Articles
120 Documents
Kepemimpinan Kepala Taman Kanak-Kanak dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan
Reski Yulina Widiastuti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4174
Kualitas lembaga PAUD jalur pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia sangat beraneka ragam. Setiap kepala sekolah lembaga TK yang berkualitas strategi pengembangan lembaga yang berbeda-beda. Apabila lembaga tersebut tidak memiliki pemimpin yang kompeten maka mustahil rasanya bisa mewujudkan suatu pendidikan TK yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Taman Kanak-Kanak Al Amien Kabupaten Jember. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif miles Huberman yaitu reduksi, display dan verifikasi. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian terkait kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga TK Al Amien Kabupaten Jember yakni kepala sekolah bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Yayasan terlibat aktif untuk melakukan pembekalan peningkatan kompetensi dan evaluasi program lembaga. Kepala sekolah sebagai pemimpin terlibat aktif dalam memberikan motivasi anggotanya serta melakukan pengawasan secara berkala., Kepala sekolah dalam melaksanakan program kegiatan sekolah dibantu oleh beberapa orang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai koordinator kegiatan sekolah. Keterlibatan orang tua juga menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan mutu pendidikan yang lebih berkualitas.
Kiat-Kiat Mengembangkan Perilaku Baik Pada Anak Usia Dini
Cahniyo;
Nabela, Ulfa;
Ajeng Ninda Uminar;
Ahmad Muslih
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4148
Gaya hidup, kebiasaan tawuran, atau prilaku tidak baik memberikan bukti bahwa prilaku baik (akhlakul karimah) penting diberikan sejak dini. Dengan menerapkan akhlakul karimah sejak dini kekacauan prilaku dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses guru dalam mengembangkan perilaku baik (akhlakul karimah) pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian lapangan guru mengembangkan akhlakul karimah yaitu:1) pembiasaan rutin berdoa sebelum dan sesudah kegiatan 2) pembiasaan spontan sopan dan santun dalam perilaku sehari-hari, 3) Keteladanan yang baik hormat menghormati dengan orang lain, 4) membimbing anak mampu bersikap hormat pada orangtua maupun sesama. Temuan tersebut dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan keluarga guna mengembangkan perilaku baik (akhlakul karimah) bagi anak usia dini.
Pengaruh Metode Pembelajaran Bercerita dan Tanya Jawab Terhadap Kemampuan Bahasa Jawa Anak Usia Dini
Intyas;
Retno Wahyuningsih;
Latifah Permatasari Fajrin
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4175
Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya kemampuan bahasa Jawa anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui kemampuan berbahasa Jawa anak usia dini dengan menggunakan metod bercerita. 2). Untuk mengetahui kemampuan berbahasa Jawa anak usia dini dengan menggunakan metode tanya-jawab. 3). Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbahasa Jawa anak usia dini antara menggunakan metode bercerita dan metode tanya-jawab. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen post test desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengetahui kemampuan bahasa Jawa anak usia dini. Subyek penelitian ini sebanyak 52 anak kelompok B RA Kalimosodo Manisharjo dan RA Al-Ma’arif Kalangan. Uji normalitas dari kelompok bercerita diperoleh nilai χ2 hitung 7,1 dan nilai χ2 tabel 11,070, uji normalitas kelompok kontrol yang diterapkan metode tanya jawab diperoleh nilai nilai χ2 hitung 6,43 dan nilai χ2 tabel 11,070. Uji hipotesis yang digunakan dengan menggunakan rumus t test independent sample. Analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1). Kemampuan bahasa Jawa anak usia dini dengan metode bercerita di RA Kalimosodo Manisharjo yang termasuk kategori tinggi 26,92%. 2). Kemampuan bahasa Jawa anak usia dini dengan metode tanya jawab di RA Al-Ma’arif Kalangan yang termasuk dalam kategori tinggi 15,38%. Terdapat perbedaan kemampuan bahasa anak usia dini antara menggunakan metode tanya-jawab dan metode bercerita di RA Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Se Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut dibuktikan hasil nilai t hitung 2,27 > nilai t tabel 1,706. Sehingga hipotesis alternatif yang diajukan diterima.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Kotak Budaya Untuk Meningkatkan Karakter Cinta Tanah Air Di Raudlatul Athfal
Nailul;
A. Tabi’in
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4177
Penelitian ini bertujuan untuk mengambangkan alat permainan edukatif kotak budaya sebagai upaya meningkatkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini. Pengembangan alat permainan edukatif ini diharapkan dapat mengembangkan karakter cinta tanah air pada anak sejak dini dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi karakter cinta tanah air pada anak didiknya. Metode penelitian yang di gunakan yaitu menggunakan penelitian pengembangan atau Research and Development yang mengadopsi pengembangan dari Borg & Gall. Subjek penelitian ini anak RA B Muslimat NU Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dengan istrumen pengumpulan data berupa angket, lembar wawancara, dan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif, untuk menguji kualitas alat permainan edukatif (APE) dilakukan angket respon peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap alat permainan edukatif, jenis data yang dihasilkan kualitatif yang dianalisis dengan pedoman kreteria penilaian untuk menentukan kualitas alat permainan edukatif yang dikembangkan. hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif kotak budaya sangat baik digunakan dalam menanamkan karakter cinta tanah air pada anak dengan mudah melalui permainan edukatif berupa kotak budaya, dan alat permainan edukatif ini dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk anak kelompok B di RA Muslimat NU Pajomblangan Pekalongan.
Pengembangan Game Edukatif dalam Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Anak Usia Dini
Irfan;
Siti Isyanti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4190
Game edukatif dapat menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran pada anak usia dini. Riset game edukatif bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan research and development (R&D) yang mengadaptasi model 4D-Thiagarajan yakni define, design, develop dan disseminate. Subyek penelitian ini yaitu peserta didik PAUD Anggun Pekalongan (N=12). Teknik analisis data dengan kuantitatif-deskriptif, berupa rerata skor validasi. Hasil penelitian bahwa tingkat kelayakan game edukatif yang dikembangkan sebesar 92,5% untuk materi; dan 95,25% untuk media. Hasil tes keterampilan memecahkan masalah, mencapai ketuntasan secara klasikal 93,3% dengan kriteria sangat baik dengan 82,8 rata-rata nilai peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa media game edukatif layak dan dapat meningkatkan kemampuan Bahasa keaksaraan anak usia dini.
Pengembangan Kompetensi Guru di Taman Penitipan Anak (TPA) Sekar Purbalingga
Sherlyana;
Novan Ardy Wiyani
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i1.4187
Menjadi guru yang berkompeten merupakan sasaran yang harus dicapai semua guru tanpa terkecuali. Apalagi guru pada Taman Penitipan Anak, yang mempunyai tugas ganda yaitu mendidik dan mengasuh anak. Tanpa kompetensi, guru tidak dapat memberikan layanan terbaiknya. Sehingga, pengembangan perlu dilakuan oleh guru untuk mencapai kompetensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan yang harus dilakukan guru untuk mencapai kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi yang diteliti adalah TPA Sekar Purbalingga. Dengan subjek penelitian meliputi guru, kepala TPA, sekretaris yayasan, dan orang tua. Hasil penelitian tentang Pengembangan Kompetensi Guru di TPA Sekar Purbalingga, yaitu: 1) Pengembangan kompetensi yang dilakukan berkaitan dengan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional. kompetesi kepribadian, dan kompetensi sosial. 2) Berbagai pembinaan, pelatihan, dan supervisi yang dilakukan membuat guru dapat meningkatkan kompetensinya 3) Kegiatan pelatihan yang diikuti guru berasal dari dalam dan luar TPA, seperti pelatihan pada lembaga pendidikan lain maupun upgrading dan parenting yang diadakan TPA sendiri. Pembinaan dan supervisi yang diberikan pun dari kepala TPA dan juga yayasan. 4) Melalui pembinaan, pelatihan dan supervisi yang mengacu pada empat kompetensi, membuat TPA Sekar dapat meningkatkan kualitas guru dan kualitas layanan yang mereka miliki.
Upaya Peningkatan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini dengan Menggunakan Ape Kocanghi di TK Muslimat Bustanus Sibyan Sodong Sikasur Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang
Arlinda;
Siti Mumun Muniroh
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4738
Kondisi lingkungan hidup saat ini semakin hari bukan semakin membaik namun sebaliknya, berbagai problematika lingkungan muncul seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. Hal ini butuh kecerdasan dan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pendidikan anak usia dini sebagai lembaga pendidikan fondasi pengembangan kecerdasan naturalis kembali mendapat tantangan guna menyiapkan generasi yang cerdas dan sadar lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah media atau alat peraga edukatif berupa kotak kacang hijau (KoCangHi) yang digunakan dalam meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini di TK Muslimat Bustanu Sibyan kecamatan Belik kabupaten Pemalang. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan subjek penelitiannya adalah siswa TK Muslimat Bustanu Sibyan usia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa data proses pengembangan produk serta analisis data kelayakan produk yang dihasilkan. Media yang dikembangkan dinilai kelayakannya oleh ahli materi, ahli ke-PAUD-an dan ahli media serta pengujian keefektifanya pada siswa TK Muslimat Bustanus Sibyan Sodong Sikasur Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian uji kelayakan APE KoCangHi berdasarkan penilaian: (1) ahli materi menunjukkan nilai segi aspek edukatif memperoleh skor 4,0, aspek isi memperoleh skor 4,0 yang termasuk kategori “sangat baik”, (2) ahli media menunjukkan nilai estetika memperoleh skor 3,7 dan aspek teknis memperoleh skor 3,8 yang termasuk kategori “ yang termasuk kategori “sangat baik” Adapun hasil uji lapangan terbatas terdapat 7 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH), ada 3 anak yang berkembang sangat baik (BSB). Dari uji lapangan luas yang diiukuti 15 anak ada 7 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan 8 anak berkembang sangat baik (BSB).
Pengaruh Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Motorik dan Sosial Emosional Anak
Wariyanti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4750
Kegiatan bermain berperan penting bagi anak dalam mengembangkan aspek personalnya pada masa usia dini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan tradisonal engklek dalam mengembangkan motorik dan sosial emosional anak. Teknik pengumpulan data melalui obeservasi, wawancara dan dokumentasi serta checklist perilaku untuk memperoleh data dan mengenai kegiatan pembelajaran guru dan keaktifan anak ketika bermain. Tehnik analisis data menggunakan analisis statistik uji perbedaan rata-rata dengan t-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B di RA Miftahul Jannah Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat dengan sampel yang digunakan adalah 11 anak. Dalam menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan teknik Sampling Purposive yaitu dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan pada strata, random atau daerah tetapi berdasarkan atas adanya tujuan tertentu dan biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan tertentu. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan tradisional engklek terhadap perkembangan motorik dan sosial emosional anak usia dini di RA Miftahul Jannah Dusun Dondong Timur II Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Hasil dari nilai thitung adalah 5,85 dan ttabel 2,089. Maka dapat disimpulkan bahwa (-2,089 > -5,85) sehinnga H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional engklek terhadap perkembangan motorik dan sosial emosional anak di RA Miftahul Jannah.
Tauhid Education In Saying Subhanallah To The Family Of Early Children Aged 5-6 Years In Tk Karya Mandiri Deliserdang
Tety Eviaty Harahap
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4741
Tawhid is the main foundation in education because the main purpose of education is to direct humans to their perfect nature. Full responsibility in terms of habituation and daily life of children is the family, the best educational environment for children and habituation is basic education in the family. The right way for children to get used to the pronunciation of the sentence Thayyibah Subhanallah is the method of exemplary, habituation, advice, attention, and monitoring, which is the process of getting children to behave in accordance with the teachings of the Messenger of Allah. This article aims to describe how to habituate the pronunciation of Subhanallah for children in their daily lives without being reminded and on their own consciousness. The research in this article uses a qualitative method with a descriptive analysis approach taken from various document data and in-depth observations. Methods that can be used to familiarize children with thinking, behaving and behaving in accordance with Islamic teachings are the Quran and Hadith. From the test results based on my observations that some of the Karya Mandiri Private Kindergarten children in the Blue - Blue District, Kab. Deli often applies the pronunciation of the phrase Subhanallah at home because the habit of repeating it at home will make children better in their daily habits.
Implementasi Seni Tari Dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Ulul Afni;
Nur Khasanah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v1i2.4756
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementsi seni tari dalam mengembangkan motorik kasar anak kelompok B di RA Al Hikmah Durenombo Kecamatan Subah Kabupaten Batang, kemudian untuk mengetahui bagaimana perkembangan motorik kasar anak kelompok B di RA Al-Hikmah Durenombo Kecamatan Subah Kabupaten Batang, dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi seni tari terhadap perkembagan motorik kasar pada anak usia dini kelompok B di RA Al-Hikmah Durenombo Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan atau field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran seni tari diantaranya dengan melalui tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi mampu menunjukkan bahwa penelitian tersebut bisa digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan motorik kasar anak. Kemudian dalam penelitian implementasi pembelajaran seni tari dalam mengembangkan motorik kasar anak juga mampu mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan meskipun akan adanya faktor pendukung dan penghambat yang masing- masing memiliki tiga poin. Pertama faktor pendukung diantarany adanya minat siswa terhadap pembelajaran seni tari yang tinggi, kondisi fisik dan mental siswa berkembang dengan baik, dan jumlah peserta didik hanya tidak terlalu banyak membuat guru tidak terlalu kesulitan dalam mengatur, kemudian untuk faktor penghambat diantaranya ada sarana dan prasarana yang tersedia belum cukup memadai, belum adanya tenaga pendidik yang selama ini mengajarkan seni tari, dan yang terakhir tidak adanya ruang khusus praktek atau aula yang besar untuk pembelajaran jasmani.