cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 120 Documents
Peningkatan Kemampuan Keaksaraan Awal Menggunakan Metode Bermain dengan Keranjang Literasi pada Anak Usia Dini di Kota Pekalongan Sari Yuliastuti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4689

Abstract

Kemampuan anak kelompok B1 TK Negeri Pembina Kota Pekalongan dalam hal pengembangan kemampuan keaksaraan awal dalam mendukung gerakan literasi masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)Mengenalkan keaksaraan awal pada anak menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi. (2) Mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan keaksaraan awal anak menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi. (3) Mendeskripsikan perubahan sikap dan tingkah laku setelah mendapatkan pembelajaran keaksaraan awal menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi. Proses pembelajaran keaksaraan awal menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi pada Siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan ke arah positif. Aspek intensifnya proses internalisasi melakukan kegiatan keaksaraan awal pada Siklus I sebanyak 8 anak yang memperhatikan atau sebesar 53,33% . Sedangkan pada Siklus II terdapat 12 anak yang memperhatikan atau sebesar 80% dan termasuk dalam kategori baik. Aspek Intensifnya anak belajar keaksaraan awal menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi pada Siklus I terdapat 10 anak didik yang memperhatikan atau sebesar 66% dan termasuk dalam kategori cukup. Sedangkan pada Sikus II terdapat 14 anak yang memperhatikan atau sebesar 93,33% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Aspek kondusifnya kondisi anak saat belajar keaksaraan awal menggunakan metode bermain dengan keranjang literasi pada Siklus I terdapat 9 anak yang memperhatikan atau sebesar 60% dan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan pada Siklus II terdapat 12 anak yang memperhatikan atau sebesar 80% dan termasuk dalam kategori baik. Aspek terbangunnya suasana yang reflektif, sehingga anak terus mengikuti proses pembelajaran maupun berlatih setelah proses pembelajaran pada Siklus I terdapat 11 anak yang memperhatikan atau sebesar 73,33% data termasuk dalam kategori baik. Sedangkan pada Siklus II terdapat 14 anak yang memperhatikan atau sebesar 93,33% data termasuk dalam kategori sangat baik.. Perilaku anak didik setelah mengikuti pembelajaran pada setiap aspek mengalami peningkatan ke arah yang positif.
Pengaruh Gerakan Senam Anak Gembala Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Hijriati; Jamaliah Hasballah; A. Olimonita
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4788

Abstract

eaqqe
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Melalui Metode Pemberian Tugas (Resitasi) Di Era New Normal Ratna Nila Sari
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5749

Abstract

Masuknya virus corona ke Indonesia membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Misalnya pada bidang Pendidikan, tak terkeculai pada Pendidikan anak usia dini. Anak usia dini termasuk kategori yang sangat rentan terhadap penularan Covid19. Salah satu cara untuk meminimalisir terinfeksinya anak dari Covid-19 adalah dengan menerapkan Perilaku hidup bersih dan sehat. Metode pemberian tugas (resitasi) dapat digunakan untuk mengajarkan PHBS pada anak, melalui metode ini anak diajak untuk mempraktikan PHBS seperti olahraga (senam), cuci tangan, membuang sampah, memakai baju bersih, dan minum air putih yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap PHBS anak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Pre-eksperimental jenis one group pretest-postest. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data menggunakan uji jenjang bertanda wilcoxon, diketahui bahwa Thitung<Ttabel (0<11), sehingga hipotesis alternatif penelitian (Ha) diterima yaitu ada pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat anak kelompok B.
Pembentukan Karakter Ramah Melalui Pembiasaan Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun (5s) Pada Anak Usia Dini Syifa Fauziah Nur Inayah; Novan Ardy Wiyani
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5750

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter ramah melalui pembiasaan senyum, sapa, salam, sopan, santun (5S) di RA Muslimat NU Diponegoro 54 Darmakradenan Ajibarang Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-naturalis. Ini karena penulis tidak melakukan rekayasa terhadap data atau fakta di objek penelitian. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, anak dan wali murid. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter ramah melalui pembiasaan senyum, sapa, salam, sopan, santun (5S) di RA Muslimat NU Diponegoro 54 Darmakradenan dilakukan melalui tiga bentuk pembiasaan, yaitu pembiasaan rutin, pembiasaan spontan dan pembiasaan keteladanan. Dengan ketiga pembiasaan tersebut dihasilkan kepribadian anak yang ramah. Keramahan pada anak membuatnya menjadi sosok yang sadar diri, peduli pada sesama, disiplin, mandiri, memiliki kepekaan sosial, dan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman.
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Pada Pendidikan Anak Usia Dini Faliqul Isbah; Ahmad Taufiq; Ahmad Jamaludin; Misbahul Munir
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5751

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab pada anak usia dini pada umumnya sangat strategis dan penting bagi perkembangan bahasa Arab di Indonesia baik untuk menunjang ranah Pendidikan sesuai tingkatannya maupun fungsi komunikasi Bahasa Arab sebagai Bahasa pengantar ibadah umat Islam. Dengan bahasa, anak mulai bertanya, berdiskusi, mengungkapkan pikirannya dan berkomunikasi dengan orang lain. Strategi pembelajaran memudahkan guru untuk memahami guru atau makna yang dijelaskan oleh guru lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk anak usia dini, yang mana secara kemampuan bahasa arab anak masih terbilang butuh bantuan karena potensi yang dimiliki oleh anak usia dini tidak bisa tumbuh secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode library research, dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Yakni dengan menganalisis dokumen dari buku, jurnal dan artikel terkait pembahasan. adapun hasil dari penelitian ini adalah beberapa opsi pilihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Arab pada anak usia dini. Pertama strategi pembelajaran langsung: memori, kognitif dan kompensasi. Kedua strategi tidak langsung: metakognitif, emosional dan sosial. Setidaknya ada empat metode yang tersedia untuk pembelajaran belajar bahasa Arab pada anak usia dini: mendongeng, proyek, menyanyi, dan tugas.
Islamic Parenting: Actualization Of Tasamuh Values For Early Childhood In A Plural Society Fadilah Utami; Hatmawati; Devi Oktavia; Nordiyanti; Aghnaita; Ali Iskandar Zulkarnain
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5752

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola asuh keluarga muslim yang hidup dalam masyarakat majemuk dalam menerapkan nilai-nilai tasamuh dalam kehidupan sehari-hari. Adanya keragaman agama dan budaya ini menjadi masalah bagi orang tua muslim dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Khususnya bagi anak usia dini yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, mereka membutuhkan perawatan yang tepat dalam memberikan pengetahuan tentang keragaman agama dan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pola asuh Islami dalam menanamkan nilai tasamuh (toleransi) pada anak usia dini pada keluarga yang hidup dalam masyarakat majemuk. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian terletak di Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal dalam penerapan pola asuh Islami yang telah dilakukan oleh orang tua dalam mengenalkan perbedaan agama, suku, ras, dan budaya lokal kepada anak sejak dini. Misalnya: memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami anak, tidak melarang anak bermain dengan anak lain yang berbeda agama, dan anak diperbolehkan mengunjungi rumah temannya yang sedang merayakan hari besar keagamaan.
Penanaman Nilai Agama Pada Anak Usia Dini Dengan Metode Experiential Learning Di Desa Palahidu Barat Mardia; Siti Misra Susanti; Asma Kurniati
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5757

Abstract

Penanaman nilai agama pada anak usia dini merupakan suatu upaya untuk mengenalkan dan mengajarkan nilai ajaran agama karena dapat membentuk perilaku maupun mental spiritual dan keagaamaan anak dimasa depannya. Dalam penanaman nilai agama pada anak usia dini perlu adanya metode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanaman nilai agama pada anak usia dini melalui metode experiential learning di Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif yang melibatkan guru dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penanaman nilai agama pada anak usia dini dengan metode experiential learning di Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko yaitu: 1) Mengenalkan agama yang dianutnya, seperti menyanyikan lagu Allah Tuhanku dan Islam agamaku, rukun Islam dan rukun iman yang dominan dalam indikator pertama yaitu 2 orang anak yang berkembang sangat baik. 2) Membaca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, seperti membaca doa sebelum dan sesudah makan, doa masuk dan keluar rumah dan doa masuk, yang dominan dalam indikator kedua yaitu 2 orang anak yang berkembang sangat baik. 3) Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar, yang dominan dalam indikator ketiga yaitu 5 orang (semua) anak berkembang dengan sangat baik.
Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Muslimat NU Karangdowo Karimaturriza; Ningsih Fadhillah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5765

Abstract

Anak usia 5-6 tahun merupakan masa di mana anak mulai mempersiapkan diri memasuki dunia sekolah melalui kelompok bermain. Pada masa ini, akan mulai mengenal lingkungan luar rumah dan akan bertemu dengan teman-teman sebayanya. Sehingga aspek yang cukup krusial untuk dioptimalkan yaitu perkembangan sosial emosional anak. Perkembangan zaman yang seperti inilah menjadi salah satu permasalahan yaitu salah satunya jika anak diberikan sebuah gadget dengan intensitas yang tidak sesuai dengan usia anak, maka akan sangat berdampak pada perkembangan sosial emosional anak. Artikel ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar intensitas penggunaan gadget, perkembangan sosial emosional, dan hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (skala likert) dan dokumentasi. Sampel penelitian ini sebanyak 50 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis uji prasyarat data dalam penelitian ini menggunkan uji normalitas dan linieritas. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa intensitas penggunaan gadget anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo diperoleh jumlah total yaitu 2929 dan nilai rata-ratanya sebesar 58,58. Nilai rata-rata tersebut berada pada kelas interval 42 – 62,5 dan termasuk dalam kategori sedang dan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo diperoleh jumlah total yaitu 3166 dan nilai rata-ratanya sebesar 63,32. Nilai rata-rata tersebut berada pada kelas interval 44 – 66 dan termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan pada tingkat kesalahan 5% rt = 0,278 dengan hasil pehitungan rxy = -0,440 berarti rxy > rt maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pada perbandingan rxy dan rt pada tingkat kesalahan 5% yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di RA Muslimat NU Karangdowo.
Musik Tradisional Bagi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Firdaus Perdana
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5772

Abstract

Penelitian ini membahas perihal musik tradisional untuk anak usia dini bagi perkembangan kognitif. Melalui pendidikan musik anak usia dini dapat mengembangkan aneka macam macam kemampuan kognitifnya, terutama pada perkembangan kognitifnya. berdasarkan beberapa kajian teori kemampuan kognitif pada anak usia dini dalam bermusik bisa berkembang dengan baik sebab dengan adanya musik anak akan lebih tertarik buat belajar. Musik merupakan hal yg krusial bagi seorang terutama anak-anak yang masih senang bergerak bebas serta bermain. berdasarkan teori bahwa musik akan membantu mengungkapkan perkembangan kognitif anak. Ternyata musik dapat memberikan efek yang baik bagi perkembangan otak bayi serta anak Jika mendengar musik yg dimainkan dengan lembut, berirama hening serta tidak keras.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Whole Language Khorida Filasofa, Lilif Muallifatul; Assakinah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4674

Abstract

Riset ini bertujuan untuk memahami dan meraih gambaran mengenai upaya meningkatkan kemampuan berbahasa awal melalui pendekatan whole language serta untuk mengetahui kendala-kendala dalam meningkatkan Kemampuan Berbahasa Awal Melalui Pendekatan Whole Language. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak didik kelompok A TK di Semarang, yang terdiri dari 16 anak. Teknik analisis yang di terapkan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak didik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kemampuan berbahasa yang dicapai peserta didik kelompok A di TK di Semarang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya dimana perkembangan awal bahasa anak hanya mencapai 43,75% (BB) namun, setelah dilakukan praktik penelitian tindakan kelas melalui pendekatan whole language, pada siklus pertama mengalami kenaikan menjadi 56,77% (MB), maka untuk itu dilakukan penelitian lanjutan ke siklus kedua dengan total presentase 74,79% (BSH) dan hasil siklus ketiga mencapai 87,5% (BSB), dimana hasil tersebut telah memenuhi target.

Page 7 of 12 | Total Record : 120