cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
frangkyka@gmail.com
Phone
+6285329613333
Journal Mail Official
ojstekniksipil@niksipilhan.akmil.ac.id
Editorial Address
Kampus Akademi Militer/ AKMIL Jalan Gatot Subroto Jurangombo Selatan Magelang Selatan, Seneng Satu, Banyurojo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Pertahanan
Published by PPM SDIRJIANBANG AKMIL
ISSN : 23551062     EISSN : 29855020     DOI : -
Jurnal Teknik Sipil Pertahanan dikelola secara profesional oleh Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akmil dari hasil setiap Pengembangan Penelitian yang dituliskan secara ilmiah kemudian diterbitkan oleh PPM SDIRJIANBANG AKMIL. OJS Jurnal Teknik Sipil Pertahanan adalah media digital untuk menuangkan artikel akademis bidang keilmuan ke-tekniksipil-an dan ilmu pertahanan, berupa coretan hasil pengalaman, pengamatan, penelitian, pengembangan ilmu ketekniksipilan dalam khasanah ilmu pertahanan. Artikel yang dipublish diharapkan dapat memberikan saran masukan, ide kreatif dan inovatif serta aplikatif bagi civitas akademi diploma terapan pertahanan Taruna Akademi Militer Prodi Teknik Sipil Pertahanan.
Articles 55 Documents
ULTRA-HIGH-PERFORMANCE CONCRETE (UHPC): MATERIAL BEHAVIOR REVIEW FOR MILITARY FIELD PROSPECTS Luluk Kristanto; Agung Prapsetyo
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 11 No. 2 (2024): JULI 2024
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v11i2.213

Abstract

Late years, intensity of collapse buildings, facilities and other protection constructions from civilian even military have showing increasingly frequent. As ideas for the restoration of concrete structures, one part of defence technology, developments were carried out for the lightweight materials and frameworks. Mostly the research development of UHPC behavior respectfully increase with visibility at high level characterization, as major advantages of construction difficulties, increasing safety demands, raised the workability, created green environment, protection enhancement and cost with wisely on improving the efficiency of each material, however, its exactly linear for requirement of military construction assignment at the field.
PEMBERDAYAAN INDUSTRI STRATEGIS PERTAHANAN UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KEKUATAN POKOK MINIMUM TNI Didik Yudha Pamungkas; Paulina Siregar; Prapsetyo, Agung
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 11 No. 2 (2024): JULI 2024
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v11i2.215

Abstract

Kebijakan Minimum Essential Force dikeluarkan pemerintah dalam rangka mengatasi ketertinggalan Indonesia dalam dunia militer. Kebijakan ini pada akhirnya membawa perubahan besar dalam kemajuan militer Indonesia, mulai dari sumber daya manusianya, organisasi, hingga usaha untuk memodernisasi alutsistanya. Industri strategis pertahanan nasional sebagai produsen alutsista dalam negeri berupaya menjawab tantangan zaman ke depan yang lebih canggih dan modern. Sehingga usaha untuk memberdayakan industri pertahanan dalam negeri agar lebih kompeten dalam menghasilkan alutsista dalam negeri menjadi ssesuatu yang perlu dipikirkan dengan seksama. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui perkembangan Industri Strategis Pertahanan Indonesia serta mencari tahu fungsi dan pengaruhnya terhadap kebijakan Minimum Essential Force. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber referensi buku-buku, seminar, jurnal-jurnal, dan artikel-artikel dari internet. Hasil penelitian diketahui bahwa beberapa upaya telah dilakukan dalam hal pemberdayaan industri pertahanan. Hal ini membawa Indonesia untuk tidak tergantung lagi terhadap alutsista luar negeri. Kerjasama internasional difokuskan untuk mengatasi ketertinggalan dalam hal teknologi terbaru. Pengembangan kedepan membawa Indonesia mampu memproduksi alutsista dalam negeri dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan alutsista negara lain.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DRONE GUNA MENDUKUNG TUGAS PENYELIDIKAN SATUAN ZENI TNI AD Prapsetyo, Agung; Kiki Lestari; Silitonga, Frangky
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.255

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merebak ke segala lini kehidupan. Hal tersebut juga menjadi tantangan dalam dunia militer, salah satunya yaitu pemanfaatan teknologi drone untuk melaksanakan penyelidikan, pemetaan, dan pengawasan wilayah dalam mendukung tugas penyelidikan bagi satuan Zeni TNI AD. Drone atau Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle, UAV). Pemanfaatan drone untuk mendukung tugas penyelidikan zeni karena kondisi pelaksanaan tugas penyelidikan zeni Satuan Zeni TNI AD masih dilakukan secara manual dan belum ada kebijakan penggunaan drone serta personel dan taktiknya yang belum disiapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keuntungan, tantangan, dan saran rekomendasi terkait pemanfaatan drone dalam mendukung tugas penyelidikan Satuan Zeni TNI AD. Penelitian menggunankan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi lapangan yang dianalisis secara deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi teknologi drone di tubuh Satuan Zeni adalah keniscayaan yang harus segera diwujudkan karena dengan pemanfaatan drone akan menghemat waktu, lebih aman dan lebih akurat atas hasil penyelidikan zeni yang dilakukan oleh prajurit Zeni TNI AD.
PENGGUNAAN SELF HEALING CONCRETE, TEKNOLOGI MASA DEPAN KONSTRUKSI JALAN DI INDONESIA Agung Wibowo, Irawan; Luluk Kristanto
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.259

Abstract

Self Healing Concrete merupakan inovasi beton modern yang mampu memperbaiki retakan secara mandiri. Teknologi ini menjanjikan peningkatan daya tahan dan pengurangan biaya pemeliharaan infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan penggunaan Self Healing Concrete sebagai teknologi masa depan konstruksi jalan di Indonesia.. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi peluang Self Healing Concrete seperti peningkatan efisiensi infrastruktur, mendukung keberlanjutan lingkungan, adaptasi dengan iklim indonesia, dukungan stakeholder, kolaborasi dengan institusi penelitian, efisiensi biaya jangka panjang, serta tantangan yang meliputi biaya awal yang tinggi, keterbatasan teknologi, kondisi logistik dan infrastruktur, kurangnya pengetahuan dan sumber daya manusia, regulasi dan standar, resistensi terhadap perubahan.
PERAN PRCPB YONZIPUR 9/LLB/K PADA MASA TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI CIANJUR MELALUI PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Wahyu Prasetyo, Yulius; Siregar, Paulina; Dian Martini, Fourita; Rizkqi Erlangga, Wildan
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.260

Abstract

Tingginya intensitas bencana alam akhir-akhir ini, diperlukan peran pemimpin lapangan yang sigap dan responsif dalam mengatasi kendala di lapangan. Teknologi sumber informasi dan sistem pengolahan data secara cepat dan akurat memiliki peran penting dalam pengendalian situasi dan pengambilan keputusan. Yonzipur 9/LLB memiliki pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana (PRCPB) dengan Komandan Peleton sebagai unsur pimpinan di lapangan. Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Sistem Informasi Geografis (SIG) oleh satuan, menjadi langkah strategis bagi Komandan Peleton dalam memaksimalkan kekuatan dan menekan kerugian yang ditimbulkan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan guna membahas kendala, peran Komandan Peleton, dan peran SIG dalam proses penanggulangan bencana alam (lingkup peleton). Hasil penelitian berupa kendala yang dihadapi yaitu koordinasi antar instansi kurang terintegrasi, kondisi medan paska bencana yang beragam dan menyulitkan, khususnya dalam penyaluran logistik. Adanya ragam medan dan menyulitkan, Komandan Peleton berkoordinasi dengan berbagai pihak melalui alat komunikasi yang ada demi kelancaran tugas guna menjaga kondisi fisik dan moril anggotanya. Penerapan SIG berupa penentuan area dan persebaran posko dan tempat pengungsian, menentukan rute evakuasi dan distribusi logistik paling aman.
KOMPARASI FUNGSI DEKONTAMINASI PERSONEL PELETON NUBIKA INDONESIA DAN AMERIKA Luluk Kristanto; Agung Wibowo, Irawan; Fadlika Suwanto, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.261

Abstract

Era perang modern akhir-akhir ini dengan perkembangan Iptek dibidang kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak, berimplikasi terhadap meningkatnya ancaman senjata CBRNE. Peleton Nubika sebagai ujung tombak di lapangan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan tugas. Penelitian kualitatif menggunakan teknik studi literatur dan teknik komparatif untuk mendeskripsikan perbandingan dari Peleton Nubika Denzi Nubika Pusziad dengan Decon PLT (Heavy) 20th CBRNE Command. Peleton Nubika dibawah Komando Denzi Nubika dengan satuan pusat nubika Pusziad disiapkan untuk OMP dan OMSP serta bekerjasama dengan instansi nubika terkait. Decon PLT (Heavy) dibawah Komando Area Suport Company dengan satuan pusat Nubika-Jihandak 20th CBRNE Command disiapkan untuk OMP, OMSP dan perbantuan sipil serta memiliki satuan HQ dibidang nubika. Kapabilitas Peleton Nubika lebih bersifat umum dengan salah satu fungsi dekontaminasi didalamnya, dibandingkan Decon PLT (Heavy) dengan tugas khusus dekontaminasi. Operasional Dekontaminasi Personel Peleton Nubika sebanyak 11 stasiun, sedangkan Decon PLT (Heavy) sebanyak 8 stasiun. Optimisme Pemerintah terhadap ancaman senjata nubika berupa peningkatan satus satuan nubika, strategi kekuatan dan kemampuan pertahanan militer dan nirmiliter, serta konsep pembentukan satuan pelaksana nubika tiap Kodam hingga pusat logistik nubika.
ANALISIS KOROSI BAJA ASTM A 36 PENGARUH ASAM SULFAT DENGAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN DI LINGKUNGAN LAUT Yani, Ahmad; Muslim, Khairul; Khamid, Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.262

Abstract

Pencemaran air di wilayah perairan pesisir Pantai Selatan Bantul Yogyakarta tidak hanya berdampak kepada makhluk hidup tetapi juga menimbulkan korosi pada kontruksi baja sehingga umur pakai material baja lebih singkat dan nilai ekonomis menurun. Mayoritas logam pada industri maritim adalah Baja ASTM A36 dengan kandungan karbon 0,25% sampai 0,29%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi waktu perendaman terhadap laju korosi Baja ASTM A36. Medium perendaman menggunakan dua variasi yaitu medium NaCl 3,5% (medium air laut buatan) dan medium NaCl 3,5% + H2SO4 0,5 M. Variasi waktu perendaman digunakan 24, 48, dan 72 jam. Secara eksperimental, hasil uji immersion corrosion test menunjukkan nilai laju korosi tertinggi Baja ASTM A36 pada rendaman medium NaCl 3,5% + H2SO4 0,5 M dengan nilai 37,584 mmpy (24 jam), 31,965 mmpy (48 jam), dan 23,795 mmpy (72jam), sampel uji mengalami korosi seragam dan korosi batas butir. Nilai laju korosi tertinggi pada medium perendaman NaCl 3,5% terjadi pada Baja ASTM A36 dengan nilai 0,098 mmpy (24 jam), 0,105 mmpy (72 jam), 0,081 mmpy (120 jam), 0,063 mmpy (168 jam), sampel uji mengalami korosi seragam dan korosi sumuran. Hasil penelitian didapatkan adanya senyawa H2SO4 dapat mempercepat laju korosi di lingkungan laut.
DAMPAK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGAMAN MUARA SUNGAI BOGOWONTO TERHADAP BAHAYA BANJIR: (STUDI KASUS DI DUSUN PASIR KADILANGU DESA JANGKARAN KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO) Sukmono Aji, Ndaru; Prapsetyo, Agung; Triputra, M. Zain
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.266

Abstract

Adanya pembangunan Infrastruktur Pengaman Muara Sungai Bogowonto sebagai bangunan pendukung pengamanan Kawasan Strategis Yogyakarta Internasional Airport akan berdampak terhadap Dusun di Desa jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan secara analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh. Peneliti melakukan eksplorasi terhadap kejadian banjir tahunan di dua Dusun Desa Jangkaran kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Data diperoleh melalui wawancara kepada narasumber, pengamatan dan studi dokumen. Makalah ini merupakan upaya perintis untuk mengkaji dampak pembangunan Infrastruktur Pengaman Muara Sungai Bogowonto sebagai bangunan pendukung pengamanan Kawasan Strategis Yogyakarta Internasional Airport terhadap Dusun Pasir Mendit dan Dusun Pasir Kadilangu yang selama ini mengalami banjir setiap tahunnya. Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto yang bertujuan untuk melindungi dan mengamankan Kawasan Strategis YIA berdampak positif terhadap Dusun Pasir Mendit dan Dusun Pasir Kadilangu yang selama ini mengalami banjir tahunan akibat tertutupnya muara Sungai Bogowonto. Pembangunan Jetty pengaman muara sungai tersebut menjadikan kawasan sekitar muara telah terhindar dari banjir.
TEKNIK EVALUASI PEMELIHARAAN JALAN LINGKUNGAN KAWASAN AKADEMI MILITER MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Agustinus, A.K.A Agustinus
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i1.267

Abstract

Jalan lingkungan merupakan jalan yang berfungsi melayani kawasan lingkungan tertentu dengan ciri perjalanan jarak dekat dan menghubungkan pusat kegiatan di dalam kawasan pemukiman. Setiap tahunnya jalan lingkungan memerlukan pemeliharaan dengan metode yang sistematis, modern, dan bersifat proaktif guna meminimalkan biaya pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah geodatabase ArcGIS 9.2. Pengumpulan data menggunakan metode survei di lapangan merujuk pada Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan. Hasil survei dimasukkan ke dalam attribute table pada ArcGIS, selanjutnya dilaksanakan penyusunan sistem manajemen basis data dalam bentuk geodatabase. Geodatabase tersebut ditampilkan dalam bentuk peta digital yang memperlihatkan kondisi jalan yang ada. Hasil dari penelitian menunjukan 21 ruas jalan lingkungan di Kawasan Akademi Militer Magelang seluruhnya termasuk dalam kategori pemeliharaan rutin dengan memperoleh nilai urut prioritas lebih dari tujuh (>7). Terdapat beberapa ruas jalan seperti zona/ruas jalan no 4, 7, 10, 11, 17 dan 18 yang mengalami penurunan kondisi jalan. Langkah pemodelan basis data kondisi jalan lingkungan menggunakan software ArcGIS 9.2 dirasakan mampu untuk memperbaiki beberapa kekurangan sistem lama. Penyusunan basis data jalan lingkungan ini juga menghasilkan data bereferensi keruangan (spasial) dan data teks (atribut) yang saling terintegrasi satu sama lain dan data dapat selalu diperbaharui dengan memasukan data baru ke dalam attribute table.
PENERAPAN PEMIKIRAN CLAUSEWITZ DALAM OPERASI PASUKAN ZENI Turnip, Hiras M. S.
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i2.304

Abstract

Pemikiran Carl von Clausewitz tentang trinitas perang, kabut perang, dan pusat gravitasi tetap relevan dalam konteks modern, termasuk dalam operasi teknik sipil militer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Clausewitz dalam operasi pasukan zeni melalui tiga studi kasus: pembangunan Bailey Bridge oleh Sekutu pada Perang Dunia II, pembangunan jembatan darurat oleh PRCPB Yonzipur 10/2 Kostrad di Bima, dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) oleh PRCPB Yonzipur 9/LLB/K dalam respons terhadap gempa bumi Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga prinsip Clausewitz dapat diidentifikasi dalam setiap kasus: keberhasilan koordinasi antar elemen trinitas, pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi ketidakpastian operasional, dan pengelolaan pusat gravitasi berupa infrastruktur vital yang menentukan keberhasilan misi. Studi ini merekomendasikan penguatan doktrin pasukan zeni berbasis adaptasi prinsip Clausewitz dalam konteks operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Keterbatasan penelitian ini terletak pada tidak digunakannya pendekatan kuantitatif dan terbatasnya cakupan studi kasus. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk memperluas pendekatan dan menggali data empiris yang lebih komprehensif.