cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Komparasi Efisiensi Pemasaran Sayur-sayuran di Daerah Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Ikramatul Fitria; Suyanti Kasimin; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.719 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2204

Abstract

Abstrak. Cabai dan bawang merah merupakan salah satu jenis komoditas andalan untuk bahan pangan jenis holtikultura, peningkatan produksi kedua komoditas ini terus meningkat. Aktivitas pemasaran sangat penting agar komoditi hasil petani dapat sampai ke tangan konsumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efisiensi pemasaran dan kendala-kendala dalam pemasaran sayur-sayuran (cabai dan bawang merah) di daerah dataran tinggi (Kabupaten Bener Meriah) dan dataran rendah (Kabupaten Aceh Besar). Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dan Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dengan metode pengambilan sampel petani yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling dan Snowball sampling untuk pedagang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis margin pemasaran, efisiensi pemasaran, mengitung farmer’s share dan analisis deskriptif untuk mengetahui saluran pemasaran dan kendala-kendala dalam pemasaran. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai dan bawang merah dan hasil analisis efisiensi pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran pada cabai dan bawang merah di Kabupaten Aceh Besar dibukitkan dengan nilai efisiensi yaitu 2,35%, serta kurangnnya pasokan produk dari petani lokal dan berfluktuasinya harga menjadi kendala didalam pemasaran cabai dan bawang merah. Dapat diambil kesimpulan diketahui bahwa kedua jenis saluran pemasaran yang terbentuk sudah efisien. Abstract. Chili and onion are one of the mainstay commodity types for horticultural food, The increasing of both of these commodities is constantly ceaseless. Marketing activity is absolutely crucial in order to deliver those harvested commodities to the consumers. This study aims to compare the marketing efficiency with its obstacles in vegetables (chilli and onion) marketing process in the highlands (Bener Meriah) and lowland (Aceh Besar). The research was carried out in Bukit, Bener Meriah and Darussalam, Aceh Besar. The researcher applied stratified random sampling to pick the samples from farmers and snowball sampling for the traders. The method analysis that has been used in this research is marketing margin analysis, efficiency marketing, farmer’s share counting and descriptive analysis to investigate the marketing channels and the obstacles in the marketing. The results of the study revealed that there are two marketing channels chili and onions. and through efficiency analysis it can be understood that the most efficient marketing is a chilli marketing channel in Aceh Besar which was proven with a value 2.35%, a lack of supply from local farmers, and the price fluctuation has been becoming the obstacles in marketing both chili and onions. It can be concluded that both of the formed marketing channel types are efficient.
Pegaruh Posisi Buah pada Cabang terhadap Viabilitas Beberapa Benih Kopi Varietas Unggul Aceh Maria Ulfah; Halimursyadah Halimursyadah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.207 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24118

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi buah kopi pada cabang terhadap viabilitas beberapa benih kopi varietas unggul aceh. Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala diawali pada januari 2022 sampai april 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Posisi buah pada cabang sebagai faktor pertama sedangkan varietas kopi sebagai faktor ke dua. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf ialah posisi pangkal cabang, posisi tengah cabang dan posisi ujung cabang. Faktor kedua terdiri dari 3 taraf varietas ialah variatas Gayo 1, varietas Gayo 2 dan varietas Gayo 3. Hasil penelitian menunjukkan posisi buah pada cabang berpengaruh nyata pada parameter berat kering benih tapi tidak berpengaruh pada parameter potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepetan tumbuh dan keserempakan tumbuh. Varietas kopi berpengaruh sangat nyata pada parameter kecepatan timbuh, berpengaruh nyata pada parameter berat kering benih, potensi tumbuh, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Kombinasi perlakuan posisi buah pada cabang dan varietas terlihat pada parameter berat kering biji dan kecepatan tumbuh. The Effect of Fruit Position on Branches on the Viability of Some Superior Aceh Coffee VarietiesAbstract. This study aims to determine the effect of the position of the coffee cherries on the branch on the viability of several superior varieties of aceh coffee seeds. This research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University starting from January 2022 to April 2022. This study used a 3 x 3 factorial complete randomized design with 3 replications. The position of the fruit on the branch is the first factor, while the coffee variety is the second factor. The first factor consists of 3 levels, namely the position of the base of the branch, the position of the middle branch and the position of the end of the branch. The second factor consisted of 3 varieties levels namely the Gayo 1 variety, the Gayo 2 variety and the Gayo 3 variety. The results showed that the position of the fruit on the branch had a significant effect on the parameter of seed dry weight but had no effect on the parameters of potential growth, germination power, growth speed and growth synchrony. Coffee variety has a very significant effect on the parameters of growth rate, significant effect on the parameters of seed dry weight, growth potential, germination capacity and growth simultaneity. The combination of treatment on the position of the fruit on the branch and the variety can be seen in the parameters of seed dry weight and growth speed.
Strategi pengembangan ekowisata gua sarang sebagai penunjang kawasan wisata alam pulau sabang risna olayani; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.079 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.24030

Abstract

Abstrak:Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang memiliki fokus pada kelestarian sumber daya alam sedangkan kegiatan ekoturisme adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata, pendidikan, penelitian, kebudayaan dan cinta alam yang di lakukan di dalam objek wisata alam.  Ekowisata Gua Sarang merupakan objek wisata yang menampilkan pesona pantai dan gua yang berada dalam satu objek wisata. Ekowisata Gua Sarang merupakan gua alami yang terletak di sebelah barat kawasan wisata Pantai Iboih tepatnya di balik bukit Gunung Sabang. Gua Sarang merupakan objek ekowisata yang baru dan masih dalam proses pengembangan. Strategi pengembangan kepariwisataan bertujuan untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang berkualitas, seimbang dan bertahap. Pengelolaan kegiatan pariwisata sangat diperlukan dalam rangka menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama di daerah tujuan wisata dan bagaimana agar wisatawan membelanjakan uangnya sebanyak banyaknya selama melakukan perjalanan wisata.  Pada Ekowisata Gua Sarang memakai analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan gua sarang.Strategi Pengembangan Ekowisata Gua Sarang adalah berupa Mengembangkan Ekowisata Gua Sarang menjadi ekowisata unggulan kota sabang, Pemberdayaan masyarakat sekitar gua sarang, Peningkatkan promosi Gua Sarang dan perbaikan Akses jalan menuju gua.The strategy for the development of cave nest ecotourism as a support for the natural tourism area of Sabang Island Abstract. Ecotourism is a tourism activity that has a focus on preserving natural resources while ecotourism activities are recreational and tourism activities, education, research, culture and love of nature which are carried out in natural tourist objects. Sarang Cave Ecotourism istourist attraction that displays the charm of the beach and caves that are in one tourist attraction. Sarang Cave ecotourism is a natural cave located to the west of the tourist area of Iboih Beach, to be precise, behind the hill of Mount Sabang. Sarang Cave is a new ecotourism object and is still in the process of being developed. The tourism development strategy aims to develop quality, balanced and gradual products and services. Management of tourism activities is very necessary in order to restrain tourists from staying longer in tourist destinations and how to make tourists spend as much money as possible while traveling. In Sarang Cave Ecotourism, SWOT analysis is used to determine the development strategy and the factors that influence the development of Nest Cave.The strategy for developing Sarang Cave Ecotourism is in the form of developing Sarang Cave Ecotourism to become a leading ecotourism in the city of Sabang, Empowering communities around the nest cave, Increasing promotion of Sarang Cave and improving access to the road to the cave
Analisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha Tani Jamur Merang (Studi Kasua Usaha Bujang Jamur di Desa Rumpet Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar) Rizki Fajri; Akhmad Baihaqi; Anwar Deli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.891 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20871

Abstract

Mushrooms are vegetables that are good for humans and have a fairly high nutritional value, namely potassium, protein, antioxidants, crude fiber, B vitamins, vitamin D and Beta glucan. Mushrooms can be processed as food, including mushroom soup, mushroom paste, salad, and can even be processed into a kind of crisp or chip. In 2018-2019, national mushroom production per year is in the range of 33 thousand tons, while domestic demand is estimated at 48 thousand tons. Based on this data, it means that there is still a difference of around 15 thousand tons per year that has not been able to be met from domestic production. This was a great opportunity for mushroom cultivators. This indicates that Indonesia has not been able to meet the domestic demand for mushrooms and there are many opportunities for mushroom entrepreneurs in Indonesia. There are recorded as many as 910,028 farmers throughout Aceh Province, as for Aceh Besar District, there are 61,316 farmers. There are various kinds of farming that are cultivated in Aceh Besar, one of which is mushrooms. One type of mushroom cultivated is straw mushroom (Volvariella volvaceae). Similarly to the facts above, the supply of mushrooms in Aceh is still not able to meet its high demand. One of those who have started a mushroom cultivation business in Aceh Besar is the mushroom business which is managed by Maulana. The name of this business is Bujang Jamur, located in Rumpet Village, Darussalam District, Aceh Besar Region. This study aims to analyze the advantages of the Bujang Jamur business and then determine the right development strategy by utilizing the strengths and opportunities of this business. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively. The data that has been obtained are analyzed using profit analysis and SWOT analysis using the IFE/EFE matrix. Data analysis begins with determining the weights of strategic factors that affect the business, then the results of the weights are analyzed using a SWOT matrix. Based on the results of the profit analysis, it was obtained that the R/C Ratio was 1.93, which means it can be said that the Merang Mushroom Business run by Bujang Mushroom is included in the profitable category. As for the SWOT analysis diagram, the Bujang Mushroom business is in quadrant I or the aggressive quadrant, which means that the strengths and opportunities available in the Bujang Mushroom business can still be utilized as much as possible so that they can take advantage of the high demand in the market.
Identifikasi Jenis Penyu Di Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, Aceh Selatan Muhammad Alif Rachman; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.952 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20865

Abstract

Abstrak. Keberadaan populasi penyu mengalami penuruan yang disebabkan oleh berbagai faktor alami dan aktifitas manusia. Di Indonesia banyak pantai yang menjadi lokasi bertelur nya penyu, salah satunya yaitu Pantai Rantau Sialang yang terletak di Desa Pasie Lembang, Kluet Selatan, Aceh Selatan. Sejak tahun 2010 pantai Rantau Sialag telah dijadikan sebagai Stasiun Konservasi Penyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyu yang melakukan pendaratan di Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember sampai dengan Januari 2022 bertempat di Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, Kluet Selatan, Aceh. Metode yang digunakan merupakan metode survei secara deskriptif yang bertujuan guna mendapatkan informasi dan gambaran keadaan di lapangan. Pengumpulan data dilakukan pukul 22.00 WIB sampai dengan 06.30 WIB. Hasil penelitian di Pantai Rantau Sialang peneliti menemukan 2 jenis penyu yakni Lepidochelys olivacea dan Dermochelys coriacea. Parameter yang diukur yakni pada Dermochelys coriacea menggunakan meteran rol dengan hasil yang didapat yakni panjang karapas 157 cm, lebar karapas 77 cm, panjang lekung karapas 165, dan lebar lekung karapas 130 cm.identification of Turtle Species at The Rantau Silang Turtle Conservation Station, South AcehAbstract. The existence of turtle populations experiences hunting caused by various natural factors and human activity. In Indonesia many beaches are the locations for laying turtles, one of which is the Sialang Rantau Beach located in Pasie Lembang Village, South Kluet, South Aceh. Since 2010 the coast of Santau Sialag has been used as a Turtle Conservation Station. This research aims to find out the types of turtles that land at the Sialang Turtle Conservation Station. The research was conducted in December to January 2022 at the Sialang Turtle Conservation Station, South Kluet, Aceh. The method used is a descriptive survey method that aims to obtain information and a picture of the situation in the field. Data collection is done at 22.00 WIB to 06.30 WIB. Research results at the Sialang Monitor Beach researchers found 2 types of sea turtles, Lepidochelys olivacea and Dermochelys coriacea. The parameters measured in Dermochelys coriacea use a roller meter with the results obtained, 157 cm long carapace, 77 cm carapace width, carapace length 165, and carapace glow width 130 cm
Uji Daya Hasil S5 Jagung (Zea mays L.) Hibrida Nur Roslini; Bakhtiar Bakhtiar; Siti Hafsah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.732 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14868

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi tanaman jagung berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di PT Syngenta Seed Indonesia Kediri Field Station dusun Sukodono desa Kedungmalang kecamatan Papar kabupaten Kediri, Jawa Timur yang berlangsung pada Mei sampai Oktober 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 24 genotipe uji, 4 genotipe pembanding (untuk uji daya hasil) dengan 2 ulangan. Pada uji daya hasil diperoleh 7 genotipe yaitu 18ID010144, 18ID010123, 18ID006020, 18ID010135, 18ID010125, 18ID007419 dan 18ID010148 yang memiliki daya hasil tinggi diatas genotipe pembanding daya hasil tertinggi. 24 genotipe uji yaitu 18ID010125 memiliki daya hasil 14,12 ton ha-1 genotipe 18ID010123 memiliki daya hasil tertinggi 15,28 ton ha-1 dan genotipe 18ID010148 memiliki daya hasil 13,91 ton ha-1. Yield Trial Screening on S5 Hybrid Maize (Zea mays L.)Abstract. This research aims to select maize are high yield. This research was conducted at PT Syngenta Seed Indonesia Kediri Field Station Sukodono in Sukodono sub-village, Kedungmalang village, Papar district, Kediri district, East Java, which took place from May to October 2019. The design used in this research was Non Factorial Randomized Block Design (RBD) with 24 test genotypes, 4 comparative genotypes (for yield trial) with 2 replications. The results showed that In yield trial was obtained 7 genotypes (18ID010144, 18ID010123, 18ID006020, 18ID010135, 18ID010125, 18ID007419 dan 18ID010148) which have high yields above the highest comparative yield genotypes. There were 3 genotypes selected from 24 test genotypes consist 18ID010125 has yield 14,12 tons ha-1,genotype 18ID010123 has the highest yield 15,28 tons ha-1 and genotype 18ID010148 has yield 13,91 tons ha-1. 
Efektifitas Konsentrasi NAA (Naphtalene Acetic Acid) dan Kinetin Terhadap Pertumbuhan Tunas Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) Secara In Vitro Nura Luthfia; Marai Rahmawati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.481 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.10983

Abstract

Abstrak. Pisang raja adalah salah satu jenis pisang unggul dan diminati masyarakat karena dapat dimakan baik segar maupun dalam bentuk olahan dengan rasa dan aroma yang khas. Produksi pisang raja mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Solusi untuk mendapatkan persediaan bibit dalam jumlah banyak yaitu dengan cara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi NAA dan Kinetin yang tepat serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan tunas pisang raja secara kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan April hingga Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 3x3 dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu konsentrasi NAA (3 taraf yaitu 1, 2 dan 3 ppm). Faktor kedua yaitu konsentrasi Kinetin (3 taraf yaitu 2,5, 5 dan 7,5 ppm) yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan persentase hidup eksplan tertinggi yaitu pada kombinasi NAA 1 ppm dan kinetin 5 ppm. Persentase eksplan hidup terendah yaitu pada kombinasi NAA 1 ppm dan kinetin 2,5 ppm, NAA 2 ppm dan kinetin 2,5 ppm, NAA 3 ppm dan kinetin 2,5 ppm dan NAA 3 ppm dan kinetin 5 ppm.Effectiveness of NAA and Kinetin Concentration on Shoot Growth of Raja Banana (Musa paradisiaca. L) by In VitroAbstract. Banana plantain is one of the superior and popular species of bananas because it can be eaten both fresh and in processed form with a distinctive taste and aroma. The production of plantain has experienced a decline in the last few years. Solution to get a large number of seedlings by tissue culture. This study aimed to obtain the concentration of NAA and Kinetin is right and the interaction between them on the basis of plantain shoot growth tissue culture . This research was carried out in the Tissue Culture Laboratory of Agriculture Faculty, Syiah Kuala University in April to August 2018. This study used  a Completely Randomized 3x3 Factorial Design with 2 treatment factors. The first factor is NAA concentration ( 3 levels, namely 1, 2 and 3 ppm ) . The second factor is the Kinetin concentration ( 3 levels, 2.5 , 5 and 7.5 ppm ) repeated 3 times . The results showed the highest percentage of explant life was in the combination of NAA 1 ppm and kinetin 5 ppm. The percentage of the lowest live explant is 1 ppm NAA combination and 2.5 ppm kinetin , 2 ppm NAA and 2.5 ppm kinetin , 3 ppm NAA and 2.5 ppm kinetin and 3 ppm NA A and 5 ppm kinetin. 
Karakteristik Kimia Tanah di Daerah Vulkanik Jaboi Kota Sabang Rosa Hestia Putri; Teti Arabia; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.724 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13841

Abstract

Abstrak. Tanah abu vulkanik adalah salah satu tanah yang subur dan produktif dibandingkan dengan tanah-tanah lain karena memiliki kandungan bahan organik yang tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah yang berada di daerah vulkanik Jaboi Kota Sabang. Metode yang digunakan yaitu survai deskriptif. Titik pengamatan (pembuatan pedon) ditentukan dengan cara survai berdasarkan transek toposekuen, yaitu rute pengamatan tanah dengan memperhatikan tingkat perbedaan kontur dan ketinggian tempat. Secara umum karakteristik kimia pada daerah vulkanik Jaboi untuk dijadikan lahan pertanian kurang baik, kecuali dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia tersebut.Chemical Characteristics of Soil in the Jaboi Volcanic Area of Sabang CityAbstract. Volcanic ash is one of the fertile and productive soils compared to other soils because it has a high content of organic matter and is widely used for agricultural development. This study aims to determine the chemical characteristics of the soil in the Jaboi volcanic area of Sabang. The method used is descriptive survey. The observation point (pedon making) is determined by survey based on a toposequent transect, which is the soil observation route by taking into account the different levels of contours and altitude. In general the chemical characteristics of the Jaboi volcanic area to be used as agricultural land are not good, unless improvements are made to the chemical properties.
Analisis Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Dalam Meningkatkan Pendapatan Usahataninya Di Kecamatan Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah Herlina Fitryani; Mustafa Usman; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.475 KB)

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura sayuran yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai bahan pelengkap masakan. Kebutuhan konsumsi bawang merah yang terus meningkat membuat pemerintah menjadikan bawang merah sebagai sayuran unggulan nasional dan sebagai komoditi prioritas. Kecamatan Laut Tawar merupakan salah satu sentral bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Laut Tawar apakah sudah efisien dan mengetahui usahatani bawang merah dapat memberikan pendapatan yang layak bagi petani bawang merah di Kecamatan Laut Tawar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan menggunakan kuisioner. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Model analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode analisis saluran pemasaran, analisis margin, analisis profit margin, efisiensi pemasaran, pendapatan dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Laut Tawar menggunakan saluran satu tingkat dan dua tingkat pemasaran.Efisiensi pemasaran bawang merah pada saluran pemasaran pertama sebesar 36,82 % dan pada saluran pemasaran kedua 40,02%. Nilai perhitungan R/C ratio yang diperoleh sebesar 2.74 hal ini menunjukan bahwa usahatani bawang merah layak dan menguntungkan.
Pemanfaatan Tepung Ampas Tahu dan Karagenan pada Pembuatan Bakso Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Lutfi Alvian; Eva Murlida; Syarifah Rohaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.432 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.5481

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ampas tahu dan karagenan pada pembuatan bakso jamur merang terhadap mutu bakso jamur merang yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi tepung ampas tahu (T) yang terdiri atas tiga taraf yaitu T1 = 6%, T2= 9%, T3 = 12%. Faktor kedua adalah konsentrasi karagenan (B) terdiri atas dua taraf yaitu B1= 3%, B2= 6%. Kombinasi penelitian dalam penelitian ini adalah 3 x 2 = 6 kombinasi perlakuan dengan menggunakan tiga (3) kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Berdasarkan penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil analisis bakso jamur merang yaitu: kadar air 75,75%, kadar abu 2,90%. Uji organoleptik secara hedonik diperoleh nilai rata-rata pada warna 3,37 (biasa), aroma 2,86 ( biasa), tekstur 2,86 (biasa) dan rasa 2,96 (biasa). Uji gigit (kekenyalan) diperoleh nilai rata-rata 5,71 (dapat diterima, kenyal). Analisis kadar protein dan kadar serat kasar yang dianalisis hanya 6 sampel berdasarkan perlakuan terbaik dengan metode rangking dari kadar air, kadar abu, organoleptik, dan uji gigit (kekenyalan). Analisis kadar protein diperoleh nilai rata-rata 17,39%  dan kadar serat kasar diperoleh nilai rata-rata 4,14%. Abstract. This research was aimed to determine the effect of addition of tofu and carrageenan dregs flour on the manufacture of mushroom meatballs on the quality of mushroom meatballs produced. This research used Factorial Random Design (RAL) which was consisted of two factors. The first factor was the concentration of dregs flour tofu (T) consisting of three levels, namely T1 = 6%, T2 = 9%, T3 = 12%. The second factor was the concentration of carrageenan (B) consists of two levels, namely B1 = 3%, B2 = 6%. The combination of the research in this study was 3 x 2 = 6 treatment combinations using three (3) replications, so that 18 experimental units were obtained. Based on the research, the average value of meatballs mushroom analysis results were water content 75.75%, ash content 2.90%. The organoleptic test hedonic obtained the average value on the color 3.37 (netral), aroma 2.86 (netral), texture 2.86 (netral) and taste 2.96 (netral). The test of bite (elasticity) was obtained by mean value 5,71 (acceptable, chewy). Protein content and crude fiber content were analyzed by only 6 the best treatment based on water content, ash content organoleptic and test of bite (elasticity). Analysis of protein content was obtained by mean value 17.39% and the mean of crude fiber content was 4.14%

Page 10 of 103 | Total Record : 1028