cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 270 Documents
Implementasi Desain Kolam Pemandian Anak Menggunakan Green Concreate Sebagai Spot Wisata Embung Desa Banjarejo Ansyorie, M. Musthofa; Ariestadi, Dian; Leksono, Duwi; I, M. Aris; Setia Budi, Kevin Reznadya
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i42023p191-196

Abstract

The development of the Embung Area of Banjarejo Village into an education- and nature-based tourism area continues to this day. In the initial design of the bung area of Banjarejo village, in addition to the concept of water-based educational tourism, a tourist area is currently developed to attract interest from children. One of the area's developments is the development of bathing pool spots for children. This children's bathing pool will be side by side with several spots such as playgrounds, photo spots, etc. Other problems that arise related to the realization plan of the children's bathing pool spot are related to technicalities such as the details of the pool building, assistance in the implementation of pool work, and product quality, which is expected to get satisfactory results and of course be part of improving the economy of residents or village income. The existence of this pool will later become a tourist area managed by Bumdes. Based on the above problems, solutions to solve these problems include (a) Making a children's bathing pool design by applying the concept of green concrete, (b) Implementation of the design of a children's bathing pool at the location of the Banajrejo village embung tourist area. Pengembangan Kawasan Embung Desa Banjarejo menjadi suatu kawasan wisata berbasis edukasi dan alam hingga saat ini terus berlangsung. Pada rancangan awal dikawasan embung desa banjarejo ini selain dikonsep wisata edukasi berbasis air, saat ini dikembangkan pula area wisata untuk menarik minat dari kalangan anak-anak. Salah satu pengembangan area tersebut adalah pengembangan spot kolam pemandian untuk anak-anak. Kolam pemandian anak ini rencananya berdampingan dengan beberapa spot seperti playground, spot foto, dan lain sebagainya. Permasalahan lain yang muncul terkait rencana realisasi spot kolam pemandian anak adalah terkait dengan teknis seperti detail bangunan kolam, pendampingan pelaksanaan pekerjaan kolam, dan mutu produk yang diharapkan mendapatkan hasil yang memuaskan dan tentunya menjadi bagian dari peningkatan ekonomi warga ataupun pendapatan Desa. Keberadaan kolam ini nantiya akan menjadi area wisata yang dikelola oleh Bumdes. Berdasarkan pada permasalahan di atas, solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut diantaranya adalah (a) Pembuatan desain kolam pemandian anak dengan menerapkan konsep green concrete, (b) Implementasi desain Kolam Pemandian anak dilokasi kawasan wisata embung desa Banjarejo.
Peningkatan Nilai Ekonomis Sampah Limbah Rumah Tangga dengan Menggunakan Teknologi Mesin Pemilah Sampah Plastik dan Penghancur Sampah Organik Suwarno, Eko; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Ichwanto, Muhammad Aris; Muhamad Rifai, Ridwan; Bachtiar, Muhammad Affan
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i42023p197-202

Abstract

Sidodadi Village is a village located in Ngantang District, Malang Regency. Sidodadi Village is between 3 towns. Where these 3 villages are still included in the Ngantang District area. Sidodadi Village is divided into 4 hamlets: Simo, Sekar, Salam, and Sidomulyo. Organic waste can be considered environmentally friendly and can even be reprocessed into valuable if appropriately managed. However, if waste is not managed properly, it will cause disease and unpleasant odors because of the rapid decomposition of organic waste. Waste processing using renewable technology is one solution that can be used to process waste properly. The output of this activity is a final report in the form of an Organic Waste Crushing Machine Design, and an ISBN journal regarding the study of increasing the economic value of household waste using organic waste shredding machine technology. This machine can help the village process waste so that waste is not left unattended. Desa Sidodadi merupakan desa yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Letak Desa Sidodadi berada diantara 3 Desa, dimana 3 desa tersebut masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Ngantang. Desa Sidodadi terbagi menjadi 4 dusun yaitu dusun simo, sekar, salam, dan sidomulyo. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan bahkan sampah bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Pengolahan sampah menggunakan teknologi terbarukan merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan guna mengolah sampah dengan benar. Luaran dari kegiatan ini adalah laporan akhir yang berupa Desain Mesin Penghancur Sampah Organik, dan jurnal ber-ISBN mengenai kajian peningkatan nilai ekonomis sampah limbah rumah tangga dengan menggunakan teknologi mesin penghancur sampah organik. Maka dengan adanya mesin ini dapat membantu pihak desa dalam segi pengolahan sampah sehingga sampah tidak dibiarkan begitu saja.
Implementasi Penggunaan Kaca Cembung dan Traffic Light Sebagai Upaya Meminimalisir Tingkat Kecelakaan di Desa Srigonco Purmisanto Aji, Miping; Ali, Khoharudin; Bachtiar, Muhammad Affan; Aditya, Muhammad Alif; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p203-209

Abstract

Srigonco Village is a fertile and beautiful village in Bantur District, Malang Regency, East Java. Previously, this village had the name Guling; the name was taken from an incident when, in the history of the land, a large stone fell (rolled) from the top of the hill; that is the name used by the people at that time before it was finally known as Srigonco Village. Srigonco Village also has a very exotic beach and attracts tourists from various regions and even foreign tourists. This beach is Balekambang Beach, which is also one of the icons of the cool city of Malang. However, with inadequate infrastructure, traffic accidents often occur in Srigonco village. Judging from the conditions above, transportation support facilities such as convex glass and traffic lights are needed. Convex mirrors or convex mirrors are traffic equipment that function as a tool to help the driver see from a sufficient angle so that the driver can see other vehicles at every corner. Traffic lights regulate the smooth flow of traffic at a road intersection by allowing users from each direction to walk alternately. In this case, a yellow traffic light is used to indicate caution. The result of the development of this partner village is the installation of traffic lights and convex glass. Apart from that, the output targets from developing this partner village are reporting, journal publications, HKI, etc. Desa Srigonco adalah sebuah desa yang subur dan asri yang terletak di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebelumnya desa ini memiliki nama Guling yang nama itu diambil dari salah satu kejadian saat babad tanah tersebut ada sebuah batu besar yang jatuh (guling) dari atas bukit, nama itulah yang dipakai masyarakat pada masa itu sebelum akhirnya dikenal dengan sebutan Desa Srigonco. Desa Srigonco juga memiliki pantai sangat eksotis dan menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan wisatawan asing, pantai tersebut adalah Pantai Balekambang yang juga menjadi salah satu icon kota dingin Malang. Akan tetapi dengan Infrastruktur yang kurang memadai sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas di desa Srigonco. Dilihat dari kondisi diatas, maka dibutuhkan sarana penunjang transportasi seperti kaca cembung dan traffic light. Kaca cembung atau Convex Mirror (Cermin Lalu Lintas) adalah perlengkapan Lalu lintas yang berfungsi sebagai alat bantu pengendara untuk melihat dari sudut yang cukup agar pengendara dapat melihat kendaraan lainnya di setiap sudut. Traffic light adalah lampu yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan jalan dengan cara memberi kesempatan pengguna jalan dari masing-masing arah untuk berjalan secara bergantian. Dalam hal ini digunakan traffic light warna kuning yang menandakan untuk berhati-hati. Hasil akhir dari pengembangan desa mitra ini adalah pemasangan traffic light dan kaca cembung. Selain itu target luaran dari pengembangan desa mitra ini yaitu pelaporan, publikasi jurnal, HKI, dan lain sebagainya.
Peningkatan Produktivitas Susu Kambing di Desa Sumberdem dengan Alat Pemerah Otomatis Ilham, Muhammad; Kusdodo, Hendri; Nurroso N.M, Arifah Wahyu; Al Ansyorie, Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p210-215

Abstract

The village of Sumberdem, located in the mountainous region of Wonosari Subdistrict, Malang Regency, East Java, holds significant potential for livestock development, thanks to its natural water resources and conducive environment. However, the manual milking of goats in this village has several drawbacks, including a high risk of infection, wasted time and energy, and potential animal harm. Therefore, automated goat milking technology is an effective solution to enhance productivity and address these issues. This technology offers various advantages, such as time and energy efficiency, improved hygiene, and increased milk yield, all while ensuring the well-being of the livestock. Desa Sumberdem, yang terletak di daerah pegunungan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan berkat persediaan air alami dan kondisi lingkungan yang mendukung. Meskipun demikian, pemerahan susu kambing di desa ini masih dilakukan secara manual, dengan sejumlah kekurangan seperti tingginya tingkat infeksi, waktu dan tenaga yang terbuang, serta risiko cedera pada hewan. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pemerah susu kambing otomatis menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi masalah yang ada, dengan berbagai keuntungan seperti efisiensi waktu, tenaga, kebersihan, serta peningkatan jumlah susu yang dihasilkan, sambil menjaga kesejahteraan hewan ternak.
Pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Dusun Sumberjambe Desa Srigonco Kabupaten Malang Affan Bachtiar, Muhammad; Ali, Khoharudin; Nur Ibrahim, Izza; Alif Aditya, Muhammad; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p216-222

Abstract

Srigonco Village is located on Malang Regency's coast, precisely in Bantur District. This village has several unique or distinctive characteristics that do not exist in other villages. This characteristic also adds to the attraction for tourists to visit Srigonco Village. The uniqueness or characteristic possessed is the strong Javanese cultural traditions in Srigonco Village, considering that this village is located on the edge of the South Malang coast. The increasing development of settlements in Srigonco Village is becoming a fundamental problem due to inappropriate spatial planning. To overcome the land problems in Srigonco Village, we developed an Environmental Master Plan Layout Design to Facilitate the Governance of Srigonco Village. The method used to develop a map of the area and population of Srigonco Village was updated by making a population plan using the cartometric measurement method. Apart from that, the process of determining regional boundaries can also be carried out using participatory mapping methods, where collecting data and information regarding regional boundaries involves active participation from the community and government officials as planners and information providers as well as mapping actors. The output of this activity is a final report in the form of an Environmental Master Plan Layout Map for Srigonco Village, Bantur District, and an ISBN journal regarding a design study for the development of an Environmental Master Plan Layout Design to Facilitate Srigonco Village Governance. So, this plan can support community and migrant activities and provide an opportunity for sustainable village development and improving village governance. Desa Srigonco merupakan desa yang terletak di pinggiran pantai Kabupaten Malang Tepatnya di Kecamatan Bantur. Desa ini memiliki beberapa keunikan atau ciri khas yang tidak ada di desa lainnya. Ciri khas ini juga menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Srigonco. Keunikan atau ciri khas yang dimiliki yaitu adat budaya jawa yang kental di Desa Srigonco mengingat desa ini berada di pinggiran pantai Malang Selatan. Semakin berkembangnya pemukiman di Desa Srigonco menjadi permasalahan yang mendasar dikarenakan rencana tata ruang yang tidak sesuai. Demi mengatasi permasalahan lahan yang terjadi di Desa Srigonco, kami membuat Pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Guna Mempermudah Tata Kelola Desa Srigonco. Metode yang digunakan untuk mengembangkan denah wilayah maupun penduduk Desa Srigonco yang diperbaharui dengan pembuatan denah penduduk menggunakan metode pengukuran kartometrik. Selain itu, proses penetapan batas wilayah juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode pemetaan partisipatif, dimana proses pengambilan data dan informasi di lapangan mengenai batas daerah tersebut melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan perangkat pemerintahan sebagai perencana dan pemberi informasi sekaligus sebagai pelaku pemetaan. Luaran dari kegiatan ini adalah laporan akhir yang berupa Peta Layout Master plan Lingkungan Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, dan jurnal ber-ISBN mengenai kajian perancangan pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Guna Mempermudah Tata Kelola Desa Srigonco. Maka dengan adanya denah ini dapat menjadi sarana yang menunjang aktivitas masyarakat dan pendatang serta peluang untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dan peningkatan tata kelola desa.
Pengembangan Layout Desa Wisata Camping Ground Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Al Qadri R, Muh. Aimar; Ilham, Muhammad; Kusdodo, Hendri; Musthofa A, M.
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p223-228

Abstract

Wonorejo is a village that has great potential in the tourism sector. Its location not far from the economic center in Singosari village makes it easily accessible. One of the potentials that can be developed is the camping ground where there is a hill with an exciting view to become a camping tourist destination. The view of Malang Raya, wrapped by beautiful mountain kawi, can be seen from the hill. The existence of this camping ground can also improve the village's economy. This is because the village will be more often visited by tourists who feel the sensation of the Wonorejo campground. The surrounding community can undoubtedly take this momentum to market the original work of the village or can also be a provider for tourists. Wonorejo merupakan desa yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata. Letaknya yang berada tidak jauh dari pusat perekonomian di kelurahan singosari membuatnya mudah diakses. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan yaitu camping ground yang mana terdapat sebuah bukit memiliki view yang menarik untuk menjadi destinasi wisata perkemahan. Dari bukit tersebut dapat terlihat pemandangan Malang Raya yang dibalut oleh gunung kawi yang indah. Adanya camping ground ini pun dapat meningkatkan perekonomian desa. Hal ini karena desa akan lebih sering dikunjungi oleh wisatawan yang ini merasakan sensasi pada bumi perkemahan wonorejo. Masyarakat sekitar tentunya dapat mengambil momentum ini untuk memasarkan karya orisinil desa atau pun dapat menjadi penyedia bagi para wisatawan.
Peningkatan Pemahaman BUMDes Tempursari Mengenai Mutu dan Perancangan Mix Design Pekerjaan Beton dengan Menggunakan Hammer Test Revantoro, Nemesius Bambang; Aris Ichwanto, Muhammad; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Sugiyanto, Sugiyanto; Debytiantama, Gamaliel Brian
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p229-235

Abstract

Tempursari Village is about 60 kilometers south of Malang City and became one of the Malang Regency border areas with Blitar Regency. Farms are one of the leading commodities in the area. According to government data from the Tempursari Village in 2020, around 80% of villagers have livestock, starting at small and largest scales. To succeed the success of the government program to become an independent and educated village, the government had Village Owned Business Entity (BUMDes). BUMDes Tempursari Village has 3 main business units, they are making fertilizers, construction, and agricultural products. The current construction unit relies on 2 jobs: rent tools and Eton village roads. However, while implementing Eton work, there are still obstacles related to the detonation's quality, work methods, and results. The person in charge of the construction unit does not have certification related to eton jobs but only based on experience. This causes a lack of control, concrete quality, and job results that do not match the National Standard of Indonesia (SNI). Therefore, assistance related to implementation work, quality, and making of concrete mix design. So that the quality of concrete can be more precise, on time, and timely is on the cost. Desa Tempursari berada sekitar 60 kilometer di selatan Kota Malang dan menjadi salah satu wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Peternakan merupakah salah satu komoditi unggulan dari daerah ini. Menurut data pemerintah desa Tempursari pada tahun 2020, sekitar 80% warga desa memiliki hewan ternak mulai dari skala kecil maupun besar. Dalam rangka mensukseskan program pemerintah guna menjadi desa mandiri dan berdikari, desa Tempursari memilik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes desa Tempursari memiliki 3-unit usaha utama, yaitu pembuatan pupuk organi, konstruksi, dan hasil pertanian. Khusus untuk unit konstruksi saat ini mengandalkan 2 pekerjaan yaitu sewa alat dan pembetonan jalan desa. Namun pada saat proses pelaksanaan pekerjaan pembetonan, masih terdapat kendala terkait mutu, metode pekerjaan dan hasil pembetonan. Penanggung jawab unit konstruksi tidak memiliki sertifikasi terkait pekerjaan pembetonan, namun hanya berdasarkan pengalaman saja. Hal ini menyebabkan tidak terkontrolnya mutu beton dan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan standard nasional Indonesia (SNI). Oleh sebab itu di butuhkanlah pendampingan terkait pekerjaan pelaksanaan, mutu, dan pembuatan mix design beton. Sehingga mutu beton yang dihasilakan dapat menjadi lebih tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.
Smartphone Donation for Education: A Technopreneurship’s Approach in Indonesian Case Study Halim , Siana; A.Y. Aysia, Debora; Lestari, Jessi; Shu San, Gan
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i62023p229-235

Abstract

This paper proposed a smartphone donation to help Indonesian students in remote areas and students who needed help, such as students in orphanages in Indonesia, using the technopreneurship approach. The technopreneurship steps that we used in this study started with collecting data through a questionnaire to know the willingness of Indonesians to donate and their preferences in donating their used smartphones. We found that 78.7% of the respondents are eager to donate, and they trust the social, educational, and religious institutions as trusted, credible institutions as places for collecting used smartphones. However, online channels are more convenient for them to donate, followed by donations through religious institutions such as mosques, churches, viharas, and temples. As a result, a business model canvas and a business process are constructed to answer the eagerness of Indonesians to donate their used smartphones. Penelitian ini mengusulkan donasi smartphone untuk membantu pelajar Indonesia di daerah terpencil dan pelajar yang membutuhkan bantuan, seperti pelajar di panti asuhan di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan technopreneurship. Langkah-langkah technopreneurship yang kami gunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data melalui kuesioner untuk mengetahui kesediaan masyarakat Indonesia untuk berdonasi dan preferensi mereka dalam mendonasikan smartphone bekas mereka. Kami menemukan bahwa 78,7% dari responden sangat ingin berdonasi, dan mereka mempercayai lembaga-lembaga sosial, pendidikan, dan keagamaan sebagai lembaga yang terpercaya dan kredibel sebagai tempat pengumpulan smartphone bekas. Namun, saluran online lebih nyaman bagi mereka untuk berdonasi, diikuti oleh donasi melalui lembaga keagamaan seperti masjid, gereja, vihara, dan kuil. Hasilnya, sebuah kanvas model bisnis dan proses bisnis dibangun untuk menjawab keinginan masyarakat Indonesia untuk mendonasikan smartphone bekas mereka.
Mobile Live Coding Interaction and User Interface Design for Informatics Students Patmanthara, Syaad; Nur Hidayat, Wahyu; Sutikno, Tri Atmadji; Soraya, Dila Umnia; Prasetyo, Wiji Dwi; Bramastya, Rista
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i62023p236-245

Abstract

This research was conducted to design a user interface design in the form of a prototype for learning media for mobile-based basic programming courses using a User-Centered Design approach. Where this approach uses four stages in its implementation, including: 1) Analysis, 2) Design, 3) Build or Revise, and 4) User Test. The use case diagram in this user interface uses two actors, namely students and admins. The test was conducted on 10 students and vocational high school students using the short-type User Experience Questionnaire (UEQ) test method. From the tests carried out, the average results of Pragmatic Quality are 1.70, Hedonic Quality is 1.39, and Overall is 1.54. From the results of the study, it was found that the mobile learning media interface for basic programming subjects was comfortable and easy to use. Penelitian ini dilakukan untuk merancang desain user interface berupa prototype media pembelajaran mata kuliah pemrograman dasar berbasis mobile dengan menggunakan pendekatan User-Centered Design. Dimana pendekatan ini menggunakan empat tahapan dalam implementasinya, antara lain: 1) Analisis, 2) Desain, 3) Build atau Revisi, dan 4) Uji Pengguna. Diagram use case pada user interface ini menggunakan dua aktor yaitu mahasiswa dan admin. Pengujian dilakukan terhadap 10 orang siswa dan siswi SMK dengan menggunakan metode tes User Experience Questionnaire (UEQ) tipe pendek. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh rata-rata hasil Pragmatic Quality sebesar 1,70, Hedonic Quality sebesar 1,39, dan Overall sebesar 1,54. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa antarmuka media mobile learning mata pelajaran pemrograman dasar nyaman dan mudah digunakan.
Pembuatan Kursi Massage Guna Meningkatkan Kompetensi Warga Binaan Lapas Wanita IIA Malang Pradani, Rizki Yulianingrum; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Leksono Edy, Duwi; Ichwanto, Muhammad Aris; Purbasari, Eva Putri
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i62023p246-251

Abstract

Class IIA Malang Women's Prison, as a correctional institution, organizes various rehabilitation and empowerment programs for Prisoners (WBP). In the context of dense training activities, especially in the fields of religion and skills, prison inmates' immunity and endurance decrease. In response, a training program for making Massage Chairs was implemented to improve the competency of prison inmates. This training aims to provide skills and expertise and enhance the personality of prison inmates. The results of this empowerment program are the production of Massage Chairs which the community can sell. The procurement process involves surveys, design, material procurement, production, testing, evaluation, and reporting activities. The program's success is measured by increasing the competency of prison inmates, which is expected to positively impact their reintegration into society and the world of work. Lapas Wanita Kelas IIA Malang, sebagai lembaga pemasyarakatan, menyelenggarakan berbagai program rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Dalam konteks padatnya kegiatan pelatihan, terutama di bidang agama dan keterampilan, terjadi penurunan imunitas dan daya tahan tubuh penghuni lapas. Sebagai respons, dilaksanakan program pelatihan pembuatan Kursi Massage untuk meningkatkan kompetensi penghuni lapas. Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan, keahlian, dan meningkatkan kepribadian penghuni lapas. Hasil dari program pemberdayaan ini berupa produksi Kursi Massage yang dapat dijual oleh masyarakat. Proses pengadaan melibatkan survei kebutuhan, perancangan, pengadaan material, produksi, uji coba, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan kompetensi penghuni lapas, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam reintegrasi mereka ke masyarakat dan dunia kerja.