cover
Contact Name
Wiman Rizkidarajat
Contact Email
wiman.rizkidarajat@unsoed.ac.id
Phone
+628122794432
Journal Mail Official
jisunsoed@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed, Jl. Prof. dr. H.R. Boenyamin 993, Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Interaksi Sosiologi
ISSN : 14127229     EISSN : 14127229     DOI : https://doi.org/10.20884/jis.v5i1
Core Subject :
Jurnal Interaksi Sosiologi (JIS) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED. Terbit sejak tahun 2002. Tulisan yang dipublikasikan di JIS merupakan hasil penelitian, gagasan konseptual, dan hasil diskusi pada bidang ilmu sosial, khususnya Sosiologi, dan bidang ilmu sosial lainnya yang relevan. Terbit dua kali dalam setahun, April dan September
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
UPAYA MULTIPIHAK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN TREN THRIFTING DI KALANGAN GENERASI Z Pujihartati, Sri Hilmi; Bahtiar, Rizki Yusuf; Sejati, Mliyus Satrio Lanang; Atmaja, Guntur Surya; Nafisah, Kirei Yusuf; Helga, Anindita Danella; Purwaningtyas, Ruswina Danella
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Interaksi Sosiologi Volume 5 Nomor 1 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i1.18946

Abstract

Fenomena thrifting semakin berkembang di kalangan Generasi Z dan dipengaruhi oleh kemajuan digital, perubahan sosial, serta meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan. Namun, praktik ini tidak selalu berdampak positif, sebab konsumsi berlebihan dan masuknya pakaian bekas impor berpotensi menambah beban limbah tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mendorong Generasi Z melakukan thrifting, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan serta menganalisis upaya pemerintah dan Generasi Z dalam menangani dampak yang timbul akibat kegiatan thrifting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pembeli Generasi Z, pelaku usaha thrift, dan perwakilan Yayasan Gita Pertiwi, serta diperkuat dengan dokumentasi lapangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ekonomi, pengaruh media sosial, dan interaksi sosial merupakan faktor utama yang mempengaruhi kegiatan thrifting. Meski mampu memperpanjang masa pakai, thrifting juga berkontribusi pada peningkatan limbah tekstil akibat barang impor yang tidak terserap pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa thrifting berpotensi mendukung konsumsi berkelanjutan apabila didukung dengan kesadaran lingkungan, penguatan regulasi, dan edukasi publik mengenai penggunaan pakaian yang bertanggung jawab.
PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENANGANI MASYARAKAT PENYANDANG DISABILITAS (Studi Pada Dinas Sosial Kota Salatiga) Bawedo, Priscila; Suwartiningsih, Sri; Utomo, Alvianto Wahyudi
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Interaksi Volume 5 Nomor 2 2026
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i2.18629

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran Dinas Sosial Kota Salatiga dalam menangani masyarakat penyandang disabilitas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana peran Dinas Sosial dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang dilakukan terhadap pegawai Dinas Sosial dan masyarakat penyandang disabilitas di Kota Salatiga. Teknik pengumpulan data dilakukan secara sistematis guna mendapatkan gambaran yang akurat mengenai kegiatan dan kendala yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial secara fasilitatif, edukasional, dan teknis telah berjalan cukup baik, tercermin dari penyediaan alat bantu, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan kapasitas petugas. Terdapat hambatan utama berupa keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan keterbatasan dana yang memadai. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi petugas secara terus-menerus dan penguatan alokasi anggaran agar program pemberdayaan disabilitas dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
PERAN NORMA DAN SOLIDARITAS DALAM KOLABORASI POLSEK DAN MASYARAKAT STRATEGI ADVOKASI, MEDIASI, NEGOSIASI UNTUK MENEKAN KRIMINALITAS DI UNGARAN BARAT Suarez, Callista Aurora; Utomo, Alvianto Wahyudi; Yanuartha, Rizky Amalia
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Interaksi Volume 5 Nomor 2 2026
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i2.19691

Abstract

This study addresses the persistent problem of crime in communities, which necessitates a comprehensive approach that is not only legal and repressive but also social and participatory. The main objective of this research is to detail the forms of collaboration between the police (Polsek) and the community, explain the factors that contribute to its success, and identify the obstacles encountered during its implementation. Using a descriptive qualitative approach, this research delves into the collaborative efforts between the police and the community to reduce crime in West Ungaran District. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in Sendangputri and Nyatnyono villages. The key findings show that the collaboration between the Polsek and the community, particularly in these two villages, has been effective through participatory and community-based approaches. Strategies such as advocacy, mediation, and negotiation have not only contributed to a significant reduction in crime rates but have also strengthened local social structures by increasing trust, citizen solidarity, and informal social control. The research concludes that this collaboration effectively reduces crime and enhances local social structures by using advocacy, mediation, and negotiation strategies.
Bahasa Indonesia Cancel Culture sebagai Mekanisme Pengendalian Sosial Digital di Era Media Sosial Al Haq, Shazia Mehlika
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Interaksi Volume 5 Nomor 2 2026
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i2.20073

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena cancel culture sebagai mekanisme pengendalian sosial dalam masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review). Sumber data diperoleh dari sekitar 20 artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2022 hingga 2025 yang relevan dengan kajian sosiologi digital, kontrol sosial, dan dinamika media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture berfungsi sebagai bentuk kontrol sosial informal berbasis digital yang dilakukan secara kolektif melalui media sosial. Mekanisme ini berlangsung melalui proses viralitas informasi, pembentukan opini publik, serta pemberian sanksi sosial seperti kritik, kecaman, pelabelan, dan boikot terhadap individu atau kelompok yang dianggap melanggar norma sosial. Selain itu, cancel culture juga berperan dalam pembentukan dan penegakan norma sosial secara kolektif di ruang digital, meskipun dipengaruhi oleh emosi, persepsi, dan dinamika kekuasaan dalam opini publik. Di sisi lain, praktik ini menimbulkan dampak sosial berupa stigma, pelabelan negatif, serta potensi ketidakadilan dalam masyarakat digital. Kata Kunci: Cancel Culture, Kontrol Sosial, Media Sosial