cover
Contact Name
FERI IRAWAN
Contact Email
irawanferi23@gmail.com
Phone
+6285333757705
Journal Mail Official
irawanferi23@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Sumbawa Bima KM 03 Sumbawa Besar-NTB
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM
ISSN : 27466469     EISSN : 29874335     DOI : https://doi.org/10.35964/ab.v3i1
Core Subject : Religion, Economy,
Al-Bayan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi artikel ilmiah hasil penelitian tentang Hukum Islam, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga keuangan non bank, dan tema-tema lain yang berkaitan dengan Hukum Islam dan Ekonomi Syariah. Redaksi menerima tulisan-tulisan yang belum pernah dipublikasikan dimedia/jurnal lain yang sesuai dengan pedoman penulisan jurnal. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar.
Articles 55 Documents
Analisis Dampak Keberadaan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Labuhan Ratu untuk Perekonomian Masyarakat Apriani, Nining; Mawardi, Mawardi; Albab, Ulil
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/ab.v4i2.365

Abstract

The purpose of this study was to study the Impact of the Existence of the Muhammadiyah Labuhan Ratu Education Complex on the community's economy and to find out how the level of community income changed after establishing a business in the Muhammadiyah Labuhan Ratu Education Complex. This study involved interviews with 15 business owners in the Muhammadiyah Labuhan Ratu Education Complex. This study used a descriptive qualitative method, this study involved 15 respondents who were business owners in the Muhammadiyah Labuhan Ratu Education Complex. The results of the study showed that the existence of the Muhammadiyah Education Complex significantly affected the local economy, with an increase in respondents between 30-80% in addition there was a real socio-economic change, with previously quiet areas becoming more lively with many business opportunities. Thus, the Muhammadiyah Labuhan Ratu Education Complex plays a significant role in improving the regional economy and improving the quality of life of the community.
Dimensions of Sociology of Law The Urgency of Implementing Digital Transactions Towards the Era of Society 5.0 Purborini, Vivi Sylvia; Suryanatha, Ida Bagus
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/ab.v4i2.366

Abstract

The Society 5.0 era brings major changes to Indonesia. This transformation also presents challenges, especially in terms of regulation, data security, and consumer protection. A deep understanding of the sociological dimensions of law is very important. In this article, the method used by the researcher is a qualitative descriptive method. In the research approach, the researcher uses a sociological legal approach. In the context of rapid technological developments and social change, the study of the sociology of law on the need to immediately carry out digital transactions is very relevant. The implementation of digital transactions is not only related to economic aspects, but also includes various important social and legal dimensions. The sociology of law sees that digital transactions represent a significant change in the way society interacts and transacts. This shift creates new opportunities, but also challenges, which require adjustments to legal regulations to remain relevant and responsive to the needs of society. In the context of Society 5.0, rapid changes in digital technology require the legal system to be responsive and flexible, so that it can answer the challenges that arise without hindering technological progress. The implementation of digital transactions towards the Society 5.0 era is not only an option, but a necessity to ensure sustainable economic growth, social inclusion, and effective legal protection. Therefore, collaboration between the government, private sector, and society is essential to create a digital transaction ecosystem that is safe, fair, and beneficial for all. The relationship between legal sociology, digital transactions, and the Society 5.0 era shows the importance of a multidisciplinary approach to understanding the social and legal impacts of digitalization.
Pemilihan Lokasi Ideal pada Bank Syariah Indonesia Strategi dan Pertimbangan Utama Putri, Asa
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/ab.v4i2.372

Abstract

Bank Syariah Indonesia (BSI) plays an important role in expanding sharia financial inclusion in Indonesia, especially amidst intense competition in the banking industry. Choosing the ideal location for a bank office is a strategic decision that influences accessibility, customer satisfaction and operational performance. A strategic location not only considers demographic aspects, such as Muslim population density, but also economic potential, infrastructure and the level of competition in the region. Therefore, this research aims to analyze the main strategies and considerations in selecting the ideal BSI office location to support operational efficiency and business growth. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis methods. The data used is secondary data, including BSI annual reports, Financial Services Authority (OJK) publications and related literature studies. The research results show that BSI's strategic location selection was influenced by several main factors, such as high Muslim population density, adequate infrastructure, and regional economic potential. In addition, the integration of technology in office layout design, such as digital services and electronic queuing systems, also improves customer experience and operational efficiency. These findings provide important insights for developing optimal location strategies to support the growth of sharia banking in Indonesia
Determinan Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia Kumalasari, Octaza Indira
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel internal bank syariah yaitu Total Asset, CAR, BOPO, NPF, FDR dan variabel eksternal yaitu HHI, PDB, Inflasi dan Covid terhadap tingkat profitabilitas bank syariah di Indonesia. Bank Umum Syariah dan Unit usaha syariah yang diteliti sebanyak 33 bank pada rentang waktu tahun 2016 sampai dengan 2023 dengan menggunakan data kuartal. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel. Dari hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel HHI, Total Assets, BOPO, FDR, NPF, Inflasi dan Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah sementara variabel CAR, PDB, berpengaruh tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syariah
Anak Muda, Media Sosial, Dan Agama Yang Cair: Fenomenologi Hijrah Digital Di Indonesia Hilalludin Hilalludin
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/albayan.v5i1.403

Abstract

Fenomena hijrah digital di kalangan anak muda Indonesia mencerminkan transformasi signifikan dalam cara keberagamaan dipahami dan dipraktikkan di era digital. Dengan munculnya media sosial sebagai arena utama, proses hijrah tidak lagi terbatas pada transformasi spiritual pribadi, tetapi telah berkembang menjadi sebuah peristiwa sosial dan budaya yang terbuka, visual, dan masif. Generasi muda kini menampilkan identitas keagamaan mereka melalui unggahan video kajian, kutipan religius, dan gaya hidup Islami yang viral. Media sosial telah mengubah agama menjadi lebih cair dan fleksibel, namun juga menimbulkan tantangan terkait autentisitas spiritual, di mana agama sering kali terperangkap dalam simbolisme visual dan popularitas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, menganalisis literatur dan konten media sosial yang relevan untuk menggali makna fenomenologis hijrah digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana anak muda Indonesia mengkonstruksi, merasakan, dan mempraktikkan agama di ruang digital, serta mengeksplorasi interaksi antara agama, identitas, dan teknologi. Meskipun hijrah digital menawarkan peluang untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang lebih inklusif dan fleksibel, fenomena ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana keberagamaan yang ditampilkan bersifat autentik dan mendalam. Dengan demikian, hijrah digital bukan hanya sekadar gaya hidup atau tren, melainkan gerakan yang membuka jalan bagi anak muda untuk mendalami agama dengan cara yang lebih sesuai dengan dinamika zaman, sambil tetap memperdalam pemahaman spiritual mereka.
Kolaborasi Antar Aktor Pemerintah Dan Asosiasi Museum Daerah Jawa Timur (AMIDA) Dalam Melestarikan Gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Heritage Malang Annira Medya Sukardi; Muhammad Fathdel Fiqraz; Muhammad Ardiansyah Athalla Putra; Arasya Rifda Saputriana; Dewana Moza Ersonia; Prisca Kiki Wulandari
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/albayan.v5i1.413

Abstract

Kota Malang memiliki potensi pariwisata berbasis cagar budaya, salah satu potensi yang termasuk Gedung Regional Chief Economist (RCE) Center, pariwisata yang menyimpan nilai sejarah kolonial. Namun, potensi pariwisata berbasis warisan ini belum optimal akibat tantangan koordinasi antar lembaga pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi jejaring pemerintahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset cagar budaya untuk sektor pariwisata di Malang, dengan studi kasus pada Gedung KPPN Heritage Malang. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk memahami secara mendalam dinamika kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi antar aktor pemerintahan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dari KPPN Malang, Dinas Pariwisata Kota Malang, dan instansi terkait lainnya, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Penelitian ini dilandasi oleh Teori Pembangunan Berkelanjutan dalam Pariwisata, yang menekankan keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan manfaat ekonomi serta sosial. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas jejaring pemerintahan dalam pengelolaan pariwisata heritage di Malang, dengan identifikasi tantangan signifikan dalam sinkronisasi program, efektivitas komunikasi, dan pemahaman komprehensif mengenai peran masing-masing aktor. Temuan juga mengindikasikan adanya pengaruh ego sektoral yang menghambat integrasi jejaring dalam perencanaan dan implementasi kebijakan pariwisata. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan jejaring pemerintahan melalui mekanisme koordinasi yang jelas, komunikasi yang transparan, dan integrasi program lintas sektoral yang berorientasi pada keberlanjutan adalah krusial untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset cagar budaya seperti Gedung KPPN Heritage Malang sebagai daya tarik pariwisata yang berkelanjutan dan kolaboratif, sekaligus mengatasi ketimpangan pembangunan pariwisata antar daerah.
Analisis Kritis terhadap Ketimpangan Ekonomi dalam Perspektif Islam Suud Sarim Karimullah
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/albayan.v5i1.416

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memicu diskusi kritis tentang ketimpangan ekonomi dalam perspektif Islam, dengan harapan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Kajian ini menggunakan library research dengan analisis literatur secara integratif untuk menjembatani berbagai pendekatan teoretis dan menawarkan perspektif yang lebih luas. Hasilnya menyatakan bahwa ketimpangan ekonomi dalam perspektif Islam dipandang sebagai problem multidimensi yang tidak hanya berakar pada kegagalan distribusi kekayaan, tetapi juga pada erosi nilai keadilan sosial dan solidaritas kemanusiaan. Islam menawarkan solusi kritis melalui instrumen zakat dan wakaf yang berfungsi bukan sekadar sebagai sarana redistribusi materi, melainkan sebagai wujud nyata komitmen kolektif terhadap keadilan dan kesejahteraan bersama. Dengan menempatkan prinsip 'adl (keadilan) dan mīzān (keseimbangan) sebagai dasar sistem ekonomi, Islam menantang logika kapitalisme global yang cenderung melanggengkan kesenjangan dan eksklusi. Analisis kritis Islam terhadap ketimpangan ekonomi menuntut pembaruan tata kelola, inovasi kelembagaan, serta integrasi nilai spiritual dan etika ke dalam kebijakan ekonomi, sehingga tercipta sistem yang lebih manusiawi, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan seluruh umat manusia.
ETIKA PERIKLANAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM Siti Nur Hidayati; Adi Ardiansyah; Selmiana Sapitri
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/albayan.v5i1.417

Abstract

Etika periklanan berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial dan moral. Dalam perspektif Islam, etika periklanan hendaknya tidak hanya berfokus pada keuntungan materi saja, namun juga harus mencerminkan nilai-nilai syariah dan akhlak yang luhur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep etika periklanan berdasarkan prinsip-prinsip Islam dan implementasinya dalam praktik periklanan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dari sumber primer dan sekunder yang relevan seperti Al-Quran, Hadits, dan literatur ilmiah terkait. Penelitian ini menemukan bahwa etika periklanan dalam Islam menekankan kejujuran dan keadilan, tidak melibatkan unsur penipuan, tidak memanipulasi emosi konsumen, dan menghindari praktik eksploitatif yang bertentangan dengan nilai-nilai moral. Selain itu, iklan harus mengutamakan produk atau jasa  halal dan thaiyib serta tidak mendorong perilaku konsumen yang berlebihan. Di zaman modern, tantangan muncul dari kontradiksi antara tuntutan pasar dan penerapan nilai-nilai Syariah. Oleh karena itu,  para pemangku kepentingan industri periklanan perlu menyadari dan berkomitmen untuk memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam strategi pemasarannya. Diharapkan penelitian ini  dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep  periklanan etis yang tidak hanya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tetapi juga kompetitif di pasar global
Determinan Tingkat Kesejahteraan Buruh Jagung Di Kabupaten Sumbawa Dalam Perspektif Hukum Fikih Mili Hariyanti; Linda Destia Putri; Alan Budi Kusuma
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This researgh aims to describe or describe the reality of whether the welfare of corn workers in Sumbawa Regency is consideret in accordance with Islamic teachings and Islamic jurisprudence laws in Sumbawa regenvcy. The research used in this research is qualitative, the walfare of corn workers in Sumbawa district is assessed from several aspects such as safe working conditions, decent wages, access to edicationand health, and protection’rights. When the price of corn rises, workers’wages will rise, and conversely, when the price of corn decreases, workers’ wages will also decrease. Viewed from a fiqh perspective, as mentioned in surah Hud verse 6 “and there is no guarantee that there is not a single creeping animal on earth but Allah is the one who provides his sustenance” but that guarantee that there it is not given without effort as Allah has explained in surah Ar-Ra’d verse 11 “indeed Allah does not change the condition of a people until they change the condition of themselves”. From a jurisprudence perspective, the level of welfare of corn workers is not as significant due to the weakening corn princes in Sumbawa district.
Nikah Batin dalam Serial Bidaah: Perspektif Hukum Islam dan Perlindungan Perempuan Nauroh; Muhamad Rifa’i Subhi
AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Publikasi (P3M) STAI Nahdlatul Watan Samawa-licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study entitled inner marriage in the bidaah series, it describes the Malaysian drama series Bidaah seen from the perspective of Islamic law and its implications for the protection of women. The main issues to be discussed are the justification of inner marriage according to Islamic law and the social and legal impacts that arise, especially exploitation and sexual violence against women. The purpose of this study is to assess how the practice of inner marriage is in accordance with the provisions of Islamic law so that it can analyze how this practice can affect the protection of women. By using a qualitative approach with a literature study method related to Islamic marriage law and inner marriage cases that exist in society. The results of the study show that the practice of inner marriage in the series is contrary to the legal requirements of an Islamic marriage because it does not meet the pillars and requirements such as the presence of a guardian, witnesses and an official contract. In addition, this practice is manipulative and there is sexual violence against women due to forced abortion and social stigma. This study also found differences between the practice of inner marriage in the series and the tradition of legitimate inner marriage in the tarekat in several regions. So this study emphasizes the need for the role of religious instructors to educate to protect women from the misuse of inner marriage which will be detrimental.