cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 95 Documents
Studi Potensi Senyawa Hesperidin dan Naringin Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Agen Antiphotoaging secara In Silico Ni Made Rita Wiantini; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p22

Abstract

Indonesia merupakanonegara tropis dengan paparan sinar matahariosepanjang tahun yang menyebabkan pendudukoIndonesiaorentan mengalami photaging. Photoaging merupakan kondisi penuaanokulit yang disebabkan karena paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan sehingga menyebabkan pembentukan reactive oxygen species yang menginduksi aktivitas enzim Matrix metalloproteinases-1 (MMP-1) mendegradasi kolagen berlebihan pada kulit sehingga muncul tanda photoaging. Maka dari itu, diperlukan agen anti-photoaging untuk menghambat aktivitas MMP-1. Masyarakat biasanya menggunakan kosmetik dengan klaim antiaging seperti serum retinol untuk menangani photoaging. Kulit jeruk nipis merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai anti-photoaging karena kandungan flavonoid seperti hesperidin dan naringin memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuanountuk mengetahui afinitas serta model interaksi yang terbentuk antara hesperidin dan naringin terhadap enzim MMP-1 dibandingkan dengan kontrol positif retinol sebagai agen anti-photoaging secara in silico. Penelitian dilakukan secara eksploratif melalui uji in silico molecular docking dengan tahapan yakni preparasi serta optimasiosenyawa uji serta kontrol positif, preparasi protein target, validasi metode dan docking dilakukan menggunakan AutoDockTools 1.5.6. Berdasarkan hasil docking hesperidin dan naringin memiliki nilai energi ikatan masing-masing -11,73 dan -10,96 kkal/mol yang menunjukkan senyawa uji memiliki energi ikatan yang lebih negatif dari native ligand dan kontrol positif retinol yang memiliki energi ikatan masing-masing -10,07 dan -9,78 kkal/mol. Mekanisme molekuler senyawa uji dalam menghambat enzim MMP-1 melalui pembentukan ikatan hidrogen pada enzim tersebut. Hal tersebut menunjukkan hesperidin dan naringin memiliki afinitas yang lebih kuatodan stabiloterhadap protein target dibandingkan dengan native ligandnya dan retinol sehinggaoberpotensi sebagai antiphotoaging dan dikembangkan sebagai produk kosmetik.
Potensi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Facial Wash Gek Niken Tasya Lingling
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p23

Abstract

Jerawat (acne) adalah penyakit pada permukaan kulit yang berkaitan dengan produksi kelenjar minyak (sebum) berlebih. Jerawat dapat terjadi karena tersumbatnya folikel polisebase yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Staphylococcus epidermis dan Staphylococcus aureus. Langkah awal mencegah terjadinya jerawat adalah dengan menggunakan sabun cuci muka (facial wash) yang mengandung senyawa aktif untuk menghambat dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Penggunaan bahan kimia memiliki efek samping berbahaya, seperti iritasi, resistensi antibiotik, dan dapat memperparah kondisi jerawat. Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dapat menjadi alternatif sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Tujuan review artikel ini adalah memberikan informasi mengenai ekstrak daun pandan wangi yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat serta golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut. Metode review artikel yang digunakan berupa studi literatur. Pustaka yang digunakan adalah jurnal nasional dan jurnal internasional yang diterbitkan secara online pada 5 tahun terakhir. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermis dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat lemah hingga kuat serta nilai KHM menunjukkan kejernihan dan nilai KBM menunjukkan penurunan jumlah koloni pada konsentrasi tertentu. Semakin besar konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yang digunakan, maka semakin tinggi daya hambat pertumbuhan bakteri. Aktivitas antibakteri tersebut diperoleh dari senyawa alkaloid, flavanoid, tanin, dan polifenol yang terkandung dalam ekstrak daun pandan wangi. Dengan demikian, ekstrak daun pandan wangi berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat pada sediaan gel facial wash.
Potensi Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dengan Zat Aktif Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) sebagai Sediaan Topical Gel Anti-photoaging Komang Dian Aditya Putra; G. A. Desya Pradnyaswari; Eka Indra Setyawan
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p24

Abstract

Paparan sinar UVB berlebih pada kulit akan menstimulasi produksi ROS yang bertanggung jawab dalam stres oksidatif pada kulit dengan merusak serat jaringan ikat sehingga menimbulkan manifestasi klinis berupa kerutan yang kerap disebut sebagai photoaging. Pencegahan photoaging salah satunya dapat dilakukan dengan mengaplikasikan tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi seperti herba pegagan. Untuk dapat mengaplikasikan herba pegagan, diperlukan suatu inovasi sediaan yang dapat menghantarkan kandungan senyawa sehingga dapat menghasilkan efek yang optimal salah satunya yaitu menggunakan sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang terinkorporasi dalam basis gel. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari sistem NLC dengan zat aktif herba pegagan untuk mencegah photoaging. Adapun metode yang digunakan untuk membuat artikel ini yaitu literature review. Hasil yang diperoleh yaitu herba pegagan mengandung berbagai senyawa sehingga mampu memberikan aktivitas antioksidan yang tinggi. Selain itu, tanaman ini juga telah dilakukan pengujian secara in silico dengan molecular docking serta pengujian secara in vitro terhadap beberapa target yang bertanggung jawab dalam terjadinya photoaging. Sistem NLC memiliki stabilitas, kelarutan, serta kemampuan absorpsi zat aktif yang lebih baik. NLC sebagai sistem pembawa zat aktif ekstrak herba pegagan yang terinkorporasi dalam basis gel sangat potensial untuk digunakan sebagai upaya preventif maupun kuratif pada photoaging melalui rute administrasi topikal. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut baik secara in vitro, in vivo, uji klinis, serta optimasi formula agar didapatkan sediaan yang mampu memberikan aktivitas anti-photoaging yang optimal dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Potensi Kombinasi Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) dan Propolis dalam Bentuk Sediaan Tablet Effervescent sebagai Imunomodulator G.A. Desya Pradnyaswari; Komang Dian Aditya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p25

Abstract

Munculnya sebuah penyakit yaitu Coronavirus disease 2019 atau disebut juga dengan COVID19 telah berhasil menggemparkan dunia. Upaya pencegahan terhadap COVID-19 adalah dengan meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Dalam upaya peningkatan sistem kekebalan tubuh maka dibutuhkan suatu agen yang mampu memberikan efek modulasi sistem imun. Senyawa yang mampu memberikan efek imunomodulator dapat diperoleh dari alam, sebagai contoh yaitu akar manis (Glycyrrhizia glabra L.) dan propolis. Mengonsumsi akar manis dan propolis secara langsung dianggap kurang efektif, maka diperlukan suatu inovasi bentuk sediaan agar lebih mudah dalam mengonsumsinya. Salah satu bentuk sediaan yang dapat dipilih adalah sediaan tablet effervescent. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari kombinasi akar manis dan propolis dalam bentuk sediaan tablet effervescent sebagai imunomodulator. Adapun metode yang digunakan untuk membuat artikel ini yaitu literature review. Hasil yang didapatkan yaitu akar manis dan propolis mengandung beragam senyawa bioaktif yang secara sinergis bertindak sebagai imunomodulator. Tablet effervescent sebagai bentuk sediaan yang membawa zat aktif akar manis dan propolis sangat potensial untuk digunakan melalui rute administrasi oral dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) sebagai Hand Sanitizer Alami Ayu Charina Mahayuni TK.; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p26

Abstract

Hand sanitzer yang mengandung alkohol dosis tinggi dan frekuensi penggunaan yang tinggi sebagai pembersih tangan dapat menyebabkan infeksi dan iritasi kulit. Oleh karena itu, diperlukan hand sanitizer yang terbuat dari alam atau mengandung bahan-bahan alami yang aman, seperti buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Penulisan review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang digunakan sebagai hand sanitizer alami dengan aktivitas antimikroba. Penelitian ini menggunakan metode review artikel dengan pencarian Google Cendekia dan PubMed. Kata kunci yang digunakan, yaitu fitokimia, buah mahkota dewa, antibakteri, Phaleria macrocarpa. Hasil review artikel menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa terkandung beberapa senyawa fitokimia, seperti: alkaloid, flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan tannin. Oleh karena kandungan senyawa kimia tersebut, ekstrak buah mahkota dewa memiliki aktivitas antibaktei pada bakteri Gram-positif serta Gram-negatif. Selain itu, ekstrak buah mahkota dewa juga mempunyai aktivitas antijamur terhadap Aspergillus niger. Kesimpulan yang diperoleh bahwa ekstrak buah mahkota dewa berpotensi sebagai hand sanitizer karena memiliki aktivitas antibakteri maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai formulasi, uji fisik, dan uji aktivitas antimikroba lebih lanjut terhadap sediaan hand sanitizer dengan bahan aktif ekstrak buah mahkota dewa.
Potensi Daun Zodia (Evodia Suaveolens) Sebagai Biolarvasida yang Mampu Menghambat Perkembangan Nyamuk Aedes agypti Ni Putu Shinta Paramita Sari; Ni Made Sugi Pradnyasuari; Ni Made Widi Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p27

Abstract

Penyakit Menular Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang rentan terjadi di masyarakat. Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan merupakan vektor utamanya. Salah satu cara pencegahannya adalah penggunaan larvasida seperti abate. Penggunaan abate diketahui sudah banyak terjadi resistensi pada larva Aedes Aegypti. Sehingga, dibutuhkan agen insektisida baru yang mampu menghambat perkembangan larva Aedes Aegypti yang berbahan dasar alami. Dilaporkan bahwa daun zodia memiliki aktivitas larvasida pada Aedes. Aegypti. Daun zodia merupakan tumbuhan yang mudah didapatkan dan sudah banyak digunakan sebagai obat nyamuk oleh masyarakat khusnya masyarakat papua. Penulisan review artikel ini berujuan untuk mengetahui kandungan, aktivitas larvasida daun zodia (Evodia suaveolens) yang berpotensi sebagai abate. Metode yang digunakan adalah dengan literature review menggunakan jurnal nasional terindeks yang dipublikasikan pada tahun 2017-2022. Pencarian menggunakan databased scienceDirect, Pubmed, dan google scholar menggunakan kata kunci mortilitas pada larva Aedes aegypti, daun zodia. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis dan dikaji secara menyeluruh, dan disajikan dalam bentuk literatur Review. Hasil yang diperoleh hasil bahwa daun zodia memiliki kandungan evodiamine, rutaecarpine, dan linalool, alpha-pinene dalam zodia memiliki efektivitas yang baik sebagai zat yang menyebabkan mortilitas pada larva. Daun zodia berpotensi sebagai biolarvasida dan setara dengan abate yang berbahan kimia karena mampu menghambat perkembangan nyamuk dan menyebabkan kematian larva 100% pada konsentrasi 4%. Semakin tinggi konsentrasi dari daun zodia (Evoodia suaveolens) maka semakin efektif efek larvasida yang ditimbulkan.
Potensi Buah Semangka (Citrullus lanatus) Sebagai Bahan Aktif Sediaan Hair Tonic Alami: Literatur Review Izzul Ishfahan; Eka Indra Setyawan
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p28

Abstract

Hair tonic adalah sejenis kosmetik perawatan rambut yang memiliki efek mengurangi kerontokan rambut, merangsang dan meningkatkan volume rambut. Bahan aktif yang digunakan dapat berupa bahan kimia sintetik atau berasal dari tumbuhan atau diekstrak dari tumbuhan. Hair tonic berfungsi untuk membersihkan, mencegah atau untuk membasmi ketombe, memperbaiki sirkulasi darah di kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut. Hair tonic memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah digunakan, cepat meresap dan tidak lengket di kulit kepala, serta merupakan sediaan yang umum digunakan oleh masyarakat umum. Tujuan penelitian adalah tentang kandungan dalam buah semangka, dan aktivitas antioksidan buah semangka yang dapat digunakan sebagai bahan hair tonic alami yang lebih aman. Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis dan merangkum artikel yang sesuai dengan tujuan yang dipublikasi pada tahun 2018-2022 dan bersifat free fulltext acces. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar, Pubmed dan Science Direct dengan kata kunci aktivitas antioksidan, antimikroba, semangka (Citrullus lanatus), hair tonic, fitokimia. Hasil yang ditemukan didapatkan bahwa buah semangka memiliki potensi sebagai bahan dasar alami untuk pembuatan hair tonic. Aktivitas antioksidan dari semangka dipercaya berasal dari kandungan vitamin C yang terkandung di dalamnya dengan cara menghambat peroksidasi lipid sehingga diklasifikasikan sebagai antioksidan pemutus rantai. Sementara itui aktivitas antimikroba dari buah semangka dihasilkan oleh kandungan senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya yang mana berdasarkan studi literatur terdapat alkaloid, flavonoid, glikosida, tannin, steroid, terpenoid dan saponin. Simpulan menunjukkan bahwa buah semangka memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai bahan pembuatan hair tonic alami dikarenakan memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba.
Review : Potensi Tanaman Alpukat (Persea americana) Sebagai Zat Aktif dalam Formulasi Sediaan Krim Anti Jerawat Annisa Noviyani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p29

Abstract

Kosmetik kini sudah menjadi kebutuhan utama sehari-hari, terutama bagi perempuan. Namun tidak semua kosmetik aman untuk kesehatan individu maupun lingkungan. Sediaan krim adalah salah satu jenis kosmetik yang populer digunakan oleh masyarakat. Krim banyak disukai masyarakat karena pengaplikasiannya yang mudah, nyaman digunakan di kulit, tidak lengket, serta mudah dicuci. Back to nature dapat menjadi pilihan yang tepat untuk perawatan kecantikan alami yang dapat mengurangi dampak negatif dari kosmetik sintesis. Salah satu tanaman yang banyak memiliki khasiat bagus untuk kulit yaitu alpukat, karena mengandung senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, dan tanin. Kandungan tanaman alpukat ini merupakan zat yang dapat berperan sebagai antibakteri sehingga bisa dipergunakan untuk pengobatan jerawat. Oleh karena itu, alpukat memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan krim antijerawat. Review ini bertujuan untuk membandingkan formulasi sediaan krim tanaman alpukat berdasarkan studi pustaka. Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu studi pustaka dengan kata kunci alpukat (Persea americana), formulasi, jerawat, kosmetik, dan krim. Pustaka yang digunakan berupa buku, jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan terbaru. Dari hasil studi literatur diperoleh 25 jurnal dan 2 buku. Hasil dari review artikel ini yaitu daun, buah dan biji alpukat dapat dibuat menjadi sediaan krim antijerawat. Formula sediaan krim antijerawat terbaik terdapat pada krim ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan konsentrasi 10% yang dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori daya hambat yang kuat.
Pemanfaatan Yoghurt Sebagai Masker Alami Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Kecantikan Kulit Wajah Luciana Octavia Selvi Correia; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p30

Abstract

Masker wajah merupakan kosmetik perawatan kulit wajah yang sangat bermanfaat untuk menjaga dan merawat wajah, mengelastisitas kulit, mencegah penuaan dini serta munculnya keriput. Saat ini penggunaan kosmetik yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami hasil fermentasi sangat disarankan penggunaannya, yang mana salah satu bahan yang dapat diolah menjadi masker wajah adalah yoghurt. Yoghurt memiliki kandungan yang dapat mengurangi pigmentasi kulit dan meningkatkan kelembutan kulit sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku dalam masker wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa yoghurt mampu digunakan sebagai bahan baku masker wajah. Metode yang digunakan dalam ulasan artikel ini yaitu studi pustaka melalui jurnal atau artikel baik nasional maupun internasional terkait pemanfaatan yoghurt sebagai masker wajah alami yang diterbitkan secara online pada rentang waktu 5 tahun terakhir melalui database ilmiah seperti Google Scholar, Science Direct, Researchgate dan Pubmed. Beberapa penelitian yang diperoleh melaporkan bahwa yoghurt dapat digunakan sebagai bahan masker wajah karena memiliki kandungan berupa asam laktat, alfa hydroxy acid, dan vitamin seperti vitamin B12, B6, D, K, protein dan kalsium yang sangat baik bagi kulit dan mampu melembabkan serta memberikan perubahan pada wajah sehingga terlihat lebih halus dan cerah. Selain itu, pemanfaatan yoghurt dapat dikombinasikan dengan bahan alami lainnya seperti rumput laut, sari lemon, kunyit, kopi, teh, tepung beras, air cucian beras, dan cokelat sehingga dapat menciptakan suatu masker wajah alami dengan berbagai jenis masker berbeda yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit wajah.
Pemanfaatan Tanaman Herbal Dalam Pengobatan Nyeri Berdasarkan Kearifan Lokal Bali Usada Tiwang Ni Kd Rintan Listiani Ekayanti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p31

Abstract

Nyeri merupakan rasa tidak nyaman yang umumnya merupakan tanda adanya gangguan fungsi organ atau kerusakan pada organ tubuh seperti peradangan, infeksi kuman, atau kejang otot. Analgesik sintetik merupakan terapi yang paling umum digunakan untuk meredakan nyeri. Namun, penggunaan analgesik menyebabkan berbagai efek samping salah satunya kerusakan gastrointestinal. Bali, dengan keunikan budayanya, memiliki cara pengobatan nyeri secara tradisional yang bersumber dari Usada Tiwang. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas dan mekanisme pengobatan nyeri secara tradisional menggunakan tanaman herbal berupa rimpang kunyit (Curcuma longa.) dan daun sirih (Piper betle.) yang tertulis dalam Usada Tiwang sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan nyeri alternatif. Metode yang digunakan dalam ulasan artikel ini yakni studi literatur dengan kata kunci analgesik, usada tiwang, Curcuma longa, dan Piper betle dari berbagai penelitian terbaru pada jurnal nasional dan internasional yang telah diterbitkan. Berbagai penelitian melaporkan rimpang kunyit (Curcuma longa.) mengandung senyawa kurkumin yang terbukti mampu mengurangi nyeri dengan mekanisme penghambatan metabolisme asam arakidonat. Sedangkan daun sirih (Piper betle.) mengandung senyawa hidroksikavikol yang dapat menekan produksi siklooksigenase dan mengandung senyawa saponin yang dapat menghambat sintesis prostaglandin sehingga mampu memberikan efek anagesik. Dari studi pustaka ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian efek farmakologis dengan efek empiris yang terdapat dalam Usada Tiwang serta telah diketahui mekanisme aktivitas rimpang kunyit (Curcuma longa.) dan daun sirih (Piper betle.) sebagai analgesik sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai produk pengobatan alternatif untuk meredakan nyeri.

Page 3 of 10 | Total Record : 95