cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geosains West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29867010     EISSN : 29857171     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geosains West Science di kelola baik oleh West Science Press merupakan terbitan karya tulis ilmiah berkala yang berfokus pada hasil penelitian asli dan penelaahan terbaru di bidang geosains dan Pengindraan jauh.
Articles 115 Documents
Geologi dan Hubungan Karakteristik Fisik Batubara Berdasarkan Lingkungan Pengendapan Pada Daerah Separi, Kec. Tenggarong Seberang, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Muhammad Gangsar Adhiya Rizky; Novrijal Ramadhany; Bayu Satrio Nugroho; Setia Pambudi
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3621

Abstract

Ketidakseragaman variasi karakteristik fisik batubara merekam kondisi pembentukan gambut untuk mendukung penafsiran lingkungan pengendapan batubara, sehingga pemahaman faktor pengendalinya menjadi kunci untuk memprediksi sebaran batubara serta mendukung dalam kegiatan eksplorasi. Formasi Balikpapan Daerah Separi blom terpetakan secara terpadu pada Lingkungan pengendapan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi geologi daerah penelitian, menganalisis karakteristik fisik batubara, menafsirkan lingkungan pengendapannya, dan mengungkap hubungan sistematik di antara keduanya. Metode penelitian mencakup pemetaan geologi permukaan, analisis data well logging, analisis maseral, serta identifikasi palinologi. Seluruh data tersebut diintegrasikan melalui interpretasi litofasies dan diagram fasies batubara TPI-GI serta GWI-VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas dua satuan batuan tak resmi dalam Formasi Balikpapan berumur Miosen Tengah, yaitu Satuan Batupasir dan Satuan Batulempung Balikpapan. Pada daerah tersebut berkembang sesar naik Separi bertipe left reverse slip fault. Batubara terekam pada enam seam, yakni seam 1, 2, 4, 9, 10, dan 11, dengan delapan litotipe yang mencerminkan ragam kondisi pembentukannya. Komposisi maseral didominasi vitrinit dengan collodetrinit sebagai penyusun utama dan menghasilkan nilai GI yang tinggi (0,2-52,54) nilai tersebut menandakan gelifikasi intensif pada lingkungan pengendapan marsh wet memiliki tingkat oksigen yang rendah dikarenakan genangan air yang tinggi menciptakan kondisi anoksik (minim oksigen). Sistem pengendapan ditafsirkan sebagai lower delta plain yang dicirikan oleh empat asosiasi fasies, yaitu channel, interdistributary bay, crevasse splay, dan swamp, serta diperkuat oleh asosiasi palinologi penciri back mangrove. Karakteristik fisik batubara mencerminkan lingkungan pengendapannya terhadap keberadaan litotipe bright coal dan banded bright coal yang kaya vitrinit terbentuk pada rawa stabil, sedangkan dull coal, shaly coal, dan claystone berpengotor tinggi berkembang pada interdistributary bay. Pirit framboidal pada seam 1, 9, dan 11 merekam intrusi air laut pada lingkungan anoksik.
Strategi Mitigasi Bencana Tsunami di Kecamatan Koto Tangah Muhammad Haris Fadillah Silalahi; Hendry Frananda
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3654

Abstract

Kecamatan Koto Tangah merupakan salah satu wilayah pesisir di Kota Padang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan berada dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya tsunami serta merumuskan strategi mitigasi bencana tsunami di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan metode Berryman (2006) dan metode Interpretative Structural Modeling (ISM). Data yang digunakan meliputi Digital Elevation Model (DEM), penggunaan lahan, garis pantai, dan ketinggian gelombang tsunami maksimum 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kecamatan Koto Tangah memiliki tingkat bahaya rendah 248,21 Ha, tingkat bahaya sedang 2.129,31 Ha, dan tinggi 1.760,93 Ha. terutama pada kawasan dataran rendah dengan dominasi permukiman. Strategi mitigasi prioritas yang direkomendasikan meliputi penguatan sistem peringatan dini, penyediaan jalur dan tempat evakuasi, edukasi kebencanaan masyarakat, serta peningkatan koordinasi antar lembaga terkait. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan pengurangan risiko bencana tsunami di Kecamatan Koto Tangah.
Dampak Hilangnya Ekosistem Mangrove terhadap Keseimbangan Laut: Studi Literatur pada Ekowisata Mangrove di Indonesia Mualimah Amalia Sovia; Susi Dwi Pebrianti; Arifa Syilfisia Ula; Fira Rahma Mutiahana; Dyah Astriai
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3656

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan wilayah pesisir. Namun, kerusakan dan hilangnya mangrove akibat aktivitas manusia menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan laut, mengidentifikasi dampak hilangnya mangrove terhadap lingkungan pesisir, mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan mangrove di Indonesia, serta mendeskripsikan upaya rehabilitasi dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, dan sumber referensi terkait ekosistem mangrove di Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, penyerap karbon, serta penyaring sedimen dan polutan. Hilangnya mangrove menyebabkan meningkatnya abrasi pantai, menurunnya kualitas perairan, rusaknya habitat biota laut, dan berkurangnya potensi ekonomi masyarakat pesisir. Kerusakan mangrove dipengaruhi oleh alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, penebangan liar, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Upaya rehabilitasi melalui penanaman kembali mangrove, edukasi masyarakat, pengembangan ekowisata, dan penguatan kebijakan lingkungan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.
Prioritas Kebijakan Pengembangan Pariwisata berdasarkan Kesesuaian RTRW dan Prediksi Perkembangan Kawasan Pariwisata Nagari Alahan Panjang Kec Lembah Gumanti Kab Solok S A Habibi Putrina K; Triyatno Triyatno
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3706

Abstract

Sebuah kebijakan penggunaan lahan sangat penting dalam pengembangan kawasan pariwisata sebagai instrument pengendali kesesuaian objek wisata terhadap RTRW serta arah perkembangan lahan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kesesuaian objek wisata terhadap RTRW; 2) memprediksi penggunaan lahan untuk kawasan pariwisata tahun 2031; 3) menentukan prioritas kebijakan pengembangan pariwisata di Nagari Alahan Panjang. Metode yang digunakan adalah overlay peta untuk menganalisis kesesuaian objek wisata terhadap RTRW, Cellular Automata (CA) untuk memprediksi perkembangan lahan kawasan pariwisata, serta Analytical Hiearchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 objek pariwisata (38%) tidak sesuai dengan fungsi lahan karena berada di Kawasan sempadan danau dan hutan lindung. Prediksi perkembangan lahan memperlihatkan bahwa kawasan pariwisata di tahun 2031 meningkat sekitar 18,79 ha dan terindikasi penambahan disekitaran kawasan sempadan danau. Berdasarkan kedua temuan ini, dalam analisis AHP penguatan perizinan berbasis RTRW ditetapkan sebagai kebijakan utama. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, memastikan kesesuaian tata ruang, serta menjaga kelestarian ekosistem.
Analisis Spasial Daya Dukung Lahan Pertanian Padi Pasca Banjir Bandang Dalam Memenuhi Kebutuhan Beras Masyarakat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam Nasywa Azizah; Iswandi Umar
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3707

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan mengakibatkan kerusakan dan hilangnya beberapa lahan sawah sehingga berpotensi pada penurunan kapasitas produksi padi yang mempengaruhi daya dukung lahan pertanian padi sehingga perlu dilakukannya analisis dan hingga perumusan arah pengelolaan untuk keberlanjutan daya dukung lahan pertanian padi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi perubahan luasan lahan pertanian sawah pasca bencana banjir bandang, (2) menganalisis kondisi dan dinamika daya dukung lahan pertanian padi pasca bencana banjir bandang dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat, dan (3) merumuskan arahan pengelolaan untuk keberlanjutan daya dukung lahan pertanian padi berdasarkan hubungan antar faktor. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah klasifikasi citra satelit landsat seta analisis berbasis Sistem Informasi geografis (SIG), pemodelan sistem dinamis berbasis simulasi dengan menggunakan Powersim dan metode Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk menyusun arah pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan lahan pertanian mengalami penurunan sebesar 1,953805377 % / tahun di tambah 155 ha berkurang di tahun 2026 dipicu bencana banjir bandang. hasil simulasi menunjukkan daya dukung lahan berada di angka 1,87 pada tahun 2020 dan 1,13 pada tahun 2040. sehingga hasil ISM mengidentifikasikan bahwa rehabilitasi lahan sawah pasca bencana banjir bandang sebagai arah pengelolaan utama untuk keberlanjutan daya dukung lahan pertanian padi. Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan keberlanjutan daya dukung lahan pertanian.

Page 12 of 12 | Total Record : 115