cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 120 Documents
Persepsi Guru Tentang Seni Musik Terhadap Perkembangan Otak Anak Usia Dini Maharani, Putri; Masyunita Siregar; Azalia Arya Ramadhini; Fitrah Zahro Pangesti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.970

Abstract

Masa usia dini merupakan masa emas perkembangan. Fase perkembangan otak anak usia dini merupakan fase terpenting yang meliputi 80% perkembangan otak anak. Tingkat perkembangan otak anak sejak lahir sampai usia 4 tahun mencapai 50%, sehingga 4 tahun pertama sering disebut masa keemasan. Salah satu cara untuk mengembangkan otak anak adalah melalui seni. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh guru Taman Kanak-kanak yang ada di Provinsi Jambi. Sampel yang digunakan sebanyak 6 guru dari tiga TK yang ada di Provinsi Jambi dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner/angket. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument kuisioner terhadap subjek penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan 100% responden setuju bahwa musik merangsang perkembangan otak pada anak usia dini. Semua guru pernah mempraktikkan gerakan dan lagu untuk belajar, melaksanakan kegiatan seni musik dan lagu-lagu berekspresi yang berbeda di sekolah masing-masing. Anak dapat mengikuti gerakan pada lagu yang diberikan, anak dapat bertepuk tangan mengikuti irama, anak dapat mengikuti pola kata dari lagu yang diberikan. Seluruh responden menyetujui bahwa seni musik mampu meningkatkan perkembangan otak anak usia dini.
Penerapan Alat Permainan Edukatif Puzzle Bergambar Untuk Meningkatkan Bahasa Pada Anak Usia 3-4 Tahun Gumilar, Apriliani Dea; Juwita Rini; Dimas Setiaji Prabowo
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.971

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui penerapan alat permainan edukatif puzzel bergambar untuk meningkatkan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di SPS Ar Rohmah Buaran Pekalongan. (2) Untuk mengetahui peningkatkan bahasa pada anak usia 3-4 tahun melalui penerapan alat permainan edukatif puzzel bergambar di SPS Ar Rohmah Buaran Pekalongan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan metode analisa data yaitu analisis kuantitatif deskriptif untuk melihat peningkatan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun di SPS Ar Rohmah Simbang Kulon Buaran Pekalongan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat pra siklus kemampuan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di SPS Ar Rohmah Buaran Pekalongan anak masih rendah yaitu 45% dengan kriteria cukup, Pada siklus I ada peningkatan yaitu 58.3% namu masih dalam kategori cukup, dan pada siklus II meningkat menjadi 80% dengan kategori sanagat baik. Masing-masing siklus menunjukkan peningkatan yang cukup baik dan sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditentukan yaitu 80%. Pada pra siklus sampai siklus I mengalami peningkatan 13.3% dan pada siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan 21,7%.. dapat disimpulkan bahwa penerapan alat permainan edukatif puzzel bergambar dapat meningkatkan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di SPS Ar Rohmah Buaran Pekalongan Tahun Ajaran 2021/2022.
Media Pembelajaran Dakon Square Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Angka Anak Usia Dini Izza, Nailatul; Abdul Khobir
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.974

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat permainan edukatif yang diberi nama Dakon Square untuk melatih kemampuan mengenal konsep angka untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan R&D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian dilakukan di RA Muslimat NU Kadipaten Wiradesa pada semester genap tahun ajaran 2023. Analisis data diperoleh dari hasil diskusi,observasi, dan saran-saran dari para ahli,sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi dan pengembangan media dakon square untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka pada anak usia dini. Subjek penelitian adalah media Dakon Square yang akan diuji kelayakannya, sedangkan objek penelitian adalah anak kelas A RA Muslimat NU Kadipaten Wiradesa. Hasil validasi ahli media, diperoleh skor total adalah 48 dengan Persentase sebesar 96%, dan termasuk dalam kategori sangat layak (80<P<100). Hasil validasi ahli media, diperoleh skor total 37 dengan Persentase sebesar 74% dan termasuk dalam kategori layak (60<P<80). Validasi juga dilakukan oleh guru kelas A RA Muslimat NU Kadipaten Wiradesa, dari hasil validasi tersebut diperoleh skor total 37 dengan Persentase sebesar 74% dan termasuk dalam kategori layak(60<P<80). Adapun uji coba lapangan dilakukan dua tahap yaitu uji coba terbatas dengan nilai rata-rata persentase penilaian sebesar 82%., dengan kategori kelayakan produk (81-100 %) atau sangat layak digunakan dan uji coba luas dengan nilai rata-rata persentase penilaian sebesar 85% dengan kategori kelayakan produk (81-100 %). Dari hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa terdapat peningkatan sebesar 3% sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Dakon Square layak dan berhasil digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka untuk anak usia dini
Penerapan Standar Operasional Prosedur Dalam Menentukan Kurikulum bagi Anak Usia Dini Safitri, Tamara Rizka; Aulia Tazkia Kariim
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.978

Abstract

Peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan anak usia dini, dibuat untuk membantu guru dan siswa dalam membangun karakter pribadi masing-masing. Anak belajar untuk mematuhi peraturan, guru belajar untuk membantu pengembangan anak agar menjadi anak yang disiplin. Berbagai aspek dapat dikembangkan melalui kurikulum yang ada di sekolah mau pun dengan Standar Operasional Prosedur atau biasa yang disebut SOP yang sudah ditetapkan untuk dipatuhi. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan standar operasional prosedur dalam menentukan kurikulum bagi anak usia dini. Rancangan pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan informasi melalui wawancara dan metode kualitatif. Penelitian ini diterapkan di TK Bona, Kecamatan Serang dengan sampel subjek wawancara adalah kepala sekolah dari TK Bona. Dapat disimpulkan bahwa standar operasional prosedur berpengaruh bagi pendidikan anak usia dini dalam menentukan kurikulum yang akan digunakan di sekolah.
Implementasi Pembelajaran Berkarakter Enterpreneurship Anak Usia Dini di KB Al Hikmah Klareyan Petarukan Hermiyati, Tety; Dian Rif’iyati
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.982

Abstract

Enterpreneurship adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Pendidikan enterpreneurship sebaiknya dikenalkan sejak jenjang masa kanak-kanak (pendidikan anak usia dini). Dengan adanya enterpreneurship, maka anak akan belajar untuk berani, mandiri serta bertanggung jawab dari apa yang mereka lakukan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi serta faktor pendukung dan penghambat dari Pembelajaran Berkarakter enterpreneurship Anak Usia Dini di KB Al Hikmah Klareyan Petarukan Pemalang. Adapun jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan field research dan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati Hasil penelitian menunjukkan sekolah merancang dan melaksanakan kegiatan khusus untuk mengenalkan kewirausahaan. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu kegiatan pembiasaan harian, melaksanakan kegiatan shalat berjamaah, serta kegiatan market day dan outing class. Faktor Pendukung Implementasi Pembelajaran Enterpreneurship diantaranya yaitu lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan orang tua, teman sebaya dan faktor penghambat yaitu kemampuan anak yang berbeda-beda, kurangnya perhatian orang tua serta banyaknya peserta didik.
Menumbuhkan Aspek Sosial Emosional Melalui Pembelajaran Loose Part Berbasis Proyek Suciati, Umi
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.986

Abstract

Implementasi pembelajaran loose part berbasis proyek untuk menumbuhkan aspek sosial emosional kelas B di TK Negeri Pembina Kota Pekalongan bertujuan untuk mengetahui pembelajaran loose part berbasis proyek untuk menumbuhkan aspek sosial emosional serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran loose part berbasis proyek untuk mengembangkan aspek sosial emosional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran loose part berbasis proyek untuk menumbuhkan aspek sosial emosional kelas B di TK Negeri Pembina Kota Pekalongan memuat tahap perencanaan, pembelajaran, dan evaluasi. Adapun faktor pendukung berupa pendidik yang kompeten dan keluarga, serta faktor penghambat berupa keadaan emosional anak.
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Era New Normal: Strategi dan Program Kegiatan Pembiasaan Pembentukan Akhlak Hasanah, Uswatun
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.1010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter di era new normal melalui strategi dan program kegiatan pembiasaan dalam membentuk akhlak anak usia dini. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di RA Muslimat NU Gumawang Kecamatan Wiradesa. Subjek primer dalam penelitian ini adalah guru dan empat wali murid. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, kondensasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kegiatan pembiasaan adalah (1) kegiatan upacara bendera yang dapat membentuk karakter cinta tanah air, (2) program pembiasaan salat Duha berjamaah, BTQ, dan tahfidzul Qur’an yang dapat membentuk karakter religius anak, dan (3) program pembiasaan senam dan kerja bakti setiap hari Jumat yang dapat membentuk karakter peduli pada lingkungan. Strategi pembelajaran dan pembiasaan yang dilakukan guru pada program kegiatan pembiasaan adalah dengan melibatkan langsung peserta didik dalam kegiatan tersebut, mendemonstrasikan dan mencontohkan setiap kegiatan pembiasaan itu berlangsung, dan melibatkan orang tua sebagai tindak lanjut dari nilai-nilai setiap kegiatan pembiasaan yang harus dibiasakan di rumah
Implementasi Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an di TPQ Baiturrahim Bekasi Timur Jawa Barat Syaputri, Amelya Ayu; Rizkia Ramadhania Nurbani; Deri Hendriawan
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v3i1.1013

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP) dan kurikulum 2013 dan untuk mengetahui kurikulum yang digunakan di TPQ Baiturrahim Bekasi Timur Jawa Barat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah suatu ide tentang pengembangan yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. KTSP merupakan wujud dari reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan masing-masing. Sedangkan Kurikulum 2013 mempunyai tujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif bersifat studi kasus dengan memilih sumber data penerapan kurikulum di TPQ Baiturrahim Bekasi Timur. Hasil Penelitian pada TPQ Baiturrahim mengelompokkan kelas menurut kategori usia, untuk TPQ A dengan kategori usia 5-6 tahun dengan pembelajaran Fiqih, Aqidah Akhlak, dan Imla, lalu untuk TPQ B dengan kategori usia 7-8 tahun dengan pembelajaran Fiqih, Aqidah Akhlak, Imla, dan Bahasa Arab, Pembelajaran dilakukan pada jam 2 siang hingga jam 5 sore dengan menggunakan metode ceramah. Metode Ceramah adalah salah satu cara pengajaran tradisional yang paling lama digunakan dalam proses belajar mengajar dari tingkat paling dasar sampai perguruan tinggi mengingat sifatnya yang sangat praktis lagi efisien bagi model pengajaran yang materi dan jumlah peserta didiknya banyak
Peran Kepemimpinan Kepala Pendidikan Anak Usia Dini TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari Pekalongan Annisa Nur; Sugeng Sholehuddin
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4155

Abstract

Kepala PAUD sebagai central penggerak dalam suatu pendidikan yang mempunyai tugas memimpin danmengendalikan proses peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu Kepala PAUD juga mempunyai beberapagaya kepemimpinan guna menjalankan tugas dan amanahnya dalam suatu lembaga pendidikan anak usia diniserta membina dan mengarahkan seluruh aktivitas pendidikan. Kepemimpinan Kepala PAUD ini yangmendasari seorang leader pada suatu organisasi lembaga pendidikan dapat berjalan dengan semestinya, gunamencapai tujuan pada tingkat kualitas pendidikan. Tujuan dan kegunaan penelitian ini untuk mendeskripsikanperan kepemimpinan Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan faktor pendukung dan penghambatperan kepemimpinan Kepala Pendidikan Anak Usia Dini TK Masyitoh NU 08 Kramatsari-Pekalongan. Metodepenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan (Field Research). Teknikpengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Jenis analisis yang digunakan yaitumodel Miles dan Huberman antara lain: Reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Peran kepemimpinan Kepala PAUD yang ada di TK Muslimat NU Masyitoh 08Kramatsari-Pekalongan mempunyai peran sebagai visioner, sebagai motivator, kepemimpinan dalampengendalian dan hubungan organisasional, dan kepemimpinan dalam menyampaikan informasi. Serta faktorpendukungnya adalah kompetensi guru, anak didik, orang tua dan sarana prasarana. Sedangkan faktorpenghambatnya adalah faktor alam, faktor pendanaan dan faktor lingkungan.
Stimulasi Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Permainan Papan Titian Ari Kurniati; Sopiah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4173

Abstract

Pendidikan anak usia dini yaitu suatu upaya pemberian rangsang dalam membantu perkembangan jasmani dan rohani supaya memiliki kesiapan pada tingkat pendidikan dasar. Pemberian rangsang tersebut diantaranya meliputi aspek motorik, kognitif, bahasa, nilai agama moral, seni, dan sosial emosional. Enam aspek tersebut saling berkaitan, dengan demikian pendidikan yang diberikan harus bersifat menyenangkan supaya anak dapat berkembang sesuai tahapan usianya. Peneliti melakukan pengamatan langsung di salah satu Lembaga TK ABA Landungsari Pekalongan khususnya kelompok B2, TK tersebut terletak di jalan HOS Cokroaminoto gang 13 Landungsari Pekalongan. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang memiliki prestasi yang cukup baik dan memiliki program pengembangan motorik kasar. Berdasarkan observasi peneliti di kelompok B 2 TK ABA Landungsari Pekalongan ditemukan hasil observasi yaitu dari 18 peserta didik, hanya di temukan 3 peserta didik saja yang sudah mampu berdiri di atas satu kaki dengan kedua tangan merentang tanpa bergoyang dan tanpa saling memegang temannya dengan menggunakan waktu sepuluh hitungan. Selain observasi, peneliti juga melakukan wawancara, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah ditemukan program pengembengan motorik kasar diantaranya, dengan permainan papan titian, engklek, lompat tali dan senam yang dilaksanakan pendidik untuk membangkitkan semangat anak sebelum belajar, sehingga pengembangan tersebut mampu menguatkan otot-otot besar anak.

Page 5 of 12 | Total Record : 120