cover
Contact Name
Muhammad Nur
Contact Email
jkp.balitbangda@kalselprov.go.id
Phone
+6281251712813
Journal Mail Official
admin@jkpjournal.com
Editorial Address
Jalan Dharma Praja I, Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan
ISSN : 20856091     EISSN : 27156656     DOI : 10.47441/JKP
Core Subject : Education,
The scope of JKP is as follows: Government empowerment (government capability, regional finance, government facilities and infrastructure). Community empowerment (population and employment, community welfare, social conditions, politics and culture) Regional development (public facilities, regional economy, physical condition, environment and natural resources). Development in the fields of health, education and economy.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Motif Pekerja Anak Sektor Pertanian Tembakau Di Desa Jeropuri Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Dedi Ramdan; M.Arwan Rosyadi; Nila Kusuma
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.300

Abstract

T Children are entrusted by the state that must be given rights, obligations and protection. However, child labour still exists today. This study aims to determine the motives of child labour in tobacco farming and the implications on education and social behaviour in Jeropuri Village, East Praya District, Central Lombok Regency. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach, Alfred Schutz's thoughts on "because motive" and "in-order-to motive", and Engkus Kuswarno's past, present, and future motives. The results showed three motives for child labour in tobacco farming; 1) because motive: parenting, peers, and personal initiative to help parents. 2) Today's motives: maintaining relationships and fulfilment. 3) In-order-to motive: to become the next generation of their parents, rewards, and meet future needs. The implications of action are negative such as disruption of educational activities, poor attitude toward parents, huddling, consumptive, and deviant, while positive implications are independent and strong solidarity. Anak adalah titipan negara yang harus diberikan hak, kewajiban, dan perlindungan oleh setiap orang. Namun pada realitas yang terjadi, fenomena pekerja anak masih banyak ditemukan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif pekerja anak pada sektor pertanian tembakau dan implikasi tindakannya pada aspek pendidikan dan perilaku sosial anak di Desa Jeropuri Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta pemikiran Alfred Schutz tentang because motive dan in-order-to motive serta Engkus Kuswarno tentang motif masa lalu, masa kini, dan motif masa mendatang sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga motif pekerja anak sektor pertanian tembakau yakni: 1) because motive, yaitu pola asuh orang tua, teman sebaya dan inisiatif pribadi membantu orang tua, 2) motif masa kini, yaitu menyambung silaturahmi dan memenuhi kebutuhan, 3) serta in-order-to motive, yaitu untuk menjadi generasi penerus orang tuanya, harapan mendapatkan imbalan dan memenuhi kebutuhan masa depan. Adapun implikasi tindakan yakni implikasi negatif dan implikasi positif. Implikasi negatif yaitu: 1) terganggunya aktivitas pendidikan; 2) perilaku sosial kepada orang tua yakni sering melawan orang tua; 3) perilaku sosial anak dengan teman kerja, yakni sering ngerumpi; 4) perilaku sosial konsumtif; dan 5) perilaku sosial menyimpang, yakni anak menjadi sering merokok dan minum tuak, sedangkan implikasi positif yaitu: 1) anak menjadi lebih mandiri, dan 2) menguatkan solidaritas sesama teman kerja.
Pengaruh Harga Komoditas Perkebunan dan Pertambangan pada Perekonomian Kabupaten Tabalong: Pendekatan Model Keseimbangan Umum Ahmadi Murjani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.308

Abstract

Tabalong Regency, as one of the supporting districts for the economy in South Kalimantan, has a large proportion of the Plantation and Mining sectors for their GDP. This study examines the impact of falling commodity prices in the Plantation sector and rising commodity prices in the Mining sector outside the Tabalong region on macro variables and sectoral output. The result shows that the impact of the decline in commodity prices in the Plantation sector, accompanied by an increase in commodity prices in the Mining sector in general, can elevate the regency's economy. The impact of the shock on the Mining sector is more dominant than the Plantation sector. The diversity of shock impacts on sectors in Tabalong Regency should be followed up by identifying leading and potential sectors in the framework of planning and policymaking so that the economy can continue to grow even when exposed to unexpected shocks. Fluktuasi harga komoditas khususnya bagi daerah yang mengandalkan ekspor untuk menopang perekonomian menjadi penting untuk dicermati. Kabupaten Tabalong sebagai salah satu kabupaten penyokong perekonomian di Kalimantan Selatan memiliki proporsi sektor Perkebunan dan Pertambangan yang besar bagi total PDRB wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan harga komoditas sektor Perkebunan dan kenaikan harga komoditas sektor Pertambangan di luar wilayah Tabalong terhadap variabel-variabel makro dan output sektoral. Dengan menggunakan Model Keseimbangan Umum yang berbasiskan data Tabel Input Output Kabupaten Tabalong tahun 2016, diperoleh beberapa temuan. Pertama, dampak penurunan harga komoditas sektor Perkebunan disertai kenaikan harga komoditas sektor Pertambangan secara umum masih mampu meningkatkan perekonomian Kabupaten Tabalong. Kedua, dampak dari shock pada sektor Pertambangan lebih dominan dibandingkan shock pada sektor Perkebunan. Keberagaman dampak shock terhadap sektor-sektor di Kabupaten Tabalong hendaknya ditindaklanjuti dengan melakukan identifikasi sektor unggulan dan potensial dalam rangka perencanaan dan pengambilan kebijakan supaya perekonomian bisa terus tumbuh walaupun diterpa guncangan yang tidak terduga.
Evaluasi Program Pilot Project Transformasi Layanan Primer di Puskesmas Telaga Bauntung Kabupaten Banjar Tahun 2022 Liestiana Indriyati; Akhmad Wahyudin; Eva Sulistyowati
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.311

Abstract

Primary healthcare transformation (PHT) is one of health transformation to improve health services (HS) quality in Indonesia. PHT refers to the life cycle as the focus of transforming HS, bringing HS closer to the community through the village networking level, and strengthening local area monitoring (LAM) through the village health situation dashboard. This research is PAR with mixed methods on July–October 2022 at Telaga Bauntung Health Center and selected villages, Lok Tanah and Telaga Baru, Banjar, South Kalimantan. PHT carried out at various levels can increase HS coverage and quality, brings HS closer to the community, and improves LAM manually due to imperfect application and internet connection. PHT implementation is not entirely appropriate with technical guidelines due to various limitations or innovations according to local conditions. PHT scale-up requires clarifying primary care, resource management efforts, and cross-sectoral support. Transformasi Layanan Primer (TLP) merupakan satu dari enam pilar transformasi kesehatan yang dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pelayaan kesehatan di Indonesia. Transformasi layanan primer mengacu pada siklus hidup sebagai fokus transformasi pelayanan kesehatan, mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, dan memperkuat pemantauan wilayah setempat (PWS) melalui dashboard situasi kesehatan per desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program pilot project TLP dalam rangka mendapatkan masukan dalam potensi scale up kedepan. Penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR) menggunakan mix methode selama 3 bulan (13 Juli - 15 Oktober 2022) di Puskesmas Telaga Bauntung Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dua desa terpilih yaitu Desa Lok Tanah dan Telaga Baru. Trasformasi layanan primer yang dilaksanakan pada berbagai level (puskesmas, posyandu prima, posyandu dusun) meningkatkan cakupan dan kualitas layanan kesehatan, mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat serta meningkatkan pemantauan wilayah setempat (PWS) meskipun sebagian masih dilakukan secara manual dikarenakan terkendala aplikasi yang digunakan belum sempurna dan jaringan internet yang tidak stabil/tidak tersedia, pelaksanaan transformasi layanan primer tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman/petunjuk teknis yang telah disusun karena berbagai keterbatasan ataupun inovasi yang dilakukan sesuai kondisi di daerah. Potensi scale up transformasi layanan primer memerlukan penetapan kelembagaan posyandu prima, manajemen sumber daya serta dukungan lintas sektor.
Penerapan Smote Pada Data Tidak Seimbang Dalam Pemodelan Status NEET Penduduk Usia Muda di Provinsi Banten Tahun 2022 Reza Septian Pradana; Rani Nooraeni
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2022, the percentage of NEET youth in Banten Province increased and occupied the second-highest position in Java and seventh-highest in Indonesia, at 27.29%. The imbalanced data have been identified compared to the percentage of non-NEET youth, which reached 72.71%. This study aims to apply the SMOTE Technique to handle this imbalanced data and determine the variables that influence the NEET status of youth. The method used in this study is binary logistic regression. The model evaluation results prove that the model with imbalanced data handling by SMOTE is better at modelling the NEET status of youth in Banten. Area of residence, household relationship status, marital status, age, education level, disability status, and training experience significantly influence the NEET status of youth. Thus, it is necessary to expand employment opportunities and provide easy access to training and skills development in rural areas, including for people with disabilities. NEET (Not in Education, Employment or Training) pada penduduk usia muda telah menjadi isu internasional. Peningkatan jumlah penduduk usia muda NEET menggambarkan peningkatan potensi yang hilang bagi suatu wilayah serta kegagalan sistem pendidikan dan pasar kerja. Pada tahun 2022, persentase penduduk usia muda NEET Provinsi Banten mengalami kenaikan dan menempati posisi tertinggi kedua se-Pulau Jawa dan ketujuh se-Indonesia, yakni sebesar 27,29 persen. Dibandingkan dengan persentase penduduk usia muda bukan NEET yang mencapai 72,71 persen, telah teridentifikasi adanya data tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk menangani data tidak seimbang dan mengetahui variabel yang memengaruhi status NEET penduduk usia muda di Provinsi Banten tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner. Hasil evaluasi model membuktikan bahwa model yang disertai penanganan data tidak seimbang dengan SMOTE lebih baik dalam pemodelan status NEET penduduk usia muda di Provinsi Banten tahun 2022. Dari model terbaik, dapat disimpulkan bahwa wilayah tempat tinggal, status hubungan dalam rumah tangga, status perkawinan, umur, tingkat pendidikan, status disabilitas, dan pengalaman mengikuti pelatihan secara signifikan berpengaruh terhadap status NEET penduduk usia muda di Provinsi Banten tahun 2022. Oleh karena itu diperlukan upaya perluasan lapangan pekerjaan serta pemberian kemudahan akses pelatihan dan pengembangan keterampilan hingga ke wilayah perdesaan termasuk untuk penyandang disabilitas.
Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 dan Implementasi Kebijakan Oleh Pemerintah Desa Di Masbagik, Lombok Timur Saipul Hamdi; Lalu Wiresapta Karyadi; Abdul Ali Mutammima Amar Alhaq; Nurul Haromain
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.327

Abstract

This research aims to investigate the policies implemented by the Masbagik Utara Baru village government in dealing with the community's economic crisis caused by Covid-19. This study was conducted for six months in Masbagik Utara Baru, East Lombok. (January-June 2022). This study employed a qualitative method with a case study approach. The research uses Participant observation, in-depth interviews, and study documentation as data collection methods. The findings revealed that Covid-19 reduces business activities, affecting household income, job creation, and business opportunities. The village government's efforts include utilizing village-owned enterprises to assist in developing community businesses through direct cash assistance, socialization about the adverse effects of Covid-19, and community economic development strategies during Covid-19. Thus, the community's response to the village's policy execution is positive. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan memiliki hak untuk membuat dan mengatur kehidupan masyarakat. Penelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan oleh Pemerintah Desa Masbagik Utara Baru dalam penanganan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Secara khusus penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, upaya pemerintah desa mengatasi masalah ekonomi akibat pademi Covid-19 dan respons masyarakat terhadap implementasi kebijakan pemerintah desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Masbagik Utara Baru, Lombok Timur selama enam bulan (Januari-Juni 2022). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan menerapkan observasi-partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan berkurangnya kegiatan usaha produktif masyarakat, berkurangnya tingkat pendapatan tenaga kerja anggota rumah tangga, serta berkurangnya kesempatan kerja dan peluang usaha. Adapun upaya-upaya yang dilakukan pemerintah desa di antaranya adalah memanfaatkan Bumdes untuk membantu usaha warga, memberikan BLTD, melakukan sosialiasasi tentang dampak bahaya Covid-19 dan pengembangan ekonomi masyarakat dalam rangka mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini. Adapun respons masyarakat terhadap implementasi kebijakan cukup baik terlihat dari adanya masyarakat yang mengetahui implementasi dan mentaati implementasi kebijakan tersebut.
Remitansi Pekerja Migran pada Masa Pandemi COVID-19 di Lombok Timur Saipul Hamdi; Syarifuddin; Oryza Pneumatica Inderasari; Lina Febriani; Nurul Haromain; Ikmal Maulana; Ihfan Rahmawadi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.328

Abstract

Covid-19 telah tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia pada awal 2020an berdampak besar terhadap remitansi pekerja migran, termasuk pengurangan jam kerja, pemutusan hubungan kerja, hingga dipulangkan secara paksa. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dan pengelolaan remitansi oleh keluarga migran sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Suralaga Lombok Timur, serta upaya pemerintah untuk membantu supaya berhasil dalam pengelolaan remitansi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik pengambilan data melalui observasi-partisipasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Informan terdiri dari aparatur desa, tokoh masyarakat, keluarga pekerja migran, mantan pekerja migran dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dan keluarga pekerja migran di Suralaga umumnya mengalami gangguan remitansi setelah munculnya Covid-19. Mereka tidak hanya kesulitan dalam memperoleh income yang normal, tetapi juga sangat kesulitan dalam mengirim uang tersebut karena akses perbankan saat itu ditutup. Sebelum masa Covid-19, pekerja migran dan keluarga mengelola remitansi mereka untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, membangun atau merenovasi rumah, biaya pendidikan anak, membeli tanah pekarangan dan sawah serta beternak. Namun, selama masa pandemi Covid-19, pengelolaan remitansi oleh keluarga pekerja migran lebih banyak dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kesimpulan yang didapatkan adalah masalah utama yang dihadapi pekerja migran selama Covid-19 adalah remitansi yang tidak stabil, bahkan sebagian besar di antara mereka gagal memperoleh remitansi. Intervensi dari pemerintah daerah adalah dengan menawarkan program bantuan pengelolaan dan pemanfaatan remitansi selama masa Covid-19.
Strategi City Branding “Republik Kopi” Bondowoso dalam Mendorong Umkm dan Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Abdul Muis Muis
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.329

Abstract

City branding adalah strategi pengelolaan kota dengan konsep manajemen tentang gambaran sekilas suatu kota mengenai potensi dan keunggulannya. City branding memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengingat suatu tempat, sehingga menuntut setiap daerah untuk berkompetisi dalam mengembangkan potensi kotanya untuk menciptakan citra di benak masyarakat luas. “Republik Kopi” Bondowoso telah dideklarasikan sejak 2016, dan hingga 2018 Bondowoso berhasil mengekspor sepertiga dari 3.000 ton produksi kopi rakyat dan membangkitkan UMKM kopi di Bondowoso. Fokus dalam penelitian ini mengulas strategi formulasi dalam membangun city branding di Bondowoso dan implikasi dari penetapan branding bagi sektor pariwisata, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat menganalisis proses formulasi city branding di Bondowoso, mengetahui dampak yang diperoleh pada sektor pariwisata, peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat, dengan metode kualitatif etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses formulasi city branding Bondowoso menggunakan teori The 7 A Destination Branding. Program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dan berbagai sektor lainnya seperti: meningkatkan kunjungan wisatawan, meningkatkan keberadaan usaha industri mikro kecil, bertambah luasnya areal pertanian dan peningkatan produksi, serta menjadi salah satu sumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Analisis Persepsi Siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Banjarbaru Terhadap Potensi Hutan Tropis Kalimantan Selatan Sebagai Ekowisata Biodiversitas Anissa Maghfiroh; Ishma Sajida; Nur Sabila; Imam Rahmadani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.334

Abstract

Kalimantan memiliki hutan tropis terluas di Indonesia. Melimpahnya hutan tropis di Kalimantan Selatan memberikan banyak kegunaan, salah satunya ekowisata biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hutan tropis Kalimantan Selatan sebagai ekowisata biodiversitas. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 133 peserta didik MAN Kota Banjarbaru. Pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan dengan 16 pertanyaan skala 1-4 dan empat pertanyaan opsional. Angket disajikan dalam bentuk Google Form. Analisis data dilakukan menggunakan teknik skala Likert dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa masyarakat enggan mengunjungi wisata hutan tropis di Kalimantan Selatan karena lokasi yang kurang bersih dan terawat, serta fasilitas yang kurang lengkap. Sedangkan yang lainnya mendapatkan pengalaman menyenangkan karena pemandangan alam yang indah, pengalaman budaya, pendidikan, rekreasi, dan kemudahan akses wisata. Dengan demikian, didapat kesimpulan bahwa terdapat potensi hutan tropis Kalimantan Selatan sebagai ekowisata biodiversitas.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap Arahan Konservasi Sub DAS Lesti, Kabupaten Malang Andi Setyo Pambudi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.338

Abstract

Kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di bagian hulu bernilai krusial bagi upaya konservasi dan pencegahan bencana di wilayah hilirnya. Kesehatan DAS ini diukur dari kerusan hulu yang berdampak pada keadaan di bawahnya seperti sedimentasi yang mempengaruhi usia guna Waduk Sengguruh pada Kawasan Sub DAS Lesti. Dampak negatif sedimentasi waduk ini menggangu perannya dalam pasokan air untuk irigasi, pengendalian banjir, dan pasokan listrik di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, penelitian terkait laju erosi yang mempengaruhi sedimentasi di Kawasan Sub DAS Lesti menjadi menarik diulas dalam kaitannya dengan pengaruh terhadap upaya konservasi yang diperlukan pada skala wilayah administrasi dalam lingkup DAS/Sub DAS. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju dan tingkat bahaya erosi, menganalisis aspek sosial, dan faktor-faktor penting di wilayah Sub DAS Lesti sebagai masukan arahan konservasi berwawasan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan kuantitatif melalui perhitungan Modify Universal Soil Loss Equation (MUSLE). Metode kualitatif melibatkan kuisioner dan wawancara di kawasan Sub DAS Lesti. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi rata-rata di Sub DAS Lesti adalah 153,868 ton/ha/tahun (melebihi laju erosi yang dapat ditoleransi yaitu 30 ton/ha/tahun). Penelitian juga menunjukkan ada keterkaitan antara erosi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang jika dikaitkan dengan tekanan penduduk dan pola penggunaan lahan akan berdampak pada erosi. Berbasis analisis lebih lanjut, dari 12 kecamatan di DAS Lesti, sebanyak 6 kecamatan diidentifikasi memiliki tingkat bahaya erosi tinggi (zona merah) sehingga upaya konservasi direkomendasikan untuk fokus pada 6 kecamatan ini dari 12 kecamatan yang ada di lingkup Sub DAS Lesti.
Korelasi Paparan Informasi Terkait Perguruan Tinggi Terhadap Minat Studi Lanjut Peserta Didik Fauzia Dwi Sasmita; Yulia Fernandita; Muhammad Azidan Noor; Rafa’na Rahman; Wawan Prasetyo
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.339

Abstract

Terbatasnya akses informasi mengenai perguruan tinggi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat studi lanjut peserta didik dan membuat mereka mengurungkan niat untuk melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi paparan informasi terkait perguruan tinggi terhadap minat studi lanjut peserta didik MAN 2 Batola. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif. Responden pada penelitian ini adalah 58 orang peserta didik kelas XII di MAN 2 Batola. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan secara online. Data angket dianalisis dengan menghitung persentase angket respon suru, uji korelasi, uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif berkorelasi kuat antara paparan informasi peserta didik kelas XII MAN 2 Batola terhadap perguruan tinggi dengan minat studi lanjut ke perguruan tinggi dengan nilai sebesar 0,742 (MIPA); 0,785 (IPS), dan 0,798 (Agama). Pengaruh paparan informasi perguruan tinggi dengan minat studi lanjut ke perguruan tinggi jurusan MIPA sebesar 61,6%; jurusan IPS sebesar 55,1%; dan jurusan Agama sebesar 63,7%. Peserta didik kelas XII MAN 2 memilih ULM sebagai kampus tujuan studi lanjut, disusul UIN Antasari Banjarmasin, dan Poliban. Jurusan yang dipilih oleh peserta didik didominasi oleh keguruan (guru), dokter (kesehatan), dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa beberapa kendala peserta didik kelas XII MAN 2 Batola dalam melanjutkan studi ialah kendala ekonomi, lebih memilih untuk bekerja, izin orangtua akibat stabilitas keuangan keluarga, hingga jarak tempat tinggal dengan perguruan tinggi tujuan. Adapun pemerintah/instansi perguruan tinggi diharapkan dapat menyelenggarakan sosialisasi mengenai jurusan, program studi, serta prospek kerja dari jurusan tersebut, beserta dengan peluang beasiswa.