cover
Contact Name
Tito Endramawan
Contact Email
nadimas@polindra.ac.id
Phone
+62234-546464
Journal Mail Official
nadimas@polindra.ac.id
Editorial Address
Jalan Lohbener Lama no.8 Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
ISSN : 29857325     EISSN : 29856647     DOI : https://doi.org/10.31884/nadimas.v1i1
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas) merupakan jurnal khusus yang mempublikasikan artikel kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun ruang lingkup jurnal menaungi multidisiplin ilmu dengan konsep terapan keilmuan, diantaranya adalah: 1. Penerapan teknologi tepat guna, 2. Aktivitas pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals); 3. Pemberdayaan masyarakat, pelayanan masyarakat 4. Penggalian potensi daerah, 5. Implementasi suatu kebijakan, 6. Proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
PENERAPAN MESIN HOT PRESS SEKAM PADI UNTUK PEMBUATAN PARTICLE BOARD PALLET DI DESA TENAJAR KEC.KERTASEMAYA- INDRAMAYU Sifa, Agus; Badruzzaman, B; Mahfud, M; Selin, Melia; R, Rachmatullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v2i2.55

Abstract

Indramayu district. After harvest, many farmers burn straw and rice husks, this produces air pollution and has a detrimental impact on the environment. Rice husks can be used as particle boards and have been developed so that they can be used as an alternative material for insulators, especially for cold storage. The process of making particle board is done by molding rice husk powder through a heating and pressing process. The pressing process on a hot press machine uses a pneumatic system and the heating process uses a heater. The process of making particle board using a hot press machine is carried out using an automatic heating and pressing system. The perfect temperature and time is 175°C and 15 minutes.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PEMISAH KULIT ARI KEDELAI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI UMKM KERIPIK TEMPE Suwandi, Dedi; Sifa, Agus; Endramawan, Tito
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i1.57

Abstract

Keripik tempe merupakan produk turunan dari kacang kedelai yang kaya akan gizi dan banyak manfaat untuk dikonsumsi. Permasalahan yang dihadapi produsen keripik tempe sebagian besar proses pembuatannya masih menggunakan metode manual. Contohnya proses pengupasan kacang kedelai dimana biji kedelai dipisahkan dari kulit arinya. Proses ini biasanya dilakukan oleh karyawan menggunakan tangan dan sendok. Proses pengupasan dilakukan pada saat kedelai masih hangat setelah kedelai direbus. Proses ini sangat penting karena jika kulit ari tidak dibersihkan maka akan mempengaruhi kualitas keripik tempe yang dihasilkan, keripik tempe akan memiliki rasa asam dan mudah basi. Solusi yang diberikan yaitu dengan membuat mesin pengupas kulit ari kedelai single roll. Mesin pengupas kulit ari kedelai single roll digerakan oleh motor listrik 1 phase 0,5 Hp, 1400rpm. Putaran motor listrik tersebut diturunkan menjadi 280 rpm yang menggerakan roll stanless steel bergelombang. Putaran roll menggilas kedelai yang turun dari hopper input, kemudian dibagian depan roll terdapat pemisah kulit ari dan kedelai yang sudah terkupas. Kulit ari akan turun ke bawah hopper kulit sedangkan kedelai terkupas akan keluar menuju hopper output. Kapasitas mesin pemisah kulit ari kedelai mampu mengupas 1 kg kedelai per satu menit. Semua kedelai terkupas 100% dengan 65% kulit terpisah ke bagian hopper kulit, kemudian masih terdapat 35% kulit yang terbawa ke hopper output bersama kedelai yang terkupas. Dengan mesin tersebut mitra pengguna dapat mengurangi waktu pengupasan dari 120 menit menjadi 30 menit per 100 kg.
PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DAN UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH (DBD) DI DESA GONDOSULI Khotimah, Husnul; Silowati, Veny; Farisman, Gilva; Hasanah, Viki; Fauzi, Ahmad; Nurjanah, suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i1.59

Abstract

Dengue fever (DHF) is caused by the dengue fever virus which spreads from person to person through the blood of the Aedes aegypti mosquito, it is important for people to do 3M namely draining, closing and recycling in order to reduce cases of dengue fever that occur.DHF cases appear every year in Gondosuli Village, Pakuniran subdistrict, one of them is Krajan Hamlet (In Gondosuli Village). The investigation we carried out was good on both sides health centers, health cadres and the community, have found that in the environment in The community is not well maintained so it will become a nest for mosquitoes. The purpose of This program is to prevent dengue cases in 2023, through the Service program Mosquito Nest Eradication. This counseling will be held in December 2023. This counseling design is observational with a sample size of 25 samples or by having each alley represented in observations in Gondosuli Village. In This activity program is divided into 3 stages, namely the implementation stage, the supervision stage larvae, and the implementation stage of the discussion results and the benefits of biopores. Result of This activity has obtained data that there are 10 residents' houses detected positive for mosquito larvae, apart from that, people in general have just drained the bathroom once a week, and after conducting a survey of residents and providing flayer benefits Mosquito Nest Eradication
EDUKASI PENERAPAN PHBS MENGGOSOK GIGI DAN CUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF NU BANTERAN Putri , Yurice Kusuma; Rahmawati, Helda Budi; Parasasri , Ayu Rahma Kusuma; Audina, Rina; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v2i2.60

Abstract

Community nursing is aimed at maintaining health, providing assistance through nursing interventions in helping individuals, families, groups and communities to overcome the health problems they face. Based on 2018 Riskesdas data, as many as 67.3% of children aged 5-9 years and 55.6% of children aged 10-14 years experienced dental and mouth problems. Based on the results of a study conducted on class V students at MI Ma'arif NU Banteran, it was found that 67.6% of students had problems with sore, cavities or blackened teeth. During the study, it was found that 4 out of 68 students only brushed their teeth once a day. The aim of this community service is to provide community nursing care in the school community in Banteran Village, Sumbang District in an effort to improve the health status of school residents. The activities were carried out with education and demonstrations related to PHBS which were held at MI Ma'arif NU Banteran on Monday, October 16 2023. The target of the activities was grade 5 students consisting of 68 students. This target was chosen based on the results of the survey and screening that had been carried out. Before carrying out the activity, students are given a pretest sheet to determine student understanding. The activity continued by providing information and skills through lecture and demonstration methods including material on how to brush your teeth properly and correctly and how to wash your hands in 6 steps. The media used are power points and dental phantoms. After the activity, an evaluation is carried out by providing a posttest sheet. Based on the results of data analysis, it shows that there was an increase in the average pretest score of 83.1, increasing to 89.9 during the posttest activity. Educational activities and 6-step PHBS demonstrations of toothbrushing and hand washing significantly influence students' knowledge and skills regarding PHBS behavior.
Penerapan Aplikasi “Desa Sehat” Di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Bachtiar Efendi; Winani; Hardi, Gilar Wisnu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i1.61

Abstract

Desa diurus oleh pemerintahan desa yaitu dalam rangka untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sehingga pemerintah desa mempunyai kewajiban memberikan pelayanan kepada warganya. Pemerintahan Desa merupakan penyelenggara urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Pemerintahan desa ini mempunyai tugas untuk membangun desa tersebut agar menjadi lebih baik sehingga kehidupan warganya lebih sejahtera. Pembangunan Desa ditujukan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu bertekad untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan wilayah menunjukan, adanya kebutuhan masyarakat terkait literasi kesehatan khususnya bagi ibu dan anak dan tindak lanjut penanganan kesehatan. Merujuk pada kondisi tersebut, kami bermaksud menindaklanjuti permasalahan yang ada dengan menerapkan aplikasi “Desa Sehat” yang berbasis android. Aplikasi ini akan diarahkan pada peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak sehingga menekan angka terjadinya kasus stunting di wilayah Desa Tenajar. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas beberapa tahap, antara lain: identifikasi masalah dan kebutuhan, analisis dan perencanaan, pembuatan sistem, uji coba dan evaluasi, serta pelaporan hasil pelaksanaan pengabdian. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan aplikasi berbasis android dan terpusat pada server. Aplikasi ini memuat tentang pengguna aplikasi yaitu kepala desa, pembantu kepala desa, admin desa, kader, ketua RT, dan bidan desa. Terwujudnya penerapan aplikasi desa sehat ini pihak desa dapat memantau kesehatan desanya melalui data kesehatan desa dan juga pemberian pertolongan kesehatan kepada warganya sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pemerintahan desa.
PENERAPAN APLIKASI MANAJEMEN KEUANGAN DI SMK TELADAN KERTASEMAYA Marjani Santosa, Yaqutina; Nugraha, Nur Budi; Muhamad, Fachrul PB
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i1.62

Abstract

Indramayu State Polytechnic (POLINDRA) is obliged to organize the Tridharma of Higher Education (education, research, and community service). Where lecturers (teaching staff) are required to carry it out. One of the mandatory implementations is community service. The results of community service can be in the form of applying, practicing, and cultivating science and technology to advance general welfare and educate the nation's life; and solving problems faced by the community by utilizing the expertise of relevant academic communities, the use of appropriate technology, science and technology development materials or teaching materials or training modules for the enrichment of learning resources.After making observations and interviews with the principal of SMK Teladan Kertasemaya, Mrs. Khoirun Nisa, S.Si, it was found that the problem in the form of an honorarium system in schools still uses a manual system. Manual systems often cause errors in the system due to human error and calculation problems. So a digitized system is needed so that these errors can be minimized. To overcome the problems that occur, a solution is proposed in the form of developing financial management applications in the school. In application development using website-based applications
SELF-ACUPRESURE DAN RAMUAN HERBAL UNTUK PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WONOKERTO 1 KABUPATEN PEKALONGAN Yuniarsih, Sri Mumpuni; Hasanah, Nunung; Martani, Rahajeng; Afifah, Umul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i1.67

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia is still very high. The government has made various efforts to reduce the incidence of hypertension or prevent complications of hypertension. One of the efforts made is the Prolanis program implemented at the Puskesmas. Activities carried out in Prolanis include education on the care of patients with chronic diseases such as self-acupressure and herbal ingredients. self-acupressure is a massage technique at a certain point to help overcome various health problems and disease complaints, while herbal ingredients are all forms of traditional medicine that have been used for generations and have proven safe to overcome various specific health problems. The method used in this community service is self-acupressure training and making safe herbal concoctions for people with hypertension so that they can be applied at home safely by referring to a book published by the Ministry of health. The massage is done in the area of the head, shoulders, back of the hands, and back of the feet with a pressing motion for approximately 30 counts The herbs given were honey and nutmeg as well as gotu kola and garlic. The results of this community service were 16 participants with hypertension who received independent acupressure training and made herbal concoctions to reduce head pain and improve the quality of sleep of hypertensive patients. Most of the participants were female (87.5%), with a pre-elderly age category of 62.5%. A total of 37.5% were in the category of grade 2 hypertension with most experiencing mild headache (43.75%) and mild sleep disturbances (37.5%). This activity implies that participants get simple skills in self-care of hypertensive patients that are easy, cheap, and safe to overcome some of the symptoms that often appear, namely headache and sleep disturbances. Recommendations that can be given are integrated services between programs at the puskesmas, in this case, the traditional health service program and the disease control program, so that patients are exposed to traditional treatment methods in addition to conventional treatment.
UPAYA MENCEGAH STUNTING: PENYULUHAN TENTANG JANGAN HAMIL DI USIA DINI “JAMILUDIN” DI DESA KARANGREJO Wahyu Nuralifah, Dina; Nabilah, Ihda; Daliya, Maysa; Maulidina, Rismayati; Islami, Wildah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i2.44

Abstract

Abstract Stunting is a global problem that chronically hinders children's growth and development due to malnutrition and adequate nutrition. One factor that can contribute to stunting is early pregnancy. This study aims to explore efforts to prevent stunting through an outreach approach on the impact of early pregnancy in Karangrejo Village. Counseling is considered an effective instrument in increasing awareness and understanding of adolescents about the importance of taking blood-boosting tablets, the negative effects of pregnancy at an early age and its impact on child growth. This research method involves a qualitative approach by conducting interviews with Karangrejo Village officials on stuntinng and focus group discussions. The results revealed that stunting cases in the village were influenced by low understanding of stunting and the importance of nutrition during pregnancy. The counseling conducted succeeded in increasing the knowledge and awareness of the community and adolescents, describing the side effects of early pregnancy on child growth. In addition, this approach also mobilizes active community participation in overcoming this problem. This effort involves collaboration between health workers, village governments, and communities in providing the education and support needed. In conclusion, this study shows that counseling on the impact of early pregnancy can be an effective strategy in stunting prevention efforts in Karangrejo Village. By raising public awareness and knowledge and garnering cross-sectoral support, this approach has the potential to create significant change in tackling stunting and ensuring healthier growth of future generations. Keywords: Stunting, counseling, early pregnancy
PENCEGAHAN STUNTING DENGAN EDUKASI DAN PEMANTAUAN IMT PADA MASYARAKAT RW V KELURAHAN WONODRI Nibroniah, Saniyatin; Hartati, Elis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i2.68

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah 5 tahun karena kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Salah satu indikasi dari stunting yaitu tinggi badan yang lebih pendek dari tinggi badan normal menurut usia anak. banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, mulai dari pengetahuan, lingkungan, ekonomi, imunitas, sikap dan perilaku kesehatan dalam keluarga. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani stunting diantaranya adalah edukasi, pemenuhan gizi yang cukup serta pemantauan secara berkala. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini untuk mengimplementasikan edukasi pencegahan stunting dan pemantauan antropometri nak baita sebagai salah satu upaya untuk ikut serta penurunan angka stunting di Indonesia. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi, dan pemantauan. Intervensi yang dilakukan pada penelitian ini berupa edukasi tentang stunting, ASI eksklusif, edukasi makan buah, sayur dan meningkatkan nafsu makan anak, edukasi cuci tangan, edukasi tentang rokok, pemantauan berat badan dan tinggi badan pada anak. Hasil dari intervensi yang telah dilakukan selama 2 minggu didapatkan adanya peningkatan pengetahuan tentang stunting, ASI eksklusif, makan buah dan sayur, PHBS (cuci tangan), serta pengetahuan bahaya rokok. Pada pemantauan BB dan TB terdapat peningkatan balita usia 25-36 bulan tidak berisiko stunting menjadi 3 anak (60%).
MENGOPTIMALKAN LIMBAH KULIT NANAS SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DI DESA MEKAR JAYA,KECAMATAN SAJAD Tritisari, Angga; J, Juniardi; A, Andiono
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/nadimas.v3i2.69

Abstract

Umumnya limbah nanas seperti halnya kulit nanas tidak termanfaatkan dengan baik dan dianggap sebagai      sampah yang seharusnya dibuang. Padahal dari hasil uji fitokimia, kulit nanas mengandung senyawa flavonoid, tanning dan saponin serta mengandung senyawa yang berpotensi sebagai anti bakteri. Salah satu pemanfaatan limbah kulit nanas adalah sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun cuci piring. Sabun Cuci piring yang dihasilkan dari olahan kulit nanas dan irisan jeruk purut memiliki aroma yang  segar dan khas jeruk purut, serta daya cuci yang baik dan lembut di tangan. Tujuan dari pengabdian ini yaitu dapat meningkatkan pemgetahuan dan ketrampilan masyarakat khusunya Ibu -Ibu PKK Desa Mekar Jaya Kecamatan Sajad dalam memanfaatkan limbah kulit nanas yang dibuang begitu saja , memjadi produk yang lebih beranfaat dan lebih lanjut, Ibu-Ibu PKK Desa Mekar Jaya dapat membuat sendiri sabun cuci piring untuk keperluan sendiri ataupun di kembangkan untuk diperjualbelikan sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta menumbuhkan UMKM baru di Desa Mekar Jaya.