cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6285780122190
Journal Mail Official
jurnal.jmp@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Media Penyiaran
ISSN : -     EISSN : 27978095     DOI : https://doi.org/10.31294/jmp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Penyiaran (JMP) pertama kali publikasi tahun 2021 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2797-8095 yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jurnal Media Penyiaran (JMP) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Penyiaran Fakultas Komunikasi Dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Media Penyiaran (JMP) terbit berkala pada bulan Juni dan bulan Desember. Redaksi Jurnal Media Penyiaran menerima artikel ilmiah dan hasil peneliitian pada bidang media penyiaran seperti televisi, radio, dan new media (website, blog, dan media sosial).
Articles 68 Documents
Pengaruh Personal Branding Gemoy Terhadap Keputusan Pemelihan Gen Z Ningtyas, Dito Anjasmoro; Priskila, Oki; Haikal, Haikal
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i1.4653

Abstract

Meningkatnya peran media sosial dan internet dalam proses kampanye serta komunikasi politik, strategi politik semakin mengandalkan teknologi informasi untuk membangun identitas politik dan memenangkan dukungan publik. Dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2024, Prabowo Subianto dan tim kampanyenya telah mengubah strategi mereka dengan mengadopsi gaya "gemoy" sebagai upaya untuk menarik perhatian pemilih, terutama generasi muda yang aktif di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didesain sebagai penelitian survei deskriptif eksplanatori yang bersifat korelasional dan pengaruh. Metode survei digunakan untuk mengambil sampel dari satu kelompok populasi dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data utama untuk mendapatkan informasi yang spesifik.penelitian ini menunjukkan bahwa personal branding "Gemoy" Prabowo Subianto memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan Gen Z di Indonesia. Dari ketiga elemen personal branding yang diuji, yaitu clarity, specialization, dan consistency, hanya konsistensi yang konsisten menunjukkan pengaruh signifikan terhadap semua aspek keputusan pemilihan, yaitu afeksi, konasi, dan perilakuelemen konsistensi dalam personal branding "Gemoy" Prabowo Subianto memiliki pengaruh signifikan terhadap afeksi, konasi, dan perilaku pemilih Gen Z dalam Pemilu Presiden 2024. specialization menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku, sementara clarity tidak signifikan terhadap ketiga aspek tersebut
Pengaruh Konten Instagram @Evtessia Terhadap Sikap Pengembangan Diri Marzuki, Rayka Syachlia; Emeilia, Rindana Intan
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7269

Abstract

Rasa percaya diri memainkan peran penting dalam mendorong atau mengurangi risiko gangguan mental pada remaja. Pengembangan diri adalah proses aktif untuk meningkatkan karakter, sifat, perilaku, dan kebiasaan seseorang. Akun Instagram @Evtessia adalah salah satu akun yang berisi motivasi serta pemahaman mengenai isu-isu yang dialami mengenai pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah konten yang diposting di akun Instagram @Evtessia memiliki pengaruh terhadap sikap pengembangan diri para pengikutnya. Teori yang menjadi landasan dalam penelitian ini adalah teori Stimulus-Organisme-Respons (SOR). Teori SOR fokus pada bagaimana stimulus dari lingkungan, seperti konten media sosial, mempengaruhi organisme (pengguna), yang kemudian menghasilkan respons dalam bentuk perubahan sikap atau perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dimana sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner disebarkan kepada 100 responden pengikut akun Instagram @Evtessia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @Evtessia memiliki pengaruh 50,2% terhadap sikap pengembangan diri, sisanya sebesar 49,8%, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Representasi Pesan Moral Pada Film Rumah Masa Depan Mariza, Khairunnisa; Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7483

Abstract

Film merupakan audio visual dan juga media komunikasi yang cukup terkenal dijaman sekarang, serta film telah menjadi salah satu media komunikasi yang cukup berpengaruh dalam masyarakat. Film dapat mempengaruhi pandangan dan sikap penonton terhadap berbagai isu moral. Pesan moral yang terdapat dalam film tidak hanya mencerminkan pandangan pembuat film tetapi dapat mempengaruhi dan membentuk nilai masyarakat. Film yang kaya akan pesan moral dapat digunakan sebagai media pendidikan, pembentuk karakter, dan refleksi sosial. Karena film dapat membangkitkan emosi ataupun mempengaruhi tindakan penonton dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu film yang mengandung pesan moral yaitu Film Rumah Masa Depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan cara pesan moral direpresentasikan pada film Rumah Masa Depan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dari hasil penelitian menunjukkan representasi pesan moral dalam film Rumah Masa Depan yang dilihat dari tiga level yang dikemukakan John Fiske. Pada level realitas, pesan moral dapat dilihat dari aspek penampilan, perilaku, cara berbicara, ekspresi, dan riasan. Pada level representasi, yang menggambarkan pesan moral tercermin melalui aspek kamera, pencahayaan, dialog, dan backsound. Level ideologi dapat disimpulkan, penggambaran pesan moral yang ada pada film Rumah Masa Depan adalah ideologi individual yang positif.
Analisis Poster Film Inside Out 2 dalam Teori Semiotika Roland Barthes Dito, Dito Anjasmoro Ningtyas; kila, Oki Priskila; Haikal, Haikal
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7589

Abstract

Penelitian ini menganalisis poster film Inside Out 2 menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk memahami bagaimana elemen visual dalam poster tersebut mengkomunikasikan makna tentang emosi dan pengalaman manusia. Poster ini menampilkan karakter-karakter emosi seperti Joy dan Sadness, yang direpresentasikan melalui warna dan ekspresi wajah untuk menciptakan makna denotatif dan konotatif. Dengan warna kuning pada Joy dan biru pada Sadness, poster ini menggambarkan kebahagiaan dan kesedihan sebagai emosi yang saling melengkapi dalam keseimbangan emosional. Analisis konotatif menunjukkan bahwa kedekatan fisik antar karakter dan desain visual mereka membentuk mitos tentang pentingnya menerima seluruh spektrum emosi, baik positif maupun negatif, dalam mencapai kesejahteraan mental. Mitos ini mencerminkan nilai budaya modern tentang pentingnya kesehatan mental dan penerimaan diri. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa poster Inside Out 2 bukan hanya alat promosi, tetapi juga menyampaikan pesan yang relevan terkait dengan identitas, hubungan emosional, dan kesehatan mental. Melalui pendekatan semiotika Barthes, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana media visual dapat membangun mitos yang berdampak pada pemahaman masyarakat mengenai emosi.
Daya Tarik Brand Image dan Brand Aura Kompas.com Terhadap Tingkat Persepsi Pengguna Instagram Teguh, Teguh Tri Susanto; septian, rio
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8024

Abstract

ABSTRAKSI Persaingan yang pesat di era media digital menghadirkan banyak tantangan bagi perusahaan media. Meskipun media digital bukanlah industri yang paling menguntungkan, namun ini adalah salah satu industri yang paling menjanjikan. Pesatnya penyebaran informasi dan konten persuasif menjadi dasar daya tarik media dalam komunikasi massa. Tetapi, ada juga risiko penyebaran informasi yang salah dan konten yang tidak akurat serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Namun, dalam lingkungan komunikasi digital yang kompetitif, mempertahankan dan meningkatkan jumlah pengguna menjadi tantangan yang semakin besar bagi perusahaan Kompas.com. Di sini, penting untuk memahami bagaimana elemen suatu merek, seperti citra dan auranya, memengaruhi persepsi pengguna Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tarik dari Brand Image dan Brand Aura Kompas.com terhadap tingkat persepsi pengguna Instagram. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif dengan pendekatan paradigma post-positivisme sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu Non Probability Sampling jenis Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Variabel brand image (X1) secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand aura (X2) memiliki dampak signifikan secara individual terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand image (X1) dan brand aura (X2) secara bersama-sama (simultan) memiliki korelasi yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Kata Kunci: Brand Image, Brand Aura, Persepsi. ABSTRACT The rapid competition in the digital media era presents many challenges for media companies. While digital media is not the most profitable industry, it is one of the most promising. The rapid spread of information and persuasive content form the basis of media's appeal in mass communication. However, there is also a risk of spreading misinformation and inaccurate content and lowering people's trust in the media. However, in a competitive digital communication environment, maintaining and increasing the number of users is becoming an increasing challenge for the Kompas.com company. Here, it is important to understand how elements of a brand, such as its image and aura, affect the perception of Instagram users The purpose of this study was to determine the attractiveness of Brand Image and Brand Aura Kompas.com to the level of perception of Instagram users. The method used is Quantitative with a post-positivism paradigm approach, the sample used in the study is Non Probability Sampling type Purposive Sampling. The results showed that the brand image variable (X1) individually had a significant effect on the user perception variable (Y). The brand aura variable (X2) has a significant impact individually on the user perception variable (Y). Brand image (X1) and brand aura (X2) variables together (simultaneously) have a significant correlation to the user perception variable (Y). Keywords: Brand Image, Brand Aura, Perception
Analisis Foto Instagram Publik Figur Politik Indonesia Melalui Pendekatan Structuralism Pierre Bourdieu Wibowo, Ganjar; Sunuantari , Manik; Soraya, Iin; Gunawan, Imsar
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8076

Abstract

Media sosial adalah wadah untuk berkomunikasi dan berbagi aktivitas sehari-hari atau penting melalui tulisan atau foto. Instagram adalah salah satu platform jejaring sosial yang paling umum digunakan. Public figur tampaknya menjadi simbol bagi mereka. Apa yang mereka lakukan dapat dilihat di Instagram. Di Instagram, mereka memiliki banyak penggemar (mengikuti). Citra yang mereka bangun menggunakan Instagram didasarkan pada konsep diri yang mereka kembangkan melalui personal branding. Artikel ini mengulas dua akun Instagram public figure politik, yaitu Ganjar Pranowo (ganjar_pranowo), Ridwan Kamil (ridwankamil), berdasarkan karakter akun masing-masing dan bagaimana mereka menggambarkan diri mereka sebagai public figure politik melalui Instagram melalui berbagai aktivitas dan pola yang ditunjukkan melalui unggahan fotografi atau tulisan. Pembahasan ini menggunakan teori struktural konstruktif atau teori praktik sosial berdasarkan habitus, ranah, modal, dan kekerasan simbolik yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu. Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa ketika public figure politik muncul di media sosial, mereka membayangkan diri mereka sebagai public figur politik dan berusaha menampilkan diri mereka sebaik mungkin dengan menggunakan modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik untuk tampil mendominasi. Selanjutnya, dampak pada akun public figure politik dapat digambarkan sebagai pelabelan masyarakat atas dominasi simbolik.
Representasi “Cancel Culture” Dalam Film Budi Pekerti Kusumawati, Nina
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8138

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi cancel culture dalam film Indonesia yang berjudul "Budi Pekerti", menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana film ini menggambarkan fenomena cancel culture melalui tanda-tanda visual dan naratif. Menggunakan metode analisis semiotika kualitatif, penelitian berfokus pada trikotomi tanda Peirce: ikon, indeks, dan simbol. Data diperoleh melalui pengamatan mendalam terhadap adegan-adegan kunci, dialog, dan elemen visual film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Budi Pekerti" merepresentasikan cancel culture melalui berbagai tanda semiotik. Ikon-ikon visual merepresentasikan peran teknologi digital, indeks-indeks menggambarkan dampak sosial dan psikologis, sementara simbol-simbol mewakili konvensi dalam praktik cancel culture. Analisis mengungkapkan bahwa film ini menyajikan cancel culture sebagai fenomena kompleks dengan implikasi sosial yang luas, termasuk kritik terhadap penyebaran informasi cepat dan dampaknya pada individu serta masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman representasi isu sosial kontemporer dalam sinema Indonesia dan dapat menjadi dasar untuk diskusi lebih lanjut tentang peran media dalam membentuk persepsi publik di era digital. Kata kunci: Cancel Culture, Semiotika Peirce, Film, Representasi
Gaya Komunikasi Kepemimpinan Situasional dalam Mengembangkan Produk Baru di Perusahaan (Studi Kasus pada PT Module Intracs Yasatama) Oki Priskila; Haikal; Dito Anjasmoro Ningtyas
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.9654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi kepemimpinan situasional dalam pengembangan produk baru di PT Module Intracs Yasatama. Dalam konteks persaingan bisnis yang dinamis, kemampuan pemimpin untuk menyesuaikan gaya komunikasinya menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas tim dan keberhasilan inovasi produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap Supervisor & Marketing, Manager Operasional, dan Manager Product. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional dengan komunikasi yang fleksibel, konsisten, dan terbuka dapat menjadi pendorong utama keberhasilan inovasi produk, terutama dalam organisasi yang berada dalam industri teknologi dan mengalami dinamika perubahan yang cepat. Dalam konteks Indonesia, hal ini menjadi model praktik yang relevan dan dapat direplikasi untuk konteks organisasi serupa