cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6285780122190
Journal Mail Official
jurnal.jmp@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Media Penyiaran
ISSN : -     EISSN : 27978095     DOI : https://doi.org/10.31294/jmp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Penyiaran (JMP) pertama kali publikasi tahun 2021 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2797-8095 yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jurnal Media Penyiaran (JMP) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Penyiaran Fakultas Komunikasi Dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Media Penyiaran (JMP) terbit berkala pada bulan Juni dan bulan Desember. Redaksi Jurnal Media Penyiaran menerima artikel ilmiah dan hasil peneliitian pada bidang media penyiaran seperti televisi, radio, dan new media (website, blog, dan media sosial).
Articles 76 Documents
Patriarki dan Kekerasan Seksual melalui Simbol Monster dalam Film Barbarian (2022): Analisis Semiotika Roland Barthes Yogi Ariska; muhammad ichsan; yudha febri alpaksi; herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11367

Abstract

Film Barbarian (2022) menghadirkan narasi horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan teror, melainkan juga menyajikan kritik sosial mengenai patriarki dan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi patriarki melalui simbol monster dalam film Barbarian dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup level denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan objek berupa tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur monster, ruang bawah tanah, serta karakter-karakter pendukung membangun mitos tentang bagaimana patriarki melanggengkan kekerasan seksual. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor sebagai media kritik sosial terhadap relasi kuasa gender.
Fenomena Normalisasi Konten Mengemis Gift pada Live TikTok dalam Perspektif Cyber Ethics di Kalangan Remaja Devy Putri Kussanti; Dhefine Armelsa
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11717

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena konten mengemis gift dalam siaran langsung aplikasi TikTok yang semakin marak dan mengalami normalisasi di kalangan pengguna, khususnya remaja. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola interaksi dan nilai etika dalam ruang digital, di mana praktik mengemis gift semakin dianggap wajar dan menjadi bagian dari budaya live streaming. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi makna melalui interaksi simbolik antara kreator dan audiens. Data dikumpulkan melalui observasi konten siaran langsung TikTok, dokumentasi, serta analisis bentuk komunikasi dan respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi konten mengemis gift di kalangan remaja terbentuk melalui tiga pola utama. Pertama, pola mengemis gift melalui bercandaan atau tantangan, di mana permintaan gift dikemas secara humoris sehingga tidak dianggap sebagai tindakan mengemis. Kedua, pola mengemis gift melalui penghargaan atau pengakuan, seperti pemberian pujian, penyebutan nama, atau status simbolik kepada penonton yang mengirimkan gift. Ketiga, pola mengemis gift melalui tindakan bersyarat, yaitu kreator menjanjikan atau melakukan tindakan tertentu apabila target gift terpenuhi. Ketiga pola tersebut berperan dalam membangun persepsi kolektif bahwa praktik mengemis gift merupakan hal yang normal dan dapat diterima. Dalam perspektif cyber ethics, fenomena ini berpotensi mengaburkan nilai-nilai etika digital, seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran akan batas etis dalam interaksi daring. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika siber di kalangan remaja.
Strategi Komunikasi Grup Musik Hivi! Dalam Memperkenalkan Vokalis Baru Melalui Media Sosial Youtube Acih sari; Rawit Sartika; Faris Saputra Dewa; Keriyono
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11996

Abstract

Grup musik HiVi! melakukan pergantian vokalis setelah Neida Aleida memutuskan untuk keluar dari HiVi! dan Keisha Cinantya ditunjuk sebagai personel baru yang mengisi posisi vokalis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa strategi komunikasi grup musik HiVi! dalam memperkenalkan vokalis baru melalui media sosial YouTube. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan menganalisis sebanyak enam buah video yang berkaitan dengan proses pergantian vokalis, mulai dari pengunduran diri Neida Aleida, pencarian vokalis baru, hingga pengumuman dan pengenalan Keisha Cinantya sebagai vokalis baru HiVi! yang diunggah melalui saluran resmi YouTube @sayhivi mulai bulan Oktober 2024 hingga Juli 2025. Terdapat beberapa video dengan format siaran pers digital yang digunakan untuk memberikan pesan yang jelas dan dapat dijadikan sebagai referensi oleh media massa dalam membuat berita yang terkait dengan HiVi!. Terdapat juga video pengenalan yang dikemas dengan parodi, dan video yang menjelaskan profil Keisha Cinantya sebagai vokalis baru HiVi!. Semua video yang telah diunggah melalui saluran resmi YouTube @sayhivi memiliki pesan yang berbeda namun saling berkaitan antara satu video dengan video lainnya.
From Socialization to Participation: Leadership Communication Practices in the Waste Bank Program of the South Tangerang City Environmental Service lymbarski caesariano; Pudji Muljono; Anna Fatchiya; Siti Amanah
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.11149

Abstract

Waste management in South Tangerang City faces serious pressure due to limited landfill capacity and low community participation in waste sorting. The waste bank program implemented by the Environmental Agency in partnership with the PERBAS Waste Bank in Kedaung Village is one strategy to reduce waste going to the landfill while empowering the community. This study aims to analyze how leadership communication practices at the institutional and community levels shift residents from passive recipients of socialization to active participants in waste management. A qualitative approach with case studies was used through in-depth interviews, participant observation, and document review. Data were analyzed using the stages of reduction, display, and conclusion. The results show that leadership communication combines the framing of the landfill crisis, narratives of economic and environmental benefits, role models, intensive interpersonal communication, and the innovation of thematic savings schemes close to household needs. These practices form a transformation stage from informative socialization, participatory socialization, collective participation, to co-creation and social entrepreneurship. These findings confirm that the success and sustainability of waste bank programs are determined not only by technical and regulatory aspects, but also by the design of dialogic, adaptive, and multi-layered leadership communication between institutional and community leaders.
REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM FILM FETIH 1453 Susi Rahayu; Venessa Agusta Gogali; Christopher Yudha Erlangga
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.12851

Abstract

Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai moral yang pesannya seringkali tersirat, terutama dalam genre Epik Sejarah salah satunya pada film FETIH 1453. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pesan moral dalam film FETIH 1453. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi adegan serta dialog yang relevan. Hasil analisis mengidentifikasi adegan yang merepresentasikan pesan moral, dengan dominasi pada pesan moral hubungan manusia dan Tuhan, mencakup pesan moral hubungan manusia dan diri sendiri yang menyoroti tentang bagaimana terus memperbaiki kualitas pada diri, mencakup pesan moral hubungan manusia dan manusia lain serta alam sekitar berkaitan tentang bagaimana seharusnya memperlakukan orang lain dan alam sekitar dengan ahlak yang baik dalam kondisi serta situasi apapun. film ini membungkus pesan moral yang relevan dalam balutan sejarah, merefleksikan realitas sosial, sehingga menjadikannya tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai cermin sosial yang efektif
Film Dokumenter Pesta Babi dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Lukman; Muhammad Ichsan; Yudha Febri Al Paksi; Herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.13372

Abstract

Film dokumenter bertema sosial-ekologis di era digital kini didistribusikan secara masif melalui berbagai platform media sosial, menciptakan ruang refleksi kritis bagi netizen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman hidup (lived experience) pengguna media sosial dalam memaknai film dokumenter "Pesta Babi" serta bagaimana pengalaman menonton tersebut membentuk dan merekonstruksi perspektif kognitif mereka terhadap isu marginalisasi masyarakat adat di Papua Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui Pendekatan Fenomenologi, penelitian ini berusaha menggali esensi kesadaran informan dari lubuk pengalaman mereka yang paling murni. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terstruktur terhadap delapan informan yang aktif menggunakan media sosial (YouTube, X, dan Instagram) dan telah menonton dokumenter tersebut secara utuh. Analisis data dilakukan dengan teknik eksplisitasi data fenomenologis (berdasarkan konsep epoche dan reduction Edmund Husserl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menonton "Pesta Babi" menghasilkan sebuah "guncangan kesadaran" (conscious shock) pada ranah kognitif informan. Melalui visualisasi penderitaan masyarakat adat dan kerusakan hutan sagu, informan mengalami perubahan cara pandang yang radikal—dari kognisi naif yang menganggap pembangunan nasional selalu membawa kesejahteraan, menuju kognisi kritis yang menyadari adanya ketimpangan ruang hidup dan pelanggaran hak ulayat. Media sosial dalam fenomena ini berperan sebagai arena amplifikasi emosi dan kognisi, di mana ruang diskusi digital memperkuat retensi ingatan serta pemahaman kritis informan.