cover
Contact Name
Chica Oktavia
Contact Email
chicaoktavia04@gmail.com
Phone
+6285250204365
Journal Mail Official
jurnalmahasiswasipilummetro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lembayong 5 A / Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro Lampung - 34111
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil (Jumatisi) Universitas Metro diterbitkan secara berkala dua kali dalam peta pada bulan Juni dan Desember. Jumatisi merupakan kumpulan dari Tugas Akhir penelitian mahasiswa berbagai disipliln ilmu dibidang struktur, transportasi, hidrologi sumber daya air, geoteknik dan manajemen konstruksi dengan tujuan untuk dipublikasikan.
Articles 72 Documents
ANALISIS SISTEM DRAINASE PERKOTAAN AKIBAT CURAH HUJAN PADA KELURAHAN MULYOJATI KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO (Studi Kasus Jalan Tangkil Dan Jalan Puskel – Jalan Arjuna) Satrio Adhi Wicaksono; Eri Prawati; Agus Surandono
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.043 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3683

Abstract

Pada analisis kapasitas saluran drainase menggunakan data curah hujan 10 tahun terakhir dengan analisa frekuensi hujan menggunakan metode distribusi Log Person III untuk mendapatkan curah hujan rencana tiap tahun. Perhitungan debit banjir rencana pada analisis saluran drainasenya menggunakan metode Weduwen. Hasil perhitungan kapasitas saluran drainase memperlihatkan bahwa terdapat saluran yang tidak aman karena debit saluran eksisting (Qs) lebih kecil dari debit banjir rencana (Qr) pada saluran 1, saluran 6 dan saluran 14 sehingga saluran tesebut perlu untuk diredesain. Kapasitas saluran tidak aman pada saluran 1 terjadi pada kala ulang 2 sampai 100 tahun. Untuk kapasitas saluran tidak aman saluran 6 terdapat pada kala ulang 2, sampai 100 tahun. Untuk kapasitas tidak aman saluran 14 terdapat pada kala ulang 2 sampai 100 tahun. Untuk kapasitas saluran drainase lainnya sudah aman tetapi kondisinya perlu diperhatikan pada saluran terdapat rumput dan sedimen yang dapat mengurangi kapasitas dari saluran itu sendiri sehingga dapat menyebabkan genangan air di sekitar saluran. Untuk perhitungan redesain saluran 1, 6 dan 14 dapat ditinjau dari debit banjir rencana dan elevasi saluran yang telah dihitung sebelumnya sehingga dapat dengan mudah menentukan dimensi saluran ekonomis yang sesuai dengan debit rencananya.
PENGARUH STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN CAMPURAN ZAT ADDITIVE BERUPA DIFA SOIL STABILIZER DAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT GESER TANAH Iwan Permadi
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.783 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3684

Abstract

Penambahan zat additive berupa difa soil stabilizer dapat memperbaiki atau meningkatkan daya dukung sifat mekanis tanah asli. Nilai PI semakin menurun dan tingkat kepadatan semakin meningkat serta kuat geser tanah berkurang. Sedangkan untuk pengujian kuat geser tanah yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro, dari ke empat sampel yang telah diujikan dengan campuran zat additive difa soil stabilizer yakni 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% + 8% semen dalam setiap pengujian kuat geser campuaran. Dari ke empat pengujian nilai tegangan geser rata-rata yang paling tinggi adalah pada penelitian ini yakni dengan campuran 0,8% difa soil stabilizer + 8% semen mendapat kadar campuran dengan nilai tegangan geser rata-rata 0,503 kg/cm2 dan mendapatkan nilai kohesi 0,11 kg/cm2, sedangkan untuk sudut geser dalam mendapatkan nilai 32,94˚. Sedangkan hasil dari pengujian pemadatan tanah campuran zat additive difa soil stabilizer mendapatkan kadar campuran maksimum 0,8% difa soil stabilizer + 8% semen dengan kadar air optimum 38,20%, dengan berat kering maksimum 1,15 gr/cm3. Nilai berat isi kering maksimum (γdmak) cenderung semakin meningkat dari tanah aslinya, sedangkan kadar air optimum (OMC) selalu mengalami penurunan, ini dikarenakan semakin meningkatya persentase penambahan campuran zat additive difa soil stabilizer oleh sebab itu tanah semakin kekurangan air.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPHAL CONCRETE –BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN BAHAN PENGISI (FILLER) ABU BATU KAPUR (LIMESTONE) Merza Okta Vianda; Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.956 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3685

Abstract

Jalan merupakan sarana yang sangat penting digunakan untuk transportasi bagi masyarakat. Di Indonesia , kontruksi jalan sudah banyak menggunakan campuran Laston, karna dalam campuran ini akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama, harga relatif murah dibandingkan dengan kontruksi jalan beton. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan variasi filler berupa abu batu kapur (Limestone) sebagai alternatif bahan campuran lapis aspal beton AC-BC. (Limestone) sendiri banyak dijumpai di provinsi Lampung, Khususnya di Kabupaten pesawaran yang sebagian besar digunakan untuk bahan bangunan. Jenis penelitian ini adalah penambahan variasi filler (Limestone) kedalam campuran AC-BC dengan penambahan komposisi campuran sebesar 0% (tanpa bahan tambahan), 1%, 2%, 5%, 6% dan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai VMA, VFA cenderung naik sedang nilai VIM, Flow, Stability, Marshall Quotient cenderung menurun karena pengaruh variasi filler. Di dapat KAO sebesar 5%, 5%, 5,1%, 5,5%, 5,6%, 5,8%, 5,9%, dan 6,4%. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 di dapat penambahan variasi filler 1%, 2% dengan KAO 5,5%..
PENGARUH SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI MATERIAL TAMBAHAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Muhammad Taufik Kurniawan; Agus Surandono; Sari Utama Dewi
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.566 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3686

Abstract

Perkembangan teknologi beton dimasa ini menuntut dilakukannya usaha untuk meningkatkan kinerja beton yang dihasilkan, baik dari segi mutu, bahan maupun cara yang diterapkan, hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju. Oleh karena itu perlu kiranya mencari alternatif lain sebagai bahan tambahan pada brton. Telah dibuat beton alternatif dengan penambahan serbuk cangkang kerang jenis Anadara Granosa. Proses pre-treatment kulit kerang yaitu dijemur terlebih dahulu kemudian dihaluskan menggunakan alat penghancur (palu) sehingga dihasilkan tumbukan kulit kerang dengan lolos saringan 5 cm sebagai subtitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton k-225 dengan komposisi penambahan serbuk cangkang kerang 0% : 5% : 10% : 15% dalam waktu perwatan 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari menggunakan metode SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada usia 28 hari beton normal (0%) = 299,504 kg/cm2 , beton campuran 5% = 317,622 kg/cm2, beton campuran 10% = 286,482 kg/cm2, beton campuran 15% = 127,388 kg/cm2. Dari hasil analisa disimpulkan, penambahan tumbukan kulit kerang jenis Anadara Granosa sebanyak 0%, 5%, 10% dan 15% .
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN BAHAN ADDITIVE DIFA SOIL STABILIZER DAN SEMEN Asep Harwanto; Yusuf Amran; Leni Sriharyani
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.203 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3690

Abstract

Tanah dasar (subgrade) merupakan lapisan tanah asli yang terletak paling bawah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi diatasnya. Daya dukung suatu lapisan tanah tertentu tergantung dari kepadatan tanah yang menyusun lapisan tersebut, semakin kecil CBR (California Bearing Ratio) suatu lapisan dari jenis tanah tertentu maka lapisan yang dibuat diatasnya haruslah semakin tebal. Salah satu tanah yang biasa ditemukan pada suatu konstruksi yaitu jenis tanah lempung.Tanah lempung memiliki kemampuan menyerap air yang cukup tinggi dan kondisi pengaliran air sangat rendah. Tanah lempung merupakan jenis tanah dengan daya dukung rendah, pengaruh air sangat besar terhadap perilaku fisik dan mekanisnya. Dari hasil penelitian/pengujian terhadap sampel tanah, secara umum menunjukkan semakin banyak persentase penggunaan semen maka daya dukung tanah semakin baik, namun jika penggunaan pada jenis tanah lempung berplastisitas rendah, dianjurkan penggunaan difa soil stabilizer yang digunakan secara bersamaan dengan semen persentase optimum pada 4% dari berat/volume tanah kering, yang diparameterkan melalui sifat mekanis tanah meliputi nilai hasil uji pemadatan tanah/uji proctor (kadar air optimum dan berat isi kering maksimum tanah) dan nilai hasil pengujian CBR laboratorium. Terjadi peningkatan daya dukung tanah yang diindikasikan adanya peningkatan nilai- nilai CBR tanah campuran dari nilai CBR tanah asli, pada persentase penambahan difa soil stabilizer dan semen sebesar 4% ternyata telah mampu meningkatkan nilai CBR tanah dasar menjadi 6,37% dari CBR tanah asli sebesar 2,7%, nilai ini telah memenuhi batas minimum CBR tanah dasar/sub grade yang ditentukan oleh spesifikasi umum Bina Marga Tahun 2010 yaitu sebesar 6%.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE KELURAHAN MARGOREJO KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO (Studi Kasus Jalan Cemara Dan Jalan Kapten Tendean) Agus Musodik; Eri Prawati; Agus Surandono
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.431 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3704

Abstract

Saluran drainase pada ruas Jalan Cemara dan Kapten Tendean tidak mampu menahan debit air saat hujan deras. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas tiap saluran dan membandingkan dengan debit banjir rencana yang didapat dari perhitungan data curah hujan 10 tahun. Analisa frekuensi hujan menggunkan Log Pearson III dan perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode rasional. Hasil perhitungan terdapat 3 saluran drainase yang mempunyai kapasitas saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yaitu saluran S.5, S.6 dan Saluran S.8. Pada saluran tersebut perlu adanya redesain agar mampu menahan debit banjir rencana yang telah diketahui. Untuk saluran ekonomis S.5 lebar dasar saluran (b) 0.90 m, tinggi muka air (h) 0.45 m dan tinggi jagaan (w) 0.15 m. Untuk saluran ekonomis S.6 lebar dasar saluran (b) 0.84 m, tinggi muka air (h) 0.25 m dan tinggi jagaan (w) 0.14 m. Untuk saluran ekonomis S.8 lebar dasar saluran (b) 0.71 m, tinggi muka air (h) 0.36 m dan tinggi jagaan (w) 0.12 m.
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA ALIRAN SUNGAI WAY BATANGHARI KOTA METRO Aziz Aji Pangestu; Yusuf Amran; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.645 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3705

Abstract

Lereng merupakan suatu permukaan tanah yang memiliki kemiringan dan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal dan tidak terlindungi. Pada sungai Way Batanghari Kota Metro terdapat banyak lereng. Pada lereng tersebut terdapat bangunn-bangunan di atasnya, seperti: gedung perkantoran, gedung erkuliahan, sekolah-sekolah dan perumahan. Apabila kondisi lereng tersebut tidak aman, maka akan berdampak terhadap bangunan di atas lereng tersebut. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu yang pertama untuk mengetahui kondisi eksisting stabilitas lereng sepanjang aliran sungai Way Batanghari Kota metro. Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng pada lokasi tersebut. Analisis stabilitas lereng adalah analisis stabilitas pada permukaan tanah yang miring. Analisis tersebut dilakukan untuk mengecek faktor keamanan dari sebuah lereng yang mempunyai nilai faktor keamanan lebih dari nilai 1,5 yang dinyatakan aman atau stabil. Penelitian ini melakukan pengukuran sudut kemiringan lereng menggunakan alat ukur Theodolite dan pengambilan sampel tanah dari tiga titik yang berbeda yang kemudian diuji di laboratorium. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode fillenesius untuk menghitung stabilitas lereng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata faktor keamanan dari ketiga titik dari lokasi penelitian adalah 2,829. Faktor keamanan tersebut melebihi batas faktor keamanan (>1,5). Hal itu berarti bahwa kondisi lereng pada aliran sungai Way Batanghari di Kota Metro terutama lereng sepanjang Kampus Universitas Muhammadiyah Metro dalam kondisi stabil.
ANALISIS PERBANDINGAN PASIR LAUT DAN PASIR SUNGAI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC - BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Edy Prasetyo; Septyanto Kurniawan; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.472 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3706

Abstract

Campuran AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) dengan menggunakan agregat halus dari pasir laut memenuhi persyaratan karakteristik Marshall berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga, (2010). Tujuan dari penelitian menganalisis pengaruh pemanfaatan pasir laut sebagai pengganti agregat halus terhadap nilai uji Marshall campuran AC–BC (Asphalt Concrete–Binder Course). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode desain empiris secara eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data. Pada penelitian yang telah dilakukan di laboratorium untuk dapat mengetahui hasil dari analisis perbandingan pasir laut dan pasir sungai sebagai agregat halus pada campuran aspal panas (AC-BC) dengan pengujian marshall, serta menggunakan kadar aspal yang berbeda, yaitu : 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penggantian pasir laut sebagai agregat halus pada kadar aspal optimum 4,80 % dan pasir laut 32 % adalah komposisi yang paing efisien dengan nilai stability 1.023,994 Kg, VMA 14,929 %,VIM 3,056 %, VFB 79,741 %, Flow 2,859 mm, VIM refusal 3,847 %, Marshall 365,918 Kg/mm. Hasil dari karakteristik marshall pada kondisi KAO, kadar pasir laut 32 % dengan kadar aspal optimum 4,80 % pada campuran AC-BC memenuhi spesifikasi umum bina marga (2010).
ANALISIS PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BINDER COURSE BERDASARKAN PENGUJIAN MARSHALL rico handoko; Ida Hadijah; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.739 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i1.3707

Abstract

Jalan merupakan akses penting dalam transportasi masyarakat. Setiap dalam kehidupan sehari - hari hanya menggunakan alat transportasi untuk menempuh suatu tempat tertentu. Pada penggunaan dan penerapan aspal beton untuk kondisi jalan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi sering kali ditemukan masalah terutama dalam hal teknis. Indonesia merupakan negara yang memiki kekayaan alam yang begitu luas dari sumatra hingga papua, penuh dengan perkebunan kelapa sawit. Maka dari itu dalam penelitian ini dicoba menggunakan variasi filler berupa abu cakang kelapa sawit sebagai alternatif bahan campuran lapis aspal beton AC-BC. Abu cangkang kelapa sawit banyak dijumpai khususnys di provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah penambahan variasi filler abi cangkang kelapa sawit kedalam campuran AC-BC dengan penambahan komposisi penambahan campuran 0% ( tanpa bahan tambahan), 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penambahan abu cangkang kelapa sawit sebagai filler pada kadar aspal optimum 5,5% dan filler 5% adalah komposisi yang paling efesien dengan nilai VMA 16,594, VIM 4,426, VFA 73,366, Stability 1387,973, Flow 3,47 dan Marshall Quotient 401,44. AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) dan Hasil dari karakteristik Marshall pada kondisi KAO, kadar filler abu cangkang kelapa sawit sebesar kurang dari 5% dengan kadar aspal optimum 5,5% pada campuran Memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga (2010).
ANALISIS KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI BERBAHAN AGREGAT LOKAL Sandy Oktavian
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.762 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i1.3708

Abstract

Untuk dapat mengetahui mutu dari beton maka beton yang sudah dicetak harus dilakukan pengujian. Ada beberapa macam metode pengujian beton, yang pertama adalah Kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Kuat Tekan Beton menggambarkan mutu dari beton tersebut, kuat tarik belah beton menggambarkan kekuatan tarik dari beton tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dan peningkatan nilai kuat tarik belah beton dan pengujian kuat tekan beton mutu rencana f'c 29,05 dan menganalisis hubungan pengujian kuat tarik belah beton dan pengujian kuat tekan beton mutu rencana fc 29,05 MPa pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan menggunakan agregat kasar tanjungan, metode pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan setelah beton berumur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah 18 sampel beton. Hasil analisis hubungan antara kuat tekan beton dengan kuat tarik belah beton dengan menggunakan metode analisis regresi, didapatkan persamaan nilai korelasi antara kuat tekan beton (MPa) terhadap kuat tekan beton, dengan Y adalah nilai kuat tarik belah beton (MPa) dan X adalah kuat tekan beton beton (MPa). Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa terdapat variabel yang pengaruhnya cukup kuat dan positif. Didapatkan juga nilai persentase koefisien determinasi (R) yang menunjukan korelasi antara variabel X dan Y menunjukan cukup kuat yaitu sebesar 0,787 Dan juga didapatkan nilai R square cukup tinggi yaitu 61,90 % itu menunjukan bahwa hubungan antara kuat tekan beton terhadap kuat tarik belah beton. sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi.