelajaran Grammar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi melalui Human-to-Human Interaction memberi pengalaman yang menarik bagi mahasiswa serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi dengan dosen dan mahasiswa yang lain. Mahasiswa juga menunjukkan sikap positif selama pembelajaran. Kata kunci: ICT, interaksi antar manusia. Abstract. Communication is one of the important factors in the learning process. Nowadays, academic communication is mostly done online. Online communication can replace the presence of people without face-to-face interaction. Nowadays, many students communicate through Information Communication Technology (ICT). ICT is very popular in education. The integration of technology in learning is necessary. Utilization of technology requires the active role of lecturers and students. Therefore, learning strategies are needed that are in accordance with the needs of students as a digital generation. During this pandemic, teaching and learning is conducted via online mode. One strategy that can be applied is online communication through Human-to-Human Interaction. This study aims to explore the application of technology in learning Grammar. This study used a qualitative approach. The results of this study reveal that communication through Human-to-Human Interaction provides an interesting experience for students and provides opportunities for them to explore with lecturers and other students. The students also show a positive attitude during learning. Key words: ICT, human-to-human interaction
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kegiatan Menyimak Mahasiswa di Luar Kelas pada Mata Kuliah Extensive Listening Farah Sukmawati Wahidah; Januarius Mujiyanto; Dwi Rukmini; Katharina Rustipa
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan belajar mengajar dewasa ini tidak bisa dilepaskan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Dosen dan mahasiswa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mencari informasi, termasuk berkomunikasi dan mencari informasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, maupun untuk mengunggah tugas. Kegiatan menyimak mahasiswa yang dilakukan dalam mata kuliah extensive listening ini adalah kegiatan menyimak mahasiswa yang dilakukan diluar kelas sehingga penting untuk mengetahui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh mahasiswa dalam melakukan kegiatan menyimak di luar kelas. Artikel ini menjelaskan kegiatan menyimak yang dilakukan oleh mahasiswa semester dua di luar kelas pada mata kuliah extensive listening yang erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, mengenai macam sumber informasi dan teknologi yang digunakan dan bagaimana kegiatan mahasiswa didalamnya. Data diperoleh melalui pengamatan kelas selama satu semester dan analisa isi dari hasil kegiatan menyimak mahasiswa yang ada di dalam beberapa aplikasi yang digunakan oleh mahasiswa dalam melaporkan kegiatan menyimak mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Mahasiswa mencari sumber teks dari youtube, podcast, dan ted talks. Beberapa aplikasi digunakan dalam kaitannya dengan aktivitas menyimak mahasiswa, seperti padlet dan anchor. Kata kunci: extensive listening, teknologi informasi, teknologi komunikasi Abstract. Nowadays, teaching and learning activities are close to information and communication technologies. Lectures and students use information and communication technologies to communicate and access information, including communicating and accessing information concerning teaching and learning activities and uploading learning tasks. The students’ extensive listening activities are done outside the classroom, so it is essential to explore their extensive listening activities by utilizing information and communication technologies. This study focuses on their activities, including sources and applications used by students for doing extensive listening outside the classroom. I observed teaching and learning activities during one semester. I analyzed the content of students’ extensive listening activities recorded in some applications used by students in reporting their extensive listening activities. The results showed that students could maximize the use of information and communication technologies in doing extensive listening. They accessed sources from youtube, podcasts, and ted talks. The applications used to do extensive listening are padlet and anchor. Key words: extensive listening, information technology, communication technology
Pengembangan Keprofesian Guru Bahasa Inggris Madrasah melalui Professional Learning Community Sayyidatul Fadlilah; Abdurrachman Faridi; Issy Yuliasri; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru madrasah, khususnya guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah (MTs), saat ini sedang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberian dana stimulan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang didapatkan MGMP secara kompetitif melalui pengajuan proposal bantuan Block Grant Tahun Anggaran 2021 yang diseleksi secara bertahap dari tingkat lokal hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengekspos respon guru Bahasa Inggris terhadap dukungan pemerintah kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk melaksanakan program kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), 2) Mengekspos bagaimana program kegiatan PKB diimplementasikan oleh 2 MGMP Bahasa Inggris MTs di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus Etnografi yang menggunakan paradigma interpretative, social constructivist, interactionist symbolic, dan participatory/emancipatory. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi di kelas pelatihan, Observasi di kelas pendampingan, wawancara, dan kajian dokumen pelaksanaan PKB pada 2 MGMP Bahasa Inggris MTs di Kota Semarang sebagai penerima Block Grant MGMP kemenag RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 dari 21 guru (100%) MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang dan 23 dari 23 guru (100%) MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2 merespon secara positif Program PKB yang diselenggarakan oleh MGMP dengan skema anggaran dana stimulan MGMP dari Kemenag RI. Adapun Implementasi dari kegiatan PKB di 2 MGMP tersebut dilaksanakan dengan pola IN-ON-IN pada satu Unit Pembelajaran (UP) Wajib (Advertisement) dan UP Pilihan. . Kata kunci: Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, Pola Pelatihan dan Pendampingan IN-ON-IN Abstract. Continuous Professional Development (PKB) for madrasa teachers, especially English teachers at Madrasah Tsanawiyah (MTs), is currently receiving special attention from the government. This is evidenced by the provision of block grants for English Teacher Association (MGMP Bahasa Inggris) from the Ministry of Religious Affairs (MORA) of the Republic of Indonesia which MGMP obtained competitively through the submission of Block Grant assistance proposals for the 2021 Fiscal Year selected from local to national levels. This study aims to: 1) Expose the response of English teachers to government support for English Teacher Association (MGMP Bahasa Inggris) at Madrasah Tsanawiyah (MTs) to carry out a program of Continuous Professional Development (PKB), 2) Expose how the PKB program is implemented by 2 English Teacher Associations (MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang and MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2). This research employed an Ethnographic case study that uses interpretative, social constructivist, interactionist symbolic, and participatory/emancipatory paradigms. Data collection techniques in this study used observation in the training class, observation in the mentoring class, interviews, and documents from 2 English Teacher Associations. The results showed that 21 of the 21 (100%) English teachers from MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang and 23 out of 23 English teachers (100%) from MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2 responded positively to the PKB Program organized by English Teacher Association using the block grant from MORA. The implementation of PKB at 2 English Teacher Associations was carried out using the IN-ON-IN pattern in one Mandatory Learning Unit (UP) and Optional Learning Unit. Key words: Continuous Professional Development, English Teacher Association, IN-ON-IN pattern
Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking Mahasiswa Abad 21 Seftika Seftika; Januarius Mujiyanto; Abdurrachman Faridi; Zulfa Sakhiyya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Globalisasi telah membawa perubahan dan tantangan tersendiri di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Program pembelajaran yang disusun harus dapat berselaras dengan pendidikan abad 21 yang menuntut setiap lulusan mampu berkompetisi dengan sejumlah keterampilan yang dipersyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana project-based learning dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa dalam menghadapi era Pendidikan abad 21. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu universitas swasta di Lampung, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus deskriptif. Data penelitian diambil dari observasi selama kurang lebih 5 bulan. Kemudian sumber data juga berasal dari wawancara dengan 49 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap penggunaan project based learning. Pada mata kuliah speaking, project based learning dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris serta meningkatakan keterampilan abad 21 yaitu berfikir kritis, menyelesaikan masalah, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menggunakan media teknologi, dan kemampuan untuk berkerja sama. Kata kunci: Keterampilan abad 21, Project based learning, Speaking. Abstract. Globalization has brought its own changes and challenges in various fields including education. Every learning program that is prepared must be in harmony with 21st century education which requires every graduate to be able to compete with a number of required skills. This study aims to find out how project-based learning can improve students' English-speaking skills in facing the era of 21st century education. The participants in this study were 4th semester students of the English Education study program at a private university in Lampung, Indonesia. This research used a descriptive case study research design. The research data was taken from observation for approximately 5 months. Then, the data sources were obtained from interviews with 49 students. The results showed that students have positive response toward the implementation of project-based learning. In the speaking class, project-based learning can help students to improve their speaking skills in English and improve 21st century skills, namely critical thinking, problem solving, creativity, communication skills, media technology skills, and collaboration. Key words: 21st -century skills, Project based learning, Speaking
Kompetensi Literasi Digital Mahasiswa Dalam Menulis Artikel Opini Maya Dewi Kurnia
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ditengah informasi yang menyebar secara cepat karena perkembangan teknologi yang pesat kompetensi literasi digital menjadi sebuah keharusan. Akan tetapi, hal ini perlu disikapi secara bijak sehingga mendapatkan kebermanfaatan. Dalam aktivitas pembelajaran di kelas, kompetensi ini dibutuhkan mahasiswa untuk mendukung pembelajaran khususnya dalam menulis artikel opini. Dalam penulisannya artikel opini, informasi dan data yang relevan menjadi sesuatu yang dibutuhkan sebagai referensi. Tujuannya tentu menguatkan gagasan penulis. Oleh karena itu, perlu kiranya kompetensi literasi digital sehingga sumber informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kompetensi literasi digital mahasiswa dalam menulis artikel opini. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitis. Berdasarkan angket yang disebar kepada mahasiswa, diketahui secara umum mahasiswa mampu mencari informasi dan data. Akan tetapi, untuk mencari informasi dari sumber yang tepat masih terbilang kurang, begitu halnya dengan kemampuan membandingkan informasi. Untuk itu perlu kiranya mengintegrasikan literasi digital dalam materi ajar menulis artikel opini. Dengan demikian akan membangun kesadaran mahasiswa agar menjadi literat. Kata kunci: kompetensi, literasi digital, artikel opini. Abstract. In the midst of information that spreads rapidly due to rapid technological developments, digital literacy competence is a must. However, this needs to be handled wisely so that it gets useful. In learning activities in class, this competency is needed by students to support learning, especially in writing opinion articles. In writing opinion articles, relevant information and data become something that is needed as a reference. The goal is to strengthen the author's ideas. Therefore, it is necessary to have digital literacy competence so that the sources of information obtained can be accounted for. The purpose of this research is to know the digital literacy competence of students in writing opinion articles. This research uses analytical descriptives. Based on the questionnaire distributed to students, it is generally known that students are able to find information and data. However, to find information from the right source is still lacking, as is the ability to compare information. For this reason, it is necessary to integrate digital literacy in teaching materials for writing opinion articles. Thus, it will build students' awareness to become literate. Key words: competence, digital literacy, opinion articles.
Penerapan pendekatan Socio-Sicentific Issue (SSI) Menggunakan Desain Project untuk Meningkatkan Penguasaan Technopreneurship Mahasiswa Dyah Setyaningrum Winarni; Susilo Susilo; Sigit Saptono; Arif Widiyatmoko
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran sekarang ini perlu adanya upaya untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan afektif dan psikomotor. Pola pembelajaran untuk meningkatkan aspek dalam diri peserta didik tentu sebagai bentuk upaya menghasilkan lulusan atau generasi penerus bangsa yang memiliki kemadirian dalam mengahadapi permasalahan yang ada di lingkungan. Oleh karena itu perlu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan menghubungkan antara pembelajaran dan masalah yang ada di lingkungan masyarakat dengan pendekatan socio-scientific issue (SSI). SSI ini diterapkan dengan menggunakan desains project untuk meningkatkan technopreneurship mahasiswa atau kemampuan menggunakan teknologi dalam berwirausaha. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian one shot case study. Data diambil dari 56 mahasiswa fakultas sains dan teknologi Universitas Ivet. Indikator yang diambil dibatasi pada rancangan proyek, analisis kendala proyek, dan solusi permasalahan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kemampuan desains project 36% dinyatakan selalu berkoordinasi bersama ahli. Hasil analisis proyek berbasis teknologi diketahui lebih dari 50% proyek yang dikembangkan berbasis teknologi. Hasil untuk kemampuan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam desains project diperoleh beberapa kendala, akan tetapi hasil wawancara dinyatakan para mahasiswa mampu memecahkan permaslahan yang dihadapi. Simpulan dari penelitian ini bahwa hasil penerapan pendekatan SSI mampu meningkatkan penguasaan technopreneurship mahasiswa. Kata kunci: socio-scientific issue (SSI), desain project, technopreneurship Abstract. Today's learning requires efforts to improve not only cognitive abilities, but also affective and psychomotor abilities. Learning patterns to improve aspects in students are certainly a form of effort to produce graduates or the nation's next generation who have independence in dealing with problems that exist in the environment. Therefore, an appropriate learning approach is needed by connecting learning and problems that exist in the community with a socio-scientific issue (SSI) approach. This SSI is implemented by using a design project to improve students' technopreneurship or the ability to use technology in entrepreneurship. The method in this study uses a one-shot case study research design. Data were taken from 56 students of the faculty of science and technology at Ivet University. The indicators taken are limited to project design, analysis of project constraints, and problem solutions. Based on the results of the analysis, 36% of project design skills were stated to always coordinate with experts. The results of the technology-based project analysis show that more than 50% of the projects developed are technology-based. The results for the ability to solve the problems encountered in the design project obtained several obstacles, but the results of the interviews stated that the students were able to solve the problems they faced. The conclusion from this study is that the results of the application of the SSI approach are able to improve student technopreneurship. Key words: socio-scientific issue (SSI), desain project, technopreneurship.
Keterampilan Meneliti Mahasiswa dalam Eksperimen Real dan Eksperimen Virtual Eli Trisnowati; Wiyanto Wiyanto; Bambang Subali; Sulhadi Sulhadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Berbagai tingkatan pendidikan menetapkan adanya standar minimal yang harus dimiliki peserta didik. Dalam mencapai hal tersebut, pendidikan sains seharusnya konsisten pada hakekat dari inkuiri ilmiah. Salah satunya dengan kegiatan inkuiri di laboratorium. Pembelajaran daring memberikan batasan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan inkuiri di laboratorium. Solusi yang ditawarkan berupa eksperimen real menggunakan alam sekitar/ bahan sederhana dan eksperimen virtual, tetapi belum diketahui dampaknya bagi keterampilan meneliti. Tujuan penelitian ini melihat 1) perbedaan keterampilan meneliti pada eksperimen real dan eksperimen virtual dan 2) ketuntasan pada setiap tahapan penelitian pada eksperimen real dan eksperimen virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan non tes dan instrumen pengumpulan data berupa penilaian keterampilan meneliti. Hasil menunjukkan bahwa keterampilan meneliti mahasiswa dalam eksperimen real dan virtual tidak berbeda secara signifikan. Rata-rata keterampilan meneliti dalam eksperimen real lebih tinggi dibandingkan dengan keterampilan meneliti dalam eksperimen virtual. Selain itu, ketuntasan nilai keterampilan meneliti pada setiap tahapan aktivitas eksperimen memiliki sebaran yang berbeda. Aktivitas yang perlu dikembangkan baik dalam eksperimen real dan virtual adalah memilih/menentukan variabel, menentukan cara mengolah data dan menganalisis hasil, dan menentukan cara menarik kesimpulan. Kata kunci: eksperimen real, eksperimen virtual, keterampilan meneliti Abstract. Various levels of education set the minimum standards that students must have. In achieving this, science education should be consistent with the nature of scientific inquiry. One of which is inquiry activities in the laboratory. Online learning provides limits for students to carry out inquiry activities in the laboratory. The solutions offered are in real experiments using natural surroundings/ simple materials and virtual experiments, but the impact on research skills is not yet known. The purpose of this study is to see 1) differences in research skills in real experiments and virtual experiments and 2) completeness at each stage of research in real experiments and virtual experiments. The research method is descriptive quantitative research—data collection techniques with non-test and data collection instruments in the form of assessment of research skills. The results showed that students' research skills in real and virtual experiments were not significantly different. The average of research skills in real experiments is higher than research skills in virtual experiments. In addition, the thoroughness of the value of researching skills at each stage of the experimental activity has a different distribution. Activities that need to be developed in real and virtual experiments are selecting/determining variables, determining how to process data and analyze results, and determining how to conclude. Key words: real experiment, virtual experiment, research skill.