cover
Contact Name
Wiman Rizkidarajat
Contact Email
wiman.rizkidarajat@unsoed.ac.id
Phone
+628122794432
Journal Mail Official
jisunsoed@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed, Jl. Prof. dr. H.R. Boenyamin 993, Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Interaksi Sosiologi
ISSN : 14127229     EISSN : 14127229     DOI : https://doi.org/10.2504/jis.v1i2.8258
Core Subject :
Jurnal Interaksi Sosiologi (JIS) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED. Terbit sejak tahun 2002. Tulisan yang dipublikasikan di JIS merupakan hasil penelitian, gagasan konseptual, dan hasil diskusi pada bidang ilmu sosial, khususnya Sosiologi, dan bidang ilmu sosial lainnya yang relevan. Terbit dua kali dalam setahun, April dan September
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Fenomena Polusi Udara di Jakarta: Studi Analisis Wacana Van Dijk pada Postingan Instagram @GREENPEACEID Ramadhan, Novan; Salmah, Hanifa; Maulidya, Shafira; Jonara, Cut Safa Afifah; Wulandari, Rizky Ayu
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 2 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i2.10855

Abstract

Fenomena polusi udara di Jakarta merupakan suatu masalah lingkungan yang mendalam dan terus berkembang setiap masa. Eksplorasi polusi udara di Jakarta marak diperbincangkan masyarakat hingga seluruh Indonesia, karena hal ini menjadi tantangan serius bagi mereka. Dengan adanya kualitas udara yang kurang baik di Jakarta, menjadikan masyarakat risih akan hal tersebut. Selain itu, Jakarta seringkali terkenal dengan kemacetan, banyaknya gedung tinggi, dan kurangnya penghijauan membuat kesan bahwa Jakarta dikenal sebagai kota padat polusi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis wacana Van Dijk. Analisis dalam penelitian berhubungan dengan struktur mikro, superstruktur, struktur makro, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data penelitian ini diambil dari postingan Instagram @greenpeaceid yang berkaitan dengan isu polusi udara di Jakarta. Hasil penelitian ditemukan bahwa udara kotor yang menimbulkan berbagai penyakit merusak kesehatan masyarakat sekitar. Dampak tersebut sangat dirasakan terutama bagi pengendara motor dan mobil yang terkena macet. Postingan Instagram Greenpeace Indonesia mengajak pemerintah untuk membuat upaya lebih efektif dengan melibatkan kebijakan pengendalian emisi kendaraan, peningkatan transportasi umum, serta membuat penghijauan. Perlu adanya pemantauan secara berkala untuk memantau perubahan polusi udara dan dampak terhadap masyarakat sekitar. Kata Kunci: Polusi Udara, Greenpeace Indonesia, Instagram. The phenomenon of air pollution in Jakarta is a profound environmental problem for the period. The exploration of air pollution in Jakarta is widely discussed by people throughout Indonesia, because this is a serious challenge for them. With the poor air quality in Jakarta, people are uncomfortable with it. In addition, Jakarta is often famous for its traffic jams, many tall buildings, and the lack of greenery makes the impression that Jakarta is known as a polluted city. This research uses a descriptive qualitative method with Van Dijk's discourse analysis model. The analysis in the research relates to microstructure, superstructure, macrostructure, social cognition, and social context. The data for this study were taken from @greenpeaceid's Instagram posts related to the issue of air pollution in Jakarta. The results of the study found that dirty air that causes various diseases damages the health of the surrounding community. The impact is felt especially by motorcyclists and cars affected by traffic jams. Greenpeace Indonesia's Instagram post invites the government to make more effective efforts by involving vehicle emission control policies, improving public transportation, and making greenery. Regular monitoring is needed to monitor changes in air pollution and the impact on the surrounding community. Keywords: Air Pollution, Greenpeace Indonesia, Instagram.
Peran Kelompok Tani Pesisir di Desa Mantang Lama Kepulauan Riau Rahayu, Bella Agustina; Oktariyani, Selsi; Sapphira, Tengku Ananda; Pitriani, Pitriani; Eni, Erna; Safitri, Agustika; Wahyuni, Sri
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 2 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i2.11228

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis kasus tentang upaya pemberdayaan perempuan melalui kelompok wanita tani di Desa Mantang, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan. Proses pemberdayaan perempuan ini terfokus pada keterlibatan kelompok tani Tunas Jaya dan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam rangka mencapai tujuan pemberdayaan. Keberadaan kelompok tani Tunas Jaya dianggap sebagai wadah apresiasi perempuan yang juga menyebabkan majunya sektor pertanian di Desa Mantang serta membantu perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai cara pemberdayaan dalam kegiatan pertanian, mengidentifikasi peluang dan hambatan yang muncul selama proses pemberdayaan, serta mengevaluasi manfaat yang didapatkan setelah mengikuti program pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam proses penelitiannya. Untuk mengumpulkan data atau informasi dalam penelitian ini, dilakukan sesi wawancara bersama perwakilan anggota kelompok tani Tunas Jaya. Sehingga dapat mengetahui informasi terkait peran kelompok tani terhadap perempuan masyarakat pesisir di Desa Mantang. Kata Kunci: Kelompok Tani, Peran, Masyarakat Pesisir This research is a case analysis of women's empowerment efforts through farmer women's groups in Mantang Village, Mantang District, Bintan Regency. This women's empowerment involves the Tunas Jaya farmer group and involves the participation of the surrounding community in an empowerment process. The existence of the Tunas Jaya farmer group is considered as a forum for women's appreciation which helps bring progress to the agricultural sector in Mantang Village and helps the community's economy. The aim of this research is to understand how empowerment is implemented in agricultural activities, identify opportunities and obstacles that arise during the empowerment process, and evaluate the benefits that can be obtained after participating in the empowerment program. This research uses qualitative research methods in its research process. To collect data or information in this research, interview sessions were conducted with representatives of members of the Tunas Jaya farmer group. So you can find out information related to the role of farmer groups towards women in coastal communities in Mantang Village. Keywords : Farmer Groups, Role, Coastal Communities
Interaksi Sosial Komunitas Wibu Harajuku Nation (HANA) Purwokerto Juliati, Erika; Dadan, Sulyana; Wiman, Rizkidarajat Wiman
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 2 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i2.11737

Abstract

Artikel ini membahas interaksi sosial yang terjadi pada wibu di dalam komunitas Harajuku Nation Purwokerto. Interaksi sosial merupakan kebutuhan mendasar setiap manusia sebagai makhluk sosial. Selama ini masih terdapat asumsi negatif dari masyarakat mengenai wibu yaitu seseorang yang nolep, ansos, dan tidak dapat berbaur dengan lingkungan. Padahal interaksi sosial menjadi sebuah kunci seluruh kehidupan sosial, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan satu dengan lainnya. Sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri. Kemudian terbentuklah sebuah komunitas yang dapat menjadi menampung mereka dan berisi orang-orang yang menyukai budaya populer Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik analisis datanya menggunakan model dari Miles dan Huberman (1992) yang meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data/ kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi sosial yang dilakukan anggota komunitas Harajuku Nation yang terbagi menjadi dua yaitu interaksi di dalam komunitas dan interaksi di luar komunitas. Hal tersebut menunjukkan bahwa asumsi negatif mengenai wibu tidak sepenuhnya benar, karena pada kenyataannya mereka dapat melakukan interaksi sosial di dalam komunitas maupun di luar komunitas dengan baik. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Wibu, Komunitas This article discusses the social interactions that occur in wibu in the Harajuku Nation Purwokerto community. Social interaction is a fundamental need of every human being as a social being. There are still negative assumptions from society about wibu, namely someone who is nolep, ansos, and cannot blend in with the environment. Whereas social interaction is a key to all social life, because basically humans are living things that need one another. So humans cannot live alone. Then a community was formed that can accommodate them and contains people who like Japanese popular culture. This research uses descriptive qualitative methods. The data analysis technique uses a model from Miles and Huberman (1992) which includes three steps, namely data reduction, data presentation, and data verification/conclusion. The results of this study show that there are social interactions carried out by members of the Harajuku Nation community which are divided into two, namely interactions within the community and interactions outside the community. This shows that the negative assumptions about wibu are not entirely true, because in reality they can carry out social interactions within the community and outside the community well. Keywords: Social Interaction, Wibu, Community
Peran Keluarga Dalam Pola Asuh Pada Balita Stunting Di Keluharan Kutowinangun Lor Kota Salatiga Pah, Mariana Octaviany Leonora; Utomo, Alvianto Wahyudi; Purnomo, Daru
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.12034

Abstract

Stunting is a form of growth process that is hampered by nutritional problems. One of the factors causing stunting is parenting style. Parenting style is the family's ability to provide support and attention to fulfill the needs of toddlers in their growth and development. The aim of the research is to analyze the role of the family in parenting patterns of stunted toddlers in Kutowinangun Lor Village. This research uses a qualitative descriptive method, the approach is used to analyze the role of the family in the parenting style given to stunted toddlers, and the informants are the families of stunted toddlers. Data was collected through observation, interviews, documentation, and data was processed according to qualitative analysis from the results of interviews conducted with families of toddlers. The research results show that in Kutowinangun Lor Village, in 2024 there will be 8 toddlers affected by stunting, where the toddlers are cared for by parents or other family members. In providing parenting patterns for toddlers, it is not only the role of the family but also the role of other actors to assist in providing appropriate parenting patterns for toddlers, such as the role of health authorities, namely health centers and posyandu in providing health check services for growth and development for toddlers, as well as The role of the government, namely sub-districts, provides assistance in providing food or other assistance for families of stunted toddlers. However, with a lack of knowledge about good and correct parenting patterns, toddlers are easily affected by stunting. So it can be concluded that the role of family and other actors is very much needed in providing good and correct parenting patterns for stunted toddlers.
Peran Media Digital sebagai Strategi Perencanaan Pertunjukan Seni Karawitan : Studi Kasus di Sanggar Karawitan Sekar Dewi Banyumas Romadhan, Muhamad Wahyu; Roihana, Putri; Purnama, Hidayati; Nurnayla, Fatya; Azizah, Ishfa; Hasyim, Abiyaz
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.12531

Abstract

Artikel ini menggambarkan peran media digital sebagai strategi perencanaan seni karawitan. Penelitian ini dilakukan di salah satu sanggar karawitan Banyumas, yaitu Sanggar Sekar Dewi yang terletak di Desa Wiradadi, Sokaraja, Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan gambaran secara luas dan mendalam mengenai kesenian karawitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana media digital dapat berperan dan dijadikan sebagai strategi perencanaan pertunjukan seni karawitan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa karawitan Banyumas memiliki perbedaan dengan karawitan Solo, Yogyakarta, dan Sunda. Perkembangan teknologi yang semakin pesat memunculkan media digital. Kemunculan media digital tersebut memberikan perubahan pada kesenian karawitan. Pertunjukan seni karawitan saat ini juga dapat dinikmati secara daring, meskipun esensi dan perasaan yang dihasilkan akan berbeda jika melihat pertunjukan seni karawitan secara langsung karena apabila melihat pertunjukan seni karawitan melalui media digital, maka tidak akan menumbuhkan ikatan batin antara penonton dengan pelaku seni. Media digital juga berdampak pada minat masyarakat, terutama generasi muda, sehingga seni karawitan mengalami penurunan apresiasi dan partisipasi dari masyarakat. Akan tetapi, di sisi lain media digital juga dapat memudahkan dalam memperluas dan melestarikan seni karawitan kepada masyarakat luas, sehingga media digital yang ada saat ini berperan dalam perkembangan seni karawitan dan dapat dijadikan sebagai strategi untuk memperkenalkan seni karawitan.
Studi Sosiologi tentang Interaksi Sosial Georg Simmel dalam Sosiasi Lokalisasi Tegal Panas Elkana, Daud Paulus; Kudubun, Elly Esra; Siahainenia, Royke Roberth
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.12634

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai fenomena kegiatan prostitusi di lokalisasi Tegal Panas, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi menurut pandangan Georg Simmel dalam sosiasi lokalisasi Tegal Panas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa interaksi para aktor utama di lokalisasi Tegal Panas, yaitu Pekerja Seks Komersial (PSK), Mami, dan Konsumen, dapat digambarkan sebagai sebuah hierarki. Dalam hal ini, posisi PSK adalah sebagai poros interaksi, sehingga dapat menjadi subordinat saat sedang berinteraksi dengan Mami, dan dapat menjadi superordinat saat sedang berinteraksi dengan Konsumen. Adapun posisi pengurus atau pihak keamanan lokalisasi Tegal Panas adalah sebagai pihak ketiga, yang sekaligus mewakili pihak pemerintahan dan warga sekitar. Adanya aturan-aturan serta kebijakan yang ditetapkan bagi para PSK dan para Mami, membuat pengurus atau pihak keamanan ini berada di posisi superordinat tertinggi dalam struktur sosial lokalisasi Tegal Panas. Kata Kunci: Georg Simmel, Interaksi Sosial, Lokalisasi, Prostitusi. ABSTRACT This research discusses the phenomenon of prostitution activities in Tegal Panas localization, Jatijajar Village, Bergas District, Semarang Regency. The purpose of this research is to find out the forms of interaction according to Georg Simmel’s view in Tegal Panas localization. The research method used in this research is descriptive qualitative method, using constructivist approach. The data collection techniques used in this research were interviews, observation, and documentation. In addition, the data analysis technique used includes three streams of activities, namely data reduction, data presentation, and conclucion drawing. The results found from this study are that the interaction of the main actors in Tegal Panas localization, namely Commercial Sex Workers (CSW), Mami, and Consumers, can be describe as a hierarchy. In this case, the CSW’s position is as the axis of interaction, so it can be subordinate when interacting with Mami, and can be superordinate when interacting with Consumers. The position of the management or security of Tegal Panas localization is as a third party, which also represents the government and local residents. The existence of rules and policies set for the CSW and the Mami, made the management or security in the highest superordinate position in the social structure of Tegal Panas localization. Keywords : Georg Simmel, Social Interaction, Localization, Prostitution.
Ngopi dan Pecinta Alam Studi Ngopi Bareng sebagai Transmisi Ilmu Kepecintaalaman di UPL Mahasiswa Pecinta Alam Nugraheni, Maria Chrismei Shintya; Wulan, Tyas Retno; Dadan, Sulyana
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.12675

Abstract

Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA Unsoed) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kepencintaalaman. Selain kegiatan lapangan (outdoor), UPL MPA Unsoed juga banyak melakukan kegiatan di dalam ruangan, seperti rapat dan diskusi kepencintaalaman. Salah satu hal menarik dari kegiatan UPL MPA Unsoed adalah kebiasaan berdiskusi dengan suguhan satu cangkir kopi hitam yang dapat dinikmati bersama-sama. Bagi sebagian anggota, Ngopi bareng merupakan salah satu metode paling efektif untuk mentransfer pengetahuan dalam diskusi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tradisi Ngopi bareng sebagai sarana transmisi ilmu kepecintaalaman UPL MPA Unsoed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitiannya adalah para pengurus, anggota dan alumni UPL MPA Unsoed yang pernah atau sering melakukan tradisi Ngopi bareng di UPL MPA Unsoed. Tehnik penentuan informan menggunakan purposive sampling serta analiasa data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minum kopi bersama bagi anggota UPL MPA Unsoed menjadi sarana untuk transmisi ilmu kepecintaalaman dan meningkatkan ikatan solidaritas di antara anggota.
Melacak Lokasi Risiko dalam Transisi Pemuda Menuju Dewasa di Purwokerto: Sebuah Kajian Literatur Wiman, Rizkidarajat Wiman; Sabrina, Laila; Nabila, Aisha Cahyarani
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.13467

Abstract

ABSTRAK Pemuda sering kali menjumpai “perjalanan zig-zag” dalam memasuki masa adulthood dalam hidupnya. Perjalanan tersebut terjadi ketika pemuda berupaya untuk bergerak menuju tahapan adulthood melalui konversi modal sosial yang didapatkan melalui pendidikan tinggi untuk memperoleh pekerjaan yang layak atau sesuai. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan letak konsep risiko menurut Beck dalam proses transisi yang dilakukan oleh pemuda di Purwokerto, Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data primer dalam artikel ini adalah 4 artikel yang diterbitkan oleh penulis pada tahun 2023-2024 dengan tema pemuda dan risiko tidak tuntasnya proses pendidikan tinggi, pemuda dan risiko kerja digital, serta pemuda dan risiko karya kreatif dalam ranah seni kontemporer. Temuan dari artikel ini adalah bahwa risiko transisi pemuda menuju masa dewasa dapat ditemukan pada kegagalan pendidikan tinggi untuk terhubung dengan “jenis pekerjaan yang layak”, yaitu jenis pekerjaan baru yang melibatkan ruang baru yang disebut ruang digital dan pekerjaan kreatif pemuda. Temuan ini membuktikan bahwa premis Beck mengenai timbulnya risiko global terbukti Kata Kunci: Pemuda, Kerja Digital, Kerja Kreatif, Masyarakat Risiko, Indonesia. ABSTRACT Young people often encounter zig-zag journey to entering adulthood stage in their life. After finishing their stage from higher education, it is common that young people transform into an adult through the mechanism of work. This article aims to show the location of the concept of risk according to Beck in this transition process carried out by young people in Purwokerto, Indonesia. The method used in this article is descriptive qualitative with a literature study approach. The primary data sources in this article are 4 articles with the themes of young people and the risks of incomplete higher education process, young people and the risks of digital work and young people and the risks of creative work in the realm of contemporary arts. The findings of this article are that risks within the young people transition into adulthood can be found within the failure of higher education to connect with “proper kind of work”, the new type of work that involving new space called digital space and the creative work of young people. This finding proofed that Beck’s premise regarding the global generation of risk is proven. Keywords: Young People, Digital Work, Creative Work, Risk Society, Indonesia
Analisis Konten Edukasi Hak Asasi Manusia Pada Kanal Youtube Virtual Education Academy Purnama, Hidayati
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 2 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i2.13820

Abstract

Peningkatan pemahaman tentang HAM selain dalam mata pelajaran di sekolah, dapat mempelajarinya melalui media sosial YouTube karena paling banyak diakses di Indonesia. Salah satu kanal YouTube yang mengunggah edukasi HAM adalah Virtual Education Academy. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana penyajian materi HAM melalui konten-konten yang diunggah Virtual Education Academy pada kanal YouTube miliknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi kualitatif untuk menginterpretasikan konten-konten terkait edukasi HAM yang diunggah di kanal YouTube Virtual Education Academy (VEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa VEA berhasil mengunggah sebanyak 466 konten video di mana 43 ialah konten edukasi HAM dan membaginya ke dalam dua daftar putar. Konten-konten itu dikategorikan ke dalam delapan kelompok yaitu hak fundamental, hak hukum, hak sipil, hak sosial ekonomi serta konten khusus, konten kesatuan, konten kelompok rentan, dan konten kampanye. VEA memiliki potensi dari mengunggah konten edukasi HAM dengan berhasil mencapai 99 ribu penayangan, menggunakan format video menarik, dan membuka fitur komentar sebagai media penyampaian gagasan. Adapun, tantangan yang dihadapi VEA yaitu risiko penyebaran informasi ulang tanpa memperhatikan kredibilitas dan persaingan dengan kanal sejenis. Meskipun demikian, platform YouTube dapat menjadi media yang efektif untuk menyebarluaskan edukasi HAM kepada masyarakat luas melalui pendekatan visual dalam video konten.
Dinamika Interaksi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultural Studi Kasus Pada Komunitas Urban Etnis Porodisa Di UKSW Salatiga Essing, Maria Juliance; Esra Kudubun, Elly; Roberth Siahainenia, Royke
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 2 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i2.14144

Abstract

Masyarakat multikultural merupakan suatu lingkungan sosial yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan budaya yang masing-masing memiliki identitas yang unik. Interaksi antar budaya dalam konteks ini menjadi signifikan dalam memahami dinamika sosial. Berangkat dari konflik internal yang terjadi pada etnis Porodisa memberikan harapan dan dorongan baru untuk tumbuh menjadi etnis yang lebih menonjol di lingkungan UKSW Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana suku bangsa Porodisa mempertahankan identitas budayanya di lingkungan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan focus group discussion dan observasi partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnis Porodisa dapat mempertahankan identitas budayanya meskipun telah mengalami akulturasi dalam masyarakat perkotaan. Dalam hal ini etnis Porodisa mampu dan tanggap dalam memahami simbol dan berkomunikasi baik antar sesama etnis maupun dengan etnis lainnya. Jadi, bagi etnis Porodisa, interaksi yang terjadi tidaklah statis melainkan dinamis.