cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 270 Documents
Evaluasi Vitamin B pada Biskuit Bayi Substitusi Campuran Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata Durch) dan Tepung Wortel ( Daucus Carrota L) Afin Regina Cahyani; Mazarina Devi; Soenar Soekopitojo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i22023p105-115

Abstract

Consumption of food with sufficient nutritional content is very important to achieve optimal growth and development in infants and toddlers. Vitamin B is a vitamin that functions for metabolism in general and the formation of chemicals that function in nerve cells. This causes B vitamins to have an important influence on brain function. The aim of this study was to analyze the B vitamin content of biscuits substituted with pumpkin flour (Cucurbita moschata Durch) and carrot flour (Daucus carrota L). The highest content of vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B5 (pantothenic) was highest in biscuits which were substituted for pumpkin and carrot flour by 30 percent. The more substitutions of pumpkin and carrot flour, the greater the levels of vitamin B complex in pumpkin and carrot biscuits. This is because pumpkin and carrots are rich in vitamin B complex. Konsumsi makanan dengan kandungan gizi yang cukup sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada bayi dan balita. Vitamin B adalah vitamin yang berfungsi untuk metabolisme secara umum dan pembentukan zat kimia yang berfungsi pada sel saraf. Ini menyebabkan vitamin B memiliki pengaruh penting pada fungsi otak Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan vitamin B produk berupa biskuit yang disubtitusi dengan tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) dan tepung wortel (Daucus carrota L). Kandungan vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3(Niasin), vitamin B6 ( piridoksin), vitamin B5 (pantothenik) tertinggi pada biskuit yang disubsitusi tepung labu kuning dan wotel sebesar 30 persen. Semakin banyak subtitusi tepung labu kuning dan tepung wortel, semakin besar kadar vitamin B kompleks pada biskuit labu kuning dan wortel. Hal tersebut dikarenakan labu kuning dan wortel kaya akan vitamin B kompleks.
Cerdas Berteknologi sebelum datangnya Society 5.0 Bagas Rajendra Rakha Pradityo; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i122022p566-569

Abstract

The purpose of this research was to raise awareness to the public that it is very important to be wise or good at using technology for future generations. This research will be carried out using observational research methods on several social media. random or whatever because the main goal is to find users who use digital technology wisely. The purpose of this research itself is to see how far Indonesians understand and understand the functions of the technology they use. Dibuatnya penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa bijak atau pandai menggunakan teknologi untuk generasi kedepan tergolong sangat penting, Penelitian ini akan dilakukakn dengan metode penelitian observasi di beberapa media sosial, untuk sampel data sendiri akan diambil secara acak, untuk tema yang peneliti ambil bisa random atau apa saja karna tujuan utamanya mencari pengguna yang menggunakan teknologi digital dengan bijak. tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk melihat sejauh mana orang indonesia mengertidan faham fungsi dari teknologi yang mereka pakai ini.
Indonesia Berpetualang ke Dunia Digital: Society 5.0 Mikel Ega Wijaya; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i122022p570-575

Abstract

Society 5.0 offers a platform where technology and innovation can enhance societal well-being by utilizing data and artificial intelligence to solve social issues. In the era of Society 5.0, Indonesia is faced with technology that enables virtual access as if it were physical access. AI based on big data and robots are utilized to support human labor in Society 5.0 technology. In this "new" world, digitalization, virtuality, and continuous internet access have become common for most of the world's population. In the face of the digital era and rapid technological advancements, Indonesia needs to act. As a country with the world's largest population, it is crucial for Indonesia to utilize technology and innovation to improve the quality of life and societal well-being. Despite these challenges, Indonesia also has enormous potential to utilize technology and innovation in various sectors such as education, healthcare, and agriculture. Therefore, a joint effort between the government, industry, and society is needed to overcome these challenges and accelerate digital transformation in Indonesia to achieve maximum benefit from the potential of Society 5.0 in Indonesia. Society 5.0 menawarkan di mana teknologi dan inovasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan data dan kecerdasan buatan untuk memecahkan masalah sosial. Dalam era Society 5.0, Indonesia berhadapan dengan teknologi yang memungkinan akses ke tempat virtual seakan-akan seperti akses ke tempat fisik. AI berbasis big data dan robot digunakan untuk memberikan dukungan pada pekerjaan manusia. dalam teknologi Society 5.0. Di dunia "baru" ini, digitalisasi, virtualitas, dan akses internet yang terus-menerus telah menjadi hal yang umum bagi sebagian besar populasi dunia. Di hadapan era digital dan perkembangan teknologi yang pesat, Indonesia perlu mengambil tindakan. Sebagai sebuah negara yang memiliki populasi jumlah penduduk terbesar di dunia, dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.Namun dibalik tantangan tersebut, Indonesia juga memiliki potensi besar pada pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut dan mempercepat transformasi digital di Indonesia agar dapat meraih manfaat maksimal dari Potensi Society 5.0 di Indonesia.
Kolaborasi Artificial Intelligence dalam Peningkatan Kebutuhan Bisnis di Era Society 5.0 Muhammad Ghazi Mubarokah; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i122022p576-580

Abstract

Society 5.0 is people who can solve problems and challenges by using various technology-oriented innovations born in the 4.0 era, in this era where a large amount of information is accumulated from sensors in physical space in virtual space. An example is artificial intelligence. In this study, library research methods or also called library research were used. Literary study is a series of activities related to methods of collecting literature, reading, and processing research materials. The keyword search results found several academic journals and books related to the research question. There are a total of 10 resources in the source library, including: 4 scientific articles, 2 books, 2 essays, 2 online articles, all available online. This research resulted in several conclusions that AI collaboration with Society 5.0 has many advantages and disadvantages because Society 5.0 itself is an era where users do not compete with AI, but instead support technology and human resources that are mutually sustainable. Society 5.0 adalah orang yang mampu memecahkan masalah dan tantangan dengan berbagai inovasi berbasis teknologi yang lahir di era 4.0 dimana sensor di ruang fisik mengumpulkan informasi dalam jumlah besar di ruang virtual. Contohnya adalah kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan atau library research. Penelitian kepustakaan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan literatur. Di bawah istilah pencarian ini Anda akan menemukan beberapa jurnal ilmiah dan buku tentang pertanyaan penelitian. Pustaka sumber daya memiliki total 10 sumber daya termasuk: 4 artikel ilmiah, 2 buku, 2 esai, 2 artikel online, semuanya tersedia online. Kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa kerjasama AI dengan Society 5.0 memiliki banyak keuntungan dan kerugian, karena Society 5.0 sendiri merupakan era dimana pengguna tidak bersaing dengan AI tetapi dengan dukungan teknologi berkelanjutan dan sumber daya manusia saling bersaing.
Pengaruh Society 5.0 dalam Kehidupan Masyarakat M Baharuddin Yusuf; Harits Ar Rosyid
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i22023p116-121

Abstract

The era society 5.0 is very closed related to advances in technology and information in which society is also feeling the impact. The influence of Society 5.0 in society affects all areas of life, especially sosially, such as the fading of Pancasila valuse, the less wise use of social media and the loss of a function as an individual in society. Technology advances have had major impact on artificial intellegence which has impact on the progress of industrial content, affecting society due to exposure to content that is not good and not in accordance with Pancasila values. Changing a little habits toward content, will also change the algorithm of the content that we will consume in the future. Giving likes to positive posts that supports Pancasila values and using social media not only to greet friends or relatives, but also to be used as a source of income, so that as individuals we have functioning in society. All of this is what leads us to a policy in social media as well. The journal uses a qualitative approach with the method of studying literature or documents, where everything is based on journals, books, media that already has research. And the purpose of this journal is for us as a society to know the influence of society 5.0 in people’s lives and how to overcome it. Era Society 5.0 sangat erat kaitannya dengan kemajuan teknologi dan informasi yang dimana masyarakat ikut merasakan dampaknya. Pengaruh Society 5.0 dalam masyarakat mempengaruhi segala bidang kehidupan, khususnya dalam sosial, seperti memudarnya nilai-nilai Pancasila, kurang bijaknya penggunaan sosial media dan hilangnya suatu keberfungsian sebagai seorang individu dalam masyarakat. Kemajuan teknologi berpengaruh besar pada kecerdasan buatan yang berdampak pada kemajuan industri konten, mempengaruhi masyarakat karena paparan konten yang kurang bagus dan tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Mengubah sedikit kebiasaan terhadap konten, juga akan mengubah algoritme dari konten yang nantinya akan kita konsumsi kedepannya. Memberi suka pada postingan positif yang mendukung nilai-nilai pancasila serta menggunakan sosial media tidak hanya untuk saling menyapa teman atau kerabat, tetapi juga digunakan sebagai saran mencari sumber penghasilan, agar sebagai seorang individu kita mempunyai keberfungsian dalam masyarakat. Semua inilah yang menghantarkan kita pada sebuah kebijakan dalam bersosial media juga. Jurnal menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur atau dokumen, dimana semua hal berdasarkan pada jurnal, buku, media yang sudah ada penelitiannya. Dan tujuan dari jurnal ini agar kita sebagai masyarakat mengetahui pengaruh society 5.0 dalam kehidupan masyarakat serta cara mengatasinya.
Microlearning in Designing Data Mining Learning Course Material for Industrial Engineering Students Aisyah Larasati; Rizqi Prayoga Editya; Benzfica Hanif Alfi Al Idrus; Vertic Eridani; Abdul Muid
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data mining is one of the core courses offered by the Industrial Engineering study program at the State University of Malang and the process applied at the State University of Malang is theoretical and practicum. The implementation of knowledge transfer can be done online or offline. Synchronous and asynchronous are the implementation of learning that is carried out online. The difference between the two lies in the implementation time. Synchronous classes will be conducted simultaneously even though it is hindered by the distance between students who are not in the same place. Asynchronous courses will hold classes at different times according to the students’ available time to access the material. The traditional or offline method is the implementation of face-to-face classes requiring the teachers and students to be at the same time and place and the teacher acts as a learning center. There are different learning methods that can be used to support knowledge transfer. Microlearning is a learning method that utilizes technological developments. The learning method offered is to use various interactive and communicative media to deliver the material. The media used are podcasts, presentation slides, infographics, e-modules, and videos that contain core discussions of the material. Data mining merupakan salah satu mata kuliah inti yang ditawarkan oleh program studi Teknik Industri Universitas Negeri Malang dan proses yang diterapkan di Universitas Negeri Malang adalah teori dan praktikum. Pelaksanaan transfer knowledge dapat dilakukan secara online maupun offline. Sinkron dan asinkron adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Perbedaan keduanya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kelas sinkron akan dilakukan secara bersamaan meskipun terhalang oleh jarak antara siswa yang tidak berada di tempat yang sama. Kursus asinkron akan mengadakan kelas pada waktu yang berbeda sesuai dengan waktu yang tersedia siswa untuk mengakses materi. Metode tradisional atau luring adalah pelaksanaan kelas tatap muka yang mensyaratkan guru dan siswa berada pada waktu dan tempat yang sama serta guru berperan sebagai pusat pembelajaran. Ada berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung transfer pengetahuan. Microlearning merupakan salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Metode pembelajaran yang ditawarkan adalah dengan menggunakan berbagai media interaktif dan komunikatif untuk menyampaikan materi. Media yang digunakan adalah podcast, slide presentasi, infografis, e-modul, dan video yang berisi inti pembahasan materi.
Pelatihan Pengembangan Filling Roti dari Hasil Laut Sebagai Usaha Peningkatan Teaching Factory Smk Negeri 3 Probolinggo Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar; Hidayati, Laili
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i102023p1-5

Abstract

Teaching Factory aims to transfer a real production or manufacturing environment into the classroom. Real-life production sites are used for teaching purposes to enhance teaching activities with existing knowledge of everyday industrial practice processes. The teaching factory at SMK Negeri 3 Probolinggo still experiences shortages, including skilled human resources in the field of bread processing and students who are less active in taking part in practicums in bakery subjects. Training on developing fillings from marine products as a development of contemporary bakery products by exploring local wisdom food sources is expected to be a solution to the problems found in the teaching factory program at SMK Negeri 3 Probolinggo. It is hoped that processing products from local food ingredients can produce bread products that are characteristic of bakery products at SMK Negeri 3 Probolinggo. The training that will be provided, apart from developing bakery products, will also provide training on making seafood floss from marine sources to fill several bakery products. The bread filling is made from seafood because Probolinggo is in the North Sea. After providing materials for making fish floss and bread, participants then prepared the materials and tools needed. The preparation of materials and tools greatly influences the effectiveness of the practice so that practice participants are very careful in preparing materials and practice tools. From the practical results, the leaders, and teachers of the culinary arts study program at SMK Negeri 3 Probolionggo are interested in making fish floss a superior product that will be developed in the teaching factory program at SMK Negeri 3 Probolinggo. Teaching Factory bertujuan untuk mentransfer lingkungan produksi atau manufaktur yang sebenarnya ke dalam kelas. Situs produksi kehidupan nyata digunakan untuk tujuan pengajaran dalam rangka meningkatkan kegiatan mengajar dengan pengetahuan yang ada di proses praktik industri sehari-hari. Teaching factory yang terdapat di SMK Negeri 3 Probolinggi masih mengalami kekurangan diantaranya adalah sumber daya manusia yang terampil di bidangn pengolahan roti serta siswa yang kurang aktif mengikuti praktium pada mata pelajaran bakery. Pelatihan pengembangan filling dari hasil laut sebagai pengembangan produk bakery kontemporer dengan menggali sumber pangan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah yang terdapat pada program teaching factory di SMK Negeri 3 Probolinggo. Pengolahan produk dari bahan pangan lokal diharapkan dapat menghasilkan produk roti yang menjadi ciri khas produk bakery di SMK Negeri 3 Probolinggo. Pelatihan yang akan diberikan, selain pengembangan produk bakery juga akan memberikan pelatihan pembuatan abon seafood dari sumber hasil laut untuk mengisi beberapa produk bakery. Bahan isi roti dari hasil laut karena Probolinggo terletak di perairan laut Utara. Setelah pemberian materi pembuatan abon ikan dan roti, kemudian peserta menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Persiapan bahan dan alat sangat mempengaruhi efektivitas jalannya praktik sehingga peserta praktik sangat teliti menyiapkan bahan dan alat praktik. Dari hasil praktik, pimpinan dan guru prodi tata boga SMK Negeri 3 Probolionggo tertarik untuk menjadikan abon ikan sebagai unggulan yang akan dikembangkan pada program teaching factory SMK Negeri 3 Probolinggo.
Analysis of Graduates’ Soft Skills of Vocational High School Majoring in Software Engineering Skill Competence in Startup Industry Ayuningtyas Kurniawati; Didik Nurhadi; Syaad Patmanthara
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facing the 4.0 industrial revolution, the graduates of Vocational High School (SMK) majoring in Software Engineering need to equip themselves to elevate their competence. Hard skills should be balanced with soft skills to compete globally, particularly in the startup industry. Facts revealed that the vocational high school graduates majoring in software engineering had not met the expectations of the startup industry, which put a more substantial concern on soft skills. This study aimed to reveal the soft skills required by the startups that vocational high school graduates majoring in software engineering need to acquire. The result of this study showed that the need for soft skills among vocational high school graduates majoring in software engineering who worked in the startup industry still needed to be improved, covering several aspects in the following: (1) critical thinking and problem-solving skills; (2) active communication skill both spoken and written; and (3) emotional quotient. It can be implied from the result that attempts are needed to increase the soft skills of vocational high school graduates majoring in software engineering to compete globally and fulfill the needs of the startup industry. The attempts should be a substantial concern among the policy maker as an institution determining the national curriculum to support the skill improvement of hard and soft skills. On the other hand, the stakeholders of Vocational High Schools need to advance the collaboration with the industrial world to equip the graduate candidates majoring in software engineering to quickly meet the needs of the labor market in the startup industry. Menghadapi revolusi industri 4.0, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak perlu membekali diri untuk meningkatkan kompetensinya. Hard skill harus diimbangi dengan soft skill untuk bersaing secara global, khususnya di industri startup. Fakta menunjukkan bahwa lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak belum memenuhi ekspektasi industri startup yang lebih mementingkan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap soft skill yang dibutuhkan oleh startup yang perlu dimiliki oleh lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan rekayasa perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan soft skill pada lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak yang bekerja di industri startup masih perlu ditingkatkan, meliputi beberapa aspek sebagai berikut: (1) kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah; (2) keterampilan komunikasi aktif baik lisan maupun tulisan; dan (3) kecerdasan emosional. Dari hasil tersebut dapat tersirat bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan soft skill lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak agar dapat bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan industri startup. Upaya tersebut patut menjadi perhatian besar di kalangan pengambil kebijakan sebagai lembaga penentu kurikulum nasional untuk mendukung peningkatan keterampilan hard skill dan soft skill. Di sisi lain, pemangku kepentingan SMK perlu memajukan kerjasama dengan dunia industri untuk membekali calon lulusan jurusan rekayasa perangkat lunak agar dapat segera memenuhi kebutuhan pasar kerja di industri startup.
Pengembangan Spot Wisata Edu-Construction Di Objek Wisata Embung Desa Banjarejo Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Ariestadi, Dian; Rahayuningsih, Titi; I’dfi, Gilang; Mega Maharani, Nur Ira; Syahdandi, Alviando Galih
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i42023p174-181

Abstract

Banjarejo Village has a huge opportunity to become an educational tourism village and needs development. The development of a tourist attraction must have something interesting to see, feel and certainly different from those in other places. The tourist village area is still limited to the ideals of the government and the local village community. Another thing is the unavailability of an educational tourist spot design for the development of the Banjarejo Village tourist area. So, it is necessary to touch and apply science and technology for the purposes of developing educational tourism spots in Banjarejo Village. One of the educational tourism spots that is suitable to be realized in the Banjarejo Village reservoir is the Edu-Construction Tourism Spot. Where the spot provides knowledge about development, such as making pavilions, bridges, or small buildings that can be realized in the village barrier, and it is hoped that the village community can develop development independently. Desa Banjarejo mempunyai peluang sangat besar untuk menjadi desa wisata edukasi dan perlu pengembangan. Pengembangan suatu objek wisata harus memiliki sesuatu yang menarik untuk dilihat, dirasakan dan tentunya berbeda dengan yang ada ditempat lain. kawasan desa wisata masih sebatas cita-cita dari pemerintah dan masyarakat desa setempat. Hal lainnya adalah belum tersedianya suatu desain spot wisata edukasi untuk pengembangan kawasan wisata Desa Banjarejo. Sehingga perlu adanya sentuhan dan aplikasi IPTEKS untuk keperluan pengembangan spot wisata edukasi Desa Banjarejo. Salah satu spot wisata edukasi yang cocok direalisasikan pada embung Desa Banjarejo adalah Spot Wisata Edu-Contruction. Dimana spot tersebut memberikan pengetahuan mengenai pembangunan seperti pembuatan cara pembuatan gazebo, jembatan, ataupun bangunan kecil yang bisa direalisasikan diembung desa dan diharapkan masyarakat desa tersebut dapat mengembangkan pembanguanan secara mandiri.
Kirkpatrick's Evaluation Model for The Implementation of Industrial Standard GTAW Welding in Vocational Teacher Training Center Farida, Khotimatul; Nurhadi, Didik
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i42023p182-190

Abstract

The Vocational Teacher Training Center held industrial-based training by applying project-based learning to train Industrial Standard GTAW Welding. Then, this study was carried out to evaluate the effectiveness of training implementation of Industrial Standard GTAW Welding. This study used the Kirkpatrick Evaluation Model in reaction and learning levels. A questionnaire and interview were chosen to collect data. The data were analyzed by using descriptive technique, t-test, and qualitative data analysis with NVivo. The findings indicated that the participants' satisfaction scores in reaction and learning levels were very high. The assessment of the participants at the reaction level was seen from three perspectives: instructors’ reaction, reaction to the training delivery, and reaction to the training environment. Assessment of participants at the learning level was viewed from the impact of learning and knowledge training. The training proved that the program has been successful in developing the trainees’ skills. This also showed that the program has been running effectively. However, the final products from trainees did not meet the industry's standards. Optimizing this training requires additional time and standardization of participants' abilities using portfolios from training candidates. Balai Diklat Guru SMK menyelenggarakan pelatihan berbasis industri dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk melatih Pengelasan GTAW Standar Industri. Kemudian penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pelatihan Pengelasan GTAW Standar Industri. Penelitian ini menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick pada tingkat reaksi dan pembelajaran. Kuesioner dan wawancara dipilih untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, uji-t, dan analisis data kualitatif dengan NVivo. Temuan menunjukkan bahwa skor kepuasan peserta pada tingkat reaksi dan pembelajaran sangat tinggi. Penilaian peserta pada tingkat reaksi dilihat dari tiga sudut pandang yaitu reaksi instruktur, reaksi terhadap penyampaian pelatihan, dan reaksi terhadap lingkungan pelatihan. Penilaian peserta pada tingkat pembelajaran dilihat dari dampak pembelajaran dan pelatihan pengetahuan. Pelatihan tersebut membuktikan bahwa program ini berhasil mengembangkan keterampilan peserta pelatihan. Hal ini juga menunjukkan bahwa program tersebut telah berjalan efektif. Namun, produk akhir dari peserta pelatihan tidak memenuhi standar industri. Dalam mengoptimalkan pelatihan ini memerlukan tambahan waktu dan standarisasi kemampuan peserta dengan menggunakan portofolio dari calon peserta pelatihan.