cover
Contact Name
Danang
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
danang@stekom.ac.id
Editorial Address
Jln. Senopati Arcawinagun Purwokerto 53113 Telp (0281) 6572636 Purwokerto 53121 Tlp. (0281) 6577111, 575222, 6575333,
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
ISSN : 28278488     EISSN : 2827797X     DOI : 10.55606
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia diterbitkan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Indonesia menyajikan hasil penelitian yang bermanfaat bagi dokter, pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, dosen serta mahasiswa yang tertarik dengan publikasi ilmiah terkait Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Articles 206 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Nurul Asikin; Agrina, Agrina; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1010

Abstract

Pendahuluan: Bagi seorang ibu menyusui merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan karena kelancaran produksi ASI sangat penting untuk bayi dan semakin sering ibu menyusui akan memengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 89 responden ibu menyusui yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purpose sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Ibu menyusui yang pola makannya adekuat dengan produksi ASI tidak cukup sebanyak 8 orang (100%) dan sebanyak 0 orang (0%) ibu menyusui produksi ASI cukup. Responden yang pola makannya tidak adekuat dengan produksi ASI cukup sebanyak 74 orang (91,4%) dan sebanyak 7 orang (8,6%) responden produksi ASI nya cukup. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui dengan p value ≥  (0,05) dengan p value = 0,859. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui.    
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN TERHADAP IMT (INDEKS MASSA TUBUH) PADA REMAJA Azhima Rahmatika Sasmi; Riri Novayelinda; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1011

Abstract

Periode terjadinya puncak masa pertumbuhan terjadi pada masa remaja. Puncak pada masa pertumbuhan ini akan mempengaruhi perubahan pada komposisi tubuh, aktivitas fisik, pertumbuhan yang pesat pada berat badan dan juga massa tulang. Karena hal ini, remaja sangat rentan untuk mengalami permasalahan pada gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 160 orang dengan teknik pengambilan kluster random sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner perilaku makan yang diadaptasi dari kuesioner Hidayati (2009). Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja p-value=0,003 (p<0.05). Didapatkan juga 52,5% (84 responden) mengalami perilaku makan yang buruk, sedangkan untuk hasil dari perhitungan IMT didapatkan 40% (64 responden) mengalami berat badan berlebih. Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa mayoritas remaja mengalami perilaku makan yang buruk, serta ada hubungan antara perilaku makan terhadap IMT pada remaja.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP KELELAHAN MATA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Erlina Lestariningsih; Herlina Herlina; Musfardi Rustam
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1012

Abstract

Pendahuluan: Kecanduan game online adalah suatu gangguan kontrol terhadap hasrat atau keinginan bermain game online secara berlebih sehingga timbul ketidakberdayaan atau ketidakmampuan untuk menghentikan aktivitas tersebut. Dampak dari game online dengan lama bermain ≥ 2-4 jam perhari dapat mengakibatkan kelelahan pada mata yang disebabkan oleh paparan radiasi yang dihasilkan oleh layar komputer atau gadget. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecanduan game online terhadap kelelahan mata pada anak usia sekolah dasar. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Penelitian ini dilakukan di SD Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 151 anak kelas 5 dan 6 dengan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis pada uji statistik menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson chi-square. Hasil: hasil penelitian berdasarkan uji statistik Pearson chi-squaredi SD Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru terdapat hubungan antara kecanduan game online terhadap kelelahan mata diketahui p-value < 0,05 dengan nilai p-value = 0,000 sehingga Ho ditolak. Kesimpulan: ada hubungan antara karakteristik kecanduan game online terhadap kelelahan mata pada anak usia sekolah dasar.
IMPLEMENTASI STANDAR BANGUNAN INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI Faizqinthar Bima Nugraha; Alifia Firda Purnomo; Apriliya Tiyas Ningrum; Desi Fitriana; Eka Septi Seliani Mutia; Adika Thoriq Firdaus; Isnaini Yufia Rohman; Jihaan Farah Nadila; Oktaviani Riga Setyaningrum; Puji Lestari; Rosmita Murfi; Tata Sri Lestari; Fatma Siti Fatimah; R. Jaka Sarwadhamana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.1024

Abstract

Bangunan fisik rumah sakit yang sesuai dengan standar yang ada dapat mendukung peningkatan kinerja sumber daya manusia rumah sakit. Hal ini karena kondisi fisik lingkungan kerja berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya serta berpengaruh pula terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. Pada dasarnya, fisik Rumah Sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Bangunan yang baik akan memberikan kenyamanan pada para pemakainya dan akan mempengaruhi tingkat pemanfaatannya yang juga akan memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan kinerja karyawan. Salah satu bangunan yang perlu dikelola dengan baik adalah bangunan ruang rawat jalan. Rawat jalan merupakan unit yang menjadi rujukan faskes tingkat pertama sehingga struktur bangunannya perlu menjadi perhatian khusus dimana persyaratan teknis bangunan rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Standar Bangunan Rawat Jalan menurut Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 di Rumah Sakit harus memiliki luas ruangan yang sesuai, adanya ventilasi yang baik, intensitas cahaya sesuai ketentuan, ruang tunggu terpisah untuk masing-masing poli klinik, tersedianya wastafel dan desinfektan, tersedinya stop kontak, serta bahan bangunan yang tidak memiliki tangka porositas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar bangunan instalasi rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian ini bersifat deskripsi dengan metode kuantitatif. Informan penelitian berjumlah satu orang yang merupakan pegawai IPSRS. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan pengambilan data melalui wawancara tertutup dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan standar bangunan diperoleh nilai rata – rata 91%, membuktikan bahwa standar bangunan di RSUD Panembahan Senopati belum memenuhi standar Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 tentang tentang persyaratan teknis bangunan dan prasarana rumah sakit. Terdapat 6 ruangan yang sudah sesuai standar dan 5 ruangan yang memerlukan perhatian dari pihak Rumah Sakit yaitu ruang tunggu, klinik gigi, klinik jiwa, ruang laktasi dan toilet karena belum memenuhi standar. Diharapkan pihak manajemen rumah sakit perlu me-review kembali kondisi lapangan dengan standar yang ada untuk persiapan dalam melakukan pemeliharaan gedung rawat jalan kedepannya.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO DALAM PENYEDIAAN FIRST AID KIT DI DALAM MOBIL Wiwi Susanti Piola; Dewi Modjo; Agustiar Darmawan Bagu; Noval Rahman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v1i1.1025

Abstract

Tindakan mempersiapkan alat-alat keselamatan atau alat pertolongan pertama menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan sehingga dapat meminimalisir keadaan yang lebih parah saat terjadi kecelakaan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo dalam penyediaan first aid kit dalam mobil. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional data yang dikumpulkan melalui lembar observasi dan kusioner. dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dengan tehnik random sampling. Hasil Penelitian. Ada pengaruh pengetahuan, pengalaman dan lingkungan fisik dosen dalam penggunaan first aid kit didalam mobil. Kesimpulan: pengetahuan, pengalaman dan lingkungan fisik sangat mempengaruhi perilaku dosen dalam melakukan pertolongan pertama padakecelakaan.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI INDIVIDU PADA PASIEN YANG PERNAH MENGALAMI COVID-19 DI RSUD TOTO KABILA Asni Ayuba; Haslinda Damansyah; Mohamad Afandi Isini; Ahmad Dwi Suciatmo Bata
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v1i1.1026

Abstract

Corona virus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri individu. Desain penelitian ini menggunakan model desriptif korelasional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri individu. Sehingga masih perlu ditingkatkan pemahaman dukungan keluarga yang baik untuk lebih meningkatkan penerimaan diri individu pada pasien yang pernah mengalami Covid-19.
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Hijau Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum Di Klinik Ida Wardani Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2022 Shinta Devi; Basaria Manurung
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1028

Abstract

The postpartum period is the condition of a post partum mother who gynecologically returns to her pre-pregnancy state with a recovery time that can last 42 days or 6 weeks and even during the post partum period a mother experiences many physical and psychological changes. This study aims to determine the effect of green betel leaf decoction in accelerating perineal wound healing at the Ida Wardani Clinic, Mandailing Natal District in 2022. This type of research uses a quasi-experimental research method with a post test with control group design. The number of samples used was 20 people. Data analysis technique using paired sample t test. the results obtained from 20 respondents, the results for the value of p = 0.001 means p <0.05, stating that there is a difference in the effectiveness of green betel leaf decoction in accelerating perineal wound healing in the intervention group and the control group. Conclusion: betel leaf boiled water is effective in accelerating healing perineal wounds in postpartum mothers because betel leaf is an alternative plant which has the main component of essential oils consisting of phenol and derivative compounds, so it is very safe for wound healing.
Analisis Sumber Daya Manusia Kesehatan Instalasi Rekam Medis Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan Pramesti, Yolanda Fiegadini; Rosyidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1033

Abstract

Latar Belakang: Salah satu Metode perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) sesuai Permenkes Nomor 33 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jumlah SDM yang tersedia dengan beban kerja khususnya di bagian pendaftaran, filing dan assembling instalasi rekam medis RSUD Muntilan. Metode: Metode penelitian kualitatif observasional. Pengambilan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi. Observasi untuk menghitung norma waktu petugas pendaftaran rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, filing dan assembling. Wawancara dengan koordinator bagian dan perwakilan staf bagian serta triangulasi dengan kepala instalasi. Hasil: Waktu Kerja Tersedia 72.187,50 Menit/Tahun dengan 6 hari kerja/minggu dan penerapan 3 shift di pendaftaran rawat inap dan gawat darurat, Komponen beban kerja ditetapkan melalui SPO. Besarnya norma waktu dan Standar Beban Kerja berbeda tiap kegiatan. Tugas penunjang rapat internal sebulan sekali selama 2 jam dan pemilahan berkas inaktif untuk petugas pendaftaran dan filing. Perhitungan kebutuhan petugas pendaftaran dan filing sebanyak 13 orang dan kebutuhan petugas di bagian assembling sebanyak 3 orang. Kesimpulan: perhitungan bagian pendaftaran dan filing, kurang relevan jika diterapkan untuk sistem shift karena belum mencakup petugas yang turun, libur maupun libur pengganti. Hasil perhitungan kemungkinan akan bertambah seiring bertambahnya kunjungan pasien dan apabila kegiatan sudah memiliki SPO.
KORELASI ADIKSI SMARTPHONE/GADGET TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS SEKOLAH KALAM KUDUS II JAKARTA Ravenska Theodora; Hendsun Hendsun; Yohanes Firmansyah; Sukmawati Tansil Tan; Ernawati Ernawati; Alexander Halim Santoso
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1106

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi membuat gaya hidup anak dan remaja menjadi berubah. Hal ini tentu saja menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah munculnya adiksi terhadap penggunaan smartphone/gadget. Hal ini tentu saja berdampak buruk terhadap kesehatan remaja dikarenakan adiksi smartphone/gadget menyebabkan aktivitas fisik cenderung berkurang serta berdampak terhadap peningkatan angka kejadian obesitas. Penelitian kali ini bertujuan untuk melihat bagaimana korelasi adiksi smartphone/gadget terhadap indeks massa tubuh pada siswa Sekolah Menengah Atas Sekolah Kalam Kudus II Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berupa remaja SMA Kalam Kudus II Jakarta. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pelajar berusia 15-18 tahun. Kriteria eksklusi adalam penelitian ini adalah responden yang menolak ikut serta dan tidak kooperatif. Variabel penelitian berupa smartphone addiction scale – long version (SAS-LV) dan indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian ini menurut Uji korelasi Spearman didapatkan bahwa terdapat korelasi positif yang amat lemah antara adiksi smartphone dengan nilai IMT (r : 0,018) dan belum bermakna secara statistik (p-value = 0,809). Saran lebih lanjut untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mempertimbangkan penelitian cohort agar dapat memiliki data yang lebih akurat.
STRATEGI KELUARGA DALAM PEMBERIAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA Indryani Jovanka; Sri Wahyuni; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1111

Abstract

Kekambuhan pada penderita gangguan jiwa sering ditemukan karena putus obat. Keluarga merupakan pendukung utama dalam pemberian obat dirumah. Tujuan: Untuk mengetahui strategi keluarga dalam pemberian obat antipsikotik pada anggota keluarga dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berbentuk survei. Sampel sebanyak 100 orang merupakan perwakilan dari keluarga penderita gangguan jiwa dengan teknik accidental sampling. Kriteria inklusi yang diambil yaitu keluarga yang sedang menemani ODGJ kontrol ke RSJ yang sulit untuk makan obat. Kuesioner yang digunakan peneliti berdasarkan studi literatur. Distribusi frekuensi dilakukan untuk analisis dan penyajian data. Hasil: Hasil survei didapatkan strategi yang paling banyak pernah dilakukan adalah melibatkan penderita dalam keputusan mendapatkan obat (100%), paling sering berhasil dilakukan keluarga adalah memberikan pemahaman kepada penderita tentang pentingnya obat dan mengingatkan penderita ketika jadwal minum obat (93%), paling sering tidak berhasil dilakukan adalah melibatkan penderita dalam keputusan mendapatkan obat (16%) dan paling banyak tidak pernah dilakukan adalah mengganti obat minum menjadi obat injeksi (65%). Kesimpulan: Mengingatkan penderita ketika jadwal minum obat merupakan suatu tanggung jawab keluarga dalam meminimalisir angka kekambuhan.

Page 8 of 21 | Total Record : 206