cover
Contact Name
Silviana Simbolon
Contact Email
dosen01923@unpam.ac.id
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
jiptekunpam@gmail.com
Editorial Address
http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JIPT/about/editorialTeam
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JIPTEK
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26865157     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/jiptek.v4i2
JIPTEK Journal “Science and Technology Innovation Journal” is a scientific journal published by the Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Pamulang University. This journal is a forum for lecturers, researchers and students as a medium for publishing scientific research in the fields of Energy convertion, Materials, Manufacturing and Automation, Construction, Mechanical Design JIPTEK was first published in 2019 in a printed version. The printed version of the ISSN JIPTEK number is 2686-5157 on October 19, 2019. The Journal of Scientific and Technological Innovation (JIPTEK) is a comprehensive reference journal that encourages the sharing of knowledge and discoveries among researchers in the field of mechanics working at different length scales. Articles published in the Jiptek Journal are original manuscripts that have never been published before. Jiptek is published twice a year, namely in April and October.
Articles 90 Documents
Pengaruh Variasi Suhu Sintering Terhadap Kekerasan Dan Struktur Fasa Material Mg-Fe-Zn Dengan Metode Metalurgi Serbuk Untuk Aplikasi Perangkat Orthopedic Muhammad Taufik Hidayat; M. Sjahmanto
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.406 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30426

Abstract

Temperatur sintering 200, 250, dan 300 °C telah digunakan dalam pembentukan paduan Mg-Fe-Zn. Sebagai bahan untuk aplikasi metalurgi serbuk perangkat ortopedi. Mesin High Energy Milling (HEM) digunakan dalam produksi paduan dari serbuk seng, besi, dan magnesium. Botol dan bola tabung digunakan untuk proses pemrosesan. Perbandingan berat bola dengan volume adalah 1:2 dengan menggunakan 4 gram berat bola. Pelet dengan diameter 16 milimeter dan ketebalan kurang lebih 6 milimeter dihasilkan saat serbuk yang telah mengalami proses penggilingan dipadatkan dengan gaya tekan 20 ton. Selain itu, Muffle Furnace digunakan untuk menyinter pelet yang telah dipadatkan pada temperatur 200, 250, dan 300 °C, dengan waktu penahanan 10 menit dan waktu pendinginan 24 jam. Pengujian yang telah melalui sistem sintering dicobakan X-Ray Diffraction (XRD) dengan strategi pengujian powder diffraction dengan panduan sebagai alat bantu berupa software Material Analysis Using Diffraction (MAUD) untuk melihat komponen-komponen tahapan yang terbingkai. Karena partikel yang berdekatan terikat untuk menjadi inti awal pengikat pada tahap selanjutnya, fraksi berat fase unsur magnesium dalam setiap sampel meningkat menjadi 95,894615% seiring dengan peningkatan suhu sintering. Dengan nilai 233 HB, kekerasan tertinggi terjadi pada suhu 200 °C.
PENGARUH SUHU PADA HIDROLISIS KOLAGEN DARI LIMBAH KULIT SAPI (SPLIT) MENJADI LEM KAYU DENGAN BERKATALISATOR HClPENGARUH SUHU PADA HIDROLISIS KOLAGEN DARI LIMBAH KULIT SAPI (SPLIT) MENJADI LEM KAYU DENGAN BERKATALISATOR HCl Agustina Dyah Setyowati; Zakki Rosmi Mubarok
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.45 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v1i2.6223

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah penyamakan kulit sapi (split) hasil dari industri rumahan dan menengah dengan cara merubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kulit sapi (split) yang mengandung kolagen berpotensi sebagai bahan baku perekat seperti perekat kayu dengan metode hidrolisis kolagen dengan katalisator HCl 10% pada variasi suhu 60, 70, 80 0C dalam tangki berpengaduk selama 2 jam. Adapun rendemen terbesar yang didapatkan ada pada perlakuan 600C sebesar 23,47% sedangkan perlakuan 700C, dan 80 0C hanya 22,75% dan 22,6%. Selain itu, didapatkan pula nilai kadar air 10,18% dengan pH 5,13 dan viskositas 3,28 cp untuk perlakuan 600C. Sedangkan untuk perlakuan 700C, 80 0C berturut-turut adalah 6,87% dan 3,4% untuk kadar air, 5,54 dan 5,7 untuk PH, dan 3,72 dan 3,75 untuk viskositas.
Efektifitas Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Cendawan (Botryodiplodia Thebromae) Ikhsan Gatot Aji P; Mia Nurkanti
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.137 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.25004

Abstract

Botryodiplodia theobromae merupakan permasalahan utama dalam pertanian jeruk, sehingga perlu dilakukan penanganan dengan memanfaatkan biofungisida yang aman bagi lingkungan pertanian. Penelitian ini mempunyai target/tujuan yaitu untuk mengetahui keeefektifan ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) dalam menghambat pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae pada tanaman jeruk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis metode yaitu desain penelitian RAL (Rangkaian Acak Lengkap) dengan melakukan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasil dari analisis data yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas merah pada konsentrasi 50% mampu menghambat pertumbuhan cendawan Botryodiplodia theobromae, karena pertumbuhan pada konsentrasi 50% lebih kecil dibandingkan dengan EC50% pada control aquades. Hasil dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae pada tanaman jeruk.
ANALISIS SINTAKTIS KALIMAT PASIF DALAM PENERJEMAHAN DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA PADA NOVEL THE DA VINCI CODE KARYA DAN BROWN Nurul Ashri
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.617 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v1i1.3427

Abstract

Abstrak – The Da Vanci Code yang ditulis oleh Dan Brown adalah novel kategori  “terlaris” karena banyak negara di dunia yang menjual dan membeli novel tersebut dalam jumlah besar. Sebagai konsekuensinya, proses pengalihbahasaan harus dilakukan untuk menerjemahkan novel ber-Bahasa Inggris ini ke bahasa nasional masing-masing negara. Indonesia adalah salah satu negara yang berkontribusi dalam bidang penerjemahan ini. Indonesia mengalihbahasakan novel The Da Vinci Code dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengamati hasil pengalihbahasaan kalimat pasif bahasa Inggris ke bahasa Indonesia pada novel The Da Vinci Code guna mendeteksi ada tidaknya pergeseran dalam penerjemahan.  Metodologi yang digunakan untuk menganalisis data dalam studi ini adalah metode penelitian deskriptif komparatif. Objek pengamatan dalam tulisan ini berasal dari dua buah novel, yaitu The Da Vinci Code yang ditulis oleh Dan Brown dan The Da Vinci Code yang dialihbahasakan dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Isma B. Koesalamwardi. Pemilihan kedua novel ini disebabkan terdapat sejumlah kalimat pasif yang menjadi kalimat aktif setelah diterjemahkan dan juga ada kalimat pasif yang tidak mengalami perubahan setelah diterjemahkan. Dari hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa secara sintaksis terdapat beberapa kalimat pasif yang mengalami pergeseran struktur dan unit setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Analisis Simulasi Karakteristik Grip Pada Alat Uji Tarik Komposit Beban Maksimal 5 KN Ansor Salim Siregar
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.142 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i1.24711

Abstract

Uji tarik merupakan salah satu cara atau metode untuk menguji kekuatan suatu material, yang diuji bisa berupa material baja, plastik, maupun komposit serta material lainnya. Pada alat uji tarik mempunyai grip yang merupakan suatu komponen untuk menempatkan dan atau mencekam material yang akan diujikan. Grip pada alat uji tarik harus mampu memberikan cekaman yang kuat pada sampel benda yang hendak diuji serta mempunyai kekuatan yang baik. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakter desain model grip dan material yang layak untuk grip alat uji tarik komposit beban 5 kN. Penelitian ini menggunakan software solidworks untuk menguji dua desain model dan tiga jenis material yaitu baja S45C, ST 41, dan AISI 304, yang mana ketiga material tersebut mempunyai karakteristik kuat terhadap tegangan, regangan dan displacement. Namun dari ketiga material tersebut terdapat salah satu jenis material yang lebih baik dan mempunyai karakteristik yang cocok untuk sebuah grip alat uji tarik komposit dengan beban 5000 newton, yaitu  baja AISI 304. Dari hasil simulasi didapati desain model grip pertama mempunyai kemampuan cekam yang baik, kompak, presisi dan kuat. Baja AISI 304 yang mempunyai nilai yield strength 265,1 MPa, stress maximum 71,51 MPa, displacement 6,256 mm, strain 0,023 %, serta factor of safety 3,7 FOS. Hasil tersebut menyatakan material tersebut mempunyai stress maximum yang baik terhadap gaya tekan dan gaya tarik yang diberikan, maka layak untuk dibuat grip alat uji tarik komposit beban 5 kN. Semoga dengan penelitian ini mempunyai manfaat dan dapat menjadi referensi untuk penelitian-penelitian berikutnya.
PEMBUATAN PARTIKEL NANO Fe203 DENGAN ULTRASONIK - MILLING Suhendi Suhendi; Jaim Jaim; Dedi Suryaman
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.892 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v2i2.19388

Abstract

Abstrak: Nano sains dan nano teknologi memiliki peran yang sangat strategis dalam perkembangan berbagai produk industry dewasa ini, mulai dari produk kendaraan, manufaktur, bangunan, telekomunikasi, farmasi dan medis, kosmetik, tekstil, perangkat elektronika dan opto elektronika, pembangkit dan perangkat konversi energi, packaging makanan dan minuman, hingga pada berbagai produk agrikultur, kehutanan, dan perikanan. Dalam nano teknologi diperlukan material  berorde nanometer (1-100 nm) yang diistilahkan dengan nanomaterial. Banyak metode yang digunakan untuk membentuk nano partikel, antara lain dengan penggilingan mekanis ball-mill. Saat ini telah dikembangkan cara alternatif yang lebih efektif dan efisien yakni dengan menfaatkan peristiwa kavitasi akustik panjang rambatan gelombang ultrasonik didalam cairan dengan intensitas tinggi. Metode ini disebut dengan ultrasonic-milling, metode ini sangat efektif dalam mengolah logam seperti okasidasi logam dan keramik yang memiliki ukuran micrometer sampai nanometer. Dari hasil logam material serbuk menggunakan ultrasonik milling, sonikasi mempekecil ukuran menjadi 126,7 nm dan mengalami pengecilan hingga 948 nm 809 nm setelah diproses sonikasi dalam waktu 60 dan 120 menit. Oleh karena itu partikel dengan ukuran kurang dari 100 nm dapat dihasilkan dalam waktu diatas 60 menit setelah proses sonikasi pada material uji Fe2O3 hasil milling PBM selama 40 jam.Kata kunci: nano partikel, ultrasonic, horn, kompaksi, sintering.
Komparasi Instalasi PLTS Kapasitas 100 WP Pemasangan Seri Dan Pararel Untuk Pengisian ACCU 12 Volt-65 AH Joko Setiyono; Sulanjari Sulanjari; Edo Candra Sahudin
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.385 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari panel surya type monocrystalline 100Wp dengan 2 buah panel, penelitian ini dilakukan selama 6 hari menggunakan dua metode yaitu seri dan paralel dengan sudut kemiringan 25°. Energi yang dihasilkan panel surya tersebut kemudian disimpan dalam baterai (accu) dengan kapasitas 12 volt 65 Ah. Hasil pengujian panel surya monocrystalline yang dilakukan menghasilkan intensitas paling rendah 47,642 W/m² yang diperoleh dari rangkaian paralel di hari ke 3 pada pukul 11.00, dan intensitas cahaya paling rendah di rangkaian seri menghasilkan 50,25 W/m² pada hari kedua pukul 09.00 pada penelitian ini baterai dapat terisi penuh dengan rata-rata rentang waktu pengisian 2 jam. Dari kedua rangkaian yang dilakukan penelitian rangkaian seri yang terbaik dimana pengisian lebih stabil sehingga pengisian batrei bisa terisi maksimal.
ANALISIS KEKERASAN DAN KUAT IMPAK HASIL PENGELASAN BAJA SS400 DENGAN VARIASI ARUS LISTRIK LAS SMAW. Sunardi Sunardi
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.348 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v2i1.8655

Abstract

Abstrak: Pengelasan logam SS 400 menggunakan las SMAW dilakukan dengan variasi arus listrik pengelasan yaitu 70 A, 90 A, 110 A dan 130 A serta menggunakan elektroda E6013 diameter 3,2 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus listrik pengelasan terhadap energi impak, kuat impak dan perubahan nilai kekersan. Pengujian impak dilakukan dengan metoda impak Charphy dan kekerasan dilakukan menggunakan rockwell C. Hasil yang diperoleh bahwa besarnya arus listrik memberikan pengaruh yang siqnifikan terhadap nilai energi impak, kuat impak dan peningkatan kekerasan. Semakin tinggi arus listrik las yang digunakan menyebabkan daerah las menjadi semakin keras dan cenderung mudah patah. Nilai arus listrik pengelasan yang paling baik untuk baja SS 400 dengan las SMAW adalah menggunakan arus listrik 110 A, pada kondisi pengelasan ini diperoleh nilai energi impak dan kuat impak tertinggi masing-masing adalah 128,55 Joule dan 1,51 Joule/mm2, serta memiliki nilai kekerasan di daerah las adalah 41 HRC.  Kata kunci :  Las SMAW, SS 400, Impak Charphy, Kekerasan Rockwell, Elektroda , energi impak, kuat impak
Analisis Rangka Pada Mesin Pencacah Kertas Menggunakan Software Solidworks Januar Adam Anggito Abimanyu; Nur Rohmat; Syaiful Arif
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.084 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i1.25823

Abstract

Mesin pencacah kertas adalah mesin yang digunakan untuk mencacah kertas yang sudah tidak digunakan lagi sehingga terbentuk kertas yang berukuran kecil-kecil. Rangka mesin pencacah kertas adalah suatu komponen batang yang akan digabungkan dengan komponen lain nya seperti poros, motor listrik, pasak, sabuk v, pasak dan bantalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk analisis tegangan, regangan, beban struktur dan beban maksimal rangka mesin pencacah kertas dengan software solidworks 2021. Rangka mesin pencacah kertas harus kuat dan kokoh sehingga mampu menahan beban berat. Ukuran rangka mesin pencacah kertas pada penelitian ini yaitu 3000 mm x 1500 mm x 1100 mm dengan bahan material AISI 304 besi hollow 6 x 5 tebal 3 mm. Metode penelitian yang digunakan adalah Finite Element Analysis (FEA). Pembebanan yang digunakan yaitu 500 N, 1000 N dan 1500 N. hasil dari pehitungan pembebanan terendah 500 N tegangan minimal 2,147 e^(-6)  N/〖mm〗^2 dan tegangan maksimal 4,051 e^(-01)  N/〖mm〗^2, pembebanan 1000 N tegangan minimal 2,657e^(-06)N/〖mm〗^2 dan tegangan maksimal 8,038 e^(-01)  N/〖mm〗^2, sedangkan pembebanan tertinggi 1500 N tegangan minimal 3,985e^(-06)N/〖mm〗^2 dan tegangan maksimal 1,206e^(+00)  N/〖mm〗^2. Kemudian regangan pada pembebanan terendah 500 N regangan minimal 2,202 e^(-11) dan regangan maksimal 1,411 e^(-06), pembebanan 1000 N regangan minimal 1,408e^(-11) dan regangan maksimal 2,810e^(-06), pembebanan tertinggi 1500 N regangan minimal 2,112e^(-11) dan regangan maksimal 4,215 e^(-06). Dari Hasil beban struktur terendah 500 N dan beban maksimal 1500 N pada rangka mesin pencacah kertas dapat digabungkan dengan komponen-komponen yang lainnya sehingga rangka mesin pencacah kertas mampu menahan beban maksimal dengan faktor keamanan didapatkan nilai minimal 5,105e^(+02) dan maksimal 9,635e^(+07).
PROSES DEMINERALISASI AIR TANAH MENJADI AIR TDS 0 PPM MENGGUNAKAN METODE RESIN PENUKAR ION TUNGGAL (SINGLE IONIC RESIN EXCHANGE METHOD) Eko Hari Sutopo
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.155 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v1i1.4590

Abstract

Abstrak: Air demin atau air TDS 0 ppm banyak digunakan untuk berbagai macam kebutuhan , dari mulai kebutuhan industri, hingga air minum. Demineralisasi air menggunakan resin penukar ion adalah salah satu cara untuk memurnikan air, dengan cara menyerap semua ion-ion mineral dari dalam air ke dalam resin. Untuk memurnikan air, dasar pemikiran nya adalah mengganti semua kation yang larut dalam air dengan kation hidrogen dari dalam resin. Demikian juga, harus mengganti semua anion dalam air (selain OH- ) dengan anion OH– dari dalam resin. Dengan adanya pertukaran antara setiap kation dengan H+ dan setiap anion dengan OH- maka terjadi reaksi antara ion H+ dan OH- di dalam air.Untuk proses pembuatan air TDS 0 dapat dilakukan dengan cara sederhana dan biaya relative terjangkau yaitu dengan menggunakan Resin Penukar Ion. Satu liter resin anion dan satu liter resin kation mampu memproduksi air baku air tanah dengan TDS rata rata 100 ppm menjadi air TDS 0 ppm dalam waktu rata rata 2 jam dan selanjutnya resin dapat digunakan kembali secara berulang kali hingga lebih dari 100 kali regenerasi. Proses regenerasi dilakukan setelah resin mengalami titik jenuh. Kata kunci: Air demineralisasi, TDS, reverse osmosis, resin