cover
Contact Name
Iswandi
Contact Email
wandii291@gmail.com
Phone
+6282173419249
Journal Mail Official
wandii291@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bundo Kanduang No. 142 Simpang Empat Pasaman Barat
Location
Kab. pasaman barat,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam
ISSN : 25409980     EISSN : 2656078X     DOI : 10.70820
Jurnal Al-KArim: adalah Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Keislaman dengan kajian multi-disipliner, terbit dua (2) kali dalam setahun (Maret dan September), yang dikelola oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat. Redaksi menerima tulisan yang relevan, selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Articles 129 Documents
Implementasi Sholat Berjamaah untuk Membangun Karakter Disiplin Siswa di MA Sejahtera Pare Fuad hasan; Zuyyina Candra Kirana Zuyyina
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v9i1.514

Abstract

Karakter disiplin merupakan salah bentuk karakter yang sangat bernilai, karena tanpa adanya disiplin seseorang tidak akan mampu mengatur hidupnya. Seringkali seseorang kurang menyadari betapa pentingnya hidup berdisiplin, terutama dalam melaksanakan kewajiban shalat. Di MA. Sejahtera Pare masih terdapat beberapa siswa yang belum mematuhi peraturan akan kewajiban mengikuti sholat berjamaah di sekolah. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (research field) melalui pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Objek penelitiannya Implementasi Sholat Berjamaah untuk Membangun Karakter Disiplin Siswa di MA. Sejahtera Pare. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Kepala Madrasah, Guru dan Siswa. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sholat berjamaah untuk membangun karakter disiplin di MA.Sejahtera Pare sudah terlaksana dengan baik, Upaya yang dilakukan oleh Kepala Madrasah beserta Guru adalah dengan cara metode uswah dengan memberikan contoh teladan bagi siswa untuk ikut melaksanakan sholat berjamaah di masjid, selanjutnya menggunakan metode ceramah atau nasihat dan menggunakan metode absensi serta memberikan hukuman bagi yang tidak melaksanakannya. Kata Kunci :Implementasi, Sholat Berjamaah, Karakter Disiplin.
Representasi Pengajar Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Membentuk Karakter Siswa Kelas XI SMK Canda Bhirawa Pare Muhammad Khamami; Zuyyina Candra Kirana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Al Karim Edisi September 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v9i2.516

Abstract

Pembentukan karakter siswa menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan, terutama di era digital yang penuh tantangan moral dan sosial. Pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman melalui keteladanan, pembelajaran bermakna, dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan representasi Pengajar PAI dalam pembentukan karakter siswa kelas XI di SMK Canda Bhirawa Pare-Kediri, termasuk bentuk upaya yang dilakukan serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar PAI merepresentasikan perannya melalui sikap disiplin, komunikasi santun, dan integritas pribadi yang tinggi. Upaya pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai Islami, penanaman akhlak melalui materi ajar, serta pendekatan yang melibatkan keluarga dan guru lainnya. Faktor pendukung berasal dari lingkungan sekolah yang religius dan kolaboratif, sementara hambatan utama adalah pengaruh negatif media sosial dan kurangnya kontrol dari lingkungan luar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter siswa sangat dipengaruhi oleh representasi dan keteladanan Pengajar PAI, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penguatan pendidikan karakter di tingkat menengah kejuruan.
Analysis of the Intensity of Playing Online Games Among Probolinggo City Student Naura Afkarina; Robbiah Ratna Swari Hibbatullah; Iswandi, Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v10i2.330

Abstract

This study aims to examine the intensity of online game playing among students in Probolinggo City. The research employed a descriptive quantitative design, with data analyzed using category-based assessment techniques. The findings indicate that the intensity of playing online games among students obtained an average score of 2.7, which falls into the moderate category. Furthermore, when viewed from aspects of motivation, influence, and the impacts of online game playing, the overall average score also reached 2.7, indicating a moderate level. These results suggest that students in Probolinggo City generally engage in online gaming at a moderate intensity. Based on these findings, it is recommended that schools, families, and the wider community pay closer attention to students’ online gaming habits in order to manage playing time effectively and minimize potential negative effects associated with excessive online game use.
Memahami Fondasi Studi Islam: Konsep, Ruang Lingkup, dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern Getri Adernis; Yassinia; Deni Nofri Rinaldi; Refniyah; Taufik Hidayat; Miftah Raudhatul mashytoh; Jefri Anto
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fondasi Studi Islam yang meliputi konsep dasar, ruang lingkup, dan relevansinya dalam kehidupan modern. Studi Islam merupakan bidang kajian yang tidak hanya membahas Islam sebagai ajaran normatif yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga mengkaji Islam sebagai realitas sosial, historis, budaya, pendidikan, politik, ekonomi, dan peradaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Data dianalisis melalui teknik analisis isi dan sintesis tematik untuk menemukan pola pemikiran mengenai konsep dasar Studi Islam, keluasan ruang lingkupnya, pendekatan keilmuan yang digunakan, serta kontribusinya dalam menjawab tantangan kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Studi Islam memiliki karakter multidimensional, integratif, dan kontekstual. Ruang lingkup Studi Islam mencakup kajian Al-Qur’an, hadis, akidah, fikih, akhlak, tasawuf, sejarah Islam, pemikiran Islam, pendidikan Islam, ekonomi Islam, politik Islam, serta hubungan Islam dengan masyarakat dan budaya. Studi Islam juga membutuhkan pendekatan teologis-normatif, historis, sosiologis, antropologis, filosofis, dan interdisipliner agar mampu memahami Islam secara utuh. Dalam kehidupan modern, Studi Islam relevan sebagai dasar pembentukan pemahaman keagamaan yang kritis, moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, Studi Islam memiliki peran penting dalam menjembatani ajaran Islam dengan realitas sosial kontemporer.
Comparative Study Between the Compilation of Islamic Law and the Four Schools of Thought on the Concept of Reconciliation Safrudin, Ahmad Hafidz; Erik Afriyuda
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islam, the concept of rujuk or return after divorce (especially divorce raj'i) is a form of Allah's compassion for His servants, so that divorced couples still have the opportunity to repair the relationship, as long as it is still in the iddah period (waiting period after divorce). Reconciliation can be a means of mutual reflection and evaluation so that previous conflicts are not repeated. Reconciliation is not just a formality, but requires sincere intention from both parties to improve the relationship, awareness of previous mistakes, healthy communication and guidance (for example through family counseling or clerical advice). However in Islam that Islam strongly encourages reconciliation if it brings maslahah (good) to both parties and the family, especially the children, but also makes room if separation is the best course. Scholars agree that reconciliation is allowed in Islam. This rujuk effort is the last alternative to reconnect the physical and mental relationship between husband and wife that was cut off due to divorce (thalak raj'i). Based on the analysis that the author has done, there are differences of opinion among the four madhhabs. Of the four opinions, Imam ash-Shafi'i's opinion is considered the most relevant in the Indonesian context, because the Islamic legal system in Indonesia generally refers to the Shafi'i Mazhab which emphasizes the clarity of speech and the importance of the presence of witnesses in the reconciliation process.
ADDIE Model Development (Analisys, Design, Development, Implemetation, Evaluation) Torang, Torang Siregar; Roiz Zulhadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model is one of the systematic approaches that is widely used in the design and development of learning, especially in the context of modern education. The model consists of five main stages that are mutually continuous. The first stage, analysis, focuses on identifying the needs, problems, and characteristics of students to determine relevant learning objectives. The second stage, design, involves planning learning strategies, formulating goals, and selecting appropriate media or methods. Furthermore, the development stage is directed at the creation of learning products, including the development of teaching materials, media, and evaluation instruments. The implementation stage includes the implementation of the learning plan in the field or in the classroom, as well as monitoring the implementation process to ensure its effectiveness. Finally, the evaluation stage plays a role in measuring the effectiveness and efficiency of the learning program through formative and summative evaluations, in order to provide continuous improvement feedback. This journal comprehensively discusses each stage in the ADDIE model and provides examples of its application in various educational contexts, both online and face-to-face. With the support of references from various up-to-date sources, it is hoped that this article can provide comprehensive insights for educators, curriculum developers, and education practitioners in designing more effective, efficient, and adaptive learning. In addition, the journal also emphasizes the importance of the evaluation cycle in the ADDIE model as the main foundation in the development of instructional needs based on the needs of learners.
Normalizing Abusive Language on Social Media: Prevention Strategies and Islamic Education Approaches Iswandi, Iswandi; Taufik Hidayat; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media has significantly changed people's communication patterns, but at the same time, it has given rise to issues of language ethics, particularly the widespread use of offensive language, which has undergone a process of normalization. Abusive language is no longer viewed as a violation but rather as part of a normal digital communication culture, particularly among children and adolescents. This phenomenon has the potential to influence character formation, reduce politeness, and weaken social empathy. This study aims to analyze the normalization of offensive language on social media, identify influencing factors, and examine prevention strategies through an Islamic education approach. This research used a qualitative approach with a case study approach. The subjects consisted of adolescents who actively use social media, their parents, and Islamic Religious Education teachers. Data were collected through in-depth observation of social media activity, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, applying triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results indicate that the normalization of offensive language occurs through repeated exposure, digital social pressure, and minimal guidance on language ethics from families and schools. Harsh language normalized in digital spaces carries over into everyday social interactions. However, Islamic education has proven to play a strategic role in preventing this phenomenon through internalizing the values ​​of language etiquette, leading by example, and strengthening noble morals. This research emphasizes the importance of integrating Islamic education into digital literacy to foster a culture of polite and responsible communication on social media.
Dinamika Sumbang Duo Baleh bagi Anak Perempuan Minangkabau dan Harmonisasinya dengan Prinsip Pendidikan Islam (Studi Kasus Media Sosial) Alwizra; Iswandi, Iswandi; Lutfiyani; Soibatul Aslamiah Nasution
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam dalam merespons dinamika media sosial terhadap perilaku anak perempuan Minangkabau. Sumbang Duo Baleh sebagai sistem nilai adat berfungsi mengatur kepantasan perilaku perempuan melalui mekanisme kontrol moral berbasis rasa malu (rasa jo pareso). Namun, perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang sosial baru yang memengaruhi cara anak perempuan membangun identitas, berinteraksi, dan mengekspresikan diri, sehingga berpotensi menggerus internalisasi nilai adat tersebut. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk-bentuk praktik Sumbang Duo Baleh yang muncul di media sosial serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital terhadap konten media sosial anak perempuan Minangkabau, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pendidik Islam, dan pengguna media sosial, serta dokumentasi konten digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan interpretatif-kritis untuk mengungkap pola, makna, dan implikasi sosial dari praktik yang diamati. Fokus analisis diarahkan pada dimensi sumbang berpakaian, sumbang tingkah laku, sumbang pergaulan, dan sumbang perkataan dalam konteks ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berkontribusi terhadap terjadinya pergeseran pemaknaan dan praktik nilai Sumbang Duo Baleh pada anak perempuan Minangkabau. Nilai adat cenderung terpinggirkan oleh standar kepantasan berbasis visual dan popularitas digital, sementara pendidikan Islam belum sepenuhnya berfungsi sebagai kerangka ta’dib yang kontekstual dalam menghadapi tantangan etika digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam yang adaptif terhadap media sosial merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter anak perempuan Minangkabau di era digital.
Eksistensi Sumbang Duo Baleh dalam Membentuk Karakter Anak Perempuan Minangkabau di Era Media Sosial Novialdi; Sesra Budio; Octarina, Rizqa; Mutia Mawaddah Rohmah
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Sumbang Duo Baleh dalam membentuk karakter anak perempuan Minangkabau di era media sosial. Sumbang Duo Baleh merupakan salah satu kearifan lokal Minangkabau yang berisi dua belas bentuk larangan atau batasan perilaku yang dipandang tidak sesuai dengan nilai kesopanan, etika, dan martabat perempuan Minangkabau. Dalam konteks kehidupan modern, khususnya di era media sosial, nilai-nilai Sumbang Duo Baleh menghadapi tantangan baru karena anak perempuan semakin aktif mengekspresikan diri melalui ruang digital. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan aktualisasi diri, tetapi juga dapat memengaruhi pola pikir, gaya bahasa, cara berpakaian, interaksi sosial, serta pembentukan karakter anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas media sosial, wawancara, dan telaah dokumentasi yang berkaitan dengan perilaku anak perempuan Minangkabau dalam ruang digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sumbang Duo Baleh masih memiliki eksistensi penting sebagai pedoman moral dan etika dalam membentuk karakter anak perempuan Minangkabau. Nilai-nilai seperti menjaga ucapan, sikap, pergaulan, cara berpakaian, dan kehormatan diri tetap relevan untuk membangun karakter santun, malu, bijaksana, bertanggung jawab, dan berakhlak. Namun, media sosial menghadirkan tantangan berupa menurunnya kontrol sosial, kebebasan berekspresi yang berlebihan, budaya ikut-ikutan, serta melemahnya pemahaman terhadap nilai adat. Oleh karena itu, internalisasi Sumbang Duo Baleh perlu dilakukan secara kontekstual melalui pendidikan keluarga, adat, sekolah, dan literasi digital agar nilai budaya Minangkabau tetap hidup dan selaras dengan perkembangan zaman.
TikTok dan Krisis Moral Remaja: Ancaman atau Peluang bagi Generasi Bangsa Iswandi, Iswandi; Rahmadi; Slamet Riyadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v11i1.602

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara remaja mengakses informasi dan hiburan, salah satunya melalui platform TikTok. Popularitas TikTok di kalangan remaja menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap perilaku moral, apakah menjadi ancaman atau justru peluang bagi pembentukan karakter generasi bangsa. Latar belakang masalah ini penting mengingat remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan digital dan sedang membentuk identitas serta nilai moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali secara mendalam pengalaman dan perilaku remaja dalam menggunakan TikTok. Subjek penelitian terdiri dari 50 remaja berusia 15–19 tahun yang aktif menggunakan TikTok. Teknik pengumpulan data meliputi observasi penggunaan TikTok, wawancara mendalam, dan dokumentasi interaksi remaja dengan konten di platform tersebut. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk memahami pola penggunaan, jenis konten yang dikonsumsi, serta pengaruhnya terhadap perilaku moral remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menggunakan TikTok secara intensif, dengan durasi menonton rata-rata 2–3 jam per hari, dan lebih banyak menonton konten hiburan dan tantangan viral dibandingkan konten edukatif atau motivatif. Konsumsi konten hiburan berpotensi menimbulkan ancaman moral, seperti perilaku meniru yang tidak sesuai norma, normalisasi perilaku berisiko, dan pembentukan persepsi sosial yang menyimpang. Sebaliknya, konten edukatif dan motivatif mendorong kreativitas, disiplin belajar, dan kepedulian sosial, sehingga memiliki dampak positif terhadap perkembangan moral remaja. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok memiliki pengaruh dualistik, yang dapat menjadi ancaman sekaligus peluang, tergantung pada jenis konten, durasi penggunaan, dan literasi digital remaja.

Page 12 of 13 | Total Record : 129