cover
Contact Name
Chica Oktavia
Contact Email
chicaoktavia04@gmail.com
Phone
+6285250204365
Journal Mail Official
jurnalmahasiswasipilummetro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lembayong 5 A / Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro Lampung - 34111
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil (Jumatisi) Universitas Metro diterbitkan secara berkala dua kali dalam peta pada bulan Juni dan Desember. Jumatisi merupakan kumpulan dari Tugas Akhir penelitian mahasiswa berbagai disipliln ilmu dibidang struktur, transportasi, hidrologi sumber daya air, geoteknik dan manajemen konstruksi dengan tujuan untuk dipublikasikan.
Articles 72 Documents
PENILAIAN KUALITAS KESEHATAN AIR SUNGAI BERBASIS MAKROINVERTEBRATA DAN PEMODELAN FORMULA DYTERASDAS DI KECAMATAN METRO TIMUR DAN METRO BARAT Rahmad Ramadhan; eva rolia; Eri Prawati
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2023): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v4i2.5213

Abstract

Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah yang berasal dari hujan ke danau atau ke laut secara alami. Untuk melaksanakan pengelolaan DAS di Kota Metro maka diperlukan penilaian kesehatan DAS. Mengetahui kualitas sungai berdasarkan indikator Makroinvertebrata yang berada di Kecamatan Metro Timur, Kecamatan Metro Barat. Menghitung kualitas sungai menggunakan formula DYTERasDAS. Menghitung kondisi di lapangan dengan indikator Makroinvertebrata formula DYTERasDAS. Nilai KRA 0,5 kualifikasi pemulihan nya sangat rendah. Koefisien aliran tahunan dan hasil perhitungan kualifikasi sangat tinggi, lahan kritis 47,346%. Penutup vegetasi di Kecamatan Metro Timur air 12,709%, area sawah 61,681%, perkebunan 4,770%, hutan 0,429%, pemukiman 20,354%, semak 0,158%. Kecamatan Metro Barat memiliki persentase bandan air 0,177%, area sawah 49,304%, 0,756 hutan, pemukiman 40,064% dan semak memiliki persentase sebesar 0,311%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kesehatan Daerah Aliran Sungai pada wilayah Kecamatan Metro Timur dan Kecamatan Metro Barat disimpulkan bahwa air sungai kotor dan pencemaran agak berat.Rencana ke depannya perlu dilakukannya sosialisasi mengenai kesehatan air sungai secara berkala terutama mengenai Makroinvertebrata agar setidaknya sedikit mengetahui. Kepada para dosen khususnya yang berkopenten mengenai sumber daya air harus membuka wawasan lebih luas lagi kepada mahasiswa yang masih awam, agar berkembang kualitas menjadi lebih baik.
ANALISIS EMBUNG TERHADAP GENANGAN YANG TERJADI DI PERUMAHAN PEMDA WAY HUI LAMPUNG SELATAN dodi, dodi; Sadad, Ilyas
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6218

Abstract

Peristiwa banjir dan genangan air merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi, pada keadaan ini banjir dan genangan air dapat mengganggu aktifitas masyarakat dikawasan yang terdampak banjir serta dapat mengurangi tingkat kenyamanan masyarakat dikawasan tersebut. Pada tingkat yang lebih tinggi peristiwa banjir dan genangan dapat menimbulkan dampak yang lebih parah pada kehidupan sosial masyarakat. Pengkajian, pelaksanaan, dan pengamatan genangan banjir dan daya tampung embung dilakukan di wilayah Perumahan Pemda Way Huwi Lampung Selatan dengan kajian penelitian 3 stasiun tangkapan hujan dan 5 tahun perhitungan data curah hujan. Dalam analisa tampungan embung dilakukan re-design embung guna penanganan genangan banjir dan melakukan normalisas saluran untuk menetralkan kondisi lingkungan dan drainase Perumahan Pemda Way Huwi. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan pada embung di Perumahan Pemda Way Huwi dipreroleh debit aliran pada drainase sebesar Q = 0,317 m³/detik, debit tersebut mendekati debit diantara kala ulang Q10-Q25. Diproleh total genangan pada lokasi sebesar 10194,469 m3. Sedagkan total volume eksisting embung diperoleh sebesar 2659,520 m3 tidak dapat menampung total genang banjir yang terjadi maka dilakukan re-design embung dengan kedalaman yang direncanakan diperoleh total rencan pelebaran embung sebesar 74986,5 m³.
ANALISIS KINERJA PRASARANA REST AREA JALAN TOL KM 49 A BAKAUHENI – TERBANGGI BESAR DARI PERSPEKTIF PENGGUNA indrawan, surya; Karim, Ikhsan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6219

Abstract

Jalan Tol Bakauheni - Bandar Lampung - Terbanggi Besar adalah salah satu dari ruas tol sumatra yang di mana telah beroperasi secara penuh Sejak 9 maret 2019. Dengan melihat kondisi dan perkembangan saat ini sangat perlu menguji kelayakan di rest area tersebut dengan melakukan penelitian di rest area km 49 A untuk mengetahui kinerja kepuasan prasarana di Rest Area Jalan Tol KM 49 A Bakauheni - Terbanggi Besar dari Perspektif Pengguna. Pada hasil analisis deskriptif didapat rata – rata jawaban responden pada setiap variabel independen fasilitas termasuk dalam kategori baik dengan skor rata – rata 3,84 untuk fasilitas dan untuk kepuasan pengguna didapat skor rata – rata 4,07 yang masuk dalam kategori sangat baik. Untuk pertanyaan variabel fasilitas yang paling tinggi adalah pertanyaan mengenai tentang fasilitas mushola dan perlengkapan shalat. Hasil uji determinasi menunjukan bahwa 0.781 atau 7,81% kepuasan konsumen dijelaskan oleh variabel fasilitas. Sedangkan sisanya 19,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.
PENINGKATAN SIFAT MEKANIS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DAN SEMEN nurhasbi, ilham; Amran, Yusuf; Oktavia, Chica
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6220

Abstract

Tanah lempung merupakan suatu jenis tanah kohesif yang memiliki daya dukung rendah apabila dijadikan untuk tanah dasar (subgrade) dalam pembangunan konstruksi, Tanah tersebut kurang sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, karena dari Kementrian Bina Marga tahun 2018 telah memberi batasan nilai kekuatan CBR untuk tanah dasar (subgrade) minimal 6%. Tanah di 38B Desa Banjarejo Kecamatan Batang hari, Kabupaten Lampung Timur perlu dilakukan analisis lebih lanjut karena terindikasi sebagai tanah lempung. Dari pengujian di laboratorium Fakultas Teknik Sipil, Universitas muhammadiyah metro, didapatkan nilai CBR tanah asli hanya sebesar 2,00%. Nilai tersebut sangat rendah bila digunakan sebagai Timbunan ataupun sebagai tanah dasar dalam sebuah konstruksi. Selanjutnya sampel tanah asli ditambahkan campuran bottom ash dan semen dengan kadar yang dicoba-coba (triall and error). Dari percobaan tersebut didapat penambahan campuran sebanyak 0%, 2,5%, 5%, dan 8% dari berat tanah asli. Penambahan terbaik yang dapat meningkatakan nilai CBR tanah asli ada pada komposisi 8% bottom ash dan semen dengan nilai CBR 6,17% dan 6,67%. Nilai CBR tersebut telah memenuhi persyaratan minimum CBR 6% yang dikeluarkan Bina Marga 2018 (Revisi 2).
KAJIAN KUAT LEKAT SAMBUNGAN ANGKUR PADA BETON YANG DIPERKUAT BAHAN ADHESIVE (SIKA ANCHORFIX-2) prasetiya, dandy; Iskandar, Dadang; Oktavia, Chica
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6221

Abstract

Besi tulangan merupakan besi yang digunakan untuk kontruksi beton atau yang lebih dikenal dengan beton bertulang. Kuat lekat adalah kemampuan besi tulangan dan beton yang menyelimuti dalam menahan gaya dari luar. Tegangan lekat memegang peranan penting dalam mencegah beton tergelincir (slip). Dalam praktek, metode desain yang akan digunakan adalah metode eksperimental laboratorium. Dengan benda uji masing-masing berjumlah 4 buah dengan variasi setiap 5 sampel deteliti pada umur 28 hari. Dimana mutu beton yang digunakan f’c 20 MPa. sampel untuk kontrol mutu beton, Sampel uji kuat lekat beton tanpa kait dan kait 135° metode cast in place, dan tanpa kait metode post installed. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil pengujian pull-out test pada beton umur 28 hari metode (post installed) dengan lubang grouting 16 mm sedalam 150 mm yang diperkuat Sika Anchorfix-2 menggunakan besi tulangan D10 didapat nilai kuat lekat rata- rata sebesar 6.752 Mpa. Metode (cast in place) tanpa kait didapat nilai rata-rata sebesar 8.493 Mpa dan kait 135° didapat nilai rata-rata sebesar 8.747 Mpa. Pada metode (post installed) mengalami pengaruh pada lubang grouting yang halus sehingga tidak terjadi kerjasama antara bahan Sika Anchorfix-2 pada beton, kegagalan terjadi berupa tulangan tercabut beton utuh. Dari hasil pengujian metode (cast in place) menggunakan kait 135° mengalami kenaikan sebesar 3% terhadap kuat lekat besi tanpa kait.
KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR TAMAN MERDEKA DAN TAMAN KI HAJAR DEWANTARA KOTA METRO aditya Maulana, kevin; Sriharyani, Leni; Kurniawan, Septyanto
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6222

Abstract

Kota Metro merupakan kota pendidikan, sehingga perlu adanya perhatian dalam penataan ruang kota. Salah satu dukungan yang dapat diberikan adalah penyediaan jalur pedestrian. Trotoar banyak dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang bersifat nonpermanen, pedagang kaki lima, bahkan parkir motor. Berdasarkan uraian diatas maka penulis akan melakukan penelitian tentang kenyamanan pejalan kaki terhadap pemanfaatan trotoar di Taman Merdeka dan Taman Ki Hajar Dewantara. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis skoring. Metode skoring adalah suatu metode pemberian skor atau nilai terhadap masing-masing value parameter untuk menentukan tingkat kemampuannya. Jalur pedestrian Taman Merdeka memiliki tingkat kenyamanan sebesar 77,51%. Persentase tersebut menunjukan bahwa jalur pedestrian Taman Merdeka nyaman bagi pejalan kaki. Sedangkan jalur pedestrian Taman Ki Hajar Dewantara memiliki tingkat kenyamanan sebesar 59,82%. Persentase tersebut menunjukan bahwa Jalur Pedestrian Taman Ki Hajar Dewantara kurang nyaman bagi pejalan kaki. Secara keseluruhan jalur pedestrian sudah baik. Namun penambahan bollard pada jalur pedestrian dapat memberikan kesan yang lebih indah pada jalur pedestrian Taman Merdeka. Sedangkan jalur pedestrian Taman Ki Hajar Dewantara kurang nyaman bagi pejalan kaki. Saran yang dapat diberikan kepada pemerintah setempat adalah penertiban PKL, merehab trotoar, penambahan RTH, penambahan tempat sampah, penambahan bollard, penambahan tempat beristirahat dan lampu penerangan.
PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN PELAT BAJA STRIP BERBASIS RAL Permata Sari, Ayu; Iskandar, Dadang; Oktavia, Chica
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7949

Abstract

Penambahan perkuatan pada struktur beton dapat memperkuat dan membantu beton dibawah tekanan. Penambahan besi eksternal menggunakan pelat baja sebagai bahan perkuatan didasari atas beberapa kelebihan yaitu seperti mudah diperoleh, sifat tegangan dan regangan yang ulet, kapasitas deformasi yang besar, berkontribusi pada perilaku daktilitas struktur balok dan dapat disambung untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan, selain itu dalam kondisi beban tertentu beton dapat mengalami retak atau pecah, besi strip membantu mendistribusikan beban lebih merata. Peneliti menggunakan metode RAL (rancangan acak lengkap) dan masing-masing terdiri dari 5 benda uji yang diuji pada umur beton 7 dan 14 hari. kemudian dilakukan uji kuat lentur beton dengan beton rencana berdasarkan SNI 7656:2012. Beton dengan penambahan pelat baja strip menghasilkan kuat lentur beton yang lebih tinggi dari kuat lentur beton tanpa perkuatan dengan Beton usia 7 hari mengalami pengaruh kenaikan sebesar 0.31 Mpa, beton usia 14 hari mengalami pengaruh kenaikan sebesar 0,53 Mpa, nilai persentase kekuatan kekuatan tertinggi pada usia 7 dan 14 hari didapatkan papa beton dengan penambahan plat baja strip sebesar 35,53 kn/cm dan 34,19 kn/cm.
RASIONALISASI PENEMPATAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA DI WILAYAH KOTA METRO Dwika Putra, Dhiya; Rolia, Eva; Prawati, Eri
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7950

Abstract

Hasil analisa hidrologi bergantung pada ketersediaan data hidrologinya yaitu berupa data hujan dari stasiun hujan sebagai input dalam analisa. Keakuratan data hidrologi dipengaruhi oleh jumlah stasiun hujan pada suatu daerah aliran sungai, kerapatan, pola penyebarannya, serta ketelitian dalam pencatatan data hujan. Apabila jumlah stasiun hujan sedikit maka tingkat keakuratan dari data tersebut akan berkurang. Namun apabila stasiun hujan diperbanyak maka biaya operasional yang dikeluarkan akan membengkak di antaranya biaya operasional harian serta biaya perawatan. Selain itu hal ini juga akan memakan waktu yang lebih lama dalam proses analisa data. Sehingga jumlah dan penempatan stasiun hujan pada suatu wilayah harus tepat untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan luas wilayah sekitar 66,34 km2 dan panjang aliran sungai 12 km, Kota Metro memiliki 5 titik stasiun hujan yang tersebar pada setiap kecamatan. Jumlah dan letak pos hujan menjadi hal yang di perlu diperhatikan terkait ketersedian data hujan. Penempatan stasiun hujan di wilayah Kota Metro dapat di optimalkan dengan menggunakan metode Kagan-Rodda. Berdasarkan pola penyebaran dan kerapatan jaringan stasiun hujan dengan titik simpul jaring-jaring Kagan-Rodda dengan nilai L=3,897 km, merubah jumlah dan penempatan stasiun menjadi 4 stasiun hujan yang direkomendasikan. Dengan perubahan jumlah tersebut didapatkan bahwa kesalahan relatif rerata untuk curah hujan rancangan dan metode Kagan-Rodda sebesar 1,4492%.
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH DASAR PADA JALAN HASANUDDIN KOTA METRO Iang; Sriharyani, Leni; Amran, Yusuf
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7954

Abstract

Tanah dasar (subgrade) merupakan bagian penting dari kontruksi jalan karena tanah ini berfungsi mendukung seluruh kontruksi jalan beserta muatan lalu lintas di atasnya sehingga tanah dasar harus mempunyai kapasitas dukung yang baik serta mempunyai stabilitas volume akibat pengaruh lingkungan terutama air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan rekayasa daya dukung tanah dasar pada jalan Hasanuddin Kota Metro dengan memanfaatkan gipsum sebagai bahan stabilisasi tanah. Data hasil penelitian ini didapat dari hasil pengambilan sampel tanah asli yang diambil di bahu Jalan Hasanuddin, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung menggunakan alat bantu Hand bor pada lima titik kerusakan dengan kedalaman 1 meter. Kemudian tanah diuji di laboratorium mekanika tanah Universitas Muhammadiyah Metro untuk dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanis tanah. Dari hasil pengujian sifat fisik tanah asli diketahui kondisi eksisting tanah dasar pada ruas jalan Hasanuddin berdasarkan sistem klasifikasi tanah USCS memiliki nilai batas cair rata – rata 53.64% (>50%), dan nilai indeks plastisitas sebesar 14,27% pada diagram plastisitas berada dalam kelompok MH or OH yaitu Lanau anorganik dan pasir micaceous dengan plasitisitas tinggi. Dari hasil pengujian sifat mekanis tanah asli dan tanah campuran, dapat disimpulkan tanah dasar pada jalan Hasanuddin yang distabilisasi menggunakan gipsum pada kadar campuran 26% mampu meningkatakan nilai daya dukung tanah dasar dengan kenaikan presentase rata-rata mencapai 117,3% dari nilai CBR tanah asli (rata-rata 2,95%) menjadi (rata-rata 6,41%) setelah dilakukan stabilisasi menggunakan bahan campuran gypsum
ANALISIS KERUSAKAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR Dava, Muhmmad; Sriharyani, Leni; Aristia Putri, Feby; Kurniawan, Septyanto
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7955

Abstract

Dalam desain penelitian ini peneliti menggunakan data yang langsung diambil dari lokasi penelitian berupa gambaran keadaan secara umum meliputi panjang jalan, lebar jalan dan kondisi kerusakan. Sedangkan untuk meneliti penyebab kerusakan jalan pada lokasi Jalan Lintas Sumatera (Lampung Tengah – Lampung Utara), yaitu dengan mencari data-data seperti lalu lintas harian. Ruas Jalan Lintas Sumatera (Lampung Tengah – Lampung Utara) ditemukan dalam kondisi permukaan aspal yang mengalami Agegat licin 2.0%, Alur 34.9%, Amblas 7.0%, Benjol 4.0%, Kegemukan 1.9%, Keriting 8.8%, Lubang 4.5%, Pelepasan Butir 0.6%, Pengembangan 6.9%, Retak Buaya 6.2%, Retak Kotak 0.7%, Retak Memanjang 0.6%, Retak Pinggir 3.1%, Tambalan 18.5%, Pinggir Jalan Turun 0.4%. Sedangkan untuk jenis kerusakannya didominasi oleh Alur, Total kerusakan perkerasan jalan dari Segmen 1 - Segmen 8 yaitu sebesar 34,9 %. Secara umum nilai PCI kerusakan jalan dari Segmen 1 - Segmen 8 adalah 40, yang artinya kondisi kerusakan jalan dalam keadaan buruk, yang membuat jalan ini perlu dimasukkan ke dalam program pemeliharaan secara berkala. Untuk Volume lalu-lintas (LHR) berdasarkan hasil survey selama 3 hari, didapat volume sepeda motor 13.787, kendaraan berat 3.332, kendaraan ringan 9.285, dan kendaraan tidak bermotor 66, Total diperoleh data sebesar 26.470 kendaraan, , dan total jumlah kendaraan tahunan yaitu 140.470.