cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geosains West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29867010     EISSN : 29857171     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geosains West Science di kelola baik oleh West Science Press merupakan terbitan karya tulis ilmiah berkala yang berfokus pada hasil penelitian asli dan penelaahan terbaru di bidang geosains dan Pengindraan jauh.
Articles 115 Documents
Analysis of Determination of Depositional Environment of Cinambo Formation Sandstone Member Based on Distribution of Planktonic and Benthonic Foraminifera in Sumedang Area, West Java Ahmad Thoriq Rabbani Al Ula; Edy Sutriyono; Ugi Kurnia Gusti
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3418

Abstract

Micropaleontological analysis is an important method in determining the relative age and depositional environment of sedimentary rocks through the identification of planktonic and benthonic foraminifera as indicators of marine paleo-environments. This study aims to determine the bathymetric environment of the Cinambo Formation Sandstone Member in the Jatigede area and its surroundings, Sumedang Regency, based on the distribution of foraminifera, determine the relative age of the rocks, and interpret the depositional environment and sedimentation dynamics. The research methods include sampling at two outcrop locations, preparation using H₂O₂, multistage sieving, and microscopic identification of foraminifera. The determination of the relative age was carried out based on the Blow (1969) classification, while the interpretation of the bathymetric environment refers to Barker (1960). The results of the analysis show the presence of planktonic fossils such as Orphanage all over the world, Transitional Praeorbulina, And Globigerina praebulloides which indicates a relative age of N8 – N9 or Early Miocene to Middle Miocene, while benthonic fossils such as Fissurina wieneri, Osangularia bangalensis, and Alveolophragmium scitulumindicates an upper bathyal depositional environment. Based on these data, the Cinambo Formation Sandstone Member was deposited in a marine environment in the lower to middle fan section (lower – middle fan) through the turbidite gravity flow mechanism, reflecting transgressive conditions during the Miocene in the Jatigede area.
Interpretasi Lingkungan Pengendapan Menggunakan  Analisis Paleontologi dan Petrografi di Daerah Kedungjati dan Sekitarnya, Grobogan, Jawa Tengah Rizky Rachmadi Pratomo; Edy Sutriyono; Ugi Kurnia Gusti
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3419

Abstract

Daerah Kedungjati di Zona Kendeng memiliki sejarah geologi kompleks yang dikontrol oleh tektonik kompresional, sedimentasi laut dalam, dan pengaruh vulkanisme. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik litostratigrafi, menentukan umur dan lingkungan pengendapan, serta merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian dari Miosen Tengah hingga Pliosen Akhir. Metode penelitian meliputi observasi lapangan pada 101 titik pengamatan, analisis geomorfologi, pengukuran struktur geologi, penampang stratigrafi terukur, analisis petrografi sayatan tipis, dan analisis mikropaleontologi foraminifera. Hasil penelitian menunjukkan tiga satuan stratigrafi yaitu Formasi Kerek, Anggota Banyak Formasi Kalibeng, dan Formasi Kalibeng, serta struktur geologi berupa lipatan dan sesar berarah baratlaut–tenggara. Analisis petrografi mengidentifikasi calcareous subarkose, calcareous mudrock, calcareous lithic wacke, dan tuffaceous litharenite, yang mencerminkan perubahan sumber sedimen dan pengaruh vulkanisme. Analisis mikropaleontologi menunjukkan umur Miosen Tengah hingga Pliosen Akhir (N14–N20) dengan lingkungan pengendapan Batial Atas–Batial Bawah. Kehadiran sekuen Bouma dan asosiasi foraminifera mengindikasikan sistem turbidit dan submarine fan. Evolusi geologi daerah penelitian berlangsung dalam dua fase utama, yaitu pengendapan Formasi Kerek pada Miosen Tengah–Miosen Akhir, diikuti pengendapan Anggota Banyak Formasi Kalibeng dan Formasi Kalibeng pada Miosen Akhir–Pliosen Akhir.
Perbandingan Karakteristik Lava Formasi Mandalika dan Formasi Watupatok berdasarkan Observasi Lapangan dan Petrografi di daerah Ngrayun, Jawa Timur Umu Kulsum; Idarwati Idarwati; Muhammad Alfath Salvano Salni
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3424

Abstract

Aktivitas vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa menghasilkan berbagai satuan batuan gunung api yang dikenal sebagai Old Andesite Formation, termasuk Formasi Mandalika dan Formasi Watupatok yang tersingkap di daerah Ngrayun, Jawa Timur. Kedua formasi tersebut memiliki hubungan menjemari yang menunjukkan perkembangan vulkanisme pada interval waktu yang relatif sama, namun memperlihatkan karakteristik lava yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik lava kedua formasi berdasarkan observasi lapangan dan analisis petrografi guna memahami lingkungan pembentukan dan evolusi vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa. Metode penelitian meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi litologi, struktur batuan, dan karakteristik singkapan, serta analisis petrografi menggunakan sayatan tipis dan metode point counting untuk menentukan tekstur dan komposisi mineral batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lava Formasi Mandalika dicirikan oleh tekstur porfiritik, vesikular, struktur columnar joint, serta breksi autoklastik yang mengindikasikan proses pendinginan relatif lambat pada lingkungan subaerial. Secara petrografi, lava memperlihatkan tekstur porphyritic, glomerocryst, dan tekstur amigdaloidal. Sebaliknya, lava Formasi Watupatok menunjukkan tekstur afanitik hingga aphyric, quenched texture, mikrolit plagioklas acicular, tekstur trachyitic, rendahnya vesikularitas, serta palagonitisasi yang mengindikasikan pendinginan sangat cepat akibat interaksi langsung antara magma dan air. Perbedaan karakteristik lava pada dua formasi yang menjemari ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanisme di Pegunungan Selatan Jawa berkembang pada lingkungan transisi subaqueous–subaerial.
Pemetaan Kawasan Kebakaran Hutan di Kabupaten Muaro Jambi Menggunakan Metode Differenced Normalized Burn Ratio Berbasis Google Earth Engine Salwa Azzahra; Arie Yulfa
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3512

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi memicu kerusakan lingkungan yang sangat besar, terkhusus pada jenis lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas area terdampak dan tingkat keparahan kebakaran dari tahun 2015 sampai 2025 dan mengevaluasi batasan teknis akurasi skala pada citra sentinel 2 di Google Earth Engine. Penelitian menggunakan metode analisis penginderaan jauh melalui indeks selisih ratio pembakaran ternormalisasi dari citra sentinel 2 pada Google Earth Engine. Pengujian akurasi menggunakan confusion matrix dengan perhitungan overall accuracy dan koefisien kappa. Hasil luasan menunjukan bahwa kebakaran tinggi terjadi di tahun 2015 sebesar 3.100 Ha dan Kembali tinggi pada tahun 2024, 2025 sebesar 1.500 Ha. Kelas yang mendominasi kebakaran berada di kategori rendah hingga sedang. Hasil akurasi memperoleh 87,2% pada 2015 dan 92,8% pada tahun 2025. Pembaruan pada penelitian ini terletak pada pemanfaatan Google Earth Engine untuk analisis berbasis dNBR di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pemantauan kebakaran hutan secara efektif.
Seismotectonic Characteristics of the Northern Sector of the Banda Arc Based on Spatiotemporal Analysis of b-Values and Focal Mechanisms Rahmatun Inayah; Ika Umratul Asni Aminy; Kormil Saputra
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3514

Abstract

The seismotectonic activity in the Northern Sector of the Banda Arc is highly active and destructive, as evidenced by historical earthquakes dating back to 1674, including the 2023 Banda Sea earthquake. This study aims to evaluate seismotectonic dynamics both spatially and temporally, providing an overview of seismic risk in the region. The novelty of this study lies in the vertical stratification analysis of -values and focal mechanism parameters utilizing an earthquake catalog updated through March 2026. The seismotectonic evaluation was conducted by analyzing the temporal -values over a 26-year observation period using the Maximum Likelihood Estimation (MLE) method. Spatial b-value analysis was performed on the Seram and Buru segments, along with vertical stratification in the shallow (0-35 km) and deep (35-100 km) layers. The study results indicate that the shallow layer acts as the primary zone of stress accumulation (< 1.0), whereas the deep layer is in a relaxation phase ( > 1.4). Focal mechanism analysis confirms that stress accumulation in the shallow zone is driven by a Northeast–Southwest compressive force, which is released periodically through a combination of local thrust and strike-slip faulting. The Buru segment is identified as being under critical tectonic vulnerability due to a consistent decrease in b-values ​​to 0.87 without a significant relaxation phase. The implications of this research include increased periodic seismic monitoring and strengthening of both structural and non-structural disaster mitigation programs in the Central Maluku region, particularly in Buru Island.
Analisis Estimasi Sumberdaya Tanah Urug Di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Indonesia Muhamad Tri Aditya; Helik Susilo; Gregorius Aryoko Gautama; Raja Haibah Shidqu
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3545

Abstract

Indonesia adalah negara dengan potensi sumberdaya mineral yang melimpah, menjadikan sektor pertambangan sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Akan tetapi, beberapa kegiatan pertambangan masih memiliki nilai ekonomi rendah karena gagal memenuhi standar teknis dan kriteria kelayakan pertambangan. Oleh karena itu, kegiatan eksplorasi diperlukan untuk menentukan potensi sumberdaya secara lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan mengestimasi sumberdaya tanah urug di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dengan luas area penelitian 2,7 hektar. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi literatur, analisis data spasial, pembuatan peta topografi, dan perhitungan volume tanah urug menggunakan perangkat lunak pertambangan. Proses estimasi sumberdaya dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dengan beberapa variasi parameter pangkat untuk mendapatkan hasil interpolasi yang paling akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil diperoleh pada parameter power 3, dengan nilai prediksi 47,32 dan tingkat kesalahan minimum 1,06%. Berdasarkan perhitungan ini, estimasi volume sumberdaya tanah urug di lokasi penelitian diperkirakan mencapai 258.912 m³. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar untuk perencanaan kegiatan penambangan tanah urug yang lebih optimal dan mendukung pengelolaan sumberdaya mineral yang efisien dan berkelanjutan.
Kontrol Kuantitatif Kemiringan Lereng Terhadap Ketebalan dan Pengkayaan Supergen Nikel Laterit: Studi Endapan Nikel Laterit di Halmahera Timur Ricki Aldi Duri Saputro; Setia Pambudi
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi detail, sebaran spasial endapan laterit, serta korelasi kuantitatif kemiringan lereng terhadap profil nikel laterit di Site Wagemna, Kabupaten Halmahera Timur. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis laboratorium, dan analisis statistik regresi linear memanfaatkan data pemboran serta pemodelan elevasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatanan geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan dasar ultramafik Kompleks Ofiolit yang dikontrol oleh struktur sesar naik (right thrust slip fault) dan kekar gerus berorientasi utara–selatan. Secara lateral, endapan nikel laterit mencakup 34% area dan terkonsentrasi pada punggungan berlereng landai yang mendukung retensi material, sedangkan singkapan batuan dasar mendominasi lereng terjal akibat laju erosi mekanis yang tinggi. Analisis kuantitatif membuktikan kemiringan lereng memiliki korelasi linear negatif yang kuat terhadap kedalaman zona pengkayaan Ni (R2 = 0,8335) dan total ketebalan profil (R2 = 0,8052), di mana topografi datar-landai (0°–8°) mengoptimalkan infiltrasi untuk membentuk zona saprolit tebal (17–18,5 m). Selain itu, ditemukan dikotomi kontrol fisik yang unik dimana ketebalan zona limonit sangat dipengaruhi oleh kelerengan permukaan (R2 = 0,7981), sementara ketebalan zona saprolit tidak berkorelasi linear dengan kelerengan (R2 = 0,0027) melainkan dikontrol oleh karakteristik internal bawah permukaan seperti kerapatan kekar batuan dasar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan strategis dalam efisiensi eksplorasi nikel laterit berbasis pemodelan kelerengan di Pulau Halmahera.
Analisis Potensi Likuefaksi Menggunakan Metode Seed et al. di Jembatan Jurug, Bengawan Solo, Surakarta Moch. Soleh; Novita Anggraini; Fuji Asema; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy; Muhammad Tri Aditya; Muhammad Farhan Putra Samakata; Nur Anwaril Jamil
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3583

Abstract

Penilaian risiko geoteknik ini menginvestigasi kerentanan likuefaksi pada lokasi kritis Jembatan Jurug di Surakarta, sebuah wilayah yang diklasifikasikan sebagai Kelas Situs SE (Tanah Lunak) dengan potensi seismik tinggi yang dipengaruhi oleh Sesar Kendeng. Lapisan bawah permukaan dicirikan oleh endapan aluvial muda berupa pasir halus dan lanau berpasir dengan kepadatan rendah hingga sedang, serta muka air tanah yang dangkal (2 hingga 6 m). Analisis menggunakan metode semi-empiris Seed et al. (1985) dengan nilai N-SPT terkoreksi (N160) untuk menghitung Faktor Keamanan (FS) dan Indeks Potensi Likuefaksi (LPI) hingga kedalaman 20 m guna mengukur tingkat keparahan manifestasi permukaan. Hasil menunjukkan variasi spasial kerentanan yang signifikan: Titik Bor 02 (BH-02) merupakan zona paling kritis dengan potensi likuefaksi tertinggi, ditunjukkan oleh nilai FS terendah dan LPI tertinggi, yang terkonsentrasi pada lapisan dangkal hingga menengah (0 hingga 18 m) di mana FS<1 terjadi secara konsisten. Sebaliknya, BH-01, BH-04, dan BH-05 menunjukkan potensi likuefaksi sedang yang terpusat pada lapisan permukaan (0 hingga 10 m), sementara BH-03 merupakan area paling stabil dengan FS tinggi dan LPI rendah yang konsisten. Hal ini mengharuskan adanya mitigasi geoteknik mendesak pada zona dangkal berisiko tinggi, seperti teknik pemadatan (compaction grouting/vibro compaction) atau metode berbasis drainase (PVD), guna memastikan integritas struktural jembatan terhadap pembebanan seismic.
Analisis Spasial Genangan Banjir Perkotaan Menggunakan Citra Sentinel-1 SAR Berbasis Google Earth Engine di Kota Gorontalo Saniver Rachel Butarbutar; Fitryane Lihawa; M. Iqbal Liayong Pratama
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3588

Abstract

Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah perkotaan yang rentan terhadap banjir akibat luapan Sungai Bone dan Sungai Bolango, kondisi topografi dataran rendah, serta keterbatasan kapasitas drainase. Frekuensi kejadian banjir yang terus meningkat menuntut ketersediaan informasi spasial yang cepat dan akurat untuk mendukung upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial genangan banjir menggunakan citra Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1 yang diproses melalui platform Google Earth Engine. Metode yang digunakan adalah Change Detection Approach dengan membandingkan nilai backscatter polarisasi VH pada kondisi pra-banjir (1 Juni 2024) dan saat banjir (26 Juni 2024). Hasil penelitian menunjukkan luas genangan banjir mencapai ±86,98 ha dengan konsentrasi tertinggi di Kecamatan Sipatana (36,67 ha) dan Kota Utara (24,00 ha). Analisis dampak penggunaan lahan menunjukkan bahwa genangan memengaruhi 54,18 ha lahan persawahan dan 28,81 ha kawasan permukiman. Hasil validasi menghasilkan Overall Accuracy sebesar 91% dan koefisien Kappa 0,82 yang menunjukkan tingkat akurasi tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Sentinel-1 SAR dan Google Earth Engine efektif untuk mendeteksi serta menganalisis genangan banjir perkotaan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana serta pengelolaan tata ruang berbasis risiko di Kota Gorontalo.
Sebaran Lokasi Industri Kecil Rumah Tangga yang Ada di Kota Padang Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Nina Ismayani; Hary Febrianto; Desi Eka Putri; Andri Yanto; Risa Aprina
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3610

Abstract

Industri kecil rumah tangga (IKRT) memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal, namun informasi spasial mengenai sebarannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi IKRT di Kota Padang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan studi literatur. Data primer diperoleh melalui survey koordinat geografis, jenis usaha, dan jumlah tenaga kerja. Data sekunder diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang serta BPS. Analisis dilakukan dengan pemetaan tematik berbasis SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran IKRT tidak merata dan terkonsentrasi di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, Padang Barat, dan Padang Timur. Jenis industry dominan adalah makanan dan minuman, kerajinan tangan, serta tekstil dan konveksi. SIG terbukti efektif dalam memvisualisasikan pola spasial dan mendukung perencanaan wilayah. Kesimpulannya, pemetaan berbasis SIG sangat diperlukan untuk pengembangan IKRT yang berkelanjutan.

Page 11 of 12 | Total Record : 115