cover
Contact Name
Iswandi
Contact Email
wandii291@gmail.com
Phone
+6282173419249
Journal Mail Official
wandii291@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bundo Kanduang No. 142 Simpang Empat Pasaman Barat
Location
Kab. pasaman barat,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam
ISSN : 25409980     EISSN : 2656078X     DOI : 10.70820
Jurnal Al-KArim: adalah Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Keislaman dengan kajian multi-disipliner, terbit dua (2) kali dalam setahun (Maret dan September), yang dikelola oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat. Redaksi menerima tulisan yang relevan, selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Articles 129 Documents
Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya terhadap Realitas Sosial Salman; Nisaul Hanifah; Syofrianisda; Iswandi, Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wanita dalam pendidikan keluarga perspektif Al-Qur’an serta relevansinya terhadap realitas sosial masyarakat kontemporer. Wanita memiliki kedudukan penting dalam keluarga, terutama sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Dalam perspektif Al-Qur’an, peran wanita tidak hanya terbatas pada aspek domestik, tetapi juga mencakup fungsi moral, spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Al-Qur’an menempatkan wanita sebagai sosok yang memiliki martabat, tanggung jawab, serta kontribusi strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan kualitas pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, buku-buku pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan dengan tema wanita, keluarga, dan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan peran wanita dalam keluarga, kemudian dihubungkan dengan kondisi sosial masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki peran penting sebagai pendidik akidah, pembentuk akhlak, penanam nilai kasih sayang, pengelola komunikasi keluarga, serta teladan dalam kehidupan sehari-hari. Relevansinya terhadap realitas sosial terlihat pada kebutuhan penguatan peran wanita dalam menghadapi tantangan modern, seperti perubahan pola asuh, pengaruh media digital, kesibukan ekonomi, krisis moral anak, dan melemahnya fungsi pendidikan keluarga. Oleh karena itu, pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur’an perlu diperkuat agar wanita dapat menjalankan perannya secara proporsional, bermartabat, dan kontekstual sesuai dengan dinamika kehidupan sosial.
Peran Refleksi Terstruktur pada Penilaian Kinerja Guru terhadap Pengembangan Kompetensi Profesional Guru: A Literature Review Olansya Iyanuarinka, Hanny Habibah
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian Kinerja Guru (PKG) merupakan mekanisme strategis untuk mengakselerasi kompetensi profesional pendidik, namun implementasinya sering kali terjebak dalam formalitas administratif dan subjektivitas. Padahal, esensi profesionalisme guru terletak pada kapasitas melakukan "aksi reflektif"sebuah proses evaluasi mandiri berbasis pengalaman empiris untuk mendiagnosis celah instruksional. Refleksi terstruktur dalam PKG berfungsi sebagai jembatan transformatif yang mengubah hasil penilaian formal menjadi strategi pengembangan diri yang aplikatif. Melalui analisis tematik terhadap literatur terkini (2015-2026), ditemukan bahwa refleksi terstruktur memberikan dampak signifikan pada empat aspek utama. Pertama, ia meningkatkan kesadaran diri guru dalam memetakan kekuatan dan kelemahan praktik mengajar. Kedua, integrasi refleksi memicu perubahan perilaku nyata di kelas, di mana guru lebih adaptif menggunakan metode interaktif dan media digital. Ketiga, refleksi kolaboratif antara guru dan kepala sekolah terbukti lebih efektif daripada refleksi mandiri dalam menciptakan solusi pembelajaran melalui dialog terbuka. Keempat, tantangan utama tetap berkisar pada beban administratif, budaya formalitas, dan keterbatasan keterampilan supervisor dalam memfasilitasi dialog yang konstruktif. Sebagai simpulan, integrasi refleksi terstruktur dalam kebijakan PKG nasional adalah kebutuhan mendesak untuk menggeser paradigma evaluasi dari sekadar pengawasan birokratis menjadi sarana pertumbuhan profesional yang berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai fasilitator refleksi serta pengembangan sistem PKG berbasis kolaborasi. Dengan menjadikan refleksi sebagai jantung penilaian, guru didorong untuk terus melakukan unlearn terhadap praktik usang dan relearn terhadap inovasi baru demi menjamin kualitas pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik.
Representasi Cadar di Prancis: Analisis Feminisme Barat, Kebebasan Beragama, dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern Iswandi; Rahmadi; Slamet Riyadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi cadar di Prancis dalam kaitannya dengan feminisme Barat, kebebasan beragama, dan relevansinya dalam kehidupan modern. Isu cadar di Prancis menjadi penting dikaji karena tidak hanya berkaitan dengan praktik berpakaian Muslimah, tetapi juga berhubungan dengan sekularisme negara, politik identitas, hak minoritas, media, gender, dan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi media. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, berita media internasional, dokumen hukum, serta laporan lembaga hak asasi manusia yang membahas cadar, hijab, abaya, sekularisme Prancis, feminisme Barat, dan kebebasan beragama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan data ke dalam beberapa tema utama, yaitu representasi cadar oleh negara, representasi media, kritik terhadap feminisme Barat, kebebasan beragama, serta relevansi cadar dalam kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadar di Prancis tidak hanya dipandang sebagai pakaian keagamaan, tetapi juga direpresentasikan sebagai simbol sosial-politik yang dianggap bertentangan dengan konsep kewarganegaraan sekuler. Pemerintah Prancis cenderung menempatkan cadar dalam kerangka laïcité, keamanan publik, kesetaraan gender, dan integrasi sosial. Media juga berperan membentuk citra cadar sebagai isu kontroversial yang berkaitan dengan konflik, larangan, dan identitas minoritas Muslim. Dari perspektif feminisme Barat, cadar sering dipahami sebagai simbol penindasan perempuan; namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan tersebut perlu dikritisi karena mengabaikan agensi, pengalaman, dan kesadaran religius perempuan Muslim itu sendiri. Penelitian ini juga menemukan bahwa larangan terhadap cadar, hijab, dan abaya berpotensi membatasi kebebasan beragama serta menciptakan eksklusi sosial bagi Muslimah. Dengan demikian, cadar dalam kehidupan modern tidak hanya relevan sebagai isu keagamaan, tetapi juga sebagai isu demokrasi, hak asasi manusia, gender, dan multikulturalisme.
Komparasi Konsep ‘Aql Perspektif Al-Qur’an Dengan Teori Kognitif Maziah Ulfah; Amul Husni Fadhlan; Syofrianisda
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akal memang hanya diberikan oleh Allah SWT kepada manusia karena ia akan menjadi khalifah di bumi sehingga kemampuan untuk memahami tanda–tanda kebesaran Allah SWT secara utuh sangatlah diperlukan dalam menjalan kan tugas dan menjaga ketentraman semua makhluk di bumi. Objek dalam penelitian ini yaitu konsep ‘aql dalam Al–Qur’an dengan konsep teori kognitif dalam psikologi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep ‘aql dalam Al–Qur’an dan kaitannya dengan teori kognitif dalam psikologi. Metode penelitian ini menggunakan metode tematik dengan mengumpulkan ayat–ayat yang menerangkan terkait konsep ‘aql dalam Al–Qur’an yang bersumber data kepustakaan (library reaserch) dengan analisis konten. Hasil dari penelitian ini menerangkan beberapa hal yaitu 1) Kata ‘aql disebutkan sebanyak 49 ayat yang terdapat pada 30 surat dalam Al–Qur’an, yang lebih tertuju pada potensi akal itu sendiri yaitu untuk memahami hikamah dari tanda–tanda kekuasaan Allah SWT  2) Dalam hal ini kognitif juga merupakan potensi dalam berfikir dan memecahkan masalah dalam kehidupan yang berupa proses pngindraan yang menghasilkan pengetahuan dan dapat dilihat dari perilaku 3) ‘Aql Akal sendiri merupakan potensi ruhaniah yang dimiliki manusia yang membedakannya dengan makhluk lainnya yang pustanya berada di hati sedangkan kognitif dipusatkan pada kemampuan otak dan fungsi syaraf–syarafnya. Akal dan kognitif sama–sama menghasilkan pengetahuan yang kemudian akan tercermin dalam perilaku.
Teknik Membimbing Diskusi untuk Membangun Pembelajaran Partisipatif Raihan Laswari Rehan; Iswandi Iswandi; Novialdi; Mita Fitria
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik membimbing diskusi dalam membangun pembelajaran partisipatif. Diskusi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk aktif bertanya, menyampaikan pendapat, menanggapi gagasan, dan membangun pemahaman secara bersama. Namun, dalam praktiknya, diskusi belum selalu berjalan efektif karena masih ditemukan peserta didik yang pasif, dominasi peserta didik tertentu, kurangnya keterampilan guru dalam memfasilitasi diskusi, serta lemahnya budaya dialog di kelas. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur relevan berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang membahas diskusi pembelajaran, pembelajaran partisipatif, dialog kelas, dan peran guru sebagai fasilitator. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik membimbing diskusi meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Pada tahap persiapan, guru merumuskan tujuan, memilih topik, menyusun pertanyaan pemantik, dan menetapkan aturan diskusi. Pada tahap pelaksanaan, guru mengelola alur diskusi, memberi kesempatan berbicara secara merata, mengarahkan peserta didik pasif, mengendalikan peserta didik dominan, serta melakukan klarifikasi gagasan. Pada tahap penutup, guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dan melakukan refleksi. Penelitian ini menegaskan bahwa teknik membimbing diskusi merupakan keterampilan pedagogis penting bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, demokratis, dialogis, dan partisipatif.Bottom of Form
Harmonisasi Akal dan Wahyu dalam Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd Izzati Variza aza; Uspita Maya; Zakiah Wahyuni
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.650

Abstract

Pemikiran filsafat Islam berkembang melalui kontribusi para tokoh besar, salah satunya adalah Ibnu Rusyd yang dikenal sebagai filsuf rasionalis dan komentator karya Aristoteles. Artikel ini membahas hubungan antara akal dan wahyu dalam pemikiran Ibnu Rusyd serta relevansinya terhadap perkembangan pemikiran Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan Ibnu Rusyd mengenai keselarasan antara akal dan wahyu dalam memahami kebenaran. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui berbagai sumber literatur filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Rusyd, akal dan wahyu tidak saling bertentangan karena keduanya berasal dari sumber kebenaran yang sama, yaitu Allah Swt. Wahyu berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, sedangkan akal digunakan untuk menafsirkan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Ibnu Rusyd juga menegaskan bahwa apabila terdapat perbedaan antara hasil pemikiran rasional dan teks wahyu, maka diperlukan penafsiran (ta’wil) secara mendalam terhadap ayat-ayat yang bersifat metaforis. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Rusyd memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan harmonis antara agama dan filsafat. Pemikirannya menunjukkan bahwa Islam menghargai penggunaan akal sebagai sarana untuk mencapai pengetahuan dan kebenaran tanpa meninggalkan nilai-nilai wahyu.  
Pembukaan Pembelajaran sebagai Strategi Membangun Motivasi dan Partisipasi Siswa Mailiza Putri; Iswandi Iswandi; Aditia Pratama; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembukaan pembelajaran sebagai strategi membangun motivasi dan partisipasi siswa. Pembukaan pembelajaran merupakan tahap awal yang memiliki peran penting dalam menyiapkan kondisi mental, emosional, dan kognitif siswa sebelum memasuki kegiatan inti. Namun, dalam praktiknya, pembukaan pembelajaran masih sering dilakukan secara rutin dan administratif, seperti salam, doa, presensi, serta penyampaian materi, tanpa dioptimalkan sebagai strategi untuk membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan mengenai pembukaan pembelajaran, motivasi belajar, apersepsi, dan partisipasi siswa. Literatur dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan pembelajaran yang efektif dapat membangun motivasi siswa melalui kegiatan menarik perhatian, menghubungkan materi dengan pengalaman siswa, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang positif. Selain itu, pembukaan pembelajaran juga dapat meningkatkan partisipasi siswa melalui pertanyaan pemantik, apersepsi kontekstual, penggunaan media visual, cerita singkat, dan aktivitas awal yang interaktif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembukaan pembelajaran bukan sekadar kegiatan pendahuluan, melainkan strategi pedagogis yang menentukan kesiapan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembukaan pembelajaran secara kreatif, kontekstual, dan partisipatif agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan.
Seni Mengajar yang Efektif: Penggunaan Bahasa, Penampilan, Gerakan, dan Jeda dalam Pembelajaran Fatimah; Azmiyah; Iswandi Iswandi; Salman
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seni mengajar efektif melalui penggunaan bahasa, penampilan, gerak tubuh, dan waktu selang dalam pembelajaran. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa efektivitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola komunikasi pedagogis secara verbal, nonverbal, dan temporal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai komunikasi guru, pembelajaran efektif, komunikasi nonverbal, gerak tubuh, penampilan guru, serta konsep wait time atau waktu selang dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan mengelompokkan literatur ke dalam empat fokus utama, yaitu bahasa guru, penampilan guru, gerak tubuh guru, dan waktu selang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa guru yang jelas, sistematis, santun, dan komunikatif dapat meningkatkan pemahaman serta keberanian siswa dalam berpartisipasi. Penampilan guru yang rapi, profesional, dan percaya diri berfungsi sebagai simbol kesiapan, kredibilitas, dan keteladanan. Gerak tubuh guru, seperti ekspresi wajah, kontak mata, postur, dan perpindahan posisi, berperan dalam memperkuat pesan verbal serta meningkatkan perhatian siswa. Sementara itu, waktu selang memberikan ruang kognitif bagi peserta didik untuk berpikir, memahami pertanyaan, dan menyusun jawaban secara reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni mengajar efektif merupakan integrasi antara bahasa, penampilan, gerak tubuh, dan waktu selang sebagai satu kesatuan komunikasi pedagogis. Keempat aspek tersebut perlu dikembangkan sebagai bagian dari kompetensi pedagogik guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, humanis, partisipatif, dan bermakna.
Kredibilitas Dan Persiapan Seorang Mubaligh Rehanil jannah; Rahmanda Putra; Safitri; Nurfayanti; Nursanifah
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.672

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menelaah pentingnya kredibilitas dan kesiapan seorang mubaligh dalam melaksanakan aktivitas dakwah. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan, seperti buku, artikel jurnal, skripsi, tesis, serta publikasi ilmiah lain yang berkaitan dengan dakwah Islam, komunikasi dakwah, dan kompetensi mubaligh. Seluruh literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi dan keterkaitannya dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa mubaligh memiliki peran penting sebagai penyampai ajaran Islam kepada masyarakat. Keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mubaligh tersebut. Kredibilitas seorang mubaligh tercermin dari integritas pribadi, penguasaan ilmu agama, kemampuan berkomunikasi, serta kesesuaian antara perkataan dan perbuatannya. Semakin tinggi kredibilitas yang dimiliki, semakin besar peluang pesan dakwah diterima dan diamalkan oleh jamaah. Selain kredibilitas, kesiapan mubaligh juga menjadi faktor yang sangat menentukan efektivitas dakwah. Kesiapan tersebut mencakup pemahaman yang baik terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, keterampilan retorika, akhlak yang terpuji, serta kemampuan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pada era digital saat ini, mubaligh juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif agar pesan keagamaan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa kredibilitas dan kesiapan merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan dakwah. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan kemampuan komunikasi yang baik, seorang mubaligh dapat menyampaikan ajaran Islam secara lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Page 13 of 13 | Total Record : 129