cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Pola Tanam Monokultur Dan Polikultur Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Rizael Zoelfahmie; Safrida Safrida; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.066 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1266

Abstract

In the District Meureudu, there are two types of cropping farming in paddy fields, namely Monoculture cropping pattern and cropping patterns poly. Monoculture is planting only one crop a year, namely rice, whereas polyculture cropping is planting more than one plant within a year, namely rice and soybeans. The method used in this research is survey method. The sampling technique is cluster sampling and data used are primary data and secondary data. Average - Average area of land that did monoculture is 0.22 hectares, while the area of land on the cropping pattern polyculture is 0.15. Average - Average harvests of farmers practicing monoculture of 3.2 ton / year, while the average - average yields in cropping patterns polyculture 1.9 ton / year for rice and 0.48 Kg / year for soybeans. Comparison of farmers using monoculture and polyculture in District Meureudu is 65: 35. In general, farmers in Sub Meureudu that uses monoculture earn 42 million / ha / year, while the use of polyculture cropping patterns to earn 58 million / ha / Year. Constraints faced by farmers practicing monoculture of the interview that the pest rodents, sparrows and waterways, while the polyculture cropping patterns from the interviews that the pest rodents, sparrows, waterways and livestock citizens. Keywords: Income, monoculture, and poly
Uji Mikrobiologi Pakan Lengkap Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda Syahrul Ramadhan; Samadi Samadi; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6560

Abstract

Abstrak.  Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalan usaha peternakan dalam menentukan kemampuan ternak dalam mengekspresikan potensi genetiknya Sumber bahan dasar pakan ternak ruminansia pada umumnya terdiri dari hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian. Limbah hasil olahan produk pertanian selama ini kerap terbuang begitu saja, padahal sangat berpotensi sebagai pakan ternak ruminansia. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar hanya berkisar 1,36% (Sutama dan Budiarsana, 2009). Penelitian tentang uji mikrobiologi pakan lengkap fermentasi berbahan dasar ampas sagu dengan teknik fermentasi berbeda telah dilaksanakan di Laborotarium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh mulai tanggal 12 Januari sampai dengan 17 Maret 2016. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi terlebih dahulu lalu baru dicampur ke dalam bahan penyusun pakan lengkap lainnya dan difermentasi lanjutan, P3 (ampas sagu bersama bahan penyusun pakan lengkap dicampur dan baru dilakukan fermentasi. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah populasi Bakteri Asam Laktat (BAL), Bakteri Total (BT) dan Kapang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan lengkap fermentasi dengan teknik fermentasi berbeda tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap populasi BAL dan Bakteri Total, namun berpengaruh nyata (P0,05) nyata terhadap populasi Kapang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi tidak mempengaruhi jumlah populasi Bakteri Asam laktat (BAL) dan Bakteri Total Namun mempengaruhi terhadap jumlah populasi Kapang.(Microbiological Test of Complete Feed of Fermentation Based on Sago Pulp With Different Fermentation Techniques).Abstract. Feed is one of the most important factors in the livestock business in determining the ability of livestock to express its genetic potential Source of feed ingredients of ruminant livestock feed generally consists of forage, grain and agricultural waste. Waste from processed agricultural products has been wasted so often, when it is very potential as ruminants feed. Research on microbiological test of complete feed of fermented sago-based fermentation with different fermentation technique has been conducted in Laboratory of Nutrition Science and Feed Technology of Syiah Kuala University of Darussalam Banda Aceh from 12 January to 17 March 2016. The design used in this research is Completely Randomized Design (RAL) with 3 treatments and each treatment consisted of 5 replications. The treatments in this study were P1 (without fermentation), P2 (fermented sago pulp first and then mixed into other complete feed compounds and further fermented, P3 (the sago pulp with the complete feed ingredient mixed and newly fermented. in this research is population of Lactic Acid Bacteria (BAL), Total Bacteria (BT) and Kapang. This research indicate that complete fermentation feed with different fermentation technique has no significant effect (P 0,05) to BAL population and Total Bacteria, (P 0,05) real to Kapang population Based on the research result, it was concluded that the fermentation technique did not affect the total population of lactic acid bacteria (BAL) and Total bacteria but influenced to Kapang population.
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Biji Kopi (Green Bean) Arabika di Kabupaten Bener Meriah Vinia Caesara; Mustafa Usman; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.068 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2306

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pendapatan usahatani kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran biji kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dan pedagang biji kopi arabika yang terpilih sebagai sampel melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi perpustakaan dan publikasi ilmiah. Model analisis yang digunakan adalah model analisis Reveneu Cost Ratio(R/C)dananalisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika dapat memberikan pendapatan yang layak kepada petani di Kabupaten Bener Meriah. Saluran pemasaran II lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran I, hal ini terjadi karena biaya saluran pemasaran II lebih kecil dibandingkan saluran pemasaran I. Kemudian berakibat kepada karena biaya pemasaran yang dikeluarkan melalui saluran tipe II lebih rendah dibandingkan dengan saluran pemasaran tipe I. Keadaan ini dapat terjadi karena saluran pemasaran tipe II lebih pendek dari pada saluran pemasaran tipe I. Sehubungan dengan hal tersebut perlua dan upaya penanganan pasar biji kopi arabika yang lebih cepat dan lebih singkat melalui pembentukan badan usaha seperti Koperasi sebagai lembaga pemasaran, yang disertai dengan upaya perbaikan mutu produk tersebut melalui penanganan pasca panen yang lebih sempurna.Income And Efficiency Analysis Of Marketing Seeds (Green Bean) Arabica Coffee In Kabupaten Bener MeriahObjective to investigate and analyze the amount of income arabica coffee growers in the central highlands and to identify marketing channels conducted by marketing agencies arabica beans and coffee grounds in the central highlands. Data collection methods used are primary data and secondary data.The primary data obtained directly from the coffee farmers and traders are chosen as samples, through interviews using a list of questions that had been prepared beforehand. While secondary data obtained from the study library and scientific publications. The analysis model used is the analysis model Reveneu Cost Ratio (R / C), the analysis of marketing efficiency, marketing margin and profit margin.The results showed that the first marketing channels more efficiently than a marketing channel II, this occurs because the cost of marketing channels I is smaller than the second marketing channel due to high marketing costs because of the many agencies involved in the marketing of this marketing channel.
Peningkatan Kualitas Cabai Merah Kering Dengan Perlakuan Blanching Dalam Natrium Metabisulfit Ridwan Ridwan; Agus Arip Munawar; Rita Khathir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.801 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2977

Abstract

Abstrak.Mutu cabai kering perlu ditingkatkan sehingga masyarakat  mau menggunakan cabai kering sebagai pengganti cabai segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu cabai merah kering yang diberi perlakuan blanching dengan variasi konsentrasi larutan natrium metabisulfit sebelum proses pengeringannya. Variasi konsentrasi yang diuji adalah 0%, 0,2% dan 0,3%. Pengeringan cabai merah dilakukan dengan menggunakan alat pengering terowongan surya tipe Hohenheim termodifikasi. Proses pengeringan berlangsung selama 3 hari dengan rentang waktu yang berbeda yang diakibatkan oleh tahapan perlakuan pra pengeringan yaitu blanching dan kondisi hujan, dimana total waktu pengeringan adalah 10 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pengeringan terjadi fluktuasi iradiasi surya dimana rata-rata iradiasi surya tertinggi diperoleh pada hari ketiga yaitu sebasar  383,73 W/m². Pengeringan menggunakan alat pengering tipe Hohenheim berlangsung dengan rentang temperatur pengeringan 42-62 ºC, RH 26-78%, dan kecepatan udara yang sangat rendah. Peningkatan konsentrasi larutan natrium metabisulfit mempercepat penurunan kadar air sehingga mempercepat proses pengeringan.Vitamin C cabai kering menurun setelah pengeringan sebagai akibat terpaparnya cabai kering terhadap temperatur pengeringan. Rendemen cabai kering menurun dengan peningkatan konsentrasi larutan natrium metabisulfit. Berdasarkan analisis warna, warna tercerah diperoleh pada cabai merah kering perlakuan blanching dalam larutan natrium metabisulfit dengan konsentrasi 0,2%.Increasing quality of dried red chili Pepper by Blanching treatment in solutionof natrium metabisulfiteAbstract.The quality of dried red chili pepper have to improve so that the people will use dried red chili pepper as alternative to fresh red chili pepper. The study aimed to evaluate the quality of dried red chili pepper after blanching in solution of sodium metabisulfite at different concentration i.e. 0, 0.2, and 0.3%. The drying process was done by using modified solar tunnel Hohenheim type dryer.The complete drying process needed 3 days at different durration and the total time used was about 10 hours due to the preparation of blanching treatment and rainy day. Results showed that during the drying process there was high fluctuation of solar irradiation, where the highest average of solar irradiation occurred on the third day, 383.73 W/m². The drying temperature ranged from 42 to 62  ºC and the relative humidity ranged from 26 to 78%. However the air velocity in the drying chamber was very low. The increase of concentration of sodium metabusulfite solution caused the higher water loss therefore shortern the drying process. The vitamin C of dried red chili decreased at all concentration treated due to the high temperature during drying process. The yield of dried red chili decreased as the increase of concentration of sodium metabusulfite solution. The bright colour of dred red chili was gained by using  concentration of sodium metabusulfite solutionat 0.2%.
Karakteristik Reproduksi Kerbau Betina Simeulue di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Sabri Rasid; Eka Meutia Sari; Mahyuddin Mahyuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.769 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2180

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik reproduksi kerbau betina Simeulue yang dipelihara secara tradisional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue meliputi empat desa yaitu Desa Air Pinang, Kuala Makmur, Ganting dan Linggi yang berlangsung dari tanggal 20 Desember 2015 sampai 20 Januari 2016. Data karakteristik reproduksi sangat dibutuhkan untuk mengetahui tingkat kesuburan dari seekor betina.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 348 kerbau betina dari 40 orang  peternak. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan table frekuensi dan persentase dengan bantuan sheet excel. Umur dewasa kelamin terbanyak 33 – 36 bulan 40,20%, umur pertama melahirkan 3 – 4 tahun 70, 10%, birahi pertama setelah melahirkan 6 – 9 bulan 70,10%, jarak beranak 12- 18 bulan, dan gangguan reproduksi sering di temukan distokia dan abortus. Karakteristik reproduksi kerbau betina di Kecamatan simeulue Kabupaten Simeulue masih dalam kondisi baik.  Reproductive Characteristics Of Female Buffalo Simeulue, Simeulue Timur sub-district, district of SimeulueAbstract. This study was conducted to determine the reproductive characteristics of female buffalo Simeulue reared traditionally. This research was conducted in the Eastern District of Simeulue, Simeulue District includes four villages namely Air Pinang, Kuala Makmur, Ganting and Linggi which was held on December 20, 2015 to January 20, 2016. The reproduction characteristics data is needed to determine the level of fertility of a female buffalo. The sample used in this study were 348 female buffalo and 40 farmers. Samples were analyzed using frequency tables and percentages with the help sheet excel.Adulthood sex female buffalo 33-36 months 40.20%, age at first childbirth 3-4 years 70, 10%, first estrus postpartum 6-9 months 70.10%, lambing distance 12 to 18 months, and reproductive disorders frequently found distokia and abortion. Reproductive characteristics of female buffalo in the district of Simeulue, are still in good condition.
Pengaruh Corynebacterium sp. Dalam Menekan Pertumbuhan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) rizka zahara; Marlina Marlina; Abduh Ulim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.687 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Corynebacterium sp. untuk mengendalikan penyait Hawar Daun Bakteri pada tanaman padi (Oryza sativa L.)Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor konsentrasi dan waktu aplikasi. Faktor pertama terdiri atas 3 taraf konsentrasi Corynebacrerium sp.yaitu: 3cc/liter air (K1), 5cc/liter (K2), dan 7cc/liter (K3), dan faktor kedua terdiri atas 3 tarafwaktu aplikasi Corynebacterium sp. yaitu 28 HST sebelum inokulasi Xoo(W1), 35 HST bersamaan dengan  inokulasi Xoo(W2) dan 42 HST setelah inokulasi Xoo (W3). Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan.Peubah yang diamati meliputi masa ikubasi, tinggi tanaman, jumlah anakan dan intensitas penyakit tanaman padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi dan tinggi tanaman namun konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlh anakan dan intensitas penyakit.Waktu aplikasi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan dan berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, tinggi tanaman dan intensitas penyakit tanaman padi dan terdapat interaksi antara konsentrasi dengan waktu aplikasi pada jumlah anakan tanaman padi. 
Persepsi Petani Terhadap Peran Tenaga Pendamping Mahasiswa / Alumni Pada Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai (Upsus – Pajale) Di Kabupaten Nagan Raya Dedy Irmayanda; Azhar Azhar; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.635 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1224

Abstract

ABSTRAKPeran pendamping merupakan kegiatan yang dilakukan dilapangan bersama penyuluh dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai di sentra-sentra produksi dengan melibatkan mahasiswa/alumni, dosen serta tenaga pemantau/supervisor. Tujuan dari penelitian ini mengetahui persepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni pada program UPSUS-PAJALE di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Analisis yang digunakan pada dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukksn bahwa Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan maka persepsi petani terhadap tenaga pendamping (Mahasiswa dan Alumni) telah berperan baik pada Program UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya. Kata Kunci : Program Upsus, Peran Pendamping, Padi, Jagung dan KedelaiABSTRACT  The co-laborers’ role is an activity which is conducted together in the field in collaboration with the extension agents in improving the effectiveness of the implementations of programs accelerating self-sufficiency programs of rice, corn, and soybean in the production centers by involving university students/ alumni, lecturers as well as supervisors. The purpose of this study is to know the farmers’ perceptions towards the role of university students/ alumni as the co-laborers participating in UPSUS-PAJALE in Nagan Raya. This study was conducted using survey method. The analysis used in this study was descriptive analysis. Based on the descriptive analysis conducted, the results show that farmers’ agree that the existence of co-laborers program (university students and alumni) has contributed well to UPSUS PAJALE program in Nagan Raya.     Keywords: UPSUS Program, Farmers’ Perception, Co-laborers Role, Rice, 
Preferensi Konsumen Terhadap Furnitur di Kota Banda Aceh Dian Lutfiani; Romano Romano; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.801 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2271

Abstract

Abstrak - Untuk tetap dapat mempertahankan pangsa pasar furnitur, maka pedagang harus menerapkan satu strategi untuk menarik minat konsumen membeli produk furnitur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk terhadap preferensi konsumen Di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Penentuan lokasi ini ditentukan dengan sengaja (purposive sampling). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat konsumen furniture  khususnya jenis jepara, rotan dan furnitur modern(tidak berbahan kayu jati dan rotan) dengan item kursi, meja dan tempat tidur yang berdomisili di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling yaitu menggunakan sampling insidental dengan penarikan sampel secara kebetulan bertemu dengan peneliti serta dapat digunakan sebagai sampel, ditempat yang mudah dijangkau dan dianggap memenuhi syarat sebagai responden. Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 responden. Masing- masing dari jenis-jenis furnitur diambil sebanyak 30. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi biner logistic. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi dari variabel kualitas produk, desain dan harga lebih kecil dari nilai α = 0,05, yang menunjukkan bahwa variabel kualitas produk, desain dan harga mempengaruhi konsumen.Consumer Preferences Towards Furniture In Banda Aceh CityAbstract - To maintain the market share of furniture, then the trader must implement  a strategy to attract consumers to buy furniture products. This study aims to know the effect of product attributes toward consumer preferences in banda aceh. The reserch method used is survey method which uses questionnaires and interviews. Determination of this location is determined by puroseful (purposive sampling). Population of this research is the consumer society furniture especially type of jepara, rattan and modern furniture (not made from teak wood and rattan) with items chair, table, and bed which are domiciled in Band Aceh. The sampling technique is done by non-probability sampling that uses incidental sampling to the withdrawal by chance met with researchers and can be used as a sample. in the place that is easiliy accessible and its qualified to be the respondent. The sample size in this study is as much as 90 respondents. Each types of furniture taken as much as 30. The Analysis of data which used is a binary logistic regression  analysis. Based on the analysis, significance value of the variable quality of the products, the design and the cost is less than the value α score = 0,05, which indicates that the variable quality of the product, design and cost affect consumers.
Kontribusi Pendapatan Buruh Harian Lepas Wanita Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Keluarga Di Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang Mhd. Reza Ramadhan; Zulkarnain Zulkarnain; T. Fauzi T. Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.427 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24451

Abstract

Abstrak, Seiring dengan semakin majunya perkembangan zaman dan era globalisasi, kini para wanita di indonesia diberikan kesempatan yang setara dengan laki-laki untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Desa Buluh Telang terletak di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Mayoritas penduduk desa bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit. Kebanyakan wanita di desa tersebut bekerja sebagai buruh harian lepas pada lahan perkebunan kelapa sawit, yang mendorong wanita atau istri untuk bekerja disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak menentu, naiknya harga kebutuhan pokok dan kecendrungan pendapatan rumah tangga tidak meningkat sehingga mengganggu keseimbangan ekonomi keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui persentase kontribusi pendapatan buruh harian lepas wanita perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan keluarga serta untuk mengetahui alokasi curahan waktu kerja buruh harian lepas wanita  dalam mencari nafkah dan berperan sebagai ibu rumah tangga. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 30 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Analisis Deskriptif  dan dengan Tabulasi Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Besarnya kontribusi pendapatan buruh harian lepas wanita terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 35,1% dari total pendapatan keluarga, dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp.1.087.750,00 jumlah ini masih dibawah Upah Minimum Kabupaten Langkat. Hal ini berarti kontribusi buruh harian lepas wanita masih tergolong dalam kategori rendah yaitu antara 21%-40%, meskipun demikian pendapatan dari buruh harian lepas wanita secara langsung sangat membantu suami dalam menambah pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alokasi curahan waktu kerja buruh harian lepas wanita dalam kegiatan produktif atau mencari nafkah sebesar 4,87 jam dalam sehari atau 24,35 jam dalam seminggu dengan 5 hari kerja. Curahan waktu kerja tersebut masuk dalam kategori rendah karna jam kerja kurang dari 40 jam/minggu. Sedangkan untuk kegiatan reproduktif  sebesar 18,40 jam/hari, dan untuk kegiatan sosial sebesar 0,73 jam/hariThe Contribution Of The Income Of Women Casual Daily Laborers In Oil Palm Plantations To Family Revenue In Buluh Telang Village, Padang Tualang SubdistrictAbstract, Along with the progress of the times and the era of globalization, now women in Indonesia are given equal opportunities with men to participate in national development. Buluh Telang Village is located in Padang Tualang District, Langkat Regency, North Sumatra. The majority of the villagers work in the oil palm plantation sector. Most women in the village work as casual daily laborers on oil palm plantations, which encourages women or wives to work due to uncertain economic conditions, rising prices of basic necessities and the tendency for household income to not increase thus disrupting the family's economic balance. The purpose of this study was to determine the percentage contribution of women casual daily laborers in oil palm plantations to family income and to determine the allocation of working time for women casual daily laborers in earning a living and acting as a housewife. In this study the sampling technique used purposive sampling method, amounting to 30 respondents. The data used are primary data and secondary data. The data analysis method used is the Descriptive Analysis Method and Simple Tabulation. The results showed that the contribution of women casual daily laborers to family income was 35.1% of total family income, with an average income of Rp. 1,087,750.00, this amount was still below the Langkat District Minimum Wage. The contribution of female casual daily workers is still in the low category, namely between 21% -40%, even though the income from female casual daily workers is very helpful directly to the husband in supplementing family income to meet their daily needs. The allocation of working time for women casual daily laborers in productive activities or earning a living is 4.87 hours a day or 24.35 hours a week with 5 working days. The outpouring of working time is in the low category because working hours are less than 40 hours/week. Whereas for reproductive activities it was 18.40 hours/day, and for social activities it was 0.73 hours/day. 
Aplikasi Pupuk Organik Cair Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Untuk Mengendalikan Fusarium Oxysporum Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Nurul Khumaira; Tjut Chamzurni; Susanna Susanna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.835 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.24002

Abstract

Abstrak. Cendawan Fusarium oxysporum merupakan salah satu OPT yang menyerang tanaman melon yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit layu fusarium. Kerugian tahunan akibat serangan F. oxysporum pada tanaman melon diperkirakan dapat mencapai 90%. Pengendalian penyakit yang aman salah satunya yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair. Salah satu pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit layu fusarium adalah pupuk organik cair dari buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan aplikasi pupuk organik cair buah mengkudu dalam mengendalikan cendawan F. oxysporum pada tanaman melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan (dosis POC 0, 75, 150, 225 dan 300 ml/tanaman) dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri 4 tanaman. Sehingga diperoleh 80 unit percobaan. Peubah yang diamati diantaranya masa inkubasi, tanman layu, jumlah populasi awal dan akhir mikroba tanah dan pajang diskolorasi xylem yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC buah mengkudu mampu mengendalikan cendawan F. oxysporum pada tanaman melon. Perlakuan dosis POC buah mengkudu mampu memperlambat terjadinya masa inkubasi, mengurangi terjadinya persentase tanaman layu, meningkatkan populasi mikroba tanah dan xylem diskolorasi yang terbentuk lebih pendek. Application of liquid organic fertilizer of noni fruit (Morinda citrifolia L.) to control Fusarium oxysporum on melon plant (Cucumis melo L.)Abstract. Fusarium oxysporum is one of the pests that attack melon plants which can cause fusarium wilt diseases. Yields losses caused by F. oxysporum attack on melons are estimated to be up to 90%. One of the secure disease control is utilize liquid organic fertilizer. One of the liquid organic fertilizers that can be used to control fusarium wilt diseases is liquid organic fertilizer from noni fruit. The purpose of this research was to determine the ability of noni fruit liquid organic fertilizer application in controlling fungus F. oxysporum on melon plants. This research used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consists of 5 treatments (POC doses 0, 75, 150, 225 and 300 ml/plant) and 4 replications, each replication consisted of 4 plants. There are 80 experimental units were obtained. The observed variables were incubation period, plants wilt, the amount of initial and final of soil microbes populations and the length of xylem discoloration formed. The results showed that the application of noni fruit POC was able to control F. oxysporum on melon plants. POC dose treatment of noni fruit was able to stunt the incubation period, reduce the percentage of wilted plants, increase soil microbes population and xylem discoloration formed is shorter.

Page 86 of 103 | Total Record : 1028