cover
Contact Name
Intan Sari
Contact Email
intannadhifa215@gmail.com
Phone
+62711417995
Journal Mail Official
jurnalkebidananakbm@gmail.com
Editorial Address
https://journal.budimulia.ac.id/index.php/kebidanan/about/editorialTeam
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Core Subject : Health, Science,
FOCUS AND SCOPE Fokus Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia : kajian tentang pelayanan kebidanan Ruang Lingkup Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia : Kajian terkait : Siklus reproduksi perempuan dan hal-hal yang mempengaruhinya yang meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, balita, anak pra sekolah, keluarga berencana, kesehatan reproduksi dan masa antara.
Articles 319 Documents
HUBUNGAN UMUR DAN PENGETAHUAN MAHASISWI SEMESTER III DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG TAHUN 2018. Bina Aquari Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.617 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.133

Abstract

ABSTRAK Penyakit kanker payudara merupakan masalah kesehatan dunia dilihat dari terjadinya peningkatan insiden, prevalensi dan tingkat morbiditasnya. Perlunya dilakukan upaya untuk pencegahan ksnker payudara melalui deteksi dini yang dikenal dengan metode SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akbid Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan kuesioner. Uji Statistic yang dipakai adalah Uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Dari hasil analisa univariat responden yang melakukan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI) yaitu sebanyak 23 orang (57,5%), dan 17 orang (42,5%) yang tidak melakukan pemeriksaan sendiri ( SADARI). Responden yang berumur tua sebanyak 33 orang (82,2%), sedangkan responden yang berumur muda sebanyak 7 orang (17,5%). Responden yang pengetahuan baik sebanyak 16 orang (40,0%) dan pengetahuan kurang 24 (60,0%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan df = 1 ada hubungan yang bermakna umur dengan pemeriksaan payudara diperoleh p value (0.029) lebih kecil dari (0,05) dan ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) diperoleh p value (0,005) lebih kecil dari (0,05). Saran untuk mahasiswi Akbid Budi Mulia Palembang hendaknya mahasiswi dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan untuk dirinya sendiri karena mendeteksi kanker payudara secara dini adalah upaya untuk menjaga kesehatan untuk dirinya sendiri. . ABSTRACT Breast cancer is the disease of the health problems of the world as seen from the onset of increased incidence, prevalence and levels of morbiditasnya. The need for prevention efforts ksnker the breasts through the early detection of known methods of AWARE (breast examination alone). The purpose of this research was to determine whether there is a relationship of age and knowledge with breast self examination (REALIZE) the Academy of Midwifery Budi Mulia Palembang Year 2018. The outline of this research issue is whether there is a relationship between age and knowledge with breast self examination (REALIZE) in Akbid Budi Mulia Palembang Year 2018. This research use analytic survey with cross sectional approach is done with a questionnaire. The test Statistic used is the Chi-Square Test. The population in this study amounted to 40 people and the whole Population be used as samples. From the results of the univariate analysis respondents who do breast self examination (REALIZE) that as many as 23 people (57.5%), and 17 (42.5%) who did not do its own examination (AWARE). Respondents aged parents as many as 33 people (82.2%), while respondents aged young as much as 7 people (17.5%). A good knowledge of the respondent as much as 16 people (40.0%) and less knowledge 24 (60.0%). The results of the statistical analysis using Chi-Square Test with df = 1 there is a meaningful relationship age with breast examination obtained p value (0.029) smaller than (0.05) and there is a meaningful relationship with the knowledge examination (breast self- REALIZE) obtained p value (0.005) smaller than (0.05). Advice for student Akbid Budi Mulia Palembang Sorority should be able to raise awareness about health for herself for detecting breast cancer early is an effort to maintain health for himself.
HUBUNGAN PARTUS LAMA, ANEMIA DAN HIDRAMNION DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI DI RUMAH SAKIT RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2017 Putu Lusita Nati Indriani Rahmi Dintia Khoirunisa Putu Lusita Nati Indriani Rahmi Dintia Khoirunisa
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.323 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.134

Abstract

ABSTRAK Atonia uteri adalah uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri (plasenta telah lahir). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan partus lama, anemia dan hidramnion dengan kejadian atonia uteri di Rumah Sakit Rivai Abdullah Palembang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan instrumen lembar checklist sehingga didapatkan jumlah sebanyak 91 responden. Hasil penelitian dari analisis univariat didapatkan responden yang mengalami Atonia Uteri 29 orang (31,9%) dan yang tidak mengalami Atonia Uteri 62 orang (68,1%). Responden yang mengalami Partus Lama sebanyak 20 orang (22,0%) sedangkan yang tidak mengalami Partus Lama sebanyak 71 orang (78,0%). Responden yang mengalami Anemia sebanyak 25 orang (27,5%) sedangkan yang tidak mengalami Anemia sebanyak 66 orang (72,5%). Responden yang mengalami Hidramnion sebanyak 18 orang (19,8%) sedangkan yang tidak mengalami Hidramnion sebanyak 73 orang (80,2%). Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan ada hubungan partus lama, anemia dan hidramnion dengan kejadian atonia uteri. Pada variabel partus lama (ρ value= 0,000), anemia (ρ value= 0,005), dan hidramnion (ρ value= 0,034). Diharapkan agar Direktur Rumah Sakit Rivai Abdullah Palembang khususnya kepada bidan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat terutama pada ibu bersalin dengan atonia uteri dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI). ABSTRACT The uterine atony refers the absence of contraction of the uterus in 15 seconds after, massaging the uterine hindus (the placenta was born). This study aimed to find out the relationship among prolonged parturition, anemia, and hyndramnios and the genesis of uterine antony at Rivai Abdullah Hospital of Palembang in 2017. This study used analytical survey research method with a cross sectional approach, namely research to study the correlation dynamics between risk factors and effects by means of approach, observation or data collection at the same time (point time approach). The data used in this study were the secondary data with the checklist instrument to obtain 91 respondents. The results of univariate analysis showed that respondents who suffered uterine antony were 29 people (31.9%) and those who did not suffer from it were 62 people (68.1%). There were 20 people (22%) suffering from prolonged partutition, while 71. people (78%) did not have it. Twenty-five respondents (27.5%) suffered from anemia and 66 people (72.5%) did not suffer from it. There were 18 people (19.8%) suffering from hydramnios and 73 people (80.2%) did not suffer from it. The results of bivariate analysis using the chi-square test showed that there was a relationship among prolonged parturition, anemia, and hyndramnios and the genesis of uterine antony. Parturition variable had a p value of 0.000, anemia variable had a p value of 0.005, and hyndramnios variable had a p value of 0.034)’. It is expected that the Director of Rivai Abdullali Flospital of Palembang, especially the midwives, would improve their community services, especially maternity mothers suffering from uterine antony in order to reduce the maternal mortality rate (MMR).
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK BUDI MULIA MEDIKA TAHUN 2018 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.975 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.135

Abstract

ABSTRAK Masa nifas (puerpenium) adalah masa sesudah melahirkan.yang berlansung selama kurang lebih 6 minggu,Perdarahan merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam masa nifas`yaitu berkisar 5-15%. Penyebab dari perdarahan tersebut yaitu 50-60% tidak adanya kontraksi uterus, Data World health organization ((WHO), mencatat bahwa angka ibu nifas meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2010 sebanyak 10% ibu meninggal dunia ketika masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Sementara pada tahun 2011 jumlah ibu nifas meninggal sebanyak 5% menurun dari tahun sebelumnya, Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan adalah dengan merangsang kontraksi miometrium maka salah satu upaya yang dilakukan adalah senam nifas, Senam nifas merupakan latihan jasmani yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah kehamilan, terutama pada otot-otot bagian punggung, dasar panggul, dan perut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain post test only desain. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang berkunjung ke Klinik Budi Mulia Medika Palembang tahun 2018 Yang berjumlah 30 orang. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukaan senam nifas 23 orang (76,7%) dan tidak senam nifas 7 orang (23,3%). Dan responden yang penurunan tinggi fundus baik 19 orang (63,3%) dan penurunan tinggi fundus kurang baik 16 orang (84,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna antara senam nifas dengan penurunan tinggi fundus ρ value=0,032. Diharapkan bidan dapat memberikan informasi lengkap mengenai manfaat senam nifas pada ibu nifas dimulai sejak obu hamil. Sehingga ibu hamil mengetahui cara melakukan dan keuntungan dari senam nifas terhadap penurunan tinngi fundus uteri pada ibu nifas. ABSTRACT Postpartum period (puerpenium) is the postpartum period which lasts for approximately 6 weeks, Bleeding is one of the main causes of maternal death in the period of nifas, which ranges from 5-15%. The cause of the bleeding is 50-60% in the absence of uterine contractions, Data World health organization ((WHO), notes that the number of postpartum mothers increases every year. In 2010 as many as 10% of mothers died when the puerperium occurred in the first 24 hours. While in 2011 the number of postpartum mothers died as much as 5% decreased from the previous year. One way that can be done to prevent the occurrence of postpartum hemorrhage is to stimulate myometrial contraction so one of the efforts taken is puerperal gymnastics, puerperal gymnastics is a functional physical exercise to restore health conditions, to accelerate healing, prevent complications, restore and improve strain on the muscles after pregnancy, especially in the muscles of the back, pelvic floor and abdomen.The aim of this study was to determine whether there were effects of puerperal gymnastics to decrease in fundal uterine height in post p mothers artum. This study uses a quantitative research design with a post test only design design approach. The sample in this study was postpartum mothers who visited the Budi mulia Palembang clinic in 2018 which numbered 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results of this study showed that respondents who performed puerperal exercise 23 people (76.7%) and not postpartum gymnastics 7 people (23.3%). And respondents who decreased fundal height were 19 people (63.3%) and fundal height reduction was 16 people (84.2%). Based on the results of the Chi-Square test found a significant relationship between puerperal gymnastics with a decrease in fundal height ρ value = 0.032. It is expected that midwives can provide complete information about the benefits of postpartum gymnastics in postpartum mothers starting from a pregnant obu. So that pregnant women know how to do and benefit from puerperal gymnastics to decrease the fundus uterine energy in postpartum mothers.
PERBEDAAN LAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI DITINJAU DARI PERAWATAN DENGAN AIR SUSU IBU DAN PERAWATAN KASA KERING Yuhemy Zurizah Yuhemy Zurizah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.579 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.136

Abstract

Perawatan tali pusat yang benar dan lepasnya tali pusat dalam minggu pertama secara bermakna mengurangi insiden infeksi pada noenatus. Salah satu cara yang disarankan WHO dalam merawat tali pusat adalah dengan menggunakan pembalut kasa bersih yang sering diganti, selain itu sebagaimana juga disarankan penelitian diarahkan pada penggunaan anti septik dan zat-zat pengering tradisional misalnya ASI atau kolostrum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kasa kering. Ruang lingkup penelitian ini ditujukan kepada lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kering terbuka dengan desain penelitian analitik comparative. Sampel pada penelitian ini 10 bayi dengan kasa kering dan 10 bayi dengan air susu ibu. Hasil yang diperoleh dari uji Independent Samples t Test p value = 0,018 < 0,05 maka dapat dinyatakan ada perbedaan lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kasa kering. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat mensosialisasikan perawatan tali pusat dengan air susu ibu yang dapat menyebabkan tali pusat lebih cepat lepas. ABSTRACT Care of the umbilical cord completely and off the umbilical cord in the first week. One way that is used by WHO in the care of the rope is to use sanitary napkins that are often replaced, in addition to the use of anti-septic and traditional substances such as breast milk or colostrum. The purpose of this study was to find out the parts of treatment with breast milk and treatment of dry gauze techniques. The scope of this study is intended for treatment with milk and treatment techniques with comparative analytics. The sample in this study were 10 babies with dry gauze and 10 babies with breast milk. The results obtained from the Independent Samples t Test p value = 0.018 <0.05, it can be stated that there is a value of the length of the mop Talking the umbilical cord in infants in terms of treatment with breast milk and treatment of dry gauze techniques. So that you can socialize the care of the rope with breast milk which can cause the umbilical cord to loose more quickly.
HUBUNGAN ANTARA ANTENATAL CARE, HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN, DAN RIWAYAT PENYAKIT IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG TAHUN 2016 Rizki Amalia Yulisa Maulia Rizki Amalia Yulisa Maulia
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.583 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.137

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Status gizi juga dapat diartikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. dampak atau bahaya status gizi ibu hamil yang buruk, baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan mempengaruhi kondisi ibu dan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antenatal care, hipertensi dalam kehamilan, dan riwayat penyakit ibu dengan status gizi ibu hamil di puskesmas gandus palembang tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas gandus Palembang dari bulan Agustus tahun 2016. sample yang diambil berjumlah 62 orang.Data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi responden dan dilakukan analisis univariat dan bivariat secara komputerisasi. hasil uji statistik menunjukkan bahwa hubungan antenatal care dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi – Square diperoleh p value =0,03 (bermakna), hubungan hipertensi dalam kehamilan dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi – Square diperoleh p value =0,068 (tidak bermakna), riwayat penyakit ibu dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi – Square diperoleh p value =0,153(tidak bermakna). Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan baik dalam menyusun rencana strategi serta pelaksanaan dalam memberikan pelayanan langsung pada pasien, sehingga mutu dan kualitas pelayanan lebih ditingkatkan lagi ABSTRACT Nutritional status assesses the nutrional fulfillment in pregnant women. It can also be defined as the indicator of health which is achieved by balancing between the needs and nutrient intake. Poor nutrional status can give negative impact on pregnancy, not only before but also during the pregnancy and it influences the condition of the mothers and their fetuses. This research aimed to investigate the association between antenatal care, hypertension in pregnancy, mother’s medical history with nutrional status of pregnant woman in the Community Health Center of gandus, palembang in 2016. This research used analytical survey method with Cross-Sectional study designed. The research’s population was all pregnant women who had antenatal care in the community health center of gandus in Agust 2016. The samples taken were 62 people. The data were presented in the table of distribution of respondents and analyzed using computerized univariate and bivariate techniques. The result of statistics test, using Chi-Square test showed that the association between antenatal care and nutrional status was significant with p-value = 0.03, the association between hypertension in pregnancy and nutrional status was not significant with p-value = 0.068, the association of mothers’ medical history with nutrional status was not significant with p-value = 0.153. it is expected that the result of this research gives positive contribution in designing the strategic plan as well as implementing direct patient services in order to improve service quality.
HUBUNGAN USIA MELAHIRKAN DAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE DI POSYANDU CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2018 Ana Sapitri Ana Sapitri
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.753 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.138

Abstract

ABSTRAK Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti yang terdiri dari kata men dan pauseis yang berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan berhentinya haid. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon estrogen yang dihasilkan ovarium (indung telur). Menopause mulai pada umur yang berbeda umumnya adalah sekitar umur 50 tahun, meskipun ada sedikit wanita memulai menopause pada umur 30-an, faktor psikis, jumlah anak, usia melahirkan, pemakaian kontrasepsi hormonal, merokok, sosial ekonomi, perubah pola makan sehat, terlalu diet ketat dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia melahirkan dan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan usia menopause di Posyandu Cambai Kota Prabumulih. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi diambil dari keseluruhan wanita yang berumur ≥ 55 tahun anggota Posyandu lanjut usia Cambai Kota Prabumulih berjumlah 70 orang dan sampel adalah total populasi. Hasil yang diperoleh dari hasil uji statistik Chi Square didapatkan (p value = 0,003 < α 0,05), ada hubungan usia melahirkan dengan usia menopause dan didapatkan (p value = 0,009 < α 0,05), ada hubungan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Disarankan kepada kader posyandu dapat memberikan penyuluhan kepada semua wanita khususnya yang ada Posyandu Lansia mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi usia menopause sehingga para wanita khususnya yang memasuki usia 45 tahun dapat lebih nyaman menghadapi usia menopause ABSTRACT Menopause is a word that has many meanings consisting of the words men and pauseis derived from Greek which was first used to describe the cessation of menstruation. This is the end of the biological process of the menstrual cycle that occurs due to a decrease in the production of the hormone estrogen produced by the ovary (ovary). Menopause starting at different ages is generally around the age of 50, although there are very few women starting menopause at the age of 30, psychological factors, number of children, age at birth, hormonal contraception, smoking, socio-economic, healthy diet changes, over diet tight and diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between age of childbirth and the use of hormonal contraception with the age of menopause at the Elderly Cambai Prabumulih City . This research is quantitative research using analytical survey method with cross sectional approach. the population was taken from all women aged ≥ 55 years old members of the elderly Cambai Prabumulih City numbered 70 people and the sample was the total population. The results obtained from the results of the Chi Square statistic test were obtained (p value = 0.003 <α 0.05), there was a relationship between the age of childbirth and the age of menopause and obtained (p value = 0.009 <α 0.05), there was a correlation between the use of hormonal contraception and age menopause. It is recommended that posyandu cadres be able to provide counseling to all women, especially those with Elderly Posyandu on factors that can affect the age of menopause so that women, especially those entering the age of 45 years, can be more comfortable facing the age of menopaus
1035325 Hubungan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) dan Sectio Caesarea dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Juliana Widyastuti Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.04 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v9i1.152

Abstract

Abstrak Menurut WHO setiap tahunnya kira-kira 3% (3,6juta) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia. Menurut SDKI tahun 2012 angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup. AKB di Sumatera Selatan tahun adalah 44,59 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB di kota Palembang 2016 sebesar 44 per kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang, yang berjumlah 1014 responden. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang bersalin di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang berjumlah 287 responden. Sampel penelitian diambil secara random sampling dengan teknik Simple random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi – Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara KPSW dengan kejadian asfiksia dengan P value (0,006), ada hubungan yang bermakna antara persalinan SC dengan kejadian asfiksia dengan P value (0.009). Saran bagi rumah sakit dapat dijadikan masukan dalam mengupayakan pengembangan tatalaksana asuhan kebidanan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pada kasus-kasus yang berhubungan dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci : Kejadian Asfiksia ABSTRACT According to WHO every year approximately 3% (3.6 million) of the 120 million newborns increase asphyxia. According to the IDHS in 2012 the infant mortality rate was 34 deaths / 1000 live births. The IMR in South Sumatra in the year is 44.59 per 1000 live births. Where as AKB in Palembang city in 2016 is 44 per live birth. The purpose of this study was to study what factors are associated with the incidence of asphyxia in newborns at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital. This study uses an analytical survey method using Cross Sectional. The population in this study were all mothers who gave birth at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital, which examined 1014 respondents. This research was conducted in 2018. The sample in this study was that some mothers who gave birth at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital added 287 respondents. The research sample was taken by random sampling with Simple random sampling technique. Data analysis using Chi-Square statistical test. The results showed that there was a relationship between Premature rupture of membranes and the incidence of asphyxia with a P value (0.006), there was a relationship involving between SC labor and the incidence of asphyxia with a P value (0.009). Suggestions for hospitals can be used to seek the development of midwifery care in improving the quality of health services related to cases related to asphyxia. Keywords : asphyxia accident
1035325 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Lama Mestruasi Pada Mahasiswa Angkatan 2018 di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Yuni Kurniati
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.145 KB)

Abstract

Abstrak Menstruasi pasti dialami setiap perempuan yang normal. Adanya menstruasi menjadi patokan kesuburan seorang perempuan. Lama siklus menstruasi yang normal dan teratur mengindikasikan bahwa seorang perempuan memiliki perkembangan dan fungsi reproduksi yang baik. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi adalah status gizi, yang dapat diukur dengan menggunakan penghitungan indeks massa tubuh dengan terlebih dahulu mengetahui berat (kg) dan tinggi (m). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan lama siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2018 Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. Responden penelitian dilakukan pada mahasiswi angkatan 2018 Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. Desain penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan jumlah subjek 45 orang. Variabel bebas penelitian yaitu indeks massa tubuh sedangkan variabel terikatnya adalah lama siklus menstruasi. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Uji chi-square menunjukan hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan lama siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2018 Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang (p=0,023). Sehingga dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan lama siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2018 Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. Kata kunci: Indeks massa Tubuh, lama siklus menstruasi ABSTRACT Menstruation must be experienced by every normal woman. The existence of menstruation is a benchmark for a woman's fertility. The normal and regular duration of the menstrual cycle indicates that a woman has good reproductive function and development. One of the factors that can affect the menstrual cycle is nutritional status, which can be measured using a calculation of body mass index by first knowing the weight (kg) and height (m). The purpose of this study was to determine the relationship of body mass index with the length of the menstrual cycle in the 2018 female students of Budi Mulia Palembang Midwifery Academy. Respondents of the study were conducted in the class of 2018 female student Budi Mulia Palembang Midwifery Academy. The design of this study used a cross-sectional study with 45 subjects. The independent variable of the study is body mass index while the dependent variable is the length of the menstrual cycle. Data collection from respondents was done by filling out questionnaires and measuring weight and height. The statistical analysis used was the chi-square test. The chi-square test showed a significant relationship between body mass index and the length of the menstrual cycle in the 2018 female students of Budi Mulia Palembang Midwifery Academy (p = 0.023). So from the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between body mass index and the length of the menstrual cycle in the 2018 class of Budi Mulia Palembang Midwifery Academy.Keywords: Body mass index, duration of menstrual cycle
1035325 Perbandingan Antara Metode Diskusi dan Pemberian Tugas Terhadap Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.888 KB)

Abstract

Abstrak Metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pembelajaran kepada siswa di dalam kelas baik secara individual atau seacara kelompok agar pelajaran dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar maka makin efektif pula pencapaian tujuan mengajar. Proses belajar mengajar memerlukan berbagai macam metode yaitu : metode diskusi, metode pemberian tugas, metode simulasi dan lain sebagainya. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya perbandingan antara metode diskusi dan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar secara simultan dan parsial pada mata kuliah Dokumentasi Kebidanan pada Mahasiswa Semester II Akbid Budi Mulia Palembang Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yaitu dengan menerapkan dua kelompok. Kelompok A dengan menggunakan metode dikusi dan kelompok B menggunakan metode pemberian tugas (dipilih secara random). Dimana variabel independen (metode diskusi dan metode pemberian tugas) dan variabel dependen (hasil belajar) diteliti dalam waktu yang bersamaan, maka dilakukan post test untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dengan menggunakan metode diskusi dan pemberian tugas. Uji Statistic yang dipakai adalah Uji T Independen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji T-Test Independen diperoleh hasil p-value = 0,040 ≤ 0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil evaluasi belajar mata kuliah Dokumentasi Kebidanan dengan menggunakan Metode Diskusi dan Metode Pemberian Tugas. Saran untuk dosen Akbid Budi Mulia Palembang Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tenaga pengajar tentang hubungan antara pelaksanaan metode diskusi dan pemberian tugas terhadap hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci : Hasil Belajar ABSTRACT Teaching method is a technique that is mastered by the teacher to teach or present learning materials to students in the class either individually or as a group so that the lessons can be absorbed, understood and utilized by students well. The better the teaching method, the more effective the achievement of teaching goals. The teaching and learning process requires a variety of methods including: discussion methods, assignment methods, simulation methods and so on. The purpose of this study is to know the comparison between the discussion method and the assignment method towards learning outcomes simultaneously and partially in the Midwifery Documentation course for Budi Mulia Palembang Midwifery II in 2019. This study uses a quasi-experimental method by applying two groups. Group A using the dikusi method and group B using the assignment method (chosen randomly). Where the independent variables (discussion method and assignment method) and the dependent variable (learning outcomes) are examined at the same time, then a post test is conducted to compare the results of learning using the method of discussion and assignment. (Notoatmodjo, 2002). The test statistic used is the Independent T Test. The population in this study amounted to 37 people and the entire population was sampled. The results of statistical analysis using the Independent T-Test obtained the results of p-value = 0.040 5 0.05 so that it can be concluded that there are significant differences in the average results of learning evaluation midwifery documentation using the Discussion Method and Assignment Method. Suggestions for Akbid lecturers Budi Mulia Palembang It is hoped that they can add insight and knowledge of the teaching staff about the relationship between the implementation of the method of discussion and the assignment of assignments to student learning outcomes. Keywords: Learning outcomes
1035325 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas dengan Perawatan Luka Perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018 Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.016 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v9i1.161

Abstract

ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2012 sebanyak 99 % kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara–negara berkembang. Penyebab langsung kematian di Indonesia dan negara lainnya hampir sama yaitu akibat perdarahan (28%), eklamsia (24%) dan infeksi (11%). Kasus infeksi ini (25–55%) di sebabkan karena infeksi jalan lahir atau episiotomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2018. Jenis Penelitian ini berbentuk survey analitik dengan cross sectional, pengambilan sample menggunakan metode accidental sampling yaitu sebanyak 30 responden. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum. Analisa yang digunakan adalah uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan responden yang melakukan perawatan luka perineum sebanyak 22 responden (73,3%) dan yang tidak melakukan perawatan luka perineum sebanyak 8 responden (26,7%). Responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden (43,3%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 11 responden (36,7%) dan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 6 responden (20,0%). Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 23 responden (76,7%) lebih besar dibandingkan dengan responden yang memiliki sikap negatif sebanyak 7 orang (23,3%). Dari hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan dengan perawatan luka perineum didapatkan hasil p value 0,001 dan hubungan sikap dengan perawatan luka perineum didapatkan hasil p value 0,002. Hasil dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2018. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, dan Perawatan Luka Perineum ABSTRACT Data from the World Health Organization (WHO) in 2012 as many as 99% of maternal deaths due to labor or birth problems occur in developing countries. The immediate causes of death in Indonesia and other countries are almost the same, bleeding (28%), eklampsia (24%) and infection (11%). Cases infection (25–55%) are caused due to birth canal infections or episiotomi. The study was to determine the relationship between knowledge of postpartum attitudes about perineum wound care at the Muhammadiyah Hospital in Palembang in 2018. The type of this study was an analytical survey with cross sectional,sample using accidental sampling method which was 30 respondents. The variables studied in this study were the knowledge and attitudes of postpartum mothers with perineum wound care. The analysis used is the Chi-Square test. Based on the results of the study, there were 22 respondents (73.3%) and those who did not perform perineum wound care as many as 8 respondents (26.7%). Respondents who were sufficiently knowledgeable were 13 respondents (43.3%) more than respondents who had less knowledge as many as 11 respondents (36.7%) and respondents who were well-informed as many as 6 respondents (20.0%). Respondents who had a positive attitude were 23 respondents (76.7%) greater than respondents who had a negative attitude as many as 7 people (23.3%). From the results of the Chi-Square test, the relationship between knowledge with perineal wound care showed p value 0.001 and the relationship between attitudes and perineal wound care showed p value 0.002. The results of this study have a significant relationship between knowledge and attitude of postpartum mothers with perineum wound care at the Muhammadiyah Hospital Palembang in 2018. Keywords: Knowledge, Attitudes, and Care of Perineum Wounds.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb More Issue