cover
Contact Name
Silviana Simbolon
Contact Email
dosen01923@unpam.ac.id
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
jiptekunpam@gmail.com
Editorial Address
http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JIPT/about/editorialTeam
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JIPTEK
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26865157     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/jiptek.v4i2
JIPTEK Journal “Science and Technology Innovation Journal” is a scientific journal published by the Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Pamulang University. This journal is a forum for lecturers, researchers and students as a medium for publishing scientific research in the fields of Energy convertion, Materials, Manufacturing and Automation, Construction, Mechanical Design JIPTEK was first published in 2019 in a printed version. The printed version of the ISSN JIPTEK number is 2686-5157 on October 19, 2019. The Journal of Scientific and Technological Innovation (JIPTEK) is a comprehensive reference journal that encourages the sharing of knowledge and discoveries among researchers in the field of mechanics working at different length scales. Articles published in the Jiptek Journal are original manuscripts that have never been published before. Jiptek is published twice a year, namely in April and October.
Articles 90 Documents
Uji Mekanik Hasil Pengelasan SMAW dengan Variasi Arus pada Rangka Alat Praktikum Uji Rugi-Rugi Aliran Fluida Herlambang, Bambang
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang esensial dalam pengembangan dan perbaikan berbagai struktur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas dan kekuatan sambungan las adalah arus listrik yang digunakan selama proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan mekanik hasil pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dengan menggunakan variasi arus pada rangka alat praktikum uji kerugian aliran fluida. Dalam penelitian ini, pengelasan dilakukan pada rangka alat praktikum dengan tiga variasi arus, yaitu 70A, 80A, dan 90A. Spesimen yang dihasilkan kemudian diuji melalui uji tarik dan uji kekerasan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus terhadap kekuatan mekanik sambungan las. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dianalisis secara statistik guna menentukan hubungan antara arus pengelasan dan kekuatan mekanik yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan memiliki dampak signifikan terhadap kekuatan mekanik sambungan las. Sambungan las yang dibuat dengan arus 70A memiliki kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan sambungan yang dihasilkan dengan arus 80A dan 90A. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemilihan arus pengelasan yang tepat untuk mencapai hasil las dengan kekuatan mekanik terbaik.
Analisis Pengaruh Bukaan Katup terhadap Debit Air, Putaran Turbin, dan Daya Keluaran pada Turbin Archimedes Screw Sulanjari; Yamin, Muhamad Miftahul; Rohmat, Nur; Setyowati, Agustina Dyah; Irawan, Ade
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan jenis pembangkit listrik berukuran kecil yang menggunakan energi air sebagai sumber daya, baik dari sungai, saluran irigasi, maupun air terjun alami. PLTMH menghasilkan listrik dengan memanfaatkan perbedaan tinggi permukaan air (head) dan debit air yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bukaan katup terhadap debit air, putaran turbin, dan daya keluaran turbin Archimedes screw. Bukaan katup yang digunakan adalah 25°, 40°, 55°, 70°, dan 85°, dengan volume air sebesar 20 liter. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar bukaan katup, semakin besar pula debit air yang dihasilkan, yaitu secara berturut-turut 0,00115 m³/s, 0,00311 m³/s, 0,00429 m³/s, 0,00528 m³/s, dan 0,00802 m³/s. Semakin besar bukaan katup, semakin besar pula putaran turbin yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi sebesar 180,3 rpm. Daya keluaran juga meningkat seiring dengan bertambahnya bukaan katup, kecuali pada bukaan 85°. Nilai daya keluaran tertinggi adalah 5,35 watt pada bukaan katup 70° dengan debit air 0,00528 m³/s.
Analisis Putaran (RPM) dan Torsi pada Pisau Putar Mesin Pencacah Anorganik Aranda, Irwan; Arjun, Adi Muhamad; Cahyadi, Muhamad; Rahardian, Slamet
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisau putar pada mesin pencacah plastik harus memiliki kekuatan dan ketajaman yang memadai agar mampu memotong plastik menjadi bagian-bagian kecil. Sudut pada pisau tidak boleh terlalu tajam karena dapat menyebabkan keausan cepat, namun juga tidak boleh terlalu tumpul karena akan menyulitkan proses pencacahan. Desain pisau pencacah terdiri dari lima buah, yaitu tiga pisau putar yang bergerak mengikuti putaran poros dan dua pisau tetap yang terpasang pada rangka mesin. Proses pencacahan terjadi saat pisau putar dan pisau tetap berada dalam posisi berhadapan atau hampir bersinggungan. Pada titik inilah torsi dan kecepatan putaran (rpm) sangat memengaruhi hasil cacahan atau chip yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh torsi pisau putar sebesar 154,4 Nm pada tipe reel dan 509,7 Nm pada tipe crusher. Pada variasi kecepatan putaran 450 rpm, diperoleh produksi chip sebesar 14,88 kg/jam, dengan rincian hasil <5 cm sebanyak 5,7 kg/jam dan hasil >5 cm sebanyak 9,18 kg/jam. Pada putaran 670 rpm, produksi chip meningkat menjadi 22,92 kg/jam, terdiri dari hasil <5 cm sebanyak 12 kg/jam dan >5 cm sebanyak 10,92 kg/jam. Sedangkan pada putaran 1100 rpm, produksi chip mencapai 32,82 kg/jam, dengan hasil <5 cm sebesar 29,82 kg/jam dan hasil >5 cm sebesar 3 kg/jam.
Analisis Desain dan Rangka Alat Praktikum Turbin Ulir untuk Pembelajaran Energi Terbarukan Diyanto, Muhammad Isro; Dadang, Rahmat
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Pico Hydro Power Plant (PLTPH) practical equipment in the campus laboratory is used as a learning tool for simple hydro power systems. The learning activities generally include analyzing turbine performance, turbine/generator efficiency, and turbine design. However, structural and material analysis of the frame that supports the PLTPH system is rarely conducted. The design and material structure are crucial for ensuring the robustness, stability, and response of the frame in supporting PLTPH components. In the context of extending equipment lifespan and achieving more precise design, this study aims to analyze the frame design of the PLTPH practical equipment. A quantitative method was used based on the AISI/ASTM material datasheet. The technical specifications of PLTPH components served as a reference in designing the frame, and the datasheet was used to determine the mechanical properties of the material. Low-head water energy resources are rarely utilized due to limited access to advanced technology, thus technological development is needed to convert water potential energy into electricity. The screw turbine frame design is expected to support a micro-hydro power system using a screw turbine as a generator driver with a cost-effective configuration. The screw turbine converts water potential energy into kinetic energy through its blades. The literature review was conducted by searching, reading, and examining relevant sources such as journals and technical papers. Manufacturing and testing were carried out directly on the screw turbine frame. The design results show that the frame is made from 3 mm thick angle iron with a length of 195 cm, a height of 100 cm, and a width of 40 cm. The frame has a static force of 49 N, a stress value of 6.28205 N/mm², and a strain of 0.03141025 mm. Abstrak: Alat praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) di laboratorium kampus digunakan sebagai pembelajaran sistem sederhana dari hydro power. Pembelajaran yang dilakukan umumnya meliputi menganalisis kinerja turbin, efisiensi turbin/generator, dan perancangan turbin. Pendekatan analisis struktur desain dan material pada sistem rangka yang menopang PLTPH jarang dilakukan. Struktur desain dan material merupakan bagian penting dari kekokohan, stabilitas, serta respons rangka dalam menahan beban komponen PLTPH. Dalam konteks memperpanjang umur kinerja alat dan perancangan yang lebih presisi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain rangka alat praktikum PLTPH. Pada penelitian ini digunakan metode kuantitatif berdasarkan datasheet material AISI/ASTM. Spesifikasi teknis komponen PLTPH dijadikan acuan dalam merancang desain rangka. Datasheet digunakan untuk mengetahui sifat mekanik material. Sumber daya potensial energi air dengan head rendah atau ketinggian yang sangat rendah yang jumlahnya sedikit digunakan sebagai sumber energi, dikarenakan aksesibilitas teknologi canggih untuk memanfaatkannya masih terbatas. Dengan demikian, diperlukan potensi kemajuan teknologi untuk mengelola energi air menjadi energi listrik. Desain rangka turbin ulir diharapkan dapat menyediakan pembangkit listrik mikrohidro yang menggunakan turbin ulir sebagai penggerak generator dengan biaya yang lebih hemat. Turbin ulir memanfaatkan energi potensial air yang diubah oleh bilah menjadi energi kinetik melalui sudu. Penelusuran pustaka dilakukan dengan mencari, membaca, dan memahami sumber-sumber terkait seperti jurnal dan karya tulis. Pembuatan serta pengujian dilakukan secara langsung pada rangka turbin ulir. Hasil desain menunjukkan bahwa rangka turbin ulir dibuat dari besi siku tebal 3 mm dengan panjang 195 cm, tinggi 100 cm, dan lebar 40 cm. Rangka memiliki gaya statis 49 N, tegangan 6,28205 N/mm², dan regangan 0,03141025 mm.
Analisis Kualitas Briket Biomassa Tempurung Kelapa Menggunakan Variasi Perekat Adiarifia, Nissa
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomass energy, especially in the form of briquettes, represents a promising alternative to reduce reliance on fossil fuels while fostering the transition toward a sustainable energy system. This research aimed to assess and compare the quality of coconut shell briquettes prepared with three different binders, namely sago starch, tapioca starch, and molasses, at concentrations of 10% and 20%, and to identify the formulation that best complies with SNI standards. The evaluation covered parameters such as moisture content, ash content, volatile matter, and burning rate. The findings revealed that briquettes containing 10% sago starch binder had the lowest moisture content (6.65%), whereas those with 20% tapioca starch binder produced the lowest ash and volatile matter values (5.25% and 14.88%). In contrast, the use of molasses resulted in lower performance in most quality aspects. Overall, briquettes made with 10% sago starch and 20% tapioca starch exhibited superior quality and met the SNI requirements. The outcomes of this study provide valuable insights into the development of efficient, environmentally friendly biomass briquette technology that supports sustainable energy practices. Abstrak: Energi biomassa, khususnya dalam bentuk briket, merupakan alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendorong transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kualitas briket tempurung kelapa yang dibuat dengan tiga jenis perekat berbeda, yaitu tepung sagu, tepung tapioka, dan molase, masing-masing pada konsentrasi 10% dan 20%, serta menentukan formulasi yang paling sesuai dengan standar SNI. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa parameter, meliputi kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dengan perekat tepung sagu 10% memiliki kadar air terendah (6,65%), sedangkan perekat tepung tapioka 20% menghasilkan kadar abu dan zat mudah menguap terendah (5,25% dan 14,88%). Sebaliknya, penggunaan molase menunjukkan performa yang lebih rendah pada sebagian besar parameter kualitas. Secara keseluruhan, briket dengan perekat tepung sagu 10% dan tepung tapioka 20% memiliki mutu terbaik dan memenuhi persyaratan SNI. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi briket biomassa yang lebih efisien dan ramah lingkungan serta mendukung praktik energi berkelanjutan.
Pengaruh Perlakuan Termomekanik pada Paduan Titanium Ti-5Mo-9Nb Sutowo, Cahya; Rokhmanto, Fendy; Prasetyo, Agus Budi; Utama, Dedi Pria
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, more than 95% of the material needs for medical devices are still imported, independent mastery of technology can at least reduce dependence on imported implant materials. On the one hand, the increase in the welfare of the population in Indonesia today is directly proportional to the increase in life expectancy of the population. The above conditions will have an impact on the increase in the number of elderly people. The increase in the elderly population will potentially increase the occurrence of degenerative bone diseases suffered by the elderly. This study aims to analyze the effect of the thermomechanical process through hot rolling. The added Mo and Nb elements function as beta phase stabilizers which will certainly affect the microstructure and mechanical properties of titanium alloys. The thermomechanical heat treatment process is an advanced process where the homogenized ingot is then hot rolled at a temperature of 1100 °C in 3 rolling stages until it reaches a 50% reduction. Then characterized by observing the microstructure and mechanical properties. The thermomechanical process involves plastic deformation at high temperatures that affect changes in microstructure and mechanical properties. Plastic deformation combined with recrystallization results in smaller grain sizes, which improves mechanical properties with a relatively uniform increase of 429–450 VHN. Therefore, this thermomechanical processed Ti-5Mo-9Nb-based alloy has the potential for improved medical implant material applications. Abstrak: Sampai saat ini kebutuhan material untuk alat kesehatan lebih dari 95% masih impor, penguasaan teknologi secara mandiri setidaknya dapat mengurangi ketergantungan impor material implan. Di satu sisi, peningkatan kesejahteraan penduduk di Indonesia dewasa ini berbanding lurus dengan meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Kondisi tersebut di atas akan berdampak terhadap peningkatan jumlah penduduk usia lanjut. Meningkatnya penduduk usia lanjut akan berpotensi pada terjadinya penyakit tulang degeneratif yang diderita oleh para lanjut usia akan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses termomekanik melalui pengerolan panas. Unsur Mo dan Nb yang ditambahkan berfungsi sebagai penstabil fasa beta yang tentunya akan memengaruhi struktur mikro dan sifat mekanis paduan titanium. Proses perlakuan panas termomekanik merupakan proses lanjutan di mana ingot yang telah dihomogenisasi kemudian dilakukan pengerolan panas pada temperatur 1100 °C sebanyak 3 tahapan pengerolan sampai mencapai reduksi 50%. Kemudian dikarakterisasi melalui pengamatan struktur mikro dan sifat mekanik. Proses termomekanik melibatkan deformasi plastis pada suhu tinggi yang memengaruhi perubahan mikrostruktur dan sifat mekanis. Deformasi plastis yang dikombinasikan dengan rekristalisasi menyebabkan ukuran butir menjadi lebih kecil, yang meningkatkan sifat mekanis dengan peningkatan yang relatif seragam 429–450 VHN. Sehingga paduan berbasis Ti-5Mo-9Nb melalui proses termomekanik ini berpotensi untuk aplikasi material implan medis yang lebih baik.
Analisa Kinerja Forced Draft Fan (FDF) sebelum dan sesudah Overhaul pada Unit 2 PLTU Banten 3 Lontar Hanafi, Imam; Sulanjari; Setyowati, Agustina Dyah; Irawan, Ade
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Forced Draft Fan (FDF) is a critical component in the boiler combustion system at coal-fired power plants (PLTU), functioning to supply combustion air to the furnace. The performance of the FDF significantly affects system efficiency and unit operation stability. This study aims to analyze the efficiency of FDF performance before and after an overhaul on Unit 2 of PLTU Banten 3 Lontar. The research uses a quantitative approach by analyzing operational parameter data obtained from field measurements and manual book references. Observed parameters include air flow, input power, output power, and FDF efficiency. The results show that after the overhaul, air flow increased by 24.54 m³/s for FDF 2A and 8.49 m³/s for FDF 2B. Output power increased by 58,754.34 watts (FDF 2A) and 49,445.91 watts (FDF 2B), while input power also increased by 14,471.71 watts and 9,430 watts, respectively. FDF efficiency improved by 20.02% on FDF 2A and 17.64% on FDF 2B. These improvements indicate that the overhaul successfully enhanced FDF performance. It is recommended that overhauls be carried out regularly according to the maintenance schedule, as they positively affect FDF efficiency and overall performance. Abstrak: Forced Draft Fan (FDF) merupakan salah satu peralatan vital pada sistem pembakaran boiler di PLTU yang berfungsi untuk menyuplai udara pembakaran ke ruang bakar. Kinerja FDF sangat memengaruhi efisiensi sistem dan kestabilan operasi unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kinerja FDF sebelum dan sesudah dilakukan overhaul pada Unit 2 PLTU Banten 3 Lontar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menganalisis parameter operasional berdasarkan data lapangan dan referensi manual book. Parameter yang diamati meliputi air flow, daya input, daya output, dan efisiensi FDF. Hasil menunjukkan bahwa setelah overhaul terjadi peningkatan air flow sebesar 24,54 m³/s pada FDF 2A dan 8,49 m³/s pada FDF 2B. Daya output meningkat sebesar 58.754,34 watt (FDF 2A) dan 49.445,91 watt (FDF 2B), sementara daya input juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 14.471,71 watt dan 9.430 watt. Efisiensi FDF meningkat sebesar 20,02% pada FDF 2A dan 17,64% pada FDF 2B. Peningkatan efisiensi ini menunjukkan bahwa kegiatan overhaul berhasil meningkatkan performa FDF. Disarankan agar overhaul dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal pemeliharaan karena terbukti berdampak positif terhadap efisiensi dan kinerja FDF.
Analisis Beban Pendingin terhadap AC Split untuk Ruangan Area Perkantoran Taman Tekno BSD Raharjo; Sujianto; Suhaeri; Ferdian, Irvan
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a tropical climate, which results in potentially high temperatures and humidity. This condition requires every room to have an air conditioning system to ensure comfort during activities. The air conditioning equipment used is typically an air conditioner (AC). Global warming exacerbates these conditions. On the other hand, office buildings in BSD Techno Park generally have roofs made of zinc-galvanized material coated only with aluminum foil. To maintain comfortable room temperature and humidity, heat must be removed from the room, and this heat is referred to as the cooling load. This study focuses on analyzing the cooling load of split AC units for office rooms in BSD Techno Park. The goal is to determine the total cooling load and calculate the heat removed to establish the required cooling capacity. The average office room size is approximately 80 m². Activities typically take place from 10:00 AM to 4:00 PM WIB. The calculated external cooling load is 4.042 m²/W. Thus, solar conduction through the roof (Q) is 554.04 Watts. Heat transfer through walls is 122.95 Watts, while the cooling load from glass is 118.97 Watts, from doors is 2.35 Watts, and from partition walls is 10.02 Watts. The heat generated by human activities inside the room is 2,255 Watts. Therefore, the grand total cooling load, or Effective Room Latent Heat (ERLH), is 2,558.86 Watts or 29,061.81 BTU/hr. Consequently, a split AC unit with a capacity of 2 PK and 1.5 PK, or equivalent BTU/hr, is able to meet the needs of people in a room and ensure office comfort. Abstrak: Indonesia memiliki iklim tropis sehingga berpotensi memiliki temperatur dan kelembapan udara yang sangat tinggi. Kondisi ini mengharuskan setiap ruangan memiliki sistem pendinginan udara agar nyaman digunakan untuk beraktivitas. Adapun peralatan pengkondisian udara (air conditioning) yang digunakan umumnya adalah AC. Pemanasan global membuat kondisi ini semakin parah. Di sisi lain, perkantoran yang berada di Taman Tekno BSD rata-rata memiliki atap berbahan seng galvanis yang hanya dilapisi aluminium foil. Untuk menjaga agar temperatur dan kelembapan udara ruangan berada pada kondisi nyaman, panas atau kalor harus dikeluarkan dari ruangan, dan besarnya kalor ini dapat disebut sebagai beban pendingin. Penelitian ini berfokus pada analisis beban pendingin pada AC split untuk ruangan perkantoran di Taman Tekno BSD. Tujuannya adalah untuk mengetahui total beban pendingin dan menghitung kalor yang dibuang sehingga dapat ditentukan kapasitas pendinginan udara yang diperlukan. Ukuran ruangan perkantoran rata-rata memiliki luas 80 m². Kegiatan biasanya berlangsung pada pukul 10.00–16.00 WIB. Hasil penghitungan beban pendingin luar adalah 4,042 m²℃/W. Sehingga konduksi matahari melalui atap (Q) sebesar 554,04 Watt. Perhitungan kalor melalui dinding adalah 122,95 Watt. Sementara beban dari kaca sebesar 118,97 Watt, beban dari pintu sebesar 2,35 Watt, dan dari partisi pemisah sebesar 10,02 Watt. Adapun panas akibat aktivitas orang di dalam ruangan sebesar 2.255 Watt. Dengan demikian, grand total beban pendingin atau Effective Room Latent Heat (ERLH) adalah 2.558,86 Watt atau 29.061,81 BTU/hr. Maka penggunaan AC split yang memiliki kapasitas 2 PK dan 1½ PK atau setara BTU/hr direkomendasikan karena mampu memenuhi kebutuhan dan kenyamanan manusia di dalam ruangan perkantoran tersebut.
Analisis Elemen Hingga (FEA) Rangka Sepeda Motor Tipe Chopper untuk Menentukan Faktor Keamanan Menggunakan SolidWorks 2020 Aranda, Irwan; Cahyadi, Muhamad; Rahardian, Slamet
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The frame structure is a crucial component of a vehicle because it functions as the main support for all other parts. Therefore, the material used must have adequate strength to withstand the vehicle load, and its design must be adjusted to the functional and usage requirements. This study focuses on evaluating static stress and the safety factor of a motorcycle frame of the Chopper type, with the working load serving as the primary reference in the simulation and material selection. The objective of this study is to assess the capability of the frame structure to withstand static loading and determine its safety factor through simulation using SolidWorks 2020 software. Three types of materials compared in the frame design are ASTM A36 steel, 6063-T5 aluminum, and Ti-6Al-4V titanium. The simulation results are expected to show the frame’s ability to withstand a load of 100 N and provide the safety factor values of each material to determine the best material choice. Based on the analysis results, only Ti-6Al-4V titanium and ASTM A36 steel met the safety factor standards as suitable materials for this motorcycle frame type. Aluminium 6063-T5 did not meet the criteria because it only achieved a safety factor value of 1.45, which is below the minimum required range (between 2 and 4). Abstrak: Struktur rangka merupakan komponen krusial dalam kendaraan karena berfungsi sebagai penyangga utama bagi seluruh bagian lainnya. Oleh karena itu, material yang digunakan harus memiliki kekuatan yang memadai untuk menahan beban kendaraan, serta desainnya harus disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan pemakaian. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi tegangan statis dan faktor keselamatan pada rangka sepeda motor tipe Chopper, dengan beban kerja sebagai acuan utama dalam simulasi dan pemilihan bahan. Tujuan dari studi ini adalah menilai kemampuan struktur rangka dalam menahan beban statis serta menentukan faktor keamanannya melalui simulasi menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2020. Tiga jenis material yang dijadikan perbandingan dalam desain rangka yaitu baja ASTM A36, aluminium 6063-T5, dan titanium Ti-6Al-4V. Hasil simulasi diharapkan menunjukkan kemampuan rangka menahan beban sebesar 100 N serta memberikan nilai faktor keamanan masing-masing bahan untuk menentukan pilihan material terbaik. Berdasarkan hasil analisis, hanya titanium Ti-6Al-4V dan baja ASTM A36 yang memenuhi standar faktor keamanan sebagai bahan rangka sepeda motor tipe ini. Aluminium 6063-T5 tidak lolos kriteria karena hanya memiliki nilai faktor keamanan sebesar 1,45, di bawah batas minimum yang disyaratkan (antara 2 sampai 4).
Analisa Kerusakan Dudukan Pompa Canister Mesin Tinting Cat Manual dan Upaya Memperpanjang Umur Pakai Cahyadi, Muhamad; Rahardian, Slamet; Aranda, Irwan; Nurjaya
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the causes of damage using impact strength testing tools and tensile testing. To determine the difference between the materials used and the standards, this experiment was conducted through several stages of testing on polymer or plastic materials. In the initial condition, the pull test result was 655 N/mm², meaning that the tensile strength of the material produced in specimen 1 was still in accordance with the standard of tensile strength. Subsequently, specimen 2 produced a tensile strength of 1244 N/mm². In specimen 3, a tensile test resulted in a tensile strength of 1515.8 N/mm². It is stated that the results of the tensile tests on the three specimens show tensile strength that meets the standard of piston mount material. The impact testing results of the piston mount material also have resistance values that comply with the standards. The piston mount testing point closest to the material standard is found in specimen 1, with a value of 0.0161 compared to the specified standard value of 0.015. Meanwhile, the testing point in specimen 3 is the lowest, with a test value of 0.0145 compared to the standard value of 0.01023. In conclusion, the damage occurred due to an inappropriate canister design or remaining deficiencies that caused damage to the piston mount. Modifications or additions to the retaining design or piston mount bracket were made to increase resistance strength due to loads applied by the operator during machine operation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan dengan alat pengujian kekuatan impak dan pengujian uji tarik. Untuk mengetahui perbedaan material yang digunakan dengan standar, percobaan ini dilakukan melalui beberapa tahapan pengujian pada bahan polimer atau plastik. Pada kondisi awal, hasil uji tarik adalah 655 N/mm², artinya kekuatan tarik material yang dihasilkan pada spesimen 1 masih sesuai dengan standar kekuatan tarik. Selanjutnya, spesimen 2 menghasilkan kekuatan tarik 1244 N/mm². Pada spesimen 3 dihasilkan uji tarik dengan kekuatan tarik sebesar 1515,8 N/mm². Hal ini menunjukkan bahwa hasil uji tarik ketiga spesimen sesuai dengan standar material dudukan piston. Hasil pengujian impak pada material dudukan piston juga memiliki nilai ketahanan yang sesuai dengan standar. Adapun titik pengujian dudukan piston yang paling mendekati standar terdapat pada spesimen pertama, yaitu 0,0161 dengan nilai standar 0,015. Sedangkan titik pengujian pada spesimen 3 paling rendah dengan nilai hasil pengujian 0,0145 dibandingkan dengan nilai standar yaitu 0,01023. Kesimpulannya bahwa kerusakan terjadi karena desain canister yang tidak sesuai atau masih terdapat kekurangan yang menyebabkan kerusakan pada dudukan piston. Oleh karena itu, dilakukan perubahan atau penambahan desain penahan atau bracket dudukan piston untuk menambah kekuatan terhadap beban yang diterima dari operator saat mengoperasikan mesin.