cover
Contact Name
Wiman Rizkidarajat
Contact Email
wiman.rizkidarajat@unsoed.ac.id
Phone
+628122794432
Journal Mail Official
jisunsoed@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed, Jl. Prof. dr. H.R. Boenyamin 993, Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Interaksi Sosiologi
ISSN : 14127229     EISSN : 14127229     DOI : https://doi.org/10.2504/jis.v1i2.8258
Core Subject :
Jurnal Interaksi Sosiologi (JIS) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED. Terbit sejak tahun 2002. Tulisan yang dipublikasikan di JIS merupakan hasil penelitian, gagasan konseptual, dan hasil diskusi pada bidang ilmu sosial, khususnya Sosiologi, dan bidang ilmu sosial lainnya yang relevan. Terbit dua kali dalam setahun, April dan September
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Persepsi Orang Tua Di Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan Terhadap Konten LGBT Di Media Sosial Tik-Tok Asegaf, Muhammad Mahfudz; Wulan, Tyas Retno
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 1 (Back Issue September 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v2i1.8506

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi dan semakin canggihnya perangkat-perangkat informasi yang diproduksi oleh industri seolah-olah menghadirkan “dunia dalam genggaman”. Media sosial hadir dan mengubah paradigma berkomunikasi dimasyarakat saat ini. Komunikasi tak terbatas jarak, waktu, ruang. Bisa terjadi dimana saja, kapan saja, tanpa harus bertatap muka. Tik-Tok menjadi salah satu jejaring media sosial yang saat ini sangat digemari oleh seluruh masyarakat. Dalam penyajian kontenya Tik-Tok ini, kurang dapat memfilter isi video dari para konten kreator yang ada. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya konten-konten LGBT yang bermunculan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap konten LGBT di media sosial Tik-Tok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Pemilihan subyek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Orang tua mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap konten LGBT di media sosial Tik-Tok, di antara persepsinya yaitu menganggap tidak baik jika konten-konten LGBT ada di media sosial terutama Tik-Tok, dimana para orang tua menghawatirkan jika hal tersebut dilihat dan ditiru oleh anak-anaknya serta bertentangan dengan agama, budaya dan negara. Pada intinya orang tua tidak mendukung adanya aktivitas LGBT berupa konten di Tik Tok ataupun di media sosial lainnya, karena memang seluruh aktivitas yang mengandung nilai LGBT sangat tidak bisa dibenarkan dalam sudut pandang apa pun. (2) Orang tua mempunyai langkah-langkah yang berbeda-beda dalam menyikapi konten LGBT di media sosial Tik-Tok, di antaranya mereka memilih untuk mengabaikan konten yang indikasinya mengandung nilai LGBT dan tidak membagikan konten tersebut ke media sosial yang lain. Beberapa orang tua memilih melakukan tindakan dengan langsung memblokir, mereport, melaporkan akun pemilik konten LGBT tersebut. Tidak sedikit juga orang tua yang memberikan pemahaman kepada keluarga mereka jika konten-konten seperti LGBT tidak layak untuk diakses. Kata Kunci: Persepsi, Tik-Tok, LGBT ABSTRACT (Bahasa inggris. Gunakan Grammarly) The advancement of information technology and the increasingly sophisticated information devices produced by the industry seem to present the "world in the palm". Social media is present and changes the paradigm of communicating in today's society. Communication is not limited to distance, time, or space. It can happen anywhere, anytime, without having to meet face to face. TikTok is one of the most popular social media networks today. In presenting this Tik-Tok content, it is less able to filter video content from existing content creators. This can be proven by the number of LGBT content that has sprung up. This study aims to describe parents' perceptions of LGBT content on TikTok social media. The method used is a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, using observation, semi-structured interviews, and documentation. The selection of research subjects using a purposive sampling technique. The results showed that: (1) Parents have different perceptions of LGBT content on Tik-Tok social media, among their perceptions is that they think it is not good if LGBT content is on social media, especially Tik-Tok, where the parents worry if it is seen and imitated by their children and is against religion, culture, and country. In essence, parents do not support LGBT activities in the form of content on Tik Tok or other social media, because indeed all activities that contain LGBT values cannot be justified from any point of view. (2) Parents have different steps in responding to LGBT content on Tik-Tok social media, including they choose to ignore content that indicates that it contains LGBT values and not sharing the content on other social media. Some parents choose to take action by directly blocking, reporting, and reporting the account of the owner of the LGBT content. Not a few parents also provide understanding to their families if content such as LGBT is not worth accessing. Keywords : : Perseption, Tik-Tok, LGBT
Pemberdayaan Masyarakat Berkebutuhan Khusus (Peningkatan Kesejahteraan Disabilitas Fisik di Linggasari, Kembaran, Banyumas) Pangesti, Shinta Maulidya; Primadata, Ankarlina Pandu; Martono, Nanang
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 1 (Back Issue September 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v2i1.8527

Abstract

ABSTRAK Banyaknya jumlah disabilitas fisik di Indonesia menjadikan setiap daerah untuk memberikan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas fisik. Pemberdayaan tersebut sangat penting, sehingga memerlukan perhatian dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu pihak yang mempunyai peran penting dalam proses pemberdayaan penyandang disabilitas fisik adalah pemerintah desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan tentang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas fisik dalam meningkatkan kesejahteraan disabilitas fisik di Linggasari, Kembaran, Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga dapat memperoleh data mendalam sesuai tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan berupa data primer (hasil wawancara dan observasi) dan data sekunder (literatur dan hal lain yang mendukung data penelitian). Sasaran penelitian ini adalah disabilitas fisik, perangkat desa, masyarakat sekitar, dan Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian, penyandang disabilitas mendapatkan pemberdayaan dari pemerintah pusat dan kabupaten dalam berbagai bentuk. Bentuk bantuan pemberdayaan para disabilitas seperti barang dan pelatihan. Adapun barang yang diberikan seperti sembako, tongkat, kursi roda, kasur, magic com, karpet. Adapun disabilitas fisik yang mengikuti pelatihan keterampilan di Solo, Yogyakarta, Purworejo, dan Semarang. Pemerintah Desa Linggasari memiliki peran sebagai penyalur bantuan dari dinas sosial kabupaten, memperbarui data disabilitas, mengajukan permintaan bantuan untuk disabilitas ke dinas sosial kabupaten dan kementerian sosial. Kata kunci: Disabilitas, Pemberdayaan, Kesejahteraan.
Strategi Pengembangan Objek Wisata Curug Jenggala Berbasis Community Based Tourism di Masa Pandemi Covid-19 Diastari, Ratna Ayu; Dewi, Ratna; Suyanto, Edy
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 1 (Back Issue September 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v2i1.8546

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelola wisata dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala, hambatan dan solusi dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang terpilih adalah pengelola objek wisata Curug Jenggala. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curug Jenggala merupakan objek wisata berbasis Community Based Tourism yang menempatkan masyakat lokal sebagai subjek utama dalam melakukan pengembangan wisata. Keberadaan objek wisata Curug Jenggala mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Strategi yang diterapkan pengelola objek wisata Curug Jenggala sesuai dengan konsep manajemen strategi Karhi, yaitu pertama pembuatan, penerapan, dan evaluasi strategi. Kedua promosi, riset dan pengembangan setelah riset. Hambatan utama yang dialami oleh pengelola objek wisata adalah terkait keuangan, oleh sebab itu perhatian lebih dari pihak luar (pemerintah dan investor) menjadi penting dalam pengembangan objek wisata Curug Jenggala. Kata kunci: Curug Jenggala, Pengelola objek wisata, Community Based Tourism. ABSTRACT This study aims to describe the strategy of tourism managers in developing the Curug Jenggala tourist attraction, obstacles and solutions in developing the Curug Jenggala tourist attraction. The research was conducted using qualitative methods. Informants were determined by purposive sampling technique; the chosen one was the Jenggala Curug tourist attraction manager. Research data was collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data analysis model. The study results show that Curug Jenggala is a community-based tourism object that places the local community as the main subject in tourism development. The existence of the Jenggala Curug tourist attraction can improve the welfare of local communities by opening up jobs. The strategy implemented by the Jenggala Curug tourist attraction manager follows the concept of Karhi's strategic management. The first is the creation, implementation and evaluation of strategies—the second is promotion, research and development after research. The main obstacle experienced by tourism object managers is related to finance. Therefore more attention from outsiders (government and investors) is essential in developing the Curug Jenggala tourist attraction. Keywords: Jenggala Waterfall, Tourist attraction manager, Community Based Tourism
Hubungan Gaya Hidup dengan Perilaku Konsumtif Fesyen Mahasiswa FISIP Unsoed Hadiraharjo, Muhamad Dwidyandra; Nurhikmah, Nazilah; Nurokhmah, Wulan; Gandarukmi, Mijil Sekar; Shafara, Adiva Putri; Kusuma, Andhika Raka; Martono, Nanang
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fesyen berkaitan dengan gaya bahasa, perilaku, dan hobi terhadap model pakaian tertentu. Kecenderungan seseorang ketika selalu memperbarui model fesyen yang dikenakan dapat memengaruhi gaya hidup. Gaya hidup seseorang mencakup sekumpulan aktivitas, kebiasaan, dan pola respon terhadap pakaian yang dapat merefleksikan status sosialnya. Ketergantungan terhadap model pakaian tertentu dapat menjadikan kebutuhan bukan lagi prioritas, namun hanya sebagai pelengkap dari gaya hidup. Tindakan membeli produk pakaian secara berlebihan merupakan perilaku konsumtif. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup dengan perilaku konsumtif fesyen Mahasiswa FISIP Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik proportionate stratified random sampling dengan memberikan kuesioner kepada responden. Data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang, kemudian dianalisis dengan Korelasi Tau Kendall. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai analisis hubungan gaya hidup dengan perilaku konsumtif fesyen mahasiswa FISIP Unsoed, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu gaya hidup memiliki arah hubungan positif dengan perilaku konsumtif fesyen mahasiswa FISIP Unsoed. Artinya, semakin tinggi gaya hidup, maka perilaku konsumtif fesyen mahasiswa FISIP Unsoed juga semakin tinggi/konsumtif. Sebaliknya, semakin rendah gaya hidup, maka perilaku konsumtif fesyen mahasiswa FISIP Unsoed juga semakin rendah/tidak konsumtif. Kata Kunci: Gaya hidup, perilaku konsumtif, fesyen ABSTRACT Fashion is related to language style, behavior, and hobbies about specific clothing models. A person's tendency when always updating the fashion model can affect lifestyle. A person's lifestyle includes a set of activities, habits, and patterns of response to clothing can reflect social status. Dependence on certain clothing styles can make needs no longer a priority, but only as a complement to lifestyle. The act of buying clothing products excessively is a consumptive behavior. The purpose research to analyze relationship between lifestyle and fashion consumptive behavior of FISIP Unsoed students. This study used a survey method and a proportionate stratified random sampling technique by giving questionnaires to respondents. Data will be presented of frequency distribution tables and cross tables, then will be analyzed with Tau Kendall Correlation. Based on the results of research that has been conducted about relationship between lifestyle and fashion consumptive behavior of FISIP Unsoed students, can be concluded that there is a positive relationship between lifestyle and fashion consumptive behavior of FISIP Unsoed students. That is, if the higher of lifestyle then higher fashion consumptive behavior of FISIP Unsoed students. Conversely, if the lower of lifestyle then lower fashion consumptive behavior of FISIP Unsoed students. Keywords: Lifestyle, consumptive behaviour, fashion
Interaksi Antara Mahasiswa Islam dan Kristen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Harianja, Callysta Marcella; Sabrina, Laila; Hayu Maharani, Dama Gandes; Alfian, fiqri; Machruf, Awalludin
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini memfokuskan pada konstruksi identitas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dalam menghadapi pluralitas agama. Melalui penghargaan terhadap keberagaman agama, toleransi dan dialog antar agama, serta kesadaran identitas agama sendiri, mahasiswa FISIP Unsoed dapat membangun identitas yang inklusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana mahasiswa FISIP Unsoed membangun identitas mereka dalam lingkungan akademik yang heterogen secara agama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung kebijakan dan program yang mempromosikan toleransi antar agama dan penghargaan terhadap perbedaan agama di kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi. Kata kunci: Identitas mahasiswa, Konstruksi identitas, Pluralitas agama, Toleransi antar agama. Abstract This study focuses on the construction of identity among students of the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) at Jenderal Soedirman University (UNSOED) in the face of religious pluralism. By recognizing religious diversity, promoting tolerance and interreligious dialogue, and fostering a sense of one's own religious identity, FISIP students at UNSOED can develop an inclusive identity. This research contributes to understanding how FISIP students construct their identities within a religiously heterogeneous academic environment. The findings of this study are expected to support policies and programs that promote inter-religious tolerance and appreciation of religious differences among students and universities.
Fenomena Flexing dan Fomo di Instagram: Persepsi Generasi Z terhadap Akun Instagram @siscakohl, @zhafiraiha, dan @jeromepolin Adjiwibowo, Alisha Diandra; Fauziah, Azkia Zulfah; Nurnayla, Fatya; Loen, Haura Sabitta Zikra; Humaira, Jasmine Alifa
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram sebagai salah satu bentuk dari adanya perkembangan teknologi yang menimbulkan bentuk perilaku baru, yaitu "flexing" dan "FOMO" (Fear of Missing Out). Flexing mengacu pada tindakan seseorang memamerkan kekayaan material atau prestasi mereka secara berlebihan melalui platform media sosial, seperti instagram. Di sisi lain, FOMO merujuk pada perasaan cemas dan rasa tidak aman yang muncul ketika seseorang merasa bahwa mereka sedang melewatkan momen atau pengalaman penting yang dimiliki oleh orang lain. Penelitian ini dilakukan untuk menganilisis tiga akun di Instagram terhadap kecenderungan perilaku flexing maupun FOMO pada akun-akun tersebut, dan melihat kemungkinan pengaruh yang akan terjadi terhadap generasi Z sebagai pengikut yang mendominasi tiga akun tersebut. Hasil penelitian menujukkan bahwa ketiga akun tersebut memiliki kecenderungan terhadap perilaku flexing dan FOMO yang memiliki kemungkinan akan mempengaruhi generasi Z. Kata kunci: Flexing, FOMO, Genarasi Z, Instagram
Analisis Motivasi Mahasiswa Sosiologi FISIP Unsoed untuk Mengikuti Program MSIB Mareta, Lutvia; Azizah, Alfiani Nur; Rahmawati, Ira; Rajabani, Alissa Zakiah; Wibisono, Sentot Satrio
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan menyebabkan Pemerintah melalui Kemendikbudristek membuat program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu program MBKM yaitu Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dapat mengasah serta meningkatkan hard-skills dan soft-skills mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman mahasiswa ketika mengikuti program MBKM khususnya MSIB serta mengetahui motivasi mahasiswa sosiologi unsoed yang mengikuti program MSIB. Metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dan tujuan penelitian yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder dari literatur yang mendukung penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, informan mengikuti program Magang Studi Independen bersertifikat (MSIB) di sebuah perusahaan konsultan di Jogja yang bernama PT Trisakti Pilar Persada bergerak di bidang Kajian Kebijakan, Perancangan Pembangunan, Media Literasi, Pengembangan SDM, dan jasa survey. Program MSIB memberikan banyak manfaat di antaranya mahasiswa dapat belajar hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah ditemui dan mendapatkan banyak relasi dari teman-teman dengan latar belakang dan wilayah yang berbeda-beda. Selain itu, Mahasiswa juga termotivasi mengikuti program MSIB karena adanya kekhawatiran terkait tidak mendapat pekerjaan setelah lulus menjadi seorang sarjana Sosiologi nanti dan adanya harapan atau cita-cita mahasiswa Sosiologi FISIP UNSOED agar saat lulus dapat menjadi seorang peneliti dan wirausahawan sosial.
Analisis Isi Kuantitatif Tindak Rasisme dalam Film BlacKkKlansman Prasetyo, Ridho Iza; Mutahir, Arizal
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Film merupakan salah satu dari sekian bentuk media massa yang mampu memberikan nilai hiburan pada masyarakat disaat kepenatan aktifitas masyarakat dalam menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Perkembangan film itu sendiri juga tidak lepas dari perkembangan budaya masyarakat yang berlaku dibelakangnya. Salah satu film yang menggambarkan salah satu realitas sosial yaitu rasisme adalah film BlacKkKlansman. Isu rasisme menjadi tema yang paling sering diproduksi oleh industri film terbesar dunia yaitu Hollywood. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis isi. Dalam penelitian ini peneliti meneliti secara syntactical units terdiri dari simbol-simbol yang muncul, dalam penelitian ini adalah simbol kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana perilaku kaum kulit putih di dalam Film BlacKkKlansman yang melakukan tindakan diskriminasi dan pembedaan baik secara verbal dan nonverbal berdasarkan ciri – ciri fisik yang berbeda antara kaum kulit putih dan kaum kulit hitam. Hasilnya kategori rasisme verbal menjadi kategori dengan frekuensi terbanyak. Penyumbang terbanyak tindakan rasisme dari dua kategori adalah tokoh laki – laki yang dalam film ini karena mendapatkan screen time lebih banyak dari tokoh perempuan. Kata Kunci: Analisis Isi, Film BlacKkKlansman, Rasisme ABSTRACT Film is one of the many forms of mass media that can provide entertainment value to the community when people are tired of their activities in carrying out their daily life routines. The movie's development is also inseparable from the development of the prevailing culture of the society behind it. One of the movies that depicts one of the social realities, namely racism, is the movie BlacKkKlansman. The issue of racism is the theme most often produced by the world's largest film industry, Hollywood. This research uses quantitative methods with content analysis techniques. In this study researchers examined syntactical units consisting of symbols that appear, in this study are symbols of violence. The results of this study show how the behavior of white people in the BlacKkKlansman film who commit acts of discrimination and distinction both verbally and nonverbally based on different physical characteristics between white people and black people. The result is that the category of verbal racism is the category with the highest frequency. The biggest contributor to racism from two categories is the male character in this movie because he gets more screen time than the female character. Keywords: Content Analysis, Film BlacKkKlansman, Racism
Eksistensi Perempuan Lanjut Usia Pengrajin Anyaman Pandan di Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Riani, Aan Desta; Wulan, Tyas Retno; Wardiyono, fx
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai eksistensi perempuan lanjut usia pengrajin anyaman pandan yang ada di Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen dengan teori fenomenologi. Aktivitas menganyam bagai para perempuan telah menjadi suatu kebiasaan yang tidak dapat dilepaskan begitu saja. Menganyam telah menjadi kebiasaan yang diturunkan dari nenek ke ibu dan anak perempuannya. Keberadaan lansia yang menjadi pengrajin anyaman pandan perlu mendapatkan perhatian khusus karena posisi lansianya yang rentan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan aktivitas produktif, mengetahui makna aktivitas sebagai pengrajin anyaman pandan, dan mendeskripsikan eksistensi perempuan lansia pengrajin anyaman pandan di Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teori fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas produktif yang dilakukan para perempuan lansia pengrajin anyaman pandan terdiri dari aktivitas domestik dan aktivitas publik. Makna aktivitas sebagai pengrajin anyaman pandan adalah sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang dan aktivitas sampingan. Eksistensinya terlihat dari diakuinya keberadaan lansia, lansia menjadi percaya diri, lansia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, memperkuat hubungan antar keluarga dan hubungan sosial dengan pengrajin atau masyarakat lainnya. Saran berdasarkan hasil temuan antara lain membentuk suatu wadah seperti Bina Keluarga Lansia untuk memberdayakan para lansia perempuan, melibatkan lansia dalam aktivitas masyarakat dan pengembangan produk anyaman pandan. Melakukan pemeriksaan kesehatan lansia agar tetap aktif dan produktif. Kata kunci: Eksistensi, Lansia produktik, Aktivitas Domestik, Aktivitas Publik, Makna Abstract This research aims to explain the existence of older female craftsmen in the village of Wonorejo with the theory of phenomenology. Moving like a woman has become a habit that you can’t get rid of. Hunting has become a custom passed down from grandmother to mother and daughter. The existence of the elderly, who are craftsmen of the pandas, needs special attention because of the vulnerable position of the lancia. The purpose of the research is to describe productive activity, to know the meaning of activity as a panda craftsman, and to describe the existence of female panda craftsmen in the village of Wonorejo. The research method uses qualitative descriptive analysis with the theory of phenomenology. The purposive sampling technique is used. The results of the research showed that the productive activities performed by the elderly female craftsmen consisted of domestic activities and public activities. As a panda craftsman, activity means something you do in your spare time or on the side. Its existence is seen in its acceptance of the existence of an old man; an old woman becomes confident; an elderly man is able to meet his life needs, strengthen family relations, and have social relations with craftsmen or other societies. Advice based on the results of the findings, among others, forms a container such as the Lansia Family Building to empower the elderly women, involve older people in community activities, and encourage the development of panda products. Take health care tests to stay active and productive. Keywords: existence, domestic activity, public activity, meaning
Strategi Bertahan Hidup Pengrajin Gula Kelapa di Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Fitriani, Janiatun; Wulan, Tyas Retno; Wardiyono, FX; Santosa, Imam
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 1 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i1.9133

Abstract

Kabupaten Purbalingga merupakan sentra penghasil gula kelapa di Jawa Tengah yang memiliki potensi ekspor cukup besar, namun permasalahan kesejahteraan pengrajin gula masih banyak ditemukan. Pengrajin gula kelapa di Desa Sidareja yang terletak di Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga masih dihadapkan dengan berbagai risiko dan permasalahan seperti harga gula yang murah, pemasaran terbatas, tidak terdapat diversifikasi produk, dan tidak mampu mempertahankan kualitas produk. Risiko dan permasalahan tersbut dapat menyebabkan penghasilan mereka berkurang. Hal ini yang membuat mereka harus menerapkan strategi bertahan hidup agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosial ekonomi pengrajin gula kelapa, mekanisme kerja dan strategi bertahan hidup. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi pengrajin gula kelapa di Desa Sidareja masih rendah. Kondisi tersebut dapat dilihat melalui profil sosial ekonomi pengrajin gula kelapa yaitu meliputi latar belakang pendidikan, jumlah penghasilan, aset penghidupan, dan permasalahan selama menjalankan usaha gula kelapa. Mekanisme pengrajin gula kelapa terdiri dari penyadapan nira kelapa, pemasakan nira, pencetakan, pengemasan dan penjualan. Strategi bertahan hidup yang diterapkan terdiri dari dua jenis yaitu strategi non jaringan dan strategi jaringan. Strategi non jaringan adalah strategi pengelolaan sumber daya yang dimiliki dan penerapan pola hidup subsisten. Strategi ini meliputi pelibatan anggota rumah tangga dalam kegiatan produksi, berhemat, melakukan pekerjaan tambahan, dan memanfaatkan hasil kebun serta ternak. Selanjutnya, strategi jaringan sosial adalah strategi yang dilakukan dengan melibatkan jaringan sosial yang dimiliki. Strategi ini terdiri dari berhutang, maro, dan memanfaatkan bantuan. Kata Kunci: strategi bertahan hidup, pengrajin gula kelapa, tindakan sosial, patron-klien