cover
Contact Name
Iswandi
Contact Email
wandii291@gmail.com
Phone
+6282173419249
Journal Mail Official
wandii291@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bundo Kanduang No. 142 Simpang Empat Pasaman Barat
Location
Kab. pasaman barat,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam
ISSN : 25409980     EISSN : 2656078X     DOI : 10.70820
Jurnal Al-KArim: adalah Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Keislaman dengan kajian multi-disipliner, terbit dua (2) kali dalam setahun (Maret dan September), yang dikelola oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat. Redaksi menerima tulisan yang relevan, selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Articles 134 Documents
Mubaligh Berkualitas: Persiapan, Integritas, dan Kompetensi dalam Berdakwah Rehanil jannah; Novialdi; Lasman Azis
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mubaligh berdasarkan aspek persiapan, integritas, dan kompetensi dalam berdakwah di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi untuk menggali pengalaman, pemaknaan, dan kesadaran para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah. Informan penelitian dipilih secara purposif dan terdiri atas mubaligh, jamaah, pengurus masjid, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi yang dilaksanakan pada Februari 2025, wawancara mendalam pada Februari 2025, dan dokumentasi berupa catatan ceramah, jadwal kegiatan, foto, video, sertifikat pelatihan, serta konten dakwah digital. Data dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan unit makna, pengembangan tema, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, serta sintesis esensi pengalaman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pemeriksaan jejak audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mubaligh dibentuk oleh keterpaduan antara persiapan yang matang, integritas pribadi, dan kompetensi dakwah. Persiapan meliputi kesiapan spiritual, mental, penguasaan materi, pemilihan dalil, penyusunan sistematika ceramah, dan penyesuaian pesan dengan karakteristik jamaah. Integritas tercermin dalam kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian sosial, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan. Kompetensi mubaligh meliputi penguasaan ilmu keislaman, kemampuan komunikasi dan retorika, pemahaman sosial budaya, kemampuan menganalisis audiens, serta literasi digital. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian mubaligh masih menghadapi keterbatasan dalam sistematika penyusunan materi, verifikasi sumber keagamaan, komunikasi interaktif, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan media digital. Tantangan dakwah di Kabupaten Pasaman Barat semakin kompleks karena jamaah tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang ibadah, tetapi juga bimbingan mengenai pendidikan keluarga, pergaulan remaja, narkoba, perjudian daring, pinjaman daring, dan penggunaan media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dimensi persiapan, integritas, kompetensi, sensitivitas budaya, dan literasi digital ke dalam kerangka “Mubaligh Berkualitas Terintegrasi”. Penelitian menyimpulkan bahwa mubaligh berkualitas bukan hanya individu yang mampu berbicara dengan baik, tetapi pribadi yang berilmu, berintegritas, adaptif, memahami budaya masyarakat, serta mampu merespons persoalan umat secara kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan mubaligh yang terstruktur, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelatihan keilmuan, retorika, verifikasi dalil, analisis audiens, dan literasi digital.
Seni Memberikan Penguatan dalam Proses Pembelajaran Rimi Mawati; Sar'an; Salman; Roiz Zulhadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, prinsip, efektivitas, serta dampak pemberian penguatan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan mengacu pada tahapan PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas penguatan positif, pujian guru, penguatan verbal dan nonverbal, behavior-specific praise, motivasi, keterlibatan, perilaku, serta hasil belajar peserta didik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan merupakan keterampilan pedagogis yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, kepercayaan diri, efikasi diri, perilaku positif, dan kualitas hubungan antara guru dan peserta didik. Penguatan verbal dan nonverbal menjadi bentuk yang paling banyak digunakan, sedangkan pujian yang spesifik terhadap perilaku, usaha, strategi, dan proses dinilai lebih efektif dibandingkan pujian umum atau pujian yang hanya berorientasi pada kemampuan pribadi. Efektivitas penguatan ditentukan oleh ketepatan waktu, ketulusan, keadilan, relevansi, proporsionalitas, dan kesesuaiannya dengan karakter peserta didik. Namun, penguatan yang diberikan secara berlebihan, tidak autentik, tidak adil, atau terlalu berorientasi pada hadiah dapat menimbulkan ketergantungan terhadap motivasi eksternal dan mengurangi motivasi intrinsik. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan lima karakter utama penguatan yang efektif, yaitu spesifik, autentik, kontekstual, proporsional, dan berorientasi pada perkembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni memberikan penguatan bukan sekadar tindakan memuji, melainkan kemampuan guru dalam merancang respons pedagogis yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.
Pembiasaan Shalat Dhuha dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di MA Hasanuddin Pare Kediri Maulida Nur Latifah; Zuyyina Candra Kirana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan Shalat dhuha dan dampaknya dalam membentuk karakter religius siswa kelas X di MA Hasanuddin Pare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, bagian kesiswaan, dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Shalat dhuha dilaksanakan secara rutin setiap pagi dari pukul 07.00 hingga 07.30 WIB dan menjadi salah satu program wajib madrasah. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk menanamkan kebiasaan ibadah sunnah, tetapi juga untuk membentuk nilai- nilai religius dalam diri siswa seperti disiplin, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran spiritual. Shalat dhuha dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif, didukung oleh keteladanan guru, pengawasan yang konsisten, serta lingkungan madrasah yang kondusif. Pembiasaan ini memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, antara lain menjadi lebih sopan, tertib, tenang, dan lebih fokus dalam belajar. Faktor pendukung meliputi peran aktif guru, fasilitas yang memadai, kebijakan madrasah, keterlibatan orang tua, dan pemahaman siswa terhadap manfaat ibadah. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain kurangnya kesadaran pribadi siswa, keterlambatan datang ke sekolah, dan kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Meski demikian, pihak madrasah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut melalui motivasi, pembiasaan sejak dini, dan penyuluhan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, pembiasaan Shalat dhuha di MA Hasanuddin Pare terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa dan menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam
Optimalisasi Penggunaan Media dan Alat Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar Syabiroh sabiroh; Yulda Dina Septiana; Rizqa Oktarina; Lutfiyani
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.732

Abstract

Pembelajaran yang efektif menuntut adanya inovasi dalam penyampaian materi agar peserta didik dapat memahami konsep secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan media dan alat-alat pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya penggunaan media dan alat dalam pembelajaran serta implikasinya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik pembahasan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media dan alat pembelajaran memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran mampu memperjelas materi yang bersifat abstrak, meningkatkan minat dan motivasi belajar, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Selain itu, penggunaan media juga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Namun demikian, pemanfaatan media pembelajaran masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya kompetensi pendidik dalam mengembangkan media. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kemampuan guru serta penyediaan fasilitas yang memadai agar penggunaan media pembelajaran dapat dioptimalkan.