cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Kompos Jerami Padi dan Pemupukan Lengkap terhadap Sifat Kimia Tanah Sub Optimal dan Pertumbuhan Padi Lokal Tipe Baru Muhammad Luthfy; Yadi Jufri; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.539 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20031

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan ataupun pengelolaan penanaman padi lokal tipe baru pada lahan sub optimal diharapkan mendapat perhatian agar diperoleh hasil yang memuaskan sehingga program ini dapat mendukung terhadap ketahanan pangan, oleh karnanya untuk meningkatkan kesuburan pada tanah sub opotimal adalah dengan menggunakan kompos jerami padi sebagai sumber hara. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat kimia tanah sub optimal serta peningkatan pertumbuhan padi lokal tipe baru dengan menggunakan kompos jerami padi serta pemupukan lengkap. Penelitian menggunakan metode percobaan dimana tanaman indikator ditanam dalam pot yang berisi tanah sebagai media tanam sebanyak 15 kg per pot. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan Acak Kelompok pola Faktorial (RAK). Faktor pertama adalah kompos jerami padi yang terdiri atas 3 (tiga) taraf, sedangkan faktor kedua berupa pemupukan lengkap (NPK) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa simpulan diantaranya pemberian kompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah yaitu pada N-total. Pemberian pupuk N, P, dan K berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah seperti Kdd dan juga pada pertumbuhan tanaman seperti berat berangkasan basah serta berat berangkasan kering. Terdapat interaksi Kompos Jerami Padi dan pemupukan terdapat interaksi pada pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman 15 HST dan tinggi tanaman 60 HST.Impact of Rice Straw Compost and Complete Fertilization on Sub Optimal Soil Chemistry, and New Types of Local Rice GrowthAbstract. Utilization or management of new types of local rice cultivation on sub-optimal land has received attention so that satisfactory results can be obtained so that this program can support food security, therefore to increase fertility in sub-optimal soils is to use rice straw compost as a source of nutrients. The purpose of this study was to determine the chemical properties of the sub-optimal soil and to increase the growth of new types of local rice using rice straw compost and complete fertilization. The study used an experimental method in which the indicator plants were planted in pots containing 15 kg of soil as a planting medium per pot. The study was arranged in a factorial randomized block design (RAK). The first factor was rice straw compost consisting of 3 (three) levels, while the second factor was complete fertilization (NPK) which consisted of 3 (three) levels) and each treatment was repeated 3 times. Based on the results of the study, it can be concluded that there are several conclusions including the provision of rice straw compost that significantly affects the chemical properties of the soil, namely the N-total. The application of N, P, and K fertilizers had a significant effect on the chemical properties of the soil such as Kdd and also on plant growth such as the weight of wet and dry plants. There is an interaction of Rice Straw Compost and fertilization, there is an interaction on plant growth, namely plant height 15 HST and plant height 60 HST.
Kuat Tarik Edible Film Bahan Dasar Pati Sagu Dengan Penambahan Sorbitol Sufri Yanto Syahputra; Raida Agustina; Bambang Sukarno Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.756 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19598

Abstract

Abstrak. Edible film adalah produk lembaran tipis yang digunakan untuk melapisi makanan yang berfungsi sebagai penghalang kelembaban, oksigen, karbon dioksida, aroma, dan transfer zat terlarut, serta aditif yang meningkatkan kualitas makanan. Kelebihan dari edible film antara lain: dapat menghambat difusi oksigen dan uap air memasuki bahan pelapis, menghambat pembusukan mikroba dan keamanannya itu dikonsumsi. Faktor konsentrasi sorbitol terdiri dari taraf yaitu S0 sebesar 1,4 %, S1 sebesar 1,6%, S2 sebesar 1,8%, dan S3 sebesar 2% dari total volume larutan pembuatan film. Hasil penelitian memperoleh nilai kuat tarik dengan variasi konsentrasi sorbitol (1,4%, 1,6%, 1,8%, 2%) yaitu 76 kgf/cm2, 86 kgf/cm2, 75 kgf/cm2, 79 kgf/cm2. Hasil terbaik dari penelitian ini didapat pada konsentrasi sorbitol 1,6% dimana, nilai kuat tarik telah memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) namun belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).Tensile Strength Edible Film Sago Starch Base With Addition Of Sorbitol As PlasticizerAbstract. Edible film is a thin sheet product that is used to coat food and serves as a barrier to moisture, oxygen, carbon dioxide, fragrance, and solute transmission, as well as food additives. Edible films have several advantages, including the ability to prevent oxygen and water vapor from entering the coating material, the prevention of microbial deterioration, and the fact that they are safe to eat. S0 of 1,4%, S1 of 1,6%, S2 of 1,8%, and S3 of 2% of the total volume of the film-making solution were the levels of sorbitol concentration factor. The tensile strength values obtained with variations in sorbitol concentrations (1,4%, 1,6%, 1,8%, 2%) namely 76 kgf/cm2, 86 kgf/cm2, 75 kgf/cm2, 79 kgf/cm2. The greatest results were from a sorbitol concentration of 1.6 percent, where the tensile strength value met the Japanese Industrial Standard (JIS) but not the Indonesian National Standard (SNI).
Analisis Laju Infiltrasi pada Kebun Kopi Robusta di Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Sartika Ningsih; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.557 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19047

Abstract

Abstrak . Laju infiltrasi adalah kecepatan masuknya air ke dalam tanah dan tergantung pada kondisi tanah. Perkebunan kopi robusta tentunya memiliki beberapa tingkatan umur tanaman yaitu dari umur muda sampai umur dewasa. Akar tanaman yang matang mempengaruhi pori-pori di dalam tanah. Keberadaan akar tanaman di dalam tanah tidak hanya meningkatkan aktivitas mikroorganisme, tetapi pori-pori tanah juga semakin besar sehingga peluang masuknya air ke dalam tanah juga semakin besar. Penelitian ini mengkaji laju infiltrasi pada beberapa umur tanaman kopi Robusta. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Kopi Robusta, Desa Bintang Bener, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan Double Ring Infiltrometerdan perhitungan menggunakan model Horton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju infiltrasi tertinggi terdapat pada titik pertama pada umur 9 bulan, laju infiltrasi awal (f0) adalah 24 cm jam־¹ dan laju infiltrasi konstan (fc) adalah 8,4 cm jam־¹ .Analisis Laju Infiltrasi Pada Perkebunan Kopi Robusta Kabupaten Ketambe Kabupaten Aceh TenggaraAbstrak. The infiltration rate is the rate at which water enters the soil and depends on soil conditions. Robusta coffee plantations certainly have several levels of plant age, namely from young age to adult age. Mature plant roots affect the pores in the soil. Plant roots in the soil are not only increasing the activity of microorganisms, but the pores of the soil are also getting bigger so that the opportunity for water to enter the soil is also greater. This study examines the infiltration rate at several ages of Robusta coffee plants. This research was carried out at the Robusta Coffee Garden, Bintang Bener Village, Ketambe District, Southeast Aceh Regency. This study uses a Double Ring Infiltrometer and calculations using the Horton model. The results of this study indicate that the highest infiltration rate is at the first point at the age of 9 months, the initial infiltration rate (f0) is 24 cm hour־¹ and the constant infiltration (fc) is 8.4 cm hour־¹.
Pengaruh Berbagai Media Tanam dan Dosis Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis Melo L) Vithalia Yuspha Sari; Ashabul Anhar; Nanda Mayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.021 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.16380

Abstract

Abstrak :  Penelitian ini dilakukan untuk menguji jenis media tanam dan dosis mikoriza serta interaksi keduanya yang paling efektif untuk meningkatkan produksi tanaman melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan 2 faktor yaitu : Faktor pertama media tanam terdiri dari empat taraf, M0 = tanah, M1 = tanah + arang sekam, M2 = tanah + kompos dan M3 = tanah + arang sekam + kompos. Faktor II : dosis mikoriza (D) D0 = 0 g tan-1, D1 = 15 g tan-1 dan D2 = 30 g tan-1. Banyak ulangan yang dilakukan untuk setiap perlakuan yaitu 3 kali ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 2 tanaman. Dengan demikian jumlah seluruhnya yaitu 72 tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat buah dan diameter buah. Jenis media tanam terbaik ditunjukkan oleh perlakuan arang sekam dan kompos. Dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi, diamater tanaman dan berat buah. Dosis mikoriza terbaik dijumpai pada perlakuan mikoriza dengan dosis 15 g tan-1. Terdapat interaksi yang nyata antara media tanam dan dosis mikoriza. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh arang sekam dan kompos dengan pemberian dosis mikoriza 15 g tan-1.The Effects of Various Growing Media and Mycorrhizae Doses on Growth and Production of Melon (Cucumis melo L.)Abstract. The purpose of this research is to find out which interaction of two existing factor : growing media and mycorrhizae dosage, is the most effective for increasing melon production. This research use Randomized Block Design Factorial with 2 factors. First factor, growing media have four different condition, M0 = only soil , M1 = soil + husk charcoal, M2 = soil + compost, and M3 = soil + husk charcoal + compost. Second factor, mycorrhizae dosage have three different amount, D0 = 0 g tan-1, D1 = 15 g tan-1, D2 =30 g tan-1. Every existing combination of the two factors which summed up to 12 is tested with 2 melons each, and the research iterate the process 3 times to get the best result, 72 melons in total used in this research. Research result show that growing media highly affect melon’s height, diameter and fruit weight, the best result showed from husk charcoal + compost condition. Mycorrhizae dosage also highly affect melon’s height, plant diameter and fruit weight, best result showed from 15 g tan-1 amount. There is a real interaction between growing media and mycorrhizae dosage. Best interaction showed from husk charcoal + compost growing media condition with mycorrhizae amount of 15 g tan-1.
Kajian Karateristik Mutu Gabah Selama Penyimpanan Menggunakan In-Store Dryer (ISD) Thahara Balqis; Ratna Ratna; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.954 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17516

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu gabah selama dilakukan penyimpanan menggunakan In-Store Dryer. Penelitian ini menggunakan dua cara penyimpanan yaitu penyimpanan secara curah menggunakan In-Store Dryer dan penyimpanan dalam karung yang diletakkan diruangan. Tempat penyimpanan gabah yaitu ISD dan karung, sedangkan lama penyimpanan yaitu 0 hari, 20 hari, 40 hari dan 60 hari. Variabel respon penelitian ini adalah mutu gabah yang meliputi yaitu kadar air, protein, dan kadar abu. Perbedaan cara penyimpanan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi lama penyimpanan terhadap  mutu gabah, analisis data menggunakan regresi linear sederhana  dengan peubah bebas (X) terdiri atas lama penyimpanan selama 60 hari serta peubah terikat (Y) meliputi mutu gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gabah yang disimpan dalam ISD mampu mempertahankan kualitas dengan suhu dan RH penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan komposisi gabah selama 60 hari dengan suhu rata-rata yaitu 33,1⁰C dengan RH rata-rata 71,1%. Perubahan kimia yang terjadi selama penyimpanan meliputi kadar air rata-rata pada awal penyimpanan 13,61%, pada hari ke-60 turun menjadi 12,27%. Protein rata-rata pada awal penyimpanan 4,47% naik menjadi 4,67%. Kadar abu rata-rata pada awal penyimpanan 4,20% turun menjadi 4,13%. Lemak rata-rata pada awal penyimpanan 0,98% naik menjadi 1,31%. Karbohidrat rata-rata pada awal penyimpanan 76,75% naik menjadi 77,62%. Berdasarkan data hasil penelitian mutu fisik dari penyimpanan gabah menggunakan In-Store Dryer berdasarkan SNI 01-6128-1999 masuk dalam mutu kelas II, Sedangkan penyimpanan karung masuk dalam mutu kelas III.Study of Grain Quality Charateristics During Storage Using In-Store Dryer (ISD)Abstract. Storage using an In-Store Dryer is needed to know the quality characteristics of paddy grain. This study uses two storage methods, storage in silo using In-Store Dryer and storage in sacks placed in the room/warehouse. The storage places for grain are ISD and sacks, while the storage time is 0 days, 20 days, 40 days, and 60 days. The response variable of this study was the quality of grain which included moisture, protein, and ash content. Differences in storage methods to determine whether there is an interaction effect between place and storage time factors on grain quality, data analysis using simple linear regression with the independent variable (X) consisting of storage time for 60 days and the dependent variable (Y), including grain quality. The results showed that grain stored ISD could maintain quality with temperature and RH (relative humidity) of storage. The results showed a change in grain composition for 60 days with an average temperature of 33.1oC with an average RH of 71.1%. Chemical changes that occur during storage include the average moisture content at the beginning of storage 13.61%; on the 60th day, it decreased to 12.27%. Average protein at baseline of 4.47% increased to 4.67%. The average ash content at the beginning of storage was 4.20%, down to 4.13%. The average fat at the beginning of storage was 0.98%, increased to 1.31%. The average carbohydrate at the beginning of storage was 76.75%, increasing to 77.62%. The result showed that the physical quality of storage using In-Store Dryer based on SNI 01-6128-1999 is classified as class II quality. In contrast, sack storage is classified as class III quality.
Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Di Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara Dahlianawati Dahlianawati; Sofyan Sofyan; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.803 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15867

Abstract

Abstrak. Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mana komoditi ini cukup penting sebagai kehidupan masyarakat dan juga sebagai sumber penghasilan petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif  dan analisis kuantitatif. Sebanyak 20 petani usahatani bawang merah di Kecamatan Banda Baro. Hasil penelitian menunjukakan bahwan rata-rata tingkat Pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Banda Baro adalah sebesar Rp 12.241.995 per petani/musim tanam dengan umur panen 2 bulan, yang mana lebih besar dari upah minimum provinsi yaitu Rp 3.165.031. Usahatani bawang merah layak untuk dijalankan karena B/C Ratio yang diperoleh dari usahatani bawang merah lebih besar dari 1 yaitu1,44. Kendala yang sering dihadapi petani bawang merah di Desa Alue Keurinyai dan Ulee Nyeue Kecamatan Banda Baro adalah kendala serangan hama dan penyakit, kendala kekurangan modal, kendala Kekurangan Input (benih) dan kendala pasca panen.Analysis Of Onion (Allium ascalonicum L) Farm Income in  Banda Baro District, North Aceh RegencyAbstract. Shallot (Allium ascalonicum L) is one of the horticultural commodities which is quite important for people's lives and also as a source of income for farmers. The data analysis method used is descriptive qualitative analysis and quantitative analysis. A total of 20 shallot farming farmers in Banda Baro District. The results showed that the average income level of shallot farming in Banda Baro District was IDR 12,241,995 per farmer / planting season with a harvest age of 2 months, which is greater than the provincial minimum wage of IDR 3,165,031. Onion farming is feasible to run because the B / C Ratio obtained from shallot farming is greater than 1, namely 1.44. The obstacles that are often faced by shallot farmers in Alue Keurinyai and Ulee Nyeue Villages, Banda Baro Subdistrict are obstacles to pests and diseases, lack of capital, lack of input (seeds) and post-harvest constraints
Pembuatan Edible Film Berbasis Pati Jagung dengan Menggunkan Variasi Gliserol Sebagai Plasticizer Hayati Zahra; Ratna Ratna; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.697 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13706

Abstract

Abstrak. Edible film adalah lapisan tipis bening yang dapat dikonsumsi dibuat dari pati jagung bertujuan untuk membuat kemasan yang ramah lingkungan dengan menggunakan produk pertanian. Dilakukan beberapa pengujian seperti ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, dan elongasi. Bertujuan agar mengetahui kekuatan edible film yang dibuat. Hasil penelitian menunjukan edible film yang berbahan dasar pati jagung dengan variasi gliserol yang berbeda memili ketebalan yang berbeda di antara masing-masing variasi gliserol sendiri, gliserol berpengaruh sangat nyata terhadap ketebalan edible film, semakin banyak gliserol yang ditambahkan kedalam larutan maka semakin meningkatkan ketebalan edible film. Nilai laju transmisi uap air semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi gliserol, hal ini disebabkan karena gliserol yang bersifat hidrofilik atau mampu mengikat air. Sedangkan variasi gliserol tidak berpengaruh nyata terhadap kuat tarik dan elongasi(Making edible films based on corn starch by using variations of glycerol as a plasticizer)Abstract. Edible film is a clear thin layer that can be consumed made from corn starch aimed at making environmentally friendly packaging using agricultural products. Several tests were carried out such as thickness, water vapor transmission rate, tensile strength, and elongation. Aims to find out the power of edible films made. The results showed edible film made from corn starch with different glycerol variations having different thicknesses between each glycerol variation itself, glycerol has a very significant effect on edible film thickness, the more glycerol is added to the solution, the more the thickness of edible film increases . The rate of water vapor transmission rate increases with increasing glycerol concentration, this is due to glycerol which is hydrophilic or able to bind water. While glycerol variation has no significant effect on tensile strength and elongation.
Pengaruh Dosis Biochar dan Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Albelmoschus esculentus L.) Romi Ichwal; Zaitun Zaitun; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.193 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10417

Abstract

Abstrak. Okra merupakan komoditas hortikultura yang buahnya digunakan sebagai sayuran dan obat. Pertumbuhan dan hasil tanaman okra di Indonesia masih rendah. Penggunaan biochar dan pupuk kandang sapi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis biochar dan pupuk kandang serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Campus Experimental Site The ACIAR Project Unsyiah. Darussalam, Banda Aceh, dari bulan Juni sampai Agustus 2018. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok pola fakorial 3 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor yang di teliti yaitu dosis biochar sekam padi dan pupuk kandang. Faktor pertama dosis biochar yang terdiri 3 taraf yaitu kontrol, 5 dan 10 ton ha-1, Faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang yang terdiri dari 2 taraf yaitu dosis 5 dan 10 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis biochar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, 45 hari setelah tanam (HST) dan jumlah buah per tanaman, dosis biochar terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra dijumpai pada dosis 10 ton ha-1. Dosis pupuk kandang menunjukkan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 55 HST dan diameter tanaman 30 HST, dosis pupuk kandang terbaik terdapat pada dosis 5 ton ha-1. Terdapat interaksi antara dosis biochar dan pupuk kandang pada tinggi tanaman umur 15 dan 45 HST, panjang buah, berat buah per tanaman, diameter buah dan potensi hasil. Interaksi antara dosis biochar dengan pupuk kandang terbaik terdapat pada perlakuan dosis biochar 10 ton ha-1 dengan dosis pupuk kandang 5 ton ha-1.Effect of Dosage Biochar and Manure Fertilizer on Growth and Yield of Okra (Albelmoschus esculentus L.)Abstract. Okra is horticultural commodity that is valuable as vegetable and medicine. The growth and yield of okra in Indonesia is still low. The use of biochar and manure fertilizer are several ways to increase the growth and yield of okra. This study aims to determine the effective dosage of biochar and manure along with the interactions between both factors. This research was held at the Experimental farm Garden of Syiah Kuala Darussalam University in Banda Aceh, from June to August 2018. The design used was a factorial Randomized Block Design 3 x 2 pattern with 3 replications. The first factor is the dosage of biochar consisted of 3 levels, control, 5 and 10 tons ha-1, the second factor is the manure fertilizer consisted of  2 level, dosage 5 and 10 tons ha-1. The results showed that biochar dosage was significant for plant heigh at 15, 30, 45 Day After Planting (DAP), and the number of fruits per plant shown by 10 ton ha-1 biochar dosage. Minure fertilizer significant result was found at 55 DAP plant heigh and 30 DAP plant diameter, while the best manure fertilizer dosage was found  at 5 tons ha-1. There is interaction between both factor at the 15 and 45 DAP plant heigh, fruit lenght, fruit weight per plant, fruit diameter and potential yield. The best interaction was found at biochar dosage of 10 tons ha-1 with manure fertilzer dosage of 5 tons ha-1
Analisis Perbandingan Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi Sawah Sistem Konvensional Dengan Sistem Jajar Legowo di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Miranda Rosiva; Teuku Fauzi; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.396 KB)

Abstract

Petani didaerah Gampong Rhing Blang dengan bantuan Tenaga Penyuluh Lapang sudah pernah melakukan penanaman padi menggunakan sistem tanam jajar legowo dan hasil yang diperoleh meningkat dari sistem tanam yang biasa digunakan petani, sedangkan sistem tanam jajar legowo tidak dipertahankan petani di Gampong Ring Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan produktivitas usahatani padi sawah dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo, menganalisis peningkatan pendapatan petani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya serta membandingkan pendapatan dan produktivitas usahatani padi sawah dengan menggunakan sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Hasil uji (t) diperoleh nilai signifikansi (Sig) 0,00 pada derajat bebas (df) = 20 pada taraf nayata (α) = 0,05. Maka ini menujukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara produktivitas usahatani padi sawah sistem tanam konvensional dengan produktivitas padi sawah sistem tanam jajar legowo di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. 2) Uji perbandingan pendapatan diperoleh nilai Signifikansi (Sig) senilai 0,22 dan 0,29 pada taraf nyata (df) = 20. Maka ini menunjukkan bahwa tcari ttabel  (0,22 0,29) maka terima Hatolak Ho. Artinya terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara usahatani padi sawah sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo dengan kata lain bahwa pendapatan petani padi sawah sistem tanam jajar legowo lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tanam konvensional di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya.                                                       
Transformasi Attenuated Total Reflectance Untuk Prediksi Vitamin C Pada Buah Mangga Arumanis (Mangifera indica) Muslem Muslem; Sri Purnama Sari; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.643 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11532

Abstract

Abstrak, Parameter yang digunakan dalam penilaian mutu buah mangga antara lain ukuran atau berat, kekerasan, tingkat ketuaan serta bebas dari cacat. Kekerasan pada buah mangga merupakan fungsi dari tingkat kematangan, sedangkan kematangan berhubungan dengan tingkat ketuaan yang dapat diduga melalui penampilan visual. Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan esensial untuk biosintesis kolagen.pengukuran vitamin C pada buah mangga menggunkan metode tetrasi, dan penggunaan gelombang elektromaknetik seperti Near Infrared. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kadar vitamin C dalam buah mangga menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan Iodimetri, serta membandingkan hasil dari kedua metode tersebut. Sampel yang diidentifikasi yaitu buah mangga yang sudah matang dengan menggunakan model transformasi Attenuated Total Reflectance dan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dan menggunakan metode Principal Component Regression  (PCR). Penelitian ini menggunakan buah mangga jenis Arumanis, yang berjumlah 30 sampel. Prediksi vitamin C dengan NIRS menggunakan alat FT-IR IPTEK T-1516. Pengolahan data menggunakan Unscramble software® X versi 10.5. Hasil penelitian menunjukkan prediksi vitamin C mangga dengan metode Principal Component Regression (PCR) menghasilkan sufficient performance dengan nilai RPD yang didapat yaitu 2,0083 (r) sebesar 0,8638 , (R2 ) sebesar 0,7463 dan (RMSEC) sebesar 5,1854 Transformation Of Attenuated Total Reflectance (ATR) Near Infrared for prediction of Vitamin C In Arumanis Mangoes (Mangifera Indica)Abstract. Parameters used in assessing the quality of mangoes are size or weight, hardness, age level and free from defects. Hardness in mangoes is a function of maturity level, while the maturity is related to the level of aging that can be predicted through visual appearance. Vitamin C is a water-soluble vitamin which is essential for collagen biosynthesis. The measurement of vitamin C in mangoes use tetration methods, and the using of electromagnetic waves such as Near Infrared. This study aims to predict vitamin C contains in mango fruit using the UV-Vis and Iodymetry Spectrophotometry method, and comparing the results of the two methods. The samples identified were mature mangoes using the attenuated total reflectance transformation model and using the Principal Component Analysis (PCA) method also using the Principal Component Regression (PCR) method. This study used Arumanis mangoes, which amounted to 30 samples. Prediction of vitamin C with NIRS using the FT-IR IPTEK T-1516. Data processing use the Unscramble software® X 10.5 version. The results showed that the prediction of vitamin C mango using the Principal Component Regression (PCR) method resulted in sufficient performance with the obtained RPD value of  2,0083, (r) of 0,8638, (R2) of 0,7463 and (RMSEC) of 5,1854.

Page 83 of 103 | Total Record : 1028