cover
Contact Name
Muhammad Nur
Contact Email
jkp.balitbangda@kalselprov.go.id
Phone
+6281251712813
Journal Mail Official
admin@jkpjournal.com
Editorial Address
Jalan Dharma Praja I, Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan
ISSN : 20856091     EISSN : 27156656     DOI : 10.47441/JKP
Core Subject : Education,
The scope of JKP is as follows: Government empowerment (government capability, regional finance, government facilities and infrastructure). Community empowerment (population and employment, community welfare, social conditions, politics and culture) Regional development (public facilities, regional economy, physical condition, environment and natural resources). Development in the fields of health, education and economy.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Pengembangan Padi Varietas Lokal di Provinsi Kalimantan Selatan Sarah Hidayani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.340

Abstract

Permasalahan yang dihadapi terkait dengan karakteristik padi varietas lokal mengakibatkan fluktuasi harga, disamping juga permasalahan yang dihadapi terkait inefisiensi struktur pasar, kurangnya dukungan infrasttuktur dan kebijkan pemerintah. Padi varietas lokal ini mempunyai rasa nasi pera tetapi tidak keras dan beraroma harum menurut preferensi masyarakat rawa terutama suku Banjar. Sehingga permintaan cukup tinggi terhadap padi varietas lokal di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang dapat dilakukan terhadap pengembangan padi varietas lokal. Lokasi penelitian adalah di Provinsi Kalimantan Selatan, pada tahun 2021. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengelolaan air merupakan kunci pengembangan padi varietas lokal, untuk itu perlu dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka pengelolaan tata air pada lahan pasang surut. Dalam rangka meningkatkan produksi padi varietas lokal juga dapat dilakukan perluasan sawah lahan pasang surut, mengingat banyaknya alih fungsi lahan pertanian terutama yang spesifik padi varietas lokal serta pemberian bantuan sarana produksi, alat dan peralatan pertanian, dan lain-lain untuk petani padi varietas lokal. Padi hasil persilangan dapat merupakan alternatif pengembangan padi varietas lokal yang dapat ditanam dua kali setahun.
Analisis Peluang dan Tantangan Pengembangan Potensi Wisata di Kabupaten Banjar Melyda Rahmah; Lola Malihah; Husna Karimah
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.344

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah terluas di Provinsi Kalimantan Selatan, menepati urutan ketiga setelah Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Kabupaten ini memiliki kondisi alam yang beragam dan letaknya yang strategis serta memiliki banyak peninggalan sejarah, sehingga menjadikanya sebagai salah satu wilayah dengan potensi wisata yang beragam. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti ingin menganalisis lebih dalam bagaimana peluang dan tantangan pengembangan pariwisata di Kabupaten Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peluang pariwisata di Kabupaten Banjar sangat prospektif di masa depan apabila terus dikembangkan, khususnya yang paling dominan yaitu wisata alam dan wisata religi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, hal ini dikarenakan wisata alam yang ada di Kabupaten Banjar masih terjaga kealamiannya hingga sekarang. Selain itu, wisata religi di Kabupaten Banjar juga cukup terkenal dan pengunjungnya cukup ramai. Hal ini dikarenakan terdapat ulama yang cukup masyhur dan memiliki pengaruh besar dalam syiar agama Islam di Kalimantan Selatan. Kabupaten Banjar juga memiliki potensi wisata buatan yang diciptakan dari kreativitas manusia seperti Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura. Akan tetapi, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, yaitu pembinaan pada masyarakat sekitar wisata dan akses menuju wisata yang cukup sulit. Oleh karena itu peran pemerintah sangat penting dalam menentukan strategi dan kebijakan terkait pengembangan potensi wisata. Peningkatan kesadaran masyarakat juga tidak kalah penting agar pengembangan potensi wisata di Kabupaten Banjar dapat terlaksana dengan baik.
Strategi Pemerintah Desa dalam Penanganan Stunting Berbasis Modal Sosial di Desa Bilebante, Lombok Tengah Saipul Hamdi; Dewi Satria Elmiana; Ikmal Maulana; Nurul Haromain; Ihfan Rahmawadi; Firdaus Abdul Malik
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.346

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear dalam status gizi rendah yang dapat diartikan sebagai kondisi pada seseorang dengan tubuh pendek atau sangat pendek karena malnutrisi. Prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) naik dari 31,4% pada tahun 2021 menjadi 32,7% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang dikembangkan pemerintah desa di Bilebante dalam mengatasi permasalahan stunting, yang mana Desa Bilebante, Lombok Tengah, yang mana sukses dalam mengembangkan program kampung Keluarga Berencana yang erat kaitannya dengan pengendalian pola hidup sehat dan manajemen keluarga di masyarakatnya. Penelitian ini juga melakukan stakeholder mapping dan pemetaan modal sosial untuk menemukan formulasi kebijakan yang tepat dalam mengatasi isu stunting di NTB, sehingga dapat dihasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang dapat di replikasi pada sejumlah desa lainnya yang ada di wilayah provinsi NTB. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (Juni-Agustus 2023) dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi, pemerintah desa, bidan desa, kader posyandu, karang taruna, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh adat, ibu hamil, ibu bayi dua tahun, dan masyarakat lokal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elaborasi kebijakan dan penguatan modal sosial oleh pemerintah Desa Bilebante dapat meodorong percepatan pembangunan di berbagai bidang. Sikap masyarakat yang kolaboratif dan peran aktif dari berbagai stakeholder mengantarkan Desa Bilebante berhasil menekan angka stunting secara signifikan dalam tiga tahun jalannya program.
Pengaruh Gender, Status Ekonomi, dan Kepemilikan KIP Kuliah Terhadap Minat Studi ke Perguruan Tinggi Sasmita, Fauzia Dwi; Yasmintya, Anisha; Rahman, Rafa’na; Fernandita, Yulia
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.373

Abstract

Minat studi lanjut ke perguruan tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat digunakan dalam analisis indeks Harapan Lama Sekolah (HLS). Identifikasi minat studi lanjut ke perguruan tinggi melalui faktor gender, kendala studi (faktor ekonomi dan motivasi diri), serta status kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diharapkan mampu memberikan deskripsi mengenai bagaimana minat studi pelajar di Kota Banjarmasin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gender, kendala studi (status ekonomi), serta status kepemilikan KIP terhadap minat studi lanjut ke perguruan tinggi. Populasi penelitian terdiri dari 3.527 pelajar tingkat akhir dan 13 orang guru dari 13 SMA Negeri di Kota Banjarmasin tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain sequential explanatory. Pengumpulan data dilakukan melalui angket respon pelajar, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tampilan data tabel distribusi frekuensi, diagram Venn, deskriptif kualitatif, dan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (a) terlepas pada berapa pun jumlah sampel pada masing-masing kelompok gender, kelompok sampel pelajar perempuan menunjukkan minat studi lanjut ke perguruan tinggi yang lebih tinggi, (b) kendala ekonomi untuk lanjut ke perguruan tinggi mencapai persentase sebesar 77%, dan (c) terdapat hubungan antara minat studi ke perguruan tinggi dan status kepemilikan KIP Kuliah pada pelajar tingkat akhir di Kota Banjarmasin. Diperlukan peran Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta perguruan tinggi untuk menyusun kebijakan terkait upaya meningkatkan partisipasi studi ke perguruan tinggi, salah satunya melalui pemberian beasiswa.
Subsidi Energi: Tantangan Penyaluran BBM, LPG 3 kg, serta Dukungan Terhadap Kendaraan Listrik A’yun, Qurrata; Akhmadi, Muhammad Heru; Wati, Erlita Nurma
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.375

Abstract

Energi hijau menjadi strategi dalam mengendalikan perubahan iklim secara global. Beberapa negera termasuk Indonesia telah mendorong pertumbuhan energi hijau dengan mengendalikan penggunaan energi fosil dengan tetap memperhatikan kebijakan pembangunan yang dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan subsidi energi pada energi fosil dan elektrik yang diberikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method), dengan teknik analisis regresi melalui Aplikasi STATA 18 dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah berkaitan dengan belanja subsidi energi, yaitu terjadinya penyaluran subsidi energi yang tidak tepat sasaran (inclusion error) yang menyebabkan penanggulangan kemiskinan melalui program subsidi energi belum sesuai harapan. Meskipun demikian, terdapat beberapa solusi permasalah dalam upaya meningkatkan kualitas kebijakan dan mulai memikirkan adanya opsi subsidi terhadap kendaraan listrik.
Urgensi Reformasi Hukum Lingkungan Terhadap Perubahan Iklim di Indonesia Mahardhika, Zerlina Mendy; Hapsari, Ivana Mirella; Rajib, Rayi Kharisma
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.376

Abstract

Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, telah menjadi isu global yang mendesak. Dampaknya mencakup peningkatan suhu global, cuaca ekstrem, dan ancaman terhadap ekosistem. Perubahan iklim di Indonesia sudah terasa, seperti perpanjangan musim hujan dan peningkatan hari-hari kering di beberapa wilayah. Hukum lingkungan memegang peran penting dalam dalam menghadapi kompleksitas perubahan iklim, namun sering dianggap tidak cukup memadai. Oleh karena itu, reformasi hukum lingkungan menjadi penting untuk mengatasi tantangan tersebut. perubahan iklim, serta aspek keadilan dan keberlanjutan bagi semua pihak yang terlibat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Tulisan ini bertujuan untuk membahas urgensi reformasi hukum lingkungan terhadap perubahan iklim di Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang efektif dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut, dengan fokus pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Melalui adanya reformasi legislasi, reformasi pengadilan dan penegak hukum, dan dukungan terhadap upaya inovatif dan pembangunan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercipta lingkungan hidup yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. Hukum lingkungan penting untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, namun sering dianggap tidak memadai apabila penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan dilakukan secara tidak konsisten dan tidak semestinya. Oleh karena itu, reformasi hukum lingkungan terkait perubahan iklim di Indonesia sangat diperlukan, termasuk pembaruan legislasi, peningkatan kapasitas pengadilan, perlindungan ekosistem, kepatuhan terhadap regulasi, kolaborasi internasional, dukungan inovasi, dan partisipasi masyarakat.
Evaluation of the Bangga Mbangun Desa Policy in Improving Regional Development in Cilacap Regency, Central Java Aprianto, Naerul Edwin Kiky; Meliana, Rini
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.382

Abstract

The gap between regions is the main issue that underlies the current national regional development, especially between urban and rural areas. To minimize this problem, policies that focus on accelerating development evenly are needed. In this case, the local government of Cilacap Regency is guided by the Bangga Mbangun Desa policy as an effort to accelerate the development of the Cilacap area, especially in rural areas by using a descriptive-qualitative research method sourced from the performance report of Cilacap Regency government agencies and public policy evaluation theory, this study aims to analyze Bangga Mbangun Desa as a policy in improving regional development. The results of this study show that in order to improve the development of the Cilacap Regency region, the Bangga Mbangun Desa policy, which is regulated in Regent Regulation No. 76/2011. Bangga Mbangun Desa focuses on four pillars, namely education, health, economy, and socio-cultural environment. Seeing regional development through Proud to Build Villages, this policy emphasizes the process of structured agrarian development (agriculture), especially in rural areas. Local governments give authority to village governments to manage and regulate their respective villages. This is manifested in innovative programs such as poverty alleviation through integrated data-based development planning; Barriers to response time; farmer stalls; Simbaja; Then Eat TB RO; Cerdas Kir Bang Bade; and a breakthrough tourism health center with child- and disability-friendly services.
Smart People dan Smart Living: Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Optimalisasi Smart City di Indonesia Septianda, M. Ferdi; Kurniawan, Deni; Afnira, Ella
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.383

Abstract

Dimensi Smart People dan Smart Living sebagai dua dari enam dimensi konsep Smart City, merupakan pondasi untuk suksesi Smart City sekaligus menjadi alternatif dalam menyokong sektor pendidikan dan kesehatan yang dijadikan sebagai instrumen investasi SDM unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah-langkah strategis menerapkan Smart People dan Smart Living dalam suksesi Smart City dan mengatasi permasalahan-permasalahan pada sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia sehingga investasi SDM mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat studi kepustakaan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik yang dibahas. Sumber data yang digunakan berasal dari buku-buku, artikel ilmiah, dan sumber online. Penelitian ini menghasilkan beberapa langkah strategis: melalui dimensi Smart People dapat dilakukan pengembangan ekosistem pendidikan formal, non-formal, dan inklusif, serta implementasi Smart School dan Smart Campus. Pada dimensi Smart Living dapat dilakukan peningkatan infrastruktur kesehatan, penanganan penyakit kronis, perbaikan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan angka harapan hidup. Diperlukan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, sektor kesehatan, dan masyarakat untuk mengoptimalkan pembangunan SDM unggul dalam kerangka Smart City, guna menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia yang maju.
Analisis Sektor Unggulan dalam Upaya Pembangunan Wilayah Kabupaten Rembang (2018-2022) Kamal, Mohammad Rizqi Safirul
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.385

Abstract

Sebagai wilayah yang menghubungkan berbagai kota-kota besar di pantai utara Jawa, Kabupaten Rembang memiliki peran penting yang perlu didorong upaya pembangunan wilayahnya. Salah satu upaya dalam pembangunan wilayah dapat didasarkan dari sektor unggulan yang ada pada wilayah tersebut. Guna menganalisis sektor unggulan yang ada di Kabupaten Rembang, perlu dilakukan pengolahan data Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan yang dalam penelitian ini dilakukan pada tahun dasar 2010 periode 2018–2022. Tujuan dilakukannya penelitian agar dapat menjadi pedoman dan rekomendasi bagi Kabupaten Rembang dalam upaya pembangunan wilayahnya. Adapun metode yang digunakan dalam penentuannya adalah dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis dan Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk menentukan prospek dari suatu sektor. Hasil tersebut nantinya akan dilakukan pengelompokan berdasarkan kuadran tipologi klassen guna mengetahui sektor unggulan yang ada di Kabupaten Rembang. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 6 (enam) sektor, yaitu Pertambangan dan Penggalian, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, dan Jasa lainnya. Selain itu didapatkan hasil sektor paling berkembang (Informasi dan Komunikasi) dan sektor paling unggulan (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan) yang dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam pengambilan suatu kebijakan guna meningkatkan potensi dan mendorong peningkatan keluaran terutama pada kedua sektor tersebut agar menjadi sektor unggulan di Kabupaten Rembang pada masa mendatang.
Keragaman Tipologi, Fungsi, dan Desain Titian di Permukiman Bantaran Sungai Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Nadiyah, Adinda; Halisah, Siti Noor; Mentayani, Ira; Aufa, Naimatul
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 19 No 2 (2024): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.19 NO.2 DESEMBER 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v19i2.386

Abstract

Banjarmasin terkenal sebagai "Kota Seribu Sungai". Keberadaan sungai-sungai tersebut telah memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Banjarmasin, termasuk dalam hal permukiman. Permukiman bantaran sungai di Banjarmasin memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penggunaan titian sebagai akses utama penghubung antar rumah dan jalan. Titian merupakan infrastruktur unik di permukiman bantaran Sungai Martapura, Banjarmasin, yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna, fungsi, dan pola titian dalam konteks kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi lapangan, dengan total 16 sampel titian yang diteliti. Hasil menunjukkan bahwa titian memiliki makna penting, berfungsi sebagai jalur penghubung, area mencuci, area menjemur, serta jalur sirkulasi manusia dan kendaraan. Pentingnya penelitian ini terletak padapelestarian dan pengembangan titian sebagai bagian integral dari identitas budaya masyarakat bantaran sungai di Kota Banjarmasin