cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Problematika Pendidikan Karakter Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Shelly Yulia; Tri Joko Raharjo; Fakhruddin Fakhruddin; Ali Formen
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembentukan dan perkembangan karakter anak tidaklah muncul secara spontan begitu saja. Karakter dibentuk melalui serangkaian proses selama masa perkembangan hidup individu. Masa pembentukan dan perkembangan karakter yang paling awal adalah pada anak usia dini. Pembahasan mengenai pendidikan karakter anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Oleh karena itu, peranan guru PAUD sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemahaman tentang 4 (empat) prinsip pengembangan pendidikan karakter: berkelanjutan; dilaksanakan melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah; pengembangan nilai; dan proses pendidikan dilakukan secara aktif dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket melalui Google Form, dengan responden sebanyak 112 terdiri dari guru TK se kecamatan Panongan, Tangerang, Banten. Hasil penelitian, penulis menemukan bahwa para guru telah memahami pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini, pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan dari TK A ke TK B, dan menyatu dalam 6 ranah pengembangan diri di PAUD, merupakan proses pengembangan dan pembentukan nilai-nilai moral, dilakukan secara kontekstual dan konkrit, serta proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan. Selain itu, para guru juga sangat menekankan pentingnya dukungan orangtua dalam pendidikan karakter agar apa yang diperoleh siswa di sekolah dapat selaras dengan pendidikan karakter di keluarga. Kata Kunci: pendidikan karakter, pendidikan anak usia dini, sekolah. Abstract. The development of children's character building does not appear spontaneously. Character is formed through a series of processes during the development of an individual's life. The earliest period of character building and development is in early childhood. The discussion on early childhood character education cannot be separated from the Early Childhood Education institution (PAUD). Therefore, the role of teachers and Early Childhood institutions is very important in character education for early childhood. This study aims to obtain an understanding of 4 (four) principles of character education development: sustainable; implemented through all subjects, self-development, and school culture; value development; and the educational process is carried out by students in an active and enjoyable. The research method used in this research is a descriptive quantitative method. The data was collected using a questionnaire distributed through Google Form, with 112 respondents consisting of kindergarten teachers in the Panongan district, Tangerang, Banten. Based on the results of the research conducted, the authors found that teachers have understood the importance of character education in early childhood, character education must be carried out continuously from Kindergarten A to Kindergarten B, character education is integrated into 6 areas of self-development in Early Childhood institution, character education is a development process and the formation of moral values, character education is carried out contextually and concretely, and the learning process is carried out in enjoy full. In addition, the teachers also strongly emphasize the importance of parental support in character education so that what students get at school can be in line with character education in the family.Keywords: character education, early childhood education.
Digital Storytelling; Strategi Alternatif Meningkatkan Kemampuan Menulis Esai Argumentatif di Perguruan Tinggi Kadek Devi Kalfika Anggria Wardania; A A.Ngr.Eddy Supriyadinata Gorda
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sebagian besar kalangan masih menilai bahwa kemampuan mahasiswa menulis esai argumentatif belum berada pada tataran yang menggembirakan. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Salah satu faktor utama yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah kurangnya kemampuan mereka untuk mengembangkan argumen secara sistematis. Seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia pendidikan, Digital storytelling (DST) dapat dijadikan sebagai salah satu strategi alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, khususnya menulis esai argumentatif. Dengan mengkaji literatur yang ada, DST memiliki bukti empiris untuk meningkatkan kemampuan menulis. Selain itu, strategi ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi peserta didik sekaligus meningkatkan penguasaan literasi digital yang sangat dibutuhkan di era industri 4.0. Kata kunci: digital storytelling, menulis, esai argumentatif, perguruan tinggi. Abstract. Most people still think that the students' ability to write argumentative essays is not yet at an encouraging level. Many things cause this to happen. One of the main factors suspected to be the cause is their lack of ability to develop arguments systematically. Along with the development of technology in the world of education, Digital Storytelling (DST) can be used as an alternative strategy to improve students' writing skills, especially writing argumentative essays. By reviewing the existing literature, DST has empirical evidence to improve writing skills. In addition, this strategy also has the potential to improve students' communication skills while increasing digital literacy mastery which is much needed in the industrial era 4.0. Key words: digital storytelling, writing, argumentative essays, higher education.
Konsep Pendidikan Budi Pekerti Luhur untuk Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) (Studi Kasus : Organisasi Kejiwaan Pangestu) Sri Sulistyaningsih; Tri Joko Raharjo; Agus Hermanto; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Menghadapi tantangan di era global abad 21, seperti revolusi industri keempat (4.0) serta perubahan peradaban masyarakat di dalam hampir semua sendi-sendi kehidupan, termasuk di bidang pendidikan dan kebudayaan, ada dua aspek pendidikan yang perlu perhatian, yaitu : pendidikan karakter dan pengetahuan umum (literasi). Untuk itu pada tahun 2017 Pemerintah Indonesia membuat program Penguatan Pendidikan Karakter (Perpres no 87 tahun 2017), sebagai fondasi dan ruh utama Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi PPK berbasis masyarakat dan merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian sebuah pusat pendidikan nonformal, organisasi kejiwaan Pangestu, yang selama ini konsisten melaksanakan pendidikan budi pekerti luhur dan pembentukan karakter. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan secara massive dan menjadi acuan dalam penelitian lebih lanjut tentang Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Kata kunci: konsep pendidikan, budi pekerti, pendidikan karakter, organisasi kejiwaan, ajaran suksma sejati. Abstract. Challenges in the global era of the 21st century, such as the fourth industrial revolution (4.0) and changes in community civilization in almost all aspects of life, including in the fields of education and culture, two aspects of education need attention, namely: character education and general knowledge. (literacy). For this reason, in 2017, the Indonesian Government created a program for Strengthening Character Education (Indonesia State Policy number 87 of 2017) as the foundation and leading spirit of education. PPK is an educational movement under the responsibility of the education unit to strengthen students' character. This study aims to find out how the implementation of community based KDP is qualitative research, with the research subject being a non-formal education center. This Pangestu psychiatric organization has consistently carried out the education of noble character and character-building—collecting data using the method of observation, interviews, and documentation. The data that has been collected were analyzed using descriptive analysis. The results of this study are expected to be applied massively and become a reference in further research on strengthening community-based character education. Key words: education concepts, character education, psychiatric organizations, true suksma teachings.
Kualitas Guru di Indonesia Audi Hifi Veirissa
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bangsa Indonesia perlu berbenah dari segi sumber daya manusia (SDM). Untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut, diperlukan pendidikan. Guru sebagai bagian dari sistem pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing kualitas roda pendidikan. Oakes (dalam Slamet, 1991:16) menegaskan bahwa mutu sekolah dan mutu pengajaran bergantung pada mutu guru. Karena sekolah yang baik adalah guru yang baik. Jika sekolah di Indonesia memiliki guru yang berkualitas, pendidikan nasional juga akan berkualitas. Guru memiliki posisi yang strategis untuk menentukan arah pendidikan nasional.Karena guru merupakan tulang punggung pendidikan, maka kualitas guru harus selalu ditingkatkan. Guru dianggap sebagai figur sentral dalam pendidikan, karena perannya dalam menggerakkan dan memfasilitasi pembelajaran. Kualitas guru di Indonesia dapat ditinjau dari 2 aspek, yaitu berkaitan dengan kesejahteraan guru di Indonesia dan kompetensi guru di Indonesia. Dilihat dari kesejahteraan guru di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Banyak guru yang sudah sejahtera namun masih jauh lebih banyak guru yang belum mendapatkan kesejahteraan mereka. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kompetensi guru, di Indonesia masih terdapat banyak guru yang kompetensinya kurang memadai. Inkompetensi pengajar pada antaranya terjadi lantaran rendahnya minat belajar, membaca, menulis & membuat karya media pembelajaran. Dua aspek ini saling berkaitan, kompetensi guru masih kurang karena diantaranya tingkat kesejahteraannya yang masih dibawah cukup. Kata kunci: pendidikan, guru, kualitas. Abstract. We need to improve our human resources. To improve human resources, education is needed. Teachers as part of the education system play a very important role in guiding the quality of education. Oakes (in Slamet, 1991:16) asserts that the quality of schools and the quality of teaching depend on the quality of teachers. The good schools are the good teachers. If schools in Indonesia have quality teachers, The quality of national education will also be great. Teachers have a strategic position to determine the direction of national education. Because teachers are the backbone of education, the quality of teachers must always be improved. Teachers are considered as central figures in education, because of their role in mobilizing and facilitating learning. The quality of teachers in Indonesia can be viewed from two aspects, related to the welfare of teachers in Indonesia and teacher competence in Indonesia. If we see from the welfare of teachers in Indonesia, it is still far from sufficient. Many teachers are already prosperous but there are still many more teachers who have not received their welfare. Meanwhile, if we look from the teachers’ competence, in Indonesia there are still many teachers whose competence is inadequate. The incompetence of teachers, among others, occurs due to low interest in learning, reading, writing & making learning media works. These two aspects are interrelated, the competence of teachers is still lacking because among them the level of welfare is still below sufficient. Key words: education, teachers, quality.
Inovasi Pembelajaran Model Blended Learning Di Masa Wabah Covid-19 (Studi Kasus Di MTs Darul Ulum) Bambang Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai: pelaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model blended learning dengan sistem luring dan daring pada masa wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang menekankan bahwa informasi tentang objek penelitian diambil dari literatur dan bersifat deskriptif analitik. Hasil penelitian diperoleh, 1) Pelaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model blended learning sistem luring saat wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang tanpa menggunakan jaringan internet. Sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang membutuhkan tatap muka. Saat penerapan pembelajaran luring, sekolah menerapkan praktik penyelenggaraan pembelajaran pada masa wabah covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti, memeriksa suhu tubuh, penggunaan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah pembelajaran, serta sekolah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka selama 2 hari secara bergantian dan pembatasan jam pembelajaran dengan durasi pembelajaran berlangsung 3 jam. Metode luring dalam pelaksanaannya membuat kelas kecil dimana per kelas dibagi menurut absensi siswa dan nantinya ada guru pengawas. Setiap guru pengawas diberikan tanggung jawab untuk mengkoordinir siswa di kelas tersebut. Selanjutnya guru pengawas mendistribusikan materi, soal dan tugas kepada siswa dan saat penugasan itu sudah selesai, siswa mengumpulkan tugas di ruangan yang telah disediakan untuk selanjutnya dikoreksi dan dapat diambil kembali di ruangan tersebut; 2) Pelaksanaan proses belajaran mengajar dengan model blended learning menggunakan sistem daring saat wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang dilaksanakan dengan mengkolaborasikan beberapa aplikasi yang memudahkan kegiatan belajar mengajar, seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Google Meet dan Youtube. Ruang kelas secara virtual dibuat dengan menggunakan Google Classroom dan WhatsApp Group. Google Meet dimanfaatkan pada proses pembelajaran online guna menjelaskan dan memaparkan materi secara virtual yang memunculkan interaksi dengan siswa. Aplikasi ini diimplementasikan pada semua mata pelajaran di sekolah. Kata kunci: inovasi, pembelajaran, blended learning. Abstract. The purpose of this study was to obtain data and information regarding: the implementation of the teaching and learning process with a blended learning model using offline and online systems during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang. The method used in this research is library research with the emphasis that information about the object of research is sourced from the literature and is descriptive analytic. The results showed that, 1) The implementation of the teaching and learning process using a blended learning model using an offline system during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang by not utilizing the internet network. Offline learning system is a learning system that requires face-to-face. In the implementation of offline learning, schools apply guidelines for implementing learning during the covid-19 pandemic while still paying attention to applicable health protocols, namely checking body temperature, using masks, washing hands before and after learning, and schools applying face-to-face. face. face learning system for 2 days continuously. take turns and limit study hours to 3 study hours. The offline method in its implementation makes small classes where each class is divided according to student attendance and later there will be a supervising teacher. Each supervising teacher is given the responsibility to coordinate students in the classroom. Furthermore, the supervising teacher distributes material, questions and assignments to students and after the task is complete students collect assignments in the room that has been provided for further correction and can be brought back into the room; 2) The implementation of the teaching and learning process using a blended learning model using an online system during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang was carried out by cooperating with several applications that facilitate teaching and learning activities, such as Whatsapp Group, Google Class, Google Meet, and Youtube. Virtual classrooms are created using Google Classroom and WhatsApp Groups. Google Meet is used in the online learning process to explain and explain material virtually which creates interaction with students. This application is applied in all subjects in school. Key words: innovation, learning, blended learning.
Pendidikan Karakter Siswa pada pembelajaran PJJ di Keluarga Lisna Zainul Ikho’is Tsani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. COVID-19 memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia. Segala aktivitas menjadi terhambat dan terbatas. Begitu pula di bidang pendidikan. Siswa harus belajar dan melakukan aktivitasnya di rumah. Namun hal ini bisa menjadi situasi yang baik untuk pengembangan pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah aktivitas belajar siswa selama di rumah ditemani oleh orang tua mampu mengembangkan pendidikan karakter, itu yang pertama. Kedua, untuk mengetahui nilai-nilai karakter apa saja yang bisa berkembang selama pembelajaran di rumah. Ketiga, untuk mengetahui penyebab berkembang dengan baiknya nilai-nilai karakter ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan studi kasus pada siswa TK dan SD se-Kecamatan Pedurungan. Data diperoleh dengan cara menyebar kuesioner kepada siswa, orang tua dan guru melalui grup Whatsapp guru dan orang tua siswa. Diperkuat juga dengan data wawancara terhadap siswa, orang tua dan guru. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan pendidikan karakter dan hubungan anak dan orang tua yang cukup baik selama pembelajaran dari rumah ini. Adapun nilai-nilai karakter yang mampu dikembangkan dari aktivitas yang dilakukan siswa di rumah yaitu (1) Nilai karakter religius, (2) Nilai karakter disiplin, (3) Nilai karakter kreatif, (4) Nilai karakter mandiri, (5) Nilai karakter tanggung jawab, dan (6) Nilai karakter rasa ingin tahu. Berkembangnya nilai-nilai karakter ini merupakan hasil sinergitas guru dan orang tua dalam membimbing siswa dengan penuh kasih sayang, berinteraksi, melakukan aktivitas yang positif bersama-sama dalam pandemi COVID-19 ini.. Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran dari rumah, covid-19. Abstract. COVID-19 provides a bad life for human life. All activities become inhibited and limited. Similarly in the field of education. Students must learn and do their activities at home. But this can be a good development for the development of the character of education in Family Environment. Thus the purpose of this research is to study whether research studies while at home are accompanied by parents who are able to develop character education, that is the first. Second, to find out what character values can be developed during learning at home. Third, to find out the cause of developing with these character values. This study used a qualitative research method. With case studies on kindergarten and elementary school students in Kecamatan Pedurungan. Data obtained by distributing questionnaires to students, parents and teachers through the Whatsapp group of teachers and parents of students. Also strengthened by interview data on students, parents and teachers. The results showed differences in the development of character education and the relationship between children and parents that were quite good during learning from this house. Character values that can be developed from activities carried out by students at home are (1) Religious, (2) Disciplinary, (3) Creative, (4) Independent, (5) Responsibility, and (6) Curiosity. The development of these character values is the result of the synergy of teachers and parents in guiding students with gratitude, engaging, and carrying out positive activities together in this COVID-19 pandemic. Key words: character education; learning from home; covid-19.
Paulo Freire dan Pendidikan untuk Transformasi Sosial Abad 21 Muhammad Iqbal Fauzi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan di Indonesia saat ini disesuaikan dengan prinsip pengetahuan dan keterampilan abad ke-21 yang dapat mencetak generasi unggul. Upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul dapat dicapai melalui peningkatan kualitas pendidikan. Tantangan utama pendidikan kita memasuki abad 21 adalah: pertama, belum meratanya akses terhadap pendidikan sebab kesenjangan sosial-ekonomi. Kedua, Ketidakmampuan pendidikan melahirkan manusia Indonesia yang punya daya kritis, berani berinovasi dan tanggap terhadap kondisi zaman. Tawaran untuk menjawab tantangan abad-21 salah satunya menggunakan paradigma pendidikan Paulo Freire dengan gagasan pendidikan yang membebaskan. Paulo Freire menawarkan pendidikan pembebasan dengan cara merevisi pendidikan gaya bank diganti dengan pendidikan yang dialogis secara aksi-refleksi secara berkelanjutan. Pendidikan dilakukan dengan cara hadap-masalah. Freire memperkenalkan “Problem Posing Method” (PPM), yaitu metode pendidikan yang tidak “menindas” dan bertujuan untuk membangkitkan kesadaran akan realitas. Desain pembelajaran model Paulo Freire menginspirasi model pendidikan andragogi yaitu pendidikan orang dewasa, secara dialogis, guru berposisi sebagai fasilitator. Kata kunci: pendidikan, paulo freire, pembebasan. Abstract. Education in Indonesia is currently adapted to the principles of 21st century knowledge and skills that can produce superior generations. Efforts to create superior human resources can be achieved through improving the quality of education. The main challenges of our education entering the 21st century are: first, the uneven access to education due to socio-economic disparities. Second, the inability of education gives birth to Indonesian people who have critical power, dare to innovate and are responsive to the conditions of the times. One of the offers to answer the challenges of the 21st century is using Paulo Freire's educational paradigm with the idea of liberating education and Paulo Freire's alternative answer to dealing with shackled education and liberation education when it is associated with 21st century education. Paulo Freire offers liberation education by revising bank-style education to replace it with a dialogue-based education with continuous action-reflection. Education is carried out in a problem-solving manner. Freire introduced the “Problem Posing Method” (PPM), which is an educational method that is not “oppressive” and aims to raise awareness of reality. The learning design of Paulo Freire's model inspired the andragogy education model, namely adult education, in a dialogical manner, the teacher plays the role of a facilitator. Key words: education, paulo freire, liberation.
Persepsi Masyarakat Indragiri Hilir Riau Terhadap Olahraga Tradisional Pacu Sampan Leper dalam Melestarikan Kebudayaan Daerah Dedi Nofrizal; Hari Setijono; Heny Setyawati; Nasuka Nasuka; Bella Putri Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian dilakukan secara deskriptif, yaitu dengan menyebarkan angket tertutup pada sampel untuk melakukan survei. Jumlah subjek atau sampel diperoleh dengan metode teknik proporsional random sampling adalah 75 orang. Hasil survei terhadap data sampel dianalisis dengan menggunakan data statistik. Instrumen tersebut digunakan untuk mengetahui persepsi Masyarakat Indragiri Hilir Riau Terhadap Olahraga Tradisional Pacu Sampan Leper dalam Melestarikan Kebudayaan Daerah. Sebelum penelitian, terlebih dahulu perlu diketahui validitas dan reliabilitas angket dan instrumen pada penelitian tersebut. Uji Validitas dan reliabilitas angket yang berjumlah 36 butir pertanyaan yang akan digunakan pada penelitian ini telah valid dan reliabel dari angket yang berjumlah 40 angket pertanyaan yang akan diujicobakan. Hasilnya, menunjukkan bahwa dari indikator stimulus, dengan sub indikator pengetahuan tentang olahraga tradisional pacu sampan Leper memberikan hasil 71,35%, sub indikator manfaat olahraga tradisional Pacu Sampan Leper diperoleh hasil 67,61%. Lalu pada Indikator penginderaan, dengan sub indikator lingkungan menunjukkan bahwa 63,67%, sub indikator kegiatan menunjukkan 74,46%. Sedangkan indikator tanggapan, dengan sub indikator pemain olahraga tradisional pacu sampan Leper sebesar 73,36%, sub indikator sarana dan prasarana sebesar 78,45%, sub indikator prestasi olahraga tradisional Pacu Sampan Leper sebesar 71,69%. Sehingga totalnya sebesar 72,65%, dan dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Indragiri Hilir Riau Terhadap Olahraga Tradisional Pacu Sampan Leper dalam Melestarikan Kebudayaan Daerah termasuk pada kategori Baik. Kata kunci: Persepsi masyarakat, olahraga tradisional pacu sampan leper, memberdayakan dan melestarikan Abstract. The research was conducted descriptively, namely by distributing closed questionnaires to the sample to conduct a survey. The number of subjects or samples obtained by the method of proportional random sampling technique is 75 people. The results of the survey on the sample data were analyzed using statistical data. The instrument was used to determine the perception of the Indragiri Hilir community of Riau on the traditional sport of Pacu Sampan Leper in Preserving Regional Culture. Before the research, it is necessary to know the validity and reliability of the questionnaires and instruments in the study. Test the validity and reliability of the questionnaire, amounting to 36 questions used in this study, has been valid and reliable from the questionnaire totaling 40 questions that will be tested. The results show that from the stimulus indicator, with the sub-indicator of knowledge about the traditional sport of Pacu Sampan Leper giving 71.35% results, the sub-indicator of the benefits of the traditional sport Pacu Sampan Leper getting 67.61% results. Then on the sensing indicator, with the environmental sub-indicator showing 63.67%, the activity sub-indicator shows 74.46%. While the response indicators, with the sub-indicator of traditional sporting Pacu Sampan Leper being 73.36%, sub-indicator of facilities and infrastructure of 78.45%, and sub-indicator of traditional sports performance of Pacu Sampan Leper being 71.69%. So, the total is 72.65%, and it can be concluded that the people of Indragiri Hilir Riau's perception of the Traditional Sport of Pacu Sampan Leper in Preserving Regional Culture is included in the good category. Key words: community perception, traditional sport pacu sampan leper, empowering and preserving
Pengaruh Latihan Handstand Terhadap Hasil Entry pada Atlet Loncat Indah Sumtera Selatan Kevin Octara
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan Penelitan adalah untuk mengetahui pengaruh latihan Handstand terhadap hasil entry atlet loncat indah Suamatera Selatan. Entry adalah salah satu teknik dalam loncat indah yang penting dalam penyelesaian akhir suatu loncatan. Atlet loncat indah Sumatera selatan memiliki kelemahan dalam teknik entry, sehingga dibutuhkan latihan untuk meningkatkan kemampuan teknik entri. Populasi penelitian adalah atlet loncat indah yang aktif latihan berjumlah 10 orang dan seluruh atlet dijadikan sampel menggunakan purposive true metode eksperimen dengan one group pre-test. Lokasi Penelitian Kolam Aquatik Jakabaring Sport City. Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latihan handstand sangat efektif meningkatkan gerakan entry. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai t hitung -7.739, df = 19 dan p-value 0.00<0.05 yang berarti terdapat perbedaan/pengaruh yang signifikan pada hasil entry atlet sebelum adanya perlakuan dan sesudah adanya perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan handstand terhadap hasil entry atau dengan kata lain latihan handstand efektif dalam meningkatkan kemampuan entry. Kata kunci: handstand, entry, loncat indah Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of handstand training on the entry results of the South Sumatra diving athletes. Entry is one of the techniques in the beautiful jump that is important in the final completion of a jump. South Sumatra diving athletes have a weakness in technical entry, so practice is needed to improve entry technique skills. The research population was diving athletes who were active in exercising 10 people and all athletes were sampled using the purposive true experimental method with one group pre-test. Jakabaring Sport City Aquatic Pond Research Location. The research was conducted for 16 meetings. The results of this study indicate that the handstand exercise is very effective in increasing the entry movement. Based on the results of the statistical test, the t-count value was -7.739, df = 19 and p-value 0.00 <0.05, which means that there is a significant difference/influence on the entry results before the treatment and before the treatment. Thus, it can be said that there is an effect of handstand training on entry results or in other words handstand exercises are effective in improving entry skills. Key words: handstand, entry, beautiful jump
Identifikasi Sistem Belajar Mengajar PJOK dalam Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama Khoirul Anwar Pulungan; Agus Kristiyanto; Sulaiman Sulaiman; Heny Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem belajar mengajar PJOK di masa pandemi covid-19 kota palembang. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dalam pendekatan survey. Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah guru PJOK di Sekolah Menengah Pertama Kota Palembang. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase. Alat ukur yang digunakan pada variabel keterlaksanaan pembelajaran PJOK adalah kuesioner dengan skala Likert yang memiliki bobot skor 1-5. Sampel penelitian mengisi angket yang diberikan dengan me-checklist pada kolom dan pemberian bobot sesuai dengan lima alternatif jawaban yang telah disediakan, mulai dari sangat setuju, setuju, ragu ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skala untuk pernyataan bersifat favourable dan unfavourable Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sistem belajar mengajar PJOK di masa pandemi covid-19 dalam kategori sedang dengan 87,35%.