cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 120 Documents
PENANAMAN NILAI AGAMA PADA ANAK USIA DINI DENGAN METODE EXPERIENTIAL LEARNING DI DESA PALAHIDU BARAT Mardia; Siti Misra Susanti; Asma Kurniati
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.056 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5757

Abstract

Penanaman nilai agama pada anak usia dini merupakan suatu upaya untuk mengenalkan dan mengajarkan nilai ajaran agama karena dapat membentuk perilaku maupun mental spiritual dan keagaamaan anak dimasa depannya. Dalam penanaman nilai agama pada anak usia dini perlu adanya metode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanaman nilai agama pada anak usia dini melalui metode experiential learning di Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif yang melibatkan guru dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penanaman nilai agama pada anak usia dini dengan metode experiential learning di Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko yaitu: 1) Mengenalkan agama yang dianutnya, seperti menyanyikan lagu Allah Tuhanku dan Islam agamaku, rukun Islam dan rukun iman yang dominan dalam indikator pertama yaitu 2 orang anak yang berkembang sangat baik. 2) Membaca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, seperti membaca doa sebelum dan sesudah makan, doa masuk dan keluar rumah dan doa masuk, yang dominan dalam indikator kedua yaitu 2 orang anak yang berkembang sangat baik. 3) Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar, yang dominan dalam indikator ketiga yaitu 5 orang (semua) anak berkembang dengan sangat baik.
ASESMEN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER Risdianto Hermawan
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.21 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5758

Abstract

Asesmen bagi anak usia dini sangatlah penting untuk dilaksanakan, selain untuk mengetahui perkembangan anak, asesmen juga diperuntukkan sebagai acuan untuk mengembangkan potensi anak secara tepat. Dengan demikian perkembangan anak akan dapat terekam dan didampingi secara tepat. Selain untuk perkembangan yang berkaitan dengan kecerdasan intelektual, asesmen juga perlu diterapkan dalam perkembangan karakter anak. Hal ini sesuai dengan gerakan atau pun program yang dicanangkan pemerintah yaitu revolusi mental. Dari sinilah penting untuk dilakukan asesmen yang berbasis pada pendidikan karakter khususnya anak usia dini. Artikel in membahas terkait pentingnya dan bagaimana asesmen bagi anak usia dini dalam perspektif pendidikan karakter.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Karimaturriza; Ningsih Fadhillah
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.186 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5765

Abstract

Anak usia 5-6 tahun merupakan masa di mana anak mulai mempersiapkan diri memasuki dunia sekolah melalui kelompok bermain. Pada masa ini, akan mulai mengenal lingkungan luar rumah dan akan bertemu dengan teman-teman sebayanya. Sehingga aspek yang cukup krusial untuk dioptimalkan yaitu perkembangan sosial emosional anak. Perkembangan zaman yang seperti inilah menjadi salah satu permasalahan yaitu salah satunya jika anak diberikan sebuah gadget dengan intensitas yang tidak sesuai dengan usia anak, maka akan sangat berdampak pada perkembangan sosial emosional anak. Artikel ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar intensitas penggunaan gadget, perkembangan sosial emosional, dan hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (skala likert) dan dokumentasi. Sampel penelitian ini sebanyak 50 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis uji prasyarat data dalam penelitian ini menggunkan uji normalitas dan linieritas. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa intensitas penggunaan gadget anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo diperoleh jumlah total yaitu 2929 dan nilai rata-ratanya sebesar 58,58. Nilai rata-rata tersebut berada pada kelas interval 42 – 62,5 dan termasuk dalam kategori sedang dan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo diperoleh jumlah total yaitu 3166 dan nilai rata-ratanya sebesar 63,32. Nilai rata-rata tersebut berada pada kelas interval 44 – 66 dan termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan pada tingkat kesalahan 5% rt = 0,278 dengan hasil pehitungan rxy = -0,440 berarti rxy > rt maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pada perbandingan rxy dan rt pada tingkat kesalahan 5% yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo.
MUSIK TRADISIONAL BAGI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Firdaus Perdana
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.895 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5772

Abstract

This study discusses the music traditional for early childhood to cognitive development. Through music education of children can develop a variety of cognitive abilities, especially in the cognitive development. Based on some of theories cognitive ability in early childhood in a musical activity able to develop well because of the music, children will be interested to learn. Music is important to someone, especially children who are still happy to move freely and play. Based on the theory that music will help explain the cognitive development of children. Fact music can give a good impact on the brain development of infants and children if he hears music playing softly, rhythmically quiet and not loud.
Urgensi Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini di Era Revolusi Industri 4.0 Arlinda Ayu Dyah Arfani
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.42 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6086

Abstract

Era revolusi industri 4.0 semua orang mulai tergantung akan kecanggihan teknologi. Bukan hanya kalangan orang remaja dan kalangan orang dewasa, melainkan anak usia dini pun nampak lihai memanfaatkan teknologi seperti gadget. Anak-anak sudah menggunakan gadget-nya bukan hanya semata-mata untuk bermain game, tetapi menggunakan aplikasi tertentu seperti YouTube. Kendati demikian, penggunaan teknologi untuk anak usia dini rupanya mengundang problematika baru seperti karakter anak yang kurang, tingkat sosial anak kurang bahkan adanya tindakan seksual akibat melihat foto maupun video tidak pantas. Tentunya semua itu tidak akan terjadi apabila adanya pendidikan dan pengajaran agama Islam. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi Pendidikan Agama Islam (PAI) bagai Anak Usia Dini (AUD) di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis kasus, dokumentasi data, jurnal-jurnal relevan. Hasil menunjukan bahwa pendidikan agama islam bagi anak usia dini sangatlah urgent ditengah melesatnya kecanggihan teknologi. Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengajarkan pendidikan agama Islam seperti menggunakan kisah Quran dan Nabawi, menggunakan perumpamaan, dengan teladan serta pendidikan dengan latihan dan pengalaman, metode pembiaasaan, metode nasihat, metode motivasi dan metode montessori
Sastra Anak Cerita Rakyat Nusantara dalam Pembentukan Pondasi Karakter Moderat Diah Puspitaningrum
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.073 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6262

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi memunculkan beberapa dampak buruk dalam perubahan karakter anak. Banyak kasus anak-anak sudah dapat berbicara kasar atau tidak sopan kepada orang lain yang dianggapnya berbeda dengan dirinya. Untuk itu, pondasi karakter moderat atau karakter yang menempatkan dirinya berada di tengah-tengah dan mampu menerima serta menghargai perbedaan perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak dini. Sastra anak menjadi salah satu cara dan perantara menumbuhkan karakter moderat. Penelitian ini menjelaskan tentang pesan yang ada dalam cerita rakyat nusantara sesuai dengan indikator karakter moderat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menganalisis sastra anak dari cerita rakyat nusantara untuk mencari pesan yang ada dalam cerita disesuaikan dengan indikator karakter moderat. Data yang dipilih yaitu 10 cerita rakyat nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak semua cerita mengandung pesan sesuai 4 indikator karakter moderat. Setiap cerita memiliki pesan yang menonjol dan sesuai dengan indikator. Ketika menceritakan cerita rakyat nusantara kepada anak, orang tua dapat membimbing untuk mengartikan setiap pesan yang ada agar dapat diterima anak dengan baik.
Pengaruh Stimulasi Alat Permainan Edukatif Terhadap Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia 5-6 Tahun Alifia Nabila Sausan; Bulan Cantika; Nuralif Azhari; Yana Muzayyana Haqi
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.111 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6302

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendekatan pembinaan yang mempersiapkan anak-anak untuk pendidikan dengan menginspirasi mereka sejak lahir hingga usia 6 tahun. Taman kanak-kanak merupakan tahapan pendidikan anak usia dini yang berperan penting dalam mengukur kemampuan kognitif. Masa anak usia dini ini berusia 5-6 tahun dan memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, peran guru haruslah menilai secara objektif berbagai aspek yang berbeda. Pada masa ini, sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif. Melalui permainan dengan menggunakan objek favorit anak, keterampilan kognitif mereka berkembang secara pesat. Kisaran perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun terdiri dari pengetahuan umum dan sains serta matematika. Seiring berkembangnya kemampuan anak dalam mengenal dan memahami konsep bilangan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya ialah dapat dilakukan dengan alat permainan edukatif yaitu stick hitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Stick Berhitung dengan perkembangan kognitif anak usia dini di TK Kemala Bhayangkari 05 Serang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa satu dari empat anak yang kami teliti terdapat anak dengan kemampuan berpikir yang lambat daya pikirnya untuk memahami pembelajaran, sehingga dapat membantu guru dalam memberikan materi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pertumbuhan dan perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun pada masa keemasan (golden age). Dampak dari penelitian ini adalah memungkinkan para pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tahapan perkembangan anak sehingga perkembangan kognitifnya lebih baik dan optimal. Early Childhood Education is a coaching approach that prepares children for education by inspiring them from birth to age 6. Kindergarten is a stage of early childhood education that plays an important role in measuring cognitive abilities. This early childhood period is 5-6 years old and has its own characteristics. Therefore, the role of the teacher must objectively assess various different aspects. At this time, it is very important to stimulate the development of the child, one of which is the aspect of cognitive development. Through games using the child's favorite objects, their cognitive skills develop rapidly. The range of cognitive development of children aged 5-6 years consists of general knowledge and science and mathematics. Along with the development of children's ability to recognize and understand the concept of numbers in a fun way, one of them is that it can be done with an educational game tool, namely stick counting. This study aims to determine the relationship between Numeracy Sticks and early childhood cognitive development in Kemala Bhayangkari 05 Serang Kindergarten. This research uses qualitative research and data collection techniques using observation and documentation methods. Based on the research conducted, it can be concluded that one in four children we studied there are children with slow thinking ability to understand learning, so that it can help teachers in providing learning materials to improve early childhood cognitive abilities. Therefore, it is necessary to pay attention to the growth and development of the brain and cognitive abilities of children aged 5-6 years in the golden age. The impact of this study is that it allows educators to adapt learning to the stages of child development so that their cognitive development is better and optimal.
Pengembangan Aspek Kognitif Dan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Puzzle Nazwa Rieuwpassa; Aulia Tazkia Kariim; Iklima; Siti Nurmania Najwa
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.75 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6306

Abstract

Permainan dapat membantu anak untuk menghilangkan kejenuhan dalam belajar di kelas. Anak belajar melalui bermain dengan memanfaatkan media puzzle dapat melatih kemampuan berpikir dan dapat mengembangkan aspek bahasa anak. Anak usia dini (AUD) masih berada dalam tahap belajar mengenal lingkungan di sekitarnya, ada beberapa anak yang bahasa nya masih tergolong belum jelas saat berbicara. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan puzzle terhadap pengembangan aspek kognitif dan bahasa. Rancangan pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan informasi melalui observasi dan metode kualitatif. Penelitian ini diterapkan di KB/TKIT Az-Zahroh Kecamatan Serang dengan sampel sebanyak 4 orang anak. Dapat disimpulkan bahwa permainan puzzle berpengaruh dalam meningkatkan aspek bahasa dan kognitif pada anak usia dini. Games can help children to eliminate boredom in learning in class. Children learn through playing by utilizing puzzle media to train thinking skills and can develop aspects of children's language. Early childhood is still in the stage of learning to know the surrounding environment, there are some children whose language is still not clear when speaking. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of using puzzle game media on the development of cognitive and language aspects. This research design uses information collection through observation and qualitative methods. This research was applied in KB/TKIT Az-Zahroh Serang District with a sample of 4 children. It can be said that puzzle games have an effect on improving language and cognitive aspects at an early age.
Media Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Anak Usia Dini di Era Digital Pasca Covid-19 Akhmad Aufa Syukron; Taufiqul Rahman Syarif; Joko Susilo
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.01 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6503

Abstract

This study aims to describe the Arabic language learning system for early childhood and find Arabic learning media for early childhood in the post-covid-19 digital era. The research method used is descriptive qualitative. The data used is based on library research, by reviewing and tracing various literature. The results of the study show that in learning Arabic for early childhood, the teacher must play an active role in keeping the child's mood in order to want to learn Arabic. Learning Arabic is an important thing to teach as a means of knowing Islam and its scientific treasures for Early Childhood Islamic Education, and several digital platforms have been found that can be used as media for learning Arabic for early childhood such as YouTube, applications/games, Arabic e-books and online sites for children aged 4-10 years.
Penerapan Metode Pembelajaran Langsung Untuk Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Anak Usia Dini Rossi Mustika Afiatun Putri
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.267 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6518

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan penerapan metode pembelajaran langsung, mendeskripsikan kendala dan solusi untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anak pada metode pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitianya bahwa untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anak pada metode pembelajaran langsung menggunakan komponen karakter penting yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Pertama, penjelasan moral knowing yaitu guru memberikan pengetahuan atau definisi dari karakter tanggung jawab. Kedua, moral feeling yaitu metode yang dilakukan dengan cara guru memberikan cerita kepada anak-anak tentang karakter yang akan dipelajari. Ketiga, moral action yaitu tindakan yang dilakukan anak dalam pembelajaran langsung sesuai apa yang dilihat dan dirasakan. Kendalanya adalah pembelajaran kurang mengena, adanya pola asuh orang tua yang berbeda-beda, Untuk solusinya, guru selalu mengingatkan anak tentang arti tanggung jawab itu apa sampai anak tau dan mau menunjukan karakternya dan orang tua harus selalu memberikan bimbingan kepada anaknya. Kata kunci: Karakter Tanggung Jawab, Metode Pembelajaran Langsung

Page 3 of 12 | Total Record : 120