cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Drainase terhadap Perubahan Sifat Morfologi di Rawa Gambut Tripa Kabupaten Aceh Barat Daya T.M. Hadhar Wijaya; Teti Arabia; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.572 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20042

Abstract

Abstrak. Awal dari pembentukan gambut terjadi didataran rawa, yang mana pertama kali berupa aluvium dan setelahnya terjadi endapan disuatu tempat/kawasan yang lingkungannya memungkinkan terjadinya endapan tersebut, seperti sifatnya salin/payau, dan  juga  terdapat dibagian laut dangkal. Pengaturan tata air drainase pada lahan gambut harus mempertimbangkan beberapa karakteristik gambut yang sangat spesifik, diantaranya kemampuan gambut yang sangat tinggi dalam menyerap air (bersifat hidrofilik) bisa berubah menjadi hidrofobik (menolak air), jika gambut telah mengalami proses kering tak balik (irreversible drying). Parameter yang dianalisis terdiri dari pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Pengamatan lapangan yaitu tingkat kematangan gambut, kedalaman gambut, penurunan permukaan tanah (subsidence), warna tanah, daya menahan beban (bearing capacity) dan sifat kering tak balik (irreversible drying. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pada drainase kecil, sedang dan besar yaitu: tingkat kematangan gambutnya hemik, kedalaman gambut yaitu  dalam, warna tanah gambut pada penelitian ini yaitu hitam sampai coklat kehitaman,  subsidence dipengaruhi  oleh drainase pada setiap lahan kelapa sawit yang ditandai dengan akar yang muncul di permukaan tanah, irreversible drying  pada tanah gambut masih belum mengalami kering tak balik, dan bearing capacity tanaman mengalami kondisi yang tidak tegak (condong).Effect of Drainage on Changes in Soil Morphological Properties in the Tripa Peat Swamp Aceh Barat Daya DistrictAbstract. The beginning of the formation of peat occurs in the swampy plains, which is the first alluvium, and after that, there is sediment in a place/area where the environment allows the sediment to occur, such as saline/brackish, and is also found in shallow seas. The regulation of drainage water systems on peatlands must consider several very specific characteristics of peat, including the very high ability of peat to absorb water (hydrophilic) which can turn into hydrophobic (water repellent), if the peat has undergone an irreversible drying process. The parameters analyzed consisted of field observations and laboratory analysis. Field observations were peat maturity level, peat depth, subsidence, soil color, bearing capacity, and irreversible drying. Laboratory analysis, namely bulk density, water content, porosity. The results of field observations show that in small, medium, and large drainage, namely: the maturity level of the peat is hemic, the peat depth is deep, the color of the peat soil in this study is black to blackish brown, subsidence is influenced by drainage in each oil palm land which is marked by roots. that appears on the soil surface, irreversible drying on peat soil has not yet experienced irreversible drying, and the bearing capacity of plants is in a condition that is not upright (sloping). The results of the analysis in the laboratory show that in small, medium, and large drainage the average values are:  varying water content, which is between 227.0 – 480.7%, peat soil volume weight ranges from 0.22 to 0, 68 g cm-3, and the porosity of peat soil ranged from 73.84 - 91.54%.
Efektivitas Fermentasi Susu Kambing Menggunakan Bakteri Lactobacillus rhamnosus dengan Penambahan Jus Buah Bit (Beta vulgaris L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen Usus Linda Yanti Hutasuhut; Zuraida Hanum; Yurliasni Yurliasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.999 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.17607

Abstract

Bit merupakan tanaman berbentuk akar mirip umbi-umbian. Bit sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai tambahan dalam bahan pangan karena mengandung antioksidan tinggi, vitamin C yang tinggi serta memiliki senyawa antibakteri yang mampu menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kemampuan susu kambing fermentasi menggunakan L. rhamnosus dan penambahan jus bit dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen usus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 (lima) perlakuan yaitu P0 = Kontrol, P1 = 2% jus bit, P2 = 4% jus bit, P3 = 6% jus bit, dan P4 = 8% jus bit dengan 4 (empat) kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jus bit dengan persentase berbeda pada susu kambing fermentasi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kemampuan susu fermentasi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi namun berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kemampuan susu fermentasi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.The Effectiveness Fermentation of Goat’s Milk Using Lactobacillus rhamnosus Bacteria with Addition of Beetroot Juice (Beta vulgaris L.) In Inhibiting The Growth of Intestinal Pathogenic BacteriaBeetroot is a root-shaped plant similar to tubers. Beetroot is very useful to be used as an addition in food ingredients because of its content such as high antioxidants, high vitamin C and has antibacterial compounds that are able to inhibit the growth activity of gram-positive bacteria and gram-negative bacteria. The purpose of this study is to find out the effectiveness of fermented goat milk capabilities using L. rhamnosus and the addition of beet juice in inhibiting the growth of pathogenic gut bacteria. This study used a Complete Randomized Design (RAL) consisting of 5 (five) treatments namely P0 = Control, P1 = 2% beet juice, P2 = 4% beet juice, P3 = 6% beet juice, and P4 = 8% beet juice with 4 (four) times the replay. The data obtained was analyzed using ANOVA (Analysis of Variance), if there are noticeable differences then continued with Duncan's multiple distance test. The results showed that the addition of beet juice with a different percentage in fermented goat milk had no real effect (P0.05) on the ability of fermented milk to inhibit the growth of Salmonella typhi bacteria but had a very real effect (P0.01) on the ability of fermented milk to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria.
Analisis Usaha pembenihan Ikan Nila (Studi Kasus di BBI UPTD Budidaya Air Tawar) Desa Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar Mulia Sarifah Lubis; Irwan A. Kadir; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.469 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18231

Abstract

Aceh Besar Regency has a relatively large freshwater fishery area. Based on the 2019 BPS, it was recorded that the area of aquaculture in the Jantho area at BBI was 32.10 Ha, while the People's Breeding Unit (UPR) had an area of 15.60 Ha. BBI Jantho produces freshwater fish, namely catfish, gourami, carp, and tilapia. However, every year there is a significant increase in production, namely tilapia with a percentage increase in production of 17%. This increase occurred due to the large demand for tilapia in the market but insufficient production. The problem is that the tilapia seed market is good but the production is lacking. The purpose of this study was to analyze the feasibility of Tilapia hatchery at BBI Jantho Aceh Besar. This research is a case study using primary and secondary data. The analytical tools used are market and marketing aspects, technical and technological aspects, income analysis, Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), Return On Investment (ROI). The results of this study indicate from all aspects that this business is profitable and feasible to work on. From the technical and technological aspects, all of them meet criteria such as the location of the tilapia hatchery, the scale of operation, production activities, pond layout and inputs. The market and marketing aspects have used 1 level distribution channels. From the economic aspect where the income is Rp.69,546.042, the R/C value is 2.81, the BEP Production value is 192,270 head 540,000, the BEP value Price is Rp.71/head Rp. 200/head. The ROI value is 181% which indicates that the rate of return on capital for Tilapia Hatchery is 81% greater.
Formulasi Suspensi Pelet Trichoderma spp. dalam Menghambat Cendawan Synchitrium pogostemonis Penyebab Penyakit Budok pada Bibit Nilam Marhamah Marhamah; Rina Sriwati; Alfizar Alfizar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.959 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.17298

Abstract

Abstrak. Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi banyak petani di Indonesia. Ketelitian dalam memilih bibit adalah salah satu faktor utama penting dalam persiapan penanaman nilam. Di beberapa sentra pengembangan nilam saat ini penyakit budok merupakan masalah serius yang selalu ditemukan. Trichoderma spp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati dan memberikan pengaruh positif dalam mengendalikan penyakit tanaman, karena cara ini lebih unggul dibanding pengendalian berbasis fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan formulasi suspensi pelet Trichoderma spp. dalam menghambat cendawan Synchitrium pogostemonis penyebab penyakit budok pada bibit nilam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 perlakuan terdiri dari 3 unit percobaan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 72 unit percobaan. Pelet Trichoderma spp. diaplikasikan dengan cara disemprot dengan dosis 2,5 gr/100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pelet Trichoderma spp. mampu menghambat cendawan Synchitrium pogostemonis penyebab penyakit budok pada bibit nilam. Formulasi suspensi pelet Trichoderma harzianum mampu meningkat pertumbuhan tanaman nilam terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah tunas pada 42 HST.  (Pellet Suspension Formulation of Trichoderma spp. In Inhibiting Synchitrium pogostemon Fungus as the Cause of Budok in Patchouli Seeds) Abstract. Patchouli plant (Pogostemon cablin Benth) is an essential oil-producing plant which is used as a source of income for many farmers in Indonesia. The accuracy in selecting seeds is one of the main important factors to prepare patchouli planting. In several patchouli development centers, a serious problem that is regularly found is budok disease. Trichoderma spp. can be used as a biological agent and has a positive effect in controlling plant diseases, because the method is more superior to fungicide-based control. This study aims to determine the ability of Trichoderma spp. pellet suspension formulation in inhibiting Pogostemonis synchitrium fungus which causes Budok disease in patchouli seeds.This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments consisting of 3 experimental units and repeated 4 times in order to obtain 72 experimental units. Trichoderma spp. pellets were applied by spraying it at a dose of 2.5 gr / 100ml. The results showed that the formulation of Trichoderma spp. is able to inhibit the Synchitrium pogostemonis fungus that cause budok disease on patchouli seedlings. The formulation of Trichoderma harzianum pellet suspension was able to increase the growth of patchouli on the parameters on plant height, number of leaves, and the number of shoots at 42 DAS.
Sifat Residu pembenah Darussalam Setelah Pembenah Tanah Pada Pada Pertanaman Sawi Musim Tanam Ke Empat Saiful Rahmat; Khairullah Khairullah; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.219 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14856

Abstract

Perbaikan karakteristik tanah Entisols telah dilakukan dengan aplikasi bahan pembenah tanah berupa sekam padi, biochar, dan kotoran sapi. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh tujuh kombinasi perlakuan bahan pembenah tanah terhadap beberapa sifat fisika tanah pada musim tanam ke empat setelah penanaman sawi (Brassica juncea L.), yang merupakan penelitian lanjutan untuk mengkaji pengaruh tiga jenis bahan pembenah tanah yaitu sekam padi, biochar, dan kotoran sapi pada Entisols Darussalam. Variabel sifat fisika yang dianalisis adalah berat volume (BV), porositas, permeabilitas, dan kemantapan agregat. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa pengaruh residu pemberian bahan pembenah tanah sebanyak 5 hingga 20 t ha-1 tidak bepengaruh terhadap beberapa sifat fisika tanah pada Entisol Darussalam setelah musim tanam ke empat. Perubahan sifat fisika hanya terjadi pada permeabilitas tanah yang berubah dari sedang menjadi agak lambat. Berat volume tanah (BV) tanah setelah musim tanam keempat berkisar dari 1,29-1,33 g cm-3 (tinggi), porositas berkisar dari 50,19-55,18% (sedang), permeabilitas berkisar dari 1,84-4,05 cm per jam (sedang), sedangkan kemantapan agregat 50,15-55,05% (stabil). Kendala yang masih terdapat pada Entisols ini adalah nilai BV tanah yang masih tinggi, sehingga takaran dosis bahan pembenah tanah perlu ditambah hingga hingga 20 t ha-1 atau lebih tinggi.
Pengaruh Penggunaan Persentase Tepung Kunyit terhadap Uji Kebusukan dan Total Plate Count Daging Broiler Fitri Khairunisah; Cut Aida Fitri; Amhar Abu Bakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.276 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13704

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan persentase tepung kunyit yang berbeda terhadap Kebusukan dengan dua metode dan Total Plate Count daging broiler. Pelaksanaan ini telah dilakukan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2019. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Bahan yang digunakan adalah daging broiler bagian dada seberat 800 gram dan 78 gram tepung kunyit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga total sampel sebanyak 20. Dengan penggunaan persentase tepung kunyit (0%) = P0, penggunaan persentase tepung kunyit (10%) = P1, penggunaan persentase tepung kunyit (13%) = P2 dan penggunaan persentase tepung kunyit (16%) = P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Eber disemua perlakuan menunjukkan  hasil yang negatif. Uji kebusukan metode H2Smenunjukkan hasil yang dominan negatif mengalami awal kebusukan di semua perlakuan. Analisis Total Plate Count menunjukkan bahwa daging broiler akibat penggunan persentase tepung kunyit yang berbeda memiliki rataan berkisar dari 4,28 cfu/g - 4,83 cfu/g. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan persentase tepung kunyit yang berbeda dapat memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap Total Plate Count.The Effect of the Use of Turmeric Flour Percentage Against Damage with Two Methods and the Total Plate Count of Broiler Meat Abstract. This study aims to determine the effect of using different percentages of turmeric flour on rot with two methods and the Total Plate Count of broiler meat. This research has been conducted from May to August 2019. This research is conducted in the laboratory of meat processing science and technology, laboratory of milk processing and technology of livestock Study Program, Faculty of Agriculture and Laboratories Kesmavet Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University. The study used chest broiler meat weighing 800 grams and 78 grams of turmeric flour. The research draft used is complete random design consists of 4 treatments and 5 repeats so that a total of 20 samples. With the use of a percentage of turmeric flour (0%) = P0, the use of the percentage of turmeric flour (10%) = P1, the use of the percentage of turmeric flour (13%) = P2 and the use of the percentage of turmeric flour (16%) = P3. The results showed that the Eber method in all treatments showed negative results. Decay test H2S method showed negative dominant results experienced early rot in all treatments. Total Plate Count analysis shows that broiler meat due to the use of different percentages of turmeric flour has averages ranging from 4.28 cfu / g - 4.83 cfu / g.. It can be concluded that the use of a different percentage of turmeric flour can give a noticeable effect (P 0.05) to Total Plate Count, at the beginning of the meat decay. 
Karakteristik Sifat Fisika Tanah Terhadap Kapasitas Infiltrasi Di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Elfika Wahyuni; Syakur Syakur; Khairullah Khairullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.154 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12619

Abstract

Abstrak.Infiltrasi adalah aliran air secara vertikal ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Kapasitas infiltrasi adalah kemampuan tanah dalam merembeskan banyaknya air ke dalam tanah. Kapasitas infiltrasi tanah yang rendah, akan menyebabkan sebagian besar curah hujan yang jatuh pada suatu daerah akan menjadi genangan di permukaan tanah dan mengalir menjadi aliran permukaan hingga hanya sebagian kecil yang masuk ke dalam tanah yang menjadi simpanan air tanah. Efeknya pada musim penghujan kemungkinan terjadi banjir dan pada musim kemarau akan terjadi kekeringan. Sebaliknya kapasitas infiltrasi tanah yang tinggi juga akan merugikan karena dapat menurunkan produktivitas lahan pertanian karena dapat menyebabkan meningkatnya proses pencucian unsur hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteistik sifat fisika tanah tehadap kapasitas infiltrasi di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi yaitu berada pada kriteria lambat (0,1-0,5), agak lambat (0,5-2,0) dan sangat lambat (0,1) cm/menitPhysical Characteritics of Soil Towards Infiltration Capacity In Syiah Kuala District Banda Aceh.Abstract. Infiltration is a stream vertically into the sewers through the surface. The capacity for infiltration is the ability of the soil to rejuvenate an amount of water into the ground. This low land infiltration capacity will cause most of the rainfall that falls on an area to become a surface puddle and flow into surface streams so that only a small section of soil is deposited in a reservoir of groundwater. The effect in the rainy season is likely to occur and the dry season there will be drought. In countrast the high earth infiltration capacity will also be detrimental as lowering agricultural productivity because it can cause an increase in the land washing process. This study aims to know the influence of characteristic properties  of soil physics on the infiltration capacity in syiah kuala, banda aceh. This study was conducted in the east ridge of syiah kuala, banda aceh by making direct observation in the field and its continuing with the lab analysis. Research show that the infiltration capacity will be on slow criteria (0,1-0,5), a little slow (0,5-2,0), and very slow (0,1) cm/min.
Analisis Faktor-Faktor Dan Kecederungan Konsumen Terhadap Konsumsi Apel Lokal Dan Impor Di Kota Banda Aceh (Studi Kasus Di Suzuya Mall) Alfi Husna; Muhammad Yuzan Wardhana; Zulkaranain Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.74 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki peluang sangat besar untuk mengembangkan bidang hortikultura, namun Indonesia tidak memanfaatkan potensi dan peluang tersebut secara maksimal sehingga Indonesia masih membutuhkan bantuan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan buah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhui konsumen mengkonsumsi buah apel lokal dan impor di Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui kecenderungan konsumen mengkonsumsi buah apel lokal dan impor di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey menggunakan kuesioner. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresu logistik dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis, secara simultan (uji G) variabel harga, pendapatan, pendidikan dan jumlah keluarga sama-sama mempengaruhi variabel Y (Variabel kecenderungan konsumen mengkonsumsi buah apel) sedangkan secara parsial (Uji wald) ada dua variabel yang signifikan mempengaruhi variabel Y, yaitu variabel harga (X1) dan pendapatan (X2), dengan nilai signifikannya 0.046 (X2)  dan 0.039 (X2). Hasil analisis berdasarkan odds ratio  yaitu: dari segi harga,  okal 1  kali terhadap buah apel impor. Dan dari segi pendapatan kecenderungan konsumen dalam mengkonsumsi buah apel lokal juga 1 kali terhadap buakecenderungan konsumen dalam mengkonsumsi buah apel lh apel impor, artinya tidak terdapat perbedaan konsumen dalam mengkonsumsi buah apel lokal dan impor di Kota Banda Aceh. 
Perilaku Konsumen (Consumer Behaviour) Berdasarka Kelompok Gender Dan Usia Pada Beberapa Formulasi Kopi Mix Arabika Arsa Yudi Hanafi; Martunis Martunis; Muhammad Ikhsan Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.594 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9468

Abstract

Abstrak. Pada komposisi tertentu, kopi susu atau kopi yang dimix memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi. Di Aceh, Kopi mix lebih dikenal dengan sebutan Sanger. Karakteristik Individu, makanan dan lingkungan dapat mempengaruhi tingkat preferensi dan prilaku konsumen terhadap produk yang akan dinilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat preferensi konsumen terhadap formulasi kopi mix Arabika pada kombinasi derajat Roasting  dan jumlah susu yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey wawancara dengan media kuisioner. Hasil penelitian menunjukan, tingkat kesukaan kopi mix responden dari semua usia dan genderrata-rata menjawab suka (57% - 66%).Abstract. Demand from coffee lovers is very high for coffee milk or coffee mixed with milk with a certain composition. Coffee mix generally in Aceh is known as sanger. Preference and behavior towards food products are influenced by individual characteristics, food characteristics and environmental characteristics. The purpose of the study was to determine consumer preferences based on gender and age groups and consumer preferences on several mix arabica coffee formulas with a combination of roasting degrees and amount of milk. The research method used is a survey interview method with a media questionnaire. The results showed that the level of coffee preference of respondents from all ages and genders on average answered like (57% - 66%).  
Analisis Produksi dan Pendaptan Usahatani Kakao di Kecamtan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Irhamna Irhamna; Teuku Fauzi; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.618 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9440

Abstract

ABSTRAK  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kakao di kecamatan Trienggadeng dan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani kakao di Kecamatan Trienggadeng. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Lokasi ini ditentukan denganpertimbanganbahwa Kecamatan Trienggadeng merupakan salah satu sentraproduksi kakao di Kabupaten Pidie Jaya.Ruang lingkup penelitian terbataspada analisis produksi dan pendapatan usahatani kakao di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang berusahatani kakao di Kecamatan Trienggadeng, di fokuskan pada tiga desa yang terdiri dari Desa Reuseb, Desa Dee, dan Desa Teumanah. Penentuan ini dilakukan dengan sengaja, dimana tiga desa tersebut merupakan sentral produksi di Kecamatan Trienggadeng. Jumah petani dari 3 desa sebanyak 196 petani. sampel dipilih secara multi stage sampling. Sedangkan besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25% dari total populasi penelitian yaitu 49 nelayan. Model analisis untuk hipotesis pertama digunakan rumus pendapatan yaitu µ          = TR – TC dan untuk hipotesis kedua di gunakan analisis linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi usahatani kakao, hal ini dapat dikemukakan bedasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,219   ttabel =  2,014. Luas lahan berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi usahatani kakao, hal ini dapat di kemukakan berdasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,127   ttabel =  2,014. Tenaga kerja berpengaruh nyata (signifikan)  terhadap pendapatan usahatani kakao, hal ini dapat di kemukakan berdasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,319  ttabel = 2,014. Modal, luas lahan, tenaga kerja adalah berpengaruh nyata secara serempak terhadap produksi usahatani kakao, dibuktikan dengan nilai Fcari = 418,300 Ftabel = 2,42 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pendapatan usahatani kakao lebih besar dibandingkan  Upah Minimum Provinsi (UMP) yaitu Rp. 2.420.265 sedangkan UMP yang ditetapkan oleh pemerintah Aceh tahun 2016 adalah sebesar Rp. 2.100.000.PRODUCTION ANALYSIS AND COCOA HEALTH INCOME IN KECAMATAN TRIENGGADENG  PIDIE JAYA DISTRICTABSTRACT The purpose of this study is to determine the factors that affect the production of cocoa farming in Trienggadeng district and to determine the level of income of cocoa farmers in District Trienggadeng. The location of this research was conducted in District Trienggadeng Pidie Jaya District. This location is determined with the consideration that District Trienggadeng is one of cocoa production centers in Pidie Jaya Regency. The scope of the study is limited to the analysis of production and income of cocoa farming in Trienggadeng Sub-district of Pidie Jaya Regency. The population in this study is all farmers who have cacao farms in Trienggadeng Sub-district, focusing on three villages consisting of Reuseb Village, Dee Village, and Teumanah Village. This determination is done intentionally, where the three villages are the central production in District Trienggadeng. There are 196 farmers from 3 villages. samples were chosen in multi stage sampling. While the sample size used in this study is 25% of the total research population of 49 fishermen. The model of analysis for the first hypothesis used the income formula is μ = TR - TC and for the second hypothesis is used multiple linear analysis. Result of research indicate that capital have significant effect to cocoa farming production, this can be based on t-test which shows = 2,219 ttable = 2,014. Land area significantly (significant) effect on cocoa farming production, it can be suggested based on t-test which shows = 2,127 ttable = 2,014. Workforce has significant (significant) effect to cocoa farming income, it can be suggested based on t-test which shows = 2,319 ttable = 2,014. Capital, land area, labor is a significant effect simultaneously on cocoa farming production, evidenced by the value Fcari = 418,300 Ftable = 2.42 at 95% confidence level (α = 0.05). The income of cocoa farming is higher than the Provincial Minimum Wage (UMP) which is Rp. 2.420.265 while the UMP set by the government of Aceh in 2016 is Rp. 2.100.000.ABSTRAK  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kakao di kecamatan Trienggadeng dan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani kakao di Kecamatan Trienggadeng. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Lokasi ini ditentukan denganpertimbanganbahwa Kecamatan Trienggadeng merupakan salah satu sentraproduksi kakao di Kabupaten Pidie Jaya.Ruang lingkup penelitian terbataspada analisis produksi dan pendapatan usahatani kakao di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang berusahatani kakao di Kecamatan Trienggadeng, di fokuskan pada tiga desa yang terdiri dari Desa Reuseb, Desa Dee, dan Desa Teumanah. Penentuan ini dilakukan dengan sengaja, dimana tiga desa tersebut merupakan sentral produksi di Kecamatan Trienggadeng. Jumah petani dari 3 desa sebanyak 196 petani. sampel dipilih secara multi stage sampling. Sedangkan besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25% dari total populasi penelitian yaitu 49 nelayan. Model analisis untuk hipotesis pertama digunakan rumus pendapatan yaitu µ          = TR – TC dan untuk hipotesis kedua di gunakan analisis linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi usahatani kakao, hal ini dapat dikemukakan bedasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,219   ttabel =  2,014. Luas lahan berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi usahatani kakao, hal ini dapat di kemukakan berdasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,127   ttabel =  2,014. Tenaga kerja berpengaruh nyata (signifikan)  terhadap pendapatan usahatani kakao, hal ini dapat di kemukakan berdasarkan hasil uji-t yang menunjukkan tcari = 2,319  ttabel = 2,014. Modal, luas lahan, tenaga kerja adalah berpengaruh nyata secara serempak terhadap produksi usahatani kakao, dibuktikan dengan nilai Fcari = 418,300 Ftabel = 2,42 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pendapatan usahatani kakao lebih besar dibandingkan  Upah Minimum Provinsi (UMP) yaitu Rp. 2.420.265 sedangkan UMP yang ditetapkan oleh pemerintah Aceh tahun 2016 adalah sebesar Rp. 2.100.000.

Page 85 of 103 | Total Record : 1028