cover
Contact Name
Wahid Tuftazani Rizqi
Contact Email
wahidtuftazani95@gmail.com
Phone
+6287845710354
Journal Mail Official
wahidtuftazani95@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No.19, Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanggitarupa
ISSN : 28088301     EISSN : 29876877     DOI : -
Core Subject : Art,
Sanggitarupa is an Fine arts journals covering art in interior design, visual communication design, photography, film and television, sculpture, printmaking, painting supported by the concept of creation, which are innovative and scientific works that are always oriented towards quality improvement Sanggitarupa is published twice a year, in July and December. Admitted and published articles can be freely accessed on this website.
Articles 82 Documents
PERANCANGAN INTERIOR PADEPOKAN PENCAK SILAT PSHT DENGAN TEMA KEBUDAYAAN LOKAL MAJAPAHIT DI MOJOKERTO Bathis, Hasan; Ariyanto, Ahmad Fajar
Sanggitarupa Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i1.5157

Abstract

Perancangan interior Padepokan Pencak Silat PSHT Kota Mojokerto bertujuan untuk mewadahi seluruh kegiatan organisasi PSHT Cabang Mojokerto agar dapat berkembang serta tertata dengan baik. Desain ini mengusung tema kebudayaan lokal Mojokerto dengan mengaplikasikan batik Mojokerto, yaitu batik kawung rambutan dan material khas Majapahit seperti bata merah, batu andesit, kayu, lisplank ukir dan atap sirap, serta mengusung gaya tradisional-kontemporer. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode Kurtz programming yang secara umum terdiri dari empat tahapan utama, yaitu: Orientation, Baseprogram, Iterative Programming, dan Design as Feedback. Dengan ruang lingkup perancangan meliputi lobi, restoran, gedung olah raga, penginapan, dan tempat latihan outdoor. Dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat menjadi wadah agar perkembangan PSHT pencak silat di Mojokerto dapat terfasilitasi dengan baik.Keywords: Interior, Padepokan, PSHT, Tradisional, and Mojokerto
Perancangan Majapahit Performing Art Center di Kabupaten Mojokerto saleh, ragil amiruddin; Badriyah, Siti; Utomo, Tri Prasetyo
Sanggitarupa Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i1.5158

Abstract

Fasilitas berupa bangunan untuk mewadahi berbagai aktifitas seni pertunjukan di Indonesia sangatlah kurang. Fasilitas bangunan seperti itu hanya bisa kita dijumpai dikota besar. Untuk di daerah sub-urban seperti Kabupaten Mojokerto sangatlah susah untuk menemukan fasilitas bangunan yang mampu mewadahi seni pertunjukan. Tujuan Perancangan Majapahit Performing Art Center adalah menjawab kebutuhan ruang - ruang untuk pementasan dan pengembangan kesenian pertunjukan asli Kabupaten Mojokerto. Majapahit Performing Art Center juga bertujuan sebagai bangunan ikonik baru di Kabupaten Mojokerto dengan ciri khas Majapahit. Proses desain pada perancangan ini menggunakan metode Kurtz. Perancangan Majapahit Performing Art Center menerapkan gaya klasik kotemporer, dengan tema local culture. Tema local culture sangat berkesinambungan dengan gaya klasik kotemporer sehingga tercipta visual interior bangunan bernuansa klasik era kerajaan majapahit namun dikemas dalam sebuah desain yang lebih sesuai pada era modern seperti saat ini. Diharapkan kesenian pertunjukan di Mojokerto akan berkembang dengan adanya perancangan ini.
REPRESENTASI PERSAHABATAN DALAM FILM “THE GUYS” (Analisis Semiotika Model John Fiske) Novariano, Alvian; Hudoyo, Sapto
Sanggitarupa Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i1.5159

Abstract

Mengkaji representasi persahabatan empat orang geng The Guys. Analisis model John Fiske yang dikenal sebagai kode-kode televisi yang dimana terbagi menjadi tiga level, level realita, level representasi dan level ideologi. Sisi persahabatan mengambil nilai dan fungsi persahabatan dari buku miliki DeVito dan Santrock.  Metode analisis yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan Purposive Sampling. Hasil penelitian nilai dan fungsi dari persahabatan yaitu perbandingan sosial, keamanan, dukungan fisik, kebermanfaatan, dorongan, dukungan ego, penguatan dan intimasi atau afeksi.
Perang Obor Sebagai Ide Penciptaan Warangka Keris Solihah, nafi' Atus; Wiyoko, Aji
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5198

Abstract

Peristiwa konflik antar individu yang dapat diselesaikan secara hikmah merupakan latar belakang sejarah upacara tradisi Perang Obor. Masyarakat desa Tegal Sambi, kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara memperingatinya setiap tahun pada malam Selasa pon setelah masa panen raya. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam rangkaian upacara tradisi Perang Obor dapat ditransformasi melalui karya seni rupa berupa warangka keris.Perang Obor telah menjadi kearifan lokal bagi warga desa Tegal Sambi, sehingga penciptaan warangka keris yang mengambil unsur-unsur hayati (hewan ternak, api, dan daun kering) dalam peristiwa tersebut dapat dijadikan sebagai daya dukung. Metode penciptaan mengacu tiga tahap enam langkah. Perancangan didasari oleh observasi rangkaian kegiatan Perang Obor, didukung dengan beberapa referensi tertulis. Tahap pewujudan menerapkan teknik ukir kayu.Lima unit warangka keris yang dihasilkan, diberi judul: Warangka keris Ki Babadan, Warangka keris Ki Gemblong, Warangka keris Analabahni Damar, Warangka keris Sedekah Bumi dan Warangka keris Sekar Godhong. Kata kunci: konflik, Perang Obor, warangka keris
KOTA JAKARTA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI CITYSCAPE adi, fahmi; A.L, Purwasetya Pratmajaya
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5201

Abstract

“Kota Jakarta Sebagai Ide Penciptaan Karya Fotografi Cityscape” merupakan sebuah karya fotografi yang memvisualkan Kota Jakarta melalui fotografi cityscape. Fotografi cityscape adalah memotret keindahan sudut-sudut perkotaan dan suasananya yang khas, kondisi geografi tiap kota berbeda satu sama lainnya, hal ini bisa dimanfaatkan oleh seorang fotografer untuk mencari ciri khas yang unik dari tiap kota untuk dijadikan suatu gambar yang menarik dan mengagumkan. Salah satu kota yang memiliki suasana yang khas yaitu kota Jakarta. Kota Jakarta sendiri memiliki tata ruang kota yang baik khususnya pada Wilayah Koridor Thamrin, Wilayah Koridor Jendral Sudirman, Wilayah Koridor Jendral Gatot Subroto, Wilayah Koridor Letjen S. Parman, dan Wilayah Koridor Rasuna Said. Pada wilayah-wilayah tersebut terdapat bangunan-bangunan perkantoran yang tinggi.  Hal ini menjadi daya tarik penulis untuk membuat karya fotografi cityscape Kota Jakarta. Penciptaan karya fotografi cityascape ini bertujuan untuk menciptakan karya fotografi cityscape kota Jakarta dengan teknik slow speed dan ruang tajam luas, mengatur komposisi pada fotografi cityscape yang menarik, dan memperoleh pencahayaan dalam fotografi cityscape yang baik.
PENERAPAN TEMA BATIK KAWUNG TERHADAP PERANCANGAN INTERIOR GRIYA LANJUT USIA DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN GAYA SCANDINAVIA Aurasti, Dirgantara Tampan Putra; Indarto, Indarto
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5222

Abstract

Pertumbuhan penduduk kelompok lansia dan pertumbuhan perekonomian menyebabkan Surakarta dipandang penting untuk tersedianya sebuah Griya Lanjut Usia yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan lansia baik secara fisik maupun psikis. Metode perancangan menggunakan metode analitis. Hasil desain berupa visual gambar kerja perancangan interior Griya Lanjut Usia dengan standar yang telah dituangkan dalam Lampiran Keputusan Mensos RI No. 50/HUK/2004. Kelebihan perancangan adalah menghadirkan inovasi sebuah Griya Lanjut Usia yang dapat memfasilitasi kelompok masyarakat lansia untuk terus dapat melakukan aktivitas selayaknya masyarakat pada umumnya. Kelemahan perancangan adalah hadirnya sebuah inovasi fasilitas yang dapat menggeser nilai kekeluargaan yang ada di masyarakat.
GAYA JAPANDI SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN INTERIOR DAY SPA DI SURABAYA Galih, Maria Candhika Wening; Sulistyani, Harmilyanti; Utomo, Tri Prasetyo
Sanggitarupa Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i1.5226

Abstract

Surabaya merupakan pusat ekonomi dan juga menyandang predikat kota terpadat di provinsi Jawa Timur. Hal ini jelas memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik maupun psikis masyarakatnya sehingga muncul kebutuhan perawatan dan relaksasi. Day Spa menjadi alternatif untuk wadahi kegiatan yang menawarkan solusi kesehatan dan perawatan kecantikan. Untuk memberikan pelayanan relaksasi yang optimal, maka gaya Japandi yang menghadirkan nuansa alamiah dipilih sebagai sumber ide perancangan interior Day Spa di Surabaya. Pendekatan fungsi, ergonomi dan estetis digunakan untuk memecahkan permasalah perancangan interior yang mengusung tema natural. Penonjolan karakteristik material yang diimplementasikan pada interior ruang didukung dengan pencahayaan dan penghawaan menjadi salah satu cara untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna fasilitas Day Spa di Surabaya. Kebaharuan hasil perancangan terletak pada penerapan motif batik semanggi Surabaya yang merupakan unsur kearifan lokal untuk eksplorasi gaya dan mendukung tema natural.
Konsep Zero Waste Dalam Fotografi Still Life Ramadani, Anggita Cahya; Caturiyanto, Setyo Tohari
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5230

Abstract

Zero waste adalah gerakan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan sampah yang dihasilkan dengan pengurangan bahan yang digunakan, memaksimalkan penggunaan kembali, dan daur ulang. Mengatasi permasalahan sampah yang semakin meningkat, gerakan zero waste semakin banyak dipromosikan baik oleh pihak pemerintah, organisasi, maupun individu. Konsep zero waste mengajak untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah. Genre yang dipilih dalam penciptaan karya ini yaitu fotografi still life, cabang fotografi yang khusus membidik benda-benda tidak bergerak. Konsep zero wasteakan divisualisasikan menggunakan objek berupa gambaran benda imajiner yang dibentuk menggunakan bayangan dan pola pencahayaan dari teknik gobo lighting , serta barang-barang yang pemanfaatannya untuk zero waste . Objek yang dipilih akan dikomposisikan secara mendatar dengan teknik flat lay menggunakan pencahayaan lampu studio dengan tingkat kontras yang tinggi untuk menghasilkan bayangan dan pola pencahayaan gobo , serta foto yang jelas dan terang dalam menampilkan konsep zero waste .
BUSANA PRODUK LURIK DALAM FOTOGRAFI FESYEN Pradana, Septia Ayu; Purwastya Pratmajaya Adi Lukistyawan
Sanggitarupa Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v4i1.5231

Abstract

Indrias Senthir sebagai fesyen desainer Lurik Senthir di Kota Surakarta mencoba membuat busana dari motif tenun lurik. Koleksi-koleksi busana dari Lurik Senthir meliputi dress, outher, baju kantor, dan baju bridal yang mengikuti trend fesyen saat ini. Rancangan busana dari Indrias Senthir sudah menjajaki pasaran dunia fesyen Internasional. Koleksi busana Lurik Senthir akan dijadikan objek dalam penciptaan tugas akhir karya dengan menggunakan metode fotografi fesyen. Pada pemotretan tugas akhir karya yang berjudul “Busana Produk Lurik Senthir Dalam Fotografi Fesyen” dilakukan di dalam ruangan (indoor) dengan menggunakan aksesoris lampu studio seperti softbox bertujuan untuk menciptakan foto sesuai dengan yang diinginkan yaitu foto dengan karakter pencahayaan yang halus (soft).
ANALISIS BUKU "FOTO MERIWAYATKAN JARAK DAN REMBULAN YANG TERSERAK" MELALUI TEORI SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Septian, Anggara Wahyu; Anin Astiti
Sanggitarupa Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v4i1.5299

Abstract

ABSTRAK“Meriwayatkan Jarak dan Rembulan yang Terserak” adalah sebuah buku foto karya seorang fotografer bernama Aji Susanto Anom. Pada buku foto tersebut terdapat konflik adanya jarak yang memisahkan Aji dengan istrinya. Tujuan penelitian ini menjabarkan tanda dan makna yang muncul dalam karya tersebut melalui teori semiotika Charles Sanders Peirce melalui identifikasi jenis tanda ikon, indeks, dan simbol, dan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam setiap fotonya. Metode penelitian yang dipakai yaitu kualitatif interpretif dengan mengklasifikasikan semua tanda yang terdapat pada 7 foto karya Aji dalam buku foto tersebut. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan antara komponen tanda, seperti ikon, indeks, dan simbol yang mengandung makna-makna dari cerita perjalanan Aji melewati fase-fase kerinduan terhadap istrinya. Kata Kunci : Meriwayatkan Jarak dan Rembulan yang Terserak, Fotografi, dan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce.