cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG SECARA INTENSIF (Studi Kasus Pada UD. Niwatori Di Gampong Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar) Tuanku Zakaria; Zakiah Zakiah; Indra Indra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.873 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2869

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha penggemukan sapi potong secara intensif pada UD. Niwatori berdasarkan studi kelayakan usaha, serta untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat usaha. Studi kelayakan usaha dikaji berdasarkan aspek teknis, aspek pasar dan aspek finansial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini  menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis studi kelayakan usaha dan analisis deskriptif untuk menganalisis faktor pendorong dan penghambat usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi potong pada UD. Niwatori memiliki prospek yang baik berdasarkan studi kelayakan usaha yang  didasarkan pada aspek teknis, aspek pasar dan aspek finansial. Hasil penelitian ini juga menunjukkan yang menjadi faktor pendorong usaha adalah faktor pangsa dan potensi pasar, ketepatan lokasi usaha, ketersedian pakan, dan dukungan dari pemerintah. Faktor penghambatnya adalah faktor ketersediaan bibit dan proses penanganan limbah.BUSINESS DEVELOPMENT PROSPECTS OF FATTENING BEEF CATTLE INTENSIVELY ( A Case Study of UD.Niwatori Gampong Meunasah Krueng  Subdistrict Ingin Jaya District Aceh Besar )Abstract. The purpose of this study was to determine the development prospects fattening beef cattle intensively at UD. Niwatori based on feasibility study, and to investigate the driving factors and inhibiting factor of business. Feasibility Study assessed based on the technical aspects, market aspects and financial aspects. This research uses primary data and secondary data. This research uses qualitative and quantitative analysis to analyze feasibility study and descriptive analysis to analyze the driving factors and inhibiting factor of business. The results showed that fattening beef cattle at UD. Niwatori has good prospects based on business feasibility study by the technical aspects, market aspects and financial aspects. The results also  showed  the driving factor  is market share and market potential, accuracy of location, market availabiliy and government support. The inhibiting factor is availability off cows and the waste processed.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Kombinasi Dosis NPK dan Pupuk Kandang salvitia dirgantary; Halimursyadah Halimursyadah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.847 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.862

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap kombinasi dosis pupuk NPK dengan pupuk kandang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Desa Empetrieng Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar, yang berlangsung dari bulan November 2015 sampai Januari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dosis pupuk terdiri atas 9 perlakuan, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor yang diteliti ialah dosis pupuk yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu: kontrol, 90 g NPK, 110 g NPK, 1,8 kg pupuk kandang, 2,4 kg pupuk kandang, 90 g NPK dan 1,8 kg pupuk kandang, 90 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang, 110 g NPK dan 1,8 kg pupuk kandang, 110 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi dosis pupuk NPK dengan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, bobot umbi kering, potensi hasil, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 28 dan 42 HST, jumlah daun umur 14, 28 dan 42 HST dan jumlah umbi. Kombinasi perlakuan 110 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang memberikan pengaruh yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.Abstract. This study aimed to determine the effect of growth and yield the onion to the combination dose of NPK fertilizer and manure. This research was conducted in Empetrieng village, Darul Kamal, Aceh Besar, from November 2015 through January 2016. This study used a randomized block design (RBD) non factorial pattern with three replications. Dosage of fertilizer consisted of 9 treatments, in order to obtain 27 units of trial. Factors to be examined is that of fertilizers is comprised of 9 treatments, namely: control, 90 g of NPK, 110 g of NPK, manure 1.8 kg, 2.4 kg of manure, 90 g and 1.8 kg NPK manure, 90 g NPK and 2.4 kg of manure, 110 g and 1.8 kg NPK fertilizer, NPK 110 g and 2.4 kg of manure. The results showed that the combination treatment dose of NPK fertilizer with manure very significant effect on weight stover wet, weight stover dry weight of dried shallots, yield potential, and the effect was not significant on plant height ages 14, 28 and 42 DAP, the number of leaf age 14, 28 and 42 DAP and the number of shallots. Combination treatment of 110 g NPK and 2.4 kg NPK manure gives the best effect than other treatments.
Evaluation Succes Of Program Artificial Insemination On Local Cattle Female In Kuala District Sumatera Utara Province Isra Miradja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.186 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23013

Abstract

The purpose of this study was to analyze the success of the artificial insemination (AI) program in local cattle in Kuala District, Langkat, Sumatera Utara Province. It was conducted in five villages: Bekiung, Beruam, Blankahan, Lau Kersik dan Raja Tengah. The survey method was employed in this study. The respondents were selected by using purposive sampling method. There were 41 breeders and 3 inseminators included as the respondents. To be involved in the study, the breeders had to meet certain criteria, such as having an experience of breeding local cows, at least twice using the AI system. As for the inseminators, they were required to have a permit from the Langkat Livestock Service. The results showed that the conception rate (CR) was 71.88%; the service per conception (S/C) was 1.2; the calving interval (CI) was 12.6 months, and the calving rate (CvR) was 96,66%. This study concluded that the implementation of the artificial insemination program in Kuala, Langkat, has been running effectively.
Peran Modal Sosial Terhadap Eksistensi Kelompok Tani Dalam Program Perkarangan Pangan Lestari (P2l) (Studi Kasus Kwt Mon Crueng Gampong Meunasah Baro, Lamlhom Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar) Gusti Niawati; Ahmad Humam Hamid; Irfan Zikri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.066 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22145

Abstract

Aktivitas Ekstrak Etil Asetat Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Subfraksi A pada Berbagai Konsentrasi terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Maisarah Maisarah; Rika Husna; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.507 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22343

Abstract

Abstrak. Penghambatan yang disebabkan oleh gulma bisa mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tanaman budidaya. Aplikasi herbisida kimia sintetik dalam waktu berkepanjangan cenderung menimbulkan efek negatif, sehingga perlu dicari cara yang aman bagi lingkungan dengan memanfaatkan senyawa turunan tumbuhan (alelokimia) sebagai bioherbisida. Babadotan adalah tanaman yang berpotensi sebagai bioherbisida. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat babadotan subfraksi A pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian ini dilaksanakan di Labratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian, Laboratorium Herbarium Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Laboratoium Analisis Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari Januari hingga Juli 2022. Rancangan penelitian yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, terdapat 7 perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak etil asetat babadotan subfraksi A 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, kontrol positif (2,4-D) dan kontrol negatif (aquades) dengan 3 kali ulangan, hingga didapatkan 21 satuan percobaan. Hasil penelitian membuktikan aplikasi ekstrak etil asetat babadotan subfraksi A pada konsentrasi 4%, 6%, 8% dan 10% dapat menghambat pertumbuhan tinggi gulma, jumlah daun dan diameter batang gulma bayam duri dan sama pengaruhnya dengan kontrol positif (2,4-D).Activity of  Ethyl Acetate Extract Billygoat (Ageratum conyzoides L.) Subfraction A at Various Consentration on Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.)Abstract. Inhibition caused by weeds can interfere with the growt and development of cultivated plants. The application of synthetic chemical herbicides for a long time tends to cause negative effects, so it is necessary to find environment by utilizing plant-derived compounds (alelochemicals) as bioherbicides. Billygoat is a plant that has the potential as a bioherbicides. This study aimed to decide the activity of ethyl acetate extract of billygoat weed subfraction A at various concentrations on spiny amaranth growth. This research was conducted at the Weed Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Herbarium Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Laboratory of Chemical Analysis, Faculty of Teacher Training and Education, Laboratory of Organic Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Laboratory of Food and Agricultural Product Analysis, Faculty of Agriculture and garden experimental Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from January to July 2022. The research design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), there were 7 treatments namely of a concentration of ethyl acetate extract of billygoat subfraction A 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, positive control (2,4-D) and negative control (aquades) with 3 replications, until there are 21 trial units. The results of the study proved the application of ethyl acetate extract of billygoat subfraction A at concentrations of 4%, 6%, 8% and 10% could inhibit the growth of weed height, leaf number and stem diameter on spiny amaranth thorn weed and as well as positive control (2,4-D).
Penggunaan Model Mock dalam Menghitung Ketersediaan Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh Rizqon Imroatun Syarifah Lubis; Syahrul Syahrul; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.876 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20803

Abstract

Abstrak. Air merupakan salah satu sumber kehidupan, karena air adalah zat atau unsur esensial bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Dapat dikatakan tidak ada kehidupan di muka bumi ini yang dapat berlangsung tanpa air. Tanpa ketersediaan air yang mencukupi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya dapat mengakibatkan terjadinya konflik. Maka dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar potensi ketersediaan air berdasarkan debit yang tersedia pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh. Ketersediaan air pada DAS Krueng Aceh diharapkan dapat memenuhi kebutuhan wilayah tersebut secara kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode FJ. Mock. Metode ini dilakukan dengan mengaplikasikan pendekatan model hujan aliran dengan menggunakan data curah hujan, evapotranspirasi potensial, dan karakteristik hidrologi untuk memprediksi besar debit sungai dengan interval waktu bulanan.Calculating Water Supply in Krueng Aceh Watershed using Mock ModelAbstract. Water is a source of life, because water is an essential substance or element for human life and other living things. It can be said that no life on this earth can take place without water. Without the availability of water that meets the needs of human and other living things, conflicts can occur. This study aims to analyze how much potential water availability based on the available discharge in the Krueng Aceh watershed. The availability of water in the Krueng Aceh watershed is expected to meet the needs of the area quantitatively. The analysis used in this study is the FJ Mock method.. This method is carried out by applying a rainfall- run off model approach and using rainfall data, potential evapotranspiration, and hydrological characteristics to predict the amount of river discharge with monthly time interval.
Formulasi Penambahan Tepung Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Total Fenol Dan Daya Terima Mutiara Tapioka Reza Hutagalung; Syarifah Rohaya; Yanti Lubis; Novi Safriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.47 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24503

Abstract

Abstrak : Suruhan (Peperomia Pellucida L. Kunth) merupakan jenis gulma yang tumbuh di area lembab dan teduh. Biasanya digunakan untuk mengatasi kejang, kelelahan, demam, sakit kepala, nyeri rematik, hingga menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembuatan mutiara tapioka dengan penambahan daun suruhan. Perbedaan formulasi bahan dan perbedaan waktu pengovenan daun suruhan menjadi variabel yang dilakukan dalam penelitian ini. Peranan formulasi bahan dan perbedaan waktu pengovenan menghasilkan mutiara tapioka yang kemudian selanjutnya dilakukan uji hedonik yang meliputi tekstur, rasa, warna, aroma, dan Total fenol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu waktu pengeringan dan formulasi perbandingan tepung. Faktor pertama terdiri dari dua taraf yaitu pengeringan selama 3 jam dan selama 5 jam . Faktor kedua terdiri dari 3 taraf formulasi perbandingan tepung suruhan dengan tepung tapioka, yaitu S1 (10 : 80) gram, S2 (15 : 75) gram, dan S3 (20 : 70) gram. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembuatan mutiara tapioka dengan penambahan daun suruhan berpengaruh nyata terhadap nilai tekstur pada uji organoleptik. Perlakuan formulasi (S) dan waktu (P) tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap warna, aroma, dan rasa pada mutiara tapioka. Sedangkan Perlakuan formulasi (S) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap tekstur pada mutiara tapioka. Hasil terbaik didapatkan pada pengovenan selama 3 jam dengan formulasi komposisi S1 memperoleh nilai total fenol sebanyak 7,81 mg/ml, dan tingkat kesukaan terhadap tekstur mutiara tapioka 2,68 (netral). Hasil total fenol tertinggi didapati pada waktu 5 jam dan formulasi S3 (8,90 mg/ml). Formulation Of Additional Flour (Peperomia pellucida L. Kunth) To Total Phenols And Acceptance Of Tapioka PearlsAbstrac : Suruhan (Peperomia Pellucida L. Kunth) is a type of weed that grows in damp and shady areas. Usually used to treat seizures, fatigue, fever, headaches, rheumatic pain, to lower blood cholesterol levels. This research aims to study the manufacture of tapioca pearls with the addition of suruhan leaves. The difference in the formulation of the ingredients and the difference in the baking time of the suruhan leaves became the variables used in this study. The role of ingredient formulation and the difference in baking time produced tapioca pearls which were then subjected to hedonic tests which included texture, taste, color, aroma, and total phenol. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) which consisted of two factors, namely drying time and flour ratio formulation. The first factor consisted of two levels, namely drying for 3 hours and for 5 hours. The second factor consisted of 3 formulation levels of the ratio of tapioca flour to tapioca flour, namely S1 (10 : 80) gram, S2 (15 : 75) gram, and S3 (20 : 70) gram. Each treatment was repeated 4 times. The results showed that the manufacture of tapioca pearls with the addition of suruhan leaves had a significant effect on the texture value in the organoleptic test. Formulation (S) and time (P) treatment had no significant effect (P0.05) on the color, aroma and taste of tapioca pearls. While the formulation treatment (S) had a significant effect (P0.05) on the texture of the tapioca pearls. The best results were obtained in the oven for 3 hours with the composition formulation S1 obtaining a total phenol value of 7.81 mg/ml, and a preference level for the texture of tapioca pearls of 2.68 (neutral). The highest total phenol yield was found at 5 hours and formulation S3 (8.90 mg/ml). 
Analisis Strategi Pembangunan Hutan Kota ( Studi Kasus Taman Hutan Kota Langsa) Taufiq Kinandar; Tuti Arlita; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.299 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22665

Abstract

Abstrak. Kota Langsa, kota berkembang terletak sekitar 400 Km dari kota Banda Aceh. Kota langsa sebelumnya berstatus administratif berdasarkan keputusan Nomor 64 Tahun 1991 tentang pembentukan kota administratif. Langsa kemudian diberikan status kota oleh Undang – Undang Nomor 3 tahun 2001. Sebagian besar wilayah Kota Langsa dikelilingi perkebunan kelapa sawit serta terjadi alih fungsi lahan yang disebabkan oleh masyarakat guna untuk pemukiman serta pihak – pihak pengusaha. Guna mengatasi permasalahan tersebut, penerapan konsep hutan kota dalam perencanaan tata kota merupakan metode yang efektif dan efisien serta memberikan peluang bagi penerapan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survei sosial. untuk mendapatkan data, baik faktor-faktor pendukung maupun faktor-faktor penghambat dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Responden yang diwawancarai adalah pihak pengelola dan pengunjung Taman Hutan Kota Langsa dengan jumlah 40 responden. Data dan informasi yang terkumpul selanjutnya diolah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengidentifikasi permasalahan eksternal dan internal serta implementasi pembangunan hutan Kota Langsa. Analisis SWOT untuk menentukan strategi dalam pembangunan hutan kota dengan tujuan mendapatkan strategi terbaik dalam pembangunan hutan Kota Langsa sesuai kondisi pada saat ini. Kemudian menghasilkan strategi pembangunan taman hutan kota langsa berada kuadran I atau berada pada posisi progresif strategi (+,+), dimana posisi ini menandakan sebuah pengelola Taman Hutan Kota Langsa memiliki banyak peluang, namun juga sangat memiliki kekuatan. Hal ini menunjukan bahwa program pengembangan strategi Taman Hutan Kota meski banyak peluang namun dapat memanfaatkan kekuatan dari faktor kekuatan internal untuk menghindari dan mengurangi ancaman eksternal. Adapun strategi yang dipilih sesuai dengan posisi kuadran I, yaitu strategi progresif. Penerapan strategi melalui pemanfaatan seluruh kekuatan internal yang dimiliki Taman Hutan Kota langsa untuk memanfaatkan peluang eksternal yang ada. Penguatan peran Pemerintah Daerah untuk pengelolaan hutan Langsa Provinsi Aceh melalui berbagai kegiatan edukasi dan advokasi penglolaan hutan kota. Perlunya peningkatan pemanfaatan sumberdaya manusia (masyarakat dan pemerintah) dan pemanfaatan lahan masyarakat setempat sehingga perekonomian masyarakat sekitar dapat ditingkatkan.Urban Forest Develoment Strategy Anallysis Case Study Langsa City Forest Park, Langsa City, Aceh ProvinceAbstract. Langsa City, a developing city located about 400 Km from the city of Banda Aceh. Langsa city previously had administrative status based on Decree No. 64/1991 on the formation of an administrative city. Langsa was then given the status of a city by Law No. 3 of 2001. Most of the area of Langsa City is surrounded by oil palm plantations and there has been a conversion of land caused by the community for settlement and business parties. In order to overcome these problems, the application of the concept of urban forest in urban planning is an effective and efficient method and provides opportunities for the application of the concept of environmentally sound development. This study uses a social survey method. to get data, both supporting factors and inhibiting factors were carried out by means of in-depth interviews. Respondents who were interviewed were the managers and visitors of Langsa City Forest Park with a total of 40 respondents. The data and information collected are then processed in accordance with the objectives to be achieved in this study. The data analysis used is descriptive analysis to identify external and internal problems as well as the implementation of Langsa City forest development. SWOT analysis to determine strategies in urban forest development with the aim of getting the best strategy in Langsa City forest development according to current conditions. Then produce a strategy for the development of the Langsa urban forest park in quadrant I or in a strategic progressive position (+,+), where this position indicates a manager of the Langsa City Forest Park has many opportunities, but also has great strength. This shows that the Urban Forest Park strategy development program, although there are many opportunities, can take advantage of the strengths of internal strength factors to avoid and reduce external threats. The strategy chosen is in accordance with the position of quadrant I, namely the progressive strategy. Implementation of the strategy through the use of all internal strengths owned by Langsa City Forest Park to take advantage of existing external opportunities. Strengthening the role of the Regional Government for the management of the Langsa forest in Aceh Province through various educational activities and advocacy for urban forest management.
Tingkat Palatabilitas Pakan Alami Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Desa Namo Sialang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Zubaidah Megami; Anna Farida; Roslizawaty Roslizawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.403 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22181

Abstract

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu kekayaan fauna indonesia yang termasuk satwa dilindungi. Gajah bukan satwa yang hemat terhadap pakan dan cenderung banyak meninggalkan sisa makanan bila masih terdapat pakan yang lebih disukainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pakan alami dan untuk mengetahui tingkat palatabilitas pakan gajah sumatera. Berdasarkan hasil inventarisasi jenis tumbuhan pakan alami gajah ditemukan 14 jenis tumbuhan dari 13 suku yaitu, Annonaceae, Arecaceae, Colehicaceae,Dipterocarpaceae, Hypoxydaceae, Myristiceaea, Moraceae, Pandanaceae, Selaginellaceae, Solanaceae, Telypteridaceae, Zingiberaceaae. Indeks palatabilitas pakan alami gajah yang paling disukai dari kawasan pengembalaan  merbau yaitu jenis tumbuhan combrang dan liana, sedangakan dari kawasan pengembalaan ficus yaitu jenis tumbuhan  iyo-iyo, meranti dan buluh-buluh dan dari kawasan pengembalaan  tualang puntung yaitu jenis tumbuhhan bendo,  pandan, iyo-iyo, rotan dan liana.
Preferensi Konsumen Kopi Robusta Terhadap Parameter Mutu Specialty Coffee Association Menggunakan Metode Analytical Hierarchi Process (AHP) Miftahul Jannah; Yusmanizar Yusmanizar; Safrizal Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.28 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21863

Abstract

Abstrak. Kopi adalah salah satu komoditas andalan sektor perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekspor. Kopi Robusta merupakan salah satu varietas kopi yang dibudidayakan di Indonesia. Perbedaan minat dan selera masing-masing konsumen menjadi dasar pemahaman dalam mengembangkan kopi robusta di Aceh. Pemilihan produk tertentu, preferensi konsumen tercermin dalam sikap mereka terhadap produk itu sendiri. Sikap konsumen terhadap suatu produk berarti memeriksa kecenderungan konsumen dalam menilai suatu produk apakah mereka menyukainya atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan preferensi konsumen kopi robusta terhadap parameter mutu Specialty Coffee Association menggunakan metode analytical hierarchi process (AHP), melalui penelitian ini juga dapat diperoleh cita rasa kopi terbaik yang paling diminati dan diterima di pasar konsumen. Metode AHP menghasilkan output berupa perangkingan yang dihitung berdasarkan input dan nilai bobot menggunakan sistem pengambilan keputusan terhadap mutu cita rasa kopi robusta yang ditanam di Bener Meriah, Tangse, dan Lamno. Penelitian ini menggunakan 2 proses pengolahan yaitu pengolahan basah dan pengolahan kering. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai flavour dengan bobot 0,36 dari kopi robusta lebih disukai dari pada parameter lainnya. Pengolahan biji kopi robusta yang menghasilkan mutu kualitas citarasa yang terbaik dan khas (unik) adalah pengolahan basah yang berasal dari Lamno, hasil ini didapat dari perhitungan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proccess (AHP) dengan nilai preferensi sebesar 0,0429.Robusta Coffee Consumer Preferences on Quality Parameters of Special Coffee Associations Using the Analytical Hierarchy Process (AHP) MethodAbstract. Coffee is one of the mainstay commodities of the plantation sector in Indonesia which has export value. Robusta coffee is one of the coffee varieties cultivated in Indonesia. The different interests and tastes of each consumer are the basis for understanding in developing robusta coffee in Aceh. The selection of a particular product, consumer preferences are reflected in their attitude to the product itself. Consumer attitudes towards a product means examining consumer tendencies in assessing a product whether they like it or not. This study aims to obtain robusta coffee consumer preferences for the quality parameters of the Specialty Coffee Association using the analytical hierarchical process (AHP) method. The AHP method produces an output in the form of ranking which is calculated based on the input and weight values using a decision-making system on the taste quality of robusta coffee grown in Bener Meriah, Tangse, and Lamno. This study uses 2 processing processes, namely wet processing and dry processing. The results of the study indicate that the flavor value with a weight of 0.36 of robusta coffee is preferred over other parameters. Robusta coffee bean processing that produces the best and unique (unique) flavor quality is wet processing from Lamno, this result is obtained from calculations using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with a preference value of 0.0429.

Page 82 of 103 | Total Record : 1028